Berita Lowongan Kerja Terbaru

Semmy

Jakarta - "Presiden Jokowi, negaramu ini sangat beragam, sukunya banyak sekali, agamanya banyak, bahasa lokal juga banyak. Jaga betul yang namanya kerukunan dan persatuan itu," begitu pesan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, sebagaimana ditirukan Presiden siang ini.

Lebih dari seratus tokoh dan peserta dari Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia (AFKUBI) hadir di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 23 Mei 2017. Siang ini, Kepala Negara mengundang para tokoh lintas agama dari penjuru Tanah Air untuk silaturahmi.

Di hadapan para tokoh daerah itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan dari Presiden Afghanistan saat berkunjung ke Indonesia pada 5 April 2017 lalu. Saat kunjungan tersebut, Presiden Ghani juga sempat menceritakan kondisi terkini di negaranya.

"Afghanistan itu kaya raya, punya tambang emas terbesar di dunia, tapi belum dieksplorasi. Punya tambang gas dan minyak juga termasuk terbesar di dunia, tapi apa yang terjadi? Pertikaian," kata Presiden menceritakan kembali.

Karena pertikaian tersebut, berdasarkan penuturan Presiden Ghani, selama 24 tahun sudah Presiden Ghani berada di luar Afghanistan. Di mana saat ini terdapat sekitar 40 faksi yang sudah sangat sulit untuk dirukunkan. Oleh karena itulah, Indonesia dengan 17 ribu pulau, 34 provinsi, dan memiliki lebih dari 700 suku dimintanya untuk benar-benar menjaga kerukunan yang sekarang ini dimiliki bangsa Indonesia.

"Tidak ada di negara manapun di dunia ini yang sebegitu ragamnya seperti Indonesia dengan juga beragam agama. Kekaguman mereka terhadap kita adalah kita ini rukun-rukun. Sudah 72 tahun juga satu, tidak pernah ada masalah," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Memang, dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, pastilah sesekali timbul sedikit gesekan. Namun, Presiden berpesan agar gesekan yang terjadi itu dapat segera diselesaikan dan menjadikan hal tersebut sebagai sebuah pembelajaran yang mampu mendewasakan masyarakat.

"Jadi kalau kita ini ada gesekan-gesekan kecil ya wajar, tapi segera selesaikan. Jangan sampai dibawa berbulan-bulan persoalan yang sebetulnya bisa diselesaikan dengan cepat," ucapnya.

Kerukunan dan stabilitas diperlukan untuk membangun sebuah negara. 

"Menurut saya, ada sebuah etos kerja kedisiplinan nasional yang memang harus kita bangun mulai sekarang ini dalam rangka kompetisi dengan negara-negara lain. Sekali lagi, jangan habiskan pikiran kita untuk hal-hal yang menyebabkan iri, dengki, saling hujat, menjelekkan, dan menyalahkan," ia menegaskan.

 Maka itu, ia mengajak seluruh pihak, utamanya para tokoh dan pemuka di daerahnya masing-masing untuk bersama-sama mewujudkan kerukunan nasional. Perbedaan yang ada hendaknya diselesaikan dalam kerangka persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air.

  "Saya titip agar kalau ada percikan sekecil apa pun untuk segera diselesaikan. Jangan tunggu esok hari, selesaikan pada saat api itu masih sangat kecil. Segera padamkan. Ingatkan kepada yang akan bergesekan, kita ini bersaudara. Bahwa kita ini berbeda-beda iya, tapi kita tetap saudara sebangsa dan se-Tanah Air," tutupnya.

Tampak mendampingi Presiden, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

 

Bogor, 23 Mei 2017

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

 

Bey Machmudin

 

AMBON,  Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, melantik dan mengambil sumpah Empat Kepala Daerah di Provinsi Maluku periode 2017-2022, dalam suatu upacara berlangsung di Tribun  Lapangan Merdeka Ambon, Senin (22/5/2017).

