Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

SERAM BAGIAN BARAT

MENGENAL SERAM BAGIAN BARAT

 

Aspek Geografi

 

PETA

kabupaten Seram Bagian Barat merupakan bagian dari Provinsi  dengan luas wilayah 84.181 kilometer persegi atau sekitar 11,82 persen dari total luas wilayah Provinsi Maluku. Secara geografis Kabupaten terletak di 2,550 Lintang Selatan sampai 03,30 0 Lintang Selatan dan 127 0 Bujur Timur sampai 55 0  Bujur Timur.

Jumlah dan Luas Wilayah dan Kondisi Desa dan Dusun di Kabupaten Seram Bagian Barat

No Kecamatan Ibukota Kecamatan Jumlah Luas Wilayah Kondisi
Desa Dusun
1 Kairatu Kairatu 7 8 1.811.60 Pesisir
2 Kairatu Barat Kamal 5 Pesisir
3 Amalatu Latu 7 2 Pesisir
4 Inamosol Hunitetu 6 6 Pegunungan
5 Elpaputih Elpaputih 7 3 Pesisir & Pengunungan
6 Seram Barat Piru 7 20 879.92 Pesisir & Pegunungan
7 Huamual Luhu 5 31 Pesisir
8 Taniwel Taniwel 19 3 1.915.12 Pesisir & Pegunungan
9 Taniwel Timur Uweng Pantai 15 Pesisir
10 Waesala Waesala 7 26 569.36 Pesisir
11 Kepulauan Manipa Tomalehu Timur 7 13 Pesisir
  Jumlah   92 112 5.176.00  

Secara administratif di sebelah Utara berbatasan dengan Seram, di sebelah Selatan berdampingan dengan Kabupaten Maluku Barat Daya, di sebelah Timur bersebelahan dengan Kabupaten Maluku Tengah, dan di sebelah Barat  bertetangga dengan Kabupaten Buru Pemekaran kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 s/d 10 tahun 2010 tentang Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Secara topografi wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki kondisi alam, pada umumnya merupakan daerah dataran (Plain), berbukit (hylly) dan bergunung (mounyaneous). Kemiringan lereng berada pada berbagai kelas yaitu datar (0-3%), landai/berombak (3-8%), bergelombang (8-15%), agak curam (16-30%), curam (31-50%), dan sangat curam/bergunung (˃50%).

Secara klimatologi Kabupaten Seram Bagian Barat  Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki ilkim Laut Tropis dan Iklim Musiman. Temperatur udara rata-rata 26,4oC, temperature maksimum rata-rata 31,4oC dan temperature minimum rata-rata 22,oC. Jumlah curah hujan rata-rata 198 mm dengan nilai tertinggi terjadi pada bulan Juli yaitu 508 mm dan terendah pada bulan Februari yaitu 48 mm, sedangkan jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober yaitu 24 hari dan yang sedikit pada bulan Februari yaitu 3 hari. Intensitas penyinaran rata-rata sebesar 58 %, yang tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu sebelas 74% dan yang tersedikit terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 39%. Kelembaban udara rata-rata sebesar 86% dan tekanan udara rata-rata sebesar 1011,9 (mlb). Kecepatan angin rata-rata 3 knot dengan arah angin terbanyak dari arah tenggara, sedangkan kecepatan angin terbesar terjadi pada bulan Juli sebesar 19 knot dari arah barat

Aspek Demografi

Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat sampai akhir tahun 2014 sebanyak 180.256 jiwa. Pertumbuhan penduduk pada tahun 2014 mengalami pergerakan melambat, dari 0,50 pada tahun 2013 menjadi 0,01 pada tahun 2014.

Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun  2010 – 2014

Tahun Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk
1 2 3
2010 173 222
2011 178 020 2.77
2012 180 398 1.34
2013 179 781 0.5
2014 180 256 0.01

Luas wilayah dan jumlah penduduk menurut kecamatan tahun 2014

Kecamatan  Luas  Penduduk Kepadatan
Km2 % Jiwa %
1 2 3 4 5 6
Kairatu 329,65 4,74 24190 13,42 73
Kairatu Barat 132,25 1,90 13680 7,59 103
Amalatu 665,35 9,58 11425 6,34 17
Inamosol 504,61 7,26 5527 3,07 11
Elpaputih 1.165,74 16,78 5108 2.83 4
Seram Barat 503,33 7,24 28420 15,77 56
Huamual 1.162,99 16,74 40909 22,69 35
Waesala 409,65 5,90 26732 14,83 65
Kep. Manipa 159,71 2,30 6046 3,35 37
Taniwel 1.181,32 17,00 12626 7,00 11
Taniwel Timur 733,80 10,56 5593 3,10 8
Seram Bagian Barat 6.948,40 100 180256 100 26

Aspek Kesejahtraan Masyarakat (ekonomi)

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Seram Bagian Barat pada tahun 2014 lebih tinggi dibandingkan tahun 2013. Laju pertumbauhan PDRB Seram Bagian Barat tahun 2014 mencapai 6,16 persen, sedangkan tahun 2013 sebesar 4,55 persen. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku 2013 adalah 1.783 triliun rupiah dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 2.024 triliun rupiah.

Data pertumbuhan PDRB.

Laju Pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku dan harga konstan (persen) tahun 2010 – 2014 Kabupaten Seram Bagian Barat.

