Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

MALUKU TENGGARA BARAT

MENGENAL MALUKU TENGGARA BARAT

GEOGRAFI

Kondisi geografis wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang terletak pada koordinat 6 34’24” – 8 24’36” Lintang Selatan dan 13037’47” – 133 4’12” Bujur Timur.

Adapun letaknya menurut geografi dibatasi antara lain oleh :

Sebelah Utara : Laut Banda

Sebelah Selatan : Laut Timor dan Samudera Pasifik

Sebelah Barat : Gugus Pulau Babar Sermatang

Sebelah Timur : Laut Arafura

Luas Wilayah

Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan daerah kepulauan dan terkonsentrasi pada Gugus Pulau Tanimbar yang mempunyai luas keseluruhan 52.995, 20 km2 yang terdiri dari wilayah daratan seluas 10.102,92 km2 (19,06%) dan wilayah perairan seluas ± 42.892,28 km2 (80,94%).

Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat terdiri dari banyak pulau, baik itu yang berpenghuni maupun yang masih belum tersentuh, dengan jumlah total pulau sebanyak 113 pulau.

 

DEMOGRAFI

Sumber utama data kependudukan adalah Sensus Penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus penduduk telah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak Indonesia merdeka sejak Indonesia merdeka, dan yang terakhir adalah Sensus Penduduk Tahun 2015. Selain itu dalam rangka mengetahui jumlah penduduk untuk tahun-tahun di luar tahun sensus dilakukanlah proyeksi penduduk, seperti data penduduk tahun 2015.

Dari sisi demografi, jumlah penduduk Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebanyak 110.425 jiwa pada tahun 2015 (data BPS 2015)

 

Jumlah Penduduk Per Kecamatan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, 2015
Kecamatan 2015
Laki-Laki Perempuan Jumlah
1 2 3 4
1. Tanimbar Selatan 16767 16327 33094
2. Wertamrian 5060 5117 10177
3. Wermaktian 5820 5611 11431
4. Selaru 6390 6451 12841
5. Tanimbar Utara 6888 6977 13865
6. Yaru 2495 2547 5042
7. Wuarlabobar 3821 3655 7476
8. Nirunmas 3651 3733 7384
9. Kormomoiln 3114 3093 6207
10. Molu Maru 1501 1407 2908
Kab. Maluku Tenggara Barat 55507 54918 110425
       

*sumber data BPS Kabupaten Maluku Tenggara Barat

ARTI LAMBANG KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT


LAMBANG DAERAH

KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT

SESUAI PERDA NO. 39/SK/DPRD-MTB/2002

Tanggal, 09 November 2002

 

Nama Bentuk dan Arti Lambang :

  1. Lambang Daerah bernama Duan Lolat, merupakan suatu hukum adat tertinggi yang lahir dan hidup berdasarkan hak dan tanggung jawab timbal balik antara keluarga pemberi dan keluarga penerima anak dara dalam berbagai aspek hidup multidimensional masyarakat warga Maluku Tenggara Barat dimana saja berada yang aktual dan konseptual.
  2. Bentuk Lambang Daeerah bersudut lima yang melambangkan Pancasila dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di dalam Lambang Daerah terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur-unsur sebagai berikut :