Empat Kepala Daerah yang dilantik masing-masing: Walikota Ambon Richard Louhenapessy, SH dan Wakil Walikota Syarif Hadller; Bupati Buru I. Umasugi, S.Pi. MM dan Wakil Bupati Amus Besan, SH; Bupati Seram Bagian Barat Drs. Muhammad Yasin Payapo dan Wakil Bupati Timotius Akerina dan Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon, SH. MH dan Wakil Bupati Agustinus Utuwaly, S.Sos, periode 2017-2022.

Pelantikan empat Kepala Daerah di Maluku berdasarkan Surat Keputusan Mendagri RI : Nomor 131.81-3100 tahun 2017 sampai dengan Nomor 132.81-3107 tahun 2017, tanggal 17 Mei 2017 dan Nomor 131.81-3147 tahun 2017 sampai dengan Nomor 132.81-3148 tahun 2017, tanggal 18 Mei 2017.

Gubernur Assagaff percaya dan berharap, empat Kepala Daerah yang dilantik akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggungjawab yang diberikan.

"Atas nama masyarakat Maluku saya merasa bangga dan bahagia atas suksesnya Pilkada yang berjalan dengan aman damai dan tertib, dan inilah sesunguhnya budaya hakekat demokrasi yang harus dijaga,"ucap Assagaff.

Dengan dialek Ambon Gubernur katakan, jika Pilkada di Maluku tertib, aman dan damai, maka jang masalah ditampa laeng bawa di Maluku lalu biking provokasi yang bodoh-bodoh melalui media sosial, itu katong pung musuh samua.

Pelantikan walikota dan wakil walikota serta bupati dan wakil bupati di Maluku sebagai tolok ukur dan kredit point serta pembelajaran, guna memperbaiki kualitas berdemokrasi menuju pelaksanaan Pilkada serentak Nasional serta pelantikan serentak Nasional, Gubernur Walikot Bupati pada tahun 2024 nanti.

Moment seperti ini dirancang secara khusus sehingga tidak saja disaksikan oleh para pejabat, namun dapat disaksikan juga oleh masyarakat luas seperti masyarakat Kota Ambon, SBB, P.Buru, juga masyarakat MTB, karena moment ini sebagai moment perjumpaan.

"Khusus untuk Bupati dan Wakil Bupati SBB Gubernur minta, segera menyelesaikan sejumlah masalah yang sangat krusial seperti; proses penuntasan kelembagaan perangkat daerah, pengisian jabatan struktural, tatakelola pemerintahan yang amburadul, termasuk berbagai kasus korupsi serta laporan keuangan yang disklemer,"pintanya.(TM04)


AMBON - Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, optimis lewat talenta anak-anak di Maluku, daerah ini bisa menyinari Indonesia melalui kebudayaan.

"Jika kita bisa memastikan bahwa talenta anak-anak yang ada di daerah ini, mendapat arahnya, mendapat jalannya, sehingga betul-betul bersinar. Maka Indonesia bisa disinari dari Maluku melalui kebudayaan," ujar Hilmar Farid, saat membuka acara Karnaval Budaya Multietnik Nusantara dan Festival Musik Hawaiian 2017, di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis (18/5).

Salah satu cara untuk memastikannya, menurut Farid, yaitu sudah saatnya ada sekolah seni di Maluku.

Melihat kekayaan dan talenta anak-anak muda di daerah ini, menjadi satu alasan yang menurut Farid, membuatnya jatuh hati kepada Kota Ambon. Padahal dia mengaku belum genap 12 jam berada di kota ini.

"Sudah dipastikan, saya akan kembali pada waktu mendatang, di kota ini," janjinya.

Dia juga mengaku sangat senang melihat anak-anak peserta karnaval, yang disebutnya luar biasa. Menunjukkan kreativitas dan talenta yang luar biasa

Farid juga mengucapkan banyak terima Kasih kepada Kota Ambon, yang menggelar Karnaval Multietnik Nusantara tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Ambon. Saya lihat antusiasmenya luar biasa. Ini tanda kebesaran hati masyarakat di kota ini. Kebesaran hati seperti inilah, yang diperlukan Indonesia sekarang ini," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, dalam sambutan tertulisnya dibacakan Sekretaris Daerah Maluku Hamin Bin Thahir, Gubernur Maluku Said Assagaff katakan, refleksi dari karnaval dan festival ini, bertepatan dengan 200 tahun perjuangan pahlawan nasional Kapitan Pattimura, yang kita maknai bersama sebagai konsep kebangsaan yang menyatukan kita.

