Berita Lowongan Kerja Terbaru

Admin

Tuesday, 03 December 2019 12:06

Gubernur Serahkan DIPA Maluku 2020

 

 Ambon,- Gubernur Maluku, Drs. Murad Ismail menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), daftar alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) untuk Provinsi Maluku tahun 2020 sebesar Rp.13,304 triliun.
DIPA sebesar Rp.13,304 triliun tersebut diantaranya diserahkan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang mewakili instansi vertikal, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta satuan kerja (Satker).
“Berdasarkan laporan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku, Tahun 2020, Maluku mendapatkan alokasi TKDD sebesar 13,304 triliun, dengan rincian Transfer ke Daerah sebesar 11,52 triliun dan Dana Desa sebesar 1,159 triliun. TKDD tersebut, meningkat sebesar 5,98 persen dari tahun 2019,” ungkap Gubernur Maluku pada Acara Penyerahan DIPA APBN Tahun Anggaran 2020 yang dipusatkan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Keuangan Negara (DJPB) Provinsi Maluku, Senin (2/12/2019).
Gubernur menjalaskan, alokasi belanja satuan kerja vertikal dan Organisasi Perangkat Daerah sebesar 8,53 triliun.
Sebelum penyerahan DIPA, terlebih dahulu dilakukan penandatangan Berita Acara (BA) yang disaksikan oleh Gubernur Maluku dan Plt Kepala Kantor Ditjen Perbendaharaan Keuangan Negara Provinsi Maluku, Tri Budiyanto.
DIPA yang bersumber dari APBN tersebut di serahkan gubernur kepada seluruh bupati/walikota se-Maluku, Kodam XVI/Pattimura, Kepolisian Daerah, Universitas Pattimura, Bea Cukai serta dinas teknis terkait.
Gubernur dalam arahannya mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan DIPA secara nasional oleh Presiden Jokowi kepada seluruh menteri, gubernur dan pimpinan lembaga non kementerian, pada hari Kamis, 14 November 2019 lalu di Istana Negara.
“Dengan melakukan penyerahan DIPA pada November 2019 diharapkan Kementerian/Lembaga dan Daerah bisa langsung melakukan pelelangan pekerjaan dan dapat merealisasikan programnya mulai awal bulan Januari 2020,” tandasnya.

Dikatakan, secara substansial, DIPA bermakna sebagai penjabaran program pembangunan dan pelayanan yang merupakan amanah rakyat yang harus direalisasikan dengan penuh tanggung jawab. Bahkan, evaluasi atas kinerja tahun sebelumnya, harus dijawab dengan akselerasi pencapaian target kinerja melalui langkah-langkah inovatif dan kreatif dalam tahun 2020 mendatang.
Untuk itu, gubernur berharap, kepada seluruh pimpinan satuan kerja di daerah untuk merealisasikan anggaran sesuai perencanaan, serta melaksanakan kegiatan secara efektif dan efisien.
Ini bertujuan dapat memperbaiki beberapa indikator kesejahteraan, seperti dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan angka pengangguran, sehingga arahan Bapak Presiden dapat terwujud secara nyata.

 

 
Dikatakannya, Presiden Jokowi dalam arahannya telah menekankan agar menteri/pimpinan lembaga dan kepala daerah dapat melakukan lima hal yakni, meningkatkan kualitas belanja, spending better bukan spending more.
Kemudian, memastikan dan mengawal terlaksananya berbagai program prioritas dan menciptakan birokrasi yang efisien, melayani dan mampu bekerja secara tim.
“Selain itu, TKDD diharapkan digunakan dengan efektif dan akuntabel untuk peningkatan pembangunan serta pemerataan dan menjadikan pekerjaan yang didanai dengan APBN menghasilkan trigger pertumbuhan ekonomi daerah dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat,” beber gubernur.
Atas dukungan dana APBN tersebut serta memperhatikan arahan Presiden, gubernur menegaskan langkah-langkah yang harus dilakukan. Pertama, para kepala daerah agar sesegera mungkin menyampaikan DIPA kepada satuan kerja perangkat daerah di wilayah masing-masing serta mengawal pelaksanaannya agar perekonomian rakyat bergerak lebih cepat.
Kedua, mensinkronkan dan mensinergikan pelaksanaan DIPA APBN dengan APBD masing-masing daerah, sehingga dapat menjawab tantangan pengurangan kemiskinan, pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, alokasi anggaran benar-benar dimanfaatkan untuk program-program dan kegiatan utama yang memiliki nilai tambah yang besar bagi masyarakatserta berdampak langsung terhadap masyarakat, sehingga kesenjangan ekonomi antar daerah dapat diminimalisasi.
Keempat, agar meningkatkan pengawasan melalui pelaporan hasil kegiatan yang telah dicapai (setiap bulan maupun triwulan) serta melakukan evaluasi secara rutin ke satker,
Kelima, agar kompetensi dari segenap aparatur dapat ditingkatkan dalam kaitannya dengan peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, serta peningkatan pencapaian penilaian laporan keuangan pemerintah daerah.
Keenam, yang terpenting semua program berikut anggarannya agar diarahkan mendukung visi Maluku 2019-2024.
Sebagai penjabaran fungsi koordinasi serta pembinaan dan pengawasan yang dijalankan oleh gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, secara berkelanjutan akan menyelenggarakan rapat koordinasi, evaluasi triwulanan dan semesteran yang melibatkan unsur-unsur perangkat daerah provinsi, instansi vertikal dan pemerintah kabupaten/kota se-Maluku.
“Saya berharap kegiatan ini maupun kegiatan koordinasi lainnya untuk terus ditingkatkan dan disinergikan, karena pada hakikatnya pembangunan Maluku adalah pembangunan masyarakat Maluku seutuhnya,”pinta gubernur (humasmaluku)

