Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

SERAM BAGIAN BARAT

MENGENAL SERAM BAGIAN BARAT

 

Aspek Geografi

 

PETA

kabupaten Seram Bagian Barat merupakan bagian dari Provinsi  dengan luas wilayah 84.181 kilometer persegi atau sekitar 11,82 persen dari total luas wilayah Provinsi Maluku. Secara geografis Kabupaten terletak di 2,550 Lintang Selatan sampai 03,30 0 Lintang Selatan dan 127 0 Bujur Timur sampai 55 0  Bujur Timur.

Jumlah dan Luas Wilayah dan Kondisi Desa dan Dusun di Kabupaten Seram Bagian Barat

No Kecamatan Ibukota Kecamatan Jumlah Luas Wilayah Kondisi
Desa Dusun
1 Kairatu Kairatu 7 8 1.811.60 Pesisir
2 Kairatu Barat Kamal 5 Pesisir
3 Amalatu Latu 7 2 Pesisir
4 Inamosol Hunitetu 6 6 Pegunungan
5 Elpaputih Elpaputih 7 3 Pesisir & Pengunungan
6 Seram Barat Piru 7 20 879.92 Pesisir & Pegunungan
7 Huamual Luhu 5 31 Pesisir
8 Taniwel Taniwel 19 3 1.915.12 Pesisir & Pegunungan
9 Taniwel Timur Uweng Pantai 15 Pesisir
10 Waesala Waesala 7 26 569.36 Pesisir
11 Kepulauan Manipa Tomalehu Timur 7 13 Pesisir
  Jumlah   92 112 5.176.00  

Secara administratif di sebelah Utara berbatasan dengan Seram, di sebelah Selatan berdampingan dengan Kabupaten Maluku Barat Daya, di sebelah Timur bersebelahan dengan Kabupaten Maluku Tengah, dan di sebelah Barat  bertetangga dengan Kabupaten Buru Pemekaran kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 s/d 10 tahun 2010 tentang Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Secara topografi wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki kondisi alam, pada umumnya merupakan daerah dataran (Plain), berbukit (hylly) dan bergunung (mounyaneous). Kemiringan lereng berada pada berbagai kelas yaitu datar (0-3%), landai/berombak (3-8%), bergelombang (8-15%), agak curam (16-30%), curam (31-50%), dan sangat curam/bergunung (˃50%).

Secara klimatologi Kabupaten Seram Bagian Barat  Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki ilkim Laut Tropis dan Iklim Musiman. Temperatur udara rata-rata 26,4oC, temperature maksimum rata-rata 31,4oC dan temperature minimum rata-rata 22,oC. Jumlah curah hujan rata-rata 198 mm dengan nilai tertinggi terjadi pada bulan Juli yaitu 508 mm dan terendah pada bulan Februari yaitu 48 mm, sedangkan jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober yaitu 24 hari dan yang sedikit pada bulan Februari yaitu 3 hari. Intensitas penyinaran rata-rata sebesar 58 %, yang tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu sebelas 74% dan yang tersedikit terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 39%. Kelembaban udara rata-rata sebesar 86% dan tekanan udara rata-rata sebesar 1011,9 (mlb). Kecepatan angin rata-rata 3 knot dengan arah angin terbanyak dari arah tenggara, sedangkan kecepatan angin terbesar terjadi pada bulan Juli sebesar 19 knot dari arah barat

Aspek Demografi

Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat sampai akhir tahun 2014 sebanyak 180.256 jiwa. Pertumbuhan penduduk pada tahun 2014 mengalami pergerakan melambat, dari 0,50 pada tahun 2013 menjadi 0,01 pada tahun 2014.

Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun  2010 – 2014

Tahun Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk
1 2 3
2010 173 222
2011 178 020 2.77
2012 180 398 1.34
2013 179 781 0.5
2014 180 256 0.01

Luas wilayah dan jumlah penduduk menurut kecamatan tahun 2014

Kecamatan  Luas  Penduduk Kepadatan
Km2 % Jiwa %
1 2 3 4 5 6
Kairatu 329,65 4,74 24190 13,42 73
Kairatu Barat 132,25 1,90 13680 7,59 103
Amalatu 665,35 9,58 11425 6,34 17
Inamosol 504,61 7,26 5527 3,07 11
Elpaputih 1.165,74 16,78 5108 2.83 4
Seram Barat 503,33 7,24 28420 15,77 56
Huamual 1.162,99 16,74 40909 22,69 35
Waesala 409,65 5,90 26732 14,83 65
Kep. Manipa 159,71 2,30 6046 3,35 37
Taniwel 1.181,32 17,00 12626 7,00 11
Taniwel Timur 733,80 10,56 5593 3,10 8
Seram Bagian Barat 6.948,40 100 180256 100 26

Aspek Kesejahtraan Masyarakat (ekonomi)

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Seram Bagian Barat pada tahun 2014 lebih tinggi dibandingkan tahun 2013. Laju pertumbauhan PDRB Seram Bagian Barat tahun 2014 mencapai 6,16 persen, sedangkan tahun 2013 sebesar 4,55 persen. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku 2013 adalah 1.783 triliun rupiah dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 2.024 triliun rupiah.

Data pertumbuhan PDRB.

Laju Pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku dan harga konstan (persen) tahun 2010 – 2014 Kabupaten Seram Bagian Barat.

