Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

SERAM BAGIAN TIMUR

MENGENAL SERAM BAGIAN TIMUR

Geografis

Luas Wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur seluruhnya kurang lebih 15.887,92 Km2 yang terdiri luas laut 11.935,84 Km2 dan luas daratan 3.952,08 Km2.

Jumlah sungai besar dan kecil yang langsung bermuara ke laut pada 4 kecamatan sebanyak 29 buah. Jumlah dimaksud belum termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke sungai utama. Terdapat 2 sungai besar yang tidak pernah mengalami kekeringan sepanjang tahun, yaitu : Sungai Bobot (lebar lk. 70 M) di Kecamatan Werinama dan Sungai Masiwang (lebar lk. 85 M) yang membatasi Kecamatan Seram Timur dan Kecamatan Bula.

Karena secara geografis Kabupaten Seram Bagian Timur terletak di antara Benua Australia dan Benua Asia serta masih dalam kawasan lintang tropis dan dikelilingi oleh laut yang cukup luas, maka iklim yang terdapat di kabupaten ini adalah iklim musim dan iklim taut tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun.

Berdasarkan hasil pemantauan di Stasiun Meteorologi Geser Kabupaten SBT pada tahun 2005, ditemui temperatur maksimum 31,7° C, minimum 22,2°, dengan temperature rata-rata 27,8°C.

Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan April, yaitu rata-rata sebesar 456,3 mm, dan menyusul pada bulan Desember yaitu sebesar 360,6 mm. Jumlah hari hujan terbanyak juga terjadi pada bulan April, dengan rata-rata sebanyak 22 hari, menyusul pada bulan Januari sebesar 20 hari. Rata-rata jumlah hari hujan perbulan dalam tahun 2005 adalah sebesar 14,1 hari.

Penyinaran matahari rata-rata 64,7 %. Tekanan udara rata-rata setahun sebesar 1.111,1 milibar. Kelembaban nisbi rata-rata 81,9 %. Kecepatan angin rata-rata 5,7 knot. Kecepatan angin terbesar pada Musim Timur terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 30 knot dengan arah angin dari Tenggara menuju Barat Laut, dan pada Musim Barat terjadi pada bulan Januari sebesar 25 knot dengan arah angin dari Barat Laut ke Tenggara. Tinggi gelombang rata-rata pada musim tersebut di atas sebesar 2 m.

 

Daftar Kecamatan

Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran kabupaten Maluku Tengah yang terdiri dari:

  1. Kecamatan Siwalalat
  2. Kecamatan Bula
  3. Kecamatan Pulau Gorom
  4. Kecamatan Seram Timur
  5. Kecamatan Werinama
  6. Kecamatan Wakate
  7. Kecamatan Tutuk Tolu
  8. Kecamatan Teor
  9. Kecamatan Pulau Panjang
  10. Kecamatan Bula Barat
  11. Kecamatan Kilmury
  12. Kecamatan Gorom Timur
  13. Kecamatan Bula Timur
  14. Kecamatan Lian Fitu
  15. Kecamatan Kian Darat

Daerah ini terpisah atas tiga bagian utama yaitu Pulau Seram (Bagian Timur), Kepulauan Gorom dan Kepulauan Watubela.

Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Seram Bagian Timur pada pendataan terakhir tahun 2005 (Podes SE 2006 Tahun 2005) sebesar 81.320 jiwa yang terdiri dari : Laki-laki 40.602 Jiwa dan Perempuan 40.718 Jiwa.

Pertumbuhan penduduk rata-rata pertahun sejak tahun 1971 sampai dengan tahun 2000 sebesar 1,67 %. Angka pertumbuhan tertinggi tercatat panda Kecamatan Bula, yaitu 4,87 % pada tahun 1980 dan 5,42 % pada tahun 1990. Sedangkan pada Kecamatan P.P. Gorom, data angka pertumbuhan penduduk belum terpantau, karena pada saat pemantauan dimaksud, Kecamatan P.P. Gorom masih merupakan bagian dari Kecamatan Seram Timur.

Pendidikan

Sarana dan parasara pendidikan di Kab. SBT masih terbatas sehingga menyebabkan rendahnya kualitas sumberdaya manusia serta rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah SD/MI teridentifikasi sebanyak 143 buah dengan jumlah murid sebanyak 19.739 orang dan tenaga guru sebanyak 821 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 24). Jumlah MTs/SMPsebanyak 35 buah dengan jumlah murid 5657 orang dan jumlah guru 222 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 24). Jumlah SMA/SMK sebanyak 15 unit dengan jumlah guru 138 orang dan jumlah siswa 3463 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 25)

  • Angka partisipasi murni (APM) SD/MI = 92,8%.
  • APM SMP/MTs = 92,19%
  • APM SMA/MA = 81,5%
  • Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI = 83,63%
  • APK SMP/MTs = 50,85%
  • APK SMA/MA = 56,13%

Persoalan lain yang ikut mempengaruhi kondisi pendidikan di SBT adalah kurang lebih 40% bangunan (gedung) sekolah dalam keadaan rusak berat, kurangnya sarana dan prasaran pendidikan serta sebaran guru dan ruang belajar yang tidak merata. Sesuai program Pembangunan Nasional bahwa setiap Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya memiliki satu Perguruan Tinggi maka Kab. SBT terdapat satu Perguruan Tinggi Islam Swasta yang berkedudukan di Geser Ibukota Kecamatan Seram Timur.