 

Ambon – Resep masak ikan bukanlah sesuatu yang ribet. Semua orang pasti punya cara sendiri untuk memasak ikan seger menjadi menu yang istimewa. Tak ketinggalan Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail pun memiliki tips tersendiri dalam memasak ikan.
Nah, tips ini dibagikan Gubernur Maluku saat menjadi Juri Kehormatan pada Lomba Masak Ikan Kuah Kuning Kenari, yang dirangkai dengan Lomba Masak Ikan tingkat Provinsi Maluku serta Lomba Merangkai Bunga dalam rangka menyongsong Hari Ibu ke- 91, 22 Desember nanti.

Lomba yang berlangsung di Islamic Center, Selasa (3/12/2019) itu diikuti oleh Pengurus Organisasi Perempuan Wanita yang ada di Kota Ambon serta Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Maluku dan TP PKK dari kabupaten/kota.

Hadir pada kesempatan itu Ketua PKK Provinsi Maluku Widya Murad Ismail yang juga merupakan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Provinsi Maluku, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Romelus Far-far, Ketua TP PKK kabupaten/kota serta Ketua Organisasi Perempuan se-Kota Ambon.

Usai menilai dan mencicipi masakan Ikan Kuah Kuning Kenari, Mantan Dankor Brimod itu menegaskan masakan khas Maluku memiliki cara dan teknik tersendiri saat memasaknya. Bila tidak tidak ada kekhasan karena pasti rasanya berbeda.

“Saya datang untuk menjadi juri masak kuah ikan. Kita semua termasuk juri harus paham betul kuah ikan yang khas orang Maluku itu bumbu-bumbu dan cara masaknya harus kita tahu. Saya dari kecil belajat masak dari orang tua saya makanya saya tahu betul,” ujarnya.

 

 

Menurutnya, bicara tentang masak ikan maka komposisi bumbu harus pas biar rasa yang dihasilkan juga sesuai dengan cita rasa. Untuk itu, perlu dihindari masak ikan kuah kuning menggunakan penyedap masakan.

“Saya masak tidak pakai penyedap. Masak harus berinovasi. Masak kuah ikan harus bisa atur komposisi bumbu biar ikannya terasa, kuahnya juga terasa dan tidak macam-macam yang dimasukan ke dalam kuah itu,” ujarnya.
Dikatakan, perbandingan penggunaan bawang merah harus lebih banyak dibandingkan bawang putih. Bahkan teknik mengulek bumbu juga harus diperhatikan. Tidak asal menguleknya jadi satu karena tidak semua bumbu dapat diulek bersamaan karena nanti berpengaruh terhadap rasa dan juga tampilan. Dengan fasihnya, Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku mendeskripsikan bagaimana bumbu-bumbu itu diulek.
“Kita pakai bawang merah, bawang putih jangan terlalu banyak. Kita giling jadi satu cabe dengan bawang. Sementara untuk menggiling jahe jangan sama-sama dengan kunyit karena bila bersamaan kunyitnya bisa hilang,” ungkapnya.

Jahe, kata gubernur bisa menghilangkan bau abis dan bisa menghilangkan warna kunyit. Masakan bila banyak bawang pasti enak. Bila pakai tomat bagusnya terakhir dipotong biar warnanya tidak berubah.

“Ini semua ada tekniknya untuk melepas semua ini ada waktunya. Daun kemanginya banyak tapi daunnya saja jangan batangnya,” terang Murad yang langsung direspon dengan tepukan tangan oleh hadirin yang sebagian besar kaum perempuan.

Di tempat yang sama, Ketua Forikan Provinsi Maluku Widya Murad Ismail mengatakan digelar Lomba Masak Ikan Kuah Kuning Kenari itu sebagai upaya mempatenkan produk masakan itu sebagai milik Provinsi Maluku.

Selain itu, diharapkan dengan adanya lomba-lomba ini sebagai bentuk dukungan pemanfaatan sumberdaya ikan yang berkedauatan dan berkelanjutan untuk mensejahteraan masyarakat serta upaya menyebarluaskan informasi tentang ikan.

“Lomba-lomba ini merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan dengan cara mengembangkan jenis olahan makanan yang berbaha baku ikan juga kami ingin mempatenkan menu khas Maluku yang berbahan dasar ikan yaitu Ikan Kuah Kuning Kenari,” katanya.