  1. Bintang
    • Melambangkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga menghantarkan cita-cita masyarakat Maluku Tenggara Barat menuju kejayaan.
  2. Padi dan Kapas
    • Melambangkan kesuburan, kesejahteraan, dan kemakmuran sebagai wujud keadilan sosial bagi masyarakat.
  3. Laut
    • Melambangkan Kabupaten Maluku Tenggara Barat adalah Kabupaten Kelautan dengan penjelasan :
      • Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan daerah kepulauan yang luas wilayahnya 88,4% terdiri dari laut dan sisanya 11,6% terdiri dari darat.
      • Laut juaga melambangkan karakteristik, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat Maluku Tenggara Barat sebagai masyarakat maritim.
  4. Perahu
    • Perahu selain mempunyai arti sebagai alat transportasi dan komunikasi antar pulau yang menggambarkan kehidupan masyarakat Maluku Tenggara Barat sejak dahulu kala, juga mempunyai arti sebagai suatu kebiasaan adat sesuai fungsi adat masing-masing sekaligus sebagai sarana persatuan dan kesatuan.
  5. Tiga Orang Yang Berada dalam perahu melambangkan tugas, kedudukan dan fungsi masing-masing :
    • Yang berada paling depan dengan gelar atau nama Sorlury, yang artinya Pemegang Kompas, sebagai penunjuk arah.
    • Yang berada pada posisi tengah dengan gelar atau nama Saritual, yang artinya Pemegang Kendali Perlengkapan Perahu.
    • Yang berada paling belakang dengan gelar atau nama Sormudin, yang artinya juru mudi perahu.
  6. Mpampal
    • Mapampal atau tifa besar komando yang bertumpu pada tiga kaki menggambarkan masyarakat Maluku Tenggara Barat sejak dahulu telah mengetahui dan melaksanakan musyawarah mufakat. Jika Mpampal atau tifa dibunyikan menandakan adanya suatu komando musyawarah untuk mengambil satu keputusan, sedangkan tiga kaki Mpampal atau tifa melambangkan unsur adat, agama dan pemerintah sebagai satu kesatuan yang melindungi dan mengayomi kehidupan masyarakat.
  7. Kain Tenun
    • Kain Tenun selain mempunyai ciri khas kerajinan kebudayaan masyarakat Maluku Tenggara Barat, juga memilikki nilai-nilai adat yang sangat sakral dalam pelaksanaan adat istiadat.
  8. Tombak
    • Tombak melambangkan keperkasaan dan patriotisme.
  9. Lima Tali Yang Mengikat Padi dan Kapas
    • Lima Tali Yang Mengikat Padi dan Kapas melambangkan bahwa Kabupaten Maluku Tenggara Barat lahir dan terbentuk dengan landasan lima kecamatan.

 

VISI DAN MISI
VISI

Pengertian Visi menurut Undang-Undang 25 tahun 2004 pasal 1 angka 12 adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Hal ini berarti bahwa visi yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Maluku Tenggara Barat harus dicapai pada tahun 2017. Selanjutnya pada pasal 5 ayat (2) disebutkan bahwa RPJM Daerah merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah dan memperhatikan RPJM Nasional. Oleh karenanya, maka perumusan visi, misi dan program dalam RPJMD Kota Malang ini 2011-2017 tidak hanya berasal dari visi, misi dan program Kepala Daerah saja, namun sudah dilakukan beberapa penyesuaian dari semua acuan dimaksud.

“MEWUJUDKAN MASYARAKAT MALUKU TENGGARA BARAT YANG SEJAHTERA DAN MANDIRI MELALUI PEMBANGUNAN YANG INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN”

MISI

Dalam rangka mewujudkan visi sebagaimana tersebut di atas, maka misi pembangunan dalam Kabupaten Maluku Tenggara Barat Tahun 2011-2017 adalah sebagai berikut :

  1. Mewujudkan masyarakat yang memiliki diversifikasi usaha yang berorientasi kepada agrobisnis serta ketahanan ekonomi, dengan pendapatan yang semakin meningkat dan merata sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup yang layak.
  2. Mewujudkan kemandirian masyarakat MTB di bidang sosial, budaya, politik, dan pemerintahan, sebagai modal sosial (social capital) untuk berkembang ke masa depan.
  3. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan ke seluruh wilayah dan segenap lapisan masyarakat.
  4. Mewujudkan kelestarian lingkungan untuk menyongsong masa depan masyarakat MTB yang lebih maju, dan berkelanjutan dan berkebereradaban.

 

 

Semmy

 

Ambon,- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dipimpin Gubernur Maluku Said Assagaff yang melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku di Kecamatan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), salah satu agenda utamanya membahas 11 Program Strategis Nasional di Maluku.

Saat membuka Rakerda di SMA Negeri 2 Desa Toumalehuw Barat, Kecamatan Pulau Manipa, SBB, Rabu (15/3), Gubernur menegaskan dari 11 program yang dibahas, ada 10 proyek yang sudah disetujui. “Ada 1 proyek saja, yakni pembangunan Institut Teknologi Ambon (ITA) yang masih ditangguhkan tiga sampai empat tahun ke depan, karena dosen-dosen harus dipersiapkan terlebih dahulu, ” ujar Assagaff.

Dia lantas meminta, para pimpinan SKPD terkait, agar mengawal program-program strategis ini, dijaga dikawal. “Jangan sampai tidak dikawal, bisa-bisa tahun depan tidak ada realisasinya. Kemudian itu Dana Alokasi Umum (DAU) kita, mulai tahun depan juga sudah dihitung berdasarkan luas laut kita,” tegasnya.

