Berita Lowongan Kerja Terbaru

Semmy

 
AMBON - Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff menghadiri pelantikan kepala pemerintah negeri Siri Sori islam, Kecamatan Saparua, kabupaten Maluku, Dedy Pattisahusiwa, menggantikan  M. Afendi Watihelu sebagai penjabat negeri, yang diangkat menggantikan almarhum Joni Karim Pattisahusiwa.
 
Pelantikan Upu Latu Louhatta Amalatu yang berlangsung di rumah Raja ini, Turut dihadiri, Wakil Ketua DPD RI Nono Samponi, anggota DPD RI Ana Latuconsina, Bupati Buru Ramli Umasugi, Bupati Seram Bagian Timur Mukti Keliobas, staf ahli Menteri Kesehatan RI Roby Pattiselano, Seketaris Daerah Maluku Hamin Bin Thahir, Ketua Komisi A DPRD Privinsi Maluku Melkias Frans, SKPD lingkup pemerintah provinsi Maluku dan kabupaten Maluku Tengah, ratusan masyarakat Sri Sori Islam, serta gandong dari Negeri Waai, Hutumuri, Ouw, Haria, Ulath.
 
Gubernur dalam sambutannya, berharap Kepala Pemerintahan yang baru dilantik dapat menjadi upulatu yang adil, amanah, pengayom dan membawa kesejahteraan kepada rakyat di negeri sri sori tercinta.
 
"Hari ini merupakan moment bersejarah, untuk bersama-sama merawat nilai budaya dan kearifan lokal yang telah digagas oleh para leluhur dan dijadikan sebagai pendidikan untuk menghidupkan nilai sejarah baik di sekolah, rumah maupun ditengah-tengah masyarakat,"ujarnya.
 
Dijelaskan, ada tiga mandat yang harus dijalankan Raja, yaitu mandat yang diatur oleh undang-undang dan perturan pemerintah, mandat masyarakat adat dan mandat alifa Allah.
 
Dirinya juga mengajak, seluruh masyarakat Sri Sori untuk menjadikan nilai adat sebagai modal sosial kultural dalam bertransformasi karakter masyarakat dari  budaya bakalai ke budaya bakubae, talamburang ke budaya kalesang, makan puji ke budaya rendah hati, kewel ke budaya kerja, budaya ke budaya wirausaha, baku kuku ke budaya baku kele, sopi ke budaya kopi, parlente ke budaya jujur, galojo ke budaya baku bage, padede atau balagu ke budaya arika.
 
Menurutnya, hal tersebut dimaksus untuk   membangun Maluku yang aman, sejahtera religius, berkualitas, demokratis dijiwai semangat siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.
 
Sementara itu, Bupati Abua Tuasikal dalam sambutannya, mengungkapkan pelantikan yang dilaksanakan membuktikan bahwa masyarakat negeri sri sori sudah matang dan cerdas dalam berdemokrasi dan memiiki kesadaran yang baik tentang keberadaan pemimpin defenitif pemerintah negeri.
 
"Hal ini mulai dilihat dari proses penetapan, musyawarah mata rumah, serta kerjasama masyarakat dalam memastikan pelantikan yang dilakukan secara transpran dan sesuai  tatanan adat di negeri ini,"ucapnya.
 
Kepada pemerintah negeri, dirinya menitipkan tiga hal penting yang harus dilakukan dalam mendukung jalannya pemerintahan yang efektif sesuai visi misi, yakni selaku kepala pemerintah, saniri negeru, maupun lembaga kemasyarakatan harus menyadari bahwa tugas merupakan amanah suci yang harus dipertanggungjawabkan kepada negeri masyarakat dan Tuhan. 
 
"Tugas dan tangunggjawab yang diemban dapat dilaksanakan dan mampu menempatkan diri sebagai pemimpinan dan bersikap adil, arif dan bijaksana, agar seluruh tugas dapat dilakukan secara bersama-sama, dengan landasan saling menghormati antar sesama orang basudara,"tuturnya.
 
Kemudian kepala pemerintah, saniri negeri maupun lembaga kemasyarakatan harus saling berkoordinasi dengan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan maupun pembangunan negeri ini, yang secara transparan, efektif dan efisien.
 
Dirinya juga menekankan agar kepala pemerintah negeri harus dapat mengelola dangan mengembangkan, serta memberdayakan potensi ekonomi yang ada, melalui kondisi sumber daya lokal guna menciptakan perbaikan hidup bersama. Salah satunya melalui pengelolaan ADD dan dana desa, untuk mengerahkan potensi yanh ada, dengan sebaik-baiknya.
 
Usai pelantikan, Gubernur langsung mendatatangani prasasti pembangunan Masjid Baitu Rahman. Sekaligus mengikuti pelantikan Raja secara adat.
 


 

AMBON - Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Rabu (17/1), Gubernur Maluku Said Assagaff meresmikan sejumlah sarana pendidikan di daerah tersebut.

