Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

SERAM BAGIAN TIMUR

MENGENAL SERAM BAGIAN TIMUR

Geografis

Luas Wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur seluruhnya kurang lebih 15.887,92 Km2 yang terdiri luas laut 11.935,84 Km2 dan luas daratan 3.952,08 Km2.

Jumlah sungai besar dan kecil yang langsung bermuara ke laut pada 4 kecamatan sebanyak 29 buah. Jumlah dimaksud belum termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke sungai utama. Terdapat 2 sungai besar yang tidak pernah mengalami kekeringan sepanjang tahun, yaitu : Sungai Bobot (lebar lk. 70 M) di Kecamatan Werinama dan Sungai Masiwang (lebar lk. 85 M) yang membatasi Kecamatan Seram Timur dan Kecamatan Bula.

Karena secara geografis Kabupaten Seram Bagian Timur terletak di antara Benua Australia dan Benua Asia serta masih dalam kawasan lintang tropis dan dikelilingi oleh laut yang cukup luas, maka iklim yang terdapat di kabupaten ini adalah iklim musim dan iklim taut tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun.

Berdasarkan hasil pemantauan di Stasiun Meteorologi Geser Kabupaten SBT pada tahun 2005, ditemui temperatur maksimum 31,7° C, minimum 22,2°, dengan temperature rata-rata 27,8°C.

Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan April, yaitu rata-rata sebesar 456,3 mm, dan menyusul pada bulan Desember yaitu sebesar 360,6 mm. Jumlah hari hujan terbanyak juga terjadi pada bulan April, dengan rata-rata sebanyak 22 hari, menyusul pada bulan Januari sebesar 20 hari. Rata-rata jumlah hari hujan perbulan dalam tahun 2005 adalah sebesar 14,1 hari.

Penyinaran matahari rata-rata 64,7 %. Tekanan udara rata-rata setahun sebesar 1.111,1 milibar. Kelembaban nisbi rata-rata 81,9 %. Kecepatan angin rata-rata 5,7 knot. Kecepatan angin terbesar pada Musim Timur terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 30 knot dengan arah angin dari Tenggara menuju Barat Laut, dan pada Musim Barat terjadi pada bulan Januari sebesar 25 knot dengan arah angin dari Barat Laut ke Tenggara. Tinggi gelombang rata-rata pada musim tersebut di atas sebesar 2 m.

 

Daftar Kecamatan

Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran kabupaten Maluku Tengah yang terdiri dari:

  1. Kecamatan Siwalalat
  2. Kecamatan Bula
  3. Kecamatan Pulau Gorom
  4. Kecamatan Seram Timur
  5. Kecamatan Werinama
  6. Kecamatan Wakate
  7. Kecamatan Tutuk Tolu
  8. Kecamatan Teor
  9. Kecamatan Pulau Panjang
  10. Kecamatan Bula Barat
  11. Kecamatan Kilmury
  12. Kecamatan Gorom Timur
  13. Kecamatan Bula Timur
  14. Kecamatan Lian Fitu
  15. Kecamatan Kian Darat

Daerah ini terpisah atas tiga bagian utama yaitu Pulau Seram (Bagian Timur), Kepulauan Gorom dan Kepulauan Watubela.

Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Seram Bagian Timur pada pendataan terakhir tahun 2005 (Podes SE 2006 Tahun 2005) sebesar 81.320 jiwa yang terdiri dari : Laki-laki 40.602 Jiwa dan Perempuan 40.718 Jiwa.

Pertumbuhan penduduk rata-rata pertahun sejak tahun 1971 sampai dengan tahun 2000 sebesar 1,67 %. Angka pertumbuhan tertinggi tercatat panda Kecamatan Bula, yaitu 4,87 % pada tahun 1980 dan 5,42 % pada tahun 1990. Sedangkan pada Kecamatan P.P. Gorom, data angka pertumbuhan penduduk belum terpantau, karena pada saat pemantauan dimaksud, Kecamatan P.P. Gorom masih merupakan bagian dari Kecamatan Seram Timur.

Pendidikan

Sarana dan parasara pendidikan di Kab. SBT masih terbatas sehingga menyebabkan rendahnya kualitas sumberdaya manusia serta rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah SD/MI teridentifikasi sebanyak 143 buah dengan jumlah murid sebanyak 19.739 orang dan tenaga guru sebanyak 821 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 24). Jumlah MTs/SMPsebanyak 35 buah dengan jumlah murid 5657 orang dan jumlah guru 222 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 24). Jumlah SMA/SMK sebanyak 15 unit dengan jumlah guru 138 orang dan jumlah siswa 3463 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 25)

  • Angka partisipasi murni (APM) SD/MI = 92,8%.
  • APM SMP/MTs = 92,19%
  • APM SMA/MA = 81,5%
  • Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI = 83,63%
  • APK SMP/MTs = 50,85%
  • APK SMA/MA = 56,13%

Persoalan lain yang ikut mempengaruhi kondisi pendidikan di SBT adalah kurang lebih 40% bangunan (gedung) sekolah dalam keadaan rusak berat, kurangnya sarana dan prasaran pendidikan serta sebaran guru dan ruang belajar yang tidak merata. Sesuai program Pembangunan Nasional bahwa setiap Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya memiliki satu Perguruan Tinggi maka Kab. SBT terdapat satu Perguruan Tinggi Islam Swasta yang berkedudukan di Geser Ibukota Kecamatan Seram Timur.

