Berita Lowongan Kerja Terbaru

Admin

Friday, 14 October 2016 13:54

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Friday, 14 October 2016 13:53

Sekretariat Korpri

Sekretariat Korpri

Friday, 14 October 2016 13:46

Biro Perekonomiaan Daerah

Biro Perekonomiaan Daerah

Friday, 14 October 2016 13:44

Biro Perbatasan Negara Provinsi Maluku

Biro Perbatasan Negara Provinsi Maluku

Friday, 14 October 2016 13:42

Biro Humas dan Protokol

Biro Humas dan Protokol

 

 

AMBON - Gubernur Maluku, Said Assagaff meyakini, satu bangsa akan maju jika budi pekerti dari masyarakatnya bagus.

Pernyataan tersebut disampaikan Assagaff, pada acara Ambon Menghafal Juz 30, bertemapat dengan Isra Mi'raj, di Islamic Center Ambon, Senin (24/4/2017).

"Seseorang jika agamanya kuat dan budi pekertinya baik, maka bangsanya akan maju. Karena itu dari kecil, anak–anak kita ajarkan budi pekerti yang baik, saling menghormati sesama Orang Basudara. Sebab Al-Quran mengajarkan hal demikian," ujarnya.

Dia katakan, orang orang- orang yang menghafal Al-Quran ternyata cerdas, dan kecerdasannya akan meningkat serta ingatannya akan lebih segar dan kuat.

Sayangnya, menurut Gubernur, penghafal Al-Quran di Provinsi Maluku masih sangat terbatas. Itu karena kualitas sumber daya pengajar atau tuan–tuan guru, pesantren dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) yang fokus untuk aktivitas menghafal Al-Quran masih sangat terbatas.

"Apalagi tantangan wilayah Maluku yang terdiri dari pulau – pulau sehingga menyebabkan pengajaran soal hafal Al-Quran tidak merata," tuturnya.

Lantaran itu, Assagaff mengimbau anak-anak Muslim di daerah ini untuk belajar mengaji, hingga mengafal surat–surat di Al-Quran, sebagai pedoman hidup, biar selamat dunia dan akhirat.

Senada dengan Gubernur, Pembina LP TPQ Pulau Ambon, Anna Latuconsina mengakui, ternyata permasalahan di TPQ cukup kompleks. Mulai dari kualitas guru mengaji, perhatian orang tua terhadap anak, sampai dengan perhatian pemerintah. Baik itu Kementerian Agama maupun Pemda. Namun para guru mengaji tetap menjaga pengabdian mereka.

Hal itu, menurut Latuconsina yang juga anggota DPD RI ini, bisa diukur dari jumlah TPQ yang terus bertambah, walaupun di beberapa tempat ada juga yang tutup karena gurunya pindah atau selesai kuliah.

"Pada sisi lain, pendidikan Al-Quran di mata masyarakat, masih kurang mendapat perhatian, dibandingkan perhatian terhadap pendidikan sekolah umum atau reguler," tuturnya.

Dia menyebutkan, dari data TPQ yang ada di Kota Ambon, ada sejumlah 250 TPQ aktif. Sedangkan di Kecamatan Salahutu dan Leihitu Barat, terdapat sekitar 100 TPQ.

Untuk memecahkan masalah yang dihadapi di TPQ-TPQ maupun pembinaan pendidikan Al-Quran secara menyeluruh, Latuconsina menilai, dibutuhkan gerakan untuk mendorong masyarakat Cinta Quran. Gerakan bersama yang melibatkan Pemerintah, Lembaga TPQ, Guru Mengaji, dan terutama masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua panitia pelaksana, yang juga Ketua LP-TPQ Pulau Ambon, Fuad Mahfud Asuz menyatakan, kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya. Peserta Ambon Menghafal Juz 30 ini berasal dari perwakilan TPQ dan sekolah di Pulau Ambon, termasuk dari Kecamatan Leihitu dan Salahutu.

“Ambon menghafal Juz 30 diikuti oleh para santri/santriwati kurang lebih 700 orang. Mereka sudah mengikuti tes.Yang belum ikut tes masih sekitar 2.000 santri,karena kendala jangkauan wilayah sehingga kami batasi peserta. Penghafalan ini sama maknanya dengan mewisudakan anak-anak ini,” ujar Fuad.(*)

(Foto : Humas Pemprov Maluku)

 

 

 

AMBON - Gubernur Maluku, Said Assagaff memberikan apresiasi kepada pebalap Indonesia asal Maluku David Juliano Sitanala, saat anak muda berusia 17 tahun itu mendatangi Kantor Gubernur Maluku, Senin (24/4/2017).

Menurut Kepala Bagian Humas Pemprov Maluku, Bobby Palapia, Gubernur katakan, prestasi David yang berhasil naik Podium Nomor 3 pada balapan pertama seri perdana Formula 4 China 2017 di Sirkuit Internasional Zhuhai, Sabtu (22/4/2017) ini, bukan hanya mengharumkan nama Maluku, tapi juga mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

"Gubernur berharap prestasi tersebut akan menginspirasi kita untuk melakukan pembinaan pebalap muda di Maluku agar bisa meraih prestasi yang lebih baik," kata Palapia.

Gubernur juga, lanjut Palapia, mengaku bangga terhadap konsistensi pebalap muda ini, di sirkuit internasional dan terus membuahkan hasil positif di setiap sirkuit.