"Musik adalah bagian dari budaya, karena itu musik dan kebudayaan merupakan identitas yang melekat pada visi kebudayaan kita bersama," ujar Assagaff.

Provinsi Maluku, menurutnya, kini telah menjadi rumah bagi kita semua. Maluku bukan lagi ada, hanya untuk etnis Maluku saja. Namun telah memberi ruang bagi muncul dan berkembangnya kebudayaan suku bangsa nusantara.

Hal tersebut, lanjut Assagaff, bisa dilihat dari beragam fam atau marga di daerah ini. Selain ada ratusan marga lokal, seperti Patty, Toisuta, Sahanaya, Sahetapy, Manuhuttu, Saiya, Riry, Wattimena, Pattikawa, Latuconsina, Wakanno, Madubun, Retraubun, Rahawarin, Kudubun, Rahayaan, Keliobas dan lain-lain.

"Terdapat juga puluhan hingga ratusan marga yang merupakan akulturasi dengan kebudayaan luar, misalnya dari Sulawesi Selatan, yang menggunakan marga Bugis atau Makassar. Dari Sulawesi Tenggara menggunakan La atau Wa di depan . Dari Sumatera menggunakan marga Padang, Palembang. Dari Arab ada yang menggunakan marga Assagaff, Alidrus, Alkatiri, Basalamah, Atamimi, Bachmid, Bahasoan dan lain-lain. Dari Belanda ada yang menggunakan marga van Apel, van Brook, de Kock, Ramschy, Payer dan lain-lain. Dari Portugis ada yang menggunakan fam da Costa, de Fretes, de Lima dan lain-lain. Dan dari China ada yang menggunakan fam Liem, Kho, dan lain-lain," paparnya.

Hal yang menarik lainnya, dari hasil akulturasi itu, kata Assagaff, muncul pelbagai khasanah seni budaya di daerah ini. Misalnya akulturasi budaya lokal dengan Islam atau budaya Arab, seperti Abdau di Negeri Tulehu, Pukul Sapu di Mamala - Morela, lalu tarian sawat dan sebagainya.

Lalu, akulturasi budaya lokal dengan Arab dan Melayu, seperti tarian dana-dana. Serta akulturasi budaya lokal dengan barat atau Eropa, sepert tari Katreji, tarian Orlapeij, tarian Cakaiba dan lain-lain.

"Walaupun berbeda, kami semua merasa bersaudara atau Orang Basudara. Betapa pun berbeda tetap Beta Maluku. Merasa saling memiliki," tandasnya.(*)

(Foto : Humas Pemprov Maluku)

 

Friday, 19 May 2017 15:02

Gubernur Hadiri APPSI di Natuna

JAKARTA - Gubernur Maluku Said Assagaff menghadiri pertemuan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), yang diselenggarakan di Kepulauan Natuna, Kamis (18/5) dan Jumat (19/5).

Pada kegiatan yang dihadiri Gubernur dan Panglima Kodam seluruh Indonesia ini, para peserta berangkat menggunakan Pesawat Hercules C130 milik TNI Angkatan Udara.

"Pak Gubernur hari ini (kemarin-red) sampai dengan Jumat nanti akan mengikuti pertemuan APPSI di kepulauan Natuna. Beliau akan juga ikuti pembaretan dan tata cara hidup kemiliteran," ujar Kabag Humas Pemprov Maluku Bobby Palapia kepada wartawan di Ambon, Kamis (18/5).

Menurutnya, Assagaff bersama Gubernur lainnya se-Indonesia akan menjalani pembaretan bersama dengan operasi latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang melibatkan 5.900 Prajurit TNI.
Pembaretan di lakukan oleh Presiden yang didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Pembaretan yang berpusat di Pantai Teluk Buton Tanjung Datuk Natuna, Kepulauan Riau, berlangsung Kamis (18/5).

