Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

SERAM BAGIAN TIMUR

MENGENAL SERAM BAGIAN TIMUR

Geografis

Luas Wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur seluruhnya kurang lebih 15.887,92 Km2 yang terdiri luas laut 11.935,84 Km2 dan luas daratan 3.952,08 Km2.

Jumlah sungai besar dan kecil yang langsung bermuara ke laut pada 4 kecamatan sebanyak 29 buah. Jumlah dimaksud belum termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke sungai utama. Terdapat 2 sungai besar yang tidak pernah mengalami kekeringan sepanjang tahun, yaitu : Sungai Bobot (lebar lk. 70 M) di Kecamatan Werinama dan Sungai Masiwang (lebar lk. 85 M) yang membatasi Kecamatan Seram Timur dan Kecamatan Bula.

Karena secara geografis Kabupaten Seram Bagian Timur terletak di antara Benua Australia dan Benua Asia serta masih dalam kawasan lintang tropis dan dikelilingi oleh laut yang cukup luas, maka iklim yang terdapat di kabupaten ini adalah iklim musim dan iklim taut tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun.

Berdasarkan hasil pemantauan di Stasiun Meteorologi Geser Kabupaten SBT pada tahun 2005, ditemui temperatur maksimum 31,7° C, minimum 22,2°, dengan temperature rata-rata 27,8°C.

Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan April, yaitu rata-rata sebesar 456,3 mm, dan menyusul pada bulan Desember yaitu sebesar 360,6 mm. Jumlah hari hujan terbanyak juga terjadi pada bulan April, dengan rata-rata sebanyak 22 hari, menyusul pada bulan Januari sebesar 20 hari. Rata-rata jumlah hari hujan perbulan dalam tahun 2005 adalah sebesar 14,1 hari.

Penyinaran matahari rata-rata 64,7 %. Tekanan udara rata-rata setahun sebesar 1.111,1 milibar. Kelembaban nisbi rata-rata 81,9 %. Kecepatan angin rata-rata 5,7 knot. Kecepatan angin terbesar pada Musim Timur terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 30 knot dengan arah angin dari Tenggara menuju Barat Laut, dan pada Musim Barat terjadi pada bulan Januari sebesar 25 knot dengan arah angin dari Barat Laut ke Tenggara. Tinggi gelombang rata-rata pada musim tersebut di atas sebesar 2 m.

 

Daftar Kecamatan

Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran kabupaten Maluku Tengah yang terdiri dari:

  1. Kecamatan Siwalalat
  2. Kecamatan Bula
  3. Kecamatan Pulau Gorom
  4. Kecamatan Seram Timur
  5. Kecamatan Werinama
  6. Kecamatan Wakate
  7. Kecamatan Tutuk Tolu
  8. Kecamatan Teor
  9. Kecamatan Pulau Panjang
  10. Kecamatan Bula Barat
  11. Kecamatan Kilmury
  12. Kecamatan Gorom Timur
  13. Kecamatan Bula Timur
  14. Kecamatan Lian Fitu
  15. Kecamatan Kian Darat

Daerah ini terpisah atas tiga bagian utama yaitu Pulau Seram (Bagian Timur), Kepulauan Gorom dan Kepulauan Watubela.

Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Seram Bagian Timur pada pendataan terakhir tahun 2005 (Podes SE 2006 Tahun 2005) sebesar 81.320 jiwa yang terdiri dari : Laki-laki 40.602 Jiwa dan Perempuan 40.718 Jiwa.

Pertumbuhan penduduk rata-rata pertahun sejak tahun 1971 sampai dengan tahun 2000 sebesar 1,67 %. Angka pertumbuhan tertinggi tercatat panda Kecamatan Bula, yaitu 4,87 % pada tahun 1980 dan 5,42 % pada tahun 1990. Sedangkan pada Kecamatan P.P. Gorom, data angka pertumbuhan penduduk belum terpantau, karena pada saat pemantauan dimaksud, Kecamatan P.P. Gorom masih merupakan bagian dari Kecamatan Seram Timur.

Pendidikan

Sarana dan parasara pendidikan di Kab. SBT masih terbatas sehingga menyebabkan rendahnya kualitas sumberdaya manusia serta rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah SD/MI teridentifikasi sebanyak 143 buah dengan jumlah murid sebanyak 19.739 orang dan tenaga guru sebanyak 821 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 24). Jumlah MTs/SMPsebanyak 35 buah dengan jumlah murid 5657 orang dan jumlah guru 222 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 24). Jumlah SMA/SMK sebanyak 15 unit dengan jumlah guru 138 orang dan jumlah siswa 3463 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 25)

  • Angka partisipasi murni (APM) SD/MI = 92,8%.
  • APM SMP/MTs = 92,19%
  • APM SMA/MA = 81,5%
  • Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI = 83,63%
  • APK SMP/MTs = 50,85%
  • APK SMA/MA = 56,13%

Persoalan lain yang ikut mempengaruhi kondisi pendidikan di SBT adalah kurang lebih 40% bangunan (gedung) sekolah dalam keadaan rusak berat, kurangnya sarana dan prasaran pendidikan serta sebaran guru dan ruang belajar yang tidak merata. Sesuai program Pembangunan Nasional bahwa setiap Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya memiliki satu Perguruan Tinggi maka Kab. SBT terdapat satu Perguruan Tinggi Islam Swasta yang berkedudukan di Geser Ibukota Kecamatan Seram Timur.