Assagaff juga menyampaikan akan ada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang), yang bakal dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Cahyo Kumolo, di atas Kapal Dorolonda tanggal 6-9 April 2017. “Saya minta agar semua SKPD, untuk dapat mensukseskan berbagai event nasional yang akan berlangsung di Maluku tahun dan tahun depan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maluku Anthonius Sihaloho, memaparkan 11 Program Strategis Nasional di Maluku. “11 program yang dimaksud itu ialah Trans Maluku yang merupakan transportasi multimoda. Integrasi transportasi jalan dan transportasi penyeberangan atau ferry yang menghubungkan Gugus Pulau di Maluku.

Selain itu ada 7 ruas jalan trans Maluku yang dimulai dari pembangunan Jalan Trans Maluku Ibra – Danar – Tetoat sepanjang 68.31 Km, pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Barat Pulau Seram (Kairatu – Piru – Taniwel – Lisabata – Saleman) sepanjang 98.82 Km, dan pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Pulau Ambon (Laha – Alang – Wakasihu – Asilulu – Kaitetu – Hitu – Morela – Liang) sepanjang 99.6 Km,” paparnya.

Ada lagi, lanjut Sihaloho, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Selatan Pulau Seram (Haya – Tehoru – Werinama – Kotabaru – Airnanang) sepanjang 200.5 Km, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Timur Pulau Seram (Airnanang – Masiwang – Waru – Bula) sepanjang 120 Km, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Leksuka – Namrole (P. Buru) sepanjang 53.85 Km, dan Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Tual – Ngadi – Tamedan – Ohoitu (P. Kei Kecil) sepanjang 24.2 Km.

“Ruas jalan Trans Maluku sebanyak 7 (tujuh) ruas ini merupakan proyek Strategis Nasional sehingga diprioritaskan penanganannya pada tahun Anggaran 2018 melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Dana Alokasi Khusus (DAK),” terangnya.

Program kedua, menurut Sihaloho, yakni Food Estate, yang merupakan konsep pengembangan produksi pangan di Provinsi Maluku, yang dilakukan secara terintegrasi, yakni pertanian, perkebunan dan peternakan yang berada di suatu kawasan lahan yang didukung oleh infrastruktur berupa bendungan dan irigasi yang difokuskan di Pulau Buru. Untuk program ini dibutuhkan anggaran sebesar Rp. 2,6 Trilyun. Bendungan Waiapo, ini lanjut Sihaloho, telah disetujui pembangunannya dengan Tahun Anggaran 2017, yang akan dimulai Pembangunan jalan akses menuju bendungan dan Pembangunan Fisik Bendungan Waeapo pada Tahun Anggaran 2018.

“Program lainnya, yaitu Flyover Sudirman yang berfungsi untuk mengatasi kemacetan ruas jalan Ambon – Galala dengan Panjang Bentang 402 M, Jumlah Bentang 12 Bentang, Konstruksi bangunan atas PCI GIrder, Konstruksi bangunan bawah beton bertulang, pondasi Bore PIle Diameter 80 Cm, ” terangnya.

Anggaran yang dibutuhkan pun sebanyak Rp. 180 Milyar, dimana untuk Konstruksi Rp. 145 Milyar dan pembebasan lahan Rp. 35 Milyar. “Pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat yang juga masuk dalam proyek prioritas akan memberikan pelayanan medis yang berkualitas dan memadai untuk semua kalangan masyarakat. dengan lokasi RSUP di Wailela, Desa Rumatiga Kota Ambon. Kebutuhan Anggaran untuk Konstruksi Rp. 795,8 Milyar,” jelasnya.

Beberapa program strategi nasional lainnya, yang juga dipaparkan Sihaloho, antara lain Pembangunan Institut Teknologi Ambon (ITA), Bandara Banda, Sekolah Tinggi Pelayaran di Desa Waraka, Kabupaten Maluku Tengah, Pasar Apung Mardika, Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan, Pengembangan Dok & Galangan Kapal, dan Pembangunan Pabuhan Ekspor Waai Tulehu.(WM-UVQ)

Friday, 24 March 2017 00:05

MTQ Kabupaten MALRA Resmi Di Tutup

Tual - Kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran ke 27 selama 5 hari yang melibatkan masyarakat di Kecamatan Sekabupaten Maluku Tenggara resmi ditutup oleh Ketua DPRD Maluku Tenggara, TH Welerubun, selasa 21/03/17.

Ketua DPRD dalam sambutannya mengatakan, Pelaksanaan MTQ diyakini sebagai sebuah wahana strategis dalam membaca dan menghayati kalam ILLAHI serta mendalami isi dan mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari. MTQ ke 27 di tingkat Maluku Tenggara diharapkan dapat menambah wawasan, penghayatan dan cinta kasih terhadap Quran.

