Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

SERAM BAGIAN TIMUR

MENGENAL SERAM BAGIAN TIMUR

Geografis

Luas Wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur seluruhnya kurang lebih 15.887,92 Km2 yang terdiri luas laut 11.935,84 Km2 dan luas daratan 3.952,08 Km2.

Jumlah sungai besar dan kecil yang langsung bermuara ke laut pada 4 kecamatan sebanyak 29 buah. Jumlah dimaksud belum termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke sungai utama. Terdapat 2 sungai besar yang tidak pernah mengalami kekeringan sepanjang tahun, yaitu : Sungai Bobot (lebar lk. 70 M) di Kecamatan Werinama dan Sungai Masiwang (lebar lk. 85 M) yang membatasi Kecamatan Seram Timur dan Kecamatan Bula.

Karena secara geografis Kabupaten Seram Bagian Timur terletak di antara Benua Australia dan Benua Asia serta masih dalam kawasan lintang tropis dan dikelilingi oleh laut yang cukup luas, maka iklim yang terdapat di kabupaten ini adalah iklim musim dan iklim taut tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun.

Berdasarkan hasil pemantauan di Stasiun Meteorologi Geser Kabupaten SBT pada tahun 2005, ditemui temperatur maksimum 31,7° C, minimum 22,2°, dengan temperature rata-rata 27,8°C.

Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan April, yaitu rata-rata sebesar 456,3 mm, dan menyusul pada bulan Desember yaitu sebesar 360,6 mm. Jumlah hari hujan terbanyak juga terjadi pada bulan April, dengan rata-rata sebanyak 22 hari, menyusul pada bulan Januari sebesar 20 hari. Rata-rata jumlah hari hujan perbulan dalam tahun 2005 adalah sebesar 14,1 hari.

Penyinaran matahari rata-rata 64,7 %. Tekanan udara rata-rata setahun sebesar 1.111,1 milibar. Kelembaban nisbi rata-rata 81,9 %. Kecepatan angin rata-rata 5,7 knot. Kecepatan angin terbesar pada Musim Timur terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 30 knot dengan arah angin dari Tenggara menuju Barat Laut, dan pada Musim Barat terjadi pada bulan Januari sebesar 25 knot dengan arah angin dari Barat Laut ke Tenggara. Tinggi gelombang rata-rata pada musim tersebut di atas sebesar 2 m.

 

Daftar Kecamatan

Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran kabupaten Maluku Tengah yang terdiri dari:

  1. Kecamatan Siwalalat
  2. Kecamatan Bula
  3. Kecamatan Pulau Gorom
  4. Kecamatan Seram Timur
  5. Kecamatan Werinama
  6. Kecamatan Wakate
  7. Kecamatan Tutuk Tolu
  8. Kecamatan Teor
  9. Kecamatan Pulau Panjang
  10. Kecamatan Bula Barat
  11. Kecamatan Kilmury
  12. Kecamatan Gorom Timur
  13. Kecamatan Bula Timur
  14. Kecamatan Lian Fitu
  15. Kecamatan Kian Darat

Daerah ini terpisah atas tiga bagian utama yaitu Pulau Seram (Bagian Timur), Kepulauan Gorom dan Kepulauan Watubela.

Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Seram Bagian Timur pada pendataan terakhir tahun 2005 (Podes SE 2006 Tahun 2005) sebesar 81.320 jiwa yang terdiri dari : Laki-laki 40.602 Jiwa dan Perempuan 40.718 Jiwa.

Pertumbuhan penduduk rata-rata pertahun sejak tahun 1971 sampai dengan tahun 2000 sebesar 1,67 %. Angka pertumbuhan tertinggi tercatat panda Kecamatan Bula, yaitu 4,87 % pada tahun 1980 dan 5,42 % pada tahun 1990. Sedangkan pada Kecamatan P.P. Gorom, data angka pertumbuhan penduduk belum terpantau, karena pada saat pemantauan dimaksud, Kecamatan P.P. Gorom masih merupakan bagian dari Kecamatan Seram Timur.

Pendidikan

Sarana dan parasara pendidikan di Kab. SBT masih terbatas sehingga menyebabkan rendahnya kualitas sumberdaya manusia serta rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah SD/MI teridentifikasi sebanyak 143 buah dengan jumlah murid sebanyak 19.739 orang dan tenaga guru sebanyak 821 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 24). Jumlah MTs/SMPsebanyak 35 buah dengan jumlah murid 5657 orang dan jumlah guru 222 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 24). Jumlah SMA/SMK sebanyak 15 unit dengan jumlah guru 138 orang dan jumlah siswa 3463 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 25)

  • Angka partisipasi murni (APM) SD/MI = 92,8%.
  • APM SMP/MTs = 92,19%
  • APM SMA/MA = 81,5%
  • Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI = 83,63%
  • APK SMP/MTs = 50,85%
  • APK SMA/MA = 56,13%

Persoalan lain yang ikut mempengaruhi kondisi pendidikan di SBT adalah kurang lebih 40% bangunan (gedung) sekolah dalam keadaan rusak berat, kurangnya sarana dan prasaran pendidikan serta sebaran guru dan ruang belajar yang tidak merata. Sesuai program Pembangunan Nasional bahwa setiap Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya memiliki satu Perguruan Tinggi maka Kab. SBT terdapat satu Perguruan Tinggi Islam Swasta yang berkedudukan di Geser Ibukota Kecamatan Seram Timur.