 

 

SOSIAL DAN PEMERINTAH

Keagamaan

Sesuai amanat Undang-Undang Dasar, dalam mendukung pemeluk agama menjalankan agama yang dianutnya maka perlu disediakan fasilitas peribadatan sesuai jenis agama yang dianut masyarakat SBT. Agama yang dianut masyarakat SBT adalah Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu. Jumlah fasilitas peribadatan sampai saat ini, Masji 207 buah, 6 Surau, 20 Gereja Kristen Protestan, 6 Gereja Kristen Katolik dan 1 Pura. Yang tak kalah penting dalam membina generasi muda Islam adalah sarana Taman Pengajian Al-Qur’an dan Taman Pengenalan AlQur’an. Jumlah TPQ di Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 100 TPQ.

Pemerintahan Umum

Upaya peningkatan penyelenggaraan pemerintahan, seiring dengan meningkatnya fungsi pelayanan public maka telah ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2008 tentang Kelembagaan, sehingga Kelembagaan Daerah menjadi 36 Urusan Pemerintahan yang terdiri dari 15 Dinas, 8 Badan, ( Bagian, 3 Kantor dan 2 Sekretariat.

Kebutuhan Eselon II teridentifikasi sebanyak 28 orang, sudah terisi 23 orang (82,14%), masih tersisa 5 orang (17,86%). Kebutuhan Eselon III teridentifikasi 112 orang, sudah terisi 30 orang (26,78%), masih tersisa 82 orang (73,22%). Eselon IV sebanyak 315 orang, sudah terisi 43 orang (13,65%), masih tersisa 272 orang (86,35%). Peningkatan kualitas aparatur melalui Diklat PIM II sebanyak 4 orang, Diklat PIM III sebanyak 7 orang, dan Diklat PIM IV sebanyak 6 orang.

Untuk mengantisipasi rendahnya kualitas dan jumlah aparatur di bidang kesehatan, sejak tahun 2005 telah dibuka kelas keperawatan pada AKPER Masohi dan sampai tahun 2006 telah berjumlah 76 orang. Sedangkan dibidang Kedokteran telah dijalin kerjasama dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Muslim Indonesia di Makassar untuk menampung calon mahasiswa yang telah lulus seleksi yang berasal dari Kab. SBT. Demikian pula di bidang pemerintahan, sejak 2004 pemerintah daerah telah memfasilitasi calon mahasiswa STPDN Bandung dan hingga kini telah berjumlah 7 orang.

Kesejahteraan Sosial

Data jumlah penduduk miskin di Kab. SBT, berdasarkan data survey Pemkab SBT tahun 2006 tercatat sebanyak 20.766 Rumah Tangga Miskin (62%). Jumlah RTM yang memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) sebanyak 6719RTM dengan nilai bantuan per RTM per triwulan sebesar Rp.300.000. Sedangkan jumlah Komunitas Adat Terpencil (th.2006) sebanyak 190 KK yang tersebar pada Kecamatan Bula dan Tutuktolu.

Kesehatan

Indikator status kesehatan masyarakat menunjukkan pelayanan kesehatan masih memerlukan upaya pemerataan, perbaikan, maupun peningkatan. Jumlah prasarana kesehatan pada 2006 terdiri dari 1 buah Rumah Sakit Tipe C yang saat ini dalam proses melengkapi seluruh sarana dan prasarana pelayanan pelayanan pengobatan dan perawatan, 4 unit Puskesmas Rawat Inap, dan 3 buah Puskesmas Rawat Jalan serta 39 buah Puskesmas Pembantu. Sedangkan jumlah tenaga paramedic sebanyak 13 orang dan paramedic sebanyak 96 orang.

  • Rasio para medis dengan penduduk adalah 1 : 9.010.
  • Rasio para medis dengan penduduk 1 : 1220.

Gambaran derajat kesehatan balita: Balita Gizi Lebih 0,94%, Balita Gizi Baik 81,94%, Balita Gizi Buruk 0,12%, Balita Gizi Kurang 16,97%.

Kondisi Sosial

Hasil assesmen diketahui jumlah penduduk Kab. SBT tahun 2006 adalah 117.133 jiwa. Golongan terbesar pada penduduk berusia 21-30 tahun. Kemudian, penduduk dalam golongan usia 31 – 40 tahun sebanyak 27.377 jiwa. Kedua kategori usia ini adalah usia produktif yang secara kuantitatif berjumlah 56.272 jiwa dari total penduduk yang ada di Kab. SBT. Komposisi penduduk usia 20 – 20 tahun yakni sebanyak 23,104 jiwa kemudian kelompok usia 0 – 10 tahun sebanyak 22.508 jiwa, usia 41 – 50 tahun 7.710 jiwa, 51 – 60 tahun 3.334 jiwa, dan diatas 60 tahun 1.969 jiwa.

 

SUMBER DAYA ALAM

Perikanan dan Kelautan

Potensi lestari sektor perikanan meliputi ikan permukaan (pelagis) dan ikan dasar (demershal) diperkirakan 128.692,2 ton/tahun dimana sampai tahun 2005 baru dapat dikelola 9.340,6 ton (7,79%) dengan nilai produksi 13.561.250.000. Disamping itu masih terdapat berbagai potensi kelautan bernilai ekonomis tinggi seperti teripang, lola, cumi-cumi, kepting, udang penaide, dll.