Duta Perangi Stunting Provinsi Maluku ini juga mengaku kendati tingkat konsumsi ikan masyarakat Maluku tinggi namun masih jauh dari trend konsumsi ikan secara global terustama oleh negara yang bukan penghasil ikan misalnya Jepang dan Singapura.

“Masyarakat harus diajak agar menjadikan ikan sebagai makanan wajib. Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan ikan menjadi sangat prospektif dalam menyelesaikan masalah kecukupan pemenuhan pangan dan gizi,” terangnya.

 

 

Sementara itu, terkait dengan Lomba Merangkai Bunga dalam rangka Menyongsong Perayaan Hari Ibu ke-91 itu sebagai upaya meningkatkan keterampilan agar dapat digunakan guna peningkatan ekonomi keluarga.
Untuk diketahui, Pemenang Lomba Masak Ikan Kuah Kuning Kenari yaitu Juara I, Sekretariat PKK Provinsi Maluku; Juara II Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari; Juara III PD Persit Pattimura; Juara Harapan I Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku; Juara Harapan II Bakti Wanita Advent dan Juara Harapan III PD Jalasenastri. Untuk Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Maluku, pemenangnya adalah Juara I adalah TP PKK Kota Ambon; Juara II adalah TP PKK Kabupaten Maluku Barat Daya dan Juara III adalah TP PKK Kabupaten Seram Bagian Timur.

 


Untuk Lomba Merangkai Bunga, pemanangnya adalah Juara I PD Bhayangkari, Juara II DPD IWAPI Provinsi Maluku, Juara III PD Persit/ XVI Pattimura Grup 3, Juara Harapan I TP PKK Provinssi Maluku Pokja III, Juara Harapan II Wanita Katolik Republik Indonesi Provinsi Maluku, dan Juara Harapan III adalah PD Persit/XVI Pattimura Grup 2 dan Juara Favorit adaalah PD Persit/XVI Pattimura Grup 1.

 


Para pemenang lomba memperoleh piala yang akan diserahkan saat Kegiatan Jalan Santai, Sabtu (7/12) yang merupakan rangkaian kegiatan Hari IBU. (humasmaluku)

Sunday, 08 December 2019 11:54

Widya Harap Kebiasaan Berolahraga Membudaya

 

Ambon,- Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail berharap kebiasaan berolahraga harus menjadi budaya yang melekat dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.“Saya menyambut baik dan mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini, sebagai bagian dari upaya menanamkan, menumbuhkan dan membudayakan pola hidup sehat, melalui kebiasaan berolahraga baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, terutama bagi kaum ibu dan perempuan,” Harapan ini disampaikan Widya saat membuka kegiatam Jalan Sehat Keluarga dalam rangka memperingati Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019 di Lapangan Merdeka, Ambon, Sabtu (7/12).

 


Widya pun berharap, kegiatan Jalan Sehat Keluarga ini menjadi momentum untuk meningkatkan derajat kebugaran masyarakat Indonesia atau partisipasi masyarakat dalam berolahraga, yang masih sangat rendah atau hanya 18%, dibandingkan dengan target RPJMN sebesar 35%.Dikatakan, pada dasarnya setiap orang pasti ingin memiliki tubuh yang sehat dan bugar.

 


“Dengan tubuh yang sehat dan bugar, kita semua, khususnya kaum ibu dan perempuan, dapat menjalankan perannya sebagai Perempuan Berdaya, yang berperan besar dalam mewujudkan sumberdaya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing,” jelas Widya.

 


Dengan merujuk pada tema Peringatan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019, yaitu “Perempuan Berdaya Indonesia Maju”, sebut Widya, maka sudah sepatutnya kaum Ibu dan Perempuan Maluku mampu memberdayakan dirinya, dan juga keluarganya.

 


“Tidak hanya memberdayakan diri dalam aspek sosial - ekonomi, tetapi juga memberdayakan fisik dan psikis yang prima. Artinya meskipun ditengah-tengah kesibukan, kaum ibu dan perempuan harus mampu menerapkan pola hidup sehat guna menjaga kesehatan. Pola hidup sehat, jelas Widya, dapat kita lakukan antara lain dengan cara mengkonsumsi makanan yang bergizi, berolahraga secara rutin dan teratur, serta istirahat yang cukup,” beber Widya.

 

 

 


Hal-hal inilah, sebut Widya, yang perlu menjadi perhatikan, sebab jika diabaikan, bukan tidak mungkin akan berkembang menjadi penyakit sosial yang bisa merusak semua tatanan kehidupan,serta berdampak pada pengabdian kita sebagai pelayan keluarga dan masyarakat.

 


“Jadi tidak ada kata terlambat untuk mulai berolahraga. Ini bisa kita mulai dari hal-hal yang sederhana, seperti Jalan Sehat di pagi ini,” terang Widya.
Menciptakan pola hidup sehat juga berkaitan erat dengan membangun relasi – relasi kemanusiaan. Menurutnya, dengan berolahraga bersama, akan tercipta ruang kebersamaan yang harmoni, yang dapat mempererat rasa persaudaraan dan persahabatan.

