Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

KOTA AMBON

MENGENAL AMBON

Kota Ambon atau Amboina atau Ambonese atau Amq (Kadang dieja sebagai Ambong atau Ambuni) adalah sebuah kota dan sekaligus ibu kota dari provinsi Maluku, Indonesia.

Kota ini dikenal juga dengan nama Ambon Manise yang berarti Kota Ambon Yang Indah/Manis/Cantik, merupakan Kota terbesar di wilayah kepulauan Maluku dan menjadi sentral bagi wilayah kepulauan Maluku. Saat ini kota Ambon menjadi pusat pelabuhan, pariwisata dan pendidikan di wilayah kepulauan Maluku.

Kota Ambon berbatasan dengan Laut Banda disebelah selatan dan dengan kabupaten Maluku Tengah di sebelah timur (pulau-pulau Lease yang terdiri atas pulau-pulau Haruku, pulau Saparua, pulau Molana, pulau Pombo dan pulau Nusalaut), di sebelah barat (petuanan negeri Hila, Leihitu, Maluku Tengah dan Kaitetu, Leihitu, Maluku Tengah yang masuk dalam kecamatan Leihitu, Maluku Tengah) dan di sebelah utara (kecamatan Salahutu, Maluku Tengah).

Kota ini tergolong sebagai salah satu kota utama dan kota besar diregion pembangunan Indonesia Timur dilihat dari aspek perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Ambon, sempat diguncang kerusuhan sosial bermotifkan SARA antara tahun 1996-2002. Namun, sekarang Ambon Manise sudah berbenah diri menjadi kota yang lebih maju dan dilirik sebagai kota internasional di Indonesia Timur.

Dilihat dari aspek demografis dan etnisitas, kota Ambon ini merupakan potret kota yang plural. Dimana dikota ini berdiam etnis-etnis Alifuru (asli Maluku), Jawa, Bali, BBM (Buton-Bugis-Makassar), Papua, Melayu, Minahasa, Minang, Flobamora (Suku-suku Flores, Sumba, Alor dan Timor) dan tentunya orang-orang keturunan asing (Komunitas peranakan Tionghoa, komunitas Arab-Ambon,komunitas Spanyol-Ambon, komunitas Portugis-Ambon dan komunitas Belanda-Ambon).

Saat ini, kota Ambon terbagi atas 5 kecamatan yaitu Nusaniwe, Sirimau, Teluk Ambon, Teluk Baguala dan Leitimur Selatan, yang terbagi lagi atas 50 kelurahan-desa.

SEJARAH
Kota Ambon di abad ke-17. Di sebelah kiri terlihat benteng Victoria yang dibangun Portugis.

Kota Ambon mulai berkembang semenjak kedatangan Portugis di tahun 1513, kemudian sekitar tahun 1575, penguasa Portugis mengerahkan penduduk di sekitarnya untuk membangun benteng Kota Laha atau Ferangi yang diberi nama waktu itu Nossa Senhora de Anunciada di dataran Honipopu. Dalam perkembangannya sekelompok masyarakat pekerja yang membangun benteng tersebut mendirikan perkampungan yang disebut Soa, kelompok masyarakat inilah yang menjadi dasar dari pembentukan kota Ambon kemudian (Cita de Amboina dalam bahasa Spanyol atau Cidado do Amboino dalam bahasa Portugis ) karena di dalam perkembangan selanjutnya masyarakat tersebut sudah menjadi masyarakat geneologis teritorial yang teratur.

Selanjutnya, setelah Belanda berhasil menguasai kepulauan Maluku dan Ambon khususnya dari kekuasaan Portugis, benteng tersebut lantas menjadi pusat pemerintahan beberapa Gubernur Jenderal Belanda dan diberi nama Nieuw Victoria (terletak di depan Lapangan Merdeka, bekas Markas Yonif Linud 733/Masariku kini markas Detasemen Kavaleri). Benteng ini merupakan tempat dimana Pattimura dieksekusi. Pahlawan Nasional Slamet Rijadi juga gugur di benteng ini dalam pertempuran melawan pasukan Republik Maluku Selatan.