No   2011 2012 2013 2014
    Hb Hk Hb Hk Hb Hk Hb Hk
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 11,00 3,25 12,40 4,52 12,84 3,34 11,91 6,14
2 Pertambangan dan Penggalian 18,00 9,42 15,75 9,58 11,80 4,37 21,40 8,51
3 Industri Pengolahan 13,95 5,13 12,44 5,74 12,13 4,55 13,99 8,03
4 Pengadaan Listrik dan Gas (3,70) 7,77 5,79 8,59 (6,57) 3,12 38,75 31,85
5 Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 9,16 4,14 6,01 2,49 4,93 2,45 4,69 2,39
6 Kontruksi 22,10 9,43 15,90 5,03 17,40 8,02 16,45 6,70
7 Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 14,68 8,65 15,94 9,60 12,85 5,72 9,63 4,14
8 Transportasi dan Pergudangan 9,63 6,18 8,99 6,87 16,33 6,00 16,00 8,25
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan minum 11,82 3,64 18,35 8,94 14,83 6,55 10,93 4,89
10 Informasi dan Komunikasi 7,90 7,71 6,55 6,35 10,30 7,67 16,00 8,59
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 30,54 22,98 18,98 8,37 16,32 11,19 15,63 9,97
12 Real Estat 11,13 3,88 13,69 6,72 8,57 2,64 11,53 6,94
13 Jasa Perusahaan 8,60 4,58 13,97 8,29 12,64 7,14 15,05 8,86
14 Adm. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 24,99 7,98 20,21 9,08 12,19 4,23 15,80 5,30
15 Jasa Pendidikan 9,31 1,69 15,10 6,76 12,12 6,18 19,64 9,60
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 14,94 5,07 16,87 9,60 8,57 0,03 8,74 2,19
17 Jasa Lainnya 8,94 0,83 6,42 1,08 13,59 0,92 10,58 4,74
  PDRB 15,36 5,87 14,65 6,39 13,12 4,55 13,52 6,16

 

PDRB Perkapita menurut lapangan usaha Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun (Juta Rp) 2010 – 2014

Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013 2014
1 2 3 4 5 6
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 2,38 2,63 2,86 3,16 3,54
Pertambangan dan Penggalian 0,06 0,07 0,09 0,11 0,13
Industri Pengolahan 0,34 0,36 0,40 0,45 0,50
Pengadaan Listrik dan Gas 0,004 0,003 0,004 0,004 0,004
Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
Kontruksi 0,34 0,43 0,66 0,81 0,93
Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 0,51 0,57 0,64 0,73 0,84
Transportasi dan Pergudangan 0,24 0,25 0,27 0,30 0,32
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,05 0,05 0,06 0,07 0,08
Informasi dan Komonikasi 0,08 0,09 0,010 0,11 0,11
Jasa Keuangan dan Asuransi 0,13 0,14 0,15 0,19 0,23
Real Estat 0,03 0,03 0,04 0,04 0,05
Jasa Perusahaan 0,02 0,02 0,02 0,02 0,03
Administrasi. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 0,84 1,11 1,22 1,52 1,82
Jasa Pendidikan 0,15 0,18 0,19 0,21 0,24
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,19 0,21 0,24 0,27 0,32
Jasa Lainnya 0,13 0,15 0,16 0,18 0,19

 

ARTI LAMBANG KABUPATEN MALUKU SERAM BAGIAN BARAT


Lambang Daerah Tingkat II Seram Bagian Barat “SAKA MESE NUSA” yang  berarti “JAGA DAN PERTAHANKAN PULAU”.

Pengertian lengkap dari Lambang Daerah “SAKA MESE NUSA” sesuai  Keputusan Bupati Nomor: 001-32-56 Tahun 2005 tanggal 21 April 2005 tentang Penetapan Lambang Kabupaten Seram Bagian Barat adalah sebagai berikut:

  • STRUKTUR DESIGN BENTUK

Logo ini didesign dengan mengambil bentuk perisai sebagai wadah yang memuat instrumen sebagai berikut:

  1. Nama Kabupaten Seram Bagian Barat;
  2. Bidang warna kuning  biru di atas warna dasar  merah dengan dilingkari warna  hitam pada bagian tepinya;
  3. Padi dan kapas yang bersilang pada bagian tangkainya yang diikat dengan tiga simpul tali;
  4. Tiga buah gunung dengan dasar warna hijau;
  5. Satu buah bintang tepat diatas gunung;
  6. Parang dan Tombak;
  7. Pita yang bertuliskan “SAKA MESE NUSA”.
  • KOMPOSISI DAN MAKNA WARNA

Logo ini memiliki komposisi dan makna warna sebagai berikut:

  1. Warna Merah sebagai warna dasar bermakna keberanian yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
  2. Warna Putih mengandung makna kesucian dan keluhuran jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  3. Warna Hitam mengandung makna kekuatan adat istiadat sebagai bagian dari budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  4. Warna Kuning mengandung makna kemakmuran  dan kebebasan jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dan juga alamnya.
  5. Warna Biru mengandung makna kedalaman cinta seluruh relasi Kabupaten Seram Bagian Barat baik dalam relasi sosial budaya maupun terhadap lainnya.
  6. Warna Hijau melambangkan kesuburan dan kehidupan yang menuju kepada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  • FILOSOFI LOGO
  1. Bentuk Perisai mengandung makna filosofi perjuangan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Bangsa Indonesia untuk membentuk kabupaten-kabupaten baru (termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat) sebagai bukti upaya nasional untuk mendorong percepatan pencapaian tujuan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Tulisan Kabupaten Seram Bagian Barat dengan warna putih di atas warna dasar merah ecara filosofi bermakna adanya keberanian dari seluruh masyarakat Maluku khususnya asyarakat Seram Bagian Barat untuk membentuk suatu pemerintahan pada tingkat kabupaten dimana hal tersebut telah diperjuangkan secara berjenjang, terstruktur, dan pada akhirnya endapatkan legitimasi dengan Undang-undang No.  40 Tahun 2003.
  3. Lambang bintang tepat di atas gunung mengandung filosofi religius yang sangat dalam bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah meridhoi pembentukan Seram Bagian Barat sehingga akan menyejahterakan  seluruh masyarakat dan bangsa yang berdiam didalamnya.
  4. Tiga buah gunung dalam satu pulau di atas laut mengandung filosofi budaya Maluku yang sangat kuat melekat dengan masyarakat pendukungnya sehingga secara strategis konsep pembangunan dibangun dalam pendekatan LOU NUSA LOU HATA. Tiga buah gunung juga melambangkan pendekatan sejarah budaya Tiga Batang Air ETI, TALA, dan SAPALEWA. Bahwa tidak dilukiskannya pancaran air, hal tersebut didasari pada konsep pikir bahwa pada gunung itulah terkandung mata air yang memancar menjad tiga aliran di atas.
  5. Secara filosofi bidang kuning menggambarkan kemakmuran yang akan dicapai oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  6. Bidang biru melambangkan potensi sumber daya laut yang dimiliki oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  7. Padi dan kapas mengandung filosofi kesejahteraan sosial  yang akan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jumlah 18 pada padi dan 11 pada kapas, melambangkan tanggal 18 November 2003 saat Kabupaten Seram Bagian Barat  ditetapkan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2003.
  8. Parang dan tombak mengandung filosofi pertahanan rakyat secara tradisional untuk menjaga keutuhan wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat. Konsep menjaga yang dimaksud tidak diartikan secara fisik dan atau tidak diarahkan kepada anarkisme tetapi konsep pertahanan  dalam bentuk pendekatan pemikiran yang terstruktur dalam dimensi hukum yang memiliki kepastian.
  9. Tiga ikatan tali pada tangkai padi dan kapas mengandung makna filosofi sejarah budaya Tiga Batang Air dan adat istiadat masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  10. Pita dengan tulisan SAKA MESE NUSA secara filosofi memiliki makna kesetiaan untuk menjaga pulau/Kabupaten Seram Bagian Barat.
  11. Moto SAKA MESE NUSA mengandung pengertian yang sangat dalam. Sebuah semboyan yang sudah ada sejak zaman datuk-datuk, yaitu suatu himbauan dan dapat juga dikatakan panggilan kepada siapa saja yang berada dalam wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai satu kesatuan teritorial pada Pulau Seram/Nusa Ina untuk menjaga dan memper-tahankan pulau ini sekuat-kuatnya dengan bertumpu pada kekuatan adat istiadat. SAKA MESE NUSA artinya jaga dan pertahankan pulau ini.

 

VISI DAN MISI

Visi

"TERWUJUDNYA SERAM BAGIAN BARAT YANG AMAN, RELIGIUS, MAJU, DEMOKRATIS, DAN SEJAHTERA"

 

Misi

  • Menciptakan kestabilan daerah dengan kehidupan masyarakat yang aman serta menghargai kemajemukan dan budaya lokal.
  • Mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang religius, saling menghargai, dan toleransi dalam kebersamaan.
  • Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.
  • Meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam penyelengggaraan pemerintahan dan pembangunan.
  • Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab.
  • Mewujudkan kemajuan daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pengelolaan sumberdaya alam yang efektif, dan penyediaan infrastruktur wilayah yang merata dan memadai.

 

 

Admin



Humas,-
Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno,  menghadiri Silaturahmi Daerah (Silatda) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Maluku yang d hadiri Pengurus pusat HIPMI dan seluruh ketua BPC HIPMI kabupaten/kota se-Maluku. Kegiatan dipusatkan di Hotel Santika pada Selasa (16/7) malam.

Pada kesempatan tersebut, wagub meminta agar HIPMI dapat membantu Pemerintah daerah Provinsi maluku untuk bersama-sama membangun Maluku dan ikut menciptakan lapangan kerja di Maluku.

Dikatakan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Maluku di tahun 2019 hanya sebesar Rp. 2,8 trilyun. Anggaran tersebut terbagi untuk membiayai pembangunan sebesar Rp. 1,5 trilyun dan untuk membiayai aparatur dan lain-lain sebesar Rp 1 trilyun.  

“Bayangkan saja anggaran 2,8 trilyun untuk 11 kabupaten/kota,” kata wagub.

Padahal, kata mantan Bupati MBD ini, secara nasional untuk produksi ikan Maluku termasuk penyumbang tebesar.

“Dari 100 persen, 26 sampai dengan 30 persen itu dari Maluku,” ungkap wagub.

Untuk itu dirinya berharap, HIPMI bisa memperjuangkan Maluku kedepan.  

“Mesti HIPMI ikut memperjuangkan ini. HIPMI ini kan anak-anak milenial. Kalau Indonesia itu majukan HIPMI, maka dimana-mana kebanjiran pekerjaan. Kalau tidak kebanjiran pekerjaan, bagaimana kalau HIPMI mestinya ciptakan lapangan kerja,”tandas wagub (**)

Wednesday, 17 July 2019 01:04

Seminar Solusi Belanja Cerdas Tanpa Was-Was

 

 

Ambon, infoPublik -  PT Airmas Perkasa (Ayooklik.com) menggelar acara seminar “Solusi Belanja Cerdas Tanpa Was-was”, di Swissbell hotel Ambon, Selasa (16/7/2019).