 


“Oleh sebab itu, melalui momentum Jalan Sehat Keluarga dalam rangka menyambut Hari Ibu tanggal 22 Desember mendatang, saya mengajak semua kaum ibu dan perempuan Maluku, untuk kuatkan tekad dan semangat, berjalan beriringan, mari katong baku kele, mari katong baku keku, mari katong bangun keluarga Maluku yang sehat, mandiri dan sejahtera. Mulai hari ini, mari katong budayakan pola hidup sehat, dimulai dari diri sendiri, di dalam keluarga, sampai ke lingkungan masyarakat,” imbau Widya.

 


Tak lupa, Widya menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menginisiasi program Jalan Sehat Keluarga Se-Indonesia, dan juga dukungan dari jajaran TNI/Polri, BUMN dan Kementerian/Lembaga terkait.

 


Jalan Sehat Keluarga dalam rangka menyongsong Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang, bukan hanya di gelar di Maluku, khususnya Kota Ambon, akan tetapi dilakukan secera serentak di seluruh Indonesia.

 

 

 


Turut serta dalam kegiatan jalan santai, Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail, Penjabat Sekda Maluku, Kasrul Selang, Forkopimda Maluku diantaranya Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI. Marga Taufiq, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Royke Lumowa, Pimpinan Instansi Sipil, TNI/Polri, dan BUMN/BUMD, Pimpinan Organisasi Wanita,Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, dan Tokoh Pemuda.

 


Usai jalan santai, Widya kemudian berkunjung ke Panti Jompo Inakaka, Passo. Di sana, Widya beserta TP PKK dan organisasi perempuan laiinya berbagi kasih dengan para ibu-ibu lanjut usia (lansia). Memeluk para ibu dan berbagi kasih untuk membuat mereka bahagia. (humasmaluku)

Friday, 06 December 2019 11:50

Wagub Harap Lulusan UKIM Mampu Bersaing


 

 

Ambon,- Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nathaniel Orno berharap. Lulusan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) mampu bersaing di era globalisasi saat ini.

“Globalisasi yang sedang melanda berbagai bagian dunia mendorong berkembangnya masyarakat ilmu pengetahuan (knowledge society), sehingga membuat persaingan kerja semakin ketat, dan tingkat kompetisi pun semakin tajam termasuk di Maluku,” ungkap Wagub pada Acara Wisuda UKIM Periode II Tahun 2019, Kamis (5/12) di Gedung Kristiani Center.

Oleh karena itu, tingkat kesadaran generasi muda untuk belajar, menambah dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan menjadi suatu keharusan.

 

”Saya berkeyakinan bahwa, lulusan UKIM sebanyak 400 orang, pada 12 Program Studi dalam kapasitas sebagai para intelektual akan mampu mengejawantahkan secara paripurna bekal-bekal keilmuan yang diperoleh selama di bangku kuliah. Keyakinan itu semakin kuat karena dari tahun ke tahun UKIM terus membenahi diri dan berupaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di bidangnya masing-masing,” terang Wagub.

 

Di lain sisi, mantan Bupati MBD ini juga mengatakan, jika Pemerintah Daerah Maluku saat ini sedang tertuju pada bagaimana melakukan percepatan dan lompatan-lompatan pembangunan, yang secara sinergis dapat mempercepat tercapainya target dari visi Pemda.

 


 

Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan dan akan terus dilakukan Pemerintah Daerah, sebut Wagub, antara lain mendorong masuknya investasi dalam skala besar, khususnya yang terkait dengan sektor unggulan yang menjadi prioritas pembangunan yaitu hasil perikanan dan kelautan, pariwisata, pertanian dan sumber daya energi.

 

Pemerintah daerah juga, sementara berjuang mengatasi persoalan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja baru, peningkatan derajat kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah.

 

“Dan untuk merealisasikan semua cita-cita tersebut, dibutuhkan kerja keras kita bersama, termasuk bagaimana kita mempersiapkan daerah menyambut kehadiran para pemodal dan pelaku usaha tersebut,” harap Wagub.

 

Di sinilah, peran dunia perguruan tinggi dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas agar pada saatnya dapat berkontribusi sesuai dengan kompetensi dan kapabilitas masing-masing.

 

“Saudara-saudara mesti bersyukur karena menjadi bagian masyarakat Indonesia yang dapat mengenyam pendidikan tinggi. Untuk itu, ilmu yang telah didapat di perguruan tinggi harus diamalkan secara disiplin dan sungguh-sungguh,” tandas Wagub (humasmaluku)

 

Ambon,- Gubernur Maluku, Drs. Murad Ismail mengajak semua pihak untuk bersama-sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menyelamatkan masyarakat Maluku dari ancaman endemik penyakit mematikan HIV-AIDS.