Sekanjutnya para Gubernur se-Indonesia melalui APPSI akan menjalani kehidupan dengan tata cara militer, dan akan membahas kondisi keamanan terkini di Tanah Air.

"Nantinya akan ada pertemuan yang membahas keamanan di Indonesia," ujar Palapia.(*)

(Foto : Humas Pemprov Maluku)

 

Thursday, 18 May 2017 14:47

Gubernur Hadiri Pelantikan DPD Hena Hitu


AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff, selaku Ketua Pembina Perhimpunan anak negeri Jazirah Leihitu (Hena Hitu), menghadiri acara pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hena Hitu di Negeri Hila, Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (17/5/2017).

Pelantikan DPD Hena Hitu dilakukan oleh Ketua Umum Hena Hitu, Edwin Aldrin Huwae, yang juga adalah Ketua DPRD Maluku.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Assagaff menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Maluku, berupa anakan cengkih dan pala. - Foto: Humas Pemprov Maluku -

 


AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff membuka Jambore Kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Maluku tahun 2017, yang diikuti ratusan Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota se-Maluku, berlangsung di kawasan Islamic Center Ambon, Rabu (17/5/2017).

"Saudara-saudara akan ada dalam moment perjumpaan yang hangat penuh kekerabatan, dan yang pasti kegiatan Jambore ini akan diboboti dengan berbagai kegiatan positif, yang bertujuan meningkatkan pemahaman akan pentingnya pelaksanaan 10 program pokok PKK di kalangan kader, Tim Penggerak PKK serta Pokja-pokja di dalamnya," ujar Gubernur Assagaff, saat membuka kegiatan Jambore, kemarin.

Dia berharap, melalui kaum perempuan pada kader PKK di semua aras, provinsi maupun kabupaten/kota, yang berjambore selama 2 hari ini, akan terbangun semangat dan daya tangkal, serta komitmen untuk meminimalisir berbagai potensi gangguan integrasi kebangsaan.

Assagaff menuturkan, sesungguhnya realitas kekinian bangsa ini, bahwa spirit Bhineka Tunggal Ika yang kita junjung tinggi selama ini, semantara berada dalam masa ujian dan tantangan yang cukup berat.

"Ada upaya-upaya mengganggu utuhnya ke-Indonesia-an kita, namun saya percaya, bahwa untuk menjadi bangsa yang besar dan kuat, maka kita juga harus siap menghadapi tantangan dan ujian yang berat pula, " kata Assagaff mengingatkan.

Semakin berat ujian yang mesti dihadapi bangsa ini, Assagaff yakin, niscaya akan menjadikan Indonesia semakin kuat dan semakin Jaya.

Lantaran itu, dia menaruh harapan besar bagi para ibu kader PKK yang akan terlibat dalam Jambore untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan baik ini, untuk berinteraksi secara positif, selama pelaksanaan kegiatan.

"Ini moment berharga untuk menambah wawasan dan pengetahuan, tetapi juga persahabatan dan persaudaraan, sebagai sesama anak negeri Maluku, yang terikat pada semangat 'ale rasa beta rasa', 'sagu salempeng dipatah dua'. Itulah slogan-slogan berharga, yang mesti kita jaga dan pelihara menjadi kekayaan budaya Maluku yang lestari," tandas Assagaff.

Terlebih lagi, menurut Assagaff, pada tanggal 15 Mei 2017, baru saja diperingati 200 tahun hari Pattimura, yang akan terus menyemangati dan menggairahkan rasa nasionalisme yang tinggi dan cinta tanah air, yang telah dipertaruhkan dengan nyawa dan darah oleh para leluhur negeri ini.

"Jangan pernah kita sia-siakan pengorbanan mereka, tapi mulailah berkarya dengan potensi dan talenta kita masing-masing, untuk membangun negeri raja-raja ini," imbaunya.

Dia menyebutkan, PKK adalah organisasi yang berhubungan langsung dengan keluarga dan memiliki andil yang sangat besar dalam pembinaan, serta upaya memaksimalkan potensi dan sumberdaya anggota keluarga melalui para kadernya.

