Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

KEPULAUAN ARU

MENGENAL KEPULAUAN ARU

 

Kabupaten Kepulauan Aru adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Dobo.

 

Pemerintahan

 - Bupati     Dr. Johan Gonga.
 - APBD     -
 - DAU     Rp. 375.944.887.000.-(2013)

 

Luas

    6.325 km2

 

Populasi

 - Total     84.138 jiwa (2010)
 - Kepadatan     13,3 jiwa/km2
BATAS WILAYAH

Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru berbatasan dengan:

 


                                                                          Utara     (Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat)

 

 

Barat     (Kabupaten Maluku Tenggara)                                                              Timur     (Provinsi Papua)

                                                                         

 

                                                                           Selatan    ( Laut Arafura)

 

 

KECAMATAN DAN DESA

1     Aru Selatan :

Desa : Doka Barat,Doka Timur,Erersin,Fatural,Feruni,Gaimar,Hokmar,Jelia,Jerol,Juring,Kabalukin,Kalar Kalar,Laininir,Lor Lor,Lutur,Marafenfen,Ngaibor,Ngaiguli,Popjetur,Rebi,Tabarfane

2     Aru Selatan Timur     
3     Aru Tengah     
4     Aru Tengah Selatan     
5     Aru Tengah Timur     
6     Aru Utara     
7    Pulau-Pulau Aru

 

KEPULAUAN ARU

 

 

Admin


AMBON – Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff melaunching pengembangan pendidikan berbasis Informasi Teknologi (IT), yang berlangsung di SMK Negeri 7 Ambon.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan salah satu tantangan untuk memajukan dunia pendidikan dewasa ini yaitu, perlunya pembangunan jaringan pendidikan berbasis IT. Yang sangat mendukung aspek transparansi pengelolaan dan informasi sekolah sekaligus memperpendek rentang kendali pengawasan sekolah.

Dijelaskan, pembangunan jaringan pendidikan berbasis IT dengan wujud pengembangan aplikasi sistim informasi integras pendidikan, akan memudahkan stakeholder pendidikan termasuk orang tua/wali murid untuk setiap saat dapat memonitoring perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Begitu juga, Wali murid dapat segera mengetahui absensi siswa, tugas rumah yang diberikan oleh setiap guru, termasuk nilai setiap mata pelajaran.

Selain itu, kata Assagaff dengan adanya program, aplikasi sistem Informasi integrasi pendidikan, siswa juga dapat melihat dan membaca langsung tentang petsiapan bahan kisi-kis ujian setiap mata pelajaran yang akan di ujikan setiap ujian harian sekolah, ujian tengah semester dan ujian akhir semester nantinya.

“Aplikasi ini juga menyediakan bahan kisi-kisis persiapan ujian akhir nasional pada setiap mata pelajaran yang akan di ujikan bagi siswa yang akan menghadapi ujian nasional, dan juga aplikasi un8i menyajikan program khusus penilaian guru dan wali murid secara kognitif, afektif, dan psikomotorik bagi setiap siswa nantinya,”ujarnya.

Dijelaskan, era digital dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, haruslah dapat merubah cara pandang guru terhadap proses pembelajarannya. Belajar di era digital tidak lagi terbatas pada dinding-dinding ruang kelas, dengan waktu yang diatur, melainkan belajar tanpa batas ruang dan waktu.

“Belajar hari ini adalah belajar tentang masa depan, belajar tentang kompetisi dan daya saing. Karena itu guru saat ini adalagh guru yang tidak boleh idak bisa komputer, guru yang hampa akan teknologi tidak akan mampu menanamkan daya kristis kepada murid untuk menjadi manusia revolusioner,”ucapnya.

Walaupun demikian, dirinya perlu mengingatkan satu hal kepada para guru atau pendidikan di negeri ini, sering dengan tantangan dan tuntutan untuk punya kemampuan penguasaan terhadap teknologi IT yang baik, tetapi hati atau jiwa tidak boleh termekanisasi dan kaku seperti mesin atau robot, yang menyebabkan kehidupan menjadi individualistik dan teralenisasi dari kehidupan sosial.