Visi Walikota dan Wakil Walikota periode 2011-2016 adalah :
“AMBON YANG MAJU, MANDIRI, RELIGIUS, LESTARI DAN HARMONIS BERBASIS MASYARAKAT”

Misi

  •  Menata dan meningkatkan profesionalisme birokrasi dalam pelayanan publik
  •  Meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berpihak pada masyarakat
  •  Menata dan meningkatkan lingkungan lestari berbasis partisipasi masyarakat
  •  Memacu pertumbuhan ekonomi dan industri kerakyatan berbasis sumberdaya alam yang tersedia
  •  Meningkatkan kehidupan orang basudara di atas kearifan lokal
  •  Merevitalisasi penegakan hukum dan pranata sosial masyarakat

 

 

Semmy

AMBON - Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah ini, Ombudsman RI dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), bertempat di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Selasa (23/5/2017).

Gubernur Maluku Said Assagaff menyambut gembira gagasan dari Ombudsman RI, untuk melakukan kerja sama dengan Pemprov Maluku, sebagai suatu bentuk komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik yang akhir-akhir ini gencar menjadi tuntutan masyarakat.

"Tuntutan masyarakat agar Pemerintah menyediakan layanan publik yang berkualitas, dewasa ini seiring dengan perubahan paradigma pemerintahan yang menempatkan tugas pokok dan fungsi hakiki setiap Pemerintahan sebagai pelayan masyarakat. Tuntutan ini tentu sangat berkaitan erat dengan kinerja aparatur negara yang dari waktu ke waktu dinilai dan dirasakan semakin merosot," ujar Gubernur Assagaff.

Merespon hal ini, dia katakan, sudah barang tentu diperlukan langkah-langkah perbaikan agar Pelayanan publik oleh aparatur negara menjadi semakin baik dan berkualitas sehingga dapat mengangkat citra pemerintah di mata masyarakat dan pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, menurut Assagaff, perlu dilakukan melalui pembenahan berbagai aspek, antara lain aspek aturan hukum dan aturan main (the rule of law/the rule of game), aspek kelembagaan, dan aspek personil yakni pelaku pemerintahan itu sendiri.

"Aspek-aspek yang menjadi prioritas perhatian pemerintah dimaksud, saat ini sementara terus diupayakan perbaikan dan penyempurnaanya dalam rangka memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat akan pelayanan yang berkualitas," katanya.

Dari aspek pembenahan aturan main, Assagaff menyebutkan, misalnya bulan Maret tahun 2017 ini, selaku Gubernur Maluku, dia telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Maluku Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Gerakan Satu Intansi Satu Inovasi Dalam Rangka Percepatan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Provinsi Maluku.

Selanjutnya, dalam waktu dekat, Assagaff juga akan membentuk Forum Konsultasi Publik (FKP), yang terdiri dari perwakilan elemen masyarakat dan pemerintah, yang bertugas membahas dan memecahkan masalah-masalah khususnya di bidang pelayanan publik yang menjadi keluhan masyarakat.

"Dari aspek penataan kelembagaan, dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan ke depan, akan segera dibentuk cabang dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah, sebagai upaya untuk menangani berbagai urusan yang menjadi kewenangan Provinsi di wilayah kabupaten/kota se-Maluku," tuturnya.

Sedangkan dari aspek penataan personil, menurut Assagaff, akan selalu dilakukan evaluasi secara berjenjang terhadap setiap Aparatur Sipil Negara agar memiliki akuntabilitas dan berkinerja baik dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai standar pelayanan yang ditetapkan.

Upaya dan langkah pembenahan aspek-aspek peningkatan kualitas pelayanan dimaksud, lanjut Assagaff, tentu harus segera dilakukan mengingat kadang kala kita sering merasa puas dengan apa yang telah kita lakukan dan hasilkan, padahal penilaian keberhasilan ataupun kegagalan bukan menurut persepsi penyelenggara atau penyedia layanan (aparatur negara), tetapi menurut persepsi pengguna layanan atau masyarakat.