Dari keluargalah, menurut Assagaff, diharapkan dapat lahir generasi penerus bangsa, yang dapat menerima dan meneruskan tongkat estafet pembangunan, khususnya di Maluku.

Lebih lanjut, dia katakan, semangat untuk terus meningkatkan pemberdayaan perempuan Indonesia yang ada di Maluku, sebagimana terwujud dalam pola kaderisasi para kader PKK, telah menginspirasi jajaran Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, melaksanakan Jambore Kader PKK ini.

"Sebagai pimpinan daerah, saya sangat mengapresiasi sekaligus pula menaruh harapan besar, bahwa kader PKK di Maluku akan terus maju, berpacu diri menjemput tantangan globalisasi dan modernisasi yang kian gencar," ujar Assagaff.

MENAMBAH WAWASAN

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Ny. Retty Assagaff katakan, tujuan Jambore Kader PKK ini, adalah untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan ketrampilan juga sebagai ajang tukar menukar informasi tentang pelaksanaan 10 program pokok PKK.

"Selain itu juga, kegiatan ini dapat memotivasi para kader untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera," ujarnya.

Sedangkan hasil yang juga diharapkan dari kegiatan ini, menurutnya, antara lain, diberikannya penghargaan kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota, atas, prestasinya terhadap pelaksanaan 10 program pokok PKK. Juga untuk meningkatkan motivasi dan kinerja para kader PKK.

"Selain itu, melalui jambore juga, diharapkan memberkan kesempatan kepada para kader untuk berbagi pengetahuan dan pengamanan, termasuk untuk meningkatkan rada persatuan dan kesatuan bagi kader PKK di Provinsi Maluku," terangnya.(*)

(Foto:Humas Pemprov Maluku)

 

 

AMBON - Universitas Darussalam harus mengembalikan elan vital-nya untuk maju dan berkembang sebagai kampus yang par Excellence, atau kampus yang unggul dan terkemuka, minimal di Kawasan Timur Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan, Gubernur Maluku Said Assagaff, ketika memberikan sambutan pada Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Universitas Darussalam Ambon, Periode II Tahun Akademik 2016/2017, di Islamic Center Ambon, Selasa (16/5/2017).

"Kita semua menyadari bahwa pendidikan adalah instrumen transformasi peradaban yang sangat efektif. Karena itu, pada setiap bangsa yang maju, pasti memiliki kualitas pendidikan yang baik," ujarnya.

Dalam konteks ini, Assagaff katakan, perguruan tinggi menjadi salah satu segmen yang paling besar pengaruhnya terhadap proses pembangunan dan kemajuan suatu bangsa.

Sebab perguruan tinggi, lanjut Assagaff, merupakan pusat peradaban, tempat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan pembentukan atau pembinaan karakter, sebagaimana termaktub dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian Masyarakat.

"Dalam spirit seperti itu, maka Universitas Darussalam Ambon harus tetap eksis. Karena kampus ini adalah kampus perjuangan, kampus harapan, kampus idaman, dan kampus dambaan kita semua," kata Assagaff.

Dia katakan, tidak bisa dinafikan, sebagai salah satu kampus tertua dan terbesar di Maluku, kontribusi Universitas Darussalam terhadap kemajuan kualitas pendidikan di Maluku sangat besar. Hal itu ditandai dengan output para alumni dari almamater ini, yang telah berkiprah di berbagai bidang kehidupan.

"Tidak sedikit dari mereka yang kemudian menjadi tokoh atau panutan negeri ini. Sudah ada sekitar 12.000 alumni Universitas Darussalam yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka tegak berdiri sebagai pilar-pilar peradaban negeri ini, karena mereka punya sesuatu atau potensi yang selalu siap diabdikan untuk negeri ini," ungkapnya.

Menyaksikan peristiwa wisuda hari ini (kemarin), Assagaff yakin, kampus ini akan selalu ada dan siap mengabdi untuk negeri ini. Karena itu dia imbau, jangan pernah kehilangan asa, tapi harus selalu optimis untuk kembali memajukan almamater tercinta itu.