Seminar ini dibuka langsung oleh Plt. Asisten Bidang Pemerintahan Sekretaris Daerah (setda) Maluku Hen Far Far.

Hen far far dalam sambutan menyampaikan apresiasi kepada Manager Marketing Communication PT. Airmas Perkasa pelaksanaan acara ini sebagai suatu pencerahan dan penyamaan persepsi tentang e-katalog.

Seminar solusi belanja cerdas atau e-katalog merupakan langkah maju yang dikembangkan oleh pemerintah kerjasama dengan penyedia melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP).

Untuk mempermudah proses pengadaan barang/jasa pemerintah, sesuai amanat Peraturan Presiden  No. 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa pemerintah.

“Salah satu kebijakan pengadaan barang/jasa adalah mengembangkan e-market place pengadaan barang/jasa melalui metode pemilihan e-purchasing yaitu pengadaan dengan mekanisme e-katalog,” tutur Far Far.

Hen mengatakan proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan termasuk e-katalog yang dikembangkan oleh LKPP sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan proses pengadaan secara cepat, tepat dan efisien.

Pengembangan produk e-katalog sesuai dengan kebutuhan daerah serta mendekatkan layanan penyedia dengan penguna di daerah.

Hen Far Far mengharapkan kiranya kegiatan ini dapat terlaksan dengan baik sehingga bermanfaat bagi pelaksaan e-katalog kedepan dan proses pengadaan semakin efisien, cepat dan tepat.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Kepala Biro Administrasi Pembagunan Setda Maluku, para pejabat pembuat komitmen, pejabat pelaksana teknis kegiatan dan pejabat pengadaan lingkup pemerintah provinsi maluku, serta para kepala unit kerja pengadaan barang/jasa LPSE kabupaten/kota. (vpa/mcmaluku/toeb)

(sumber : http://infopublik.id/kategori/nusantara/359968/seminar-solusi-belanja-cerdas-tanpa-was-was )

 

Ambon, InfoPublik - Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Sekertaris Daerah (Setda) Maluku Rony Taeras mengapresiasi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia(RRI) Ambon sudah turut berperan aktif menyebarluaskan program-program  Pemerintah Provinsi Maluku.

"Selain itu juga mampu memberikan informasi yang berimbang, dapat menciptakan masyarakat yang cerdas dan kritis akan informasi sehingga menjadikan LPP RRI sebagai pilihan masyarakat pendengar,"ujar Rony Taeras saat menghadiri acara Serah Terima Jabatan Kepala LPP RRI Ambon, dari Suryono kepada Jodi Purgito di aula RRI Ambon, Senin(15/7/2019). 

Rony berharap bahwa kerjasama yang selama ini terjalin terjalin dengan baik terutama dalam memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakata agar terus dipertahankan dan lebih ditingkatkan.

Pada kesempatan tersebut Rony mewakili Gubernur Maluku, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Suryono yang selama ini telah memberi arti dan warna positif tarhadap eksistensi LPP RRI Ambon, dan mengucapkan selamat kepada Jodi Purgito yang menerima tongkat estafet kepemimpinan baru senantiasa turut mengawal perkembangan dan pembangunan bangsa di Provinsi Maluku.

Menurut Rony,  RRI sebagai LPP yang independen, netral dan tidak komersial berfungsi memberikan pelayanan siaran informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol sosial serta menjaga citra positif bangsa.

Turut hadir dalam acara tersebut forum koordinasi pimpinan daerah maluku, pimpinan SKPD lingkup pemerintah maluku, dan keluarga besar LPP RRI Ambon. (vpa/mcmaluku/YR)

(sumber : http://infopublik.id/kategori/nusantara/359681/pemprov-maluku-apresiasi-rri-ambon-aktif-menyebarluaskan-program-pemda )


 
AMBON,- Kehidupan keluarga Janes Michael (37 tahun), seorang perajin batako di Ambon, bersama istri, Jacklyn Yacob (30), yang bertahan hidup bersama empat anaknya di bawah gubuk berukuran 3x2,5 meter, menarik perhatian Pemerintah Daerah Provinsi Maluku.
Untuk itu, Pemda siap membangun rumah yang layak dan bantuan Pendidikan kepada anak Janes yang pertama.  

Sebagaimana dikutip dari kumparan.com Janes yang bekerja pada perusahaan kayu terbesar di Maluku yaitu PT. Gema Hutan Lestari di kabupaten Buru, baru setahun menjadi karyawan, dia mengalami kecelakaan berat saat menebang pohon, hingga akhirnya membuat kakinya patah dan mengalami gangguan pada tulang belakang.

Wakil Gubernur Maluku, Barbanas Orno, yang mengetahui kehidupan keluarga yang diketagorikan miskin ini, bertolak dari kantor Gubernur menuju rumah Janes, di Air Besar, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon.



Turut didampinggi, Kepala Dinas Sosial Maluku, Sartono Pining, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Mimi Hudjajanti, Kepala Biro Humas dan Protokol setda Maluku, Muhammad Januaries.  

Perjalanan dari mata jalan air besar, Passo menuju keluarga Janes lumayan jauh, dengan melewati jalan berbecek tanah merah.

Walaupun demikian, tidak menyurutkan niat, Mantan Bupati MBD ini, untuk melihat secara langsung kehidupan keluarga Janes, yang tinggal dibawah atap bocor, dan ditutupi terpal berwarna biru, berdinding pelepah sagu dan papan ini.