Tiga bangunan sekolah yang diresmikan Gubernur Assagaff, secara simbolis di pelataran SMA Muhammadiyah Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat ini, yaitu SMA Muhammadiyah Kelapa Dua, SMA Muhammadiyah Patina dan SMA Negeri 6 Kairatu.

Selain meresmikan ketiga bangunan sekolah tersebut, dan meresmikan 1 unit Kapal Tangkap Pole and Line 20 GT, Gubernur Assagaff sekaligus penyerahan aset pendidikan Dana DAK 2017, diantaranya: 1 Ruang Kelas Baru SMA Negeri 3 Seram Barat, 2 Ruang Kelas Baru SMA Negeri Persiapan Manipa Timur, RPS dan Penugasan Pendidikan SMK Negeri 1 Seram Barat, Ruang Kelas Baru (RKB) SMA Negeri Huamual, serta Pembangunan Gapura dan Pos Satpam SMA Negeri 1 Kairatu.

Sejumlah laboratorium sekolah juga ikut diresmikan Gubernur Assagaff secara simbolis, antara lain: Laboratorium IPA SMA Huamual Barat Talaga, Laboratorium IPA SMA LKMD Olas, Laboratorium IPA SMA Muhammadiyah Limboro,

"Ini komitmen saya sebagai Gubernur Maluku selama ini. Dunia pendidikan dan kesehatan di Maluku harus terus kita digenjot," ujar Assagaff.

Dia katakan, ini saatnya kita membangun dunia pendidikan di Maluku. Kita harus berani mengambil keputusan. Karena anak-anak kita di daerah ini sebenarnya sangat cerdas. Tinggal didorong saja.

"Mari kita dorong itu. Saya tidak mau, ada anak-anak Maluku yang malas, tidak sekolah, tidak pintar. Semua anak-anak di daerah ini harus pintar dan harus sehat. Ini era pendidikan, era kesehatan, bahkan era majunya teknologi digital," tandasnya.

Kalau kita bermain-main dengan pendidikan, menurut Assagaff, ke depan nanti kita akan tertinggal.

Dia menyebutkan, setelah sudah banyak keberhasilan-keberhasilan kita, selama beberapa tahun terakhir ini, tentu kita tidak mau tertinggal. Dan keberhasilan-keberhasilan itu bukan berita hoax. Ini berita yang benar sesuai faktanya.

Sebagai contoh keberhasilan itu, Assagaff menyampaikan, Maluku sekarang masuk dalam 14 Provinsi Terbaik dalam Indonesia's Attractiveness Award, terbaik di Indonesia. Itu membukitan kita bersama-sama bekerja keras selama ini.

Penghargaan Provinsi Terbaik Indonesia's Attractiveness Award, yang dimaksudkan Gubernur Assagaff itu, merupakan hasil riset yang diselenggarakan Tempo Inti Media dan Frontier Consulting Group yang setiap tahun digelar, yang pengukurannya menggunakan empat dimensi yaitu Investasi, Infrastruktur, Pariwisata dan Pelayanan Publik.

"Selain itu, ada pernyataan pada buku Annual Competitivenes Index yang dibuat oleh Lee Kwan Yew University, yang menyebutkan bahwa ada perubahan pada ranking governance and institutional setting di Maluku," terangnya.

Sebagai mana pernah diberitakan sebelumnya, apa yang dikatakan Assagaff ini, tertulis pada buku Annual Competitivenes Index, yang memaparkan bahwa ada perubahan lebih baik pada Provinsi Maluku. Jika di tahun 2013, Maluku berada di ranking 33, tahun 2014 naik ke ranking 20, 2015 di raking 26, dan tahun 2016 ada di ranking 14.

"Begitu juga dengan Index Demokrasi, Maluku termasuk yang tertinggi di Indonesia. Karena itu dia menilai, jika Pemilihan Kepala Daerah di Maluku diikuti banyak kandidat, tentu akan semakin baik, karena itu menunjukkan semakin berkualitasnya sumber daya manusia dan perkembangan demokrasi di daerah ini," ujarnya.

Menyinggung tentang wilayah Seram Bagian Barat, Assagaff menyebutkan, ke depan harus dipikirkan pengembangannya. Misalnya membangun akademi di daerah ini. Dengan begitu, anak-anak SBB tidak harus melanjutkan pendidikan jauh sampai di Ambon.

"Mungkin bisa saja, cabang-cabang fakultas dari Universitas Pattimura (Unpatti), dibangun di daerah Seram Bagian Barat," katanya.

Ini dia maksudkan, sebagai upaya Ambon ke depan bisa lebih diarahkan pengembangannya untuk kota perdagangan atau bisnis. Dengan begitu, tidak menumpuk semuanya di Ambon, yang sudah semakin macet. Dengan ruang untuk hidup baik dan sejahtera semakin sempit.