 

 

SOSIAL DAN PEMERINTAH

Keagamaan

Sesuai amanat Undang-Undang Dasar, dalam mendukung pemeluk agama menjalankan agama yang dianutnya maka perlu disediakan fasilitas peribadatan sesuai jenis agama yang dianut masyarakat SBT. Agama yang dianut masyarakat SBT adalah Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu. Jumlah fasilitas peribadatan sampai saat ini, Masji 207 buah, 6 Surau, 20 Gereja Kristen Protestan, 6 Gereja Kristen Katolik dan 1 Pura. Yang tak kalah penting dalam membina generasi muda Islam adalah sarana Taman Pengajian Al-Qur’an dan Taman Pengenalan AlQur’an. Jumlah TPQ di Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 100 TPQ.

Pemerintahan Umum

Upaya peningkatan penyelenggaraan pemerintahan, seiring dengan meningkatnya fungsi pelayanan public maka telah ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2008 tentang Kelembagaan, sehingga Kelembagaan Daerah menjadi 36 Urusan Pemerintahan yang terdiri dari 15 Dinas, 8 Badan, ( Bagian, 3 Kantor dan 2 Sekretariat.

Kebutuhan Eselon II teridentifikasi sebanyak 28 orang, sudah terisi 23 orang (82,14%), masih tersisa 5 orang (17,86%). Kebutuhan Eselon III teridentifikasi 112 orang, sudah terisi 30 orang (26,78%), masih tersisa 82 orang (73,22%). Eselon IV sebanyak 315 orang, sudah terisi 43 orang (13,65%), masih tersisa 272 orang (86,35%). Peningkatan kualitas aparatur melalui Diklat PIM II sebanyak 4 orang, Diklat PIM III sebanyak 7 orang, dan Diklat PIM IV sebanyak 6 orang.

Untuk mengantisipasi rendahnya kualitas dan jumlah aparatur di bidang kesehatan, sejak tahun 2005 telah dibuka kelas keperawatan pada AKPER Masohi dan sampai tahun 2006 telah berjumlah 76 orang. Sedangkan dibidang Kedokteran telah dijalin kerjasama dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Muslim Indonesia di Makassar untuk menampung calon mahasiswa yang telah lulus seleksi yang berasal dari Kab. SBT. Demikian pula di bidang pemerintahan, sejak 2004 pemerintah daerah telah memfasilitasi calon mahasiswa STPDN Bandung dan hingga kini telah berjumlah 7 orang.

Kesejahteraan Sosial

Data jumlah penduduk miskin di Kab. SBT, berdasarkan data survey Pemkab SBT tahun 2006 tercatat sebanyak 20.766 Rumah Tangga Miskin (62%). Jumlah RTM yang memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) sebanyak 6719RTM dengan nilai bantuan per RTM per triwulan sebesar Rp.300.000. Sedangkan jumlah Komunitas Adat Terpencil (th.2006) sebanyak 190 KK yang tersebar pada Kecamatan Bula dan Tutuktolu.

Kesehatan

Indikator status kesehatan masyarakat menunjukkan pelayanan kesehatan masih memerlukan upaya pemerataan, perbaikan, maupun peningkatan. Jumlah prasarana kesehatan pada 2006 terdiri dari 1 buah Rumah Sakit Tipe C yang saat ini dalam proses melengkapi seluruh sarana dan prasarana pelayanan pelayanan pengobatan dan perawatan, 4 unit Puskesmas Rawat Inap, dan 3 buah Puskesmas Rawat Jalan serta 39 buah Puskesmas Pembantu. Sedangkan jumlah tenaga paramedic sebanyak 13 orang dan paramedic sebanyak 96 orang.

  • Rasio para medis dengan penduduk adalah 1 : 9.010.
  • Rasio para medis dengan penduduk 1 : 1220.

Gambaran derajat kesehatan balita: Balita Gizi Lebih 0,94%, Balita Gizi Baik 81,94%, Balita Gizi Buruk 0,12%, Balita Gizi Kurang 16,97%.

Kondisi Sosial

Hasil assesmen diketahui jumlah penduduk Kab. SBT tahun 2006 adalah 117.133 jiwa. Golongan terbesar pada penduduk berusia 21-30 tahun. Kemudian, penduduk dalam golongan usia 31 – 40 tahun sebanyak 27.377 jiwa. Kedua kategori usia ini adalah usia produktif yang secara kuantitatif berjumlah 56.272 jiwa dari total penduduk yang ada di Kab. SBT. Komposisi penduduk usia 20 – 20 tahun yakni sebanyak 23,104 jiwa kemudian kelompok usia 0 – 10 tahun sebanyak 22.508 jiwa, usia 41 – 50 tahun 7.710 jiwa, 51 – 60 tahun 3.334 jiwa, dan diatas 60 tahun 1.969 jiwa.

 

SUMBER DAYA ALAM

Perikanan dan Kelautan

Potensi lestari sektor perikanan meliputi ikan permukaan (pelagis) dan ikan dasar (demershal) diperkirakan 128.692,2 ton/tahun dimana sampai tahun 2005 baru dapat dikelola 9.340,6 ton (7,79%) dengan nilai produksi 13.561.250.000. Disamping itu masih terdapat berbagai potensi kelautan bernilai ekonomis tinggi seperti teripang, lola, cumi-cumi, kepting, udang penaide, dll.

Pertanian

Luas lahan potensial 131.364 Ha. Rincian peruntukan dan pengelolaannya sbb: Tanaman Pangan dan Hortikultura 27.096Ha (20,62%). Sampai saat ini beru dikelola seluas 9.500Ha (35,06%) dengan jenis komoditas padi, palawija, jagung, kacang tanah, sayur dan buah-buahan.

