Berita Lowongan Kerja Terbaru

Admin

Wednesday, 05 October 2016 01:51

Dari Puncak HUT TNI Ke-71

 

Pangdam: “TNI tetap Berjuang bersama Rakyat”

Ambon,-

Sikap patriotisme dan rasa cinta tanah air ditunjukkan oleh para prajurit Tentara Nasional Indonesia Maluku sebagai salah satu rasa tanggung jawab dalam membela negara, ditunjukan oleh peran serta dalam upacara yang dielenggarakan dalam memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke-71 bertempat di lapangan merdeka Ambon (5/9/2016) .

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff, Kapolda Maluku Brigjen.Pol. Drs. Ilham Salahudin, SH, M.Hum, Pejabat Walikota Ambon Frans Papilaya, Ketua Sinode A.J Werinussa,Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae, Rektor Unpatti Nus Sapteno, para Purnawirawan serta undangan lainnya .

Bertindak selaku inspektur upacara,  Pangdam XVI Pattimura Mayor TNI Doni Mornado dan Komandan Upacara Letkol TNI Armed Heri Widyamoko, dibawah sorotan tema” Bersama rakyat TNI kuat, Hebat, Profesional, siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Panglima TNI Angkatan Darat Jendral TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pangdam XVI Pattimura Mayor TNI Doni Monardo mengatakan para prajurit harus menjunjung nilai patriotisme dan cinta tanah sebagai wujud rasa tanggung jawab dan cinta kepada bangsa dan Negara.

Selain itu, para prajurit dalam merayakan hari ulang tahunnya, merupakan laporan kepada masyarakat atas kekuasaan TNI yang telah dilaksanakan dalam upaya menumpas terorisme di bumi Indonesia.

Dikatakan lagi, makna yang terkandung dalam HUT TNI yakni TNI tumbuh dan berkembang serta berjuang bersama rakyat, dan terus bergerak berjuang bersama rakyat ditengah-tengah era globalisasi.

Prajurit  TNI akan terus memberi sumbangsih kepada Bangsa dan Negara, dan beberapa tugas TNI kepada masyarakat Indonesia yakni Penanggulangan kebakaran hutan, Operasi menumpas terorisme, dan sebagainya, jelas Nurmantyo.

Untuk itu, dengan kegigihan para prajurit TNI berjuang bersama rakyat, maka pemerintah menaikan remunerasi kepada para prajurit TNI diseluruh Indonesia dan pemberlakukan kenaikan remunerasi tersebut sudah berlangsung sejak Oktober 2015 silam.

Perlu diketahui, usai dilaksanakan upacara, para prajurit menyuguhkan atraksi drama kolosal sebagai wujud kecintaan akan tanah air yang menceritakan bagaimana perang rakyat Maluku yang dikomandai oleh Thomas Matulessy (Kapitan Pattimura red).

Drama kolosal tersebut menunjukkan bagaimana perang Pahlawan asal Maluku yakni Kapitan Pattimura bersama rekan-rekannya berjuang untuk mempertahankan Maluku dari tangan para penjajah dan pada akhirnya Pahlawan asal Maluku harus ditangkap dan digantung di depan benteng Victoria.

“Jadi drama kolosal ini menunjukkan bagaimana rasa cinta kita kepada Bangsa dan Negara, demi untuk menjaga harkat dan martabat bangsa kita, kita harus rela berjuang mempertahankan daerah kita dari tangan para penjajah walaupun nyawa taruhannya, TNI akan selalu berjuang bersama rakyat”.(**)

 

Masohi,

Panas pela bukti saksi sejarah bukan semata-mata sebagai ekspresi serimonial tentang peradaban sejarah kedua negeri yang patut di lestarikan, namun sebagai suguhan moral yang religius dengan bermakna bahwa umat manusia di bumi akan memiliki rasa persaudaraan.

Panas pela negeri Amahai (Lounussa Ma’Atita) dengan negeri Ihamahu (Noraito Amapati)  dihadiri oleh Maichael Wattimena anggota DPR RI, Gubernur Maluku Ir, Said Assagaf, Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae, pimpinan SKPD Provinsi Maluku dan Maluku Tengah, TNI/Polri, undangan dan masyarakat kedua negeri.

Tatanan adat dan budaya dalam ikatan pela yang ditanamkan kedua negeri ini sudah mencapai 117 tahun, dan masih tetap bertahan hingga kini dimana kedua negeri ini membuktikan kalau naskah perjanjian kedua negeri yang memiliki nilai-nilai adat dan budaya pela sebagai pela tempat siri ini masih diwariskan kepada anak cucu kedua negeri.

