Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

SERAM BAGIAN BARAT

MENGENAL SERAM BAGIAN BARAT

 

Aspek Geografi

 

PETA

kabupaten Seram Bagian Barat merupakan bagian dari Provinsi  dengan luas wilayah 84.181 kilometer persegi atau sekitar 11,82 persen dari total luas wilayah Provinsi Maluku. Secara geografis Kabupaten terletak di 2,550 Lintang Selatan sampai 03,30 0 Lintang Selatan dan 127 0 Bujur Timur sampai 55 0  Bujur Timur.

Jumlah dan Luas Wilayah dan Kondisi Desa dan Dusun di Kabupaten Seram Bagian Barat

No Kecamatan Ibukota Kecamatan Jumlah Luas Wilayah Kondisi
Desa Dusun
1 Kairatu Kairatu 7 8 1.811.60 Pesisir
2 Kairatu Barat Kamal 5 Pesisir
3 Amalatu Latu 7 2 Pesisir
4 Inamosol Hunitetu 6 6 Pegunungan
5 Elpaputih Elpaputih 7 3 Pesisir & Pengunungan
6 Seram Barat Piru 7 20 879.92 Pesisir & Pegunungan
7 Huamual Luhu 5 31 Pesisir
8 Taniwel Taniwel 19 3 1.915.12 Pesisir & Pegunungan
9 Taniwel Timur Uweng Pantai 15 Pesisir
10 Waesala Waesala 7 26 569.36 Pesisir
11 Kepulauan Manipa Tomalehu Timur 7 13 Pesisir
  Jumlah   92 112 5.176.00  

Secara administratif di sebelah Utara berbatasan dengan Seram, di sebelah Selatan berdampingan dengan Kabupaten Maluku Barat Daya, di sebelah Timur bersebelahan dengan Kabupaten Maluku Tengah, dan di sebelah Barat  bertetangga dengan Kabupaten Buru Pemekaran kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 s/d 10 tahun 2010 tentang Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Secara topografi wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki kondisi alam, pada umumnya merupakan daerah dataran (Plain), berbukit (hylly) dan bergunung (mounyaneous). Kemiringan lereng berada pada berbagai kelas yaitu datar (0-3%), landai/berombak (3-8%), bergelombang (8-15%), agak curam (16-30%), curam (31-50%), dan sangat curam/bergunung (˃50%).

Secara klimatologi Kabupaten Seram Bagian Barat  Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki ilkim Laut Tropis dan Iklim Musiman. Temperatur udara rata-rata 26,4oC, temperature maksimum rata-rata 31,4oC dan temperature minimum rata-rata 22,oC. Jumlah curah hujan rata-rata 198 mm dengan nilai tertinggi terjadi pada bulan Juli yaitu 508 mm dan terendah pada bulan Februari yaitu 48 mm, sedangkan jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober yaitu 24 hari dan yang sedikit pada bulan Februari yaitu 3 hari. Intensitas penyinaran rata-rata sebesar 58 %, yang tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu sebelas 74% dan yang tersedikit terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 39%. Kelembaban udara rata-rata sebesar 86% dan tekanan udara rata-rata sebesar 1011,9 (mlb). Kecepatan angin rata-rata 3 knot dengan arah angin terbanyak dari arah tenggara, sedangkan kecepatan angin terbesar terjadi pada bulan Juli sebesar 19 knot dari arah barat

Aspek Demografi

Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat sampai akhir tahun 2014 sebanyak 180.256 jiwa. Pertumbuhan penduduk pada tahun 2014 mengalami pergerakan melambat, dari 0,50 pada tahun 2013 menjadi 0,01 pada tahun 2014.

Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun  2010 – 2014

Tahun Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk
1 2 3
2010 173 222
2011 178 020 2.77
2012 180 398 1.34
2013 179 781 0.5
2014 180 256 0.01

Luas wilayah dan jumlah penduduk menurut kecamatan tahun 2014

Kecamatan  Luas  Penduduk Kepadatan
Km2 % Jiwa %
1 2 3 4 5 6
Kairatu 329,65 4,74 24190 13,42 73
Kairatu Barat 132,25 1,90 13680 7,59 103
Amalatu 665,35 9,58 11425 6,34 17
Inamosol 504,61 7,26 5527 3,07 11
Elpaputih 1.165,74 16,78 5108 2.83 4
Seram Barat 503,33 7,24 28420 15,77 56
Huamual 1.162,99 16,74 40909 22,69 35
Waesala 409,65 5,90 26732 14,83 65
Kep. Manipa 159,71 2,30 6046 3,35 37
Taniwel 1.181,32 17,00 12626 7,00 11
Taniwel Timur 733,80 10,56 5593 3,10 8
Seram Bagian Barat 6.948,40 100 180256 100 26

Aspek Kesejahtraan Masyarakat (ekonomi)

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Seram Bagian Barat pada tahun 2014 lebih tinggi dibandingkan tahun 2013. Laju pertumbauhan PDRB Seram Bagian Barat tahun 2014 mencapai 6,16 persen, sedangkan tahun 2013 sebesar 4,55 persen. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku 2013 adalah 1.783 triliun rupiah dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 2.024 triliun rupiah.

Data pertumbuhan PDRB.