 

 

SOSIAL DAN PEMERINTAH

Keagamaan

Sesuai amanat Undang-Undang Dasar, dalam mendukung pemeluk agama menjalankan agama yang dianutnya maka perlu disediakan fasilitas peribadatan sesuai jenis agama yang dianut masyarakat SBT. Agama yang dianut masyarakat SBT adalah Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu. Jumlah fasilitas peribadatan sampai saat ini, Masji 207 buah, 6 Surau, 20 Gereja Kristen Protestan, 6 Gereja Kristen Katolik dan 1 Pura. Yang tak kalah penting dalam membina generasi muda Islam adalah sarana Taman Pengajian Al-Qur’an dan Taman Pengenalan AlQur’an. Jumlah TPQ di Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 100 TPQ.

Pemerintahan Umum

Upaya peningkatan penyelenggaraan pemerintahan, seiring dengan meningkatnya fungsi pelayanan public maka telah ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2008 tentang Kelembagaan, sehingga Kelembagaan Daerah menjadi 36 Urusan Pemerintahan yang terdiri dari 15 Dinas, 8 Badan, ( Bagian, 3 Kantor dan 2 Sekretariat.

Kebutuhan Eselon II teridentifikasi sebanyak 28 orang, sudah terisi 23 orang (82,14%), masih tersisa 5 orang (17,86%). Kebutuhan Eselon III teridentifikasi 112 orang, sudah terisi 30 orang (26,78%), masih tersisa 82 orang (73,22%). Eselon IV sebanyak 315 orang, sudah terisi 43 orang (13,65%), masih tersisa 272 orang (86,35%). Peningkatan kualitas aparatur melalui Diklat PIM II sebanyak 4 orang, Diklat PIM III sebanyak 7 orang, dan Diklat PIM IV sebanyak 6 orang.

Untuk mengantisipasi rendahnya kualitas dan jumlah aparatur di bidang kesehatan, sejak tahun 2005 telah dibuka kelas keperawatan pada AKPER Masohi dan sampai tahun 2006 telah berjumlah 76 orang. Sedangkan dibidang Kedokteran telah dijalin kerjasama dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Muslim Indonesia di Makassar untuk menampung calon mahasiswa yang telah lulus seleksi yang berasal dari Kab. SBT. Demikian pula di bidang pemerintahan, sejak 2004 pemerintah daerah telah memfasilitasi calon mahasiswa STPDN Bandung dan hingga kini telah berjumlah 7 orang.

Kesejahteraan Sosial

Data jumlah penduduk miskin di Kab. SBT, berdasarkan data survey Pemkab SBT tahun 2006 tercatat sebanyak 20.766 Rumah Tangga Miskin (62%). Jumlah RTM yang memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) sebanyak 6719RTM dengan nilai bantuan per RTM per triwulan sebesar Rp.300.000. Sedangkan jumlah Komunitas Adat Terpencil (th.2006) sebanyak 190 KK yang tersebar pada Kecamatan Bula dan Tutuktolu.

Kesehatan

Indikator status kesehatan masyarakat menunjukkan pelayanan kesehatan masih memerlukan upaya pemerataan, perbaikan, maupun peningkatan. Jumlah prasarana kesehatan pada 2006 terdiri dari 1 buah Rumah Sakit Tipe C yang saat ini dalam proses melengkapi seluruh sarana dan prasarana pelayanan pelayanan pengobatan dan perawatan, 4 unit Puskesmas Rawat Inap, dan 3 buah Puskesmas Rawat Jalan serta 39 buah Puskesmas Pembantu. Sedangkan jumlah tenaga paramedic sebanyak 13 orang dan paramedic sebanyak 96 orang.

  • Rasio para medis dengan penduduk adalah 1 : 9.010.
  • Rasio para medis dengan penduduk 1 : 1220.

Gambaran derajat kesehatan balita: Balita Gizi Lebih 0,94%, Balita Gizi Baik 81,94%, Balita Gizi Buruk 0,12%, Balita Gizi Kurang 16,97%.

Kondisi Sosial

Hasil assesmen diketahui jumlah penduduk Kab. SBT tahun 2006 adalah 117.133 jiwa. Golongan terbesar pada penduduk berusia 21-30 tahun. Kemudian, penduduk dalam golongan usia 31 – 40 tahun sebanyak 27.377 jiwa. Kedua kategori usia ini adalah usia produktif yang secara kuantitatif berjumlah 56.272 jiwa dari total penduduk yang ada di Kab. SBT. Komposisi penduduk usia 20 – 20 tahun yakni sebanyak 23,104 jiwa kemudian kelompok usia 0 – 10 tahun sebanyak 22.508 jiwa, usia 41 – 50 tahun 7.710 jiwa, 51 – 60 tahun 3.334 jiwa, dan diatas 60 tahun 1.969 jiwa.

 

SUMBER DAYA ALAM

Perikanan dan Kelautan

Potensi lestari sektor perikanan meliputi ikan permukaan (pelagis) dan ikan dasar (demershal) diperkirakan 128.692,2 ton/tahun dimana sampai tahun 2005 baru dapat dikelola 9.340,6 ton (7,79%) dengan nilai produksi 13.561.250.000. Disamping itu masih terdapat berbagai potensi kelautan bernilai ekonomis tinggi seperti teripang, lola, cumi-cumi, kepting, udang penaide, dll.

Pertanian

Luas lahan potensial 131.364 Ha. Rincian peruntukan dan pengelolaannya sbb: Tanaman Pangan dan Hortikultura 27.096Ha (20,62%). Sampai saat ini beru dikelola seluas 9.500Ha (35,06%) dengan jenis komoditas padi, palawija, jagung, kacang tanah, sayur dan buah-buahan.