Pertanian

Luas lahan potensial 131.364 Ha. Rincian peruntukan dan pengelolaannya sbb: Tanaman Pangan dan Hortikultura 27.096Ha (20,62%). Sampai saat ini beru dikelola seluas 9.500Ha (35,06%) dengan jenis komoditas padi, palawija, jagung, kacang tanah, sayur dan buah-buahan.

Perkebunan

Luas lahan potensial 99.212Ha (75,51%), sampai saat ini baru dikelola 340,13Ha (6,69%) dengan jenis ternak yakni sapi, kambing, ayam ras dan itik.

Pertambangan

Meliputi pertambangan umum dan pertambangan migas. Potensi pertambangan umum meliputi batu bara, emas, tembaga, nikel, krom, kobalt, basi, magnesium, mangan dan zirconium. Pertambangan Migas meliputi minyak bumi dan nafta.

 

Transportasi

2006, teridentifikasi panjang jaringan jalan yang berhasil dibangun 532,20KM (Rincian: Jalan Aspal 29,50KM, Jalan Kerikil 178,20KM, Jalan Tanah 298,50KM, Jalan Semen 6KM, jalan yang belum terbuka 46,5KM.

Jembatan Darat teridentifikasi 188 buah dengan total panjang bentangan kurang lebih 8.562 meter. Sedangkan jembatan darat yang terdapat pada jalan antar wilayah dan lingkar pulau sebanyak 143 unit dengan total panjang bentangan kurang lebih 4127 meter.

Pelayanan transportasi laut terdiri atas pelayaran nasional dan pelayaran swasta. Frekuensi kedatangan dan keberangkatan untuk rute Ambon – Bula – Geser – Gorom adalah 3 kali dalam sebulan dilayani oleh swasta. Sedangkan frekuensi pelayaran nasional dari Geser ke Bula sementara ini masih satu kali dalam seminggu.

Upaya perwujudan pelayanan transportasi udara sampai 2012 belum terlaksana. Sarana transportasi udara yang ada hanya bersifat khusus pelayanan perusahaan minyak di Bula. Untuk umum diberikan 3 seat setiap penerbangan dengan frekuensi 3 kali seminggu. Untuk itu Pemkab SBT merencanakan membangun bandara baru dengan panjang landasan pacu sekitar 2000 meter dimana pada tahun ini dilakukan studi infestigatif terkait penyiapan pelaksanaan pembangunannya.

 

Kelistrikan

Sarana jaringan listrik masyarakat berasal dari PT. PLN (persero) melalui unit-unit pembangikit tenaga Diesel yang terdapat di Werinama, Bula, Geser, Gorom, Tutuktolu, dan Wakate. Pelayanan penerangannya baru sebatas pada mala hari sedangkan di Kota Bula pelayanan penerangannya sejak pertengahan 2007 sudah 24 jam.

 

Pos-Telekomunikasi

arana pelayanan Pos dan Giro sebelumnya sebanyak 3 kantor. Sampai saat ini hanya 2 kantor saja yang beroperasi yakni di Kecamatan Bula dan Kecamatan Seram Timur. Jaringan informasi dirasakan perlu oleh masyarakat, terbukti dengan adanya stasiun telepon seluler yang saat ini telah eksis di empat kecamatan yakni Bula, Werinama, Seram Timur, dan Pulau Gorom. Sejak 2007 dan 2008 diupayakan kemampuan peyebaran informasi melalui media massa, baik cetak maupun elektronik dapat dinikmati masyarakat yang berada di enam kecamatan.

 

Sarana Ekonomi

Sarana perdagangan berupa pasar sebanyak 4 unit, terdiri dari Pasar Inpres 1 unit yang berlokasi di Bula dan Pasar Tradisional 3 unit yang masing-masing berlokasi di Kecamatan Seram Timur, Pulau Gorom dan Werinama.

Koperasi, sejak tahun 2006 berjumlah 82 unit yang keanggotannya kebanyakan terdiri dari masyarakat petani dan nelayan.

Lembaga Keuangan

Lembaga keungan yang ada di Kab. SBT terdiri dari Kantor Cabang Bank Maluku 1 Unit dan Kantor Cabang BRI 1 unit.

Inflasi

Salah satu indikator untuk melihat tingkat inflasi dan deflasi adalah indeks harga implisit PDRB. Hasil perhitungan menunjukkan angka indeks harga implisit Th.2006 sebesar 150,79%. Ini menunjukkan secara keseluruhan harga barang dan jasa yang dihasilkan SBT mengalami kenaikan 50,79% dari harga di tahun 2004. Kemudian bila dilihat menurut sektor, kenaikan harga tertinggi pada tahun 2006 terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 95,06%. Sedangkan harga terendah adalah sektor pengangkutan dan komunikasi yakni 28,68%.

 

 

Semmy

 

Ambon,- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dipimpin Gubernur Maluku Said Assagaff yang melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku di Kecamatan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), salah satu agenda utamanya membahas 11 Program Strategis Nasional di Maluku.

Saat membuka Rakerda di SMA Negeri 2 Desa Toumalehuw Barat, Kecamatan Pulau Manipa, SBB, Rabu (15/3), Gubernur menegaskan dari 11 program yang dibahas, ada 10 proyek yang sudah disetujui. “Ada 1 proyek saja, yakni pembangunan Institut Teknologi Ambon (ITA) yang masih ditangguhkan tiga sampai empat tahun ke depan, karena dosen-dosen harus dipersiapkan terlebih dahulu, ” ujar Assagaff.