"Akhir-akhir ini selalu kita dengar baik dari kalangan masyarakat umum maupun kalangan dunia usaha sering mengeluhkan proses pelayanan oleh Pemerintah yang sangat berbelit-belit, tidak transparan, dan perlu biaya extra. Mereka sering bolak-balik dari satu kantor ke kantor yang lain hanya untuk mengurus suatu layanan tertentu. Tentu saja hal ini membuat masyarakat menjadi merasa dipermainkan oleh aparatur pemerintah, sehingga kinerja pelayanan secara umum dinilai kurang baik. Kondisi ini tentu sangat tidak kita inginkan seandainya berada dalam posisi mereka," tuturnya.

Hal demikian, menurut Assagaff, tentunya menggugah kita untuk memperbaiki kualitas pelayanan saat ini dan seterusnya. Perbaikan kualitas pelayanan sudah menjadi kebutuhan mendesak dan tak terhindarkan guna menjawab persoalan-persoalan masyarakat.

"Sekali lagi saya nyatakan bahwa saya menyambut gembira dilaksanakannya Penandatanganan MoU antara Ombudsman RI dengan Pemprov Maluku, dengan harapan kiranya upaya perbaikan kualitas pelayanan publik yang kita lakukan bersama akan mencapai hasil yang baik dan pada akhirnya akan meningkatkan citra Pemerintah Daerah di mata masyarakat," ujarnya.(*)

(Foto: Pemprov Maluku)


AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff memberi sejumlah pesan atau catatan khusus kepada Walikota Wakil Walikota Ambon, Bupati - Wakil Bupati Buru, Bupati - Wakil Bupati Seram Bagian Barat (SBB) dan Bupati - Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB).

"Khusus untuk Seram Bagian Barat, saya tegaskan, hendaknya semua isu dan rumor yang beredar di luar yang tak terkendali segera dihentikan," ujar Assagaff usai melantik tiga pasangan Bupati - Wakil Bupati masing-masing Kabupaten Buru Ramly Umasugi-Amos Besan, Kabupaten SBB Yasin Payapo - Sustinus Akerina, Kabupaten MTB Petrus Fatloan - Agustinus Utuwaly, serta pasangan Walikota - Wakil Walikota Ambon Richard Louhenapessy - Syarif Hadler, di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (22/5).

Pelantikan hari ini, menurut Assagaff, adalah jawaban pasti atas semua rumor tersebut. "Ini saatnya basudara samua bakukele dan berkarya bagi kemajuan Bumi Saka Mese Nusa, seperti bunyi petuah suci dari Nunusaku 'Nunu Pari Hatu, Hatu Pari Nunu', bersatulah seperti beringin melingkari batu karang, dan batu karang melingkari atau menahan keras pohon beringin,” tutur Assagaff.

Karena itu, Assagaff minta Bupati dan Wakil Bupati SBB untuk segera menyelesaikan sejumlah masalah strategis dan krusial di sana.

"Pertama, penuntasan terhadap proses penataan kelembagaan perangkat daerah, beserta pengisian jabatan struktural harus segera. Kedua, masalah tata kelola pemerintahan yang selama ini sangat amburadul. Ketiga, parahnya kedisiplinan pegawai. Keempat, banyaknya kasus korupsi, serta laporan keuangan yang selalu disclaimer," paparnya.

Assagaff menyarankan, agar segera diidentifikasi akar masalahnya, solusi serta langkah-langkah percepatan pembenahan. Lantas konsultasikan ke Gubernur, jika ada hal-hal yang berat, krusial dan lain-lain.

Selain itu, lanjut Assagaff, perlu penyiapan SDM yang memadai yang relevan dengan kekayaan SDA SBB yang sangat melimpah ini.

AMBON JADI BAROMETER

Di saat yang sama, sebagai warga Kota Ambon, Assagaff menyatakan syukur Richard Louhenapessy kembali terpilih menjadi Walikota Ambon, yang kini didampingi Syarif Hadler yang dinainya sarat pengalaman.