Perkebunan

Luas lahan potensial 99.212Ha (75,51%), sampai saat ini baru dikelola 340,13Ha (6,69%) dengan jenis ternak yakni sapi, kambing, ayam ras dan itik.

Pertambangan

Meliputi pertambangan umum dan pertambangan migas. Potensi pertambangan umum meliputi batu bara, emas, tembaga, nikel, krom, kobalt, basi, magnesium, mangan dan zirconium. Pertambangan Migas meliputi minyak bumi dan nafta.

 

Transportasi

2006, teridentifikasi panjang jaringan jalan yang berhasil dibangun 532,20KM (Rincian: Jalan Aspal 29,50KM, Jalan Kerikil 178,20KM, Jalan Tanah 298,50KM, Jalan Semen 6KM, jalan yang belum terbuka 46,5KM.

Jembatan Darat teridentifikasi 188 buah dengan total panjang bentangan kurang lebih 8.562 meter. Sedangkan jembatan darat yang terdapat pada jalan antar wilayah dan lingkar pulau sebanyak 143 unit dengan total panjang bentangan kurang lebih 4127 meter.

Pelayanan transportasi laut terdiri atas pelayaran nasional dan pelayaran swasta. Frekuensi kedatangan dan keberangkatan untuk rute Ambon – Bula – Geser – Gorom adalah 3 kali dalam sebulan dilayani oleh swasta. Sedangkan frekuensi pelayaran nasional dari Geser ke Bula sementara ini masih satu kali dalam seminggu.

Upaya perwujudan pelayanan transportasi udara sampai 2012 belum terlaksana. Sarana transportasi udara yang ada hanya bersifat khusus pelayanan perusahaan minyak di Bula. Untuk umum diberikan 3 seat setiap penerbangan dengan frekuensi 3 kali seminggu. Untuk itu Pemkab SBT merencanakan membangun bandara baru dengan panjang landasan pacu sekitar 2000 meter dimana pada tahun ini dilakukan studi infestigatif terkait penyiapan pelaksanaan pembangunannya.

 

Kelistrikan

Sarana jaringan listrik masyarakat berasal dari PT. PLN (persero) melalui unit-unit pembangikit tenaga Diesel yang terdapat di Werinama, Bula, Geser, Gorom, Tutuktolu, dan Wakate. Pelayanan penerangannya baru sebatas pada mala hari sedangkan di Kota Bula pelayanan penerangannya sejak pertengahan 2007 sudah 24 jam.

 

Pos-Telekomunikasi

arana pelayanan Pos dan Giro sebelumnya sebanyak 3 kantor. Sampai saat ini hanya 2 kantor saja yang beroperasi yakni di Kecamatan Bula dan Kecamatan Seram Timur. Jaringan informasi dirasakan perlu oleh masyarakat, terbukti dengan adanya stasiun telepon seluler yang saat ini telah eksis di empat kecamatan yakni Bula, Werinama, Seram Timur, dan Pulau Gorom. Sejak 2007 dan 2008 diupayakan kemampuan peyebaran informasi melalui media massa, baik cetak maupun elektronik dapat dinikmati masyarakat yang berada di enam kecamatan.

 

Sarana Ekonomi

Sarana perdagangan berupa pasar sebanyak 4 unit, terdiri dari Pasar Inpres 1 unit yang berlokasi di Bula dan Pasar Tradisional 3 unit yang masing-masing berlokasi di Kecamatan Seram Timur, Pulau Gorom dan Werinama.

Koperasi, sejak tahun 2006 berjumlah 82 unit yang keanggotannya kebanyakan terdiri dari masyarakat petani dan nelayan.

Lembaga Keuangan

Lembaga keungan yang ada di Kab. SBT terdiri dari Kantor Cabang Bank Maluku 1 Unit dan Kantor Cabang BRI 1 unit.

Inflasi

Salah satu indikator untuk melihat tingkat inflasi dan deflasi adalah indeks harga implisit PDRB. Hasil perhitungan menunjukkan angka indeks harga implisit Th.2006 sebesar 150,79%. Ini menunjukkan secara keseluruhan harga barang dan jasa yang dihasilkan SBT mengalami kenaikan 50,79% dari harga di tahun 2004. Kemudian bila dilihat menurut sektor, kenaikan harga tertinggi pada tahun 2006 terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 95,06%. Sedangkan harga terendah adalah sektor pengangkutan dan komunikasi yakni 28,68%.

 

 

Semmy

AMBON - Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba menyebutkan, pihaknya pada tanggal 14 Desember nanti, akan menggelar rapat di Jakarta, terkait perkembangan Lumbung Ikan Nasional (LIN), ruas jalan di Taman Nasional (TN) Manusela dan Dana Alokasi Umum (DAU) Maluku yang dihitung dari luas wilayah laut Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan Purba, usai pertemuan Tim Komite II DPD RI dengan Gubernur Maluku Said Assagaff bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku dan Maluku Utara serta pihak Balai Taman Nasional (TN) Manusela.

"Hal yang akan kita bicarakan terkait kabar perkembangan Maluku Lumbung Ikan Nasional (LIN). Untuk ini, secara khusus kita akan melakukan pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Direktorat Jenderal (Dirjen) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Nanti setelah matang, baru dengan Menteri KKP Susi Pudjiastuti," terang Purba.

Hal berikut yang akan dibicarakan pada rapat tersebut, menurut Purba, pihaknya akan mendukung Pemerintah Provinsi Maluku, untuk mendapatkan kejelasan nasib terkait pernyataan Presiden Joko Widodo yang berjanji DAU Maluku yang bakal dihitung berdasarkan luas wilayah laut daerah ini.