"Gubernur mengimbau perhatian masyarakat atas prestasi pebalap muda ini harus terus ditingkatkan. Ini tentu akan menjadi modal berharga saat dia tampil membawa nama bangsa di ajang balapan dunia," tutur Palapia.

Dia juga berharap apresiasi ini menjadi peletup semangat bagi David untuk bisa mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi. Sedangkan bagi mereka yang masih merintis ke jalur nasional maupun internasional, entah itu balap mobil maupun motor, agar bisa semakin termotivasi mewujudkan mimpi menjadi pembalap kelas dunia.

"Bahkan bukan hanya pada ajang balapan, Gubernur juga berharap, keberhasilan David memotivasi anak muda di daerah ini, yang berkiprah pada bidang apapun untuk meningkatkan kreatifitasnya di semua ajang untuk mencapai prestasi, dan membawa nama baik Maluku dan Indonesia pada ajang nasional dan internasional," ungkap Palapia.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media, David menyelesaikan balapan 10 putaran, di Sirkuit Internasional Zhuhai ini, dengan finis di urutan ketiga. Hasil ini terbilang fantastis karena David memulai balapan dari posisi start ke-9. | Foto-foto David Sitanala Official Page : @davidjsitanala

 

 

AMBON - Akhir-akhir ini, keharmonisan kehidupan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air sedang diuji, oleh berbagai tindakan dari sebagian orang yang memperlihatkan watak intoleran, yang sangat mengganggu dan membahayakan kebhinekaan dan pluralitas ke-Indonesiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Maluku, Said Assagaff, saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939 di Baileo Slamet Riyadi Korem 151/Binaiya, Batu Gajah, Ambon, Sabtu (29/4/2017) malam, dengan tema Melalui Catur Berata Penyepian Kita Pererat Jalinan Hidup Sesama Orang Basudara di Provinsi Maluku.

Assagaff katakan, perkembangan globalisasi dan aksesibilitas informasi yang kian mudah dan terbuka, selain berdampak positif, tapi juga bisa berdampak negatif.

"Tindakan dan ujaran kebencian hadir dan tersebar secara masif di ruang-ruang publik dan media-media sosial on-line, yang sangat sulit untuk dikontrol, sehingga mengancam sendi-sendi persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa," ujar Assagaff, terkait dampak negatif yang dimaksudkannya.

Lantaran itu, Assagaff mengajak seluruh warga di daerah ini, untuk mewaspadai penyebarluasan setiap pemikiran dan tindakan yang dapat memecah belah kebhinekaan dalam masyarakat.

"Kewajiban kita adalah merawat dan menjaga kebhinekaan ini, dan menjadikannya sebagai energi positif, yang akan menggerakkan langkah bersama, untuk mewujudkan masyarakat yang semakin maju dan sejahtera," imbuhnya.

Menurut Assagaff, untuk memperkokoh semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tengah kehidupan masyarakat Indonesia dan Maluku yang pluralis, tentu dibutuhkan dukungan dan upaya bersama dari seluruh elemen masyarakat.

"Saya bersyukur, berkat dukungan dari seluruh umat beragama di daerah ini, termasuk dari seluruh umat Hindu di Maluku, kita bersama-sama dapat membangun Maluku yang rukun, damai dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan," ujarnya.

Atas kebersamaan itu pula, lanjut Assagaff, Maluku saat ini telah menjadi salah satu daerah yang memiliki indeks kerukunan antar umat beragama tertinggi atau terbaik di Indonesia.

"Terjalinnya persaudaraan dalam kemajemukan, terciptanya rasa solidaritas di tengah perbedaan, dan timbulnya rasa saling menghargai dan menghormati di antara seluruh elemen masyarakat, tentunya akan menjauhkan kita dari berbagai pertentangan, permusuhan dan konflik," tandas Assagaff.(*)

(Foto : Humas Pemprov Maluku)

(Foto:Humas Pemprov Maluku)

 

AMBON - Wakil Gubernur Maluku Zerh Sahuburua berharap kunjungan kerja Atase Pertahanan Negara Sahabat, bisa berlanjut dengan adanya rencana investasi di daerah ini.

"Saya berharap, mereka (para atase, pertahanan), yang datang ke sini, sekembalinya mereka, bisa mengajak dunia usaha di Negara mereka untuk datang berinvestasi di Maluku. Itu target maksimal saya," ujar Wagub kepada wartawan, usai memberikan paparan kepada para perwira Atase Pertahanan Negara Sahabat, di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Selasa (2/5/2017).

Para Atase Pertahanan Negara Sahabat yang datang ke Kota Ambon ini, antara lain berasal dari Negara Jepang, Cina, Laos, Singapura, Thailand, Korea Selatan, Australia, Jerman, Italia, Selandia Baru, Polandia, Swedia, Turki, Perancis, Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris.

"Mereka sangat menanggapi positif presentasi saya. Target saya itu satu saja, mereka bisa berinvestasi di daerah kita ini. Itu yang paling utama, karena kita butuh itu," terang Sahuburua.

Menurut Sahuburua, salah satu atase pertahanan yang menyatakan senang dengan presentasinya, yaitu yang berasal dari Inggris.

"Mereka sangat senang mendengar penjelasan saya, apalagi yang dari Inggris itu. Dia senang sekali dengar presentasi saya soal potensi perikanan di Maluku. Mungkin karena negara mereka juga punya indu