Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

MALUKU TENGGARA

MENGENAL MALUKU TENGGARA

Letak dan Batas Wilayah

Kabupaten Maluku Tenggara menurut Astronomi terletak antara : 5º sampai 6,5º Lintang Selatan dan 131º sampai 133,5º Bujur Timur.
Adapun letaknya menurut Geografis dibatasi antara lain oleh :

  • Sebelah Selatan : Laut Arafura
  • Sebelah Utara : Irian Jaya Bagian Selatan, Wilayah Kota Tual.
  • Sebelah Timur : Kepulauan Aru
  • Sebelah Barat : Laut Banda dan bagian Utara Kepulauan Tanimbar.


Luas Wilayah
Luas Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara ± 7.856,70 Km², dengan luas daratan ± 4.676,00 Km² dan luas perairannya ± 3.180,70 Km².
Kabupaten Maluku Tenggara hanya terdiri atas 1 Gugusan Kepulauan yaitu: Gugusan Kepulauan Kei yang terdiri atas Kepulauan Kei Kecil dengan Luas seluruhnya 722,62 Km² dan Pulau Kei Besar dengan Luas 550,05 Km². Dengan jumlah Pulau tersebut sebanyak 25 buah pulau.

Topografi
Secara Topografi Pulau Kei Kecil, dengan ketinggian ± 100 M diatas permukaan laut. Beberapa Bukit rendah di Tengah dan Utara mencapai 115 M. Pulau Kei Besar berbukit dan bergunung yang membujur sepanjang pulau dengan ketinggian rata-rata 500 - 800 M dengan Gunung Dab sebagai puncak tertinggi, dataran rendah merupakan jalur sempit sepanjang pantai.

Geologi
Menurut peta Geologi Indonesia [1965], Pulau / Kepulauan di Maluku Tenggara terbentuk / tersusun dari tanah dan batuan yang tercatat sebanyak 3 jenis Tanah dan 5 jenis Batuan , secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 1.1.9.

Iklim
Iklim dipengaruhi oleh Laut Banda, Laut Arafura dan Samudera Indonesia juga dibayangi oleh Pulau Irian di Bagian Timur dan Benua Australia di Bagian Selatan, sehingga sewaktu-waktu terjadi perubahan.

a. Musim

  1. Keadaan musim teratur, musim Timur berlangsung dari bulan April sampai Oktober. Musim ini adalah musim Kemarau. Musim Barat berlangsung dari bulan Oktober sampai Februari. Musim hujan pada bulan Desember sampai Februari dan yang paling deras terjadi pada bulan Desember dan Februari.
  2. Musim Pancaroba berlangsung dalam bulan Maret / April dan Oktober / Nopember.
  3. Bulan April sampai Oktober, bertiup angin Timur Tenggara. Angin kencang bertiup pada bulan Januari dan Februari diikuti dengan hujan deras dan laut bergelora.
  4. Bulan April sampai September bertiup angin Timur Tenggara dan Selatan sebanyak 91% dengan angin Tenggara dominan 61% .
  5. Bulan Oktober sampai Maret bertiup angin Barat Laut sebanyak 50% dengan angin Barat Laut dominan 28%.

b. Curah Hujan
Curah Hujan antara 2.000 - 3.000 mm per tahun terdapat di Pulau Kei Kecil. Sedangkan di Pulau Kei Besar diatas 3.000 mm per tahun. Tahun 2008 curah hujan di Kabupaten Maluku Tenggara secara keseluruhan adalah 2.441,9 mm per tahun atau rata-rata 203,5 mm per bulan dengan jumlah hari hujan sebanyak 225 hari atau rata-rata 18,8 hari hujan per bulan.

c. Suhu, Kelembaban, Penyinaran Matahari dan Tekanan Udara

  1. Suhu rata-rata untuk tahun 2008 sesuai data dari Stasiun Meteorologi Dumatubun Langgur adalah 27,3 ºC dengan suhu minimum 23,8 ºC dan maksimum 31,8 ºC
  2. Kelembaban rata-rata 86,1 %, penyinaran matahari rata-rata 61,8 % dan tekanan udara rata-rata 1009,9 milibar.

d. Tipe Iklim

Berdasarkan klasifikasi Agroklimate menurut OLDEMAN, IRSAL dan MULADI [1981], di Maluku Tenggara terdapat Zone Agroklimat, Zone C2 bulan basah 5 - 6 bulan dan kering 4 - 5 bulan.

Hidrologi

a. S u n g a i

Sungai yang berair sepanjang tahun tercatat sebanyak 7 buah antara lain:

  • Pulau Kei Kecil sebanyak 3 buah
  • Pulau Kei Besar sebanyak 4 buah
  • b. D a n a u
    Danau-danau di Kabupaten Maluku Tenggara sebanyak 2 buah, Ablel dan Wearlaai di Pulau Kei Kecil.
    Banyaknya Gempa Bumi yang tercatat serta Frekwensi Gempa dari Stasiun Geofisika Tual dapat dilihat pada Tabel 1.2.1 dan Tabel 1.2.2. Wetang
SEJARAH

Bahwa terbentuknya Kabupaten Maluku Tenggara berawal dari suatu perjuangan dan pergulatan yang panjang, dimana proses terbentuknya dilakukan dengan berbagai bentuk tahapan negosiasi dan diplomasi oleh para Pendiri Kabupaten dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Dati I Provinsi Maluku.
Berdasarkan catatan sejarah perjuangan pembentukan Kabupaten Maluku Tenggara melalui tahapan yang dapat diuraikan sebagai berikut :

I. MASA PASCA PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945

Pada masa Pasca Proklamasi 17 Agustus 1945, Provinsi Maluku hanya terbagi atas 2 (Dua) Daerah Swatantra yaitu Daerah Maluku Utara dan Daerah Maluku Selatan.
Dalam penyelenggaraan Pemerintahan, Pemerintah Daerah Maluku Selatan dilengkapi dengan sebuah Dewan yang disebut Dewan Maluku Selatan (DMS) beranggotakan 30 Orang, 8 Orang diantaranya dari Maluku Bagian Tenggara dan Selatan Daya (Maluku Tenggara sekarang) yaitu :

  1. ABRAHAM KOEDOEBOEN ( DARI KEI BESAR )
  2. VIASENTIUS RAHAIL ( DARI KEI BESAR )
  3. Hi. ABDUL GANI RENUAT ( DARI KEI KECIL )
  4. BON SETITIT / PASTOR YAMCO ( DARI KEI KECIL )
  5. CHRISTIAN BARENDS ( DARI KEP. ARU )
  6. ABDULLAH SOLISA / ADJID LATUCONSINA ( DARI KEP. TANIMBAR )
  7. DANIEL TEURUPUN ( DARI KEP. BABAR )
  8. YACOB NORIMARNA ( DARI KEP. KISAR )

Dari komposisi keanggotaan tersebut, Maluku Tenggara hanya mempunyai Wakil 26, 6 % dari jumlah kursi yang ada.