Dia lantas meminta, para pimpinan SKPD terkait, agar mengawal program-program strategis ini, dijaga dikawal. “Jangan sampai tidak dikawal, bisa-bisa tahun depan tidak ada realisasinya. Kemudian itu Dana Alokasi Umum (DAU) kita, mulai tahun depan juga sudah dihitung berdasarkan luas laut kita,” tegasnya.

Assagaff juga menyampaikan akan ada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang), yang bakal dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Cahyo Kumolo, di atas Kapal Dorolonda tanggal 6-9 April 2017. “Saya minta agar semua SKPD, untuk dapat mensukseskan berbagai event nasional yang akan berlangsung di Maluku tahun dan tahun depan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maluku Anthonius Sihaloho, memaparkan 11 Program Strategis Nasional di Maluku. “11 program yang dimaksud itu ialah Trans Maluku yang merupakan transportasi multimoda. Integrasi transportasi jalan dan transportasi penyeberangan atau ferry yang menghubungkan Gugus Pulau di Maluku.

Selain itu ada 7 ruas jalan trans Maluku yang dimulai dari pembangunan Jalan Trans Maluku Ibra – Danar – Tetoat sepanjang 68.31 Km, pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Barat Pulau Seram (Kairatu – Piru – Taniwel – Lisabata – Saleman) sepanjang 98.82 Km, dan pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Pulau Ambon (Laha – Alang – Wakasihu – Asilulu – Kaitetu – Hitu – Morela – Liang) sepanjang 99.6 Km,” paparnya.

Ada lagi, lanjut Sihaloho, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Selatan Pulau Seram (Haya – Tehoru – Werinama – Kotabaru – Airnanang) sepanjang 200.5 Km, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Timur Pulau Seram (Airnanang – Masiwang – Waru – Bula) sepanjang 120 Km, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Leksuka – Namrole (P. Buru) sepanjang 53.85 Km, dan Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Tual – Ngadi – Tamedan – Ohoitu (P. Kei Kecil) sepanjang 24.2 Km.

“Ruas jalan Trans Maluku sebanyak 7 (tujuh) ruas ini merupakan proyek Strategis Nasional sehingga diprioritaskan penanganannya pada tahun Anggaran 2018 melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Dana Alokasi Khusus (DAK),” terangnya.

Program kedua, menurut Sihaloho, yakni Food Estate, yang merupakan konsep pengembangan produksi pangan di Provinsi Maluku, yang dilakukan secara terintegrasi, yakni pertanian, perkebunan dan peternakan yang berada di suatu kawasan lahan yang didukung oleh infrastruktur berupa bendungan dan irigasi yang difokuskan di Pulau Buru. Untuk program ini dibutuhkan anggaran sebesar Rp. 2,6 Trilyun. Bendungan Waiapo, ini lanjut Sihaloho, telah disetujui pembangunannya dengan Tahun Anggaran 2017, yang akan dimulai Pembangunan jalan akses menuju bendungan dan Pembangunan Fisik Bendungan Waeapo pada Tahun Anggaran 2018.

“Program lainnya, yaitu Flyover Sudirman yang berfungsi untuk mengatasi kemacetan ruas jalan Ambon – Galala dengan Panjang Bentang 402 M, Jumlah Bentang 12 Bentang, Konstruksi bangunan atas PCI GIrder, Konstruksi bangunan bawah beton bertulang, pondasi Bore PIle Diameter 80 Cm, ” terangnya.

Anggaran yang dibutuhkan pun sebanyak Rp. 180 Milyar, dimana untuk Konstruksi Rp. 145 Milyar dan pembebasan lahan Rp. 35 Milyar. “Pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat yang juga masuk dalam proyek prioritas akan memberikan pelayanan medis yang berkualitas dan memadai untuk semua kalangan masyarakat. dengan lokasi RSUP di Wailela, Desa Rumatiga Kota Ambon. Kebutuhan Anggaran untuk Konstruksi Rp. 795,8 Milyar,” jelasnya.

Beberapa program strategi nasional lainnya, yang juga dipaparkan Sihaloho, antara lain Pembangunan Institut Teknologi Ambon (ITA), Bandara Banda, Sekolah Tinggi Pelayaran di Desa Waraka, Kabupaten Maluku Tengah, Pasar Apung Mardika, Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan, Pengembangan Dok & Galangan Kapal, dan Pembangunan Pabuhan Ekspor Waai Tulehu.(WM-UVQ)

Friday, 24 March 2017 00:05

MTQ Kabupaten MALRA Resmi Di Tutup

Tual - Kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran ke 27 selama 5 hari yang melibatkan masyarakat di Kecamatan Sekabupaten Maluku Tenggara resmi ditutup oleh Ketua DPRD Maluku Tenggara, TH Welerubun, selasa 21/03/17.

Ketua DPRD dalam sambutannya mengatakan, Pelaksanaan MTQ diyakini sebagai sebuah wahana strategis dalam membaca dan menghayati kalam ILLAHI serta mendalami isi dan mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari. MTQ ke 27 di tingkat Maluku Tenggara diharapkan dapat menambah wawasan, penghayatan dan cinta kasih terhadap Quran.

Welerubun juga meyakini, pelaksanaan MTQ di Maluku Tenggara membawa hikmah yang besar. Hikmah itu berupa hadirnya suatu suasana spritual yang baru dan sejuk bagi tatanan kehidupan keagamaan, dan hubungan antar pemeluk agama. Lebih lanjut dikatakan, suatu kesejukan spiritual yang dapat membawa setiap umat islam untuk lebih dekat kepada Sang Chalik dan kesejukan itu yang telah mencairkan kembali kebekuan-kebekuan hubungan sulahturahmi, kekeluargaan dan persaudaraan. “Jelasnya.