Permasalahan berikut yang akan ikut dibahas, lanjut Purba, yakni soal status jalan trans Pulau Seram yang melintasi Taman Nasional (TN) Manusela.

"Supaya kita bisa mencari jalan keluar seperti apa terkait ruas jalan yang menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku dan Maluku Utara, namun berada dalam wilayah Taman Nasional yang merupakan kewenangan Taman Nasional (TN) Manusela itu," tutur Purba.

Intinya, menurut Purba, pembicaraan ini penting termasuk juga dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, agar mendapatkan kejelasan terkait kerja sama antara Balai TN Manusela dan Balai Jalan, soal ruas jalan yang sangat vital bagi sejumlah kawasan di Pulau Seram ini (*)

AMBON - Fakta sejarah menunjukkan, banyak orang hebat dan memiliki segalanya, bisa hancur binasa karena ambruk akhlaknya, seperti Fir'aun, Namruz, Karun dan sebagainya.

"Kita perlu menyadari bahwa kerusakan akhlak adalah akar dari semua kerusakan yang ada di muka bumi ini," ujar Gubernur Maluku Said Assagaff, pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Maluku, di Masjid Raya Al Fatah Ambon, jumat (1/12) malam.

Dia katakan, banyak contoh imperium besar yang menjadi pusat peradaban juga hancur, karena mereka mengalami krisis akhlak, contohnya Kaum Lut, Kaum Ad, dan Kaum Tsamud.

Demikian halnya, lanjut Gubernur, banyak keluarga yang hebat dan memiliki segalanya bisa hancur, karena hancurnya akhlakul karimah.

Hal ini, disebut Gubernur, sejalan dengan sebuah pepatah Arab yang berbunyi, "Sebuah bangsa akan tetap eksis atau berjaya, bilamana bangsa itu berakhlak, tapi jika akhlaknya hancur, maka akan bersama hancurnya akhlak tersebut".

"Untuk itu pula, kurang lebih 14 abad silam, Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Sesungguhnya aku diutus untuk memperbaiki Budi pekerti yang mulia", ujar Gubernur Assagaff.

Lantaran itu, dalam peringatan Maulid Nabi ini, Gubernur mengimbau, agar kita tidak terjebak dengan kesibukan mengurus serimonialnya saja, tetapi sejatinya melaui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, kita jadikan sebagai momentum untuk menginternalisasi dan mengaktualisasi nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.

Ini menurutnya, dalam rangka perubahan pola pikir dan karakter atau akhlak kita semua, dari hal-hal yang tidak terpuji.

"Baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW adalah seorang suami yang terbaik untuk istrinya, seorang ayah terbaik untuk anak-anaknya, seorang sahabat terbaik untuk para sahabatnya, seorang pedagang dan peternak terbaik sepanjang sejarah, hingga seorang pemimpin besar terbaik sepanjang zaman," tutur Gubernur.

Semua keteladanan Rasulullah itu, disebut Gubernur, telah menjadi mata air peradaban dunia yang tak pernah kering dan tak pernah lekang dimakan waktu.(*)

 

AMBON - Memasuki Minggu Adventus I bagi umat Kristiani, Gubernur Maluku Said Assagaff mencanangkan Penyalaan Pohon Natal Mangga Dua Klasis GPM Kota Ambon Tahun 2017, di kawasan Mangga Dua, Minggu (3/12) dini hari.

"Ada banyak alasan untuk mempersembahkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, selain karena kesempatan yang sangat berbahagia ini, tetapi lebih lagi, karena persaudaraan hidup diantara kita terpelihara dengan indahnya, sehingga acara pencanangan Pohon Natal Mangga Dua, sebagai tanda dimulainya Minggu-minggu Adventus 2017, berlangsung dengan hikmah," ujar Gubernur Assagaff.

Assagaff katakan, ini adalah bukti, bahwa kita saling memiliki, mendukung dan menopang. Dia mengaku memiliki saudara-saudara dan yakin mereka pun merasakan hal yang sama.

Karena itu, menurut Assagaff, mungkin lebih tepat disebut, bahwa kehadirannya di acara subuh ini, adalah selain sebagai seorang pemimpin, juga sebagai saudara dalam komunitas warga Mangga Dua. Sehingga nuansa berbagi kasih menjadi suasana abadi di antara mereka.

"Setiap kali merayakan minggu-minggu Adventus, adalah sama dengan mengingatkan kita tentang sebuah penantian. Hal menanti, adalah sebuah pekerjaan yang tidak hanya diisi dengan berpangku tangan dan pasrah, melainkan harus dengan kerja nyata dalam berbagai dimensi tugas dan tanggung jawab.

Atas momentum yang terjadi di tempat tersebut, Assagaff meminta diperkenankan menyampaikan beberapa hal terkait acara pencanangan tersebut.

"Pertama, acara pencanangan ini, bukan sebuah seremoni berulang. Tetapi memiliki makna terdalam, dalam kerangka menjadikan kawasan Mangga Dua sebagai kawasan yang Indah dan asri," tuturnya.

Dari kawasan ini pula, lanjut Assagaff, Kota Ambon ikut menjadi terang dan Indah. Dia mengaku, memang tidak sedang membahas diksi terang itu, tetapi dirinya yakin kita semua adalah anak-anak terang untuk negeri dan persada ini.

"Kedua, pohon Terang Mangga Dua sudah dikenal seluruh warga di negeri ini, juga diberbagai media massa, dan meluas sampai media sosial. Saya yakin, keberadaannya pun, akan menjadi objek selfie dan ziarah iman warga di kota ini," ujarnya.