Welerubun juga meyakini, pelaksanaan MTQ di Maluku Tenggara membawa hikmah yang besar. Hikmah itu berupa hadirnya suatu suasana spritual yang baru dan sejuk bagi tatanan kehidupan keagamaan, dan hubungan antar pemeluk agama. Lebih lanjut dikatakan, suatu kesejukan spiritual yang dapat membawa setiap umat islam untuk lebih dekat kepada Sang Chalik dan kesejukan itu yang telah mencairkan kembali kebekuan-kebekuan hubungan sulahturahmi, kekeluargaan dan persaudaraan. “Jelasnya.

Welerubun juga mengucapkan selamat kepada para Qori-Qoriah, Hafizh-Hafizhah, Mufassir-Mufassirah yang meraih peringkat juara dalam MTQ Ke 27. “Dalam presrasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan teruslah berlatih untuk mempersiapkan diri guna mengharumkan nama Kabupaten Maluku Tenggara pada MTQ ditingkat selanjutnya. Dan yang belum mendapatkan prestasi jangan berkecil hati dan teruslah berlatih untuk meraih prestasi pada kesempatan berikut.” Ungkapnya.

Di akhir sambutannya Welerubun mengharapkan kepada para Qori dan Qoriah yang akan mewakili daerah Maluku Tenggara ke ajang tingkat Propinsi kiranya terus mempersiapkan diri secara baik guna, meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Harapan ini lanjut Welerubun adalah dambaan masyarakat sebab itu, sebagai Ketua DPRD dengan fungsi anggaran yang ada pada lembaga DPRD , akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah agar segera menyiapkan anggaran dalam rangka persiapan kontingen Maluku Tenggara pada ajang MTQ di tingkat Propinsi Maluku.”tandasnya (WM/STEF)

 

Tual – Kunjungan kerja yang dilakukan Pemerintah Kota Tual dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat kini digelar di Desa Ohoitahit Kecamatan Dullah Utara, Jumat malam 03/03/17.

Raja Ohoitahit Hi Husein Reniwuryaan dalam sambutan mengatakan, Kami masyarakat Desa Ohoitahit menyambut baik kedatangan Bapak Wali Kota Tual Adam Rahayaan bersama SKPD yang sudah mau datang untuk berkunjung di Desa ini dan bisa mendengar langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat yang ada.

Masyarakat juga mengucapkan terima kasih kepada bapak (Almarhum) Wali Kota Tual MM Tamher dan Bapak Adam Rahayaan Selaku wakil Walikota karena selama masa jabatannya sudah memperhatikan Desa Ohoitahit diantaranya, membangun Puskesmas, SMP N 3, SMK, Rumah Renan dan membangun Balai Desa Ohoitahit.

Untuk itu, dengan adanya kunjungan ini diharapkan dapat melihat hal-hal yang masih kurang di desa ini. “ungkapnya Rahayaan dalam sambutan singkatnya mengatakan, Kunjungan kerja ini adalah semata-mata untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, Pemerintah sebagai pelayan haruslah mengunjungi masyarakat dari lingkungan ke lingkungan dan dari desa ke desa agar segala sesuatu yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat disalurkan ke Pemerintah untuk ditindak lanjuti.

Rahayaan Menambahkan, Bulan Oktober 2017 Presiden RI Joko Widodo akan berkunjung ke Ke wilayah Maluku perjalanan dengan angkutan kapal Dari Ambon, Banda, Tual, Aru, MTB dan MBD. Untuk itu, Pemerintah dan masyarakat diminta menyiapkan diri untuk menjemput Bapak Presiden RI.

Dalam kesempatan tersebut masyarakat juga menyampaikan aspirasinya, adapun Aspirasi yang disampaikan antara lain, Meminta Pemerintah Kota Tual untuk membantu masyarakat dalam hal Pemberdayaan, pemekaran, meminta pangkalan armada untuk mengangkut ibu-ibu sapu jalan, meminta perumahan, talud yang sudah hancur harus diperbaiki, permintaan speed untuk nelayan sekaligus adanya pengawasan dari dinas perikanan untuk laut karena laut sering di Bom dan Di bius Selian itu, masyarakat juga meminta agar, memperhatikan pertanian, jalan Hotmix, Permintaan Rebana untuk Majelis Ta’lim, Memperhatikan Tempat Parawisata, Memperhatikan intensif guru/honor, Pagar untuk sekolah, Pengelolaan sampah, dan meminta juga agar Stadion Kota Tual di bangun di Desa Ohoitahit karena pemilik lahan sudah menghibahkan ke Pemerintah Kota Tual.