“Mari kita menetapkan niat dan tekad kita untuk bekerja bersama menyelamatkan masyarakat Maluku, baik generasi muda, ibu rumah tangga dan anak-anak dari ancaman endemik HIV-AIDS,”ajakan ini disampaikan Gubernur Maluku dalam sambutannya yang disampaikan Penjabat Sekda Maluku, Kasrul Selang pada Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2019, yang dipusatkan di Lapangan Pattimura Park, Sabtu (30/11/2019)

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail, Plt Asisten II Setda Maluku, Frona Koedoeboen, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Maluku, Megi Samson, tokoh agama, tokoh masyarakat, Komunitas Peduli AIDS, Jaringan ODHA (Orang dengan HIV-AIDS) dan Populasi Kunci.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Triwulan IV Tahun 2017, sebut gubernur, Maluku menduduki urutan ke-10 dari sepuluh provinsi dengan kasus AIDS tertinggi per 100.000 penduduk atau AIDS case rate dengan case rate 35,25 per 100.000 penduduk.

“Saya ajak seluruh lapisan masyarakat mari meraih sukses mencapai “Triple Elimininasi” HIV-AIDS pada tahun 2030. Yaitu, pertama, tidak ada lagi infeksi baru HIV. Kedua, tidak ada lagi kematian karena AIDS dan ketiga, tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA,” tandas gubernur mengingatkan.

Dikatakan, cita-cita untuk mencapai tiga zero pada tahun 2030 tidak dapat tercapai tanpa dukungan lintas program dan lintas instansi serta masyarakat.

Selain itu, kesuksesan juga dapat terwujud dengan didukung akses layanan kesehatan berkualitas tinggi, upaya pencegahan, pendampingan dan dukungan serta tanpa adanya stigma dan diskriminasi.

Untuk itu, dalam momentum Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2019 ini, mantan Komandan Korps Brimob Polri ini menyampaikan beberapa hal untuk menjadi perhatian bersama.

 

 

Sedangkan, komitmen untuk mengakhiri epidemik HIV-AIDS pada tahun 2030 di Provinsi Maluku, maka diperlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, pemerintah, komunitas pemerhati HIV-AIDS dan segenap komponen masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, organisasi wanita, akademisi sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, sehingga diperlukan mobiliasasi penyebaran informasi yang benar tentang HIV-AIDS,” ungkap gubernur.

Tak hanya itu, tambah gubernur, sistim komunitas dan organisasi populasi kunci perlu berperan aktif dalam penjangkauan dan pendampingan populasi kunci secara optimal. Kemudian, akses layanan kesehatan yang masih perlu diperkuat dan diperluas jangkauan layanannya dari pusat layanan yang tersedia.

“Selain itu, pelaksanaan program penanggulangan HIV-AIDS di kabupaten/kota perlu diperkuat dengan pembentukan kelembagaan Sekretariat/Tim Penaggulangan HIV-AIDSdi tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama bekerjasama.

“Saya sampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh instansi pemerintah, badan usaha, organisasi masyarakat, jaringan populasi kunci dan komunitas yang telah mendukung kegiatan Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2019 serta seluruh upaya-upaya penaggulangan di Provinsi Maluku,”tandas gubernur.

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Provinsi Maluku juga menyerahkan piala bagi peserta lomba yel- yel AIDS Sedunia. Dimana, juara 1 diraih oleh Tim Bhayangkari Maluku, juara 2 Tim Denkav XVI/Pattimutlra, juara 3 Tim TP PKK Provinsi Maluku (humasmaluku)

 

Revisi Pengumuman Nomor 1/Panselda.CPNS/XI/2019.pdf (download)

 

 

 

 

 

KAOHSIUNG,- Gubernur Maluku, Murad Ismail, memenuhi undangan Pemerintah Kota Kaohsiung, Taiwan, untuk menggagas kerjasama di bidang perikanan.

Dalam lawatannya ke Taiwan yang dimulai tanggal 25 November kemarin, Murad berkesempatan mengunjungi industri pengolahan ikan dan mendiskusikan sejumlah potensi kerjasama keduanya. Kaohsiung adalah kota maritim internasional sekaligus menjadi kota industri terbesar di Taiwan.

"Mereka (Kaohsiung, red) sangat tertarik sebab mereka tahu laut kita sangat terkenal di dunia karena memiliki potensi perikanan yang sangat besar, terutama tuna dan cumi " kata Murad di Kaohsiung, Selasa (26/11).

 

 

Dikatakannya, kunjungannya ke Taiwan tersebut merupakan kesempatan yang sangat baik, sebab bukan saja melihat secara langsung sentra industri perikanan yang ada di Kota Kaohsiung, tapi sekaligus mendiskusikan strategi pembangunan dan kerjasama berkelanjutan di bidang perikanan dan maritim.

"Intinya, Walikota Kaohsiung mengundang kami untuk melihat langsung tempat pengolahan ikan di Kouhsiung, dan apabila kita tertarik dan mau menjalin kerjasama saling menguntungan, maka ini akan ditindaklanjuti," kata Murad.

Ia menambahkan, pihak Taiwan dalam hal ini Pemerintah Kota Kaohsiung juga sangat berharap bisa datang langsung ke Maluku. "Mereka sudah menyatakan akan melakukan kunjungan balasan ke Maluku, dan berharap adanya undangan dari Pemerintah Provinsi Maluku. Secara lisan, saya sudah mengundang mereka untuk datang juga ke Maluku," ungkapnya.