Gubernur Maluku dalam sambutannya menyampaikan bahwa ikatan pela sebagai identitas manusia Maluku yang khas sesungguhnya telah menyuguhkan sebuah tingkat keadaban yang tinggi dalam pertalian sejati hidup orang basudara sebagaimana ungkapan luhur katong samua yaitu “potong dikuku rasa didaging, ale rasa beta rasa dan sagu salempeng dibagi dua”, merupakan ungkapan yang menjujung tinggi nilai-nilai persaudaraan sejati yang telah dibangun oleh para leluhur agar orang basudara bisa belajar saling memahami, saling mempercayai, saling memiliki, saling mencintai, saling membanggakan dan saling untuk menghidupi. Ungkapan “ale rasa beta rasa” sebetulnya mencerminkan sketsa manusia Maluku yang tidak hanya berhubungan secara genelogis semata, namun lebih dari pada itu mengekspresikan manusia Maluku sebagai makhluk sosial yang sangat adaptis.

Bukti hubungan persaudaraan masyarakat negeri Amahai dan negeri Ihamahu bukan saja memiliki hubungan geonologis, tetapi juga memiliki hubungan saudara dalam suatu ikatan kasih dari Tuhan Yang Maha Esa,"kata Bupati Malteng Tuasikal Abua, SH pada acara panas pela di Amahai, Kamis (29/9/2016).

Tuasikal yakin ketika semua manusia sadar sebagai umat ciptaan Tuhan yang mulia dan sebagai rumpun orang-orang saudara yang berasal dari satu keturunan Nabi Adam dan Hawa, pasti semua masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak mudah terjadi konflik di antara manusia.

Para leluhur kala itu masih hidup dalam keserdehanaan, namun mereka bisa hidup rukun dan damai, saling mengasihi maupun saling menghormati dan saling tolong menolong dalam budaya masohi atau gotong royong.

Tuasikal mengajak seluruh masyarakat kedua negeri maupun masyarakat Maluku harus bangga dan mengapresiasi kegiatan panas pela sebagai bukti bahwa agama maupun adat dan budaya bisa seiring dan sejalan serta dapat dipertahankan turun temurun.

Tentu akan memiliki nilai kearifan lokal yang bernuansa keharmonisan, sakral, religius dan juga selalu mengandung unsur estetik dan normatif yang selalu di jumpai dalam setiap praktek budaya panas pela seperti ini.

"Momentum ini sebagai saksi sejarah yang tidak akan pudar dalam usia jaman bahkan tidak bisa terbantahkan, sehingga sangat penting untuk selalu melakukan ikatan adat dan budaya melalui pelaksanaan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat sebagai orang saudara,"ajaknya.(TM08)

Ambon, 

Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengakui realisasi pendapatan daerah hingga posisi awal semester kedua baru mencapai 53,07 persen.

"Masih terdapat banyak kelemahan pada pos-pos pendapatan yang dianggap belum mencapai target realisasi dari yang sudah ditetapkan," katanya, di Ambon, Selasa (4/10).

Penjelasan Wagub disampaikan dalam pidato pengantar penyampaian KUA PPAS APBD Perubahan 2016 saat rapat paripurna DPRD Provinsi Maluku dipimpin wakil ketua, Syaid Mudzakir Assagaf.

Menurut Wagub, sejumlah kegiatan pembangunan yang mendapatkan perhatian serius karena dianggap bertalian dengan pemerintahan dan pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan serta pelayanan masyarakat.

Kegiatan tersebut diantaranya berupa rencana pembangunan rumah sakit pusat yang membutuhkan sejumlah pembiayaan dari Pemprov Maluku untuk pembebasan lahan.

Termasuk didalamnya rencana membangun Institut Teknologi Ambon yang pernah digagas mantan Presiden RI Soekarno.

"Penyesuaian kebijakan pemerintah masih perlu dilakukan demi kemajuan pencapaian target yang telah ditetapkan dalam kebijakan umum anggaran tahun 2016 sehingga tidak terjadi pergeseran atau perubahan anggaran belanja pada sebagian besar SKPD.

Selain itu, penggunaan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya yang tercermin dalam Silpa tahun 2015 yang harus digunakan dalam perubahan APBD tahun 2016.