Perkebunan

Luas lahan potensial 99.212Ha (75,51%), sampai saat ini baru dikelola 340,13Ha (6,69%) dengan jenis ternak yakni sapi, kambing, ayam ras dan itik.

Pertambangan

Meliputi pertambangan umum dan pertambangan migas. Potensi pertambangan umum meliputi batu bara, emas, tembaga, nikel, krom, kobalt, basi, magnesium, mangan dan zirconium. Pertambangan Migas meliputi minyak bumi dan nafta.

 

Transportasi

2006, teridentifikasi panjang jaringan jalan yang berhasil dibangun 532,20KM (Rincian: Jalan Aspal 29,50KM, Jalan Kerikil 178,20KM, Jalan Tanah 298,50KM, Jalan Semen 6KM, jalan yang belum terbuka 46,5KM.

Jembatan Darat teridentifikasi 188 buah dengan total panjang bentangan kurang lebih 8.562 meter. Sedangkan jembatan darat yang terdapat pada jalan antar wilayah dan lingkar pulau sebanyak 143 unit dengan total panjang bentangan kurang lebih 4127 meter.

Pelayanan transportasi laut terdiri atas pelayaran nasional dan pelayaran swasta. Frekuensi kedatangan dan keberangkatan untuk rute Ambon – Bula – Geser – Gorom adalah 3 kali dalam sebulan dilayani oleh swasta. Sedangkan frekuensi pelayaran nasional dari Geser ke Bula sementara ini masih satu kali dalam seminggu.

Upaya perwujudan pelayanan transportasi udara sampai 2012 belum terlaksana. Sarana transportasi udara yang ada hanya bersifat khusus pelayanan perusahaan minyak di Bula. Untuk umum diberikan 3 seat setiap penerbangan dengan frekuensi 3 kali seminggu. Untuk itu Pemkab SBT merencanakan membangun bandara baru dengan panjang landasan pacu sekitar 2000 meter dimana pada tahun ini dilakukan studi infestigatif terkait penyiapan pelaksanaan pembangunannya.

 

Kelistrikan

Sarana jaringan listrik masyarakat berasal dari PT. PLN (persero) melalui unit-unit pembangikit tenaga Diesel yang terdapat di Werinama, Bula, Geser, Gorom, Tutuktolu, dan Wakate. Pelayanan penerangannya baru sebatas pada mala hari sedangkan di Kota Bula pelayanan penerangannya sejak pertengahan 2007 sudah 24 jam.

 

Pos-Telekomunikasi

arana pelayanan Pos dan Giro sebelumnya sebanyak 3 kantor. Sampai saat ini hanya 2 kantor saja yang beroperasi yakni di Kecamatan Bula dan Kecamatan Seram Timur. Jaringan informasi dirasakan perlu oleh masyarakat, terbukti dengan adanya stasiun telepon seluler yang saat ini telah eksis di empat kecamatan yakni Bula, Werinama, Seram Timur, dan Pulau Gorom. Sejak 2007 dan 2008 diupayakan kemampuan peyebaran informasi melalui media massa, baik cetak maupun elektronik dapat dinikmati masyarakat yang berada di enam kecamatan.

 

Sarana Ekonomi

Sarana perdagangan berupa pasar sebanyak 4 unit, terdiri dari Pasar Inpres 1 unit yang berlokasi di Bula dan Pasar Tradisional 3 unit yang masing-masing berlokasi di Kecamatan Seram Timur, Pulau Gorom dan Werinama.

Koperasi, sejak tahun 2006 berjumlah 82 unit yang keanggotannya kebanyakan terdiri dari masyarakat petani dan nelayan.

Lembaga Keuangan

Lembaga keungan yang ada di Kab. SBT terdiri dari Kantor Cabang Bank Maluku 1 Unit dan Kantor Cabang BRI 1 unit.

Inflasi

Salah satu indikator untuk melihat tingkat inflasi dan deflasi adalah indeks harga implisit PDRB. Hasil perhitungan menunjukkan angka indeks harga implisit Th.2006 sebesar 150,79%. Ini menunjukkan secara keseluruhan harga barang dan jasa yang dihasilkan SBT mengalami kenaikan 50,79% dari harga di tahun 2004. Kemudian bila dilihat menurut sektor, kenaikan harga tertinggi pada tahun 2006 terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 95,06%. Sedangkan harga terendah adalah sektor pengangkutan dan komunikasi yakni 28,68%.

 

 

Admin

 

Berdasarkan Keputusan Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah Nomor : 01/KEP.PANSEL/JPTP/MT/2019 tanggal 21 Januari  2019, disampaikan sebagai berikut :

 

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.pdf

 

 

TIAL - Gubernur Maluku, Said Assagaff, Kamis (17/1) melakukan peletakan batu pertama Mesjid Baiturrahman Negeri Tial. Pada acara itu, dihadiri Upu Latu Raja Negeri Beserta Perangkat-Perangkat Negeri Tial dan juga Basodara pela gandong.

Hadir juga pejabat pemerintah provinsi Maluku diantaranya, Sekretaris Daerah Maluku, Hamin bin Thahir. Kadis Pertanian, Diana Padang, Kepala BPKAD, Lutfi Rumbia, Kepala Dinas Sosial, Sartono Pining, Kadis Kehutanan, Sadli Ie, Kadis Pariwisata, Habiba Saimima, Karo Umum, Hadi Sulaiman dan Karo Pemerintahan, Jasmono.