Laju Pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku dan harga konstan (persen) tahun 2010 – 2014 Kabupaten Seram Bagian Barat.

No   2011 2012 2013 2014
    Hb Hk Hb Hk Hb Hk Hb Hk
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 11,00 3,25 12,40 4,52 12,84 3,34 11,91 6,14
2 Pertambangan dan Penggalian 18,00 9,42 15,75 9,58 11,80 4,37 21,40 8,51
3 Industri Pengolahan 13,95 5,13 12,44 5,74 12,13 4,55 13,99 8,03
4 Pengadaan Listrik dan Gas (3,70) 7,77 5,79 8,59 (6,57) 3,12 38,75 31,85
5 Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 9,16 4,14 6,01 2,49 4,93 2,45 4,69 2,39
6 Kontruksi 22,10 9,43 15,90 5,03 17,40 8,02 16,45 6,70
7 Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 14,68 8,65 15,94 9,60 12,85 5,72 9,63 4,14
8 Transportasi dan Pergudangan 9,63 6,18 8,99 6,87 16,33 6,00 16,00 8,25
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan minum 11,82 3,64 18,35 8,94 14,83 6,55 10,93 4,89
10 Informasi dan Komunikasi 7,90 7,71 6,55 6,35 10,30 7,67 16,00 8,59
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 30,54 22,98 18,98 8,37 16,32 11,19 15,63 9,97
12 Real Estat 11,13 3,88 13,69 6,72 8,57 2,64 11,53 6,94
13 Jasa Perusahaan 8,60 4,58 13,97 8,29 12,64 7,14 15,05 8,86
14 Adm. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 24,99 7,98 20,21 9,08 12,19 4,23 15,80 5,30
15 Jasa Pendidikan 9,31 1,69 15,10 6,76 12,12 6,18 19,64 9,60
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 14,94 5,07 16,87 9,60 8,57 0,03 8,74 2,19
17 Jasa Lainnya 8,94 0,83 6,42 1,08 13,59 0,92 10,58 4,74
  PDRB 15,36 5,87 14,65 6,39 13,12 4,55 13,52 6,16

 

PDRB Perkapita menurut lapangan usaha Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun (Juta Rp) 2010 – 2014

Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013 2014
1 2 3 4 5 6
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 2,38 2,63 2,86 3,16 3,54
Pertambangan dan Penggalian 0,06 0,07 0,09 0,11 0,13
Industri Pengolahan 0,34 0,36 0,40 0,45 0,50
Pengadaan Listrik dan Gas 0,004 0,003 0,004 0,004 0,004
Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
Kontruksi 0,34 0,43 0,66 0,81 0,93
Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 0,51 0,57 0,64 0,73 0,84
Transportasi dan Pergudangan 0,24 0,25 0,27 0,30 0,32
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,05 0,05 0,06 0,07 0,08
Informasi dan Komonikasi 0,08 0,09 0,010 0,11 0,11
Jasa Keuangan dan Asuransi 0,13 0,14 0,15 0,19 0,23
Real Estat 0,03 0,03 0,04 0,04 0,05
Jasa Perusahaan 0,02 0,02 0,02 0,02 0,03
Administrasi. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 0,84 1,11 1,22 1,52 1,82
Jasa Pendidikan 0,15 0,18 0,19 0,21 0,24
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,19 0,21 0,24 0,27 0,32
Jasa Lainnya 0,13 0,15 0,16 0,18 0,19

 

ARTI LAMBANG KABUPATEN MALUKU SERAM BAGIAN BARAT


Lambang Daerah Tingkat II Seram Bagian Barat “SAKA MESE NUSA” yang  berarti “JAGA DAN PERTAHANKAN PULAU”.

Pengertian lengkap dari Lambang Daerah “SAKA MESE NUSA” sesuai  Keputusan Bupati Nomor: 001-32-56 Tahun 2005 tanggal 21 April 2005 tentang Penetapan Lambang Kabupaten Seram Bagian Barat adalah sebagai berikut:

  • STRUKTUR DESIGN BENTUK

Logo ini didesign dengan mengambil bentuk perisai sebagai wadah yang memuat instrumen sebagai berikut:

  1. Nama Kabupaten Seram Bagian Barat;
  2. Bidang warna kuning  biru di atas warna dasar  merah dengan dilingkari warna  hitam pada bagian tepinya;
  3. Padi dan kapas yang bersilang pada bagian tangkainya yang diikat dengan tiga simpul tali;
  4. Tiga buah gunung dengan dasar warna hijau;
  5. Satu buah bintang tepat diatas gunung;
  6. Parang dan Tombak;
  7. Pita yang bertuliskan “SAKA MESE NUSA”.
  • KOMPOSISI DAN MAKNA WARNA

Logo ini memiliki komposisi dan makna warna sebagai berikut:

  1. Warna Merah sebagai warna dasar bermakna keberanian yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
  2. Warna Putih mengandung makna kesucian dan keluhuran jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  3. Warna Hitam mengandung makna kekuatan adat istiadat sebagai bagian dari budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  4. Warna Kuning mengandung makna kemakmuran  dan kebebasan jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dan juga alamnya.
  5. Warna Biru mengandung makna kedalaman cinta seluruh relasi Kabupaten Seram Bagian Barat baik dalam relasi sosial budaya maupun terhadap lainnya.
  6. Warna Hijau melambangkan kesuburan dan kehidupan yang menuju kepada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  • FILOSOFI LOGO
  1. Bentuk Perisai mengandung makna filosofi perjuangan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Bangsa Indonesia untuk membentuk kabupaten-kabupaten baru (termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat) sebagai bukti upaya nasional untuk mendorong percepatan pencapaian tujuan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Tulisan Kabupaten Seram Bagian Barat dengan warna putih di atas warna dasar merah ecara filosofi bermakna adanya keberanian dari seluruh masyarakat Maluku khususnya asyarakat Seram Bagian Barat untuk membentuk suatu pemerintahan pada tingkat kabupaten dimana hal tersebut telah diperjuangkan secara berjenjang, terstruktur, dan pada akhirnya endapatkan legitimasi dengan Undang-undang No.  40 Tahun 2003.
  3. Lambang bintang tepat di atas gunung mengandung filosofi religius yang sangat dalam bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah meridhoi pembentukan Seram Bagian Barat sehingga akan menyejahterakan  seluruh masyarakat dan bangsa yang berdiam didalamnya.
  4. Tiga buah gunung dalam satu pulau di atas laut mengandung filosofi budaya Maluku yang sangat kuat melekat dengan masyarakat pendukungnya sehingga secara strategis konsep pembangunan dibangun dalam pendekatan LOU NUSA LOU HATA. Tiga buah gunung juga melambangkan pendekatan sejarah budaya Tiga Batang Air ETI, TALA, dan SAPALEWA. Bahwa tidak dilukiskannya pancaran air, hal tersebut didasari pada konsep pikir bahwa pada gunung itulah terkandung mata air yang memancar menjad tiga aliran di atas.
  5. Secara filosofi bidang kuning menggambarkan kemakmuran yang akan dicapai oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  6. Bidang biru melambangkan potensi sumber daya laut yang dimiliki oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  7. Padi dan kapas mengandung filosofi kesejahteraan sosial  yang akan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jumlah 18 pada padi dan 11 pada kapas, melambangkan tanggal 18 November 2003 saat Kabupaten Seram Bagian Barat  ditetapkan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2003.
  8. Parang dan tombak mengandung filosofi pertahanan rakyat secara tradisional untuk menjaga keutuhan wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat. Konsep menjaga yang dimaksud tidak diartikan secara fisik dan atau tidak diarahkan kepada anarkisme tetapi konsep pertahanan  dalam bentuk pendekatan pemikiran yang terstruktur dalam dimensi hukum yang memiliki kepastian.
  9. Tiga ikatan tali pada tangkai padi dan kapas mengandung makna filosofi sejarah budaya Tiga Batang Air dan adat istiadat masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  10. Pita dengan tulisan SAKA MESE NUSA secara filosofi memiliki makna kesetiaan untuk menjaga pulau/Kabupaten Seram Bagian Barat.
  11. Moto SAKA MESE NUSA mengandung pengertian yang sangat dalam. Sebuah semboyan yang sudah ada sejak zaman datuk-datuk, yaitu suatu himbauan dan dapat juga dikatakan panggilan kepada siapa saja yang berada dalam wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai satu kesatuan teritorial pada Pulau Seram/Nusa Ina untuk menjaga dan memper-tahankan pulau ini sekuat-kuatnya dengan bertumpu pada kekuatan adat istiadat. SAKA MESE NUSA artinya jaga dan pertahankan pulau ini.

 

VISI DAN MISI

Visi

"TERWUJUDNYA SERAM BAGIAN BARAT YANG AMAN, RELIGIUS, MAJU, DEMOKRATIS, DAN SEJAHTERA"

 

Misi

  • Menciptakan kestabilan daerah dengan kehidupan masyarakat yang aman serta menghargai kemajemukan dan budaya lokal.
  • Mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang religius, saling menghargai, dan toleransi dalam kebersamaan.
  • Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.
  • Meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam penyelengggaraan pemerintahan dan pembangunan.
  • Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab.
  • Mewujudkan kemajuan daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pengelolaan sumberdaya alam yang efektif, dan penyediaan infrastruktur wilayah yang merata dan memadai.

 

 

Admin


AMBON,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menggelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Halaman Kantor Gubernur Maluku pada Senin (20/5). Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 tahun ini mengusung tema Bangkit untuk Bersatu. Upacara dihadiri oleh unsur pejabat dan pegawai Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakil Gubernur Maluku, Drs. Barmabas Orno. Dalam sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika RI yang disampaikan Wagub Orno menegaskan, pentingnya memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal.
“Bangsa ini adalah bangsa yang besar, yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad, yang mana kuncinya ada dalam gotong-royong,” kata Menkoinfo.

Gotong-royong, jelas Menkoinfo, adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjoangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua,  keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!”

Yel-yel “holopis-kuntul baris”, lanjutnya,  adalah aba-aba nenek moyang di tanah Jawa, yang digunakan sebagai paduan suara untuk memberi semangat ketika mengerjakan tugas berat yang hanya bisa dikerjakan secara bergotong-royong, bersama-sama.