Selera makan penduduk Taiwan yang beragam, dengan konsumsi makanan laut per kapitanya adalah 1,7 kali lipat lebih tinggi daripada peringkat rata-rata dunia. Kondisi ini menjadikan negara ini sebagai satu-satunya potensi pasar terbesar di Asia.

 

 

Impor produk perikanan Taiwan juga menunjukkan pertumbuhan tahunan yang stabil di angka 3 persen, dalam beberapa tahun terakhir ini.

Penduduk Taiwan sangat gemar mengkonsumsi makanan laut, membuat permintaan aneka makanan laut bermutu tinggi semakin meningkat. Produk-produk perikanan yang paling banyak diimpor, termasuk dari Indonesia adalah udang, lobster, kepiting dan ikan tuna.

Wakil Walikota Kaohsiung, Yeh Kuang-shih, menjelaskan, Kaohsiung sebagai salah satu kota maritim internasional di Taiwan, memiliki banyak industri perikanannya. Kaohsiung sendiri adalah kota industri terbesar di Taiwan. Yeh Kuang sangat berharap, kerjasama di bidang perikanan bersama Maluku dapat direalisasi setelah kunjungan Gubernur Maluku ke negaranya.

"Saya percaya kita dapat berbagi strategi pengembangan dan diskusi lebih lanjut untuk mempromosikan kejasama potensial ini," katanya. (humasmaluku)

 

AMBON,- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Mauku, Widya Pratiwi Murad Ismail, menegaskan, kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus dihentikan.

“Kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran HAM. Jika kita mau menegakkan HAM di Indonesia, maka tidak bisa tidak, kita harus menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan,” tegas Widya saat menyampaikan sambutan pada pencanangan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan tahun 2019 di Lapangan Merdeka, Ambon, Senin (25/11).

Kampanye ini turut dihadiri oleh istri Wakil Gubernur Maluku Betrix Orno, aktivis perempuan Maluku yang baru saja terpilih sebagai Komisioner Komnas Perempuan RI Olivia Latuconsina, aktivis Lies Marantika, serta sejumlah aktivis perempuan Maluku lainnya.

Kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan ini adalah kampanye internasional untuk mendorong kepedulian pemerintah dan masyarakat dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh dunia. Kampanye ini akan berlangsung dari tanggal 25 November sampai 10 Desember 2019. Pada hari pertama gerakan ini yakni 25 November, kampanye diisi dengan launching (peluncuran) dan dialog bertemakan "Dengarkan Suara Korban", dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan lainnya.

Kampanye ini terlaksana karena urung rembuk para perempuan Maluku yang tergabung dalam sejumlah organisasi perempuan, ormas, LSM dan media, yakni Yayasan Gasira Maluku, Yayasan Peduli Inayana Maluku, Ina'ata Mutiara Maluku, Clerry Cleffy Institute, Humanum, Yayasan Pelangi Maluku, Fatayat NU, serta didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Maluku, Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, dan iNews TV Ambon.

Widya dalam sambutannya mengatakan, upaya menghapusan kekerasan terhadap perempuan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, namun perlu melibatkan masyarakat luas, dalam bentuk kemitraan dan kerjasama antar unsur terkait. Gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan ini akan berhasil bila turut melibatkan lembaga swadaya masyarakat dan swasta.

 

 

Pemeritah pusat dan daerah, kata Widya, terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis untuk meminimalisir kekerasan terhadap perempuan. Perlidungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan dilakukan melalui pelbagai upaya pencegahan, pelayanan dan pemberdayaan yang diperkuat dengan program-program pendukung dan regulasi.

“Selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, sekaligus Duta Parenting Maluku, melalui beberapa kunjungan saya ke sejumlah kabupaten, saya sudah melihat secara langsung bagaimana upaya pemerintah daerah dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak telah berkembang dengan semakin baik,” kata Widya.

Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi kampanye yang dilakukan hari ini, dan mendukung penuh semua langkah kebijakan pemerintah daerah dalam penyelesaian isu perempuan dan anak di Maluku.

“Harapan saya sebagai ibunya orang Maluku, ingin melihat perempuan dan anak-anak Maluku menjadi perempuan dan anak yang sehat, maju, berpendidikan tinggi, hidup bahagia, serta bebas dari segala bentuk tindak kekerasan, baik fisik maupun psikis,” terang Widya.

Dirinya lantas mengajak semua pihak untuk berkerjasama, bergandengan tangan untuk terlibat aktif dalam upaya penghapusan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku.

 

 

“Mari kita galang kekuatan dan terlibat aktif dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, agar kelak Maluku memiliki perempuan-perempuan dan anak-anak yang kuat. Karena di pundak perempuan dan anak yang kuat, negara ini akan bangkit dan berjaya,” tegasnya.

Sementara itu, saat dialog "Dengarkan Suara Korban" yang menghadirkan salah satu korban pelecehan seksual yang dilakukan ayah kandung terhadap anaknya sendiri saat masih berusia 12 tahun, mendapat empati dari istri Gubernur Maluku ini.

Widya sampai meneteskan air mata mendegar cerita yang disampaikan sang anak yang sudah beranjak dewasa, terkait kisah pilunya.