"Sementara pendapatan daerah yang direncanakan dalam KUA-PPAS APBD tahun 2016 naik menjadi Rp 2,70 triliun dan perkiraan pendapatan sebesar Rp 2,48 triliun atau terjadi kenaikan sekitar Rp 223,91 miliar (9,03 persen)," kata Wagub.

Kenaikan pendapatan daerah terjadi pada dana perimbangan di mana KUA-PPAS tahun anggaran 2016 yang semula diperkirakan sebesar Rp 1,60 triliun.

Hanya saja, pada KUA dan PPAS perubahan mengalami peningkatan menjadi Rp 2,06 triliun (28,35 persen).

Selain itu, katanya, PAD direncanakan naik menjadi Rp 613,53 miliar pada KUA dan PPAS tahun anggaran 2016, lebih tinggi dari yang direncanakan sebesar Rp 549,58 miliar.

Untuk pendapatan lain-lain yang sah dalam KUA PPAS tahun anggaran 2016 menurun menjadi Rp 39,64 miliar (88,07 persen) jika dibandingkan dengan yang direncanakan.

Hal ini dipicu adanya pemindahan nomenklatur pada dana penyesuaian terutama untuk BOS yang dialihkan ke DAK non fisik. (TM)
Monday, 17 October 2016 01:11

Surat Keterangan Pengganti KTP-E Di Ambon

 

Ambon,

Masyarakat Kota Ambon yang hingga kini belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E) dapat menggunakan Surat Keterangan sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri sebagai pengganti KTP-E.

"Sudah ada surat edaran Menteri Dalam Negeri yang menyatakan bahwa kepada wajib KTP-E yang sudah melakukan perekaman data namun hingga kini belum memiliki fisik KTP-E akan diberikan Surat Keterangan pengganti KTP-E," Kata Kepala Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) Kota Ambon Din Tuharea di Ambon, Sabtu (15/10).

Sehingga instansi pelayanan publik, lanjutnya, yang memberikan pelayanan kepada masyarakat yang kebetulan menggunakan Surat Keterangan dari Surat edaran Menteri Dalam Negeri terkait KTP-E harus dilayani, sebab surat edaran tersebut sebagai pengganti identitas diri pada yang bersangkutan.

Din mengatakan, surat edaran Menteri Dalam Negeri hanya berlaku selama enam bulan saja, dan berlaku di seluruh Indonesia.

"Kemudian format surat edaran ini sudah baku, jadi tidak bisa buat sendiri-sendiri di daerah," ujarnya.

Din juga menjelaskan, surat edaran ini diberikan langsung bagi masyarakat yang sudah melakukan perekaman data, sedangkan yang belum tidak bisa mendapatkannya, kecuali yang bersangkutan bersedia untuk melakukan perekaman data baru bisa mendapatkan surat edaran pengganti KTP-E tersebut.

"Surat edaran itu dapat digunakan untuk pengurusan SIM, Pilkada, urusan di perbankan, dan lainnya hanya masa berlakunya enam bulan," katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, bagi masyarakat yang belum memiliki hasil perekaman maupun pengambilan foto yang dilakukan di kantor kecamatan terlebih dulu, sebab pada saat print out di Disdukcapil foto diri yang bersangkutan langsung muncul.


Ditanya penduduk Kota Ambon yang sudah memiliki KTP-E sampai saat ini, Din mengatakan tercatat sebanyak 293.000 orang dan yang akan diproses pencetakan yakni sebanyak 54.000, yang belum melakukan perekaman data 14.000 orang dari jumlah warga Kota Ambon wajib KTP-E sebanyak 361.000 orang. (TM)
Wednesday, 19 October 2016 02:23

LAPORAN IPK POSISI BULAN JUNI 2016

Berikut kami lampirkan Laporan IPK posisi Bulan Mei 2016

Laporan IPK Juni 2016 (file pdf, 1.8 mb)

Wednesday, 19 October 2016 02:25

LAPORAN IPK POSISI BULAN MEI 2016

Berikut kami lampirkan Laporan IPK posisi Bulan Mei 2016

Laporan IPK Mei 2016 (file excel, 60 Kb)

Monday, 17 October 2016 06:36

Seram Bagian TImur

_

Monday, 17 October 2016 06:35

Seram Bagian Barat

_

Monday, 17 October 2016 06:34

Maluku Tenggara Barat

_

Monday, 17 October 2016 06:34

Maluku Tenggara

_

Page 45 of 52

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

GPR

 

INFO BMKG

Top