Hari / Tanggal : Jumat, 30 Jul 2010



Anda Berada di:     Home Berita Seputar Maluku IOC Hadirkan 32 Negara di Ambon
IOC Hadirkan 32 Negara di Ambon Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 18 November 2009 14:57

MALUKU - AE.- Sebuah forum ilmiah internasional bakal digelar di Kota Ambon menjelang Sail Banda 2010, yang diikuti oleh 32 negara dan dihadiri oleh 8 kepala negara. Forum yang disebut Internasional Ocean Conference (IOC) itu akan membahas tentang ancaman pemanasan global terhadap pulau-pulau kecil di sejumlah negara kepulauan di dunia. Di sisi lain, forum tersebut diharapkan menjadi ajang promosi Maluku di dunia internasional.

Seperti yang disampaikan Rektor Universitas Pattimura Ambon, Prof HB Tetelepta, pada coffee morning yang digelar oleh asosiasi tour dan travel Indonesia (ASITA) di Tirta Kencana, Desa Amahusu, Sabtu (14/11). "Ada kegiatan ilmiah internasional tentang pulau-pulau kecil, delapan kepala negara maupun akademisi di dunia internasional dari 32 negara akan berbicara tentang small islands dan pemanasan global di Ambon," ungkap Tetelepta.

Kini persiapan yang sedang dilakukan, sudah sampai tahap penyusunan proposal dan di dalamnya terdapat beberapa muatan topik yang hendak dibahas. "Konferensi internasional pulau-pulau kecil ini akan kita proposalkan untuk dikirim ke pemda Maluku dan pemerintah pusat, struktur kepanitiaannya sudah ada," jelasnya.

Karena masih dalam bentuk pengusulan, waktu pelaksanaannya pun belum dipastikan, namun menurut Tetelepta, konferensi tersebut harus dilaksanakan sebelum digelarnya Sail Banda 2010, yaitu Agustus tahun itu. "Kita harapkan konferensinya dilakukan antara bulan Maret atau April 2010, pokoknya sebelum Sail Banda dilaksanakan," ujarnya.

Di lain pihak Gubernur Karel Albert Ralahalu menyatakan, penyelenggaraan Sail Banda masih menunggu keputusan presiden sebagai landasan hukum untuk menindaklanjuti even pariwisata internasional ini. Ralahalu juga menambahkan, ada 14 kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai bagian dari Sail Banda 2010, salah satunya adalah IOC di atas.

Ralahalu menukas, Maluku sangat berkepentingan terhadap suksesnya IOC untuk membahas pemanasan global ini. Diharapkan forum akan berhasil merumuskan sejumlah keputusan dalam rangka menyelamatkan pulau-pulau kecil yang juga banyak terdapat di Maluku.

"Ini penting, karena sudah ada negara kepulauan di dunia yang tenggelam akibat pemanasan global. Bukan desa atau kampung, tetapi negara, yang terancam tenggelam saat ini," ujar Ralahalu tanpa menyebutkan nama negara itu.

Secara umum coffee morning ini untuk melihat sejauh mana persiapan Sail Banda telah dilakukan. Yang menarik dari pertemuan yang juga diikuti sejumlah stakeholders, para pengusaha di bidang pariwisata, pengusaha hotel dan restoran maupun LSM itu, terungkap kalau persiapannya belum signifikan, padahal even tersebut relatif sudah di ambang mata.

Selain sektor keamanan yang dinilai cukup siap, sejumlah infrastruktur maupun sarana dan prasarana lainnya seperti hotel dan restoran diharapkan ditingkatkan kapasitasnya maupun mutu pelayanannya, Sail Banda yang akan bakal diikuti sekurang-kurangnya 500 perahu layar itu membutuhkan kesiapan yang memadai.

Selain itu aspek yang cukup mendapatkan sorotan adalah soal ancaman sampah yang belum juga bisa diatasi, terutama oleh pemerintah Kota Ambon, hingga kini sampah masih bertebaran di Teluk Ambon. Dan yang disesalkan dalam coffee morning tersebut tidak satupun wakil pemkot Ambon yang hadir terutama Walikota Ambon yang diharapkan hadir.

"Tujuan coffee morning ini, bagaimana persoalan-persoalan ini disikapi. Kita juga undang walikota dan ketua DPRD Maluku, tetapi heran jangankan walikota perwakilannya pun tidak ada," ujar panitia pelaksana Toni Kurnala kepada wartawan.

Menurut dia dengan kehadiran walikota, sejumlah persoalan terkait yang menjadi tugas dan wewenang Pemkot Ambon dapat diketahui pemkot. Misalnya sampah, sebagaimana diungkapkan raja Amahusu yang juga hadir pada kegiatan itu, mengungkapkan kalau desa yang dipimpinnya selama ini menjadi tempat pembuangan sampah.

"Raja Amahusu mengharapkan agar perda tentang sampah segera diterbitkan, siapa lagi yang mau menindaklanjutinya?, tentu walikota, tetapi walikota tidak datang," imbuhnya, sambil mengingatkan walikota, agar lebih proaktif lagi menyikapi salah satu persoalan sosial yang belum selesai-selesai ini.
(CR2/Balagu.com)

 

Tulis Komentar


Kode Securiti
Refresh