A. Separatis RMS.

Sebagai akibat dari penerapan sistim Negara Federal, maka terbuka peluang bagi munculnya sifat separatisme Daerah yang mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada tanggal 25 April 1950 Separatis Republik Maluku Selatan memproklamirkan dirinya sebagai Negara Merdeka, terlepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Wilayah Kekuasaan mencakup seluruh Daerah Maluku Tengah dan Tenggara.
Hal tersebut membawa dampak yang besar bagi keamanan Negara khususnya stabilitas Pemerintahan di Maluku, sehingga caplokan sepihak Separatis RMS atas daerah Maluku Tenggara tidak diterima Tokoh / Pemuka Masyarakat Maluku Tenggara.

B. Pembubaran Daerah Maluku Selatan.

Pada bulan April 1951 seluruh Anggota DMS Termasuk Kelompok 8 DMS dari Maluku Tenggara di undang ke Ambon untuk mengadakan Sidang membahas masalah - masalah aktual yang terjadi, Karena Kondisi Saat itu tidak memungkinkan ( setelah Proklamasi RMS ) maka Sidang di batalkan dan diselenggarakanya suatu rapat mendadak oleh Gubernur Maluku yang dihadiri Staf Gubernur, Anggota DMS dan lain-lain, diantaranya 8 Anggota dari Maluku Tenggara yaitu :

  1. Abraham Koedoeboen ( dari Kep. Kei )
  2. Hi. Abdul Gani Renuat ( dari Kep. Kei )
  3. Rakib Nukuhehe ( dari Kep. Aru )
  4. Vitalis Futwembun ( dari Kep. Tanimbar )
  5. Simon Poeroe ( dari Kep. Kisar )

Dalam rapat tersebut Gubernur Maluku ( M. J. LATUHARIHARI ) mengemukakan likuidasi / Pembubaran Daerah Maluku Selatan termasuk alat kelengkapannya seperti DMS.

C. Resolusi Kelompok 8 DMS

Walaupun pada saat itu ada ancaman perpecahan di kalangan kelompok 8 DMS, namun pada akhirnya mereka sependapat untuk memanfaatkan kesempatan pembubaran Daerah Maluku Selatan ini sebagai momentum bagi penyampaian aspirasi Rakyat melaui suatu Resolusi yang isinya antara lain :

  1. Sejalan dengan pembubaran Daerah Maluku Selatan, maka perlu dibentuk Daerah ( DATI II ) Maluku Tenggara dengan Wilayah meliputi : Kep. Kei, Kep. Aru, Kep. Tanimbar, Kep. Babar, dan Kepulauan Selatan Daya ( Lomola, Kisar, Babar dan sebagainya ) Dengan Ibukota berkedudukan di Tual.
  2. Menunjuk BITIK SUTAN TJANIAGO sebagai Bupati Kepala Daerah Maluku Tenggara.

Resolusi tersebut kemudian dirundingkan terus menerus dengan Gubernur Maluku. Dalam hal ini Gubernur menunjuk Saudara Abraham Koedoeboen sebagai Koordinator Perundingan dari Kelompok 8 DMS. Konsultasi / perundingan dengan Gubernur Maluku dan langsung secara berkala sampai dengan Bulan Oktober 1951.

II. TERBENTUKNYA SUATU KESEPAKATAN YANG DISEBUT DENGAN NAMA KESEPAKATAN KASIMBAR

Sebagai realisasi dari resolusi dan perundingan-perundingan yang dilakukan itu, maka pada akhir Bulan Nopember sampai awal Desember 1951, Gubernur Maluku mengadakan Kunjungan Kerja ke Maluku Tenggara, dimulai dari Kepulauan Selatan Daya ( Kisar ), Tepa, Saumlaki, Dobo dan Tual.
Bersamaan dengan kunjungan dimaksud para Pemuka Masyarakat setiap Wilayah diundang untuk menghadiri Konfrensi / Rapat yang dilaksanakan diatas Geladak KM. KASIMBAR pada Tanggal, 10 Desember 1951 di Tual. Pemuka Masyarakat Maluku Tenggara yang hadir saat itu adalah :

  1. Abraham Koedoeboen ( Parkindo - Kep. Kei )
  2. Muhidin Madubun ( Masyumi - Kep. Kei )
  3. Ambarak Renwarin ( Msyumi - Kep. Kei )
  4. Hi. Abdul Gani Renuat ( P N I - Kep. Kei )
  5. Ph. Renyaan ( P. Katholik - Kep. Kei )
  6. Piet Tethool ( P. Katholik - Kep. Kei )
  7. Simon Poroow ( Parkindo - Kep. Kisar )
  8. M. Moses ( Parkindo - Kep. Kisar )
  9. Vitalis Futnembun ( P. Katholik - Kep. Tanimbar )
  10. J. Bonara ( Kep. Aru dan Kep. Babar )

Dalam inti pidato pembukaannya, Gubernur mengemukakan 3 (tiga) hal yang merupakan kendala serius yang dihadapi dalam pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara yaitu :

  1. Belum banyak tenaga intelektual di Daerah ini yang dapat diandalkan dalam penyelenggaraan Pemerintahan.
  2. Terbatasnya Sumber Daya / Hasil di Daerah Maluku Tenggara untuk membelanjai suatu Daerah Otonom.
  3. Jika Tual ditetapkan sebagai Ibukota, maka masalah besar yang dihadapi adalah tidak tersedianya Sumber Air Bersih.

Walaupun pembicaraan diseputar permsalahan tersebut berjalan alot, namun akhirnya dapat dicapai suatu kesepakatan bahwa Gubernur Maluku dapat merekomondir terbentuknya Kabupaten Daerah Tingkat II maluku Tenggara dengan Ibukota berkedudukan di Tual.


III. PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 35 TAHUN 1952 SEBAGAI LANDASAN KONSTITUSIONAL PEMBENTUKAN KABUPATEN MALUKU TENGGARA

Setelah melalui proses pertimbangan yang matang di Tingkat Pemerintah Pusat, pada akhirnya ditetapkan suatu Keputusan Politik yang penting yaitu Pembubaran Daerah Maluku Selatan dan Pembentukan Daerah Tingkat II Maluku Tengah dan Maluku Tenggara, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952 Tertanggal, 12 Agustus 1952. Dengan demikian Tanggal 12 Agustus 1952 merupakan salah satu Tonggak Sejarah yang penting bagi Daerah ini, yaitu saat dimana secara Deyure Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara disetujui Pembentukannya.
Dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952 tersebut, maka langkah-langkah persiapan ke arah penyelenggaraan Pemerintahan-pun diambil antara lain :

  1. Pada sekitar Bulan September 1952, Bitik Sutan Tjaniago tiba di Tual untuk Memangku Jabatan sebagai Bupati Kepala Daerah Tingkat II Maluku Tenggara yang Pertama.
  2. Dalam waktu yang hampir bersamaan para Politisi Daerah Maluku Tenggara diundang oleh Gubernur Maluku di Ambon untuk membicarakan jatah Pembagian Kursi di DPRDS Maluku Tenggara sebanyak 20 Kursi. Dalam Rapat tersebut disepakati Pembagian Kursi sebagai berikut :