 

 

SOSIAL DAN PEMERINTAH

Keagamaan

Sesuai amanat Undang-Undang Dasar, dalam mendukung pemeluk agama menjalankan agama yang dianutnya maka perlu disediakan fasilitas peribadatan sesuai jenis agama yang dianut masyarakat SBT. Agama yang dianut masyarakat SBT adalah Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu. Jumlah fasilitas peribadatan sampai saat ini, Masji 207 buah, 6 Surau, 20 Gereja Kristen Protestan, 6 Gereja Kristen Katolik dan 1 Pura. Yang tak kalah penting dalam membina generasi muda Islam adalah sarana Taman Pengajian Al-Qur’an dan Taman Pengenalan AlQur’an. Jumlah TPQ di Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 100 TPQ.

Pemerintahan Umum

Upaya peningkatan penyelenggaraan pemerintahan, seiring dengan meningkatnya fungsi pelayanan public maka telah ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2008 tentang Kelembagaan, sehingga Kelembagaan Daerah menjadi 36 Urusan Pemerintahan yang terdiri dari 15 Dinas, 8 Badan, ( Bagian, 3 Kantor dan 2 Sekretariat.

Kebutuhan Eselon II teridentifikasi sebanyak 28 orang, sudah terisi 23 orang (82,14%), masih tersisa 5 orang (17,86%). Kebutuhan Eselon III teridentifikasi 112 orang, sudah terisi 30 orang (26,78%), masih tersisa 82 orang (73,22%). Eselon IV sebanyak 315 orang, sudah terisi 43 orang (13,65%), masih tersisa 272 orang (86,35%). Peningkatan kualitas aparatur melalui Diklat PIM II sebanyak 4 orang, Diklat PIM III sebanyak 7 orang, dan Diklat PIM IV sebanyak 6 orang.

Untuk mengantisipasi rendahnya kualitas dan jumlah aparatur di bidang kesehatan, sejak tahun 2005 telah dibuka kelas keperawatan pada AKPER Masohi dan sampai tahun 2006 telah berjumlah 76 orang. Sedangkan dibidang Kedokteran telah dijalin kerjasama dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Muslim Indonesia di Makassar untuk menampung calon mahasiswa yang telah lulus seleksi yang berasal dari Kab. SBT. Demikian pula di bidang pemerintahan, sejak 2004 pemerintah daerah telah memfasilitasi calon mahasiswa STPDN Bandung dan hingga kini telah berjumlah 7 orang.

Kesejahteraan Sosial

Data jumlah penduduk miskin di Kab. SBT, berdasarkan data survey Pemkab SBT tahun 2006 tercatat sebanyak 20.766 Rumah Tangga Miskin (62%). Jumlah RTM yang memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) sebanyak 6719RTM dengan nilai bantuan per RTM per triwulan sebesar Rp.300.000. Sedangkan jumlah Komunitas Adat Terpencil (th.2006) sebanyak 190 KK yang tersebar pada Kecamatan Bula dan Tutuktolu.

Kesehatan

Indikator status kesehatan masyarakat menunjukkan pelayanan kesehatan masih memerlukan upaya pemerataan, perbaikan, maupun peningkatan. Jumlah prasarana kesehatan pada 2006 terdiri dari 1 buah Rumah Sakit Tipe C yang saat ini dalam proses melengkapi seluruh sarana dan prasarana pelayanan pelayanan pengobatan dan perawatan, 4 unit Puskesmas Rawat Inap, dan 3 buah Puskesmas Rawat Jalan serta 39 buah Puskesmas Pembantu. Sedangkan jumlah tenaga paramedic sebanyak 13 orang dan paramedic sebanyak 96 orang.

  • Rasio para medis dengan penduduk adalah 1 : 9.010.
  • Rasio para medis dengan penduduk 1 : 1220.

Gambaran derajat kesehatan balita: Balita Gizi Lebih 0,94%, Balita Gizi Baik 81,94%, Balita Gizi Buruk 0,12%, Balita Gizi Kurang 16,97%.