"Dengan model pemimpin sekelas Walikota dan Wakil Walikota, kita semua berharap kota yang bersejarah bergerak lebih maju lagi, baik itu menyangkut sarana dan prasarana, maupun peningkatan kualitas SDM dan kualitas kesejahteraannya. Karena bagaimanapun, kota Ambon harus menjadi barometer terhadap kabupaten dan kota lainnya yang ada di provinsi Maluku," ujarnya.

Prestasi Nasional Kota Ambon yang diterima pada Tahun 2016 lalu, menurut Assagaff, adalah penghargaan Adipura Buana, yakni penghargaan sebagai Kota yang layak dihuni (livable city).

Dia katakan, dirinya dan seluruh warga Kota Ambon, menaruh harapan besar kepada Richard - Syarif untuk terus membenahi Kota Ambon, menjadi lebih bersih, lebih terang, lebih nyaman dan semakin layak untuk dihuni.

Assagaff mengingatkan, ada beberapa tantangan berat ke depan menanti Richard - Syarif, antara lain: Pertama, persoalan tata ruang Kota Ambon ke depan yang semakin rumit dan kompleks. Kedua, cakupan Wilayah Kota Ambon dengan struktur geografis yang unik berbasis kawasan pesisir.

"Pemerintah Provinsi mengarahkan pengembangan wilayah ibukota ke luar dari pusat kota, yaitu pada kawasan Rumah Tiga, Passo, Suli, Waai dan yang lain, tujuannya untuk mendorong 'pengalihan' arah laju pembangunan agar lebih menyebar secara sinergis," terangnya.

Sedangkan, tantangan yang ketiga, yaitu menyandang status sebagai salah satu Kota Besar Modern di Indonesia, selain city of music.

Assagaff juga berharap, Kota Ambon tetap menjadi Baeleo Basar Orang Basudara untuk seluruh warga kota Ambon yang makin plural ini. Jika tidak kota Ambon hanya akan menjadi Kampung Besar.

Selanjutnya, kepada Bupati dan Wakil Bupati Buru, Assagaff berharap banyak untuk terus menjadikan Pulau Buru sebagai Lumbung Pangan Nasional, dan sekaligus juga Lumbung Pangan untuk Maluku. Sesungguhnya, potensi sumberdaya alam Pulau Buru sangat luar biasa. Ada hasil pertaniannya, ada pertambangannya, tetapi juga pariwisatanya yang terus berkembang.

"Tanggung jawab besar untuk Bupati dan Wakil Bupati adalah menjadikan bumi 'Bupolo' terus berkembang dalam keberagaman, kebersamaan dan semangat persatuan, dalam spirit Kai Wai (ade dan kaka). Kekayaan alam yang adalah anugerah TUHAN itu, mesti dimanfaatkan demi kepentingan bersama, demi kepentingan rakyat," ujarnya.

Daerah ini menurut Assagaff, harus kembali menjadi lumbung pangan Maluku, serta perlu percepatan perbaikan lingkungan hidup yang rusak parah karena pengelolaan Gunung Botak secara sporadis. Selain itu perbaikan pranata sosial budaya yang hancur karena imbas dari kemilau Gunung Botak.

"Begitu pula kepada saudara Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat. Kekayaan alam Maluku di Blok Masela mesti disikapi secara bijak sejak sekarang. Karena itu, persiapkanlah masyarakat MTB menyambut operasionalisasi Blok Masela dengan kalkulasi yang matang," tandasnya.

Anak-anak daerah, disebut Assagaff, harus diarahkan pada pendidikan tinggi dengan spesialisasi khusus, yang mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja pertambangan dan sumber daya mineral.

"Saya selalu tegaskan diberbagai kesempatan, bahwa Rakyat Maluku harus jadi pelaku utama dan bukan penonton di Blok Masela nanti. Selain itu, saudara juga punya tanggung jawab berat untuk mengawal modal sosial kultural masyarakat di sana, agar kelak mereka tidak kehilangan hak dan identitas kulturalnya," katanya.

Dia lantas menyebutkan, Napoleon Bonaparte, Kaisar Perancis Terkenal abad ke-18 pernah berkata, “Rantai Penghubung yang terbaik antara Raja dengan Rakyatnya adalah Kemakmuran”.