Untuk itu, dirinya berharap dengan pembangunan jaringan ini, sekolah SMA/SMK di Maluku dapat lebih menerapkan manajemen pendidikan modern, gurunya berinovasi mengembangkan model-model pembelajaran berbasis teknologi, siswa termotivasi menemukan sumber belajar dan orang tua/masyarakat semakin terpacu membantu pengembangan pendidikan berkualitad di sekolah(**)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)


 

AMBON - Director Karpowership Asia Region, Ufuk Berk, Senin (5/11/2018) bersilaturahmi ke Gubernur Maluku Said Assagaff. Pada kunjungannya ini, Berk didampingi lima (5) orang staf dan mitra yakni dari PT PLN Maluku-Maluku Utara yang diwakili Senior Manager Teknik Pedi Sumanto dan Manager UP3, Wahidin mengadakan pertemuan selama 1 (satu) jam.

Gubernur Maluku, Assagaff, sangat antusias menerima kehadiran para investor yang ingin mengembangkan wilayahnya Maluku terutama dalam upaya penyediaan kelistrikan.

“Wilayah kami ini kan kepulauan dan tersebar sebanyak 1.340 buah pulau. Saya berharap ke depan seluruh wilayah bisa terpenuhi pasokan listrik. Saya juga berharap ada sinergitas antara PLN dengan pihak perusahaan,” harap Assagaff.

Sementara itu, usai pertemuan, kepada pers, Berk mengatakan, kunjungan pihaknya, sebagai kunjungan persahabatan.

“Ini adalah kunjungan persahabatan. Respon dari Bapak Gubernur Said Assagaff dengan tim yang lain sangat baik,” ungkap Berk.

Sebagaimana diketahui, perusahaan asal negara Turki tersebut sesuai kontrak, akan beroperasi selams lima tahun. Dan saat ini telah beroperasi sebagai penyuplai tenaga listrik kurang lebih 1,5 tahun di wilayah Kota Ambon.
Kapal Pembangkit Listrik Karadeniz atau Karadeniz Powership Yasin Bey Marine Vessel Power Plant (MVPP) berdaya 120 megawatt dan beroperasi sejak April 2017 dan memasok listrik ke sistem interkoneksi kelistrikan Maluku.

Berk katakan, pihaknya sebelum ini, belum pernah melakukan kunjungan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

“Kami melakukan kunjungan ke bapak gubernur, karena sebelumnya belum pernah ada kunjungan dari pihak perusahaan kami. Kami hanya ingin menanyakan kepuasan atas pelayanan kami di wilayah Maluku selama ini,” ungkap dia.

Menurut Berk, saat ini, ada kelebihan kapasitas dari energi yang disediakan. “Kapasitas pembangkit kami 120 megawatt, dengan nilai kontrak 60 megawatt. Dan yang digunakan saat ini sebesar 40 megawatt, sehingga kami juga ingin menanyakan apa ada tambahan kebutuhan listrik lagi atau tidak,” paparnya.

Berk juga mengakui, jika kunjungan pihaknya adalah untuk membicarakan kunjungan CEO Kapoewership, Dogan Karadeniz ke Maluku.

“Termasuk membahas hubungan internasional dan kunjungan nantinya. Kerjasamanya memang sudah dilakukan dan sudah berjalan selama 1,5 tahun,” tandas Berk.

Sementara itu, Senior Manager Teknik PT PLN Maluku-Maluku Utara, Pedi Sumanto mengatakan, pihak perusahaan Kaporwership yang merupakan mitra PLN turut andil di Ambon, dalam rangka menyediakan listrik.

“Listrik yang disediakan oleh Kaporwership dan PLN ini sudah sangat cukup sekali. Pihak perusahaan menyediakan 120 megawatt. yang terpakai baru separuh atau sekitar 60 megawatt. Jadi, yang masih tersisa 60 megawatt, kita siapkan untuk keamanan kita, ketika nanti ada permintaan yang lebih banyak,” jelas Pedi.