Welerubun juga mengucapkan selamat kepada para Qori-Qoriah, Hafizh-Hafizhah, Mufassir-Mufassirah yang meraih peringkat juara dalam MTQ Ke 27. “Dalam presrasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan teruslah berlatih untuk mempersiapkan diri guna mengharumkan nama Kabupaten Maluku Tenggara pada MTQ ditingkat selanjutnya. Dan yang belum mendapatkan prestasi jangan berkecil hati dan teruslah berlatih untuk meraih prestasi pada kesempatan berikut.” Ungkapnya.

Di akhir sambutannya Welerubun mengharapkan kepada para Qori dan Qoriah yang akan mewakili daerah Maluku Tenggara ke ajang tingkat Propinsi kiranya terus mempersiapkan diri secara baik guna, meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Harapan ini lanjut Welerubun adalah dambaan masyarakat sebab itu, sebagai Ketua DPRD dengan fungsi anggaran yang ada pada lembaga DPRD , akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah agar segera menyiapkan anggaran dalam rangka persiapan kontingen Maluku Tenggara pada ajang MTQ di tingkat Propinsi Maluku.”tandasnya (WM/STEF)

 

Tual – Kunjungan kerja yang dilakukan Pemerintah Kota Tual dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat kini digelar di Desa Ohoitahit Kecamatan Dullah Utara, Jumat malam 03/03/17.

Raja Ohoitahit Hi Husein Reniwuryaan dalam sambutan mengatakan, Kami masyarakat Desa Ohoitahit menyambut baik kedatangan Bapak Wali Kota Tual Adam Rahayaan bersama SKPD yang sudah mau datang untuk berkunjung di Desa ini dan bisa mendengar langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat yang ada.

Masyarakat juga mengucapkan terima kasih kepada bapak (Almarhum) Wali Kota Tual MM Tamher dan Bapak Adam Rahayaan Selaku wakil Walikota karena selama masa jabatannya sudah memperhatikan Desa Ohoitahit diantaranya, membangun Puskesmas, SMP N 3, SMK, Rumah Renan dan membangun Balai Desa Ohoitahit.

Untuk itu, dengan adanya kunjungan ini diharapkan dapat melihat hal-hal yang masih kurang di desa ini. “ungkapnya Rahayaan dalam sambutan singkatnya mengatakan, Kunjungan kerja ini adalah semata-mata untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, Pemerintah sebagai pelayan haruslah mengunjungi masyarakat dari lingkungan ke lingkungan dan dari desa ke desa agar segala sesuatu yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat disalurkan ke Pemerintah untuk ditindak lanjuti.

Rahayaan Menambahkan, Bulan Oktober 2017 Presiden RI Joko Widodo akan berkunjung ke Ke wilayah Maluku perjalanan dengan angkutan kapal Dari Ambon, Banda, Tual, Aru, MTB dan MBD. Untuk itu, Pemerintah dan masyarakat diminta menyiapkan diri untuk menjemput Bapak Presiden RI.

Dalam kesempatan tersebut masyarakat juga menyampaikan aspirasinya, adapun Aspirasi yang disampaikan antara lain, Meminta Pemerintah Kota Tual untuk membantu masyarakat dalam hal Pemberdayaan, pemekaran, meminta pangkalan armada untuk mengangkut ibu-ibu sapu jalan, meminta perumahan, talud yang sudah hancur harus diperbaiki, permintaan speed untuk nelayan sekaligus adanya pengawasan dari dinas perikanan untuk laut karena laut sering di Bom dan Di bius Selian itu, masyarakat juga meminta agar, memperhatikan pertanian, jalan Hotmix, Permintaan Rebana untuk Majelis Ta’lim, Memperhatikan Tempat Parawisata, Memperhatikan intensif guru/honor, Pagar untuk sekolah, Pengelolaan sampah, dan meminta juga agar Stadion Kota Tual di bangun di Desa Ohoitahit karena pemilik lahan sudah menghibahkan ke Pemerintah Kota Tual.

Pada kesempatan tersebut Wali Kota Tual Adam Rahayaan berjanji akan menampung aspirasi masyarakat setelah itu, akan di bahas bersama dan diselesaikan oleh Dinas-dinas terkait.” (WM/STEF)

Ambon, – Rapat kerja (Raker) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dijadwalkan berlangsung di Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada 15 Maret 2017.
Hal ini di katakan Kabag Humas Pemprov Maluku, Bobby Palapia, saat dikonfirmasi, Senin, 6/3/2017 mengatakan, Pulau Manipa diputuskan Gubernur Said Assagaff sebagai tempat penyelenggaraan Raker yang disurvei Bappeda setempat.

Menurut palapia “Raker di Pulau Manipa ini diselenggarakan awal Maret 2017. Namun, ditangguhkan karena persiapan penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah di Ambon pada 24 – 26 Februari 2017,” ujarnya.

Dia juga mengemukakan, Raker Pemprov Maluku diputuskan Gubernur Said Assagaff dan Wagub, Zeth Sahuburua yang diselenggarakan di daerah – daerah setelah dipercayakan memimpin daerah ini sejak 10 maret 2014.

Gubernur dan Wagub menginginkan mendengar secara langsung berbagai keluhan serta mendata berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat di kabupaten/kota, kecamatan maupun daerah terisolasi.