No   2011 2012 2013 2014
    Hb Hk Hb Hk Hb Hk Hb Hk
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 11,00 3,25 12,40 4,52 12,84 3,34 11,91 6,14
2 Pertambangan dan Penggalian 18,00 9,42 15,75 9,58 11,80 4,37 21,40 8,51
3 Industri Pengolahan 13,95 5,13 12,44 5,74 12,13 4,55 13,99 8,03
4 Pengadaan Listrik dan Gas (3,70) 7,77 5,79 8,59 (6,57) 3,12 38,75 31,85
5 Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 9,16 4,14 6,01 2,49 4,93 2,45 4,69 2,39
6 Kontruksi 22,10 9,43 15,90 5,03 17,40 8,02 16,45 6,70
7 Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 14,68 8,65 15,94 9,60 12,85 5,72 9,63 4,14
8 Transportasi dan Pergudangan 9,63 6,18 8,99 6,87 16,33 6,00 16,00 8,25
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan minum 11,82 3,64 18,35 8,94 14,83 6,55 10,93 4,89
10 Informasi dan Komunikasi 7,90 7,71 6,55 6,35 10,30 7,67 16,00 8,59
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 30,54 22,98 18,98 8,37 16,32 11,19 15,63 9,97
12 Real Estat 11,13 3,88 13,69 6,72 8,57 2,64 11,53 6,94
13 Jasa Perusahaan 8,60 4,58 13,97 8,29 12,64 7,14 15,05 8,86
14 Adm. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 24,99 7,98 20,21 9,08 12,19 4,23 15,80 5,30
15 Jasa Pendidikan 9,31 1,69 15,10 6,76 12,12 6,18 19,64 9,60
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 14,94 5,07 16,87 9,60 8,57 0,03 8,74 2,19
17 Jasa Lainnya 8,94 0,83 6,42 1,08 13,59 0,92 10,58 4,74
  PDRB 15,36 5,87 14,65 6,39 13,12 4,55 13,52 6,16

 

PDRB Perkapita menurut lapangan usaha Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun (Juta Rp) 2010 – 2014

Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013 2014
1 2 3 4 5 6
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 2,38 2,63 2,86 3,16 3,54
Pertambangan dan Penggalian 0,06 0,07 0,09 0,11 0,13
Industri Pengolahan 0,34 0,36 0,40 0,45 0,50
Pengadaan Listrik dan Gas 0,004 0,003 0,004 0,004 0,004
Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
Kontruksi 0,34 0,43 0,66 0,81 0,93
Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 0,51 0,57 0,64 0,73 0,84
Transportasi dan Pergudangan 0,24 0,25 0,27 0,30 0,32
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,05 0,05 0,06 0,07 0,08
Informasi dan Komonikasi 0,08 0,09 0,010 0,11 0,11
Jasa Keuangan dan Asuransi 0,13 0,14 0,15 0,19 0,23
Real Estat 0,03 0,03 0,04 0,04 0,05
Jasa Perusahaan 0,02 0,02 0,02 0,02 0,03
Administrasi. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 0,84 1,11 1,22 1,52 1,82
Jasa Pendidikan 0,15 0,18 0,19 0,21 0,24
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,19 0,21 0,24 0,27 0,32
Jasa Lainnya 0,13 0,15 0,16 0,18 0,19

 

ARTI LAMBANG KABUPATEN MALUKU SERAM BAGIAN BARAT


Lambang Daerah Tingkat II Seram Bagian Barat “SAKA MESE NUSA” yang  berarti “JAGA DAN PERTAHANKAN PULAU”.

Pengertian lengkap dari Lambang Daerah “SAKA MESE NUSA” sesuai  Keputusan Bupati Nomor: 001-32-56 Tahun 2005 tanggal 21 April 2005 tentang Penetapan Lambang Kabupaten Seram Bagian Barat adalah sebagai berikut:

  • STRUKTUR DESIGN BENTUK

Logo ini didesign dengan mengambil bentuk perisai sebagai wadah yang memuat instrumen sebagai berikut:

  1. Nama Kabupaten Seram Bagian Barat;
  2. Bidang warna kuning  biru di atas warna dasar  merah dengan dilingkari warna  hitam pada bagian tepinya;
  3. Padi dan kapas yang bersilang pada bagian tangkainya yang diikat dengan tiga simpul tali;
  4. Tiga buah gunung dengan dasar warna hijau;
  5. Satu buah bintang tepat diatas gunung;
  6. Parang dan Tombak;
  7. Pita yang bertuliskan “SAKA MESE NUSA”.
  • KOMPOSISI DAN MAKNA WARNA

Logo ini memiliki komposisi dan makna warna sebagai berikut:

  1. Warna Merah sebagai warna dasar bermakna keberanian yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
  2. Warna Putih mengandung makna kesucian dan keluhuran jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  3. Warna Hitam mengandung makna kekuatan adat istiadat sebagai bagian dari budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  4. Warna Kuning mengandung makna kemakmuran  dan kebebasan jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dan juga alamnya.
  5. Warna Biru mengandung makna kedalaman cinta seluruh relasi Kabupaten Seram Bagian Barat baik dalam relasi sosial budaya maupun terhadap lainnya.
  6. Warna Hijau melambangkan kesuburan dan kehidupan yang menuju kepada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  • FILOSOFI LOGO
  1. Bentuk Perisai mengandung makna filosofi perjuangan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Bangsa Indonesia untuk membentuk kabupaten-kabupaten baru (termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat) sebagai bukti upaya nasional untuk mendorong percepatan pencapaian tujuan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Tulisan Kabupaten Seram Bagian Barat dengan warna putih di atas warna dasar merah ecara filosofi bermakna adanya keberanian dari seluruh masyarakat Maluku khususnya asyarakat Seram Bagian Barat untuk membentuk suatu pemerintahan pada tingkat kabupaten dimana hal tersebut telah diperjuangkan secara berjenjang, terstruktur, dan pada akhirnya endapatkan legitimasi dengan Undang-undang No.  40 Tahun 2003.
  3. Lambang bintang tepat di atas gunung mengandung filosofi religius yang sangat dalam bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah meridhoi pembentukan Seram Bagian Barat sehingga akan menyejahterakan  seluruh masyarakat dan bangsa yang berdiam didalamnya.
  4. Tiga buah gunung dalam satu pulau di atas laut mengandung filosofi budaya Maluku yang sangat kuat melekat dengan masyarakat pendukungnya sehingga secara strategis konsep pembangunan dibangun dalam pendekatan LOU NUSA LOU HATA. Tiga buah gunung juga melambangkan pendekatan sejarah budaya Tiga Batang Air ETI, TALA, dan SAPALEWA. Bahwa tidak dilukiskannya pancaran air, hal tersebut didasari pada konsep pikir bahwa pada gunung itulah terkandung mata air yang memancar menjad tiga aliran di atas.
  5. Secara filosofi bidang kuning menggambarkan kemakmuran yang akan dicapai oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  6. Bidang biru melambangkan potensi sumber daya laut yang dimiliki oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  7. Padi dan kapas mengandung filosofi kesejahteraan sosial  yang akan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jumlah 18 pada padi dan 11 pada kapas, melambangkan tanggal 18 November 2003 saat Kabupaten Seram Bagian Barat  ditetapkan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2003.
  8. Parang dan tombak mengandung filosofi pertahanan rakyat secara tradisional untuk menjaga keutuhan wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat. Konsep menjaga yang dimaksud tidak diartikan secara fisik dan atau tidak diarahkan kepada anarkisme tetapi konsep pertahanan  dalam bentuk pendekatan pemikiran yang terstruktur dalam dimensi hukum yang memiliki kepastian.
  9. Tiga ikatan tali pada tangkai padi dan kapas mengandung makna filosofi sejarah budaya Tiga Batang Air dan adat istiadat masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  10. Pita dengan tulisan SAKA MESE NUSA secara filosofi memiliki makna kesetiaan untuk menjaga pulau/Kabupaten Seram Bagian Barat.
  11. Moto SAKA MESE NUSA mengandung pengertian yang sangat dalam. Sebuah semboyan yang sudah ada sejak zaman datuk-datuk, yaitu suatu himbauan dan dapat juga dikatakan panggilan kepada siapa saja yang berada dalam wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai satu kesatuan teritorial pada Pulau Seram/Nusa Ina untuk menjaga dan memper-tahankan pulau ini sekuat-kuatnya dengan bertumpu pada kekuatan adat istiadat. SAKA MESE NUSA artinya jaga dan pertahankan pulau ini.

 

VISI DAN MISI

Visi

"TERWUJUDNYA SERAM BAGIAN BARAT YANG AMAN, RELIGIUS, MAJU, DEMOKRATIS, DAN SEJAHTERA"

 

Misi

  • Menciptakan kestabilan daerah dengan kehidupan masyarakat yang aman serta menghargai kemajemukan dan budaya lokal.
  • Mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang religius, saling menghargai, dan toleransi dalam kebersamaan.
  • Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.
  • Meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam penyelengggaraan pemerintahan dan pembangunan.
  • Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab.
  • Mewujudkan kemajuan daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pengelolaan sumberdaya alam yang efektif, dan penyediaan infrastruktur wilayah yang merata dan memadai.

 

 

Admin

Kegiatan Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba dimulai Rabu, 19 Juni 2019 oleh Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda pada Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI. Dalam sambutannya Arifin Madjid Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda pada Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI mengungkapkan kegiatan ini merupakan desain bersama dengan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, BAPPENAS dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Hotel Golden Palace Kota Ambon. Rangkaian pelatihan diawali dengan test urine kepada seluruh peserta oleh BNN Maluku, sebelum dilakukan pembukaan acara secara resmi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Maluku, Samuel E. Huwae mengakui bahwa penyalahgunaan narkoba di Maluku cukup memprihatinkan. Peredaran barang haram yang merusak generasi muda masuk lewat pulau-pulau terluar, terpencil dan terdepan. Ka.Dispora Provinsi Maluku berharap Pelatihan ini bisa mencetak pemuda-pemuda Ambon yang tangguh dan cerdas dan angka pemuda penyalahgunaan narkoba di Maluku menurun.

Kegiatan ini diikuti 200 pemuda yang berasal dari lima Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku. Yaitu Kabupaten Buru Selatan, Buru, Kota Ambon, Seram Bagian Barat, dan Maluku Tengah.
Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari sampai tanggal 21 Juni 2019. Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba diisi dengan berbagai pembekalan materi sebelum mereka dikukuhkan jadi Kader Inti Pemuda Anti Narkoba.