Usai melihat-lihat ruangan kelas dan ruangan lainnya di SMA Muhammadiyah Kelapa Dua, Gubernur yang didampingi Bupati SBB M. Yasin Payapo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku M. Saleh Thio dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya, meninjau bangunan baru SMA Negeri 6 Kairatu.

Ditemani kepala sekolah dan sejumlah guru, Gubernur Assagaff melihat-lihat ruangan kelas dan ruangan lainnya di SMA Negeri 6. Dia juga menyempatkan melayani permintaan foto bareng siswa-siswi dan dewan guru sekolah tersebut, sebelum akhirnya bersama rombongan kembali ke Ambon.(*)

 

AMBON - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku merayakan syukuran Natal bersama TNI/Polri dan masyarakat, berlangsung di gedung Kristiani Center, Ambon, Selasa (9/1).

Perayaan Natal yang dipimpin Pdt. Pier Latupeirissa ini, digelar di bawah sorotan tema "Melalui Safari Natal Pemprov Maluku, Kita Tingkatkan Etos Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Terus Berkarya Melakukan yang Terbaik Menuju Maluku yang Sejahtera, Religius, Berkualitas, Dijiwai Semangat Siwalima.

Selain Gubernur Maluku Said Asagaff, perayaan Natal ini dihadiri sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah, ratusan Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Maluku, jajaran TNI/Polri, serta sejumlah tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat Maluku.

"Natal adalah kisah tentang Tuhan mewujudkan empati dan memberikan damai dalam bentuk Imanuel," ujar Gubernur Assagaff dalam sambutannya.

Artinya, menurut Assagaff, Dia telah bersama dan menyertai pengabdian, tugas dan juga pelayanan kita bagi negeri ini.

"Oleh sebab itu, kita menjadi ASN dan anggota TNI/Polri yang bercitra luhur serta pembawa berkat bagi sesama,"ujarnya.

Lebih lanjut dia katakan, Natal membuktikan, bahwa Yesus datang untuk menggenapi, melengkapi dan melayani. Karena itu, sebagai ASN dan anggota TNI/Polri, pelayanan yang diberikan haruslah abadi, setia kepada pancasila dan UUD 1945, serta menjadikan Indonesia dan Maluku sebagai lahan bertumbuhnya kemanusiaan dan berkat.

Assagaff juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah ini, untuk meningkatkan kerukunan dan kerjasama antar agama, serta berpatisipasi dalam semua aspek pembangunan, karena Maluku memerlukan dukungan masyarakat sipil dan TNI/Polri yang tangguh.

"Terlepas dari hal tersebut, dari banyak penghargaan yang diterima, membuktikan Provinsi Maluku kian maju dan menjadikan kemajuan itu sebagai modal kompetisi dan daya saing," tuturnya.

Dia menyebutkan, Maluku tidak cuma membutuhkan pemimpin tetapi juga pelayan yang beroientasi damai sejahtera dan siap melawan aksi yang membodohi warga yang memiskinkan masyarakat.

Assagaff lantas meminta seluruh elemen maayarakat Maluku untuk santun dalam menggunakan media sosial. Termasuk menghindari beragam berita hoax, menyebar luaskan pesan kedamaian dan persaudaraan, sebab media komunikasi adalah alat yang baik bagi pembelajaran membangun Maluku dan Indonesia yang damai dan sejuk.

"Saya akan terus berkerja untuk Maluku yang rukun, religius, demokratis damai dan sejahtera. Kalau ada keterbatasan dalam pelayanan, itulah manusia, pasti kita memperbaikinya. Inilah yang mendorong saya mencalonkan diri untuk lima tahun mendatang. Sebab kepercayaan diberikan masyarakat adalah amanah yang harus dipertanggungawabkan," paparnya.

Karena itu sebelum saya cuti untuk mengikuti Pilkada, Assagaff minta agar semua masyarakat di daerah ini tetap kompak dan konsisten dalam pikiran dan tindakan, dalam memajukan Maluku sesuai visi dan misinya.(*)

(sumber: https://www.facebook.com/kabardari.maluku )

 

Wednesday, 03 January 2018 07:31

Gubernur: Jangan Terjebak Penjajahan Jaman Now


AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff mengingatkan generasi muda di daerah ini, agar jangan sampai terjebak penjajahan jaman now.

Pernyataan tersebut Gubernur Assagaff tersebut disampaikannya pada peringatan 200 tahun atau dua abad perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, di Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (2/1).

Apa itu penjajahan jaman now? Menurut Gubernur Assagaff, ini terkait kemajuan teknologi yang memungkinkan pesatnya pengembangan smartphone dan semacamnya.

"Di satu sisi, itu merupakan sebuah lompatan teknologi yang memberikan banyak kemudahan kepada manusia. Tetapi di sisi yang lain, bisa saja menjadi sarana intimidasi oleh pihak-pihak tertentu, untuk menjajah generasi muda kita," terangnya.