"Sungguh, hari ini adalah saat yang sangat istimewa dan membahagiakan kita semua, terutama para wisudawan, orang tua dan keluarga. Walaupun wisuda bukan merupakan akhir dari segalanya, tapi moment ini menjadi satu tahapan penting atas keberhasilan anak dan orang tua dalam jihad tarbawi (jihad pendidikan) mereka," tuturnya.

Begitu bahagia dan indahnya moment yang ditunggu-tunggu ini, Assagaff yakin dan percaya, semua orang tua atau wali yang hadir menyaksikan wisuda anaknya, merasa semua perjuangan dan jerih payahnya telah menuai hasil.

"Keletihan dan kelelahan yang dirasakan selama ini, kini telah berbinar kembali menyambut asa akan keberhasilan anaknya atau keluarganya yang diwisuda hari ini (kemarin), " ujar Assagaff.(*)

(Foto:Humas Pemprov Maluku)

 

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff meminta Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), untuk mengantisipasi ancaman narkoba dan HIV/AIDS yang semakin marak.

"Ancaman salah pergaulan generasi muda, anak-anak kita, seperti kenakalan remaja, ancaman HIV/AIDS, narkoba, dan sebagainya, harus diantisipasi Tim Penggerak PKK," ujar Gubernur saat membuka Rakot Konsultasi (Rakon) TP PKK Provinsi Maluku, di Ambon, Selasa (16/5/2017).

Untuk itu, Gubernur mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat, agar memberikan perhatian serius, pada potensi ancaman penurunan kualitas kehidupan manusia tersebut.

Dia katakan, tantangan pembangunan daerah ke depan, akan semakin berat. Seperti kondisi Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang masih relatif banyak, angka buta huruf yang masih tinggi, serta kesejahteraan yang belum merata.

"Sementara di sisi lain, adanya tuntutan era globalisasi, persaingan yang semakin kompetitif, pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang berkembang pesat, mengharuskan kita meningkatkan kualitas diri dan kualitas keluarga, agar kita mampu bersaing," papar Gubernur.

Menurutnya, program setiap instansi dan organisasi, selain diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, juga harus pada upaya-upaya mengantisipasi potensi ancaman tersebut.

"Saya berharap, Tim Penggerak PKK tidak berjalan sendiri, namun bermitra secara sinergis dengan Lembaga Swadaya Masyarakat, komponen masyarakat lainnya, dan pemerintah daerah. Kemitraan yang baik dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, akan mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan keluarga di Provinsi Maluku," ujar Gubernur.

Menyinggung tentang tema Rapat Koordinasi yakni, "Kita Laksanakan Konsolidasi Program Sebagai Sarana Mewujudkan Akselerasi Program-program PKK, Gubernur minta ini menjadi pedoman bagi seluruh peserta dalam merumuskan program selama setahun ke depan.

"Dari tema itu, saya menekankan 3 hal strategis, untuk menjadi fokus kita. Pertama, koordinasi dan konsultasi, integritas, etos kerja, dan gotong royong agar melandasi program PKK. Kedua, peningkatan kualitas SDM di keluarga. Ketiga, konsep keluarga sejahtera membawa masyarakat serta daerah sejahtera," paparnya.

Lantaran itu, Gubernur mengimbau, Tim PKK Kabupaten/Kota melalui pokja-pokjanya agar dapat berperan aktif dalam seluruh aspek kehidupan.

"Karena perempuan mempunyai posisi yang sangat vital untuk kehidupan keluarga. Baik sebagai pribadi yang kodratnya perempuan yang mengandung, menyusui, maupun sebagai ibu untuk anak-anak, istri untuk suami, serta sebagai anggota masyarakat. Maka bisa dikatakan, peran perempuan terhadap kesejahteraan keluarga dan kemajuan peradaban suatu bangsa yang besar," tandasnya.

TANPA PAMRIH

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ny. Retty Assagaff meminta segenap jajaran dan para kader PKK di daerah ini, agar senantiasa bekerja dengan semangat relawan, dan tanpa pamrih.