Maluku sebenarnya cukup mendesak digelar Pelatihan ini karena termasuk 10 besar provinsi yang rawan penyalahgunaan narkoba oleh karena itu Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora RI Arifin Madjid berharap dapat mencetak kader-kader muda Maluku untuk dapat menjadi Agen Perubahan dalam pencegahan peredaran dan penggunaan Narkoba. (**)

(sumber : http://dispora-maluku.com/2019/06/27/pelatihan-kader-pemuda-anti-narkoba-di-maluku)

 



HUMAS,- Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno mengajak semua pihak terutama para guru untuk bekerjasama dan terus berjuang menghadirkan pendidikan berkualitas di Maluku.
Hal tersebut disampaikan Orno ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala SMA/SMK Se-Provinsi Maluku Tahun 2019 di Baileo Siwalima, Selasa (25/6).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Saleh Thio, Pejabat Eselon III dan IV Lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Se-Provinsi Maluku, Kepala SMA dan SMK Se-Provinsi Maluku.
 
Menurutnya, tantangan pendidikan yang semakin kompleks saat ini, sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga membutuhkan keseriusan, keuletan, semangat dan motivasi yang kuat dari seluruh stakeholder pendidikan di Maluku bagi kemajuan pendidikan di daerah ini.

Ia lantas, mengutip kata-kata motivasi dari tokoh dunia, Nelson Mandela. Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan, sebab pendidikan selalu akan digunakan dalam  menjalani kehidupan.  Bahkan diibaratkan, pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia.

“Memaknai semangat tersebut, saya dengan bapak gubernur dalam visi dan misi kami, menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai fokus utama dalam membangun Maluku kedepan. Dan Misi yang Kedua kami adalah “Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Murah dan Terjangkau,” kata Orno.

Untuk itu, papar Orno, tidak dipungkiri, bahwa dalam memajukan dunia pendidikan di daerah Maluku yang memiliki karakteristik kepulauan, tidak terlepas dari tantangan-tantangan. Tantangan tersebut diantaranya, masih banyak kekurangan PNS Guru disemua jenjang pendidikan, banyak sekolah di desa-desa terpencil memiliki guru PNS yang terbatas serta masih banyak sekolah di Maluku yang belum memiliki perpustakaan sekolah, laboratorium, ruang praktek siswa, peralatan praktek, media pembelajaran serta buku-buku penunjang di perpustakaan sekolah.

“Rakor yang dilaksanakan ini, hendaknya dimaknai juga sebagai wadah berbagi sukses story di antara para kepala sekolah di daerah ini dan menjadi sukses bersama, sehingga harapan sebagaimana motto SMA dan SMK “Maju Bersama, Hebat Semua, dan SMK Bisa, SMK Hebat”, dapat terwujud,” harap Orno.

Selain itu, Orno berharap, Kepala Sekolah, harus benar-benar memahami tugas pokoknya, sebagaimana diatur dalam Permendikbud nomor 15 tahun 2018 yaitu sebagai manajer, entrepreneurship dan supervisor.  

“Tugas ini harus dijiwai dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan pendidikan di masing-masing sekolah,” tandas Orno  (**)



HUMAS,- Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail berharap kedepan, warga dunia bisa lebih mengenal dan menikmati berbagai suguhan seni budaya yang ada di daerah bertajuk seribu pulau ini.  Hal tersebut dikarenakan, daerah yang bertajuk seribu pulau ini memiliki keanekaragaman seni dan budaya yang unik dan beragam.
 
Diperlukan pemikiran dan pengkajian berbagai pola pelaksanaan kegiatan seni budaya yang lebih inovatif, yang tentunya diselaraskan dengan perkembangan teknologi, komunikasi digital (internet), sehingga dimasa mendatang semua warga dunia bisa mengenal dan menikmati sajian seni budaya Maluku yang kaya ini,’’ demikian harapan tersebut disampaikan gubernur saat membuka secara resmi kegiatan Pentas Budaya Maluku Tahun 2019, di Taman Budaya, Karang Pannjang, Senin malam (24/6).

Untuk itu, dirinya menyampaikan apresiasi kepada Taman Budaya Maluku yang secara konsisten dan kontinyu menggagas dan menyelenggarakan kegiatan dimaksud.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan terima kasih, karena kegiatan ini sebagai bagian dari upaya kita semua untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Maluku,” ujar gubernur.

Menurutnya, masyarakat Maluku patut berbagga, karena selain merupakah sebuah Provinsi Kepulauan yang besar di Indonesia, daerah ini, kaya dengan aneka seni, dan budaya yang sangat unik dan beragam.

“Hal ini merupakan konsekwensi dari posisi Maluku sebagai wilayah perjumpaan berbagai identitas suku, ras dan agama sejak dahulu kala, sehingga seni budaya Maluku yang kita warisi saat ini, merupakan simbol dari pluralitas budaya yang telah menciptakan karakter masyarakat Maluku dari masa ke masa.” kata gubernur.

Dirinya berharap, kegiatan Pentas Seni Budaya ini, harus mampu mendorong transformasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, untuk kehidupan yang semakin baik di Maluku. Terutama bagi generasi muda dan kaum milenial, agar semakin mencintai seni budaya lokalnya, dan tidak mudah terpengaruh kedalam budaya asing, yang terkadang kontradiksi dengan nilai-nilai dan kultur masyarakat Maluku.

Dengan begitu, lanjut gubernur, akan terbentuk generasi muda Maluku yang berkarakter, dan memiliki kepribadian yang terpuji.

Berkaitan dengan upaya tersebut, kata gubernur, Pemprov Maluku,  tentu berkomitmen untuk terus memberi perhatian, bagi berbagai program pengembangan seni budaya Maluku.