Keterbukaan yang dimiliki internet, disebut Assagaff, menjadikan anak-anak kita dapat belajar cepat tentangan banyak informasi dan pengetahuan. Namun di sana ada informasi yang pantas untuk anak-anak, tetapi ada juga yang belum pantas.

Dia katakan, ada sisi positif dan ada sisi negatif. Ini yang harus kita waspadai. Di internet, ada banyak aplikasi pembelajaran, cara belajar cepat dan efektif, ada buku-buku online dan yang lainnya.

"Tetapi ada juga permainan atau video game online yang justru jauh lebih digemari oleh anak-anak. Celakanya lagi para orang tua juga turut terbawa arus dan duduk-duduk main game online," ujarnya.

Bahkan, menurut Assagaff, ada yang sampai lupa jam makan minum, apalagi jam belajar. Ujung-ujungnya anak-anak kita dibekali smartphone dengan tujuan supaya mereka tidak tertinggal dalam pelajaran, ternyata justru sebaliknya mereka lalu terjebak dalam jebakan kemajuan teknologi itu sendiri, dengan segala tawaran-tawaran yang menarik tetapi menyesatkan. Inilah yang dia maksudkan sebagai penjajahan jaman now.

"Lalu sekarang bagaimana dengan anak-anak muda Negeri Sila, Leinitu, Nalahia, Ameth, Titawai, Abubu dan Akon? Adakah niat dan tekad kalian tetap membara untuk mencontohi teladan sang gadis pemberani itu?," kata Assagaff sembari bertanya...

Wednesday, 03 January 2018 06:49

Dua Abad Ina Ata Diperingati di Abubu

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff memimpin peringatan 200 tahun atau dua abad perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, di Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (2/1).

Selain Gubernur Assagaff dan Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, sejumlah pejabat lain terlihat ikut menghadiri peringatan perjuangan pahlawan yang dikenal juga dengan sebutan Ina Ata ini, diantaranya Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, Bupati Malteng Tuasikal Abua, Wakil Bupati Malteng Marlatu Leleury, Bupati Maluku Barat Daya Barnabas Orno, dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Brigjen Pol Rusno Prihardito dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku.

Dalam sambutannya, Gubernur Assagaff menyebutkan, jikalau defenisi kemerdekaan adalah kebebasan, buah dari perjuangan masa lampau, maka di hari ini kita patut berbangga, karena bisa hadir di tengah-tengah perayaan peringatan 200 tahun kisah heroik si gadis pemberani dari Negeri Abubu, pahlawan nasional Martha Christina Tijahahu.

"Sebuah peringatan yang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan masa kini, sesungguhnya adalah hasil jerih juang mereka-mereka di zaman perjuangan dahulu," ujar Gubernur.

Menurut dia, kita harus bangga, sebab sebagai bangsa yang besar pemerintah beserta rakyat Indonesia terus memberikan penghargaan tinggi atas jasa pahlawan, termasuk yang terjadi hari ini. Sebuah upacara seremonial yang mengandung makna beragam bagi kita anak cucu saat ini.

Semua anak cucu dari tujuh negeri di Nusalaut, disebutnya, saat ini bisa "bakumpul" dan "bakudapa", yang dipenuhi dengan sukacita dan rasa syukur.

"Dalam perjumpaan itu, ada banyak nilai yang ditemui di sana, selain belajar tentang kebersamaan, pentingnya nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme, telah membuka ruang perjumpaan dan saling mengenal," tuturnya.

Karena terpisah sekian waktu, Gubernur katakan, ini momen untuk kembali mempererat ikatan persatuan dan persaudaraan, sebab sesungguhnya salah satu kekuatan terbesar dari bangsa ini ialah semangat persatuan dan kesatuan. Sila ketiga dari pancasila telah menegaskan hal itu.

"Di kesempatan yang baik ini juga, saya pun ingin menyampaikan ucapan Selamat Natal 25 Desember 2017 dan selamat memasuki tahun baru 1 Januari 2018," ujarnya.

Perayaan 200 tahun ini, dinilai Gubernur menjadi berbeda, karena selain mengenang dua abad perjuangan dan pengorbanan Martha Christina Tijahahu di Negeri Kakerisa Amapati, Abubu, momen ini juga telah memberikan sentuhan perubahan.

"Ada perubahan secara fisik, berupa dibangunnya pantung Ina Ata sang gadis pemberani, tetapi juga ada pesan-pesan dan nilai kisah heroik, yang mesti menjadi warisan anak cucu," tuturnya.

Keberadaan patung yang indah dan megah ini, menurut Gubernur, akan menjadi tanda pengingat bagi siapapun, bahwa di Negeri Abubu ini pernah hidup seorang pejuang perempuan yang gagah berani, yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi banyak orang.