Pada kesempatan tersebut Wali Kota Tual Adam Rahayaan berjanji akan menampung aspirasi masyarakat setelah itu, akan di bahas bersama dan diselesaikan oleh Dinas-dinas terkait.” (WM/STEF)

Ambon, – Rapat kerja (Raker) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dijadwalkan berlangsung di Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada 15 Maret 2017.
Hal ini di katakan Kabag Humas Pemprov Maluku, Bobby Palapia, saat dikonfirmasi, Senin, 6/3/2017 mengatakan, Pulau Manipa diputuskan Gubernur Said Assagaff sebagai tempat penyelenggaraan Raker yang disurvei Bappeda setempat.

Menurut palapia “Raker di Pulau Manipa ini diselenggarakan awal Maret 2017. Namun, ditangguhkan karena persiapan penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah di Ambon pada 24 – 26 Februari 2017,” ujarnya.

Dia juga mengemukakan, Raker Pemprov Maluku diputuskan Gubernur Said Assagaff dan Wagub, Zeth Sahuburua yang diselenggarakan di daerah – daerah setelah dipercayakan memimpin daerah ini sejak 10 maret 2014.

Gubernur dan Wagub menginginkan mendengar secara langsung berbagai keluhan serta mendata berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat di kabupaten/kota, kecamatan maupun daerah terisolasi.

“Jadi ini (Raker) tidak sekedar untuk jalan-jalan. Jangan ada yang masa bodoh. Ini penting untuk merancang program yang sesuai dengan kondisi riil di daerah,” kata Bobby mengutip penegasan Gubernur Said.

Dia merujuk Raker telah diselenggarakan di kabupaten Maluku Tenggara, kabupaten Buru, kabupaten Buru Selatan dan kabupaten Maluku Bara Daya (MBD).

“Raker Pemprov Maluku sudah digelar di luar kota Ambon sebanyak empat kali, semata-mata untuk mendapatkan data riil tentang kebutuhan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan daerah serta mempertimbangkan masalah kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak hanya dirancang di belakang meja,” tandas Bobby.

Karena itu, Kadis, Kepala Badan maupun Kepala Biro yang hadir tolong mencatat program pembangunan yang perlu segera ditangani, terutama yang dijanjikan agar segera direalisasi.

Gubernur maupun SKPD melihat dan mendengar langsung kondisi di lapangan sehingga ini dinilai strategis dalam menyusun dan menjawab kebutuhan masyarakat agar realisasi pembangunan, pemerintahan dan pelayanan sosial tepat sasaran, berdayaguna serta optimal.

“SKPD teknis dikoordinasi Bappeda Maluku telah menginventarisasi masalah di suatu daerah, makanya diputuskan Raker di situ agar dengan kehadiran pemangku kepentingan di sana, maka langsung memutuskan program penanganan,” tegas Bobby.

Kisar, - Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan tingkat kecamatan kisar utara kabupaten maluku barat daya, yang di buka secara resmi Wakil Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach di Kisar Utara.

Dalam sambutannya wabup mengatakan, kegiatan musrenbang adalah agenda rutin tahunan yg stiap kali di laksanakan Namun musrembang dari tingkat desa, hingga propinsi harus dilandaskan pada sebuah pemikiran, dan perencanaan yang konstruktif, fudamental dan bisa diaplikasikan, Dan tidak didasarkan pada sesuatu yg sifatnya abstrak karena berandai-andai dlm sebuah perencanaan.

Karena dalam sebuah perencanan pembangunan adalah sesuatu yang nyata. “Jangan buat program yang bnyak-banyak, nanti bingung sendiri dan lupa sebagian” ungkap wabup.

Buatlah program-program prioritas dan bisa dikerjakan dengan sumber daya yg ada. Sehingga program-program tersebut bisa berguna dan tepat sasaran.

Menurut wabub RPMJD daerah kab. MBD adalah merupakan haluan dan kompas dalam melakukan perencanaan di daerah yg disusun brdasarkan Visi dan misi bupati dan wakil bupati yakni, menjadikan masyarakat MBD yg adil, sehat,cerdas, sejahtera, tangguh dan lestari.

Tahun ini kita mempunyai beberapa program prioritas yakni pendidikan dan ksehatan ditahun pertama sedangkan tahun kedua, kita mendorong pengurangan angka kemiskinan dengan membuka lapangan kerja lewat pembukaan lapangan kerja pada sektor non formal dan kewirausahaan.