“Untuk itu, saya mengajak semua pihak, Para Budayawan, Seniman, dan Para Ahli Pengkaji Seni Budaya di Perguruan Tinggi di Maluku untuk saling bekerjasama, mengembangkan seni budaya Maluku kearah yang semakin produktif dan fungsional,’’tandas gubernur.

Turut hadir dalam acara tersebut, Forkopimda, para Pimpinan OPD Lingkup Pemprov Maluku, Pemerhati Budaya Maluku, Kepala Taman Budaya Maluku, Kepsek SMP/SMA se-Kota Ambon (**)

Monday, 17 June 2019 23:55

2021 KKT Tuan Rumah MTQ ke-29



HUMAS,- Pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi ke-28 di Kabupaten Buru,  telah menetapkan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) sebagai Shahibul Bait (tuan dan nyonya rumah) pelaksanaan MTQ ke-29 Tahun 2021 mendatang.

Sebelumnya di dalam pembahasan terdapat 3 kabupaten yang digadang akan menjadi tuan rumah MTQ ke-29 yakni, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Barat Daya dan KKT. Namun dalam musyawarah untuk mencapai kesepakatan, KKT akhirnya terpilih untuk melaksanakan sebuah festifal pemuliaan kitab suci Al’Quran.

Peserta Rakerda dihadiri seluruh Pengurus LPTQ Provinsi Maluku, Ketua dan Sekretaris LPTQ Kabupaten/Kota an Kepala Bagian (Kabag) Agama Setda Kabupaten/Kota.

Gubernur Maluku dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekda Maluku, Hamin bin Thahir mengatakan, pelaksanaan Rakerda LPTQ bertujuan sebagai forum untuk mengevaluasi pelaksanaan MTQ yang sedang berjalan, merumuskan program-program strategis dan forum penetapan kebijakan strategis, salah satunya adalah penetapan tuan rumah pelaksanaan MTQ berikutnya.

Dikatakan, Rakerda LPTQ merupakan momentum yang baik untuk mengevaluasi ulang secara keseluruhan posisi organisasi, dengan memperhatikan keberhasilan dan kekurangan dalam pelaksanaan program kerja yang dilaksanakan selama ini.

“Saya berharap LPTQ dapat melakukan penataan organisasi dan merumuskan langkah-langkah strategis serta program kerja yang bisa dilaksanakan dalam rangka memperkuat dinamika organisasi LPTQ di masa mendatang,” harap gubernur.

Dalam perkembangan ke depan, sebut gubernur, fungsi dan peranan aktual yang diharapkan dari keberadaan LPTQ tidak hanya sekedar memperkuat dan melestarikan apa yang telah ada. Tetapi LPTQ harus mampu melahirkan gagasan-gagasan dan langkah-langkah baru yang signifikan untuk membina dan memajukan berbagai aspek yang terkait dengan per-MTQ-an, seperti sistem dan metode penilaian, kaderisasi hakim, dan sebagainya.

Di samping itu, dalam tataran kemasyarakatan, LPTQ memiliki fungsi dan peran yang penting untuk turut menumbuhkembangkan pendidikan Al-Quran di tengah masyarakat.

“Kerjasama dengan para tuang guru di negeri (kampung), TPA, pesantren, madrasah dan perguruan tinggi harus kita tingkatkan,”ujarnya.

Selain itu, perlu dilakukan riset tentang permasalahan pendidikan Al-Qur’an di Maluku serta perlunya dirumuskan langkah-langkah strategis yang lebih progresif dan transformatif.

“Pada konteks ini, saya meminta kepada para bupati dan walikota se-Maluku serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, untuk mari sama-sama kita beri perhatian terhadap pembangunan sektor keagamaan dalam rangka mewujudkan visi Pemerintah Provinsi Maluku,’’ tandas gubernur.

Sementara itu, Ketua LPTQ Provinsi Maluku, Ismail Usemahu menyampaikan, dalam Rakerda kali ini, LPTQ akan berupaya untuk mendesign suatu model pembinaan LPTQ dan MTQ, baik yang menyangkut dengan managemen pembinaan LPTQ maupun pola pembinaan Qori dan Qoriah MTQ.

Untuk itu, kata Usemahu, LPTQ telah mengundang Narasumber seperti Rektor IAIN Ambon, Hasbollah Toisuta, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, Fesal Musaad dan PLT Kepala Bappeda Provinsi Maluku,
"Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami mengundang Rektor IAIN Ambon sebagai salah satu pemateri yang diharapkan mampu memberikan masukan, saran, pendapat terkait dengan design pola managemen LPTQ. Sedangkan untuk pembinaan MTQ, kami harapkan Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku dapat memberikan saran dan masukan terutama yang menyangkut dengan peran dan fungsi TPQ, TPA, Taman Pengajian yang merupakan embrio bagi pembinaan peserta MTQ. Begitu juga LPTQ menghadirkan Kepala Bappeda terkait dengan masalah sistim penganggaran LPTQ,”jelas Usemahu.

Lanjut Usemahu, pelaksanaan Rakerda LPTQ ini, didasarkan pada tuntutan dan kebutuhan organisasi, juga merupakan komitmen pengurus untuk begaimana mengembangkan kemampuan baca, tulis, menghafal dan memaknai isi kandungan Al’Quran dalam rangka meningkatkan prestasi Qori dan Qoriah MTQ di Provinsi Maluku.