Lebih lanjut Gubernur katakan, di tahun 2018 ini, kita akan berhadapan dengan agenda demokrasi nasional yakni Pilkada serentak, yang di dalamnya ada Pilkada Gubernur - Wakil Gubernur Maluku, Pilkada Bupati - Wakil Bupati Maluku Tenggara, serta Pilkada Walikota - Wakil Walikota Tual. Juga ada kegiatan nasional Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Pertama Tingkat Nasional di Ambon.

"Saya berharap kedua agenda ini, dapat berlangsung dengan aman, lancar dan sukses," ujarnya.

Tema peringatan 200 tahun perjuangan Martha Christina Tijahahu, lanjut Gubernur, telah memberikan penegasan tentang pentingnya keamanan dan ketertiban bagi kita semua.

Dengan jiwa dan semangat pahlawan nasional Martha Christina Tijahahu, dia mengimbau seluruh warga di daerah ini, untuk ikut menjaga stabilitas keamanan menyongsong Pilkada serentak tahun 2018.

"Keamanan adalah pilar utama penjaga keutuhan bangsa dan negara. Mari kita jaga dan pelihara itu dalam semangat Hidup Orang Basudara yang utuh dan menyatu," demikian Gubernur.(*)

(sumber : https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/203988906826046 )

AMBON - Sesaat sebelum memimpin hitung mundur menuju tahun 2018, Gubernur Maluku Said Assagaff meminta warga di Kota Ambon dan masyarajat Maluku pada umumnya, untuk tetap menjaga kehidupan pluralisme yang dibingkai rasa persaudaraan yang tinggi antarwarga.

Assagaff menilai, kehidupan pluralisme dalam bingkai Hidop Orang Basudara, menjadi kunci sukses untuk membangun Maluku yang maju, serta meningkat kesejahteraan masyarakatnya di masa mendatang.

"Karena itu kondisi keamanan semakin kondusif di Maluku hendaknya dijaga dan dipelihara oleh semua komponen masyarakat, sehingga berbagai event penting yang akan terlaksana tahun 2018, bisa berjalan lancar dan sukses," tutur Gubernur Assagaff saat memimpin malam pergantian tahun 2017 ke 2018 yang dipusatkan di Jembatan Merah Putih (JMP), Minggu (31/12/2017), hingga hingga Senin (1/1/2018) dini hari.

Dia juga mengajak warga di Kota Ambon dan Maluku pada umumnya, untuk tetap menjaga dan meningkatkan kerukunan hidup antarumat beragama sebagai modal utama untuk memulai kehidupan dan pembangunan di tahun baru 2018.

"Ini menjadi modal dan kekuatan bersama kita untuk membangun Maluku di tahun 2018," ujarnya.

Dia menegaskan, citra Provinsi Maluku yang saat ini dikenal sebagai laboratorium kerukunan hidup antarumat beragama terbaik di tanah air, tidak terlepas dari kerja keras semua komponen masyarakat untuk mewujudkannya.

Beberapa agenda nasional yang akan berlangsung di Maluku pada tahun 2018 ini, menurut Gubernur antara lain Pilkada Gubernur bersamaan dengan Pilkada Walikota Tual dan Pilkada Bupati Maluku Tenggara, dan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Pertama yang akan dipusatkan di Kota Ambon.

Gubernur Assagaff meyakini, Pilkada serentak di Maluku akan berjalan lancar dan aman, karena ditunjang kematangan politik masyarakat, kendati prediksi sejumlah pihak bahwa Maluku merupakan salah satu daerah rawan konflik saat pesta demokrasi tersebut berlangsung.

"Kondisi keamanan yang semakin terpelihara akan berdampak besar terhadap keberanian para investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi untuk mengelola berbagai sektor unggulan di Maluku di masa depan, sehingga berdapat terhadap percepatan pembangunan dan kesehjateraan masyarakat," sebutnya.

Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, Kapolda Maluku Irjen Pol Deden Juhara, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI. Suko Pranoto bersama para pimpinan SKPD inu, memukul tifa serta meniup terompet menandai detik-detik pergantian tahun 2017 ke 2018 dari atas JMP.

Bersamaan dengan itu, belasan generasi muda meniup "tahuri" alat musik tradisional Maluku yang terbuat dari kulit kerang, diselingi bunyi sirine kapal, serta dentangan lonceng gereja dan beduk masjid.

Ribuan warga yang membanjiri JMP juga memanfaatkan momen tersebut dengan menembakkan aneka kembang api, membuat gemerlap langit di sekitar kawasan JMP.

Suasana yang sama juga terlihat di Lapangan Merdeka yang berada di pusat Kota Ambon. Langit ibukota Provinsi Maluku ini terlihat meriah dengan hiasan ribuan kembang api yang diluncurkan warga dari berbagai kawasan.