Assagaff dalam sambutan tertulisnya mengatakan, peletakan batu pertama untuk membangun rumah Allah ini, merupakan manifestasi dari iman dan niat yang suci karena Allah.

Secara etimologi kata masjid, sebut Assagaff, berasal dari Bahasa Arab yang berarti tempat sujud. Tetapi dalam realitas sejarah Islam, mesjid bukan hanya sebagai tempat umat Islam melaksanakan ibadah shalat, tetapi punya posisi dan peran sangat sentral dan vital untuk pembangunan peradaban umat.

“Sejak periode Mekkah maupun periode Madinah, mesjid sudah berfungsi sebagai pusat peradaban umat, antara lain sebagai pusat pemerintahan, pusat persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah), pusat dakwah dan pusat pendidikan Islam, pusat ekonomi (Baitul Mal) dan sebagai simbol persamaan dan kesetaraan umat. Selain fungsi utama sebagai tempat shalat,” kata Assagaff.

Pada konteks ini, lanjutnya, mesjid punya posisi dan peran yang sangat stratagis dalam rangka pembangunan umat dan bangsa ini. Permasalahannya selama ini fungsi dan peran masjid belum dimanfaatkan secara baik.

“Menurut saya, ada beberapa masalah yang butuh perhatian dan solusi dari kita semua, antara lain, pertama, manajemen pengelolaan masjid secara umum masih bersifat konvensional, apalagi di Maluku belum bisa menjawab fungsi-fungsi masjid secara maksimal baik sebagai tempat ibadah maupun sebagai pusat peradaban Islam,” paparnya.

Hal tersebut ditandai dengan kondisi mesjid kurang terawat dengan baik, kumuh, lingkungannya kotor, tidak ada perpustakaan, jadwal khutbah juma’at dan pembinaan umat tidak teratur, tidak ada peningkatan kapasitas imam dan kasisi masjid, tidak ada Pengurus Remaja Mesjid, kalaupun ada tidak berperan aktif untuk memakmurkan mesjid.

Kedua, Sumber daya pengelola mesjid belum terlalu profesional. Ketiga, masih kuatnya paradigma dan pemahaman teologi (agama), yang lebih berorientasi pada aspek-aspek ibadan ritual dan bersifat ukhrawi saja dan mengabaikan pembangunan peradaban umat.

“Padahal dalam setiap doa kita, selalu kita awali dengan memohon kebahagiaan kehidupan dunia, baru menyusul permohonan kebahagiaan kehidupan di akhirat,” ucapnya.

 

 

Dikatakan, mempersempit fungsi mesjid hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah-ibadah (mahdha (ritual), bukan hanya akan mengurangi fungsi mesjid, tetapi juga mendistorsikan atau menghilangkan peran mesjid sebagaimana yang pernah ditunjukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.

Sebagai contoh, jelasnya, pada zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, menjadikan mesjid Nabawi di Madinah sebagai pusat pemerintahan selain sebagai tempat shalat.

Demikian halnya di Indonesia, pesantren-pesantren juga menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas pembelajaran. Bahkan dewasa ini di Indonesia, khususnya masjid Raya dan Mesjid Agung di kota juga sudah mendirikan sekolah, rumah sakit, radio.

“Begitu besarnya peran masjid itu, maka pada masa Rasulullah SAW, para sahabat Ar-Rasyidah, masa daulah Amawiyah dan Abbasyiah, pada setiap masjid itu dibangun Kuttab sebagai pusat pembelajaran, khususnya baca tulis. Lebih mengesankan lagi dalam proses pembelajaran itu, nabi Muhammad SAW dan para sahabat mengundang para guru (mudarris) dari pelbagai kalangan, termasuk non Muslim khususnya kelompok Ahlul Kitab untuk menjadi guru (mudarris) bagi orang-orang Muslim,” jelas Assagaff.

Pada sisi ini, sebagai pusat peradaban Islam, mesjid juga sangat terbuka dalam melakukan transformasi peradaban. Prinsip saling memberi dan menerima atau tolong menolong dalam kebajikan dengan pelbagai kelompok yang berbeda, menunjukan peradaban di bangun melalui mesjid sangat egaliter dan kosmopolit.

Tak terkecuali di Maluku, terdapat local wisdom seperti tradisi badati dan masohi, dimana umat beragama yang berbeda ikut serta dalam proses pembangunann masjid dan gereja, dengan cara menyumbangkan bahan atau dana serta tenaga. Khususnya yang punya hubungan Pela, Gandong atau tetangga negeri.

Untuk itu, mari katong gunakan dengan maksimal mungkin modal sosial kultural yang ada untuk sama-sama katong bangun masjid ini. Sekecil apapun sumbangan yang katong berikan, mari sama-sama bakubadati untuk masjid ini.

“Harapan beta setelah selesainya pembangunan mesjid ini, Ta’mir Mesjid Baiturrahman ini, seperti bapak iman, khatib, modim, marbot, pemerintah dan masyarakat yang ada disini, harus mampu membuat program-program yang dapat memakmurkan masjid ini. Jadikanlah masjid ini sebagai pusat pembangunan peradaban umat dan masyarakat di daerah ini. Banyak permasalahan yang perlu menjadi perhatian kita bersama-sama, antara lain, masalah pergaulan bebas, Narkoba, HIV/Aids, minuman keras, kerusakan lingkungan dan pelbagai macam persoalan keumatan lainnya. Semoga masjid ini dapat menjadi sumber pencerah bagi masyarakat yang ada disini,” harap Assagaff.