“Semangat inilah yang mendorong LPTQ Provinsi Maluku sebagai mitra pemerintah untuk selalu berjalan seiring dengan dinamika yang dihadapi saat ini, sehingga ada sinergitas yang berdampak pada upaya pembangunan di bidang keagamaan khusus pembinaan dan pengembangan MTQ,” tandas Usemahu (**)



HUMAS,- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019 resmi dibuka di alun-alun Bupolo, Kota Namlea, Kabupaten Buru, Jumat (14/6) malam.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku, Irjen. Pol (Purn) Murad Ismail.
 
MTQ akan berlangsung hingga 21 Juni mendatang dan diikuti sebanyak 885 peserta dari 11 kabuoatrn/kota.

Pembukaan MTQ diawali dengan defile kontingen peserta dari tiap-tiap kabupaten dan kota yang ada di Maluku yang dilanjutkan dengan pemukulan beduq okeh gubernur Maluku dan turut mendampingi Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, Fesal Musaad, Bupati Buru, Ramli Umasugi, Ketua LPTQ Maluku, Ismail Usemahu, Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo.

Dalam sambutannya, gubernur mengatakan, pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti MTQ atau Seleksi Tilawatul Qur’an (STQ) mempunyai posisi yang sangat vital dan strategis dalam rangka pembangunan mental spiritual atau akhlak bangsa.  

Hal ini dikarenakan, agama dengan kitab sucinya merupakan sumber pengetahuan dan nilai yang mengajarkan tentang mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang sejati dan mana yang palsu serta mana yang pantas dan mana yang tak pantas.

Untuk itu, dirinya mengajak, melalui kegiatan MTQ agar dijadikan sebagai ajang untuk berefleksi, ber-dzikir, dan bertafakkur untuk pembangunan akhlak dan peradaban bangsa ini.

“Kita jangan hanya terjebak pada serimonial kegiatan saja, tetapi sejatinya kita harus berlomba atau ber-musabaqah untuk punya kualitas yang terbaik. Bukan hanya dalam arena MTQ ini, tetapi juga ber-musabaqah atau berlomba dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi yang terbaik, yaitu: terbaiknya akhlaknya, terbaik SDM-nya, terbaik amal shalehnya, terbaik kesehatannya, dan terbaik kesejahteraannya, sebagaimana tema MTQ XXVIII yaitu: “Implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam Membangun Masyarakat Maluku Yang Relegius, Rukun dan Damai," ujar gubernur.

Dalam konteks tema tersebut, papar gubernur, maka pelaksanaan MTQ sejatinya dapat meninggalkan jejak-jejak peradaban yang ditandai dengan terjadinya perubahan pola pikir, kebiasaan atau pola hidup, dan karakter, yaitu dari pemikiran yang sempit kepada pemikiran yang terbuka dan maju, dari pola hidup kekerasan kepada kehidupan yang lebih rukun dan damai.

Lanjutnya, dari pola hidup yang malas, masa bodoh, tidak teratur, dan suka merusak kepada kehidupan yang lebih disiplin, lebih peduli, teratur (KALESANG), dan PRO-KEHIDUPAN.
Dari kehidupan yang otoriter dan individualis kepada kehidupan yang lebih demokratis dan bersahabat, dari keterbelakangan dan kemiskinan kepada kehidupan yang maju dan sejahtera, dan dari kebodohan menjadi masyarakat yang cerdas dan berdaya saing tinggi.

Dirinya berharap, dengan kemuliaan dan kemukjizatan Al’Qur’an yang dibacakan dengan alunan suara yang indah, ditulis dengan karya seni yang tinggi, ditafsirkan dengan nalar yang tinggi, kebeningan jiwa dan kelapangan hati, pada MTQ ini, akan dapat melahirkan generasi Qur’ani, yaitu generasi yang punya kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial, dan kecerdasan spiritual, sebagai modal sosial untuk membangun daerah sesuai visi Pembangunan Maluku.

 “Untuk itu, marilah Pemda di Kabupaten-Kota serta Kanwil Kemenag dan jajaranya sebagai ujung tombak kita beri porsi anggaran pembinaan yang pantas. Tingkatkan kualitas pembinaan yang lebih profesional dan bermutu.,’’harap gubernur.

Gubernur juga mengingatkan Dewan Hakim untuk bekerja dengan profesional dan obyektif dalam melaksanakan tugas.

“Terhadap para ketua dan anggota dewan hakim, di pundak kalianlah kita bisa mendapatkan bibit-bibit terbaik untuk menjadi duta daerah ini. Untuk itu, jadilah dewan hakim yang profesional, adil, jujur, dan bertanggung jawab,” tandas gubernur.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksanaan MTQ XXVIII, Junaidi Rupelu dalam laporannya, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti MTQ sebanyak 885 dari 11 kabupaten/kota,  dengan peserta terlengkap dari kabupaten Seram Bagian Barat, peserta terbanyak dari Kabupaten Buru, sedangkan peserta cukup dan belum bercita cita menjadi juara umum tetapi memiliki optimisme besar untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi Maluku tahun 2021 adalah kabupaten MBD dan Kabupaten Kepualaun Tanimbar.

Jelasnya, ada sembilan mata lomba dalam MTQ ke-XXVIII, diantaranya adalah,  Tilawah Al' Quran,  Tafsir Al' Qur'an,  Hifz Al'Quran, Fahm Al'Quran,  Karya Tulis Ilmiah Al'quran, Debat Ilmiah Kandungan Al'quran dalam bahasa Arab, Karya Ilmiah Al'Quran dalam bahasa Inggris.