Masih kata dia, yel-yel ini bukan hanya di tanah Jawa, namun semangat persatuan dan gotong-royong telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara.

“Ini dibuktikan dengan berbagai ungkapan tentang kearifan mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh suku, adat, dan budaya yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
Di sisi lain, kondisi bangsa yang saat ini berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi, tentunya persatuan dan gotong royong perlu ditegakkan. Meskipun pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan untuk kebaikan bangsa.

“Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” ingatnya.

 



Penumbuhan jiwa gotong-royong dan persatuan tersebut sejatinya telah digaungkan, bahkan sejak wilayah Nusantara disatukan oleh Mahapatih Gadjah Mada yang tertulis dalam naskah Sumpah Palapa. Ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara
Sumpah Palapa tersebut, kata dia, merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Menurut Menkoinfo, telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia mampu menjaga persatuan sampai detik ini.

“Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia,” tandasnya. (**)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

 

AMBON, - Gubernur Maluku Murad Ismail mengimbau seluruh masyarakat Maluku tetap tenang dan tidak terpancing dengan wacana people power yang akan berlangsung saat pengumuman hasil Pemilu pada 22 Mei 2019 mendatang.

"Saya sebagai Gubernur Maluku bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri di Maluku ini. Saya imbau kepada kita semua umat beragama jangan terpancing dan terpangaruh dengan apa-apa yang ada di Jawa sana, di Maluku ini kita basudara luar biasa," kata Murad.

Hal itu disampaikan Murad usai Safari Ramadhan sekaligus buka puasa bersama dengan masyarakat Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, di Masjid An-Nur desa tersebut, Senin (20/5/2019) malam.

Baca juga: Partai Golkar Maluku Gagal Kirim Wakilnya ke Senayan


Dia mengatakan, hubungan persaudaraan antarumat beragama di Maluku sudah sangat baik.

Sehingga, dia meminta warga lebih merekatkan lagi hubungan persaudaraan dan jangan terpancing dengan isu-isu yang datang dari luar.

"Maluku aman, kita umat beragama di Maluku luar biasa, kita orang basudara, jadi pengaruh-pengaruh dari sana itu tidak terpengaruh ke Maluku," sambung dia.

Murad mengakui, dinamika politik yang tinggi di Pilpres 2019 telah membuat masyarakat menjadi terpolarisasi dengan kepentingan elit politik.


Kondisi itu semakin diperparah dengan munculnya isu-isu adanya people power untuk menolak hasil Pemilu.

Namun, mantan Komandan Korps Brimob Polri ini opstimistis kondisi tetap aman saat pengumuman hasil Pemilu oleh KPU di Jakarta.

Baca juga: Rekapitulasi KPU: PDI-P, Golkar, dan Nasdem Tiga Besar di Maluku Utara

"Mungkin kemarin waktu Pilpres ada pengaruh sedikit, tapi Insya Allah besok tanggal 22 (Mei) tidak ada apa-apa," ujar dia.

Murad mengimbau kepada warga Maluku tidak ikut pergi ke Jakarta melakukan aksi sebagaimana wacana yang beredar. ”Tidak perlu (ke Jakarta),” ujarnya.

Namun, jika memang ada warga yang tetap ingin pergi ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi, dia menganggap itu merupakan hak masing-masing.

"Tapi, kalau dia mau ke Jakarta, siapa mau larang? Tidak ada yang larang, tapi biaya sendiri, sekarang tiket pesawat mahal," tambahnya.

(sumber : https://regional.kompas.com/read/2019/05/20/20073601/gubernur-maluku-minta-warga-tidak-terpengaruh-isu-people-power )

 



AMBON.- Gubernur Maluku, Irjen. Po;. Drs. Murad Ismail mengatakan, dengan mengoptimalkan ibadah di bulan suci Ramadhan,  maka akan membawa setiap insan kembali ke fitrah kemanusiaan yang sejati dan mencapai derajat magfir dan muttaqin.  


“Semoga semua ibadah yang kita jalani di bulan suci Ramadhan ini dapat diterima oleh Allah SWT serta dapat membawa diri kita kembali ke fitrah kemanusiaan yang sejati dan mencapai derajat insan yang magfir dan muttaqin,”kata gubernur pada Acara Buka Puasa bersama dengan Pemkab Maluku Tengah (Malteng), TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat Malteng di kediaman Bupati Malteng, Jumat (17/5).

Menurutnya, sebagai orang yang beriman, pasti menyadari bahwa hakekat dibalik ibadah puasa dengan mengoptimalkan seluruh ibadah. Tidak saja ibadah puasa itu sendiri, tetapi juga memperbanyak ibadah membaca Al’Quran, melaksanakan ibadah shalat Tarawih secara rutin dan ibadah-ibadah lainnya.

Di lain sisi, gubernur juga mengatakan, buka puasa bersama yang rutin dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku ke setiap kabupaten/kota yang merupakan rangkaian dari kegiatan Safari Ramadhan untuk memperkuat jalinan silaturahim antar sesama.


Menurut Murad, safari Ramadhan dapat menjadi sebuah tradisi yang sangat baik.  
“Menurut saya, harus bisa secara rutin kita lakukan dari tahun ke tahun, karena melalui momen buka puasa bersama ini, kita bisa memiliki ruang yang memungkinkan kita melakukan usaha-usaha pembaharuan relasi atau kohesi sosial, mengembangkan solidaritas dan soliditas sosial,’’ kata Murad.