Kondisi Sosial

Hasil assesmen diketahui jumlah penduduk Kab. SBT tahun 2006 adalah 117.133 jiwa. Golongan terbesar pada penduduk berusia 21-30 tahun. Kemudian, penduduk dalam golongan usia 31 – 40 tahun sebanyak 27.377 jiwa. Kedua kategori usia ini adalah usia produktif yang secara kuantitatif berjumlah 56.272 jiwa dari total penduduk yang ada di Kab. SBT. Komposisi penduduk usia 20 – 20 tahun yakni sebanyak 23,104 jiwa kemudian kelompok usia 0 – 10 tahun sebanyak 22.508 jiwa, usia 41 – 50 tahun 7.710 jiwa, 51 – 60 tahun 3.334 jiwa, dan diatas 60 tahun 1.969 jiwa.

 

SUMBER DAYA ALAM

Perikanan dan Kelautan

Potensi lestari sektor perikanan meliputi ikan permukaan (pelagis) dan ikan dasar (demershal) diperkirakan 128.692,2 ton/tahun dimana sampai tahun 2005 baru dapat dikelola 9.340,6 ton (7,79%) dengan nilai produksi 13.561.250.000. Disamping itu masih terdapat berbagai potensi kelautan bernilai ekonomis tinggi seperti teripang, lola, cumi-cumi, kepting, udang penaide, dll.

Pertanian

Luas lahan potensial 131.364 Ha. Rincian peruntukan dan pengelolaannya sbb: Tanaman Pangan dan Hortikultura 27.096Ha (20,62%). Sampai saat ini beru dikelola seluas 9.500Ha (35,06%) dengan jenis komoditas padi, palawija, jagung, kacang tanah, sayur dan buah-buahan.

Perkebunan

Luas lahan potensial 99.212Ha (75,51%), sampai saat ini baru dikelola 340,13Ha (6,69%) dengan jenis ternak yakni sapi, kambing, ayam ras dan itik.

Pertambangan

Meliputi pertambangan umum dan pertambangan migas. Potensi pertambangan umum meliputi batu bara, emas, tembaga, nikel, krom, kobalt, basi, magnesium, mangan dan zirconium. Pertambangan Migas meliputi minyak bumi dan nafta.

 

Transportasi

2006, teridentifikasi panjang jaringan jalan yang berhasil dibangun 532,20KM (Rincian: Jalan Aspal 29,50KM, Jalan Kerikil 178,20KM, Jalan Tanah 298,50KM, Jalan Semen 6KM, jalan yang belum terbuka 46,5KM.

Jembatan Darat teridentifikasi 188 buah dengan total panjang bentangan kurang lebih 8.562 meter. Sedangkan jembatan darat yang terdapat pada jalan antar wilayah dan lingkar pulau sebanyak 143 unit dengan total panjang bentangan kurang lebih 4127 meter.

Pelayanan transportasi laut terdiri atas pelayaran nasional dan pelayaran swasta. Frekuensi kedatangan dan keberangkatan untuk rute Ambon – Bula – Geser – Gorom adalah 3 kali dalam sebulan dilayani oleh swasta. Sedangkan frekuensi pelayaran nasional dari Geser ke Bula sementara ini masih satu kali dalam seminggu.

Upaya perwujudan pelayanan transportasi udara sampai 2012 belum terlaksana. Sarana transportasi udara yang ada hanya bersifat khusus pelayanan perusahaan minyak di Bula. Untuk umum diberikan 3 seat setiap penerbangan dengan frekuensi 3 kali seminggu. Untuk itu Pemkab SBT merencanakan membangun bandara baru dengan panjang landasan pacu sekitar 2000 meter dimana pada tahun ini dilakukan studi infestigatif terkait penyiapan pelaksanaan pembangunannya.

 

Kelistrikan

Sarana jaringan listrik masyarakat berasal dari PT. PLN (persero) melalui unit-unit pembangikit tenaga Diesel yang terdapat di Werinama, Bula, Geser, Gorom, Tutuktolu, dan Wakate. Pelayanan penerangannya baru sebatas pada mala hari sedangkan di Kota Bula pelayanan penerangannya sejak pertengahan 2007 sudah 24 jam.

 

Pos-Telekomunikasi

arana pelayanan Pos dan Giro sebelumnya sebanyak 3 kantor. Sampai saat ini hanya 2 kantor saja yang beroperasi yakni di Kecamatan Bula dan Kecamatan Seram Timur. Jaringan informasi dirasakan perlu oleh masyarakat, terbukti dengan adanya stasiun telepon seluler yang saat ini telah eksis di empat kecamatan yakni Bula, Werinama, Seram Timur, dan Pulau Gorom. Sejak 2007 dan 2008 diupayakan kemampuan peyebaran informasi melalui media massa, baik cetak maupun elektronik dapat dinikmati masyarakat yang berada di enam kecamatan.