Saturday, 25 November 2017 16:12

GUBERNUR LANTIK PEJABAT BARU

Gubernur Maluku Said Assagaff melantik Frona Koedoeboen sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Maluku, menggantikan pejabat sebelumnya Roy Halattu yang telah memasuki masa pensiun. Pada acara pelantikan yang berlangsung di ruang kerja Gubernur, Jumat (24/11) ini, Gubernur Assagaff juga melantik Husein Marasabessy sebagai Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, yang sebelumnya dijabat Koedieboen. - Foto: Humas Pemprov Maluku -

 

TEPA - Gubernur Maluku Said Assagaff dimintai bantuan pengadaan akses telekomunikasi, ketika berdialog dengan warga di Desa Watuwei (Pulau Dawelor), Desa Lewah (Pulau Dai) dan Kota Tepa di Kecamatan Pulau-pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Selasa (21/11).

Kunjungan Gubernur Assagaff ke tiga tempat tersebut, antara lain untuk menghadiri acara Perayaan Syukur 100 Tahun Injil Masuk di Desa Watuwei, Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau-pulau Babar Timur dan Peresmian Lakpona (Baileo) Imanuel, Jemaat GPM Watuwei.

Selanjutnya ke Desa Lewah untuk Pentahbisan Gedung Gereja Betlehem Jemaat GPM Lewah, serta menutup Bimbingan Teknis Optimalisasi Pelaksanaan Tugas Satpol PP dalam Rangka Kelancaran Pemilukada di Kawasan Perbatasan pada Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), yang dilangsungkan di Tepa.

Selain akses telekomunikasi, Gubernur yang diberi gelar khusus sebagai tokoh adat Pulau Babar saat tiba di Pelabuhan Tepa ini, juga diminta bantuannya untuk memperhatikan akses transportasi dan kebutuhan obat-obatan terutama untuk masyarakat di Desa Watuwei dan Desa Lewah.

Bahkan Wakil Bupati MBD Benjamin Noah, yang ikut mendampingi Gubernur Assagaff di Desa Watuwei, berharap agar orang nomor satu di Provinsi Maluku ini bisa memperhatikan akses jalan di Pulau Babar, terutama ruas jalan provinsi antara Tepa dengan Letwurung.

"Kami mengharapkan bantuan Pak Gubernur untuk dermaga, bandara di Babar, akses telekomunikasi dan akses jalan. Terutama ruas jalan Tepa - Letwurung, yang ongkos melintasinya saja bisa 10 kali lipat biaya transportasi dari Tepa ke Ambon," ujar Benjamin Noah kepada Gubernur saat berada di Watuwei.

Menurut Noah, jika biaya transportasi dari Tepa ke Ambon menggunakan kapal laut hanya berkisar antara Rp.25.000 hingga Rp.50.000. Transportasi Tepa ke Letwurung menggunakan ojek sepeda motor ongkosnya mencapai Rp.250.000.

Menanggapi permintaan Noah soal jalan tersebut, Gubernur Assagaff berjanji akan memperhatikannya, apalagi ruas jalan Tepa - Letwurung termasuk jalan provinsi.

"Tadi saya bicara dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kita akan terus melanjutkan tanggung jawab kita di provinsi, untuk bisa melanjutkan jalan-jalan provinsi, termasuk yang ada di Pulau Babar," papar Gubernur.

Untuk akses transportasi, Gubernur Assagaff meminta dukungan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Romelus Far-Far yang juga ikut dalam rombongan bersama beberapa Kepala Dinas lainnya, agar membantu kebutuhan warga di Desa Watuwei dan Desa Lewah.

"Nanti akan kami bantu dengan body motor ikan sebanyak 10 buah. Diusahakan bulan 10 (Oktober) 2018, dibawa ke sini (Watuwei)," janji Kadis Kelautan dan Perikanan kepada Gubernur, yang langsung didengar warga Watuwei.

Sementara untuk Desa Lewah, Kadis Kelautan dan Perikanan menyanggupi kepada Gubernur Assagaff, pihaknya akan memberikan body pancing tonda sebanyak dua buah.

Sedangkan untuk permintaan dermaga terapung, khususnya di Desa Lewah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Frans J. Papilaya menyanggupi kepada Gubernur Assagaff, kalau pihaknya tahun depan akan melakukan survei ulang.

"Kalau begitu, tahun depan sekaligus survey sama bersamaan dengan proses AMDAL-nya (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku. Tapi kalau bisa jangan terlalu lama, supaya bisa dianggarkan, mulai fisiknya itu di tahun 2019," ujar Gubernur Assagaff.

Mengenai koneksi WIFI untuk Desa Watuwei, Lewah termasuk di Kota Tepa, sebagaimana permintaan para guru SMU di kota ini agar Ujian Nasional Berbasis Komputer bisa berjalan dengan baik, Gubernur meminta Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Provinsi Maluku M. Junaries untuk berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku.

"Untuk akses telekomunikasi, Kepala Biro Humas, nanti sampai di Ambon tolong komunikasikan dengan pihak Telkomsel. Bilang saja, saya minta mereka ke sini, supaya bisa melihat kondisi dan kemungkinannya di sini," perintah Gubernur kepada Karo Humas dan Protokol.

Namun Gubernur mengingatkan, soal tower untuk komunikasi, sebenarnya dibangun oleh Kabupaten. "Nanti urusan jaringannya, baru diusahakan oleh Provinsi. Kalau sudah ada tower, saya pastikan dalam satu bulan kemudian, sudah bisa ada jaringan," terang Assagaff.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur menyerahkan sebuah telepon satelit untuk Desa Lewah, yang diharapkan bisa digunakan dalam kondisi mendesak dan darurat, misalnya ada warga yang jatuh sakit dan harus dibawa ke ibukota kecamatan.