"Jangan pernah lelah untuk selalu menimba ilmu, karena perkembangan ilmu dan teknologi pada dewasa ini menuntut kita untuk selalu menyesuaikannya," ujarnya.

Dia juga meminta para kader PKK di daerah ini, supaya memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada, baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam, sebagai potensi yang dapat di gunakan untuk pengembangan Gerakan PKK dan Program-program unggulan PKK.

"Pahamilah juga, makna yang hakiki mengenai peran dan posisi Tim Penggerak PKK sebagai mitra kerja pemerintah. Bahwa kemitraan ini bermakna adanya kesetaraan dan saling menumbuhkan," tuturnya.(*)

(Foto:Humas Pemprov Maluku)



Jakarta, Presiden Joko Widodo sore ini, Selasa, 16 Mei 2017, mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama di Istana Merdeka.

Mengawali pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo berbicara seputar keberagaman sebagai kekuatan bangsa Indonesia. Meski terdapat perbedaan keyakinan, semua pihak disebutnya harus dapat bersatu menjaga kebinekaan dan solidaritas.

"Apa pun agamanya, apa pun sukunya, apa pun golongannya, untuk menjaga kebinekaan dan membangun solidaritas," ujar Presiden.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut ialah Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Syaiful Bakhri, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Henriette T. Hutabarat-Lebang, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia Hartati Murdaya, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghuchu Indonesia Uung Sendana L. Linggaraja, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara dengan para tokoh lintas agama yang hadir membicarakan seputar dinamika kebangsaan. Ia juga memberikan apresiasi atas kesolidan semua tokoh lintas agama yang hendak menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya senang mendengar komitmen semua tokoh agama dan umatnya untuk terus menjaga, mempertahankan, dan memperkokoh Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Saya senang dan berterima kasih mendengar komitmen semua umat beragama untuk terus menjaga persatuan, persaudaraan, perdamaian, dan toleransi antarumat, antarkelompok, dan antargolongan," Presiden memberikan pernyataannya di Istana Merdeka usai pertemuan.

Menyikapi dinamika yang terjadi beberapa waktu belakangan di kalangan masyarakat, Presiden Joko Widodo meminta para pihak maupun kelompok untuk segera menghentikan gesekan-gesekan yang ada. Sebab sesungguhnya semua orang Indonesia adalah saudara sebangsa.

"Jikalau pun dalam beberapa waktu terakhir ini ada gesekan antarkelompok di masyarakat, mulai saat ini saya minta hal-hal tersebut untuk segera dihentikan. Jangan saling menghujat, karena kita ini adalah saudara. Jangan saling menjelekkan, karena kita ini adalah saudara. Jangan saling memfitnah, karena kita adalah saudara. Jangan saling menolak, karena kita ini adalah saudara," ucapnya.

Presiden juga mengingatkan bahwa gelombang demonstrasi yang terus menerus dilakukan adalah sebuah tindakan yang tidak produktif yang juga harus dihentikan.

"Jangan kita saling mendemo, habis energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif itu. Kita adalah saudara sebangsa dan se-Tanah Air," ia menegaskan.

Meski demikian, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menggarisbawahi bahwa negara melindungi hak setiap warganya untuk berekspresi dan mengemukakan pendapat. Namun, kebebasan yang ada tersebut tentunya harus diiringi dengan tanggung jawab dan tidak melanggar aturan yang ada.

"Saya perlu tegaskan di sini bahwa kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul itu dijamin oleh konstitusi kita. Tapi saya juga perlu tegaskan bahwa kebebasan itu harus sesuai dengan koridor hukum, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945, serta harus berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Presiden.

Mengakhiri pernyataannya, ia menerangkan bahwa dirinya telah menginstruksikan Kapolri dan Panglima TNI agar menindak tegas setiap ujaran dan tindakan yang dapat mengganggu persaudaraan dan kesatuan bangsa.

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan, NKRI dan Bhinneka Tungal Ika, dan yang tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Ma'ruf Amin menegaskan komitmen para tokoh lintas agama yang hadir dalam pertemuan tersebut. Senada dengan yang disampaikan Presiden, para tokoh memiliki komitmen untuk terus menjaga dan memperkokoh persatuan bangsa.