Sesampainnya di kediaman mini Janes, Wakil Gubernur berbicang-bincang dengan Janes dan keluarga untuk mengetahui lebih mendalam berbagai kesulitan  yang dihadapi.  

Wakil Gubernur berjanji akan membantu pendidikan anak Janes (Aprilia Michael),  yang saat ini mengecap Pendidikan di Kelas II SD Teologi Kristen Desa Suli, Kecamatan Salahutu yang sempat putus sekolah karena ketidakmampuan untuk membiayai.  Apalagi, harus mengobati sang istri yang mengidap gejala penyakit ginjal.  

Sedangkan untuk lahan tempat tinggal Janes masih menumpang di lahan milik kerabat.

Mendengar jawaban tersebut, Wagub meminta ketua RT setempat untuk menfasilitasi penyediaan lahan, sehingga bisa dilakukan pembangunan yang  layak.



Kepada Wakil Gubernur, Janes juga mengutarakan penghasilan yang didapat selama ini tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

 “Dari kerja batako, jika penjualan lancar, pendapatan juga lancar,”tuturnya.

Untuk itu, Wagub memberikan bantuan uang sebesar Rp.5 juta guna memenuhi kebutuhan Janes dan Keluarga.
 
Selain membantu Pendidikan dan pembangunan rumah layak, Wagub juga berjanji
akan memberikan akses listrik di rumah Janes. (**)

Sunday, 14 July 2019 14:00

The First Pacific Exposition 2019

 

Auckland - New Zealand, Minggu 14 Juli 2019. Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga, H. E. Tantowi Yahya dalam sambutan pembukaan menyampaikan, saya telah menemukan lebih banyak persamaan dan ikatan antara Indonesia dan Pasifik. Pasifik telah lama dikenal karena keindahan alamnya, budaya yang mempesona, dan orang-orang yang ramah, untuk tujuan wisata kelas dunia. Wilayah sebagai paket tujuan wisata tunggal akan membuka peluang untuk membentuk citra Pasifik sebagai kekuatan besar pariwisata baru. Secara geografis terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, Indonesia merupakan pusat potensial untuk produk dan barang dari Pasifik untuk mencapai pasar Asia Tenggara, dan sebaliknya.

Pameran Pasifik adalah acara perdagangan, investasi, dan pariwisata, yang dirancang untuk memfasilitasi negara-negara Pasifik Selatan untuk mempromosikan peluang ekonomi mereka. Acara 4 hari ini bertujuan untuk meningkatkan peluang bisnis dan mengembangkan jaringan untuk komunitas bisnis, pemerintah, dan otoritas pariwisata di Pasifik, juga merupakan langkah pertama menuju penghubung barang dan orang-orang di Pasifik dan Asia Tenggara.

Budaya membantu orang memahami satu sama lain dengan lebih baik dan festival seni telah dianggap sebagai cara terbaik untuk menunjukkan dan mempelajari berbagai nilai dan pengalaman, menghubungkan orang-orang dari Pasifik dan Asia Tenggara, dan menangkap keharmonisan kedua wilayah dari perspektif yang sama sekali baru. Demikian menurut Tantowi Yahya sekaligus sebagai ketua panitia Pacific Exposition 2019 yang adalah pelaksanaan exposition pertama.

Kegiatan Pacific Expo 2019 dibagi dalam Forum Pariwisata pada hari pertama 11 Juli 2019 dalam 3 sesi. Sesi pertama membahas Improving Connectivity Across Tourism Destination dengan 4 panelis Mentri Pariwisata Tuvalu, CEO for Tourism Kemenenteri Pariwisata Tonga, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, dan Direktur Jenderal Pariwisata Kementerian Pariwisata Timor Leste; Pada Sesi  kedua, Developing the Pacific Brand, dengan 3 panelis yakni Chairman of Carnival Australia, Director of Tourism Kementerian Pariwisata dan Budaya Salomon Islands, CEO of Alexander PR Company. Dan yg menarik adalah sesi ketiga, Improving Human Capital in Hospitality Busimess. Persepsi tentang hospitality dikaji dari berbagai aspek untuk memberi kenyamanan sebagai pemikat untuk berkunjung lagi.

Pembukaan Pacific Expo 2019 dilaksanakan pd hari kedua, 12 Juli 2019  disertai pembukaan pameran dan pentas seni budaya. Menteri Luar Negeri dalam sambutan seremoni pembukaan Pacific Exposition 2019 di Sky City Convention Center, Auckland, menyampaikan : Kami, Indonesia, melihat adanya kesamaan tantangan yang juga dialami negara-negara Pasifik. Perubahan iklim dan bencana alam, ketakutan ekonomi karena perubahan tren global yang tak menentu, pendidikan, dan pengembangan manusia. Dalam menghadapi tantangan ini serta ancaman yang akan datang, saya yakinkan bahwa Indonesia adalah teman. Kita satu keluarga. Bersama, kita bisa menghadapi tantangan tersebut dengan membangun hubungan yang menguntungkan kita semua.

Menteri Luar Negeri juga menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi, kata Retno, menegaskan Indonesia akan aktif berkontribusi bagi ketahanan dan kesejahteraan negara-negara Pasifik. Acara dilanjutkan dengan Forum Bisnis & Investasi dalam 2 sesi. Pertemuan yang menghadirkan perwakilan semua negara peserta dibuka dengan sambutan Ketua KADIN.