Assagaff juga mengingatkan tentang dinamika masyarakat yang semakin multikultural, serta adanya ancaman radikalisme dan terorisme yang menglobal dewasa ini.

“Di akhir masa jabatan beta selaku gubernur ini, beta harapkan umat Islam terus berada di garda terdepan untuk merawat kerukunan dan kedamaian yang sudah terbina secara baik selama ini,” ingatnya.

Untuk itu, Assagaff menghimbau, untuk menjadikan mesjid sebagai pusat atau corong untuk mendakwahkan nilai-nilai Islam yang sejuk, ramah, toleran, bersahabat dan empati untuk sesama, sesuai misi suci Islam yaitu Rahmatan lil ‘Alamin.

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)



AMBON - Pengalaman penyelesaian konflik Maluku dalam waktu yang relatif cepat dan singkat dapat dijadikan bagian dari Kebijakan Politik Luar Negeri (LN) untuk membantu konflik yang terjadi di belahan dunia saat ini. Sebut saja, konflik yang melanda Syiria, Afganistan, Afrika, Somalia, Yaman dan Ruanda. Bahkan diharapkan bisa menjadi sebuah kebijakan internasional dalam rangka penyelesaiannya.

“Kita bisa melihat bahwa konflik yang begitu mencekam pada waktu itu, dalam waktu relatif cepat bisa diselesaikan. Pemerintah perlu mengangkat pelajaran dari Maluku sebagai bagian dari Kebijakan Politik Luar Negeri untuk membantu berbagai masyarakat di belahan dunia lainnya, dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi,” demikian disampaikan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) RI, Yahya Cholil Staquf saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Maluku bersama dengan para tokoh-tokoh agama dan pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dipimpin Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dalam rangka menjaring masukan terkait dengan kondisi Maluku dan kesiapan jelang Pemilihan Umum, Kamis (10/1/2019) bertempat di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Maluku.

Hal ini, sebut Cholil, karena masyarakat Maluku sendiri, memiliki budaya yang sudah mengakar untuk membangun harmoni serta memiliki naluri untuk mempertahankan harmoni dalam masyarakatnya.

“Sebagian suku-suku di Indonesia pun pun jarang sekali dalam satu suku ada keragaman agama. Di Indonesia Batak agak mirip dengan Maluku bahwa dalam satu marga terdapat keragaman agama dan ini tidak mungkin ada di Eropa, Afrika, Timur Tengah ataupun tempat lain. Ini adalah energi harmoni yang tidak dimiliki di tempat lain,” ungkap Cholil.

Dikatakan, cara penyelesaian konflik di Maluku bisa dijadikan pelajaran yang sangat berharga. “Pengalaman inilah yang dapat dijadikan bagian dari kebijakan internasional untuk ikut berperan di dalam mengupayakan perdamaian dunia diberbagai wilayah,” paparnya.

Cholil menuturkan ketika dirinya berkunjung ke Yeruslem, Israel beberapa waktu lalu, untuk mengikuti diskusi dengan para Akademisi dan para Ahli, dirinya mengangkat tentang pengalaman Maluku dalam menyelesaikan konflik.  

“Saya menyampaikan bagaimana, Maluku mampu melakukan resolusi konflik dari masalah yang terjadi. Dan sambutan luar biasa menunjukan bahwa semua orang tertarik dengan pelajaran yang bisa di ambil dari pengalaman Maluku. Jadi pak Wagub, jangan terkejut jika, yah dalam waktu yang tidak terlalu lama mungkin akan ada banyak perhatian internasional kepada Maluku, karena dunia ini sedang butuh belajar dari Mauluku ini,” tandas Cholil.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengatakan, stabilitas keamanan di Maluku sangat terjamin.
“ Sejak konflik hingga kini, sudah 15 tahun kita hidup aman dan tentram, karena kerukungan hidup umat beragama ini sangat baik,” ungkap Sahuburua.

Dia katakan, kerukungan hidup dan toleransi orang beragama di Maluku sudah mengakar dan menjadi tradisi sejak dulu.

“Kalau bapak lihat di Jawa, kalau Lebaran, belum tentu orang Kristen datang berkunjung ke saudara Muslim.  Tapi di Maluku, mereka saling bersilaturahmi. Sebaliknya jika Natal akan seperti itu juga akan saling berkunjung. Dan bukan hanya Islam  atau Kristen tetapi semua datang berkunjung, bersilaturahmi, mengucapkan selamat hari raya,” ucapnya.

Sebaliknya juga, sebut Sahuburua, hal unik terlihat pada saat perayaan hari raya masing-masing agama, terlihat penjagaan rumah-rumah ibadah.

“Kalau kita ada Gereja Natal, yang menjaga keamanan itu juga saudara-saudara kita yang bukan Kristiani. Jadi yah Islam, Hindu dan Budha. Begitupula waktu Lebaran saat shalat Idul Fitri, umat yang bukan Islam itu datang jaga masjid-masjid. Sehingga saya ingin katakan, sampai saat ini hubungan kita sangat baik,” tandas Sahuburua (**)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

Friday, 04 January 2019 23:58

BAHAYA GADGET Untuk Kesehatan Mata

 

 

Tiada hari tanpa gawai (gadget), terutama smartphone baik itu handphone ataupun tablet. Bahkan sebagian orang sudah kecanduan smartphone sampai tak bisa hidup tanpa perangkat digital yang satu ini. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, sebagian di antara kita seakan-akan tak mau lepas dari smartphone. Gadget memang ibarat pisau bertama dua. Di satu sisi sangat berguna, tapi di sisi lain juga merugikan jika tidak digunakan secara arif. Tanpa disadari penggunaan gadget secara terus menerus mengakibatkan berbagai masalah, salah satunya merusak mata. Tapi mengapa ya gadget bisa merusak mata?