Sementara untuk menjawab kebutuhan obat-obatan di Desa Lewah, yang biasanya sulit dijangkau karena cuaca laut yang tidak bersahabat pada musim-musim tertentu, Gubernur meminta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Meykal Pontoh, membantu dengan pasokan obat-obatan.

"Bulan depan obat-obatan sudah bisa ada di sini ya Ibu Kadis. Kalau cuma bisa sampai di Saumlaki, nanti dari Saumlaki ke Lewah, biaya transportasinya saya yang tanggung," janji Gubernur Assagaff.

Selanjutnya untuk listrik di Desa Watuwei dan Lewah, Gubernur minta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Vera Tomasoa menyampaikan kepada Kepala Dinas ESDM Maluku,
Martha Magdalena Nanlohy yang kebetulan tidak ikut bersama rombongan Gubernur.

"Ibu Vera tolong sampaikan ke Kadis ESDM kita akan berikan listrik tenaga Surya di sini ya. Modelnya beda dengan yang dulu. Kalau yang ini garansinya tujuh tahun," ujar Gubernur.

Dia berharap, semua bantuan yang diberikan itu, sudah ada progresnya pada bulan Oktober tahun depan, di masa terakhir dirinya menajabat sebagai Gubernur Maluku.

"Jika saya masih terpilih, bulan November saya kembali ke sini, sudah bisa melihat perkembangannya. Tapi jika tidak terpilih, tetap harus direalisasikan, karena saya kerja sampai bulan Oktober," demikian Assagaff.(*)

TEPA - Gubernur Maluku Said Assagaff menyebutkan, dirinya ingin membagi sukacita, sebab gereja tetap memberikan kontribusi positif, bagi suksesnya pembangunan dan persaudaraan sejati.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Assagaff, saat menghadiri acara Perayaan Syukur 100 Tahun Injil Masuk di Desa Watuwei, Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau-pulau Babar Timur dan Peresmian Lakpona (Baileo) Imanuel, Jemaat GPM Watuwei, Kecamatan Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Selasa (21/11).

"Iklim ini harus kita rawat dan jaga dalam seluruh aspeknya. Sebab GPM sudah membangun teologi kontekstual, terutama dalam segmen adatis, dan itu sudah terbukti dan semakin mantapnya sistem-sistem bermasyarakat kita di sini," ujar Assagaff.

Lebih lanjut Assagaff katakan, merayakan syukur 100 tahun masuknya Injil di Jemaat GPM Watuwei, Klasis Pulau-Pulau Babar Timur, bagi Saya memiliki makna yang sangat penting, karena telah merayakan secara langsung 100 tahun sejarah panggilan Tuhan kepada masyarakat dan jemaat di Watuwei.

Injil yang datang ke sini, menurut dia, adalah Injil yang masuk dan berjumpa dengan orang-orang Watuwei secara utuh.

"Karena itulah, kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sebab Ia terus memakai Gereja sebagai alat pemberitaan kabar baik, kabar damai sejahtera, kabar pembebasan di dunia, dan terutama di Provinsi Maluku," tuturnya.

Syukur itu pun semakin utuh hari ini, kata Assagaff, sebab sebagai orang Kristen di Jemaat Watuwei, mereka masih bisa merayakan satu abad datangnya Injil, setelah tiga ratus tahun lebih Injil itu masuk ke Ambon.

"Kita bisa membayangkan, betapa sulitnya berlayar ke negeri ini pada satu abad lalu. Watuwei ibarat ujung dunia yang jauh, dan mungkin tidak pernah diketahui oleh siapapun, termasuk oleh navigator-navigator Eropa yang sudah menggunakan alat-alat pelayaran canggih sekalipun," imbuhnya.(*)

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff, Senin (27/11), menyerahkan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2018, kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, pada Rapat Paripurna di gedung dewan, Kawasan Karang Panjang, Ambon.

"Rapat Paripurna hari ini, dalam rangka Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018, sejatinya merupakan kelanjutan dari Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran 2018 yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu," ujar Gubernur Assagaff dalam pidato pengantarnya.

Menurut Assagaff, sebagaimana dimaklumi bersama, berdasarkan amanat ketentuan pasal 311 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, juncto pasal 104 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007, tentang perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, maka seyogyanya penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD kepada DPRD paling lambat pada minggu pertama bulan Oktober.

"Namun padatnya kegiatan Pemerintah Provinsi Maluku dan agenda DPRD Provinsi Maluku, maka Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018 baru dapat kami sampaikan pada hari ini," ungkapnya.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah sebagai rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah, menurut Assagaff, diharapkan menjadi instrumen penting dalam rangka mewujudkan masyarakat Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera dan aman dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

Dalam Rancangan APBD ini, Assagaff katakan, perangkat daerah selain merencanakan program dan kegiatan serta anggaran dalam Rencana Kerja Anggarannya, juga menetapkan indikator, tolok ukur dan target kinerja, sehingga dapat diukur tingkat keberhasilan dan kinerjanya.

"Dalam kaitan itulah, perkenankan saya menyampaikan secara garis besar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018 ini," ujarnya.

Pertama, menurut Assagaff, Pendapatan Daerah direncanakan naik menjadi Rp.3,46 trilyun, lebih tinggi dari tahun 2017 sebesar Rp.3,15 trilyun atau terjadi kenaikan sebesar Rp.314,13 milyar atau meningkat sebesar 9,98 persen.