Selanjutnya pada hari ketiga, diadakan Forum Budaya Pasifik (Pacific Cultural Forum) dengan Keynote Speech Menteri Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan Puan Maharani. Kesamaan budaya rumpun Melanesia - Polinesia dibahas oleh Prof. Herawati Sudoyo, pakar genetika yang adalah peneliti Eijkman Institute & 3 narasumber lainnya dari New Zealand, Cook Islands & New Caledonia.

Sore hari dilanjutkan dengan diskusi khusus tentang pengembangan SDM di bidang industri, energi dan pariwisata.Kegiatan 4 hari yang nyaris tanpa jeda, diselingi pentas budaya dan seni serta memperkenalkan ke 20 negara peserta, didominasi booth milik Indonesia yaitu Papua, Papua Barat, Maluku dan NTT menampilkan informasi visual, brosur tentang keindahan alam dan sumber daya alam yang dimiliki. Booth Kementerian Pariwisata dgn konsep "Wonderful Indonesia" menyajikan informasi secara lengkap destinasi wisata di keempat provinsi dengan even tahunan budaya setempat. Booth BUMN dan swasta dengan produk dan peluang bisnis melengkapi ruang pameran.Pentas budaya dari berbagai negara peserta sangat menarik dikarenakan keaneka-ragaman tarian dan nyanyian yang meriah. Kemiripan dalam irama, alat musik, gerak tari dan pakaian adat cukup menandai adanya kesamaan.

Ketika diminta komentarnya setelah acara penutupan, Duta Besar Indonesia untuk New Zealand, Samoa dan Tonga, H. E. Tantowi Yahya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang sudah berpartisipasi pada Pacific Exposition 2019 dengan harapan, walaupun belum sempurna dlm penyelenggaraan tetapi momen ini sebagai ikhtiar memperkenalkan Provinsi-Provinsi di kawasan Indonesia timur kepada Negara Pasifik agar dengan bakukenal akan terjadi interaksi budaya, interaksi ekonomi, dengan demikian perekonomian akan tumbuh berkembang di kawasan timur Indonesia yang pada ujungnya, rakyatnya sejahtera.
(Frona, Dinas KOMINFO Maluku).

 

Wednesday, 10 July 2019 06:23

Peringatan HANI 2019

 

Ambon - selasa 9/7/2019,  Peringatan Hari Narkotika Internasional (HANI) di Provinsi Maluku yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku, bertempat di Gedung Baileo Siwalima Karang Panjang Ambon.

Peringatan HANI tahun 2019 mengambil Tema; Mewujudkan Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas.

Gubernur Maluku Murad Ismail, berkenan membacakan sambutan tertulis Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Negara bersama Pemerintah yakni, permasalahan kejahatan Narkoba.

Jika tidak ditangani secara bersama oleh semua elemen masyarakat, akan berdampak rusaknya tatanan sosial, sekaligus mengancam kondisi ketahanan nasional bangsa.

Dikatakan, Indonesia sebagai Negera dengan ekonomi terkuat ke-5 nantinya pada tahun 2045. Guna mewujudkan tatanan tersebut diperlukan SDM yang tangguh, yang mana merupakan penggerak pembangunan terhadap kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa.

Dimana manusia sebagai pelaku pembangunan dengan etos kerja produktif, trampil, disiplin, profesionalisme serta memiliki kemampuan guna mengembangkan Iptek dengan berwawasan lingkungan dan kemampuan manajemen.

Karenanya, guna mewujudkan SDM yang unggul dan tangguh mesti dilaksanakan sedini mungkin, dengan melindungi, menjaga setiap anak, agar tidak terjerumus dengan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika atau narkoba.

Hal ini dilakukan guna mempersiapkan generasi muda menjadi kader bangsa yang tangguh, dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Untuk itu, penanggulangan permasalahan Narkotika harus dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif, dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dapat dilakukan seimbang melalui pendekatan kesehatan, sosial serta pendidikan, untuk pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap Narkotika di Indonesia terlaksana secara baik.

Memerangi narkoba hingga tuntas, sudah harus menjadi prioritas pemerintah bersama masyarakat. Karenanya, dukungan seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan dalam mengembangkan tugas, amanah, yang diberikan oleh rakyat.

“Marilah berjuang bersama, bekerja keras, menjadikan negara kita bersih dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, karena jika masyarakat sehat maka negara akan kuat,” pinta wapres.

Bertempat di Gedung kompleks Asrama Atlet PPLP/PPLPD Rabu 26 Juni 2019 digelar Acara Pelepasan 4  Atlet PPLP/PPLPD Maluku yang telah lulus dan menamatkan pendidikan tingkat atas di SMA. Acara ini mengundang sejumlah pihak diantaranya Ketua KONI Provinsi Maluku, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Maluku, Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Maluku dan Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia(TI) Maluku, Para official dan para pelatih olahraga dibawah PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku serta orang tua ke-empat atlet.

Acara diawali dengan laporan dari Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga ysng diwakili Kepala Seksi Infrastruktur, Pembibitan Dan Olahraga Prestasi Dispora Provinsi Maluku Martha J. Likumahwa, SE dan Sambutan Ka.Dispora Provinsi Maluku yang diwakili Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Djunaid Heluth, S.Sos.

Penandatangan Berita Acara Penyerahan Atlet

 

Anes Pelamonia (Atletik), Aan Trika Pratama (Sepakbola), Getmy G.A. Tuahatu (Sepakbola), dan Reynaldo G. Saliama (Taekwondo).