"Karena itu, saya ingatkan kepada Para Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota bersama-sama dengan warga masyarakat masing-masing, untuk bersama-sama bakukele, baku bantu pikol hahalang, baku topang angka beban, baku badati, baku masohi, dan ma’anu bangun negeri, agar cahaya kemakmuran bisa merata ke seantero Tanah Kebanggaan Datuk-Datuk ini," imbuhnya.(*)

(Foto: Humas Pemprov Maluku)

 

 

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff mengingatkan jangan gara-gara pertarungan di ranah politik untuk saling merebut kekuasaan, lalu kita rela menghancurkan persaudaraan dan menimbulkan “pandarahan” di ranah atau domain sosial keagamaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Assagaff sesaat setelah melantik tiga pasangan Bupati - Wakil Bupati masing-masing Kabupaten Buru Ramly Umasugi-Amos Besan, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Yasin Payapo - Sustinus Akerina, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) Petrus Fatloan - Agustinus Utuwaly, serta pasangan Walikota - Wakil Walikota Ambon Richard Louhenapessy - Syarif Hadler, di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (22/5).

"Katong samua harus benar-benar menjadikan Pilkada yang sudah lewat maupun yang akan datang sebagai instrumen demokrasi untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat," tandasnya.

Dia katakan, sangatlah naif jika jargon demokrasi itu vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan, maka apa artinya Pilkada itu kita laksanakan dengan cara menghancurkan kemaslahatan dan keadaban masyarakat yang dirawat selama ini.

Untuk itu, dia mengajak agar moment Pilkada secara serempak yang telah lewat serta pelantikan serempak secara nasioal pada hari ini sebagai entry point dan bahan pembelajaran bersama untuk memperbaiki kualitas berdemokrasi kita menuju pelaksanaan Pilkada Serentak Nasional dan Pelantikan Serentak Nasional Gubernur/Bupati/ Walikota pada tahun 2024 nanti.

"Dalam spirit seperti itu, maka momen pelantikan hari ini saya minta dirancang khusus, agar supaya jangan hanya disaksikan oleh para pejabat tinggi, tetapi dapat disaksikan oleh masyarakat luas, terlebih oleh warga masyarakat dari SBB, Buru, MTB dan tentu saja warga Kota Ambon," ujarnya.

Assagaff berharap moment pelantikan ini, juga bisa menjadi media perjumpaan rekonsiliasi sesama orang basudara yang selama Pilkada mungkin antara satu dengan yang lain tersinggung atau sakit hati karena berbeda pilihan.

Dia menyebut, beda pilihan itu biasa, jangan karena beda pilihan lalu kita pecah kongsi antara adik dengan kakak, istri dengan suami, menantu dengan mertua, tetangga dengan tetangga, teman degan sahabat dan sebagainya.

"Saatnya katong samua bakukele dan terima para Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/Wakil Walikota yang ada sebagai pemimpin katong samua. Sekarang ini su seng ada Paparissa di kota Ambon, su seng ada Yakin di SBB, su seng Rama di Buru, dan seng Fatwa MTB, karena mereka yang sebelumnya memakai inisial-inisial tersebut telah dilahirkan oleh Pilkada sebagai pemimpin untuk basudara samua," tegasnya.

Menutut Assagaff, Kabupaten SBB, Buru, MTB dan Kota Ambon selama beberapa bulan terakhir dipimpin oleh Penjabat Bupati. Konstitusi negara kita mengatur bahwa pengambilan keputusan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, harus berada di tangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Defenitif, sebab hal tersebut berkaitan dengan aspek yuridis material, kebijakan politik tetapi juga legitimasi kepemimpinannya di daerah.

