Bahas COVID-19, Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon Lakukan Rakor Lewat Video Conference

Sehubungan dengan maraknya penyebaran wabah COVID-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi global maka diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergi serta terintegrasi dalam penanganan COVID-19 di Maluku. Jumat, 27 Maret 2020 Sekda Provinsi Maluku Kasrul Selang ST, MT yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku kembali melakukan rapat dengan jajaran Pemerintah Kota Ambon. Menariknya rapat itu dilakukan lewat aplikasi meeting Zoom untuk mewujudkan Social Distancing dan Physical Distancing. Sekda yang didampingi pimpinan OPD terkait di gugus tugas memaparkan sejumlah hal penting yang diambil untuk menganulir tingkat penyebarannya.



Dalam sambutan pembukaan Wakil Walikota Ambon yang juga Ketua Gugus Tugas Kota Ambon, Syarif Hadler mengatakan bahwa pihaknya sementara kerja keras untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan langkah-langkah yang ditetapkan berdasarkan SOP yg berlaku. Sejauh ini kata Wawali jumlah pasien yang terinfeksi masih 1 orang, ODP berjumlah 29 orang dan PDP 4 orang. Sekda Maluku Kasrul Selang ST, MT memberi apresiasi yang tinggi untuk jajaran Pemkot yg bekerja lebih keras dan ekstra sesuai tata protokol yang berlaku.

Sekda mengakui saat ini konsentrasi memang lebih diarahkan di Kota Ambon. Mengingat jika tidak ditangani dengan baik bisa saja akan meningkat. Tentu saja katanya, ini harus sesuai analisis kebutuhan juga potensi tempat karantina yg terpusat di Kota Ambon seperti di asrama haji dan balai-balai Diklat seperti LPMP yg bisa menampung sekitar 192 ODP. Diklat BPSDM 72 orang untuk mereka yang masuk klasifikasi PDP ringan. Sedangkan Diklat Agama tersedia 80 tempat tidur utk pelaku perjalanan.

Kota Ambon lanjut Sekda diminta juga utk koordinasikan ke setiap RT dan RW agar ada pengawasan yg efektif sekiranya ada ODP dan PDP yang nanti ditempatkan disitu. “Sejak 14 ODP ditempatkan di Balai Diklat BPSDM Poka ada dokter yang mengontrol rutin. Puji Tuhan. Syukur alhamdulilah mereka sehat-sehat saja bahkan sampai sekarang ikut aktif berolahraga,” tambahnya. Pada kesempatan itu Sekda juga memaparkan bahwa tidak semua PDP harus dirawat. “Tentu ada klasifikasinya,” ujar Sekda memberi contoh misalnya mereka yg berkategori belum terlalu parah. “Ini perlu antisipasi sebab wabah ini puncaknya pada minggu ke 10. Maksudnya jangan belum sampai waktunya rumah sakit sudah penuh. Ditambahkan jadwal alur karantina terpusat telah dibagi dengan baik. Seperti pada minggu 3 sampai dengan 5 kalau pasien itu sudah berat bisa dirawat ke RSUD. Kalau masih PDP kategori sedang kami arahkan ke rumkit tingkat II. PDP ringan ke diklat keagamaan dan diklat lainnya. Semua ini kami proyeksikan pada bulan Juni. Dari semua tanggung jawab ini kami ingin ada nilai edukasi yang dibangun agar ada pencerahan soal klasifikasi soal PDP”.

Sekda berharap agar tugas kita mengobati yang sakit dan melindungi yang sehat bisa terjaga dengan baik maka tambahan sinar ultra violet sangat penting. “Ya mudah-mudahan atas dukungan Walikota setiap jam 10 ada sirene sebagai tanda agar semua warga berjemur untuk menambah anti bodi atau imun tubuh yg bisa menahan lajunya virus dalam tubuh seseorang. Sementara Walikota Ambon dalam penjelasannya ikut memberi apresiasi atas presentasi Sekda Maluku sembari berjanji akan mengawal sampai di tingkat RT dan
RW. Rapat jarak jauh ini dihadiri juga oleh para tokoh agama Kota Ambon dan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku.(**)