Korban menceritakan kisah traumatiknya hingga akhir, sampai akhirnya ia diperlakukan tidak selaiknya dari ayah kandung sendiri. Korban mengalami trauma dan ketakutan karena diancam sang ayah untuk tutup mulut. Kasus yang berujung dengan laporan ibunya ke polisi itu, akhirnya memenjarakan sang ayah dengan hukuman penjara selama 13 tahun.

Sang anak yang terganggu psikisnya itu, terus berusaha untuk bangkit. Saat berada di lokasi kegiatan, dia menggunakan topeng untuk menutupi identitasnya. Korban saat hadir, didampingi Tim dari Yayasan Peduli Perempuan dan Anak.

Widya yang meneteskan air mata, secara spontan langsung memeluk anak korban kekerasan seksual itu, saat ia menutup ceritanya. Widya memberikan motivasi dan semangat kepada korban untuk terus bangkit dan tidak pupus meraih cita-citanya. (humasmaluku).

Thursday, 21 November 2019 02:24

428 Anak Alami Stunting di Malteng

MASOHI,- Maluku Tengah (Malteng) menjadi salah satu kabupaten prioritas penanganan kasus stunting di Maluku, karena jumlah anak yang mengalami stunting di kabupaten ini terbilang cukup tinggi. Selain Malteng, dua kabupaten lain yang dalam tahun ini mendapat prioritas penanganan adalah Seram Bagian Barat dan Kepulauan Aru.

Untuk tahu 2019, sebanyak 428 balita mengalami stunting dari 11.688 balita di Malteng. "Kemarin saya kunjungi Piliana dan Mosso di Kecamatan Tehoru karena menjadi locus (lokasi) kasus stunting. Di Piliana ada 16 anak stunting dari 90 balita, sedangkan di Mosso ada 9 anak stunting dari jumlah 90 anak balita," kata Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, saat membuka pertemuan koordinasi terpadu dalam percepatan penurunan stunting dan gizi buruk di Kabupaten Malteng di Gedung PKK Malteng, Masohi, Rabu (20/11).

Widya mengatakan, dirinya langsung turun ke tiga kabupaten locus stunting di Maluku untuk memastikan, apakah posyandu serta puskesmas di setiap daerah locus sudah bergerak melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting atau tidak. Rencananya, tahun 2020 nanti, Widya juga akan turun ke lokasi-lokasi kasus stunting lainnya yakni di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, dan Maluku Barat Daya.

"Posyandu balita dan anak harus terus diaktifkan. Para ibu hamil juga perlu diberikan informasi penting terkait dengan stunting. Saya juga selalu menghimbau agar masyarakat senantiasa memperhatikan sanitasi lingkungan dan gizi anak," jelasnya.

Hanya saja, ia mengingatkan, tugas ini menjadi tanggungjawab semua pihak. Selain dinas teknis terkait, Tim Penggerak PKK di setiap kabupaten juga perlu menjadikan perang melawan stunting menjadi program kerjanya.

 

 

"Di Malteng ada sepuluh desa locus stunting, dan saya baru bisa turun di dua desa kemarin, yakni Piliana dan Mosso. Kalau bisa, Ina Parenting yang diketuai oleh Ibu Bupati, kedepan beserta ibu-ibu Tim Penggerak PKK di kabupaten ini dapat turun ke desa-desa lainnya juga," imbuhnya.

Menurut Widya, seharusnya kasus stunting di wilayah Malteng bisa dicegah karena daerah ini subur dan memiliki kekayaan laut yang melimpah, sehingga menjadi sumber protein. "Seharusnya di daerah ini angka stuntingnya rendah, bila perlu tidak ada karena banyak sumber protein yang bisa diperoleh. Misalnya dari ikan-ikan, atau dari umbi-umbian," sebutnya.

Dijelaskannya, stunting dapat terjadi sebagai akibat dari kekurangan gizi terutama pada saat seribu hari pertama kehidupan. Karena itu pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan pada ibu hamil, perlu mendapat perhatian.

"Stunting tidak hanya berpengaruh pada ukuran tinggi badan anak. Stunting juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan, dan status kesehatan pada saatnya dewasa. Mereka akan cenderung menderita penyakit tidak menular seperti darah tinggi, kencing manis, jantung dan lainnya. Oleh karena itu, jangan kita terlambat mendeteksi dan memperbaiki kondisi ini," ajaknya.

Sementara itu, Bupati Malteng Tuasikal Abua mengatakan, perang melawan stunting sudah sejalan dengan komitmen pihaknya untuk terus mendukung program-program pemerintah di bidang kesehatan, terkhususnya percepatan penurunan stunting dan gizi buruk, sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Malteng tahun 2017-2022.

Di samping itu, lanjut Abua, pelbagai kebijakan dan program-program inovasi OPD (organisasi perangkat daerah) seperti Messe, Manggurebe Sehat, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, dan Perdesaan Sehat, terus diarahkan untuk secepatnya dapat menurunkan prevalensi stunting dan gizi buruk di masyarakat yang tersebar di 18 kecamatan di Malteng.