“Jadi ini (Raker) tidak sekedar untuk jalan-jalan. Jangan ada yang masa bodoh. Ini penting untuk merancang program yang sesuai dengan kondisi riil di daerah,” kata Bobby mengutip penegasan Gubernur Said.

Dia merujuk Raker telah diselenggarakan di kabupaten Maluku Tenggara, kabupaten Buru, kabupaten Buru Selatan dan kabupaten Maluku Bara Daya (MBD).

“Raker Pemprov Maluku sudah digelar di luar kota Ambon sebanyak empat kali, semata-mata untuk mendapatkan data riil tentang kebutuhan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan daerah serta mempertimbangkan masalah kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak hanya dirancang di belakang meja,” tandas Bobby.

Karena itu, Kadis, Kepala Badan maupun Kepala Biro yang hadir tolong mencatat program pembangunan yang perlu segera ditangani, terutama yang dijanjikan agar segera direalisasi.

Gubernur maupun SKPD melihat dan mendengar langsung kondisi di lapangan sehingga ini dinilai strategis dalam menyusun dan menjawab kebutuhan masyarakat agar realisasi pembangunan, pemerintahan dan pelayanan sosial tepat sasaran, berdayaguna serta optimal.

“SKPD teknis dikoordinasi Bappeda Maluku telah menginventarisasi masalah di suatu daerah, makanya diputuskan Raker di situ agar dengan kehadiran pemangku kepentingan di sana, maka langsung memutuskan program penanganan,” tegas Bobby.

Kisar, - Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan tingkat kecamatan kisar utara kabupaten maluku barat daya, yang di buka secara resmi Wakil Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach di Kisar Utara.

Dalam sambutannya wabup mengatakan, kegiatan musrenbang adalah agenda rutin tahunan yg stiap kali di laksanakan Namun musrembang dari tingkat desa, hingga propinsi harus dilandaskan pada sebuah pemikiran, dan perencanaan yang konstruktif, fudamental dan bisa diaplikasikan, Dan tidak didasarkan pada sesuatu yg sifatnya abstrak karena berandai-andai dlm sebuah perencanaan.

Karena dalam sebuah perencanan pembangunan adalah sesuatu yang nyata. “Jangan buat program yang bnyak-banyak, nanti bingung sendiri dan lupa sebagian” ungkap wabup.

Buatlah program-program prioritas dan bisa dikerjakan dengan sumber daya yg ada. Sehingga program-program tersebut bisa berguna dan tepat sasaran.

Menurut wabub RPMJD daerah kab. MBD adalah merupakan haluan dan kompas dalam melakukan perencanaan di daerah yg disusun brdasarkan Visi dan misi bupati dan wakil bupati yakni, menjadikan masyarakat MBD yg adil, sehat,cerdas, sejahtera, tangguh dan lestari.

Tahun ini kita mempunyai beberapa program prioritas yakni pendidikan dan ksehatan ditahun pertama sedangkan tahun kedua, kita mendorong pengurangan angka kemiskinan dengan membuka lapangan kerja lewat pembukaan lapangan kerja pada sektor non formal dan kewirausahaan.

Dengan memanfaatkan sumber-sumber daya alam yg ada.Sehingg program yang hendaknya di kerjakan harus selaras dengan program pemerintah pusat yakni nawacita Presiden RI Joko Widodo.

Turut hadir dalam musrembang yakni sekda MBD Drs. A. Siamiloy, wakil ketua ll DPRD KAB. MBD Evert Mozes, kep. Balitbang Wem maahury, kadis pendidikan Drs.Jhon Leunupun, kadis Kesehatan, kepala BPMD, Roby Far Far, kadis pertanian, J. Philipus Msi, ass l edy ubro SE, kabag umum, Jack Laipiopa S.Pi. camat terselatan, kisar utara, unsur muspika para kades,tomas,toga,todat, topem dan para PNS. (WM)

 

Ambon, – Gubernur Maluku Said Assagaff mengarahkan Dinas Koperasi dan UKM maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk membantu modal usaha kelompok anak muda kreatif di Kota Ambon.

“Saya saat menghadiri pesta rakyat di kelurahan Benteng (kecamatan Nusaniwe) Rabu (1/3) malam termotivasi untuk mengarahkan agar ada bantuan modal usaha, karena kelompok anak muda tersebut kreatif,” katanya, di Ambon, Kamis, 2/3/2017.

Gubernur juga mengaku telah berdialog dengan anggota kelompok anak muda yang ternyata terampil melakukan duco maupun reparasi sepeda motor.

“Sayangnya mereka terkendala modal usaha dan keterbatasan peralatan untuk mengembangkan usaha tersebut,” ujarnya.

Karena itu, Karo Umum Setda Maluku, Hadi Sulaiman telah diminta memfasilitasi ketua tim pemberdayaan kelurahan Benteng dan kelompok anak muda kreatif untuk mengajukan permohoan bantuan modal maupun peralatan ke Dinas Koperasi dan UKM dan Disperindag.

“Saya mengetahui di Disperindag ada program bantuan peralatan yang nilainya puluhan hingga ratuan juta rupiah diberikan secara cuma – cuma asalkan terwadahi dalam bentuk kelompok,” kata Gubernur.

Dia memastikan, bantuan dari Disperindag Maluku juga tersedia untuk kaum ibu, seperti mesin jahit maupun perlengkapan produksi rumah tangga.

“Jadi didorong untuk mengembangkan produksi industri rumah tangga dengan modal usaha melalui Dinas Koperasi dan UKM,” ujarnya.