Dengan memanfaatkan sumber-sumber daya alam yg ada.Sehingg program yang hendaknya di kerjakan harus selaras dengan program pemerintah pusat yakni nawacita Presiden RI Joko Widodo.

Turut hadir dalam musrembang yakni sekda MBD Drs. A. Siamiloy, wakil ketua ll DPRD KAB. MBD Evert Mozes, kep. Balitbang Wem maahury, kadis pendidikan Drs.Jhon Leunupun, kadis Kesehatan, kepala BPMD, Roby Far Far, kadis pertanian, J. Philipus Msi, ass l edy ubro SE, kabag umum, Jack Laipiopa S.Pi. camat terselatan, kisar utara, unsur muspika para kades,tomas,toga,todat, topem dan para PNS. (WM)

 

Ambon, – Gubernur Maluku Said Assagaff mengarahkan Dinas Koperasi dan UKM maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk membantu modal usaha kelompok anak muda kreatif di Kota Ambon.

“Saya saat menghadiri pesta rakyat di kelurahan Benteng (kecamatan Nusaniwe) Rabu (1/3) malam termotivasi untuk mengarahkan agar ada bantuan modal usaha, karena kelompok anak muda tersebut kreatif,” katanya, di Ambon, Kamis, 2/3/2017.

Gubernur juga mengaku telah berdialog dengan anggota kelompok anak muda yang ternyata terampil melakukan duco maupun reparasi sepeda motor.

“Sayangnya mereka terkendala modal usaha dan keterbatasan peralatan untuk mengembangkan usaha tersebut,” ujarnya.

Karena itu, Karo Umum Setda Maluku, Hadi Sulaiman telah diminta memfasilitasi ketua tim pemberdayaan kelurahan Benteng dan kelompok anak muda kreatif untuk mengajukan permohoan bantuan modal maupun peralatan ke Dinas Koperasi dan UKM dan Disperindag.

“Saya mengetahui di Disperindag ada program bantuan peralatan yang nilainya puluhan hingga ratuan juta rupiah diberikan secara cuma – cuma asalkan terwadahi dalam bentuk kelompok,” kata Gubernur.

Dia memastikan, bantuan dari Disperindag Maluku juga tersedia untuk kaum ibu, seperti mesin jahit maupun perlengkapan produksi rumah tangga.

“Jadi didorong untuk mengembangkan produksi industri rumah tangga dengan modal usaha melalui Dinas Koperasi dan UKM,” ujarnya.

Apalagi di Dinas Koperasi dan UMK juga tersedia dana Kredit usaha Rakyat (KUR) yang tanpa jaminan.

“Manfaatkan program yang disiapkan pemerintah melalui bank untuk menambah modal usaha karena industri rumah tangga bisa kebagian puluhan juta rupiah,” kata gubernur.

Dia memandang program KUR kurang tersosialisasi optimal sehingga masyarakat belum banyak memanfaatkannya.

Padahal, pemanfaatan KUR maupun peralatan dari Disperindag Maluku bisa meringankan beban masyarakat tidak mampu dan pada akhirnya membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan.

“Saya secara pribadi siap membantu dana Rp100 juta agar usaha kelompok anak muda kreatif lebih berkembang. Ini strategis bagi stabilitas keamanan Maluku, karena kalau ada usaha maka mereka tidak mudah terprovokasi melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat dan diri sendiri,” kata gubernur.

Ambon, – Kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Provinsi Maluku dari waktu ke waktu semakin menurun, terbukti dalam apel pagi 1 Febuari lalu, dari 700 ASN dilingkup Kantor Gubernur Maluku, hanya 256 pegawai yang hadir.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Provinsi Maluku Femy Sahetapy dalam sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-45, yang berlangsung di halaman belakang kantor Gubernur, Jumat (17/3), menghimbau kepada seluruh ASN lebih meningkatkan kehadirannya, dengan rajin berkantor.

“Saya menghimbau kita semua selaku ASN , harus disiplin dan rajin masuk kantor, bukan malas-malasan,”ujar Sahetapy saat memberikan sambutan pada Upacara HUT Korpri..