Selain di kawasan JMP dan Lapangan Merdeka, kemeriahan yang sama juga terlihat di dua lokasi pusat perayaan tahun baru di Kota Ambon, yakni di kawasan reklamasi Tapal Kuda dan Ambon City Center Passo.

Sebelumnya, warga yang menunggu pukul 00.00, di keempat lokasi pusat perayaan tahun baru ini, dihibur musisi ternama di Kota Ambon. Khusus di JMP, dua penyanyi Indonesia berdarah Maluku yakni Andre Hehanusa dan Wilson "Idol" Maiseka, ikut bersama sejumlah artis lokal menghibur warga yang membanjiri kawasan jembatan yang terbentang di atas Teluk Ambon ini.(*)

(sumber : https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/203504956874441 )

 

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff menilai, ritual adat Panas Pela adalah upaya revitalisasi kearifan lokal, dimana setiap kebudayaan lokal, merupakan bagian dari khazanah kebudayaan nusantara.

Pernyataan Gubernur Assagaff ini, disampaikan dalam sambutan tertulisnya, dibacakan Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Ronny Sam Wolter Tairas, pada acara Panas Pela Nalahia dan Waraka yang berlangsung di Nalahia, Selasa (19/12).

"Revitalisasi kearifan lokal dalam panas pela ini, merupakan upaya kita untuk mentransformasikan nilai-nilai kearifan lokal, khususnya kesadaran hidup orang basudara dalam menghadapi dinamika masyarakat yang makin multikultural dewasa ini," ujar Assagaff.

Pada acara yang juga ditandai Peresmian Monumen Pela Darah ini, Assagaff katakan, ikatan Pela sebagai identitas manusia Maluku yang khas, sesungguhnya telah menyuguhkan sebuah tingkat keadaban yang tinggi dalam pertalian sejati hidup orang basudara, sebagaimana ungkapan luhur katong samua, yaitu potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng dibagi dua.

Untuk itu, dirinya meminta para Raja Latupati, untuk kembali melakukan revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai modal sosial kultural dalam rangka membangun Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demonstratis dijiwai semangat siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

Tak lupa, Gubernur Assagaff mengajak seluruh masyarakat kedua negeri untuk mengingat pesan para moyang-moyang dan datuk-datuk, "jang langgar dong pung janji. Sei Hari Hatu, Hatu Hari Esepany" (Siapa Balik Batu, Batu Balik Tindis Dia).

"Kuatkanlah ikatan pela ini wahai saudara-saudaraku dari Nalahia dan Waraka atau samua basudara pela, gandong, Wari wa, yang ada di kabupaten ini, seperti janji para leluhur di Nunusaku, yaitu Nunu Pari Hatu, Hatu Pari Nunu (Persatuan atau persaudaraan itu laksana pohon beringin yang melingkari batu karang dan batu karang melingkari pohon beringin," kata Assagaff mengingatkan.

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah (Malteng) Tuasikal Abua dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I bidang Pemerintahan dan Pembangunan Pemkab Malteng Wem Istia mengatakan, panas pela Nalahia - Waraka bukan sekedar ekspresi seromonial acara adat.

"Lebih dari itu, acara adat ini memberikan kesan moral kultural dan religius yang sangat bermakna, yang harus dipertahankan oleh masyarakat, tentang nilai kasih, menyayanggi, serta adat istiadat sebagai modal sosial dalam mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan hidup bersama," tutur Tuasikal.

Menurutnya, panas pela merupakan warisan berharga, sekaligus sebagai tanda pengingat kepada generasi penerus, bahwa kita memiliki warisan identitas budaya yang patut dibanggakan dengan tidak melupakan asal usul.

"Kita patut bangga sebagai pembuktian bahwa agama, adat dan budaya bisa dapat dipertahankan dalam menciptakan keharmonisan dan kedamaian hidup," tegasnya.

Panas pela Nalahia dan Waraka yang baru kembali digelar setelah lima tahun ini, memungkinkan masyarakat kedua negeri kembali dipertemukan dalam ritual adat panas pela Risapori Henalatu dan Paisine Yamalatu.

Acara yang ditutup dengan ibadah syukuran yang berlangsung di Gereja Sion ini, turut dihadiri anggota DPD RI Novita Anakotta, Ketua DPD Gerindra Maluku Hendrik Lewerissa, Seketaris Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Meki Lohi, Raja Nalahia G. Leiwakabessy, Raja Waraka P. R. Lailosa, serta ribuan masyarakat Risapori Henalatu dan Paisine Yamalatu, baik yang berasal dari sejumlah daerah di Maluku, maupun dari luar Provinsi Maluku, termasuk yang datang dari Negeri Belanda.(*)

(sumber:https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199513710606899 )