 

Sarana Ekonomi

Sarana perdagangan berupa pasar sebanyak 4 unit, terdiri dari Pasar Inpres 1 unit yang berlokasi di Bula dan Pasar Tradisional 3 unit yang masing-masing berlokasi di Kecamatan Seram Timur, Pulau Gorom dan Werinama.

Koperasi, sejak tahun 2006 berjumlah 82 unit yang keanggotannya kebanyakan terdiri dari masyarakat petani dan nelayan.

Lembaga Keuangan

Lembaga keungan yang ada di Kab. SBT terdiri dari Kantor Cabang Bank Maluku 1 Unit dan Kantor Cabang BRI 1 unit.

Inflasi

Salah satu indikator untuk melihat tingkat inflasi dan deflasi adalah indeks harga implisit PDRB. Hasil perhitungan menunjukkan angka indeks harga implisit Th.2006 sebesar 150,79%. Ini menunjukkan secara keseluruhan harga barang dan jasa yang dihasilkan SBT mengalami kenaikan 50,79% dari harga di tahun 2004. Kemudian bila dilihat menurut sektor, kenaikan harga tertinggi pada tahun 2006 terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 95,06%. Sedangkan harga terendah adalah sektor pengangkutan dan komunikasi yakni 28,68%.

 

 

 

HPN – Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 akhirnya mencapai puncaknya.Rangkaian kegiatan menuju puncak acara sudah dilewati oleh ribuan peserta HPN 2017 sejak hari Senin, (6/2).

Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Iriana Jokowi menghadiri langsung merayakan HPN bersama segenap insan pers tanah air yang hadir di Lapangan Tantui, Kota Ambon, Kamis, (9/2).

Acara puncak dimulai pukul 09.00 WIB di tepi Teluk Ambon, dihadiri juga oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Mahari, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila F Moloek dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Kepala Daerah seluruh Indonesia.

Ketua Umum PWI Pusat sekaligus Penanggung Jawab HPN 2017 mengawali sambutannya di hadapan Presiden Jokowi dengan mengucapkan penghargaan yang tinggi serta terima kasih kepada Presiden Jokowi yang kembali hadir di perhelatan akbar insan pers Indonesia. Tahun lalu, Presiden Jokowi juga menghadiri perayaan puncak HPN 2017 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Senang sekali rasanya kalau punya acara dihadiri Presiden. Saya jadi tahu rahasia kenapa Presiden suka mengunjungi rakyatnya ke desa-desa, mengundang ke Istana karena memang ketemu Presiden itu senangnya minta ampun,” kata Margiono.

Margiono pun menyarankan agar Presiden Jokowi terus melanjutkan blusukannya  agar rakyat selalu gembira seperti segenap insan pers di HPN 2017 yang gembira karena dapat merayakan HPN bersama-sama Presiden Jokowi.

“ Kami minta juga agar HPN ini agar jadi agenda tetap tahunan Presiden,” sambung Margiono.

Margiono kemudian dalam sambutannya melaporkan kepada Presiden kegiatan demi kegiatan yang telah dilaksanakan di Kota Ambon sejak tanggal 6-9 Februari 2017. Pemerintah sangat berperan banyak dalam kegiatan-kegiatan HPN  2017, yakni beberapa kementerian seperti Kementerian Kesehatan Kementerian Sosial, Kementerian ESDM, Kementerian PAN/RB,  dan Kementerian Perhubungan terlibat langsung memberikan bantuan dan menyumbang program di Provinsi Maluku.

 

Kemudian, Margiono selaku penyelenggara HPN 2017 menyapa satu per satu para pemilik media yang hadir di acara puncak HPN 2017 seperti Surya Paloh, Hary Tanoesudibyo, Chairul Tanjung, Anindya Bakrie dan James Riady.

Sementara, kata Margiono, beberapa bos media lain sayangnya tidak dapat menghadiri acara puncak HPN 2017 seperti Jakob Oetama, Fikri Jufri, Lukman Setiawan dan Dahlan Iskan.

Margiono melaporkan juga kepada Presiden Jokowi di dalam kegiatan Konvensi Nasional Media Massa, Panitia HPN 2017 bersama pemerintah dan penggiat media sosial serta tokoh lainnya telah berdiskusi tentang Hoax. PWI Pusat telah membentuk jaringan wartawan anti hoax yang telah disepakati juga dengan tokoh-tokoh pers serta akan dikembangkan ke seluruh jaringan di Indonesia.

“Hoax tidak akan pernah mampu menggoyang kekuatan bangsa kita yang besar. Hoax tumbuh sebagai dinamika tapi tetap tidak akan menganggu kita,” kata Margiono.