Tak lupa dirinya juga meminta kepada setiap SKPD untuk memasukan realisasi program dengan tepat waktu.
Untuk mengetahui kehadiran pegawai, pihaknya telah memberlakukan absen manual pagi, sedangkan absen finger print diberlakukan untuk siang dan sore hari dilingkungan Kantor Gubernur Maluku.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui serta mengontrol jumlah pegawai yang hadir untuk mengikuti apel pagi, sekaligus sebagai upaya disiplin ASN.(WM-UVQ)

JAKARTA, – Gubernur Maluku Said Assagaff meminta masyarakat Maluku untuk bersama-sama mempersiapkan diri menerima para tamu yang akan membanjiri daerah ini pada even balap sepeda bertaraf internasional Tour de Molvccas (TdM) yang akan digelar 18 – 22 September 2017 mendatang. “TdM adalah event kita bersama, mari persiapkan diri dan mendukung agar dapat berlangsung sukses. Jaga Kebersihan Kota Ambon dan seluruh daerah di Pulau Seram terutama pantai-pantainya sehingga para tamu TdM nanti senantiasa rindu untuk pulang lagi ke Maluku, ” ujar Assagaff, usai melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator (Menko) Maritim, Luhut Binsar Panjaitan beserta para Deputi Kemenko Maritim, di Jakarta, Rabu (22/3).

Menurut Assagaff, Menko Maritim sangat mengapresiasi acara bertaraf internasional ini dan akan terus mendukung. Bahkan Menko menyampaikan akan segera turun ke Pulau Seram untuk melakukan survey kualitas jalan dan fasilitas pelayanan umum lainnya. “Alhamdulillah, inilah dampak positif dari acara Tour de Molvccas karena dengan demikian jalan-jalan di Pulau Seram akan bagus sebagaimana standard pertandingan sepeda internasional,” ujarnya.

Assagaff katakan, memang penting berkoordinasi ke Menko Maritim karena di bawah koordinasinya ada Kementerian PU, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan. Dan kesemuanya itu memiliki peran penting dalam suksesnya pelaksanaan Tour de Molvccas (TdM).

Rapat koordinasi yang dilakukan di Kantor Kemenko Maritim ini, secara khusus merupakan inisiasi dari Gubernur Maluku, Said Assagaff demi memastikan dukungan dari Kementrian Koordinator Maritim dan Sumber Daya Alam terhadap pelaksanaan Tour de Molvccas. Selain Gubernur, ikut hadir pada rapat koordinasi tersebut, antara lain Ketua Bappeda Maluku Anton Sihaloho, Kadis Pariwisata Habiba Saimima, Pj. Walikota Ambon Frans J. Papilaya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Lufti Rumbia dan Konsultan teknis TdM Jamaludin Mahmood .

Sebagaimana diketahui, Tour de Molvccas merupakan event balap sepeda internasional yang rencananya dihadiri 38 negara, ditambah tuan rumah Indonesia atau sekitar 20 tim dengan jumlah pebalap 100 orang atau total rombongan sekitar 600 orang. Para pebalap dan tim yang turut serta dalam TdM 2017 adalah pebalap yang sering mengikuti kejuaraan balap sepeda profesional yang tercatat dalam kalender badan sepeda dunia atau Union Cycliste Internationale (UCI).

Dalam event ini Pemprov Maluku bekerjasama dengan Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang akan menjadi rute TdM 2017. Assagaff menegaskan, Maluku ini surga. “Julukan surga itu bukan dari kami, tetapi dari wisatawan asing dan domestik yang sudah pernah datang ke sini. Banyak pihak meminta kami lebih serius melakukan promosi pariwisata. Memang, kami menyadari, selama ini kurang gencar melakukan promosi dan karena itulah sekarang banyak kegiatan promosi pariwisata dilakukan, antara lain melalui event Tour de Molvccas,” ujarnya.

Event TdM 2017 ini diharapkan Assagaff sebagai event strategis yang dapat mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan domestik, regional dan global untuk berwisata ke Maluku. TdM juga diharapkan menjadi sarana branding Maluku, menaikkan popularitas, citra dan reputasi Maluku. Kami yakin banyak media nasional dan internasional yang meliput TdM dan kami percaya media massa dapat membantu memberitakan potensi pariwisata Maluku.(WM-UVQ)

 

 

Lakor MBD, – Bupati Maluku Barat Daya Drs Barnabas.N.Orno minta petani perlu meningkatkan Produksi bawang merah di pulau lakor Kabupaten Maluku Barat Daya, hal ini dikatakan Bupati Orno dalam tatap muka bersama pengurus Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Dalam tatap muka tersebut pengurus Kontak Tani Nelayan andalan Provinsi Maluku Samsudin Jusuf sebagai Wakil Ketua dan Sekertaris Utha Makatita untuk membahas sejumlah program kelompok Kontak Tani dan Nelayan yang akan dilaksanakan nantinya termasuk pengembangan bawang merah.