Hal ini juga secara bersamaan, lanjutnya, akan memperkuat jalinan silaturahim ukhuwah insaniah (persaudaraan sesama manusia), ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat muslim) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama bangsa diantara kita semua).   (**)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

 


AMBON,- Tahun 2020 mendatang, Maluku menjadi tuan rumah pelaksanaan Utsawa Dharmagita (UDG) Tingkat Nasional XIV yang merupakan ajang lomba nyanyian suci keagamaan Hindu se-Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Bimbingan Masyarakat (BINMAS) Hindu Departemen Agama RI, Prof. Drs, I Ketut Widnya saat bertemu dengan Wakil Gubernur Maluku, Drs. Barnabas Orno, Jumat (17/5) di Kantor Gubernur Maluku.

Dirjen didampingi Kakanwil Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)  Maluku, I Nyoman Sukadana dan beberapa tokoh umat Hindu.

Wagub menyambut dengan gembira even Utsawa yang akan dilaksanakan di Maluku.

“Ini menjadi tanggungjawab pemerintah daerah untuk mensukseskannya. Dan terkait dengan kesiapan-kesiapan akan dibicarakan dengan Sekda nantinya,” ungkap Wagub.

Usai pertemuan, dirjen mengatakan, kedatangan pihaknya untuk mengkoordinasikan pelaksanaan Utsawa dengan pemerintah provinsi Maluku sebagai tuan rumah.  

“Kami datang untuk mohon ijin sekaligus kesediaan pemerintah daerah,” kata dia.

Sebelumnya, pihaknya sudah menemui gubernur Maluku untuk menyampaikan hal tersebut.  

“Kami juga sudah menyampaikan kepada bapak gubernur waktu buka puasa bersama terkait pelaksanaan Utsawa ini,” ungkapnya.

Penetapan Maluku sebagai tuan rumah, kata dirjen, telah diputuskan pada rapat Nasional Lembaga Pengembangan Dharmagita (LPDG) di Bali beberapa waktu lalu dan telah menyepakati Provinsi Maluku untuk menjadi tuan rumah UDG Tingkat Nasional XIV Tahun 2020.
 
“Alasan Maluku masuk jadi tuan rumah, karena Maluku sudah biasa melaksanakan even-even nasional keagamaan.  Selain itu kesiapan tempat atau lokasi serta sarana dan prasarana,” paparnya.  

Masih kata Widnya, penetapan Maluku sebagai tuan rumah ini sudah disampaikan pada pemerintah provinsi Maluku.

“Pada saat itu masih gubernur yang lalu (Said Assagaff) sudah menyetujui. Tapi karena ada pergantian kepemimpinan, sehingga kami ke sini lagi untuk Nun Sewu lah ke bapak gubernur untuk kami bisa melaksanakan even ini,” ucap Widnya.

Penyelenggaraan even nasional ini melibatkan banyak sektor dan dari segi pendanaan.  Oleh karena itu, sebagai tuan rumah penyelenggara, harus membuat surat secara resmi yang ditujukan ke Kementerian Agama.

“ Yang menjadi tuan rumah, pertama, kami mohon surat tertulis dari pemda untuk kami jadikan dasar laporan kepada pak Menteri. Kegiatan ini kan selain melibatkan banyak sektor juga penggunaan dana, sehingga harus ada persetujuan dari Menteri. Pada intinya ini yang ingin kami sampaikan,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Widnya, untuk teknis kegiatan akan dibentuk panitia baik di daerah maupun di pusat.  

“Jadi nantinya  ada panitia daerah dan panitia pusat, sehingga teknis kegiatan akan dibicarakan oleh panitia,” imbuhnya.

Terkait dengan penyelenggaraan Utsawa, pihaknya sangat berharap dukungan dari Pemda Maluku, sehingga even keagamaan ini dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Sementara itu,  Ketua PHDI Maluku I Nyoman Sukadana mengatakan, pihaknya mendapat dukungan yang luar biasa ketika mengajukan diri menjadi tuan rumah.

“Dukungan yang luar biasa bagi kami, tentu saja dari pemerintah provinsi, DPRD, Kanwil Agama. Dari MUI, Sinode, Keuskupan dan Walubi. Semuanya memberikan dukungan dan ini tidak akan pernah kita temukan di tempat lain, sehingga ini menjadi modal bagi umat Hindu di Maluku bisa melaksanakan even seperti ini,” ungkap Sukadana.

Diakuinya, dari data yang ada, jumlah Umat Hindu di Maluku berkisar 15 ribuan.

“Itu (jumlah umat) sedikit. Tetapi semangat untuk mensukseskan even keagamaan dengan dasarnya pela gandong, kita semua bersaudara disini. Itu yang membuat kami tidak pernah merasa sendiri untuk melaksanakan Utsawa,” tandas Sukadana. (**)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

 

Inilah kedua peserta prioritas Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2019 beserta daftar rekapitulasi nilai dalam seleksi yang dilaksanakan @pcmimaluku .
1. Lifia Saputri Abdul Gani (Program Korea Selatan)
2. Reiwind Heince Tutuiha (Program Australia)
Masing-masing dari mereka akan dipersiapkan untuk nantinya menjadi delegasi dari Maluku di Kemenpora RI nanti sebelum akhirnya dikirim ke Negara Program pertukaran pemuda masing-masing negara mereka terpilih (Korea Selatan - Australia)

sukses untuk para peserta prioritas dan bagi kamu yang belum lolos masih ada kesempatan di waktu berikutnya.