Di akhir sambutannya, Margiono sempat mengajak Presiden Jokowi dan seluruh hadirin yang hadir untuk sejenak menundukkan kepala berdoa bagi tokoh pers yang telah wafat, termasuk salah satunya untuk mendoakan mantan Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azzam yang meninggal dunia di Bumi Para Raja-Raja saat menunaikan tugas mengawal persiapan pelaksanaan HPN 2017 di penghujung tahun lalu.

Selanjutnya giliran Gubernur Maluku Said Assagaff yang menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Presiden Jokowi di Kota Ambon. Melalui perhelatan HPN 2017, Gubernur berharap kebhinekaan dan nasionalisme di Indonesia dapat ditenun kembali untuk membangun peradaban. Gubenur juga mengaku merasa bangga karena Maluku sudah berulang kali sukses menyelenggarakan event bertaraf nasional dan internasinal.

Tema HPN kali ini juga menurutnya sangat pas merepresentasikan potensi maritim yang sangat besar dimiliki oleh Maluku. HPN kali ini bertemakan “Pers dan Rakyat Maluku Bangkit Dari Laut”.

 

“Semua ini karena kekuatan cinta dan kerinduan seluruh yang hadir kepada Maluku. Tema HPN sangat tepat dengan Maluku yang terdiri dari 1.342 pulau. Sesuai juga dengan semangat kemaritiman Indonesia yang dicanangkan Presiden melalui program poros maritime,” kata Asagaff.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo saat mengambil alih podium melaporkan kepada Presiden Jokowi hasil verifikasi media massa yang dilakukan oleh Dewan Pers.

Dewan Pers mendorong verifikasi yang pelaksanaannya dibantu oleh Serikat Perusahaan Pers. Empat peraturan Dewan Pers untuk verifikasi adalah terkait kode etik jurnalistik, standar kompetensi wartawan, standar perusahaan wartawan dan standar perlindungan wartawan.

Dewan Pers telah melakukan verifikasi awal, sampai pukul 16.00 WIB, Senin (6/2) Februari, sebanyak 77 perusahaan pers yang berhasil di verifikasi.

“ Ini baru kick off, nanti dua tahun kedepan akan terus dilakukan. Dewan Pers pada akhirnya bisa menyusun laporan Indeks kemerdekaan pers untuk jadi bahan evaluasi dikaitkan dengan Indeks Demokrasi Indonesia,”kata Yosep.

HPN kali ini, lanjut Yosep adalah kesempaan untuk mengembalikan berita faktual keada media mainstream. Dewan Pers setelah verifikasi akan memberikan logo dan barcode yang bisa di scan atau di foto dengan smartphone, untuk mengecek media sudah verified dan media yang belum terverifikasi.

Sebelum acara penampilan hiburan kesenian lokal khas Ambon, hadirin di puncak acara HPN 2017 mendengarkan sambutan dari Presiden Joko Widodo. Presiden mengucapkan selamat merayakan hari pers nasional kepada seluruh insan pers se Indonesia.

“Selamat Hari Pers Nasional. Peringatan hari pers di Ambon ini memperteguh komitmen kita bersama untuk mewujudkan ekonomi yang merata dan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia,” kata Jokowi.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa media arus utama menghadapi tantangan yang besar karena kehadiran media sosial. Saat ini, semua lapisan masyarakat, hingga level kepala daerah, menteri dan Presiden menggunakan media sosial.

Oleh karenanya, ia menyarankan agar media arus utama mampu bersiasat dan beradaptasi jika tidak ingin gugur di persaingan media.

Di sisi lain, Presiden menyampaikan media sosial juga menjadi hal yang telah membuat pemerintah kerepotan.  Fenomena media sosial ternyata juga telah merepotkan seluruh pemerintah di seluruh negara dunia, tak hanya pemerintah Indonesia. Media arus utama, kata Jokowi, masih bisa diajak untuk duduk bersama dengan pemerintah jika ada permasalahan. Sementara hal itu tidak bisa dilakukan kepada media sosial.

“Media sosial ini memusingkan pemerintah. Ini juga yang saya dengan dari Perdana Menteri dan Presiden negara lain. Semua negara menghadapi, bukan hanya Indonesia, tapi seluruh negara,” ujar Jokowi lagi.

Namun kendati begitu, Presiden yakin ditengah gempuran media sosial, media arus utama tidak akan kehilangan sentuhan dan akurasi serta kedalaman materi.

Presiden memaparkan, digitalisasi media membuat setiap individu berperan menjadi produsen berita. Di media sosial, banjir berita. Ada berita yang objektif, actual, kritikan yang konstruktif namun tak jarang juga penuh berita bohong dan hoax yang menganggu akal sehat. Namun semua itu, kata Jokowi, akan semakin mendewasakan bangsa Indonesia.