Apalagi di Dinas Koperasi dan UMK juga tersedia dana Kredit usaha Rakyat (KUR) yang tanpa jaminan.

“Manfaatkan program yang disiapkan pemerintah melalui bank untuk menambah modal usaha karena industri rumah tangga bisa kebagian puluhan juta rupiah,” kata gubernur.

Dia memandang program KUR kurang tersosialisasi optimal sehingga masyarakat belum banyak memanfaatkannya.

Padahal, pemanfaatan KUR maupun peralatan dari Disperindag Maluku bisa meringankan beban masyarakat tidak mampu dan pada akhirnya membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan.

“Saya secara pribadi siap membantu dana Rp100 juta agar usaha kelompok anak muda kreatif lebih berkembang. Ini strategis bagi stabilitas keamanan Maluku, karena kalau ada usaha maka mereka tidak mudah terprovokasi melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat dan diri sendiri,” kata gubernur.

Ambon, – Kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Provinsi Maluku dari waktu ke waktu semakin menurun, terbukti dalam apel pagi 1 Febuari lalu, dari 700 ASN dilingkup Kantor Gubernur Maluku, hanya 256 pegawai yang hadir.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Provinsi Maluku Femy Sahetapy dalam sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-45, yang berlangsung di halaman belakang kantor Gubernur, Jumat (17/3), menghimbau kepada seluruh ASN lebih meningkatkan kehadirannya, dengan rajin berkantor.

“Saya menghimbau kita semua selaku ASN , harus disiplin dan rajin masuk kantor, bukan malas-malasan,”ujar Sahetapy saat memberikan sambutan pada Upacara HUT Korpri..

Tak lupa dirinya juga meminta kepada setiap SKPD untuk memasukan realisasi program dengan tepat waktu.
Untuk mengetahui kehadiran pegawai, pihaknya telah memberlakukan absen manual pagi, sedangkan absen finger print diberlakukan untuk siang dan sore hari dilingkungan Kantor Gubernur Maluku.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui serta mengontrol jumlah pegawai yang hadir untuk mengikuti apel pagi, sekaligus sebagai upaya disiplin ASN.(WM-UVQ)

JAKARTA, – Gubernur Maluku Said Assagaff meminta masyarakat Maluku untuk bersama-sama mempersiapkan diri menerima para tamu yang akan membanjiri daerah ini pada even balap sepeda bertaraf internasional Tour de Molvccas (TdM) yang akan digelar 18 – 22 September 2017 mendatang. “TdM adalah event kita bersama, mari persiapkan diri dan mendukung agar dapat berlangsung sukses. Jaga Kebersihan Kota Ambon dan seluruh daerah di Pulau Seram terutama pantai-pantainya sehingga para tamu TdM nanti senantiasa rindu untuk pulang lagi ke Maluku, ” ujar Assagaff, usai melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator (Menko) Maritim, Luhut Binsar Panjaitan beserta para Deputi Kemenko Maritim, di Jakarta, Rabu (22/3).

Menurut Assagaff, Menko Maritim sangat mengapresiasi acara bertaraf internasional ini dan akan terus mendukung. Bahkan Menko menyampaikan akan segera turun ke Pulau Seram untuk melakukan survey kualitas jalan dan fasilitas pelayanan umum lainnya. “Alhamdulillah, inilah dampak positif dari acara Tour de Molvccas karena dengan demikian jalan-jalan di Pulau Seram akan bagus sebagaimana standard pertandingan sepeda internasional,” ujarnya.

Assagaff katakan, memang penting berkoordinasi ke Menko Maritim karena di bawah koordinasinya ada Kementerian PU, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan. Dan kesemuanya itu memiliki peran penting dalam suksesnya pelaksanaan Tour de Molvccas (TdM).

Rapat koordinasi yang dilakukan di Kantor Kemenko Maritim ini, secara khusus merupakan inisiasi dari Gubernur Maluku, Said Assagaff demi memastikan dukungan dari Kementrian Koordinator Maritim dan Sumber Daya Alam terhadap pelaksanaan Tour de Molvccas. Selain Gubernur, ikut hadir pada rapat koordinasi tersebut, antara lain Ketua Bappeda Maluku Anton Sihaloho, Kadis Pariwisata Habiba Saimima, Pj. Walikota Ambon Frans J. Papilaya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Lufti Rumbia dan Konsultan teknis TdM Jamaludin Mahmood .

Sebagaimana diketahui, Tour de Molvccas merupakan event balap sepeda internasional yang rencananya dihadiri 38 negara, ditambah tuan rumah Indonesia atau sekitar 20 tim dengan jumlah pebalap 100 orang atau total rombongan sekitar 600 orang. Para pebalap dan tim yang turut serta dalam TdM 2017 adalah pebalap yang sering mengikuti kejuaraan balap sepeda profesional yang tercatat dalam kalender badan sepeda dunia atau Union Cycliste Internationale (UCI).

Dalam event ini Pemprov Maluku bekerjasama dengan Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang akan menjadi rute TdM 2017. Assagaff menegaskan, Maluku ini surga. “Julukan surga itu bukan dari kami, tetapi dari wisatawan asing dan domestik yang sudah pernah datang ke sini. Banyak pihak meminta kami lebih serius melakukan promosi pariwisata. Memang, kami menyadari, selama ini kurang gencar melakukan promosi dan karena itulah sekarang banyak kegiatan promosi pariwisata dilakukan, antara lain melalui event Tour de Molvccas,” ujarnya.