Penggunaannya untuk saat ini, lanjut dia, masih dominan Kota Ambon. “Untuk lokasi-lokasi yang lain kita juga kembangkan pembangkit yang lain, seperti Pembangkit LIstrik Tenaga Gas (PLTNG) yang sudah kita kembangkan di Langgur. Selain itu, ada penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di temnpat yang lain,” paparnya.

Energi lain yang juga akan dikembangkan, tambah Pedi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Hanya saja, untuk PLTS, teknologinya tidak murah bila dibandingkan dengan PLTD. Apa yang kita lakukan ini sebagai persiapan kedepan, ketika perusahaan sudah melewati masa kontraknya, kita sudah siap untuk bisa mengambil alih,” tandas Pedi. (**)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

Thursday, 08 November 2018 04:43

Laporan IPK September 2018

Berikut kami lampirkan Laporan IPK posisi Bulan September 2018

 

Laporan IPK September 2018.xlxs

Thursday, 08 November 2018 04:38

Laporan IPK Agustus 2018

Berikut kami lampirkan Laporan IPK posisi Bulan Agustus 2018

 

Laporan IPK Agustus 2018.xlxs

 

AMBON – Provinsi Kalimantan Timur menyabet juara umum Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I yang berlangsung di Kota Ambon.

Totalnya nilai yang diraih Kalimantan Timur (Kaltim) 299 point. Perolehan point itu gabungan dari point champion (25), perolehan medali emas (25) dan partispasi mata lomba (2).

Kaltim memperoleh nilai tertinggi di empat kategori lomba, yakni Cerdas Cermat Remaja dengan nilai 2.500, Bertutur Kitab Suci nilai 2.585, Mazmur Anak nilai 83,95 dan Paduan Suara Anak nilai 85,92.

Sementara tuan rumah, Provinsi Maluku hanya memperoleh nilai tertinggi di paduan suara dewasa pria 92,82 point. Adapun perolehan champion permata lomba; Cerdas Cermat Anak diraih DKI Jakarta dengan perolehan nilai 2.400, Cerdas Cermat Remaja disabet Kaltim mengumpulkan nilai 2.500, Bertutur Kitab Suci (Kalimantan Barat) mengumpulkan nilai 258,5, Mazmur Anak (Kaltim) 83,95, Mazmur Remaja (DKI Jakarta) 82,83, Mazmur dewasa (NTT) 82,33, Paduan Suara Anak (Kaltim) 85,92, Paduan Suara Dewasa Pria (Maluku) 92,83, Paduan Suara Dewasa Wanita (DKI Jakarta) 91,29, Paduan Suara Gregorian Anak dan Remaja (Kalbar) 86,17, Paduan Suara Gregorian Dewasa (Kalbar) 83,33 dan Paduan Suara Dewasa Campuran (Jawa Barat) 87,25 point.

Penyerahan piala bergilir Pesparani dari Presiden RI diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise mewakili Presiden Joko Widodo pada penutupan Pesparani Nasional I di Lapangan Merdeka, Ambon, Kamis (1/11). Sementara piala tetap juara umum diserahkan oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff.

Penutupan Pesparani Katolik Nasional I ditandai dengan pemukulan tifa oleh Yohana Yembise.

Selain memperoleh piala, peserta juga diberikan dana pembinaan. Juara umum mendapatkan dana pembinaan Rp 50 juta, juara kedua Rp 45 juta, juara ketiga Rp. 40 juta, runner up I Rp 35 juta, runner up II Rp 30 juta dan lainnya masing-masing Rp 15 juta.

Yohana Yembise dalam sambutannya mengingatkan melalui Pesparani Nasional I semua kalangan harus tetap mempertahankan nilai-nilai kebangsaan yang tertuang dalam Kebhinekaan terutama bagi generasi penerus untuk bangun bangsa Indonesia kedepan.