Pada kesempatan tatap muka tersebut Bupati Orno minta agar pengembangan bawang merah di pulau Lakor Perlu di tingkatkan. Menurutnya bawang merah dipulau Lakor merupakan salah satu Icon unggulan dikabupaten Maluku Barat Daya mestinya dikembangkan untuk memenuhi pasar Tiakur sehingga dapat menghindari pasokan bawang merah dari tempat lain yang bisa saja menyebakan penyakit karena pengunaan pupuk kimia.

Selain bawang Lakor Orno pun berharap agar pengembangan jagung dan Pangan Lokal lainya juga menjadi Perhatian Dinas Pertanian dan dibantu oleh Pengurus Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten MBD Sehingga kebutuhan masyarakat akan pangan lokal dapat terpenuhi sehingga mereka tidak tergantung kepada beras karna beras bukan makanan pokok orang MBD karna itu Orno pun minta agar masyarakat dikabupaten MBD benar-benar mencntai pangan lokal.(WM-G)

Friday, 17 March 2017 06:45

Kapal Pembangkit Listrik Tiba di Ambon

Ambon, 17/3 (Antara Maluku) - Kapal pembangkit listrik Karadeniz Powership Yasin Bey milik Karpowership Grup Energi Karadeniz, Istanbul, Turki, tiba di Ambon, Maluku.

Kapal berkapasitas 60 megawatt (MW) tersebut saat ini berlabuh di perairan Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah, menunggu waktu peresmian dan operasional, kata Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Maluku dan Maluku Utara Edward Peea di Ambon, Jumat.

Ia mengatakan pengoperasian kapal pembangkit listrik bertujuan untuk memperkuat pelayanan PT PLN dalam mengatasi kekurangan pasokan listrik di Pulau Ambon.

"Kapal listrik dijadwalkan tiba di Ambon pada 2016, tetapi mengalami penundaan dan baru tiba saat ini," ujarnya.

Menurut dia, kapal pembangkit listrik ini akan dioperasikan di lokasi yang semula akan dibangun PLTU Waai dengan daya listrik sebesar 60 MW, dan akan disalurkan melalui transmisi 70 kV menuju Desa Passo, Kecamatan Baguala, hingga Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Jaringan transmisi Pulau Ambon dalam tahapan pembangunan yang dimulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Waai hingga Passo sepanjang 18 KM atau 150 KV dilanjutkan pembangunan Passo- Sirimau 12 KM atau 70 Kv.

"Selain itu pembangunan jaringan Passo-Hative Besar 26 KM atau 150 KV yang akan dilaksanakan pada 2017. Untuk pembangunan gardu induk di kawasan Passo dan kecamatan Sirimau dalam waktu dekat akan disalurkan kepada masyarakat," katanya.

Saat ini, kapal tersebut masih dalam proses pekerjaan untuk persiapan pengoperasian. Teknisi PLN bersama teknisi kapal listrik terus melakukan koordinasi agar pengoperasian dapat secepatnya dilakukan.

Kapal ini sebagai solusi jangka pendek terhadap krisis listrik di berbagai daerah. Pengoperasian kapal genset ini sebagai `jembatan` sebelum proyek listrik 35.000 MW tuntas.

Pemanfaatan kapal pembangkit listrik ini membantu daerah di Indonesia yang kekurangan listrik. Wilayah Indonesia yang merupakan kepulauan cocok untuk pembangkit listrik apung.

"Kapal-kapal `genset raksasa` ini disewa oleh PLN untuk lima tahun ke depan dari perusahaan di Turki. Kami berharap masalah kelistrikan di Maluku dapat ditangani dengan kehadiran kapal pembangkit tersebut," tandasnya.

Ditambahkannya, kapal pembangkit telah direalisasikan di wilayah Sulawesi sedangkan untuk Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Utara (Sumut), dan Maluku mengalami keterlambatan. (AM)

 

Page 1 of 15

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 27 MARET 2017
 

FILE PERAKIRAAN CUACA 27 MARET (PDF)

FILE PERAKIRAAN GELOMBANG 27 MARET(PDF)


Info Gempa Mag:5.1 SR, 27 Maret 2017 Pukul 04:14:47: WIT, Lokasi:7.16 LS-129.95 BT (70 Km Timurlaut Tepa-MBD, 175 Km Baratlaut Saumlaki), Kedalaman 140 Km

 
 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top