Event TdM 2017 ini diharapkan Assagaff sebagai event strategis yang dapat mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan domestik, regional dan global untuk berwisata ke Maluku. TdM juga diharapkan menjadi sarana branding Maluku, menaikkan popularitas, citra dan reputasi Maluku. Kami yakin banyak media nasional dan internasional yang meliput TdM dan kami percaya media massa dapat membantu memberitakan potensi pariwisata Maluku.(WM-UVQ)

 

 

Lakor MBD, – Bupati Maluku Barat Daya Drs Barnabas.N.Orno minta petani perlu meningkatkan Produksi bawang merah di pulau lakor Kabupaten Maluku Barat Daya, hal ini dikatakan Bupati Orno dalam tatap muka bersama pengurus Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Dalam tatap muka tersebut pengurus Kontak Tani Nelayan andalan Provinsi Maluku Samsudin Jusuf sebagai Wakil Ketua dan Sekertaris Utha Makatita untuk membahas sejumlah program kelompok Kontak Tani dan Nelayan yang akan dilaksanakan nantinya termasuk pengembangan bawang merah.

Pada kesempatan tatap muka tersebut Bupati Orno minta agar pengembangan bawang merah di pulau Lakor Perlu di tingkatkan. Menurutnya bawang merah dipulau Lakor merupakan salah satu Icon unggulan dikabupaten Maluku Barat Daya mestinya dikembangkan untuk memenuhi pasar Tiakur sehingga dapat menghindari pasokan bawang merah dari tempat lain yang bisa saja menyebakan penyakit karena pengunaan pupuk kimia.

Selain bawang Lakor Orno pun berharap agar pengembangan jagung dan Pangan Lokal lainya juga menjadi Perhatian Dinas Pertanian dan dibantu oleh Pengurus Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten MBD Sehingga kebutuhan masyarakat akan pangan lokal dapat terpenuhi sehingga mereka tidak tergantung kepada beras karna beras bukan makanan pokok orang MBD karna itu Orno pun minta agar masyarakat dikabupaten MBD benar-benar mencntai pangan lokal.(WM-G)

Friday, 17 March 2017 06:45

Kapal Pembangkit Listrik Tiba di Ambon

Ambon, 17/3 (Antara Maluku) - Kapal pembangkit listrik Karadeniz Powership Yasin Bey milik Karpowership Grup Energi Karadeniz, Istanbul, Turki, tiba di Ambon, Maluku.

Kapal berkapasitas 60 megawatt (MW) tersebut saat ini berlabuh di perairan Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah, menunggu waktu peresmian dan operasional, kata Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Maluku dan Maluku Utara Edward Peea di Ambon, Jumat.

Ia mengatakan pengoperasian kapal pembangkit listrik bertujuan untuk memperkuat pelayanan PT PLN dalam mengatasi kekurangan pasokan listrik di Pulau Ambon.

"Kapal listrik dijadwalkan tiba di Ambon pada 2016, tetapi mengalami penundaan dan baru tiba saat ini," ujarnya.

Menurut dia, kapal pembangkit listrik ini akan dioperasikan di lokasi yang semula akan dibangun PLTU Waai dengan daya listrik sebesar 60 MW, dan akan disalurkan melalui transmisi 70 kV menuju Desa Passo, Kecamatan Baguala, hingga Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Jaringan transmisi Pulau Ambon dalam tahapan pembangunan yang dimulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Waai hingga Passo sepanjang 18 KM atau 150 KV dilanjutkan pembangunan Passo- Sirimau 12 KM atau 70 Kv.

"Selain itu pembangunan jaringan Passo-Hative Besar 26 KM atau 150 KV yang akan dilaksanakan pada 2017. Untuk pembangunan gardu induk di kawasan Passo dan kecamatan Sirimau dalam waktu dekat akan disalurkan kepada masyarakat," katanya.

Saat ini, kapal tersebut masih dalam proses pekerjaan untuk persiapan pengoperasian. Teknisi PLN bersama teknisi kapal listrik terus melakukan koordinasi agar pengoperasian dapat secepatnya dilakukan.

Kapal ini sebagai solusi jangka pendek terhadap krisis listrik di berbagai daerah. Pengoperasian kapal genset ini sebagai `jembatan` sebelum proyek listrik 35.000 MW tuntas.

Pemanfaatan kapal pembangkit listrik ini membantu daerah di Indonesia yang kekurangan listrik. Wilayah Indonesia yang merupakan kepulauan cocok untuk pembangkit listrik apung.

"Kapal-kapal `genset raksasa` ini disewa oleh PLN untuk lima tahun ke depan dari perusahaan di Turki. Kami berharap masalah kelistrikan di Maluku dapat ditangani dengan kehadiran kapal pembangkit tersebut," tandasnya.

Ditambahkannya, kapal pembangkit telah direalisasikan di wilayah Sulawesi sedangkan untuk Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Utara (Sumut), dan Maluku mengalami keterlambatan. (AM)

 

Page 1 of 15

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 27 MARET 2017
 

FILE PERAKIRAAN CUACA 27 MARET (PDF)

FILE PERAKIRAAN GELOMBANG 27 MARET(PDF)


Info Gempa Mag:5.1 SR, 27 Maret 2017 Pukul 04:14:47: WIT, Lokasi:7.16 LS-129.95 BT (70 Km Timurlaut Tepa-MBD, 175 Km Baratlaut Saumlaki), Kedalaman 140 Km

 
 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top