Melalui Pesparani ini mampu berkontribusi bagi para peserta yang terlibat maupun masyarakat luas sehingga memahami pembangunan bangsa di segala bidang sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap bangsa.

“Kebhinekaan adalah kekayaan besar yang dimiliki oleh bangsa ini dan harus dapat dipertahankan. Perlu menjaga kebhinekaaan ini dengan persatuan kerukunan dan persaudaraan sehingga membawa Indonesia menjadi negara besar dan dihormati di dunia. Kami mengapresiasi Gubernur yang menunjukan satu model dengan latar belakang agama yang berbeda dalam event ini,” kata Yohana.

Tema Merajut Persaudaraan Sejati dari Maluku untuk Indonesia sangat tepat sebagai refleksi dari komponen bangsa sehingga dapat memberikan kesetaraan gender serta pemenuhan hak anak, sama artinya kita berinvestasi bagi masa depan bangsa. “Saya apresiasi Pak Gubernur dan dapat memberikan motivasi bagi kita semua dalam pemenuhan hak-hak perempuan dan anak dalam rangka mewujudkan kemajuan bangsa,” kesannya.

Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam sambutannya mengatakan, Pesparani mengulang bukti Maluku benar-benar menjadi Laboratorium Kerukunan Umat Beragama di Indonesia dan dunia. “Para kontingen yang datang mendapatkan kesan toleransi dan kehidupan orang basudara yang inklusif di Ambon, Maluku,” ujarnya.

Gubernur menyampaikan tiga pesan penting. Pertama, hidup orang basudara jadi kekuatan besar dalam bangun kohesi antar umat beragama di Maluku. Kedua, event Pesparani sebagai tanda pembangunan peradaban. Dan ketiga, sejarah mencatat, Pesparani dimulai dan akan berakhir, tapi tidak untuk semangat.

“Semangat persaudaraan antara kita tidak boleh berhenti dan abadi. Mari kabari damai untuk negeri ku, untuk dunia dan terus berdoa untuk korban jatuhnya pesawat Lion Air di Karawang. Atas nama pemerintah dan rakyat Maluku kami sampaikan terimakasih untuk kita semua karena telah membuka ruang perjumpaan dan perdamaian sejati,” tandasnya.

Ketua Panitia Umum Pesparani Nasional I, Zeth Sahuburua dalam laporannya mengatakan moment bersejarah Pesparani telah berlangsung dengan baik selama enam hari di Kota Ambon. Di mana 12 mata lomba telah terlaksana dengan baik dan peserta tampil dengan maksimal.

Kata Sahuburua, Pesparani jadi roh umat Katolik di Indonesia. “Agama bagi kita di Maluku adalah anugerah. Maluku mejemuk dalam beragama tapi menjunjung tunggi toleransi yang terlihat dari partisipasi masyarakat Kota Ambon yang saya sebut “Toleransi Tanpa Pamrih. Pesparani telah sukses antarkan Maluku menyiarkan nilai-nilai universal,” ucap Sahuburua yang juga wakil gubernur Maluku.

Dia memberikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensukseskan Pesparani Katolik Nasional I di Ambon, Maluku.

Sahuburua menutup sambutannya dengan sebuah pantun. “Tak ada gading yang tak retak, jika ada yang manis bawalah pulang ke daerah masing-masing sebagai harum seperti cengkih dan pala,” katanya. (RUZ)

(sumber : https://www.kabartimurnews.com/2018/11/02/kalimantan-timur-juara-umum-pesparani-nasional-i/ )

Wednesday, 31 October 2018 09:11

PENGUMUMAN PELAKSANAAN SKD CPNS 2018

 

Berdasarkan Pengumuman Nomor 800-29 tentang Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Dilingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018, bersama ini diumumkan/disampaikan Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Dilingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018 sebagai berikut :

 

Pengumuman Pelaksanaan SKD 2018.pdf

 

 

 

Lampiran Pengumuman Pelaksanaan SKD.pdf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan membuka secara resmi Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I pada Sabtu (27/10) petang dalam sebuah upacara pembukaan yang digelar di Lapangan Merdeka di Kota Ambon, Propinsi Maluku.