“Ada berita yang penuh caci maki, penuh fitnah, yang mengancam persatuan bangsa. Nantinya ini akan mendewasakan kita, mematangkan kita, menjadikan kita tahan uji,” kata Jokowi.

Presiden pun mengajak seluruh insan pers bersama-sama dengan pemerintah menyetop dan mengurangi berita bohong dan hoax atau berita fitnah lainnya. Ia meminta media arus utama harus mampu meluruskan hal-hal yang bengkok, dan membuat jernih kembali media sosial.

Menanggapi perihal verifikasi media massa yang dilakukan oleh Dewan Pers, Presiden mengapresiasi langkah Dewan Pers sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan perlindungan wartawan.

“Melalui verifikasi media massa, masyarakat jadi lebih tahu mana media yang bisa jadi rujukan dan pemberitaan yang valid,” tutup Jokowi.

Menandai acara puncak HPN 2017, Presiden Jokowi didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubernur Maluku Said Assagaff dan Penanggung Jawab HPN 2017 memukul tifa (gendang khas Maluku) sebagai tanda kegiatan HPN 2017 telah mencapai puncak.

Di dalam acara puncak HPN 2017 juga dilakukan penandatangan kesepahaman (MoU) antara Dewan Pers dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Kemudian juga pemberian penghargaan kepada perwakilan penerima penghargaan Adinegoro dan penghargaan Kepeloporan.

Usai acara seremoni peringatan HPN 2017, Presiden menyempatkan diri mengunjungi bantuan-bantuan dari Kementerian-Kementerian yang dipamerkan di Lapangan Tantui, Ambon. Presiden meninjau antara lain bantuan “lampu matahari” dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, bantuan sertifikasi tanah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta bantuan sekolah vokasi sebanyak 1.000 pemuda Maluku, bantuan bus, dan kapal penyeberangan dari Kementerian Perhubungan.

Sebelum meninggalkan Lapangan Tantui, Presiden bersama Ibu Negara dan menteri-menteri Kabinet Kerja melihat hasil-hasil laut Maluku yang di pamerkan di belakang panggung acara puncak HPN 2017.

Panitia HPN 2017

Published in Berita Utama

HPN - Di malam terakhir sebelum acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2017, panitia menggelar Gala Dinner bersama peraih penghargaan kepeloporan media massa di Gedung Islamic Centre, Kota Ambon, Rabu, (8/2). 

Gala Dinner ini dihadiri langsung oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahubura, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Ketua Umum PWI Pusat Margiono. 

Tamu spesial di acara malam ini tak lain adalah para peraih penghargaan kepeloporan media massa yakni Kompas sebagai pelopor humanisme kebangsaan, Tempo peraih kepeloporan investigasi untuk publik, Femina pelopor majalah perempuan, Radio Suara Surabaya sebagai pelopor jurnalisme Warga, Peter F. Gontha sebagai pelopor berita di televisi swasta, Ilham Bintang pelopor jurnalisme infotainment, Karni Ilyas pelopor diskusi berita di Televisi, dan Budiono Darsono pelopor media online. salah satu penerima lainnya yakni Andy F. Noya yang meraih talkshow inspiratif filantropi berhalangan hadir pada malam yang penuh keakraban itu.

Acara gala dinner jelang perayaan puncak HPN ini merupakan pertama kalinya sepanjang perjalanan HPN. Gala Dinner bersama peraih kepeloporan media massa ini tentunya semakin membuat meriah pelaksanaan HPN 2017.

"Belum ada acara HPN sebelumnya semeriah ini. Terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada semua yang hadir," kata Ketua Umum PWI Pusat Margiono juga selaku Penanggung Jawab HPN 2017.

Secara bergiliran, presenter Rahma Sarita yang memandu acara memanggil para peraih anugerah kepeloporan media massa. Masing-masing pemenang menyampaikan testimoni perjalanan mereka selama bergelut di dunia jurnalis hingga dapat meraih penghargaan kepeloporan. 

Karni Ilyas misalnya, ia didaulat oleh Rahma Sarita untuk memperagakan kelihaiannya memandu acara diskusi publik Indonesia Lawyers Club (ILC). Karni pun beraksi seolah tengah memandu acara ILC yang selalu membahas isu-isu panas politik dan hukum di Indonesia.

Sementara, peraih penghargaan lainnya seperti Peter F. Gontha menceritakan perjalanan karirnya di dunia jurnalistik. Ia merintis program berita di televisi swasta di masa Orde Baru. Di masa itu televisi swasta yang ditanganinya, yakni RCTI tidak diizinkan oleh pemerintah melalui Menteri Penerangan Harmoko untuk menayangkan program berita. RCTI hanya boleh menayangkan acara hiburan saja.