"Kita bersyukur bahwa Pilkada telah menghasilkan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Defenitif. Oleh sebab itu, saya patut memberikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran KPU dan BAWASLU serta PANWASLU pada Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang telah bekerja dengan baik," katanya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran eksekutif, legislatif dan yudikatif, serta aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat di ke-4 kabupaten/kota, yang tetap konsisten bekerja membangun dan membesarkan daerahnya, dengan kepemimpinan seorang Penjabat Bupati/Walikota.(*)

(Foto: Humas Pemprov Maluku)

Wednesday, 24 May 2017 17:44

PEMPROV - OMBUDSMAN TANDA TANGAN MOU

Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai (kiri) dan Gubernur Maluku Said Assagaff (kanan), memperlihatkan naskah Memorandum of Understanding (MOU) atau Nota Kesepahaman antara Ombudsman RI dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, yang baru saja ditandatangani bersama, di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (23/5). MoU yang ditandatangani tersebut terkait Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Provinsi Maluku. - Foto: Humas Pemprov Maluku -

Wednesday, 24 May 2017 17:31

DESIMINASI PERPU GEOSPASIAL

Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Zeth Sahuburua membuka kegiatan “Desiminasi Peraturan Perundang-Undangan terkait Informasi Geospasial”, yang dilangsungkan di Ambon, Selasa (23/5). Acara yang juga dihadiri anggota Komisi VII DPR RI, Mercy Barens ini, diharapkan juga mengeratkan kerjasama dan sinergi antara lembaga dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk memperoleh ilmu ataupun informasi yang berharga tentang penetapan batas daerah, khususnya di tingkat desa. - Foto: Humas Pemprov Maluku -

Wednesday, 24 May 2017 17:27

PERCEPATAN ELIMINASI MALARIA

Pimpinan Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA), Dr. Nafsiah Mboi (tengah) didampingi Gubernur Maluku Said Assagaff (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Meykal Pontoh (kanan), membuka Workshop Gerakan Percepatan Eliminasi Malaria di Provinsi Maluku, bertempat di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Senin (22/5/2017). - Foto: Humas Pemprov Maluku -

Tuesday, 23 May 2017 17:14

PELANTIKAN KETUA, TIM PENGGERAK PKK

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Ny. Retty Assagaff melantik Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buru, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seram Bagian Barat dan Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Barat Daya, yang berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (22/5/2017). - Foto: Humas Pemprov Maluku -

Tuesday, 16 May 2017 17:08

PERESMIAN PATUNG PATTIMURA

Gubernur Maluku Said Assagaff meletakkan karangan bunga di patung pahlawan nasional Kapitan Pattimura yang baru diresmikannya, bertepatan dengan peringatan 200 Tahun Pattimura, di Lapangan Merdeka, Kota Saparua, Kecamatan Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (15/5/2017). - Foto: Humas Pemprov Maluku

Tuesday, 16 May 2017 17:03

PELUNCURAN PERANGKO PATTIMURA

Gubernur Maluku Said Assagaff meluncurkan perangko seri pahlawan nasional Kapitan Pattimura, usai upacara peringatan dua abad atau 200 Tahun Pattimura di Lapangan Merdeka, Kota Saparua, Kecamatan Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (15/5/2017). - Foto: Humas Pemprov Maluku

Saturday, 13 May 2017 16:59

2OO TAHUN HARI PATTIMURA

Asisten II Bidang Kesejahteraan Sosial dan Administrasi Setda Maluku, Maritje Lopulalan, Sabtu (13/5/2017), selaku inspektur upacara memimpin ziarah dan tabur bunga, jelang Hari Pattimura yang tahun ini memasuki tahun ke-200. Ziarah dan tabur bunga ini diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Maluku, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Maluku dan Kota Ambon. - Foto: Humas Pemprov Maluku -

 

Page 1 of 20

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 15 MEI 2017
 

FILE PERAKIRAAN CUACA 15 MEI (PDF)

FILE PERAKIRAAN GELOMBANG 15 MEI(PDF)


Info Gempa Mag:4.2 SR, 07 MEI 2017 Pukul 21:37:05: WIT, Lokasi:7.56 LS-128.4 BT (8 Km Timurlaut Tiakur-MBD, 133 Km Barat Tepa-MBD), Kedalaman 150 Km

Info Gempa Mag:3.1 SR, 07 MEI 2017 Pukul 21:36:07: WIT, Lokasi:2.19 LS-129.27 BT (72 Km Utara Wahai-MALTENG, 87 Km Utara Sawai-MALTENG), Kedalaman 10 Km

 
 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top