"Saya berharap dengan pertemuan koordinasi ini, akan melahirkan rekomendasi dan komitmen bersama untuk mendukung tugas Duta Parenting Provinsi Maluku, untuk bersama-sama perangi stunting dan gizi buruk di seluruh Provinsi Maluku, terkhususnya di Kabupaten Malteng," tandasnya (humasmaluku)

Friday, 22 November 2019 02:20

Widya Ajak Wanita Maluku Bersatu

 

AMBON,- Ketua Penasehat Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, mengajak seluruh organisasi wanita yang ada di Provinsi Maluku untuk bersatu dan bergandengan tangan membangun Maluku.

Hal ini disampaikannya saat memberi arahan di acara Musyawarah Anggota II BKOW Provinsi Maluku bertemakan "Peran Strategis BKOW Dalam Pembangunan" di Gedung Wanita, Ambon, Kamis (21/11).

“Ini pertama kali saya bersilahturahmi dengan ibu-ibu BKOW. Ini masa terakhir dari BKOW Maluku periode 2014-2019. Saya berharap, nanti setelah musyawarah dan ada kepengurusan baru, bisa lebih aktif lagi dan sama-sama kita bekerjasama bergandengan tangan dengan seluruh organisasi wanita yang ada di Maluku,” harapnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku ini mengatakan, dalam membangun provinsi ini dibutuhkan sinergitas semua pihak. Ia mengajak seluruh elemen perempuan untuk bergerak bersama saat ini.

“Kalau bukan kita semua, siapa lagi. Ini sumbangsih kita untuk membangun Maluku,” ujarnya.

 


Untuk menjaga sinergitas tersebut, dirinya berharap agar kedepan dilaksanakan pertemuan rutin sehingga terjalin kedekatan antara para aktivis dan organisasi wanita di daerah ini.

“Saya tidak mau bicara masa lalu, saya hanya mau bicara hari ini dan kedepannya, agar kita bisa bergandengan tangan menjadi lebih baik lagi, demi kemajuan kita bersama. Harapan saya akan ada silahturahim rutin untuk kita semua lebih terjalin kedekatannya,” jelasnya.

Widya mengatakan, dalam waktu dekat dia akan mengundang sejumlah organisasi perempuan agar bersama-sama membentuk panitia guna melaksanakan rangkaian kegiatan menjelang Hari Ibu, 22 Desember 2019.

“Tadi malam, saya dapat WA (WhatsApp) dari ibu Mendagri terkait kegiatan Hari Ibu. Ada beberapa rangkaian kegiatan di awal Desember nanti, seperti olahraga serentak se-Indonesia. Dalam waktu dekat saya akan undang beberapa organisasi wanita untuk kita rapat membuat panitia kecil bersama dinas terkait,” ujarnya.

Terkait Musyawarah Anggota II BKOW Provinsi Maluku, Widya menyampaikan terima kasihnya karena Pengurus BKOW periode ini telah bekerja dengan baik. Dia berharap agar kedepan organisasi yang menjadi wadah berkumpulnya organisasi wanita ini menjadi semakin baik.

“Dengan senang hati, saya sebagai dewan penasehat akan selalu mensupport dan mendampingi segala kegiatan yang ada di BKOW,” tandasnya.

KAMPANYE STUNTING
Di kesempatan itu, Widya yang juga Duta Perangi Stunting (Parenting) Provinsi Maluku mengajak seluruh organisasi perempuan di Maluku dapat bersama-sama perangi stunting. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan, hingga masa awal anak lahir, yang biasanya akan tampak setelah anak berusia dua tahun.

 

 

“Selaku duta parenting, saya berharap kedepan kita bisa bersama-sama perangi stunting. Di Maluku ada tiga kabupaten yang menjadi pusat locus stunting kita tahun ini,” tukasnya.

Tiga kabupaten locus stunting yang menjadi prioritas dalam tahun 2019 ini adalah Seram Bagian Barat, Kepulauan Aru, dan Maluku Tengah. Ketiga kabupaten ini telah dikunjunginya. Ia menceritakan, sebagai istri gubernur, perasaannya campur aduk melihat kondisi masyarakat Maluku secara langsung.

“Saya merasa prihatin melihat kondisi mereka yang tinggal jauh dari kota, namun saya cukup bahagia karena bisa ada bersama-sama mereka,” ujarnya.

Diceritakan pula tentang kisahnya mengunjungi desa-desa locus stunting. Mengarungi lautan tiga jam dari ibukota kabupaten, maupun harus melewati jalan raya yang menanjak, dilakukannya semata-mata untuk melihat langsung anak-anak yang terdampak stunting.

“Sebagai ibu, kita semua bertanggungjawab. Bagaimana anak-anak di Maluku ini perlu kita lihat dan pastinya saya berharap agar stop stunting benar-benar terwujud di Maluku. Ini gunanya saya sebagai duta parenting untuk mengadvokasi dan mensosialisasikan agar kita terus bersinergi dengan beberapa OPD terkait. Selama jadi istri gubernur, sudah tujuh bulan ini banyak yang saya lihat dan saya kerjakan,” tandasnya. (humasmaluku)

Page 1 of 64

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

 

GPR

 
Top