@kemenpora
@nahrawi_imam
@pcmi_pusat

#pertukaranpemudaantarnegara#ppan2019 #kemenpora #pcmi

 

 (sumber : https://www.instagram.com/p/BwswBUkAaIA/?igshid=nzqlhmc8ht4k )

 

 

Selamat atas suksesnya Seleksi Peserta Kapal Pemuda Nusantara 2019 Provinsi Maluku .
Inilah nyong dan nona Maluku yang telah lulus seleksi @dpdkakpnmaluku :
1. Asmarita Letahiit
2. Robert M. Rahakbauw
3. Rahmawati Rehadat

Semoga Sukses bawa prestasi sebagai delegasi Maluku dalam kegiatan Kapal Pemuda Nusantara 2019 dan bagi kamu yang belum lolos masih ada kesempatan di waktu berikutnya.

@kemenpora 
@nahrawi_imam
@kakpn 
#kapalpemudanusantara#kpnmaluku2019 #KPN2019

 

 

(sumber : https://www.instagram.com/p/Bwsq-GMgobz/?igshid=9ebf45qzjbdz )

 

 

Wednesday, 15 May 2019 23:45

Gubernur Dikukuhkan Sebagai Upu Latu

 



AMBON- Perayaan HUT pahlawan nasional Thomas Matulessy alias Kapitan (panglima perang) Pattimura ke-202, Rabu (15/5) di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, diwarnai pengukuhan Gubernur Maluku, Murad Ismail sebagai Upu Latu (pemangku adat tertinggi) di Maluku. Selain gubernur, wakil gubernur Maluku, Barnabas Orno juga menerima gelar adat Upu Pati Siwalima.  

Pengukuhan di pusatkan di Lapangan Monumen Pattimura, dilakukan oleh Majelis Latupati (pemangku adat) Maluku yang ditandai dengan pemasangan kain bahu berwarna merah melambangkan tanggungjawab. Dilanjutkan dengan pemasangan kain ikat pinggang berwarna merah melambangkan kesiapan seorang pemimpin besar untuk siap tampil berjuang melaksanakan tugas dan panggilan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat Maluku. Selanjutnya pemasangan topi adat kebesaran berwarna putih, melambangkan kesucian dan kebesaran, kehormatan, kewibawaan, kekuasaan dan kepemimpinan masyarakat adat Maluku. Dan penyerahan tongkat parenta kepada Upu Latu Siwalima melambangkan mempersatukan dalam kebersamaan guna melihat kepentingan serta kesejahteraan masyarakat adat Maluku.  

Keputusan Majelis Latupati Provinsi Maluku Nomor 01/SK/ML/05/2019 tentang penganugerahan adat kepada gubernur dan wakil gubernur Maluku diberikan dengan tujuan kedua pimpinan daerah tersebut dapat melaksanakan perlindungan serta kesejahteraan bagi masyarakat adat siwalima khususnya di bumi Maluku yang dkenal dengan bumi raja-raja sesuai makna gelarnya.

Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan ucapan terima kasih atas penganugerahan Gelar Upu Latu Maluku kepada dirinya.

“Semoga gelar ini bisa menjadikan Beta semakin Kabaressy untuk bangun Maluku,’’ kata gubernur.

Usai pengukuhan sebagai Upu Latu, dilanjutkan dengan Upacara peringatan HUT Pattimura dimana gubernur bertindak sebagai Inspektur upacara.

Prosesi peringatakan HUT dirangkaikan dengan peletakan Karangan Bunga oleh Upu Latu Upacara (gubernur Maluku) dan ahli waris di tugu Monumen Kapitan Pattimura.  Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Obor Pattimura dari Camat Saparua, A. Pattiasina kepada Bupati Maluku tengah, Abua Tuasikal dari Gunung Saniri yang diarak para pemuda ke lapangan Pattimura sebagai lokasi perayaan yang dilatarbelakangi benteng Duurstede dan diaroma Pattimura untuk diserahkan kepada Upu Latu Upacara untuk dinyalakan ke obor induk dalam rangka perayaan HUT pahlawan nasional Kapitan Pattimura.

Sebagaimana diketahui, prosesi pembuatan obor Pattimura di Gunung Saniri sebagai tempat musyawarah sebelum Pattimura dan kawan-kawan menyerang Benteng Duurstede di Saparua sebagai tongkat perjuangan melawan kolonialisme penjajah Belanda pada 1817.

Hadir dalam peringatan HUT Pattimura dan Pengukuhan diantaranya Forkopimda Provinsi Maluku, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal,  Pimpinan Umat Beragama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat.

Dalam sambutan Gubernur mengatakan, sejarah mencatat, bahwa begitu penting dan berharganya Maluku dalam peta Geo-Ekonomi dunia, maka Maluku merupakan daerah tujuan utama datangnya para penjajah di Nusantara dan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang banyak dijajah oleh pelbagai bangsa di dunia dan memakan waktu paling lama, yaitu: Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang.