Sekitar 12.000 orang termasuk peserta Pesparani dari 34 propinsi, pejabat pemerintah pusat dan daerah serta tamu undangan menghadiri acara yang berlangsung selama hampir lima jam dan berisi berbagai penampilan seni budaya itu.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Sebelumnya, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo selaku ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memimpin Misa Konselebrasi bersama tujuh uskup dan 90 imam.

Mewakili Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang berhalangan hadir, Jonan menekankan pentingnya menjaga kebhinnekaan karena “kebhinnekaan dibentuk sejak jaman para bapak pendiri bangsa dari Sabang sampai Merauke dan dari Mianggas sampai Pulau Rote.”

“Persatuan, kerukunan dan persaudaraan yang harus kita pertahankan akan membawa negara Indonesia menjadi negara yang sangat besar dan sangat dihormati di dunia. Tanpa persatuan, kerukunan dan persaudaraan, membangun Indonesia akan tidak mudah lagi,” katanya.

Pada 1999, kerusuhan sektarian antara umat Islam dan Kristen mengoyak Propinsi Maluku yang berpenduduk lebih dari 1,8 juta orang. Kerusuhan ini menewaskan sekitar 5.000 orang. Pada 2011, sebuah kericuhan menewaskan sedikitnya lima orang.

Dalam sebuah pesan video berdurasi sekitar 18 detik yang ditayangkan dalam acara itu, Presiden Jokowi menyambut baik penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional I.

“Saya berharap ajang pesta lagu-lagu rohani ini dapat menjadikan umat Katolik lebih mampu memuliakan Tuhan dan lebih mampu menyatukan bangsa Indonesia dalam persaudaraan sejati,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua – yang juga ketua umum panitia Pesparani Katolik Nasional I yang akan berlangsung hingga Kamis (2/11) dengan tema “Membangun Persaudaraan Sejati” – mengatakan keberagaman agama “harus dikelola dengan sebuah pendekatan yang tepat.”

“Itulah sebabnya komitmen kami menjadikan Pesparani Katolik sebagai instrumen untuk kembali membuktikan kemampuan dan kematangan kita dalam menata salah satu aspek kemajemukan itu sendiri, yaitu agama-agama,” katanya.

Ia juga menyarankan agar agama-agama yang ada di Indonesia hendaknya menjadi kontrol sosial yang efektif dalam menjaga kerukunan.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, memimpin Misa Konselebrasi yang diadakan menjelang upacara pembukaan secara resmi Pesparani Katolik Nasional I di Lapangan Merdeka di Kota Ambon, Propinsi Maluku, pada Sabtu (27/10) sore. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

 

“Sesungguhnya landasan spiritualitas menuju suksesnya penyelenggaran Pesparani ini adalah menghadirkan rasa keadilan dan merawat kebersamaan antarumat beragama di Maluku. Kami sadar umat Katolik juga punya kontribusi yang setara dengan anak negeri Maluku dan juga rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Mgr Suharyo, Pesparani merupakan “peristiwa kebangsaan.”

“Namanya bukan kejuaraan paduan suara Katolik melainkan Pesta Paduan Suara Gerejani. Kita ingin bersyukur kepada Tuhan atas karya yang agung dalam sejarah Gereja Katolik di Indonesia. Kita juga ingin merayakan karya agung Tuhan dalam sejarah bangsa kita,” kata prelatus itu.

“Rasa syukur itulah yang di dalam Gereja Katolik diungkapkan di dalam salah satu doa yang paling penting yang kami sebut Prefasi untuk Tanah Air,” lanjutnya.

Doa dalam prefasi itu antara lain berbunyi: “Berkat jasa begitu banyak tokoh pahlawan, Engkau menumbuhkan kesadaran kami sebagai bangsa. Kami bersyukur kepada-Mu atas bahasa yang mempersatukan.”