 

♦ PARKINDO 8 KURSI
MASYUMI 4 KURSI
PARTAI KHATOLIK 4 KURSI
P N I 2 KURSI
P S I I 1 KURSI
PARTAI BURUH 1 KURSI


IV. DIMULAINYA RODA PEMERINTAHAN DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA

Setelah semua persiapan dilakukan, maka Proses Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara sampai pada puncaknya ditandai dengan Pelantikan DPRDS sekaligus Pembukaan Sidang Perdananya pada Tanggal 22 Desember 1952. Dalam Sidang Perdana tersebut yang dilaksanakan di Gedung Madrasah Wara, dibahas satu mata acara pokok yaitu Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DPRDS, a.n : Saudara Abraham Koedoeboen Sebagai Ketua dan Steven Noya Sebagai Wakil Ketua DPRDS Maluku Tenggara.
Sehubungan dengan itu, maka tanggal 22 Desember 1952 merupakan hari dimana secara formal roda Pemerintahan di Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara mulai digerakan.
Proses sejarah kelahiran Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara itu kemudian lebih dikukuhkan secara konstitusional pada tahun 1958, dengan diundangkan Undang-Undang Nomor 60 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat II dalam Daerah Swatantra Tingkat I Maluku.

V. PENETAPAN HARI KELAHIRAN KABUPATEN DATI II MALUKU TENGGARA

Berdasarkan perjalanan dan Tonggak-tonggak sejarah seperti yang diuraikan di atas, maka kiranya dapat disimpulkan bahwa hari kelahiran Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara dapat ditetapkan pada Tanggal, 22 Desember 1952, dengan memperhartikan prosedur Hukum yang berlaku.
Penetapan Tanggal 22 Desember 1952 sebagai Hari Kelahiran tersebut, setidaknya dilandasi pula oleh beberapa pertimbangan sebagai berikut :

  1. Tanggal 22 Desember 1952 adalah tanggal dimana untuk pertama kalinya roda Pemerintahan Daerah mulai digerakan, ditandai dengan Pelantikan DPRDS dan Palaksanaan Sidang Perdananya. DPRD walaupun masih bersifat sementara pada waktu itu, namun merupakan salah satu kelengkapan Pemerintahan Daerah yang penting, karena Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
  2. Mengingat bahwa Penetapan berdirinya suatu Kabupaten Daerah Tingkat II harus dengan suatu Undang-Undang, dimana untuk Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara dengan Undang-Undang Nomor 60 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat II Dalam Daerah Swatantra Tingkat I Maluku, padahal Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara sudah berdiri berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952, maka tanggal 22 Desember 1952 saat roda Pemerintahan mulai berputar dipandang tetap sebagai Hari Kelahiran Daerah ini.
  3. Pada saat ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952 pada Bulan Agustus 1952 sampai dengan Bulan Desember 1952 baru seluruh kelengkapan / perangkat Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara terbentuk, dan resmi mulai bergerak pada tanggal, 22 Desember 1952.

Dari Kabupaten Maluku Tenggara dengan gugusan pulau - pulau yang terbentang dari Wetar Maluku Barat Daya sampai ke Batu Goyang Kepulauan Aru, kini telah melahirkan 4 daerah otonom masing- masing :

  1. Kabupaten Maluku Tenggara Barat
  2. Kabupaten Kepulauan Aru
  3. Kota Tual, dan
  4. Kabupaten Maluku Barat Daya.

Penetapan Kota Langgur

VI. KABUPATEN MALUKU TENGGARA SEKARANG

Kabupaten Maluku Tenggara telah dimekarkan menjadi Kota Tual dengan pemerintahan tersendiri berdasarkan Undang-Undang No. 31 Tahun 2007 tanggal 10 Juli 2007 Tentang Pemekaran Kota Tual.

Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara sekarang teridiri  6 (Enam) Kecamatan yakni :

  • Kecamatan Kei Kecil                          dengan  Ibukota  Langgur
  • Kecamatan Kei Kecil Timur              dengan Ibu Kota  Rumat
  • Kecamatan Kei Kecil Barat               dengan Ibu Kota Ohoira
  • Kecamatan Kei Besar                        dengan Ibu Kota Elat
  • Kecamatan Kei Besar Selatan         dengan Ibu Kota  Weduar
  • Kecamatan Kei Besar Utara Timur dengan Ibu Kota Hollat

 

Sebelumnya Kabupaten Maluku Tenggara telah melahirkan 2 (dua) kabupaten pemekaran yaitu Kabupaten Maluku Tenggara Barat Tahun 2002 dan Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2004.

Sebagai konsekwensi dari pemekaran Kota Tual tersebut, maka pada tangal 14 Juli 2009 telah disetujui Rancangan Peraturan Daerah (RANPERDA) tentang penetapan Kota Langgur sebagai Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara yang ditindaklanjuti dengan PERDA penetapan Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara, maka telah Ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2011 tanggal 20 Juli 2011tentang Pemindahan Ibukota Maluku Tenggara dari Wilayah Kota Tual ke Wilayah Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara yang selanjutnya disebut Kota Langgur. yang mencakup wilayah dari 8 Ohoi(Desa/Dusun) dan 1 Kelurahan Yakni :

Ohoingur- Ohoi Wearlilir - Ohoi Faan - Ohoi Ohoiluk- Ohoi Ngayub - Ohoi Loon -

 

Ohoi Gelanit - Ohoi Kolser  dan  Kelurahan Ohoijang Watdek

 

Melalui Sidang Paripurna Istimewa DPRD Maluku Tenggara yang dihadiri Berbagai Lapisan Masyarakat dan Pemerintah telah ditetapkan tanggal 8 Oktober 2011 sebagai Hari Lahir Kota Langgur sebagai Ibu Kota Maluku Tenggara yang baru bertepatan dengan Penyerahan PP 35 Tahun 2011 dari Pemerintah Pusat . Kemudian untuk mempersingkat pelayanan masyarakat dengan rentang kendali yang lebih baik maka telah dimekarkan lagi  5(lina) Kecamatan Baru  Yaitu:

1. Kecamatan Hoat Sorbay (meliputi Ohoi(Desa) : Tetoat,Dian Pulau,Dian Darat,Letvuan,Evu,Ngursit,Wirin,Madwat,Ohoibadar,Wab,Watngil,Arso,Warwut.