"Peningkatan Pendapatan Asli Daerah, lanjut Assagaff, direncanakan Rp.806,82 milyar. Ini melebihi tahun anggaran 2017 sebesar Rp.698,91 milyar, atau bertambah sebesar Rp.107,91 milyar atau naik 15,44 persen," terangnya.

Lalu untuk, Dana Perimbangan, lanjut Assagaff, direncanakan meningkat menjadi Rp2.64 trilyun dibandingkan tahun anggaran 2017 sebesar Rp.2,43 trilyun, atau bertambah sebesar Rp.203,49 milyar atau naik 8,36 persen.

Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang sah, disebut Assagaff, direncanakan sebesar Rp.18,47 milyar, atau bertambah sebesar Rp.2,72 milyar atau naik sebesar 17,30 persen dari anggaran tahun sebelumnya.

"Kedua, pada bagian Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp.3,48 trilyun rupiah atau naik sebesar Rp.309,18 milyar atau 9,74 persen dari tahun anggaran 2017 yang hanya sebesar Rp.3,17 triliun," ungkapnya.

Untuk kelompok Belanja Tidak Langsung, menurut Assagaff, direncanakan sebesar Rp.1,95 trilyun, bertambah sebesar Rp 320,42 milyar atau meningkat sebesar 19,65 jika persen dibandingkan tahun anggaran 2017 sebesar Rp 1,63 triliun.

Sedangkan untuk Belanja Langsung, tambah Assagaff, direncanakan sebesar Rp.1,53 trilyun, apabila dibandingkan dengan tahun anggaran 2017 sebesar Rp.1,54 trilyun, maka terjadi penurunan sebesar Rp 11,24 milyar atau 0,73 persen.

"Dari gambaran keuangan daerah seperti yang disebutkan di atas, maka terjadi defisit anggaran sebesar Rp.20,54 milyar sebagai akibat dari pendapatan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan belanja daerah," ujarnya.

Sekalipun demikian, dia menyebutkan, defisit ini masih lebih rendah dari tahun anggaran 2017 sebesar Rp 25,49 milyar.

Selanjutnya, Assagaff katakan, Pembiayaan Daerah yang merupakan transaksi keuangan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran dapat digambarkan sebagai berikut

"Pada sisi Pembiayaan yang merupakan Penerimaan Daerah direncanakan sebesar Rp.20,54 milyar yang bersumber dari Estimasi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2017, sedangkan Pembiayaan yang merupakan Pengeluaran Daerah tidak dianggarkan," paparnya.

Dia menandaskan, dari gambaran Pembiayaan Daerah tersebut, maka terdapat Pembiayaan Netto sebesar Rp.20,54 milyar.

Dengan demikian, menurut Assagaff, defisit dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp.20,54 milyar sebagai akibat dari pelampauan kebutuhan belanja terhadap kemampuan pendapatan daerah, dapat ditutupi oleh pembiayaan netto tersebut.

Assagaff menuturkan, maksud yang hendak dia tegaskan di sini, adalah bahwa sekalipun anggaran terbatas namun seluruh kebijakan program dan kegiatan yang dihasilkan harus dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

"Demikian yang dapat disampaikan. Akhirnya saya menyerahkan Nota Keuangan dan RAPBD Tahun 2018 ini kepada Dewan Yang terhormat, untuk ditelaah dan dibahas bersama eksekutif dan selanjutnya mendapatkan persetujuan dan ditetapkan sebagai APBD Tahun Anggaran 2018 yang akan digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pembangunan yang telah direncanakan," demikian Assagaff.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Assagaff, menyampaikan terima kasih, dan apresiasi yang setinggi-tingginya, kepada Ketua, Para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Maluku, sambil terus berharap akan dukunganya, agar tugas dan tanggung jawabnya bersama Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dalam memimpin Maluku, dapat mereka persembahkan dengan segala baik. (*)

Monday, 27 November 2017 15:38

TABUR BUNGA HUT KORPRI

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Maluku Hamin Bin Thahir menjadi Inspektur Upacara Tabur Bunga jelang HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-46, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha Ambon, Senin (27/11).Selain Sekda, ikut hadir pada acara Tabur Bung ini, Sekretaris Kota Ambon A.G. Latuheru, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Maluku dan Kota Ambob, serta para Pegawai Negeri Sipil (PNS). - Foto: Humas Pemprov Maluku -

Sunday, 19 November 2017 13:18

Wagub Ajak GMKI Tetap Jaga Kesatuan Bangsa

AMBON - Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengajak Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa khususnya antara pemuda (Cipayung).

"Toleransi harus terjaga dan dibawa ke mata dunia, supaya Indonesia, khususnya daerah Maluku dikenal dengan toleransinya. Hal ini yang harus dipegang sebagai tolak ukur," ujar Wagub, saat menutup kegiatan International Interfaith Dialogue (IID), yang digelar GMKI di Ambon, pada Kamis (16/11) hingga Sabtu (18/11).

Pada jamuan makan malam dan penutupan kegiatan di Kediaman Wagub, Sabtu (18/11) malam, yang digelar dengan semangat Hari Toleransi Internasional ini, Sahuburua katakan, bukti dari Maluku mengutamakan toleransi sebagai value, pemerintah dan masyarakat sudah berkomitmen menjadikan daerah ini sebagai laboratorium kerukunan antar umat beragama.

Termasuk rencana Pemerintah Daerah Maluku, lanjut Wagub membangun Kawasan Perkampungan Multikultur sebagai Pusat Kerukunan Antarumat Beragama. Warga yang menghuninya akan berasal dari berbagai lintas agama, lintas etnis, budaya dan suku.

"Kita berharap dengan lahan yang sudah tersedia, pembangunan akan dilakukan dan pada akhirnya akan terlihat sendiri maknanya," tutur Sahuburua.