Tuesday, 19 December 2017 01:38

Wagub Serahkan DIPA Tahun 2018

AMBON - Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua menyerahkan secara simbolis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2018 kepada Satuan Kerja (Satker) Kementerian atau Lembaga dan Daftar Alokasi Dana Transfer serta Dana Desa kepada Bupati Walikota se-Provinsi Maluku, di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Senin (18/12). Gubernur Maluku Said Assagaff, dalam sambutan tertulisnya dibacakan Wagub, menyebutkan, Penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2018 kepada para Kuasa Pengguna Anggaran yang ada di Provinsi Maluku, serta Penyerahan pagu definitif Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku ini, merupakan awal dari rangkaian proses pelaksanaan APBN tahun 2018 yang telah disepakati oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Pemerintah pada akhir Oktober 2017.
Dia katakan, tema kebijakan fiskal pada tahun anggaran 2018, adalah "Pemantapan Pengelolaan Fiskal untuk Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan". Tema ini, disebutnya, sejalan dengan rencana kerja Pemerintah di tahun 2018, yaitu memacu investasi dan infrastruktur untuk pertumbuhan, mengurangi kemiskinan dan pemerataan

Pertumbuhan Ekonomi Maluku pada triwulan III 2017, disebut Assagaff, mencapai 5,26% lebih lambat dari triwulan sebelumnya sebesar 5,68%, namun pertumbuhan tersebut masih lebih baik dari tingkat nasional sebesar 5,06%. "Apabila kita bicara fiskal, maka Pertumbuhan ekonomi Maluku menurut BPS secara signifikan dipengaruhi oleh konsumsi pemerintah yang memberikan andil sebesar lebih dari 45%," ujarnya.
Artinya, lanjut Assagaff, penyerapan APBN dan APBD sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Maluku. Tingkat Kemiskinan di Maluku pada Maret 2017 sebesar 18,45% lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya yang selalu di atas 19%. Hal ini, menurut Assagaff, mengindikasikan bahwa kemiskinan di Maluku sudah mulai baik walaupun masih tetap tinggi apabila dibandingkan dengan nasional maupun provinsi-provinsi lainnya.

(sumber: https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199340210624249 )

 

 

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Maluku, menggelar natal bersama para tokoh dan masyarakat Maluku yang berada di Jakarta, dan dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff, Wakil Gubernur Maluku Z. Sahuburua, dan sejumlah pejabat di lingkup Pemprov Maluku , Sabtu 16 Desember 2017.

Mengusung tema, Imanuel : Allah Beserta Kita, natal bersama yang dipusatkan di anjungan Maluku, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, juga dihadiri diantaranya Mantan Wakil Gubernur Maluku Suranto, Mayjen TNI (Purn) Max Tamaela, dan Laksda TNI (Purn) Ishak Latuconsina.

Mewakili tokoh masyarakat Maluku di Jakarta, Laksda TNI (Purn) Ishak Latuconsina dalam sambutannya mengatakan perayaan natal yang digelar Pemprov Maluku dengan masyarakat Maluku yang ada di Jakarta, sebuah cara untuk memperkuat toleransi dan persatuan anak bangsa, khususnya Maluku yang ada di Jakarta, serta membangun ketentraman dan penuh kasih.

“Kegiatan yang digelar ini menunjukan pula pentingnya peran pemerintah daerah dalam merangkul seluruh warga masyarakat Maluku untuk sama-sama membangun dan memelihara persatuan, rasa persaudaraan dan toleransi antar warga masyarakat Maluku dan warga masyarakat dari daerah lain,” ujar Latuconsina.

Sesungguhnya kata Latuconsina di Maluku sendiri khususnya telah memiliki modal yang besar yakni hubungan Pela Gandong untuk senantiasa menanamkan rasa kasih dan kebersamaan serta juga penting untuk memperkuat toleransi serta persatuan antara anak bangsa.

“Ini diperlukan untuk membangun hubungan masyarakat yang tenteram, damai dan penuh kasih. Karena hanya dalam kedamaian dan ketentraman bisa membangun ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ungkap Latuconsina.

Sementara Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya mengatakan
merayakan Natal sama artinya dengan mendeklarasikan komitmen bahwa kita semua adalah orang Maluku yang setia dan bangga terhadap cerminan hati diri yang melekat kuat di sanubari.

“Natal yang kita rayakan juga adalah peristiwa Illahi karena sesungguhnya Tuhan telah melalukan perpaduan sosial, politik, ekonomi dan relegiusitas umat manusia,” ungkap Assagaff.

Dikatakan cerminan natal adalah perayaan identitas tentang warga yang dewasa dan bertanggung jawab terhadap diri dan negerinya termasuk objek dalam menilai kondisi kekinian tanah leluhur kita.

“Maluku disebut tanah tampa potong pusar. Maluku menjadi simbol dari identitas yang tidak akan lapuk. Karena itu semua tindakan kita adalah manifestasi dan identitas,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Assagaff mengatakan dirinya memandang natal itu sangat penting, karena natal selalu memanggil pulang anak-anak ke rumah orang tuanya. Maluku adalah rumah kita, rumah orang tua yang hingga kini dijaga anak-anak Maluku.