Dirangkum Info BPJS Kesehatan dari berbagai sumber, beberapa pakar berpendapat bahwa gadget bisa merusak mata bukan hanya dari sinar radiasi atau sinar biru yang ditimbulkan, tapi juga karena pola buruk saat menggunakannya. Bermain video games terlalu lama dalam jangka panjang akan menimbulkan risiko mata  minus atau rabun jauh. Efek lainnya adalah mata lelah, merah, penglihatan yang buram, mata kering, iritasi ringan hingga sakit kepala yang muncul saat kita sudah asyik dengan permainan dan lupa untuk beristirahat.

Masalah penglihatan yang disebabkan video games adalah karena mata yang tidak lagi terfokus pada permukaan yang datar namun secara terus menerus akan merubah fokus sehingga kelelahan mata akan timbul. Mata cenderung "terkunci” ke dalam layar, dan hal ini dapat menyulitkan mata untuk fokus pada objek lain bahkan dalam waktu lama setelah selesai bermain. Selain itu, mata juga akan jarang berkedip dan menyebabkan kekeringan.

Salah satu kebiasaan buruk adalah bermain gadget di tempat gelap. Pencahayaan yang kurang baik selama menggunakan gadget bikin mata lelah. Kecerahan terlalu redup kurang bagus buat mata karena bikin mata bekerja  ekstra. Tapi terlalu besar tingkat kecerahannya juga bikin  mata seakan terasa kaget. Bahkan kerja kerasnya sama kayak melihat layar gadget redup.

Untuk penggunaan di malam hari, misalnya ketika menjelang tidur, ada hal penting yang wajib diketahui. Layar smartphone memancarkan sinar biru (blue light) yang berdampak buruk bagi mata. Paparan langsung sinar biru dapat menyebabkan kerusakan retina. American Macular Degeneration Foundation memperingatkan bahwa kerusakan retina yang disebabkan sinar biru dapat menyebabkan degenerasi makula. Hal ini menyebabkan hilangnya penglihatan sentral, yakni kemampuan untuk melihat apa yang ada di depan kita. Sinar biru juga merusak siklus tidur

alami. Karena sinar ini mengganggu produksi melatonin, yakni hormon yang membantu mengatur siklus tidur. Otak seseorang mulai memproduksi melatonin ketika ia siap tidur dan sinar biru dari smartphone mengganggu proses produksi tersebut. Sulit tidur atau insomsia berdampak buruk pada kesehatan, seperti gangguan genetik dan masalah memori. Dampak panjangnya, ternyata berisiko terkena kanker. Mengapa? Selain membantu kita tidur, melatonin juga berfungsi sebagai antioksidan. Orang yang produksi melatonin alaminya ditekan, misalnya karena paparan

sinar biru, berisiko lebih tinggi untuk mengidap kanker payudara dan prostat, meskipun hubungan sebab-akibat secara langsung belum ditemukan. Penelitian juga menunjukkan, orang-orang yang tingkat melatoninnya ditekan dan jam tubuhnya dikacaukan oleh paparan sinar biru lebih rentan terhadap depresi.

Tak menggunakan pelindung layar antiradiasi. Saat smartphone tidak menggunakan pelindung layar antiradiasi, maka paparan radiasi layar akan langsung mengenai mata. Hal ini memperbesar potensi mata cepat tegang dan lelah, belum lagi risiko lainnya ketika penggunaan gadget terus menerus atau berlebihan. Radiasi handphone bukan hanya bikin panas bola mata, tapi juga kemampuan mata secara menyeluruh. Mata tidak mampu menyalurkan panas radiasi itu ke seluruh tubuh, sehingga berkutat di mata saja.

Kebiasan buruk lain yang sering kita lakukan adalah jarak antara mata dan layar gadget teramat dekat. Cara ini bikin mata semakin melotot, belum lagi terpapar sinar layar yang penuh radiasi dan tingkat kecerahannya yang tinggi.

Jadi, faktor rusaknya mata atau penglihatan adalah kebiasaan, seperti membaca sambil tiduran atau dibawah penerangan yang kurang, keseringan bermain ponsel atau gadget, dan berlamalama melihat layar. Bisa dibayangkan, betapa beratnya kerja mata kita. Jadi, mulai sekarang kurangi penggunaan gadget berlebihan. Kita bisa mengatur jadwal kapan pemakaian gadget aktif dan tidak.
 
Cara lainnya, matikan semua gadgetmu sebelum tidur. Mulai sekarang aturlah jarak antara mata dan layar gadgetmu. Atur secukupnya asal jelas di mata dan tidak bikin mata bekerja keras melihat teks layar handphone. Berkediplah beberapa kali saat menggunakan gadget. Jangan melotot terus. Lebih baik sekarang usahakan banget menggunakan gadget dalam kondisi duduk. Selain menjaga postur tubuh tetap bagus, juga menjaga kesehatan mata.