Lain lagi pelopor jurnalisme infotainmen Ilham Bintang. Ia menceritakan tentang program infotaiment yang dilahirkannya yakni Cek & Ricek. Nama program ini memiliki arti yakni selalu meneliti kebenaran informasi, dari mana pun berasal. Nama Cek & Ricek diadopsi dari salah satu amanah dalam Kode Etik Jurnalsitik PWI yang menjadi konsep operasional moral wartawan di lapangan. 

"Prinsip inilah yang diberlakukan di internal kami. Untuk menghilangkan keraguan dan demi membuat suatu informasi layak jadi berita, perlu mekanisme check and recheck," ujar Ilham bercerita. 

Di penghujung acara, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan beberapa pandangannya dan kesannya selama bergaul dengan wartawan sepanjang karirnya di dunia militer. 

Panitia HPN 2017

Published in Berita Utama
Wednesday, 08 February 2017 22:20

Konvensi Nasional Media Massa Digelar Di HPN 2017

HPN – Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Kota Ambon Provinsi Maluku semakin semarak dan penuh kegiatan yang positif bagi perkembangan media massa di Indonesia. Sama seperti HPN tahun-tahun sebelumnya, HPN kali ini kembali menggelar Konvensi Nasional Media Massa bertema “Intergrasi Media Nasional Dalam Lanskap Komunikasi, Global: Peluang dan Tantangan” di Baileo Siwalima Kota Ambon, Rabu, (8/2).

Ketua Panitia HPN 2017 M Ihsan dalam pembukaan konvensi melaporkan tentang persiapan hingga pelaksanaan konvensi nasional media massa. Konvensi nasional media massa diawali dari focus group discussion (FGD) untuk menentukan sesi-sesi di dalam konvensi nasional media massa.

“Kami berharap dunia pers siap menerima perkembangan informasi dan teknologi dunia yang terus menerus berkembang,” kata Ihsan.

Hal yang paling penting bagi media massa, lanjut Ihsan adalah bagaimana insan pers bersikap dalam menghadapi perubahan serta dapat menangkap peluang dan menghadapi tantangan media massa kedepan.

Selanjutnya, Ketua Panitia HPN mengatakan hasil kegiatan Konvensi Nasional Media Massa ini akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dalam acara puncak HPN 2017.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menyampaikan ikhwal verifikasi media massa yang tengah dilakukan oleh Dewan Pers. Yosep memaparkan beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh perusahaan media massa agar bisa lolos verifikasi.

Lebih jauh, Yosep mengatakan Dewan Pers mendorong agar perusahaan media memiliki wartawan yang lolos uji kompetensi di era Masyarakat  Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini. Pekerjaan-pekerjaan strategis, termasuk wartawan akan selalu melibatkan unsur ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka dari itu sumber daya manusia dan wartawan Indonesia harus siap bersaing dengan negara-negara di ASEAN lainnya. Uji Kompetensi Wartawan merupakan salah satu upaya agar wartawan Indonesia dapat bersaing di kancah global.

“Mari kita tingkatkan kompetensi kita bersama. Selanjutnya kita juga memiliki isu tentang kesejahteraan wartawan dan isu perlindungan wartawan,” kata Yosep.

Ketua Dewan Pers pada kesempatan ini juga memperkenalkan satu persatu anggota Dewan Pers yang berjumlah 9 orang kepada seluruh peserta Konvensi Nasional Media Massa yang hadir.

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua didaulat untuk membuka secara resmi Konvensi Nasional Media Massa ditandai dengan pemukulan tifa (gendang khas Maluku) didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Ketua Dewan Pers dan Ketua Panitia HPN 2017.

Zeth menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Dewan Pers dan PWI karena telah memberikan kepercayaan kepada Provinsi Maluku untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konvensi Nasional Media Massa yang menghadirkan pembicara-pembicara tingkat nasional dan internasional.

Kepada semua peserta HPN 2017 dan Konvensi Nasional Media Massa 2017, Zeth berpesan agar mengawal perjuangan rakyat Maluku untuk memperoleh status “Lumbung Ikan Nasional” yang sejak lama dinantikan.

“Mudah-mudahan, hari pers nasional membawa suasana baru dan konsep-konsep baru agar kita dapat menghadapi tantangan kedepan,” ujar Zeth.

Konvensi Nasional Media Massa diikuti oleh peserta HPN 2017 dari seluruh provinsi di Indonesia terdiri dari tiga sesi yang memiliki pembicara atau narasumber di masing-masing sesi. Sesi I di moderasi oleh Pengurus PWI Pusat Agus Sudibyo.

 Menkominfo Rudiantara, CEO Baidu Digital Indonesia Bao Jianlei, pendiri Detik.com Budiono Darsono dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibyo menjadi pembicara di sesi pertama ini.