Mgr Suharyo kemudian menyebut Sumpah Pemuda yang setiap tahun diperingati pada 28 Oktober.

“Atas penyelenggaran Tuhan, saya sengaja tidak menggunakan kata kebetulan, Pesparani diadakan menjelang ulang tahun Sumpah Pemuda, ulang tahun ke-90. Dan kita semua tahu Sumpah Pemuda dijalankan dalam 3 kali sidang. Sabtu malam, 90 tahun lalu, hari ini sidang pertama dilaksanakan di gedung Pemuda Katolik di Batavia. Sekarang tempatnya ada di aula Keuskupan Agung Jakarta,” jelasnya.

Selama penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional I, sebuah seminar nasional bertema “Dengan Menyanyi, Kami Merawat Pencasila dan NKRI, Dari Ambon untuk Indonesia” dan sebuah pameran kerajinan tangan – Maluku Expo – juga diadakan di Kota Ambon sebagai bagian dari kegiatan tersebut.

(sumber : https://indonesia.ucanews.com/2018/10/29/menteri-jonan-buka-pesparani-katolik-nasional-di-ambon/ )

Sedikitnya 200 ibu berkerudung duduk manis menyaksikan Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) I di Lapangan Merdeka Ambon, Maluku, Sabtu/27/10. Pembukaan yang meriah ini dibuka langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan dan dihadiri juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Maluku Said Assaggaf, Ketua Umum Panitia Zeth Sahuburua, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr Ignatius Suharyo dan delapan Uskup, para pejabat TNI-Polri, para gubernur se-Kota Ambon, serta sedikitnya 4.000 umat dan masyarakat yang hadir.

Para ibu Muslimah saat memasuki Lapangan Merdeka Ambon
untuk mengikuti Pembukaan Pesparani I [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

 

“Kami sangat senang dan bangga dengan acara ini. Kami ibu-ibu Muslimah sangat mendukung kegiatan ini. Kami pikir Pesparani adalah kesempatan untuk merangkai kebersamaan antar umat beragama. Ini pesta Katolik tetapi kami merasa bahwa ini juga pesta kami. Kami akan mendukung kegiatan ini sebagaimana kegiatan kami sendiri. Karena Katolik adalah saudara kami,” ungkap Haja Siti seorang ibu Muslim.

Pembukaan Pesparani ini menampilkan ragam kegiatan seperti Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan dirigen Egy Picannusa, juga 90 orang Marching Band SMA Xaverius yang membuka devile para kontingen, 37 Paskibra mengibarkan bendera, Penyerahan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia diserahkan dari Ketua LP3KN kepada Ketua Umum Panitia Pesparani Tingkat Nasional I Tahun 2018 dengan dipikul sembilan orang Pemuda diiringi Tari Cakalele Bulu Ayam dari Desa Tulehu yang berjumlah 30 orang.

Tarian kolosal saat pembukaan Pesparani I [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

“Kami senang bahwa panitia memberi kesempatan kepada kami untuk tampil dalam acara ini. Kami senang karena ini meski acara Katolik tetapi sungguh luar biasa. Salam dan Sarane bisa duduk bersama, bercerita bersama dan mau terlibat dalam kegiatan ini. Pesparani bagi katong saat ini dipersiapkan dengan sangat bagus,” ungkap Rudi seorang peserta Tari Cakalele Bulu Ayam.

Devile peserta dari Provinsi DKI Jakarta [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

Pembukaan Pesparani ini ditandai dengan pemukulan tifa dan ada juga lagu Ave Maria oleh Soprano Internasional dari Italia Fabriana Rosii dengan penari latar grup ballet. Pada akhir lagu Ave Maria Menteri ESDM, didampingi Menteri Agama, Ketua KWI, Gubernur Maluku, Ketua LP3KN dan Ketua Umum Panitia  menaiki perahu menuju panggung untuk pemukulan tifa. Serentak dengan itu seluruh bunyi Tetabuhan sebagai back sound termasuk Genta/Lonceng Gereja dari multimedia berbarengan dengan permainan Lighting System yang memukau.