Dirinya berharap, MTQ. yang berlangsung di bumi bupolo dapat memasyarakatkan Al'Quran melalui peningkatan pemahaman, pendalaman dan pengamalan isi kandungan Al'Quran dalam kehidupan sehari hari, serta meningkatkan keimanan dan ketakawaan kepada Allah SWT, khususnya dikalangan generasi muda.(**)



HUMAS,- Gubernur Maluku, Irjen. Pol (Purn) Drs. Murad Ismail melantik Dewan Hakim dan Panitera Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Maluku ke- 28 di Kabupaten Buru.Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Bupati Buru, Jumat (14/6).

Dewan Hakim yang dilantik diketuai R.R. Hassannusi dengan jumlah anggota sebanyak 40 orang dan anggota panitera sebanyak 12 orang.

Mereka yang dilantik itu disumpah agar profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Karena itu, tugas mulia yang diemban dewan hakim ini,  harus dijalankan secara profesional dengan penilaian yang jujur dan obyektif, apalagi yang dimusabaqahkan adalah Kalamullah yang Suci,’’ tegas gubernur.

Dengan penilaian yang jujur dan obyektif, sebut gubernur, akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas peserta MTQ.

Sebaliknya penilaian yang tidak jujur dan tidak obyektif akan merusak kualitas peserta MTQ, bahkan dapat menimbulkan perpecahan atau fitnah di antara sesama kafilah.

“Keputusan Dewan Hakim tidak dapat digugat,  karena itu konsekuensi logisnya dewan hakim dan panitera harus cermat,  jujur, adil, dan objektif dalam menilai. Dewan Hakim dan Panitera, harus independen dan bebas dari segala macam pengaruh, kepentingan, dan godaan untuk berpihak dan tidak berlaku tidak jujur kepada siapapun,” tegas gubernur lagi.

Untuk itu, dirinya berharap, agar Dewan Hakim untuk selalu konsisten berpegang pada pedoman perhakiman, dan mengesampingkan segala faktor yang dapat mempengaruhi kemurnian penilaian.
 
Dalam konteks ini, jelasnya, kode etik Dewan Hakim dan Panitera tidak membenarkan untuk menerima sesuatu pemberian atau apa pun juga.

“Kualitas pelaksanaan MTQ dan STQ dari tahun ke tahun semakin berkembang dan kompetitif di semua aspeknya. Untuk itu, seluruh LPTQ Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota untuk terus melakukan terobosan peningkatan kapasitas seluruh komponen, mulai dari peserta, pelatih, dewan hakim, serta sistem penilaian. Saya yakin dengan upaya-upaya tersebut, kita dapat berprestasi secara lebih baik, di tingkat nasional maupun internasional,” tandas gubernur

Turut hadir dalam acara pelantikan, Wakil gubenur Maluku, Barnabas Orno dan ibu Beatrix Orno, Sekda Maluku, Hamin bin Thahir beserta ibu, pimpinan SKPD lingkuo pemprov dan kabupaten Buru, Sekda Buru, Ahmad Assagaf, Ketua LPTQ Maluku, Ismail Usemahu, tokoh agama dan tokoh masyarakat(**)



AMBON,- Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail berharap tradisi pukul sapu lidi di Negeri Mamala dan Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, hendaknya dapat dipertahankan, dikembangkan dan dikemas menjadi atraksi budaya yang berkualitas.

“Peningkatan kualitas atraksi tersebut, diharapkan akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Maluku, yang tentunya akan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Murad, dalam sambutan tertulisnya, yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Hamin Bin Thahir pada Acara Adat Atraksi Pukul Sapu dalam Perayaan 7 Syawal 1440 Hijriah di Negeri Mamala, Rabu (12/6/2019).

Karena itu, gubernur berharap Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku, beserta seluruh pemangku kepentingan, agar dapat mewujudkan atraksi pukul sapu lidi ini sebagai atraksi budaya unggulan di Provinsi Maluku.

Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, kata gubernur memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan atraksi Pukul Sapu, yang biasa digelar 7 (tujuh) hari setelah Hari Raya Idul Fitri atau disebut juga Perayaan 7 (tujuh) Syawal.
“Moment kultural ini merupakan pagelaran budaya yang ditunggu oleh para wisatawan, baik lokal maupun manca negara, bahkan sudah menjadi salah satu ikon pariwisata daerah Maluku,” ungkapnya.

Menurutnya, atraksi Pukul Sapu Lidi merupakan atraksi budaya yang sangat unik dan menjadi tradisi masyarakat Negeri Mamala setiap tahunnya.



Tradisi pukul sapu lidi, disebutnya, merupakan manifestasi dari perjuangan para leluhur, diantaranya Kapitan Tulukabessy yang berjuang dengan gagah berani untuk mempertahankan tanah tumpah darah dan melepaskan diri dari belenggu kaum penjajah.

Dikatakan, kisah perjuangan dan pengorbanan Kapitan Tulukabessy tersebut mengajarkan kepada kita bahwa sejatinya seorang pejuang rela mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk bangsanya, dan mementingkan kepentingan masyarakat diatas kepentingan diri sendiri dan kelompoknya, serta berjiwa besar dan menjadi figur pemersatu dalam masyarakat.