2. Kecamatan Man Yeu (meliputi Ohoi(Desa): Debut,Rumadian,Lairngangas,Selayar,Namar,Ohoiluk,Ngayub,Ngilngof,Ohoililir.

3. Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan (meliputi Ohoi(Desa): Danar ternate,Danar Lumefar,Danar Ohoiseb,Danar Sare, Uf,Maar, Elaar Lamagorong,Elaar Let, Ngurvul,

Garara

4. Kecamatan Kei Besar Selatan Barat (meliputi Ohoi(Desa): Feer,Hoat,Hoko,Ngafan,Ngan,Ngurko,Ohoilean,Rahangiar,Rerean,Uat,Wafol,Watkidat,Eduar Fer

5. Kecamatan Kei Besar Utara Barat  (meliputi Ohoi(Desa): Ad Ngurwul,Ad Ohoiwaf,Ad Weraur,Dangarat,Faa,Hangur,Hoor Islam,Hoor Kristen, Laar Perda,Mun Esoy,

Mun Kahar, Mun Ngurditwain,Mun ohoiir,Mun ohoitadium, Mun Werfan,Ngurwalek,Ohoituf,Uwat

  • Demikian kilas balik sejarah terbentuknya Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Langgur Alor

 

VISI MISI BUPATI

VISI

1.1     Visi

Visi Bupati/Wakil Bupati terpilih periode 2013-2018 mempunyai keterkaitan dengan visi RPJPD Kabupaten Maluku Tenggara 2005-2025 yaitu Terwujudnya Maluku Tenggara yang Maju, Adil dan Demokratis dalam Masyarakat yang Religius Kultural. Visi pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2013-2018 yang merupakan tahap ketiga RPJP dirumuskan dengan mempertimbangkan tahapan pembangunan jangka panjang daerah, potensi,permasalahan pembangunan yang dihadapi serta isu strategis.Visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2013-2018 adalah :

“Terwujudnya Maluku Tenggara Sejahtera“

 

Terwujudnya masyarakat Maluku Tenggara sejahtera merupakan kondisi yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 tahun ke depan melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing, pengelolaan sumber daya alam, peningkatan sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pelaksanaan nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Maluku Tenggara secara bahu membahu mengoptimalkan seluruh kapasitas yang dimilikinya untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Maluku Tenggara.

Visi terwujudnya Maluku Tenggara sejahtera mengandung arti :

  1. Masyarakat Maluku Tenggara dapat menikmati pencapaian hasil pembangunan ekonomi secara berkelanjutan yang ditandai dengan berkurangnya kemiskinan dan pengangguran, meningkatnya upah, pendapatan per kapita dan daya beli masyarakat, serta meningkatnya pendapatan daerah dan berkembangnya investasi.
  2. Masyarakat Maluku Tenggara dapat menikmati tatanan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis sehingga tenaga kerja meningkat produktivitasnya yang ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi, meningkatnya kapasitas infrastruktur, serta meningkatnya kualitas pendidikan dan derajat kesehatan, sehingga semakin terpenuhinya standar hidup masyarakat yang layak sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

1.2     Misi

Visi tersebut di atas selanjutnya akan dicapai melalui penetapan 4 (empat) misi pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2013‐2018, yaitu.

  1. Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat

Misi ini mengandung arti bahwa dalam upaya mewujudkan Maluku Tenggara sejahtera, diperlukan peningkatkan percepatan dan sinergitas pemberdayaan masyarakat dalam berwirausaha melalui usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK); meningkatkan perlindungan dan jaminan sosial; menguatkan peran masyarakat adat dan lembaga adat; serta meningkatkan tata kehidupan masyarakat yang menghargai dan menghormati tatanan sosial-budaya-agama.

2. Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Misi ini mengandung arti bahwa untuk mewujudkan Maluku Tenggara sejahtera maka pemerintah daerah berupaya menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan peningkatan birokrasi yang efektif, bersih, mampu dan melayani; meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat; meningkatkan mutu perumusan dan pelaksanaan kebijakan/program instansi; meningkatkan efisiensi (biaya dan waktu) dalam pelaksanaan semua tugas organisasi;  serta meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan dasar terutama pendidikan dan kesehatan dalam menghadapi globalisasi dan dinamika perubahan lingkungan strategis.

3. Peningkatan Kapasitas Infrastruktur

Misi ini merupakan upaya untuk :

1)  Membangun dan memelihara prasarana dasar seperti jalan dan jembatan, transportasi darat, laut dan udara, telekomunikasi dan informasi, air bersih, listrik, dan prasarana ekonomi lainnya secara merata dan terjangkau di seluruh wilayah berbasis mitigasi bencana dan sesuai dengan RTRW;

2)  Meningkatkan infrastruktur dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang  memperhatikan daya dukung lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan;

3)  Menyediakan dan menata sarana dan prasarana kerja pemerintahan berdasarkan azas tertib, adil, transparan, efisien dan efektif, manfaat, dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah.

4)  Membangun ohoi-ohoi dan pulau-pulau kecil dengan memanfaatkan secara optimal potensi lokal atas dasar pembangunan yang berbasis keunggulan spasial.

 

4. Peningkatan Daya Saing Daerah

Misi ini merupakan upaya untuk :

1)  Meningkatkan nilai tambah produk melalui pengembangan pertanian, kelautan dan perikanan, dan pariwisata;

2)  Meningkatkan produktivitas tenaga kerja, nelayan dan petani serta mengembangkan inovasi

3)  Meningkatkan tata kehidupan masyarakat yang melaksanakan tertib hukum secara berkeadilan; menjamin kepastian hukum; serta mengembangkan prakarsa dan partisipasi masyarakat dalam memelihara ketertiban dan keamanan wilayah

 

 

Admin


AMBON – Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff melaunching pengembangan pendidikan berbasis Informasi Teknologi (IT), yang berlangsung di SMK Negeri 7 Ambon.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan salah satu tantangan untuk memajukan dunia pendidikan dewasa ini yaitu, perlunya pembangunan jaringan pendidikan berbasis IT. Yang sangat mendukung aspek transparansi pengelolaan dan informasi sekolah sekaligus memperpendek rentang kendali pengawasan sekolah.

Dijelaskan, pembangunan jaringan pendidikan berbasis IT dengan wujud pengembangan aplikasi sistim informasi integras pendidikan, akan memudahkan stakeholder pendidikan termasuk orang tua/wali murid untuk setiap saat dapat memonitoring perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Begitu juga, Wali murid dapat segera mengetahui absensi siswa, tugas rumah yang diberikan oleh setiap guru, termasuk nilai setiap mata pelajaran.

Selain itu, kata Assagaff dengan adanya program, aplikasi sistem Informasi integrasi pendidikan, siswa juga dapat melihat dan membaca langsung tentang petsiapan bahan kisi-kis ujian setiap mata pelajaran yang akan di ujikan setiap ujian harian sekolah, ujian tengah semester dan ujian akhir semester nantinya.

“Aplikasi ini juga menyediakan bahan kisi-kisis persiapan ujian akhir nasional pada setiap mata pelajaran yang akan di ujikan bagi siswa yang akan menghadapi ujian nasional, dan juga aplikasi un8i menyajikan program khusus penilaian guru dan wali murid secara kognitif, afektif, dan psikomotorik bagi setiap siswa nantinya,”ujarnya.

Dijelaskan, era digital dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, haruslah dapat merubah cara pandang guru terhadap proses pembelajarannya. Belajar di era digital tidak lagi terbatas pada dinding-dinding ruang kelas, dengan waktu yang diatur, melainkan belajar tanpa batas ruang dan waktu.