Para kontingen saat devile pada pembukaan Pesparani I [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

Dalam pembukaan ini juga robotik replika kepiting berjalan membawa salib menuju replika patung St Fransiskus Xaverius. Sebuah patung berukuran delapan meter bergerak berdiri perlahan sambil diiringi orkestrasi musik dan lampu-lampu yang menawan. “Benar-benar acara ini dipersiapkan dengan matang oleh panitia. Kami bahagia sebagai tuan rumah karena bisa hadir menyaksikan even bersejarah di Kota Ambon ini,” ungkap Jacob Ngobut umat asal Paroki Maria Bintang Laut Benteng, Ambon.

Devile peserta dari Banda Aceh [HIDUP/Yusti H.Wuarmanuk]

Di kesempatan yang sama pementasan Opera Kolosal dengan Judul “ Persaudaraan Sejati” dengan penari sekitar 150 orang. Di akhir acara sambil menuju Hotel Santika Ambon, Menteri Ignatius Jonan dan rombongan berjalan diiringi Lagu Maluku Tanah Pusaka oleh Paduan Suara massal berjumlah 250 orang dengan pengiring Maluku Bamboowind Orchestra.

Devile Peserta dari Provinsi Bali [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

Di bangku tamu undangan sebelah kiri Panggung VIP terlihat para imam se-Keuskupan Agung Jakarta, para suster dari berbagai Tarekat juga hadir. Selain itu ada juga para pendeta Klasis Kota Ambon juga tampak hadir mendukung kegiatan ini. Di sebelah kanan panggung VIP hadir juga para kontingen dari 34 Provinsi yang terlibat dalam Lomba-lomba Pesparani.

 Devile peserta dari Provinsi Sulawesi Utara [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]

“Kami beryukur kepada Tuhan karena bisa hadir dalam acara ini. Kami senang bisa berkenalan dengan saudara-saudari dari daerah lain. Ini kesempatan bagi kami merajut kebersamaan,” ujar Joppy Laiyan seorang kontingen dari Maluku Utara.

Yusti H. Wuarmanuk (Ambon)

(sumber : http://www.hidupkatolik.com/2018/10/28/28026/salam-sarane-di-kota-ambon-dan-sekitarnya-hadir-dalam-pembukaan-pesparani/ )

Saturday, 27 October 2018 13:47

Delapan Uskup Pimpin Misa Pembukaan Pesparani

Ambon - Misa pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I di Lapangan Merdeka Kota Ambon pada Sabtu (27/10) sore dipimpin langsung delapan uskup dan puluhan imam. Konselebran utama dalam misa ini adalah Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sekaligus Uskup Agung Jakarta Mgr Suharyo.

Uskup lain yang menjadi konselebran dalam Misa Pembukaan tersebut adalah Uskup Denpasar yang juga menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng Mgr Silvester San, Uskup Agung Makassar Mgr Johanes Liku Ada, Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarto, Uskup Agung Merauke Mgr Niko Adi Saputra, Uskup Banjarmasin Mgr Petrus Boddeng Timang, Uskup Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto, dan Uskup Ambiona Mgr Petrus Canisius Mandagi.

Misa dihadiri ribuan umat katolik yang merupakan peserta lomba Pesparani Katolik 1. Mereka merupakan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia untuk mengikuti berbagai perlombaan selama sepekan di Kota Ambon. Misa dimeriahkan lantunan lagu paduan suara OMK Kota Ambon sebanyak 300 orang.

Dalam khotbahnya, Mgr Suharyo mengingatkan acara Pesparani Katolik 1 bukan hanya perlombaan semata.

"Pesparani bukan sekadar perlombaan apalagi lomba panduan suara saja. Ini adalah ajang merawat persaudaraan," tutur Mgr Suharyo.