“Inilah sesungguhnya, semangat dan jati diri anak Maluku yang harus dipertahankan dan dikembangkan, mengingat dewasa ini terjadi telah pergeseran pola hidup masyarakat, dari pola hidup yang sosialis religius, egaliter dan hormat kepada nilai-nilai kearifan lokal, menjadi masyarakat liberal, sekuler, individualis dan kapitalis. Bahkan, semangat “etno-nasionalisme” semakin menguat yang menyebabkan sering terjadi perkelahian antar kelompok, terutama antar negeri di Maluku,” jelas gubernur.

Masih kata gubernur, semangat atraksi Pukul Sapu Lidi dengan melibatkan generasi muda Negeri Mamala hendaknya menjadi sumber inspirasi dalam membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat Maluku untuk bersatu, serta merawat kerukunan hidup orang basudara.

“Saya yakin dan percaya, dengan semangat membangun negeri raja-raja, berdasarkan semangat siwalima, Pela dan Gandong dan sebagainya, kita bersama-sama dapat mewujudkan hal tersebut,” tandas gubernur.
Turut hadir dalam acara tersebut Ibu Widya Murad Ismail, Firkopimda Maluku, Tokoh masyatakat, tokoh adat.(**)

 

 

 

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)



AMBON,- Gubernur Maluku. Irjen. Pol. Drs. Murad Ismail mengingatkan para pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku untuk senantiasa meningkatkan kepekaan sosial dengan lebih bekerja keras sehingga kemiskinan di daerah ini segera diturunkan, serta kesejahteraan dapat ditingkatkan.

Hal ini disampaikan gubernur pada acara Buka Puasa bersama Jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, Rabu (22/5) di kediaman gubernur,  Mangga Dua.

Dikatakan, sebagai aparatur negara ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain, pertama, harus bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat saat mereka membutuhkan pelayanan.

“Rasa peduli dan rasa memiliki kepada masyarakat itu, harus selalu ada dalam lubuk hati yang paling dalam. Hal ini, perlu saya tegaskan kepada saudara-saudara karena kita ada untuk melayani dan bukan untuk dilayani,” tegasnya.

Kedua, sebagai Aparatur Sipil Negara, memiliki disiplin yang tinggi dalam melaksanakan tugas dibarengi dengan dedikasi dan loyalitas,  karena hanya dengan demikian semua tanggungjawab yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Ketiga, untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di Provinsi Maluku, maka harus memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat termasuk masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, sehingga mempermudah dalam proses perencanaan pembangunan di berbagai sektor yang hasilnya dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Maluku.

Keempat, hindari tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat apalagi merugikan Pemerintah Daerah. Tetap bekerja secara profesional dalam tugas dan fungsi masing-masing dengan terus membangun kebersamaan dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Olehnya itu, melalui buka puasa bersama ini, saya kita semua untuk berlomba-lomba dalam kebajikan (fastabiqul khairat), dengan memperkuat kekompakan kerja sama dan bersama-sama mewujudkan visi Pemerintah Provinsi Maluku yaitu “Maluku Yang Terkelola Secara Jujur, Bersih, dan Melayani, Terjamin dalam Kesejahteraan dan Berdaulat atas Gugusan Kepulauan,”tandas gubernur.
Hadir dalam acara buka puasa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Maluku,  para Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. (**)


Ambon,- Ibu gubernur Maluku, Ny.Widya Murad Ismail bersama ibu-ibuTim Penggerak PKK, Jumat sore (24/5) membagi-bagikan takjil (makanan untuk berbuka puasa)  kepada masyarakat. Bagi-bagi takjil ini, tak lain sebagai bentuk kepedulian serta berbagi kepada sesama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Kegiatan bagi-bagi takjil dilakukan di pangkalan ojek depan Pelabuhan Yos Sudarso. Ratusan dos takjil berisi makanan dan minuman pun diberikan kepada setiap masyarakat yang melintas.

 Masyarakat sangat antusias dan senang menerima pemberian takjil tersebut. Mereka pun menyalami istri gubernur Maluku, Irjen. Pol.Drs. Murad Ismail tersebut secara bergantian

"Terima kasih ibu sudah berikan kami berkah makanan berbuka puasa," kata salah satu warga yang menerima takjil

Tak berapa lama, satu persatu takjil yang sudah dipersiapkan tersebut habis tak tersisa. (**)


PPID-Pembantu Dispora Provinsi Maluku, Dalam rangka mempersiapkan pasukan pengibar bendera pusaka di Istana Negara pada perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, 17 Agustus nanti, maka telah dilaksanakan seleksi Paskibraka pada 2 - 4 mei 2019 untuk tingkat Provinsi Maluku 17 orang putri dan 21 orang putra yang berasal dari 11 Kabupaten/ Kota se Maluku yang bertempat di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku pada 2 - 4 Mei 2019. 1 pasang (1 putra dan 1 putri ) yang lolos seleksi adalah Nanda Afifa Rahmad (Siswi SMA N 11 Ambon) dan Murex Jackson Sahetapy ( Siswa SMA N 5 Ambon) 1 pasang siswa siswi ini yang akan diberangkatkan ke Jakarta nantinya untuk mengikuti pelatihan di pusat.

#Seleksipaskibra2019 
#PaskibrakaNasional
#PaskibraMaluku
#paskibra

 

 

 

 

(sumber : https://www.instagram.com/p/BxrEMHHBzDR/?igshid=m0qi7ukivg2r )

 

Page 2 of 56

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

GPR

 
Top