“Belajar hari ini adalah belajar tentang masa depan, belajar tentang kompetisi dan daya saing. Karena itu guru saat ini adalagh guru yang tidak boleh idak bisa komputer, guru yang hampa akan teknologi tidak akan mampu menanamkan daya kristis kepada murid untuk menjadi manusia revolusioner,”ucapnya.

Walaupun demikian, dirinya perlu mengingatkan satu hal kepada para guru atau pendidikan di negeri ini, sering dengan tantangan dan tuntutan untuk punya kemampuan penguasaan terhadap teknologi IT yang baik, tetapi hati atau jiwa tidak boleh termekanisasi dan kaku seperti mesin atau robot, yang menyebabkan kehidupan menjadi individualistik dan teralenisasi dari kehidupan sosial.

Untuk itu, dirinya berharap dengan pembangunan jaringan ini, sekolah SMA/SMK di Maluku dapat lebih menerapkan manajemen pendidikan modern, gurunya berinovasi mengembangkan model-model pembelajaran berbasis teknologi, siswa termotivasi menemukan sumber belajar dan orang tua/masyarakat semakin terpacu membantu pengembangan pendidikan berkualitad di sekolah(**)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)


 

AMBON - Director Karpowership Asia Region, Ufuk Berk, Senin (5/11/2018) bersilaturahmi ke Gubernur Maluku Said Assagaff. Pada kunjungannya ini, Berk didampingi lima (5) orang staf dan mitra yakni dari PT PLN Maluku-Maluku Utara yang diwakili Senior Manager Teknik Pedi Sumanto dan Manager UP3, Wahidin mengadakan pertemuan selama 1 (satu) jam.

Gubernur Maluku, Assagaff, sangat antusias menerima kehadiran para investor yang ingin mengembangkan wilayahnya Maluku terutama dalam upaya penyediaan kelistrikan.

“Wilayah kami ini kan kepulauan dan tersebar sebanyak 1.340 buah pulau. Saya berharap ke depan seluruh wilayah bisa terpenuhi pasokan listrik. Saya juga berharap ada sinergitas antara PLN dengan pihak perusahaan,” harap Assagaff.

Sementara itu, usai pertemuan, kepada pers, Berk mengatakan, kunjungan pihaknya, sebagai kunjungan persahabatan.

“Ini adalah kunjungan persahabatan. Respon dari Bapak Gubernur Said Assagaff dengan tim yang lain sangat baik,” ungkap Berk.

Sebagaimana diketahui, perusahaan asal negara Turki tersebut sesuai kontrak, akan beroperasi selams lima tahun. Dan saat ini telah beroperasi sebagai penyuplai tenaga listrik kurang lebih 1,5 tahun di wilayah Kota Ambon.
Kapal Pembangkit Listrik Karadeniz atau Karadeniz Powership Yasin Bey Marine Vessel Power Plant (MVPP) berdaya 120 megawatt dan beroperasi sejak April 2017 dan memasok listrik ke sistem interkoneksi kelistrikan Maluku.

Berk katakan, pihaknya sebelum ini, belum pernah melakukan kunjungan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

“Kami melakukan kunjungan ke bapak gubernur, karena sebelumnya belum pernah ada kunjungan dari pihak perusahaan kami. Kami hanya ingin menanyakan kepuasan atas pelayanan kami di wilayah Maluku selama ini,” ungkap dia.

Menurut Berk, saat ini, ada kelebihan kapasitas dari energi yang disediakan. “Kapasitas pembangkit kami 120 megawatt, dengan nilai kontrak 60 megawatt. Dan yang digunakan saat ini sebesar 40 megawatt, sehingga kami juga ingin menanyakan apa ada tambahan kebutuhan listrik lagi atau tidak,” paparnya.

Berk juga mengakui, jika kunjungan pihaknya adalah untuk membicarakan kunjungan CEO Kapoewership, Dogan Karadeniz ke Maluku.

“Termasuk membahas hubungan internasional dan kunjungan nantinya. Kerjasamanya memang sudah dilakukan dan sudah berjalan selama 1,5 tahun,” tandas Berk.

Sementara itu, Senior Manager Teknik PT PLN Maluku-Maluku Utara, Pedi Sumanto mengatakan, pihak perusahaan Kaporwership yang merupakan mitra PLN turut andil di Ambon, dalam rangka menyediakan listrik.

“Listrik yang disediakan oleh Kaporwership dan PLN ini sudah sangat cukup sekali. Pihak perusahaan menyediakan 120 megawatt. yang terpakai baru separuh atau sekitar 60 megawatt. Jadi, yang masih tersisa 60 megawatt, kita siapkan untuk keamanan kita, ketika nanti ada permintaan yang lebih banyak,” jelas Pedi.

Penggunaannya untuk saat ini, lanjut dia, masih dominan Kota Ambon. “Untuk lokasi-lokasi yang lain kita juga kembangkan pembangkit yang lain, seperti Pembangkit LIstrik Tenaga Gas (PLTNG) yang sudah kita kembangkan di Langgur. Selain itu, ada penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di temnpat yang lain,” paparnya.

Energi lain yang juga akan dikembangkan, tambah Pedi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Hanya saja, untuk PLTS, teknologinya tidak murah bila dibandingkan dengan PLTD. Apa yang kita lakukan ini sebagai persiapan kedepan, ketika perusahaan sudah melewati masa kontraknya, kita sudah siap untuk bisa mengambil alih,” tandas Pedi. (**)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

Thursday, 08 November 2018 04:43

Laporan IPK September 2018

Berikut kami lampirkan Laporan IPK posisi Bulan September 2018

 

Laporan IPK September 2018.xlxs

Thursday, 08 November 2018 04:38

Laporan IPK Agustus 2018

Berikut kami lampirkan Laporan IPK posisi Bulan Agustus 2018

 

Laporan IPK Agustus 2018.xlxs

 

AMBON – Provinsi Kalimantan Timur menyabet juara umum Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I yang berlangsung di Kota Ambon.

Totalnya nilai yang diraih Kalimantan Timur (Kaltim) 299 point. Perolehan point itu gabungan dari point champion (25), perolehan medali emas (25) dan partispasi mata lomba (2).

Kaltim memperoleh nilai tertinggi di empat kategori lomba, yakni Cerdas Cermat Remaja dengan nilai 2.500, Bertutur Kitab Suci nilai 2.585, Mazmur Anak nilai 83,95 dan Paduan Suara Anak nilai 85,92.

Sementara tuan rumah, Provinsi Maluku hanya memperoleh nilai tertinggi di paduan suara dewasa pria 92,82 point. Adapun perolehan champion permata lomba; Cerdas Cermat Anak diraih DKI Jakarta dengan perolehan nilai 2.400, Cerdas Cermat Remaja disabet Kaltim mengumpulkan nilai 2.500, Bertutur Kitab Suci (Kalimantan Barat) mengumpulkan nilai 258,5, Mazmur Anak (Kaltim) 83,95, Mazmur Remaja (DKI Jakarta) 82,83, Mazmur dewasa (NTT) 82,33, Paduan Suara Anak (Kaltim) 85,92, Paduan Suara Dewasa Pria (Maluku) 92,83, Paduan Suara Dewasa Wanita (DKI Jakarta) 91,29, Paduan Suara Gregorian Anak dan Remaja (Kalbar) 86,17, Paduan Suara Gregorian Dewasa (Kalbar) 83,33 dan Paduan Suara Dewasa Campuran (Jawa Barat) 87,25 point.