Menyadari hak dan kedaulatan negerinya dirampas oleh penjajah Belanda saat itu, Kapitan Pattimura terpanggil jiwa patriotisnya untuk berjuang mempertahankan hak dan kedaulatan negerinya. Karena Pattimura adalah orang yang tahu dan mengerti akan hak-hak bangsanya, serta Pattimura punya visi besar untuk membangun bangsanya.
Gubernur menjelaskan, bahwasannya, tanah airnya yang terdiri dari gunung dan tanjung, laut yang membentang luas tempat hidup pelbagai Biota laut, hutan yang subur yang ditumbuhi pelbagai aneka Flora dan Fauna serta dihiasi oleh bau harum semerbak Cengkeh, Pala dan Fuly, bukan sekedar kekayaan, tetapi selain sebagai sumber kesejahteraan, juga merupakan simbol identitas kultural, serta simbol martabat dan kedaulatan negeri ini.
Olehnya itu, sebut gubernur, tak mengherankan jika para sejarawan mengatakan, perjuangan kapitan Pattimura adalah salah satu sumber inspirasi lahirnya pelbagai perlawanan dan perjuangan di pelbagai daerah di Indonesia untuk merebut dan mempertahankan kedaulatannya bangsanya.


Masih kata gubernur, Kapitan Pattimura alias Thomas Matulessy merupakan seorang laki-laki Kabaressi gagah berani yang rela berkorban untuk emansipasi (kebangkitan) harkat dan martabat bangsanya.

“202 tahun sudah perjuangan Pattimura, tetapi api perjuangannya selalu menyala. Dia telah mengajarkan kepada kita tentang makna dan arti penting menjadi seorang pejuang, bukan seorang pecundang. Pejuang yang rela mengorbankan seluruh jiwa raga untuk bangsanya, pejuang yang lebih mementingkan kepentingan bangsanya lebih dari kepentingan diri dan kelompoknya, pejuang yang selalu mau mengayomi, bukan sekedar mau diayomi, pejuang bukan mau dilayani tetapi melayani, pejuang yang yang berjiwa besar dan punya punya mimpi besar untuk bangsanya,” kata gubernur.

Gubernur juga mengingatkan tentang semangat patriotisme dan nasionalisme yang boleh dikatakan sedang berada di titik Nadir.

“Betapa nyaris, arus besar neo-liberalisme dan neo-kapitalisme telah melunturkan kabanggaan identitas kebudayaan kita sebagai orang Maluku dan bangsa Indonesia, dan bangga dengan menggunakan identitas orang lain,” ingatnya.

Bukan hanya itu, sebut gubernur, pergeseran nilai-nilai budaya juga punya dampak yang sangat signifikan terhadap rapuhnya ikatan-ikatan hidop orang basudara atau solidaritas sesama anak bangsa.

“Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir, khususnya pada saat Pilpres dan Pileg 2019 ini hoax dan ujaran-ujaran kebencian bertebaran dengan bebas di media sosial, membuat kita terpolarisasi.  Bukan hanya itu, politik identitas juga berdampak pada upaya mempertentangkan agama dan negara atau agama dan Pancasila. Karena bagi kita bangsa Indonesia, tidak ada pertentangan antara agama dan negara. Bahwasanya semua agama di Indonesia telah final menerima Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap gubernur.
Masih kata gubernur, secara lokal, pergeseran nilai-nilai budaya juga berdampak pada masih sering terjadinya konflik antar negeri atau kampung, seperti antara negeri Latu, Hualoy dan Tomalehu.
“Padahal katong samua orang basudara.” ingatnya.
Olehnya itu, melalui momentum HUT Pattimura dirinya mengajak, gelorakan kembali jiwa kepahlawanan Kapitan Pattimura untuk berjuang dan berani berkorban untuk membangun daerah ini.
“Hilangkan egoisme dan primordialisme sempit berdasarkan kelompok, kampung dan agama serta perkuat spirit kebersamaan sesama orang basudara,”imbaunya.
Gubernur juga menegaskan bahwa, perjuangan saat ini bukan lagi melawan penjajah dengan parang, tombak atau senjata, tetapi perjuangan saat ini yaitu, bagaimana bangun dan kembangkan pertalian sejati sesama orang basudara untuk bakukele, Masohi dan Badati bangun Maluku yang maju dan sejahtera dan berdaulat.
“Sesuai tema HUT yaitu ”Kita Lestarikan Budaya Maluku Guna Memperkokoh Kehidupan Orang Basudara Bangun Maluku Yang Aman Dan Sejahtera,” tandasnya. (**)

 (sumber dan Foto : Humas Setda Maluku)

Friday, 10 May 2019 00:30

Wagub Maluku Buka MMF Art Champ 2019

 

Ambon, InfoPublik - Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno membuka puncak acara Maluku Mural Festifal (MMF) 2019 yang dikenas dalam Art Champ, di Pattimura Park, Kamis (9/5/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Biro Hukum dan HAM Setda Maluku ini sebagai bentuk sosialiasi  menyebarluaskan isu akan Hak Asasi Manusia (HAM) kepada masyarakat.