 

Kegiatan yang dilanjutkan dengan penandatangan Berita Acara Serah Terima sekaligus penyerahan atlet ke pengurus provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang disaksikan para siswa-siswi atlet PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku. Atlet-atlet ini dilepas karena telah lulus SMA ini adalah Anes Pelamonia (Atletik), Aan Trika Pratama (Sepakbola), Getmy G.A. Tuahatu (Sepakbola), dan Reynaldo G. Saliama (Taekwondo). Masing- Masing dari4  atlet yang telah lulus SMA ini juga diserahkan piagam penghargaan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah masing-masing raih selama berada dalam binaan PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku.

Mewakili teman-teman atlet yang telah lulus dalam sambutannya Anes Pelamonia mengingatkan kepada para atlet yang masih dibawah binaan PPLP/ PPLPD Maluku agar tetap rendah hati, tidak cepat merasa bangga atas prestasi yang telah diraih, menanamkan sikap disiplin serta selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam segala aktifitas mereka sebagai atlet.

Selanjutnya Dilaksanakan juga penyerahan cenderamata dan pemberian kue ulang tahun kepada Rudolfis Noya, ASN Dispora Provinsi Maluku yang telah memasuki masa purna bakti. Rudolfis Noya dalam kesempatan terakhirnya bercerita singkat perjalanan awal karir nya sebagai ASN di kantor yang lama hingga membantu menangani para atlet di Asrama PPLP/PPLPD Provinsi Maluku. Rudolfis juga berterimakasih atas bentuk apresiasi yang diberikan teman-temannya di Dispora Provinsi Maluku dan mengingatkan agar acara perpisahan atlet seperti ini, tetap dilaksanakan ditahun-tahun berikutnya sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet yang telah berprestasi selama dalam binaan PPLP/PPLPD. Kepada para atlet yang masih bersekolah dan dibina PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku, Rudolfis Noya yang akrab di sapa dengan panggilan “Papi” oleh para atlet mengingatkan mereka untuk tetap disiplin berlatih, maupun dalam jam istirahat agar dapat menorehkan prestasi di event-event yang lebih tinggi dan bergengsi dari kejuaraan Nasional PPLP/PPLPD. kesempatan itu juga Acara diakhir dengan doa, jabat tangan dan makan bersama.

(sumber : http://dispora.malukuprov.go.id/)

 

 

HUMAS,_ Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail menegaskan agar 10 program  Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, yakni penghayatan dan pengalaman Pancasila, gotong rorong, pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga, Pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, serta pengembangan kehidupan beroperasi, harus menjadi life style atau gaya hidup.  

“10 program pokok PKK seharusnya menjadi life style atau gaya hidup kita bukan hanya sekedar slogan belaka. Dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga,üjar Gubernur dalam sambutannya, pada pembukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK Maluku, yang berlangsung di lantai tujuh kantor Gubernur, senin (1/7).

Dikatakan, rakerda yang dilaksanakan merupakan moment penting bagi wadah PKK demi menopang program-program pembangunan Pemerintah Daerah Maluku  khususnya dalam rangka pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

“Kita tahu bahwa keluarga merupakan unit sosial terkecil yang sangat penting keberadaannya. Melalui keluarga kita, membangun masa depan Bersama baik masa depan keluarga, masa depan masyarakat maupun bangsa,”ucapnya.   

“Jika keluarga kita harmonis maka dapat dispatikan masyarakat dan bangsa kita turut harmonis pula. Sebaliknya jika keluarga kita kacau dan tidak kuat maka pilar-pilar masyaralkat dan bangsa ini ikut goyah dan mudah roboh,”sambungnya.
 
Lebih lanjut dikatakan, di era digital saat ini, ada tantangan yang besar untuk terus menjaga kebersamaan dan keakraban dalam keluarga. Terkadang karena kesibukan kerja orang tua, anak-anak terabaikan.
Oleh sebab itu, Mantan Dankor Brimob Polri ini meminta kepada PKK Maluku untuk


memperhatikan arah kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang perlu dilaksanakan, antara lain  dengan eningkatan kualitas anak dengan pemberian akses informasi, pendidikan, penyuluhan dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan perkembangan anak, peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan berguna bagi keluarga dan masyarakat dengan pemberian kesempatan untuk berperan dalam keluarga, memberdayakan keluarga rentan dengan memberikan perlindungan dan bantuan untuk mengembangkan diri agar setara dengan keluarga lainnya, peningkatan askes dan peluang terhadap penerimaan informasi dan sumber daya ekonomi melalui usaha mikro keluarga.


Diakhir sambutannya, dirinya berharap melalui Rakerda TP PKK Provinsi Maluku, dapat merumuskan program-program kerja yang relevan dan sinergi dengan program-program pemerintah daerah Provinsi Maluku. Sehingga semuanya bermuara pada pencapaian visi misi pemerintah daerah Maluku, yakni “Maluku Yang Terkelola Secara Jujur, Bersih Dan Melayani, Terjamin Dalam Kesejahteraan, Dan Berdaulat Atas Gugusan Kepulauan”.


Usai Membuka Rakerda, Gubernur didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, Wakil Ketua TP-PKK, Beatrix Orno dan Sekretaris TP-PKK Provinsi, Diana Padang menyerahkan piala dan bonus bagi juara pelaksana 10 Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Provinsi Maluku yang di raih oleh Kabupaten Desa Tutukei, Kecamatan Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya, juara II diraih oleh Desa Selayar, Kecamatan Manyeuw Kabupaten Maluku Tenggara dan juara III diraih oleh Desa Waelou, Kecamatab Waelata. Kabupaten Buru.  