Penyerahan piala bergilir Pesparani dari Presiden RI diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise mewakili Presiden Joko Widodo pada penutupan Pesparani Nasional I di Lapangan Merdeka, Ambon, Kamis (1/11). Sementara piala tetap juara umum diserahkan oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff.

Penutupan Pesparani Katolik Nasional I ditandai dengan pemukulan tifa oleh Yohana Yembise.

Selain memperoleh piala, peserta juga diberikan dana pembinaan. Juara umum mendapatkan dana pembinaan Rp 50 juta, juara kedua Rp 45 juta, juara ketiga Rp. 40 juta, runner up I Rp 35 juta, runner up II Rp 30 juta dan lainnya masing-masing Rp 15 juta.

Yohana Yembise dalam sambutannya mengingatkan melalui Pesparani Nasional I semua kalangan harus tetap mempertahankan nilai-nilai kebangsaan yang tertuang dalam Kebhinekaan terutama bagi generasi penerus untuk bangun bangsa Indonesia kedepan.

Melalui Pesparani ini mampu berkontribusi bagi para peserta yang terlibat maupun masyarakat luas sehingga memahami pembangunan bangsa di segala bidang sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap bangsa.

“Kebhinekaan adalah kekayaan besar yang dimiliki oleh bangsa ini dan harus dapat dipertahankan. Perlu menjaga kebhinekaaan ini dengan persatuan kerukunan dan persaudaraan sehingga membawa Indonesia menjadi negara besar dan dihormati di dunia. Kami mengapresiasi Gubernur yang menunjukan satu model dengan latar belakang agama yang berbeda dalam event ini,” kata Yohana.

Tema Merajut Persaudaraan Sejati dari Maluku untuk Indonesia sangat tepat sebagai refleksi dari komponen bangsa sehingga dapat memberikan kesetaraan gender serta pemenuhan hak anak, sama artinya kita berinvestasi bagi masa depan bangsa. “Saya apresiasi Pak Gubernur dan dapat memberikan motivasi bagi kita semua dalam pemenuhan hak-hak perempuan dan anak dalam rangka mewujudkan kemajuan bangsa,” kesannya.

Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam sambutannya mengatakan, Pesparani mengulang bukti Maluku benar-benar menjadi Laboratorium Kerukunan Umat Beragama di Indonesia dan dunia. “Para kontingen yang datang mendapatkan kesan toleransi dan kehidupan orang basudara yang inklusif di Ambon, Maluku,” ujarnya.

Gubernur menyampaikan tiga pesan penting. Pertama, hidup orang basudara jadi kekuatan besar dalam bangun kohesi antar umat beragama di Maluku. Kedua, event Pesparani sebagai tanda pembangunan peradaban. Dan ketiga, sejarah mencatat, Pesparani dimulai dan akan berakhir, tapi tidak untuk semangat.

“Semangat persaudaraan antara kita tidak boleh berhenti dan abadi. Mari kabari damai untuk negeri ku, untuk dunia dan terus berdoa untuk korban jatuhnya pesawat Lion Air di Karawang. Atas nama pemerintah dan rakyat Maluku kami sampaikan terimakasih untuk kita semua karena telah membuka ruang perjumpaan dan perdamaian sejati,” tandasnya.

Ketua Panitia Umum Pesparani Nasional I, Zeth Sahuburua dalam laporannya mengatakan moment bersejarah Pesparani telah berlangsung dengan baik selama enam hari di Kota Ambon. Di mana 12 mata lomba telah terlaksana dengan baik dan peserta tampil dengan maksimal.

Kata Sahuburua, Pesparani jadi roh umat Katolik di Indonesia. “Agama bagi kita di Maluku adalah anugerah. Maluku mejemuk dalam beragama tapi menjunjung tunggi toleransi yang terlihat dari partisipasi masyarakat Kota Ambon yang saya sebut “Toleransi Tanpa Pamrih. Pesparani telah sukses antarkan Maluku menyiarkan nilai-nilai universal,” ucap Sahuburua yang juga wakil gubernur Maluku.

Dia memberikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensukseskan Pesparani Katolik Nasional I di Ambon, Maluku.

Sahuburua menutup sambutannya dengan sebuah pantun. “Tak ada gading yang tak retak, jika ada yang manis bawalah pulang ke daerah masing-masing sebagai harum seperti cengkih dan pala,” katanya. (RUZ)

(sumber : https://www.kabartimurnews.com/2018/11/02/kalimantan-timur-juara-umum-pesparani-nasional-i/ )

Wednesday, 31 October 2018 09:11

PENGUMUMAN PELAKSANAAN SKD CPNS 2018

 

Berdasarkan Pengumuman Nomor 800-29 tentang Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Dilingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018, bersama ini diumumkan/disampaikan Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Dilingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018 sebagai berikut :

 

Pengumuman Pelaksanaan SKD 2018.pdf

 

 

 

Lampiran Pengumuman Pelaksanaan SKD.pdf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan membuka secara resmi Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I pada Sabtu (27/10) petang dalam sebuah upacara pembukaan yang digelar di Lapangan Merdeka di Kota Ambon, Propinsi Maluku.

Sekitar 12.000 orang termasuk peserta Pesparani dari 34 propinsi, pejabat pemerintah pusat dan daerah serta tamu undangan menghadiri acara yang berlangsung selama hampir lima jam dan berisi berbagai penampilan seni budaya itu.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Sebelumnya, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo selaku ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memimpin Misa Konselebrasi bersama tujuh uskup dan 90 imam.

Mewakili Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang berhalangan hadir, Jonan menekankan pentingnya menjaga kebhinnekaan karena “kebhinnekaan dibentuk sejak jaman para bapak pendiri bangsa dari Sabang sampai Merauke dan dari Mianggas sampai Pulau Rote.”

“Persatuan, kerukunan dan persaudaraan yang harus kita pertahankan akan membawa negara Indonesia menjadi negara yang sangat besar dan sangat dihormati di dunia. Tanpa persatuan, kerukunan dan persaudaraan, membangun Indonesia akan tidak mudah lagi,” katanya.

Pada 1999, kerusuhan sektarian antara umat Islam dan Kristen mengoyak Propinsi Maluku yang berpenduduk lebih dari 1,8 juta orang. Kerusuhan ini menewaskan sekitar 5.000 orang. Pada 2011, sebuah kericuhan menewaskan sedikitnya lima orang.

Dalam sebuah pesan video berdurasi sekitar 18 detik yang ditayangkan dalam acara itu, Presiden Jokowi menyambut baik penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional I.