Lalu terapkanlah 20-20-20. Maksudnya adalah luangkan waktu setiap 20 menit sekali untuk melihat ke kejauhan atau area selain layar gadget sepanjang 20 meter ke depan (atau sejauh mata memandang dan tidak memforsir mata untuk fokus) selama 20 detik. Cara ini dapat membantu melemaskan otot-otot fokus dalam dan luar mata. Untuk sinar radiasi, salah satu upaya untuk mengatasinya adalah pemasangan pelindung layar antiradiasi.
 
Bisa juga gunakan tetes mata yang mengandung bahan aktif guna mengatasi kekeringan pada mata. Jangan lupa makan makanan bergizi yang membantu menjaga kesehatan mata. Untuk para orang tua, agar membatasi pnggunaan gadget anak anda kurang lebih 2 jam setiap harinya. Atau mungkin berusahalah agar anak tidak memegang handphone selama sehari full, dan ajak dia bermain. Bagi ang sudah kecanduan, disarankan setiap 10 menit sekali menengok ke luar atau ke segala arah. Coba untuk pejamkan mata anda dalam waktu 10 sampai 30 menit sekali. Hal tersebut untuk membuat mata rileks.  Perhatikan jarak antara hp dan mata anda, usahakan jaga jarak sekitar 40 cm. Usahakan jangan menggunakan hp sambil tiduran terlebih dalam posisi terlentang. Redupkan  cahaya hp agar tampak tidak terlalu cerah. Dan seringlah berkedip.(*)



Ambon, - Rhode Island University, Amerika Serikat melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

Penandatangan MoU berupa kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat di Provinsi Maluku dilaksanakan di Hotel Dewangsa, Jakarta, Senin (7/12).

Kabag Humas Setda Maluku, Bobby Kin Palapia mengatakan, penandatangan MoU ditandatangani David M Dooley selaku Presiden University of Rhode Island dan Gubernur Maluku, Said Assagaff.

“MoU antara Pemprov Maluku dengan Rhode Island ini, merupakan tindaklanjut dari MoU yang dilakukan di tingkat pusat antara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Lembaga Penelitian Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kemudian di daerah dilakukan dengan Bupati dan dan Gubernur,” ungkap Palapia.

Dia katakan, nota kesepahaman bersama yang telah dituangkan dalam MoU tersebut akan ditindaklanjuti dengan kesepakatan kerjasama di bidang penelitian, penguatan kapasitas.

“Penguatan kapasitas disini secara umum kepada birokrat juga kepada masyarakat. Selain itu, peluang pendidikan, baik kursus jangka pendek maupun pendidikan S1, S2, S3 di Rhode Island University,” jelas Palapia.

Kata Palapia, Rhode Island University juga bersedia untuk mendatangkan para ahlinya dalam rangka memberikan bimbingan, baik kepada para dosen maupun pejabat birokrasi.

“Jadi ada tukar menukarlah. Kita bisa kesana (Rhode Island University) untuk sekolah dan dari pihak universitas Rhide juga bisa datang untuk memberikan kursus,” kata Palapia.

Dirinya juga menjelaskan, terkait beberapa spesifikasi program yang menjadi unggulan di Rhode Island University, yang kemudian bisa di arahkan untuk membantu Pemprov Maluku dalam membangun daerah, diantaranya Manajemen Pariwisata (Pariwisata berkelanjutan), Management Pengelolaan Wilayah Pesisir, Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa dalam rangka Pemanfaatan Dana-Dana Desa.

“Selain itu, membantu Universitas Pattimura bagi yang akan melanjutkan S2, S3 diantaranya untuk menagement Coral, Pengelolaan Perikanan, Management Perkapalan karena di Unpatti juga memiliki Teknik Perkapalan sehingga bisa dikolaborasikan.” tandas Palapia.(*)

 

Berdasarkan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara selaku Ketua Tim Pelaksana Seleksi Nasional Pengadaan CPNS 2018 Nomor K26-30/B7800/XII/18.01 tanggal 2 Januari 2019 perihal Penyampaian Hasil Integrasi Nilai SKD-SKB CPNSPemerintah Provinsi Maluku Tahun 2018 dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :

 

PENGUMUMAN HASIL AKHIR CPNS PEMERINTAH PROVINSI MALUKU.pdf

 

 

 

Lampiran I s.d V Pengumuman Hasil Akhir CPNS Pemerintah Prov Maluku.pdf

Lampiran I s.d V Pengumuman Hasil Akhir CPNS Pemerintah Prov Maluku - word.docx

 

 

 

Rekap hasil SKD SKB DETIL.pdf

 

 

Rekap hasil SKD SKB RINGKAS.pdf

 

 

 

Berdasarkan Pengumuman Nomor 800/2268 tentang Peserta Yang Dinyatakan Lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Dapat Mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018, bersama ini disampaikan Jadwal, Lokasi tes dan Pembagian Sesi Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018 sebagai berikut :

 

Pengumuman Pembagian Sesi SKB CPNS Prov Maluku 2018.pdf

 

 

 

Lampiran Pengumuman Pembagian Sesi SKB CPNS Prov Maluku 2018.pdf

 

 

 

Jadwal Pelaksanaan SKB se-Maluku.pdf

 

 

 

Berdasarkan Surat Ketua Tim Pelaksana Seleksi Nasional Pengadaan CPNS Tahun 2018 Nomor K26-30/D7800/XII/18.01 tanggal 01 Desember 2018 perihal Penyampaian Hasil SKD CPNS Pemerintah Provinsi Maluku Tahun 2018,
disampaikan hal-hal berikut ini :

 

Pengumuman Hasil SKD CPNS 2018 Dan Dapat Mengikuti SKB Pemprov Maluku.pdf

 

 

 

Lampiran Pengumuman Hasil SKD CPNS Prov Maluku 2018.pdf

 

 


 

AMBON - Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri.