“Kita semua bisa merantau kemana saja, tapi rumah kita di Maluku tetap harus dijaga. Maluku panggil pulang adalah seruan bagi peduli, juga seruan membangun bersama dan menjaga identitas, bahwa Maluku harus maju, damai dan sejahtera serta berdaya saing tinggi. Saya mengharapkan menumbuhkan hal itu di perayaan natal yang kudus ini,” ujar Assagaff yang menambahkan semua percaya keberhasilan di Maluku tidak akan ada tanpa campur tangan Tuhan.

“Beta hanya seorang gubernur menjalan tugas visi pembangunan Maluku agar Maluku bisa aman , rukun , damai, relegius , berkualitas dan berdemokratis. Dan ini semua berhasil karena Tuhan beserta kita,” tegas Assagaff. (****)

(sumber:https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199047060653564 )


 

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff memastikan stok sembilan bahan pokok (sembako) jelang Natal 2017 dan tahun Baru 2018 di daerah ini dalam kondisi aman.

Pernyataan tersebut disampaikan Assagaff saat membuka Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, di kawasan Batumeja Ambon, Senin (11/12).

"Saya sudah tanyakan Kepala Dinas Perdagangan, dijamin stok yang tersedia cukup, terutama untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat," ujar Assagaff.

Menurut dia, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Maluku juga menjamin ketersediaan beras di daerah ini.

"Saya harap begitu juga kondisinya untuk gula, tepung terigu, telur. Jangan lagi ada spekulasi telur, karena biasanya para pedagang itu, jelang hari-hari besar keagamaan begini, telurnya suka ditahan atau disimpan sampai harganya naik baru dilepas," tuturnya.

Untuk menindak para spekulan ini, dirinya meminta ada operasi pasar, yang dibantu dukungan aparat keamanan. Sehingga jika ada distributor yang main-main, bisa langsung segera diberi tindakan tegas.

Lebih lanjut Assagaff katakan, dalam rangka memperingati hari-hari besar keagamaan, dari tahun ke tahun, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku selalu melaksanakan Pasar Murah. Baik itu ketika akan memasuki Idul Fitri, Natal maupun Tahun Baru.

"Mudah-mudahan saja, dengan Pasar Murah ini, sangat membantu masyarakat, sebab barang kebutuhan pokok yang dibeli benar-benar murah. Kalau harganya hanya beda-beda tipis dengan yang ada di toko atau pasar swalayan, tentu tidak ada gunanya. Paling tidak di sini ada diskon sampai 30 persen. Jangan cuma diskon 20 persen," tandasnya.

Pada kesempatan itu, dirinya juga meminta kepada warga yang datang berbelanja di Pasar Murag, agar tidak langsung main borong. Jangan sampai baru satu hari dibuka, barang-barang di Pasar Murah sudah langsung habis.

"Para penjual juga harus jeli melihat. Jangan sampai ada warga yang sudah beli, lalu dua jam kemudian dia beli barang yang sama di tempat yang sama lagi. Akhirnya menutup kesempatan ke warga yang lain," kata Assagaff mengingatkan.

Dia juga mengimbau agar Pemerintah Kabupaten Kota juga untuk menggelar Pasar Murah, menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Natal ini, agar masyarakat bisa terbantu dengan harga yang lebih murah dari biasanya.

"Bila perlu ada juga Pasar Murah di Kecamatan yang populasi umat Kristiani-nya cukup banyak. Begitu juga saat jelang Lebaran, di kawasan yang populasi umat Muslim-nya cukup banyak," imbuhnya.

Dengan begitu, Assagaff katakan, masyarakat benar-benar merasa sangat terbantu. "Mari kita dorong terus langkah yang ada, terutama untuk para distributor perlu mengantisipasi agar stok yang ada jelang Natal dan Tahun Baru tidak berkurang," ujarnya.

Assagaff menambahkan, menjelang Lebaran, menjelang Hari Natal atau menjelang Tahun baru, biasanya warga kesulitan pengangkutan. Karena itu dirinya sudah minta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Frans J. Papilaya, untuk mengkoordinisikan armada-armada pelayaran.

"Kalau bisa tahun depan itu ada Mudik Gratis juga ke daerah-daeeah yang agak jauh dari Ambon, misalnya ke Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, Kepulauan Aru, termasuk ke Buru Selatan dan pulau-pulau yang ada di Seram Bagian Timur," harapnya.(*)

(sumber : https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199044130653857 )

Page 8 of 40
asiangames2018.id
Website Asean Games 2018
Logo Asean Games
Mengintip Makna Logo Asian Games 2018

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

LINK

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang
17 - 18 April 2018
 

INFO GEMPA

 

 
 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top