Sebagai pribadi, Sahuburua mengaku punya kebanggaan tersendiri bisa berada di tengah-tengah potensi anak muda bangsa khususnya GMKI.

"Ini jarang-jarang terjadi sepanjang ini, usai menjabat Ketua Umum DPP KNPI beberapa tahun lalu. Apalagi hal yang dibicarakan sangat bermanfaat bagi organisasi, daerah dan peserta. Pemprov Maluku mengapresiasi GMKI yang sudah mempercayakan Maluku, khususnya Kota Ambon, sebagai tuan rumah untuk berbicara dan belajar tentang toleransi, pilihan ini tidak salah," ujar Wagub.

Apresiasi tinggi itu menurut Wagub tidak berlebihan, sebab GMKI telah mencatat sejarah baru dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa di mata nasional dan internasional dengan mencetuskan pentingnya toleransi.

Dipilihnya Maluku sebagai locus, disebut Sahuburua tidak salah, karena Maluku sudah melakukan itu dan tentu menjadi suatu rasa tersendiri.(*)

 

Tuesday, 14 November 2017 13:14

Kapolri Puji Pesatnya Pembangunan di Ambon

AMBON - Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Karnavian memuji perkembangan yang terjadi begitu cepat di Maluku khususnya Kota Ambon, pasca tragedi kemanusiaan yang pernah melanda daerah ini tahun 1999 lalu.

"Jika dibandingkan dengan daerah lain yang pernah dilanda konflik, perkembangan di Maluku khususnya Kota Ambon sangat jauh pesat perubahannya," ujar Tito.

Hal ini dikatakan Kapolri, dalam sambutannya pada acara makan malam bersama jajaran Polri dan Muspida Maluku yang juga dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff, bertempat di The Natsepa Hotel, Senin (13/11) malam.

“Perkembangan di Maluku khususnya Kota Ambon sangat pesat, saya sangat kagum dengan perkembangan yang terjadi di daerah ini,” ujar Kapolri.

Pada kesempatan tersebut Kapolri juga mengungkapkan selama dirinya menjabat Kapolri baru kali ini melakukan kunjungan resmi ke Polda Maluku dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Brigade Mobil (Brimob) Polri ke-72.

“Sebelumnya saya sudah beberapa kali datang melaksanakan tugas, tetapi saat itu belum menjabat sebagai Kapolri, dan saya tidak pernah melaksanakan kunjungan kerja secara resmi di Kota Ambon," ujar Tito.

Menurut dia, itu menandakan bahwa Kota Ambon adalah daerah yang aman, karena dirinya banyak melaksanakan kunjungan kerja secara resmi, biasanya ke wilayah yang ada masalah.

Tito mengaku pertama datang di Kota Ambon pada tahun 2005, dan saat itu masih terasa suasana konfliknya, yang tentu sangat jauh berbeda dengan sekarang.

Dia juga menyebut, Kota Ambon sangat cepat recovery dibandingkan dengan daerah konflik yang lain seperti Poso.

"Alhamdulillah pembangunan pasca konflik di Ambon sangat cepat hampir tidak terlihat bangunan bekas konflik, hal ini membutikan sinergitas antara TNI-Polri dan seluruh pihak sangat baik," imbuhnya.

Kota Ambon, dinilai Tito, sangat baik dijadikan tempat untuk pangkalan gerak membatu wilayah konflik di wilayah timur yang jauh dari pusat ibu kota.

“Polri harus bisa bekerjasama dengan TNI, pemda dan tokoh tokoh masyarakat, dan sinergitas yang ada saat ini harus kita pertahankan serta dinamika politik tidak boleh memecah kita, apapun yang terjadi kita utamakan keamanan,” tandasnya.

Sementara itu Gubernur Maluku Said Assagaff, pada sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolri Jendral Tito Karnavian dan rombongan di Maluku khususnya Kota Ambon.

Pada kesempatan tersebut Assagaff juga mengajak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk dapat mengunjungi objek wisata di Kota Ambon, salah satunya Pulau Pombo.

“Selamat datang Pak Kapolri dan rombongan di Kota Ambon Manise. Dan selamat menikmati keindahan wisata di kota ini . Salah satunya, kalau Pak Kapolri punya kesempatan bisa mengunjungi Pulau Pombo yang tidak terlalu jauh letaknya. Bisa menikmati keindahan laut di sekitarnya,” ajak Assagaff, yang pada kesempatan tersebut juga menyinggung sangat baiknya kerja sama TNI-Polri dan Pemerintah Maluku saat ini.

Turut Hadir pada acara jamuan maka malam tersebut Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Drs. Unggung Cahyono, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Drs. Ari Dono, Kakor Sabhara Polri, Irjen Pol Drs. Umar Septono, Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Deden Juhara, Kapusdokes Polri, Irjen Pol Arif Sulistianto, Asrena Polri, Irjen Pol Drs. Bambang Suhawibowo, Kasdam XVI/Pattimura, Brigjen TNI Tri Soewandono, Wakpolda Maluku, Brigjen Pol Drs. Daniel Pasaribu, Kajati Maluku, Manumpak Pane, Ketua Pengadilan Tinggi Maluku, Karo Pal Slog Polri, Brigjen Pol. Drs. Widodo Eko Prihastopo, MM, Karo Penmas, Brigjen Pol Drs Rikwanto, Karo Provos Brigjen, Pol Drs Refdi Andri, M.Si, Koorpsripim, Kombes Rachmat Wibowo, Sik.(*)

Page 1 of 32

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 13 Desember -15 Desember 2017
 

 

INFO GEMPA



 

 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top