"Introspeksi sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur," ujar Mensos Kartasasmita dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Hamin bin Thahir, saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) Hari Pahlawan Nasional ke-73 yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (10/11).

Menurut Kartasasmita, pada hakekatnya, setiap perjuangan pasti ada hasilnya namun tidak kata akhir atau berhenti untuk berjuang.

Setiap etape perjuangan, lanjut dia, berlanjut pada etape perjuangan berikutnya sesuai tuntutan lingkungan strategis.

“Oleh karenanya, peringatan Hari Pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan,” ujarnya.

Dia katakan, mentransformasikan keberanian melawan penjajah menjadi inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini, antara lain, kemiskinan.

Selanjutnya transformasi kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi, tambah dia, menjadikan inspirasi rakyat Indonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia.

“Setiap zaman pasti ada pahlawan dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Terkait dengan hal tersebut, bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru. Indonesia saat ini membutuhkan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini,” paparnya.

Terlebih lagi, kata dia, dibutuhkan sosok pemuda Indonesia sebagai generasi penerus yang mempunyai jiwa, patriotisme, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidangnya.

Kartasmita juga mengingatkan soal negeri ini yang memiliki beragam agama, suku, adat istiadat, namun mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal sosial dipergunakan untuk keunggulan Indonesia dalam pergaulan dunia.

“Bukan justeru untuk memanfaatkan perbedaan demi kepentingan pribadi maupun golongan yang menjadi penghambat bagi kemajuan bangsa,” ingatnya.

Negeri ini, disebut Kartasasmita, membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial, sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial, memberikan pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan pertolongan social.

“Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan negara lain, khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industry 4.0.” harapnya.

Untuk itu, Kartasismita berharap, melalui momentum ini, dirinya mengajak seluruh komponen bangsa untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini.

“Mari berkontribusi bagi kemajuan banhgsa. Mulai dari yang dapat kita lakukan. Mulai dari lingkungan terdekat yang pada akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara,” tandas Kartasasmita.

Pada momentum peringatan Hari Pahlawan ini, Kartasasmita meminta para peserta upacara diajak untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan pendiri Republik Indonesia, karena perjuangan mereka, bangsa Indonesia bisa menikmati hidup sebagai bangsa yang merdeka.

Dia katakan, peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara, namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, namun substansi setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implentasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal ini penting, karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia,” ungkap Kartasasmita.

Peringatan Hari Pahlawan kali ini mengambil tema “Semangat Pahlawan di Dadaku”. Tema tersebut mengandung makna, sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan.

“Oleh karenanya, siapapun dapat menjadi pahlawan. Setiap warga negara Indonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara,” sebutnya.

Masih terkait dengan rangkaian Peringatan Hari Pahlawan ke-73, Gubernur Maluku, Said Assagaff menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kapahaha.
Upacara dihadiri Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, TNI, Polri serta pejabat Eselon II Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. Usai Upacara dilanjutkan dengan penaburan bunga di Lantamal IX, Ambon.(*)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

 


 

AMBON - Gubernur Maluku, Said Assagaff, Minggu (11/11) melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Terpadu (RSUPT) Ambon yang berlokasi di Desa Rumah Tiga, Kecamatan Baguala, Ambon.

Peninjuan tersebut untuk mengetahui secara langsung progres yang telah dicapai oleh kontraktor terhadap pelaksanaan pembangunan rumah sakit (RS) yang digadang-gadang akan menjadi RS rujukan terbesar di Kawasan Indonesia Timur itu.

Sebagaimana diketahui, RSUPT akan dibangun dengan konstruksi berlantai delapan (8) dan memiliki landasan helikopter.

Hasil pantauan yang diperoleh dari tinjauan terhadap pelaksanaan pembangunan RS sangat positif.

Dipastikan pada akhir Desember 2018 mendatang, pembangunan gedung telah mencapai 80 persen.

“Diperkirakan Desember 2018 gedungnya sudah sampai pada struktur lantai 4 yang terselesaikan,” ungkap salah satu kontraktor yang saat itu ditanyai Assagaff.

Kontraktor juga menjawab pertanyaan Assagaff, yang mempertanyakan soal kapan rampungnya proyek tersebut, sehingga bisa diresmikan.

“Diperkirakan Desember 2019 sudah bisa diresmikan,” ungkapnya.

Gubernur meninjau satu per satu gedung yang telah dibangun dan memotivasi untuk segera merampungkan proyek dimaksud.

Usai peninjauan, Gubernur Assagaff berkesempatan menandatangani testimoni untuk meyakinkan semua pihak termasuk kontraktor yang bekerja bahwa keberadaan fasilitas RSUPT sangat dibutuhkan masyarakat Maluku.

Setelah melakukan peninjauan, Assagaff langsung bertolak ke Jakarta untuk menghadap Presiden RI, guna melaporkan progres pembangunan RSUPT yang dibiayai melalui dana pusat.
Saat peninjauan, Assagaff didanpingi Kepala Dinas PU Provinsi Maluku Ismail Usemahu dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Maluku Muhammad Junaries(**)

(sumber dan foto  Humas Setda Maluku)

 

Page 1 of 50

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

GPR

 

INFO BMKG

Top