Kegiatan MMF ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah ekshibisi mural yang sudah berlangsung pada 25 -27 Maret di SMA Kristen, dan yang kedua pada  22-25 April tersebar di pusat Kota Ambon yakni di Fardeis Tengah, Jln. Anthoni Reebok, Tanah Tinggi, Gang Pos dan Jalan dr Kayadoe, dan ketiga adalah puncak acara mural arken pada 9-11 Mei di Pattimura Park, Ambon.

Kegiatan MMF ini diikuti sejumlah seniman baik itu musisi, penyair, penari dan pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Wakil Gubernur Barnabas Orno sebelum membuka MMF, dalam sambutannya, mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada Biro Hukum Setda Maluku yang setiap tahun menyelenggarakan kegiatan ini.

Wagub juga berterima kasih kepada para pendukung yang turut mensponsori kegiatan tersebut. "Pemda tentu sangat mengapresiasi dan berterima kasih, karena sudah melaksanakan dan turut mendukung kegiatan ini," ujarnya.

Dia berharap, MMF yang dilaksanakan dapat membantu pemerintah dalam menyebarluaskan HAM melalui seni dan budaya.

Kepala Biro Hukum Setda Maluku Hendrik Far-Far dalam laporannya mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini Biro Hukum menyusun program yang merujuk pada strategi pembangunan Hukum dan HAM di Maluku, dengan melaksanakan diseminasi atau penyebarluasan HAM yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HAM khususnya hak asasi sosial budaya.

Dia berharap, masyarakat semakin peduli dan memahami serta mendapat bekal yang memadai dalam mengiplementasikan aksi HAM secara efektif dan efisien, serta dapat mengetahui kebutuhan mendasar dan aktual terkait hak asasi masyarakat hukum adat itu sendiri.

"Didasari pemikiran inilah maka pemprov Maluku dalam hal ini Biro Hukum dan HAM bersama komunitas seniman maluku kanvas Alifuru melaksanakan MMF yang mengangkat beberapa isu yaitu penghormatan terhadap hak adat dan HAM berbasis seni budaya," katanya. 

Menurut dia, MMF yang diselenggarakan setiap tahun terbukti sukses mendatangakan output, bukti sektoral  yaitu peningkatan kesadaran masyarakat tentang HAM serta manfaat pada sektor budaya, parawisata di Maluku.

Hal itu lanjut dia, bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang HAM, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Maluku dan pemerintah tentang pentingnya seni dalam kehidupan sosial, budaya, keparawisataan, ekonomi kerakyatan dan kepemudaan serta memberdayakan potensi pelaku seni rupa dan ekonomi kreatif di Maluku.(mcmaluku/vpa)

 

Ambon-InfoPublik, Gubernur Maluku Murad Ismail menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 di halaman depan Kampus Universitas Pattimura (Unpatti), Kamis (2/5/2019).

Kementrian Riset, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Risetdikti) mengangkat tema Hardiknas Tahun ini,  adalah “Mewujudkan SDM Kompetitif, inovatif, dan berkarakter”.

Menteri risetdikti Mohamad Nasir dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Maluku mengatakan bahwa pendidikan berkualitas juga merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan. Penguatan pendidikan tinggi dan sumber daya manusia menjadi sejumlah fokus pembangunan tersebut.

Lebih lanjut murad memaparkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia pada 2018 masih berkisar 34,58%. Sementara institusi pendidikan tinggi Indonesia saat ini berjumlah 4.741. Ini berarti masih sekitar 65% anak-anak usia kuliah tidak mampu mengenyam pendidikan tinggi.

“Menyadari semakin tingginya harapan pemerintah dan masyarakat Indonesia kepada perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan kepada generasi penerus bangsa agar kompetitif, kreatif, dan inovatif, perguruan tinggi di Indonesia dituntut ikut berevolusi dan didorong kesanggupannya untuk melakukan upaya transformasi digital,” kata murad.

Pemerintah telah berupaya melakukan inovasi dalam melakukan revolusi pendidikan berbasis online education, MOOCs (Massive Open Online Courses), hingga cyber university dibeberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Selain itu, penyediaan berbagai mata kuliah baru yang selaras dengan kondisi global, seperti big data, data analytics, dan kewirausahaan terus dilakukan. Ini bertujuan membekali lulusan perguruan tinggi agar siap menghadapi tantangan di masa depan.

Pada sektor sumber daya manusia, daya saing mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan terus dikembangkan melalui peningkatan literasi pada data, literasi pada teknologi, serta literasi pada manusia.

“Kemajuan teknologi menandakan majunya pendidikan dan ilmu pengetahuan yang tetap harus memartabatkan dan menyejahterakan manusia dan bangsa Indonesia,” tutur murad.

Turut hadir dalam Upacara tersebut Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno dan Istri, Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, Rektor Unpati M.J Saptenno, Rektor Institut Agama Islam negeri (IAIN) Ambon Hasbollah Toisuta, Perwakilan Pangdam 16 Pattimura, Perwakilan Kapolda Maluku, Perwakilan Kejaksaan Tinggi dan OPD Propinsi Maluku.(mcmaluku/vpa/eyv).

Page 3 of 56

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

GPR

 
Top