"Kami bersepakatan dan mendukung upaya-upaya pemerintah, Bapak Presiden, dan seluruh jajarannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kami juga mendukung upaya pemerintah untuk menghentikan segala upaya yang dapat menimbulkan terjadinya konflik di masyarakat," ucapnya.

Ma'ruf Amin juga mengimbau kepada masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya melalui demonstrasi untuk menjaga kesantunan dan memastikan segala tindakan tersebut tidak melanggar aturan yang berlaku.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar dalam menyampaikan aspirasinya, walaupun Indonesia itu negara yang demokratis, hendaknya disampaikan dalam koridor hukum, kesantunan, dan dengan cara yang akhlakul karimah," ujarnya.


Jakarta, 16 Mei 2017
Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

 SAPARUA - Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan dengan merayakan dua abad Pahlawan Nasional Pattimura, maka kita ada dalam gerakan Tumbuhkan Peradaban Merdeka demi Mewujudkan Masyarakat Sejahtera.

"Artinya melalui perayaan ini, saya ingin merangsang masyarakat di pulau-pulau lain, agar event-event historis, kultural, dan sosial yang bernilai luhur harus digali, supaya apa yang kita kerjakan tidak menjadi retorika sejarah," ujar Gubernur pada acara peringatan Hari Pattimura ke-200, di Kota Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (15/5/2017).

Menurut Assagaff, dia pernah mengatakan di tempat tersebut, bahwa sudah saatnya Kota Ambon dikembangkan sebagai Pintu Masuk dan Lalu Lintas Pariwisata. Lalu Pulau-pulau di luarnya, haruslah dibangun sebagai potensi pariwisata yang unggul.

"Dengan demikian, pilihan pulang merayakan Hari Pattimura di Kota Saparua, adalah kebutuhan untuk menumbuhkan Sama Rasa dan Rasa Sama," kata Assagaff.

Semangat Kapitan Pattimura, disebut Assagaff, harus menjadi point untuk menghadapi derasnya tantangan Masyarakat Ekonomi Asia. Ada juga Blok Masela yang menyimpan berjuta-juta kekayaan, bahkan masih banyak agenda penting lainnya, yang harus ditangani dan dikelola secara prioritas.

"Sebab prioritas tanpa kualitas adalah ketertinggalan. Dan kualitas tanpa kerja adalah kemalangan," tandasnya.

Dia berharap, semoga kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku dalam menyiapkan SDM bertemu, untuk rentang waktu ke depan, bisa menjawab kebutuhan ini.

"Memang tidak ada harga atas waktu, tapi waktu itu sangat berharga. Memiliki waktu tidak membuat dan menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah Sumber dari semua kekayaan," ujar Assagaff.

Lebih lanjut Assagaff mengingatkan, sejarah adalah sebuah keabadian, karena semua kita akan menjadi bagian dari sejarah itu.

"Sejarah juga adalah bagian dari masa lalu, tapi atasnya ia tidak akan pernah terkubur. Dengan belajar sejarah, kita mengenal masa lalu, dan tumbuhkan harapan untuk membangun masa depan," tuturnya.(*)

(Foto:Humas Pemprov Maluku)

 

Page 1 of 19

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 15 MEI 2017
 

FILE PERAKIRAAN CUACA 15 MEI (PDF)

FILE PERAKIRAAN GELOMBANG 15 MEI(PDF)


Info Gempa Mag:4.2 SR, 07 MEI 2017 Pukul 21:37:05: WIT, Lokasi:7.56 LS-128.4 BT (8 Km Timurlaut Tiakur-MBD, 133 Km Barat Tepa-MBD), Kedalaman 150 Km

Info Gempa Mag:3.1 SR, 07 MEI 2017 Pukul 21:36:07: WIT, Lokasi:2.19 LS-129.27 BT (72 Km Utara Wahai-MALTENG, 87 Km Utara Sawai-MALTENG), Kedalaman 10 Km

 
 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top