Untuk mata lomba Festival Pangan Lokal (B2SA) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019 terdiri dari 2 kategori LUNCH BOX B2SA, dimana juara I diraih oleh Kota Ambon, juara II diraih oleh Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan juara III diraih Kabupaten Maluku Tenggara. Untuk kategori Pangan Lokal Komersial, juara I diraih oleh Kota Ambon, juara II diraih Kabupaten Maluku Tenggara dan juara III diraih Kabupaten Seram Bagian Barat.   (**)

Inaugurasi Delegasi Maluku untuk Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2019 oleh Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) telah dilaksanakan pada Jumat, 21 Juni 2019 di Gedung Aula Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku yang diwakili Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Drs. J. A. Adriaansz, M.Si melalui sambutannya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan nyanyian lagu-lagu meadley nusantara yang diikuti dengan pertunjukan budaya tarian khas Indonesia oleh para Delegasi PPAN dan alumni PPAN . adapun  tarian yang dipertunjukan anatara lain Tari panah dan Tari Saman. Tari Panah sendiri menunjukan ketegaran dan keuletan serta keperkasaan laki-laki di Kepulauan Kei yang tetap mengacu pada satu hukum adat yaitu Hukum Adat Larvul Ngabal selain itu sebagai tarian perang dan penyambutan tarian panah bagian dari wujud laki-laki Kei dalam menjaga anak saudara perempuan dan batas wilayah/tanah.

Kemudian Para delegasi dan alumni PPAN Maluku juga menunjukan kemampuan mereka menampilkan tari khas Indonesia lainnya yakni tari saman. Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.

Selain Penampilan dari Delegasi dan Alumni PPAN  kegiatan diisi juga dengan Teatrikal Puisi oleh Gabungan Remaja Masjid Agung An-nur Batumerah & Remaja Jemaat GPM Silo, dan Pembacaan Puisi oleh Roymon Lemosol, Sastrawan Maluku. diikuti Pemberian sertifikat Peserta Pre – Project Activity oleh Ketua PCMI Maluku.

Pemberian sertifikat Peserta Pre – Project Activity oleh Ketua PCMI Maluku. Simbolis kepada peserta  Pre-PA, remaja masjid dan remaja Silo secara simbolis. Kepada Carlesia Kezia Louhenapessy  ( Remaja Gereja) dan Ahmad Taufik Rabul (Remaja Masjid).Para Peserta Runner up PPAN 2019 Theophillia Vristya Leatemia (Runner up IKYEP 2019) dan William Mardo Lesimanuaya (RUNNER UP AIYEP2019) juga diserahkan sertifikat oleh Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Maluku, Jen Tomagola

 

Selanjutnya Sekretaris Dispora Provinsi Maluku  Andre Adriaansz, melantik Lifia Saputri Abdul Gani Delegasi Maluku untuk Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea Selatan dan Reiwind Heince Tutuiha Delegasi Maluku untuk Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (IKYEP 2019) dan keduanya mencium bendera merah putih yang kemudian keduanya dikukuhkan dan dilepas secara resmi sebagai delegasi Maluku PPAN 2019. acara ditutup dengan sesi jabat tangan dan foto bersama para pejabat Dispora Provinsi Maluku, keluarga dan tamu undangan lainnya.

(sumber: http://dispora-maluku.com/2019/06/27/inaugurasi-pertukaran-pemuda-antar-negara-2019-delegasi-maluku/)

Thursday, 27 June 2019 06:18

Halal Bi Halal Dispora Maluku 2019

 

Keluarga besar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan Halal bi halal yang bertepatan dengan hari ke-7 Lebaran Idul Fitri 1440 H pada Rabu 12, Juni 2019.
Pembuka sambutan acara Halal Bi Halal adalah Kepala Dispora Provinsi Maluku yang menyampaikan tema dengan Halal Bi Halal kita perkokoh rasa persaudaraan dan tali silaturahim.

Kegiatan Halal Bi Halal ini mengundang Pimpinan Kwarda Gerakan Pramuka Maluku, KNPI Maluku, Purna Paskibraka Indonesia(PPI)Maluku, Purna Caraka Muda Indonesia(PCMI) Maluku, Kapal Pemuda Nusantara(KPN) Maluku, Purna Prakarya Muda Indonesia(PPMI) Maluku, seluruh pegawai lingkup Dispora Maluku, para ibu Dharma Wanita Provinsi Dispora Maluku, serta atlet-atlet binaan PPLP/PPLPD Dispora Maluku. Adapun bertindak sebagai penceramah untuk hikmah Halal Bi Halal adalah Ustadz H. Ma’aruf .


Dalam Hikmah Halal Bi Halal Ustadz H.Ma’aruf mengingatkan pentingnya hidup saling sambung menyambung tali silaturahim antar sesama manusia tanpa saling membedakan. Hal ini seperti ditegaskan dalam Al-Qur’an dimana manusia sesungguhnya diciptakan oleh Allah, beragam berbeda-beda suku, bahasa, budaya agar saling mengenal antar satu dan yang lain. Begitu pula dalam lingkungan kerja maka sudah seharusnya antar pegawai staff maupun pimpinan agar tidak memutus tali silaturahim. Ceramah ini selanjutnya diakhiri doa bersama serta sesi jabat tangan/ salaman bersama antar para Pejabat dan Staff Dispora Provinsi Maluku diikuti seluruh para tamu undangan.

(sumber: http://dispora-maluku.com/2019/06/20/halal-bi-halal-dispora-maluku-2019/ )

Page 1 of 56

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

GPR

 
Top