“Saya berharap ajang pesta lagu-lagu rohani ini dapat menjadikan umat Katolik lebih mampu memuliakan Tuhan dan lebih mampu menyatukan bangsa Indonesia dalam persaudaraan sejati,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua – yang juga ketua umum panitia Pesparani Katolik Nasional I yang akan berlangsung hingga Kamis (2/11) dengan tema “Membangun Persaudaraan Sejati” – mengatakan keberagaman agama “harus dikelola dengan sebuah pendekatan yang tepat.”

“Itulah sebabnya komitmen kami menjadikan Pesparani Katolik sebagai instrumen untuk kembali membuktikan kemampuan dan kematangan kita dalam menata salah satu aspek kemajemukan itu sendiri, yaitu agama-agama,” katanya.

Ia juga menyarankan agar agama-agama yang ada di Indonesia hendaknya menjadi kontrol sosial yang efektif dalam menjaga kerukunan.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, memimpin Misa Konselebrasi yang diadakan menjelang upacara pembukaan secara resmi Pesparani Katolik Nasional I di Lapangan Merdeka di Kota Ambon, Propinsi Maluku, pada Sabtu (27/10) sore. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

 

“Sesungguhnya landasan spiritualitas menuju suksesnya penyelenggaran Pesparani ini adalah menghadirkan rasa keadilan dan merawat kebersamaan antarumat beragama di Maluku. Kami sadar umat Katolik juga punya kontribusi yang setara dengan anak negeri Maluku dan juga rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Mgr Suharyo, Pesparani merupakan “peristiwa kebangsaan.”

“Namanya bukan kejuaraan paduan suara Katolik melainkan Pesta Paduan Suara Gerejani. Kita ingin bersyukur kepada Tuhan atas karya yang agung dalam sejarah Gereja Katolik di Indonesia. Kita juga ingin merayakan karya agung Tuhan dalam sejarah bangsa kita,” kata prelatus itu.

“Rasa syukur itulah yang di dalam Gereja Katolik diungkapkan di dalam salah satu doa yang paling penting yang kami sebut Prefasi untuk Tanah Air,” lanjutnya.

Doa dalam prefasi itu antara lain berbunyi: “Berkat jasa begitu banyak tokoh pahlawan, Engkau menumbuhkan kesadaran kami sebagai bangsa. Kami bersyukur kepada-Mu atas bahasa yang mempersatukan.”

Mgr Suharyo kemudian menyebut Sumpah Pemuda yang setiap tahun diperingati pada 28 Oktober.

“Atas penyelenggaran Tuhan, saya sengaja tidak menggunakan kata kebetulan, Pesparani diadakan menjelang ulang tahun Sumpah Pemuda, ulang tahun ke-90. Dan kita semua tahu Sumpah Pemuda dijalankan dalam 3 kali sidang. Sabtu malam, 90 tahun lalu, hari ini sidang pertama dilaksanakan di gedung Pemuda Katolik di Batavia. Sekarang tempatnya ada di aula Keuskupan Agung Jakarta,” jelasnya.

Selama penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional I, sebuah seminar nasional bertema “Dengan Menyanyi, Kami Merawat Pencasila dan NKRI, Dari Ambon untuk Indonesia” dan sebuah pameran kerajinan tangan – Maluku Expo – juga diadakan di Kota Ambon sebagai bagian dari kegiatan tersebut.

(sumber : https://indonesia.ucanews.com/2018/10/29/menteri-jonan-buka-pesparani-katolik-nasional-di-ambon/ )

Sedikitnya 200 ibu berkerudung duduk manis menyaksikan Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) I di Lapangan Merdeka Ambon, Maluku, Sabtu/27/10. Pembukaan yang meriah ini dibuka langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan dan dihadiri juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Maluku Said Assaggaf, Ketua Umum Panitia Zeth Sahuburua, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr Ignatius Suharyo dan delapan Uskup, para pejabat TNI-Polri, para gubernur se-Kota Ambon, serta sedikitnya 4.000 umat dan masyarakat yang hadir.

Para ibu Muslimah saat memasuki Lapangan Merdeka Ambon
untuk mengikuti Pembukaan Pesparani I [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

 

“Kami sangat senang dan bangga dengan acara ini. Kami ibu-ibu Muslimah sangat mendukung kegiatan ini. Kami pikir Pesparani adalah kesempatan untuk merangkai kebersamaan antar umat beragama. Ini pesta Katolik tetapi kami merasa bahwa ini juga pesta kami. Kami akan mendukung kegiatan ini sebagaimana kegiatan kami sendiri. Karena Katolik adalah saudara kami,” ungkap Haja Siti seorang ibu Muslim.

Pembukaan Pesparani ini menampilkan ragam kegiatan seperti Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan dirigen Egy Picannusa, juga 90 orang Marching Band SMA Xaverius yang membuka devile para kontingen, 37 Paskibra mengibarkan bendera, Penyerahan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia diserahkan dari Ketua LP3KN kepada Ketua Umum Panitia Pesparani Tingkat Nasional I Tahun 2018 dengan dipikul sembilan orang Pemuda diiringi Tari Cakalele Bulu Ayam dari Desa Tulehu yang berjumlah 30 orang.

Tarian kolosal saat pembukaan Pesparani I [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

“Kami senang bahwa panitia memberi kesempatan kepada kami untuk tampil dalam acara ini. Kami senang karena ini meski acara Katolik tetapi sungguh luar biasa. Salam dan Sarane bisa duduk bersama, bercerita bersama dan mau terlibat dalam kegiatan ini. Pesparani bagi katong saat ini dipersiapkan dengan sangat bagus,” ungkap Rudi seorang peserta Tari Cakalele Bulu Ayam.

Devile peserta dari Provinsi DKI Jakarta [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

Pembukaan Pesparani ini ditandai dengan pemukulan tifa dan ada juga lagu Ave Maria oleh Soprano Internasional dari Italia Fabriana Rosii dengan penari latar grup ballet. Pada akhir lagu Ave Maria Menteri ESDM, didampingi Menteri Agama, Ketua KWI, Gubernur Maluku, Ketua LP3KN dan Ketua Umum Panitia  menaiki perahu menuju panggung untuk pemukulan tifa. Serentak dengan itu seluruh bunyi Tetabuhan sebagai back sound termasuk Genta/Lonceng Gereja dari multimedia berbarengan dengan permainan Lighting System yang memukau.

Para kontingen saat devile pada pembukaan Pesparani I [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

Dalam pembukaan ini juga robotik replika kepiting berjalan membawa salib menuju replika patung St Fransiskus Xaverius. Sebuah patung berukuran delapan meter bergerak berdiri perlahan sambil diiringi orkestrasi musik dan lampu-lampu yang menawan. “Benar-benar acara ini dipersiapkan dengan matang oleh panitia. Kami bahagia sebagai tuan rumah karena bisa hadir menyaksikan even bersejarah di Kota Ambon ini,” ungkap Jacob Ngobut umat asal Paroki Maria Bintang Laut Benteng, Ambon.