Mgr Suharyo mengatakan, melalui Pesparani, umat katolik mengucapkan syukur kepada Tuhan atas karya agungnya sehingga Gereja Katolik terus berkembang dan bertumbuh di Indonesia. Bukan hanya umat Katolik, kata dia, Pesparani juga menjadi momentum masyarakat Indonesia untuk mengucap syukur atas karya Tuhan mempertahankan NKRI yang beraneka ragam.

Diketahui, Pesparani Katolik I diselenggarakan di Kota Ambon, Maluku selama sepekan, dari 27 Oktober 2018 hingga 2 November 2018. Acara pembukaan dilakukan pada Sabtu (27/10) sore dan dihadiri sekitar 5.000 umat katolik dari seluruh provinsi Indonesia.

Pesparani yang bertemakan "Membangun Persaudaraan Sejati" akan digelar berbagai perlombaan seperti lomba Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Anak, Paduan Suara Gregorian Dewasa, Paduan Suara Gregorian Anak-Remaja, Menyanyikan Mazmur Dewasa, Menyanyikan Mazmur Remaja, Menyanyikan Mazmur Anak, Cerdas Cermat Rohani Anak, Cerdas Cermat Rohani Remaja, dan Bertutur Kitab Suci Anak.

Acara diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) dan panitia lokal di Maluku. LP3KN adalah lembaga yang direstui oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan difasilitasi oleh Pemerintah untuk menyelenggarakan Pesparani secara periodik.

(sumber : http://www.beritasatu.com/nasional/518878-delapan-uskup-pimpin-misa-pembukaan-pesparani.html )

 

AMBON - Ribuan orang dari 34 provinsi di Indonesia  memenuhi kompleks Brimob Polda Maluku, Tantuwi hari ini, Jumat (26/10) untuk menyaksikan pembukaan Maluku Expo.

Maluku Expo adalah bagian dari rangkaian acara Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) I yang mengumpulkan sekitar 8.000 umat Katolik se-Indonesia di Kota Ambon.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua. Dia dampingi Kapolda, Kasdam dan para anggota dewan dan perwakilan kepala daerah lainnya.

"Selamat datang di Kota Ambon untuk semua kontingen Pesparani I dan perwakilan dari 34 provinsi yang membangun stan di Maluku Expo ini. Kita bertukar informasi dan budaya melalui expo ini," ujar Zeth dalam sambutannya di pembukaan Maluku Expo.

Wagub berharap dengan adanya Maluku Expo ada juga transaksi ekonomi yang terjalin antara setiap daerah peserta di Indonesia. Dalam hal ini berupa kerja sama investasi yang saling menguntungkan antardaerah.

"Yang terpenting investasi dan ekspor. Kita kerja sama tawarkan kelebihan daerah masing-masing. Siapa tahu pulang bisa MoU," imbuh Zeth.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pembinaan, Pengembangan, Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala yang menjadi penyelenggara Pesparani I mengungkapkan rasa terima kasihnya untuk semua perwakilan provinsi yang bersedia datang dan mengisi Maluku Expo tersebut.

"Saya tahu effort yang luar biasa dari teman-teman LP3KN seluruh Indonesia yang datang. Tidak hanya sibuk mengurus kontingen yang akan berkompetisi, mereka juga tetap semangat membuka stan di Maluku Expo ini. Terima kasih sekali," kata Adrianus.

Pembukaan Maluku Expo diisi dengan berbagai pagelaran tari dan budaya Ambon. Ditambah dengan pertunjukan musik dan suara merdu dari warga Ambon dan polwan Polda Maluku. Di setiap stan nanti, para pengunjung bisa melihat dan membeli berbagai kerajinan tangan dan kuliner khas setiap provinsi di Indonesia.

Mulai dari tenun, batik, makanan camilan hasil pertanian dan pertunjukan musik khas daerah masing-masing. Maluku Expo ini akan digelar sampai 30 Oktober mendatang. (flo/jpnn)

(sumber : https://www.jpnn.com/news/maluku-expo-persatukan-keragaman-budaya-dari-34-provinsi?page=1 )

Page 4 of 52

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

GPR

 

INFO BMKG

Top