Devile peserta dari Banda Aceh [HIDUP/Yusti H.Wuarmanuk]

Di kesempatan yang sama pementasan Opera Kolosal dengan Judul “ Persaudaraan Sejati” dengan penari sekitar 150 orang. Di akhir acara sambil menuju Hotel Santika Ambon, Menteri Ignatius Jonan dan rombongan berjalan diiringi Lagu Maluku Tanah Pusaka oleh Paduan Suara massal berjumlah 250 orang dengan pengiring Maluku Bamboowind Orchestra.

Devile Peserta dari Provinsi Bali [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

Di bangku tamu undangan sebelah kiri Panggung VIP terlihat para imam se-Keuskupan Agung Jakarta, para suster dari berbagai Tarekat juga hadir. Selain itu ada juga para pendeta Klasis Kota Ambon juga tampak hadir mendukung kegiatan ini. Di sebelah kanan panggung VIP hadir juga para kontingen dari 34 Provinsi yang terlibat dalam Lomba-lomba Pesparani.

 Devile peserta dari Provinsi Sulawesi Utara [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

“Kami beryukur kepada Tuhan karena bisa hadir dalam acara ini. Kami senang bisa berkenalan dengan saudara-saudari dari daerah lain. Ini kesempatan bagi kami merajut kebersamaan,” ujar Joppy Laiyan seorang kontingen dari Maluku Utara.

Yusti H. Wuarmanuk (Ambon)

(sumber : http://www.hidupkatolik.com/2018/10/28/28026/salam-sarane-di-kota-ambon-dan-sekitarnya-hadir-dalam-pembukaan-pesparani/ )

Saturday, 27 October 2018 13:47

Delapan Uskup Pimpin Misa Pembukaan Pesparani

Ambon - Misa pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I di Lapangan Merdeka Kota Ambon pada Sabtu (27/10) sore dipimpin langsung delapan uskup dan puluhan imam. Konselebran utama dalam misa ini adalah Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sekaligus Uskup Agung Jakarta Mgr Suharyo.

Uskup lain yang menjadi konselebran dalam Misa Pembukaan tersebut adalah Uskup Denpasar yang juga menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng Mgr Silvester San, Uskup Agung Makassar Mgr Johanes Liku Ada, Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarto, Uskup Agung Merauke Mgr Niko Adi Saputra, Uskup Banjarmasin Mgr Petrus Boddeng Timang, Uskup Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto, dan Uskup Ambiona Mgr Petrus Canisius Mandagi.

Misa dihadiri ribuan umat katolik yang merupakan peserta lomba Pesparani Katolik 1. Mereka merupakan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia untuk mengikuti berbagai perlombaan selama sepekan di Kota Ambon. Misa dimeriahkan lantunan lagu paduan suara OMK Kota Ambon sebanyak 300 orang.

Dalam khotbahnya, Mgr Suharyo mengingatkan acara Pesparani Katolik 1 bukan hanya perlombaan semata.

"Pesparani bukan sekadar perlombaan apalagi lomba panduan suara saja. Ini adalah ajang merawat persaudaraan," tutur Mgr Suharyo.

Mgr Suharyo mengatakan, melalui Pesparani, umat katolik mengucapkan syukur kepada Tuhan atas karya agungnya sehingga Gereja Katolik terus berkembang dan bertumbuh di Indonesia. Bukan hanya umat Katolik, kata dia, Pesparani juga menjadi momentum masyarakat Indonesia untuk mengucap syukur atas karya Tuhan mempertahankan NKRI yang beraneka ragam.

Diketahui, Pesparani Katolik I diselenggarakan di Kota Ambon, Maluku selama sepekan, dari 27 Oktober 2018 hingga 2 November 2018. Acara pembukaan dilakukan pada Sabtu (27/10) sore dan dihadiri sekitar 5.000 umat katolik dari seluruh provinsi Indonesia.

Pesparani yang bertemakan "Membangun Persaudaraan Sejati" akan digelar berbagai perlombaan seperti lomba Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Anak, Paduan Suara Gregorian Dewasa, Paduan Suara Gregorian Anak-Remaja, Menyanyikan Mazmur Dewasa, Menyanyikan Mazmur Remaja, Menyanyikan Mazmur Anak, Cerdas Cermat Rohani Anak, Cerdas Cermat Rohani Remaja, dan Bertutur Kitab Suci Anak.

Acara diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) dan panitia lokal di Maluku. LP3KN adalah lembaga yang direstui oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan difasilitasi oleh Pemerintah untuk menyelenggarakan Pesparani secara periodik.

(sumber : http://www.beritasatu.com/nasional/518878-delapan-uskup-pimpin-misa-pembukaan-pesparani.html )

 

AMBON - Ribuan orang dari 34 provinsi di Indonesia  memenuhi kompleks Brimob Polda Maluku, Tantuwi hari ini, Jumat (26/10) untuk menyaksikan pembukaan Maluku Expo.

Maluku Expo adalah bagian dari rangkaian acara Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) I yang mengumpulkan sekitar 8.000 umat Katolik se-Indonesia di Kota Ambon.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua. Dia dampingi Kapolda, Kasdam dan para anggota dewan dan perwakilan kepala daerah lainnya.

"Selamat datang di Kota Ambon untuk semua kontingen Pesparani I dan perwakilan dari 34 provinsi yang membangun stan di Maluku Expo ini. Kita bertukar informasi dan budaya melalui expo ini," ujar Zeth dalam sambutannya di pembukaan Maluku Expo.

Wagub berharap dengan adanya Maluku Expo ada juga transaksi ekonomi yang terjalin antara setiap daerah peserta di Indonesia. Dalam hal ini berupa kerja sama investasi yang saling menguntungkan antardaerah.

"Yang terpenting investasi dan ekspor. Kita kerja sama tawarkan kelebihan daerah masing-masing. Siapa tahu pulang bisa MoU," imbuh Zeth.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pembinaan, Pengembangan, Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala yang menjadi penyelenggara Pesparani I mengungkapkan rasa terima kasihnya untuk semua perwakilan provinsi yang bersedia datang dan mengisi Maluku Expo tersebut.

"Saya tahu effort yang luar biasa dari teman-teman LP3KN seluruh Indonesia yang datang. Tidak hanya sibuk mengurus kontingen yang akan berkompetisi, mereka juga tetap semangat membuka stan di Maluku Expo ini. Terima kasih sekali," kata Adrianus.

Pembukaan Maluku Expo diisi dengan berbagai pagelaran tari dan budaya Ambon. Ditambah dengan pertunjukan musik dan suara merdu dari warga Ambon dan polwan Polda Maluku. Di setiap stan nanti, para pengunjung bisa melihat dan membeli berbagai kerajinan tangan dan kuliner khas setiap provinsi di Indonesia.

Mulai dari tenun, batik, makanan camilan hasil pertanian dan pertunjukan musik khas daerah masing-masing. Maluku Expo ini akan digelar sampai 30 Oktober mendatang. (flo/jpnn)

(sumber : https://www.jpnn.com/news/maluku-expo-persatukan-keragaman-budaya-dari-34-provinsi?page=1 )

Page 4 of 52

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

GPR

 

INFO BMKG

Top