Sesi II bersub-tema “Demokrasi Digital, Nilai Kewargaan, dan Ketahanan Budaya” dimoderasi oleh Ramon Damora dari PWI Kepulauan Riau dengan pembicara Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Budayawan Garin Nugroho, Akademisi Yudi Latif, dan Budayawan berlatar belakang wartawan Sujiwo Tedjo.

Sesi III membahas soal “Hoax, Fake News dan Blokir” dipandu oleh Amir Machmud dari PWI Jawa Tengah. Hadir sebagai pembicara di sesi terakhir ini Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, penggiat Sosial Media Nukman Luthfie, anggota DPR Meutya Hafid, wartawan Arswendo Atmowiloto dan anggota Dewan Pers Imam Wahyudi.

Panitia HPN 2017

 

Published in Berita Utama

Ambon,  - Sebanyak 2000 wartawan yang menjadi peserta Hari Pers Nasional (HPN) 2017 dijamu makan malam dan disuguhi hiburan khas Maluku oleh Pemerintah Provinsi Maluku.

Acara jamuan ini dikemas dalam Acara silaturrahmi Pemerintah Provinsi Maluku dengan Peserta HPN 2017 di pendopoan rumah Wakil Gubernur di kota Ambon,Selasa (7/2/2017) malam.

Hadir dalam jamuan makan malam ini, Menteri Kominfo Rudi Antara, Gubernur Maluku Said Assagaff, Wakil Gubernur Maluku  Zeth Sahuburua, Ketua PWI Pusat Margiono dan Ketua Dewan Pers Bagir Manan dan wartawan se Indonesia.

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dalam sambutanya menyampaikan terima kasih kepada PWI dan Dewan Pers yang telah mempercayai Maluku sebagai tuan rumah HPN 2017.

"Atas nama Pemerintah dan rakyat Maluku, saya ucapkan terima kasih kepada PWI dan Dewan Pers atas kepercayaan besar ini. Dan menurut kami ini sebuah penghargaan karena Maluku merupakan satu dari 7 provinsi yang melahirkan bangsa ini,"katanya.

"Maluku merasa bangga dan luar biasa,"kata Zeth penuh semangat.

Lumbung Ikan Nasional

Dikatakan Wagub bahwa Provinsi Maluku dengan geografis wilayah kepulauan dengan jumlah penduduk 1,7 juta jiwa. Memiliki potensi luar biasa dengan luas lautan mencapai 56.000 meterpersegi dan daratan 54.000 meter persegi serta 1334 pulau.

"Dari hadirnya banyak wartawan di Maluku kami harapkan dapat mengangkat hal-hal baik disini. Biar Maluku bangkit dari laut, Bersama pers Maluku bangkit,"katanya.

Perlu diketahui tegas Wagub, produksi ikan Maluku mencapai 9 juta ton pertahun dan  Maluku menyumbang 30 persen dari produksi ikan nasional. " Target kami Maluku Lumbung ikan nasional, maka dari itu kami harap dukungan dari pers seluruh Indonesia bahwa Maluku bangkit dari laut,"tegasnya.

Dilanjutkan Wakil Gubernur Maluku  Zeth Sahuburua bahwa Maluku sebagai wilayah kepulauan punya kepentingan dan butuh perhatian.Selama ini pemerintah membangun berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk.

"Jumlah penduduk kita masih sedikit begitu juga luas wilayah, Tapi kita tetap konsisten dan Maluku tetap bagian NKRI dengan harapan pemerintah terus memperhatikan Provinsi kepulauan seperti Maluku ini,"katanya.

Sekali lagi, lanjut Wakil Gubernur pihaknya sambut  baik kedatangan wartawan se Indonesia untuk membankitkan harkat dan mertabat agat Maluku sama dengan provinsi lain di Indonesia. (Faz)

sumber : detiksumsel.com

 

Published in Berita Utama

 

HPN - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berharap penyelenggaraan World Press Freedom Day (WPFD) 2017 di Indonesia dapat menjadi sarana promosi pariwisata. Perwakilan insan pers dari seratusan negara diperkirakan akan berkumpul di Jakarta.

"Ini, menurut saya, harus kita manfaatkan bukan hanya sekadar menjadi tuan rumah yang baik, tetapi bisa meng-explore, menjual sesuatu yang ada di industri pers kita dan tidak ada di industri negara-negara lain. Dan tentunya implikasi positif lainnya yang secara tidak langsung seperti pariwisata. Eh ini ada 100 lebih negara hadir loh. Kita promosi pariwisata di situ dan ini pers, media mereka pasti memberitakan di negaranya," ujar Rudiantara di dalam Seminar Persiapan WPFD,  di Baileo Siwaluma, Karang Panjang, Ambon, Maluku, Selasa (7/2).

Di dalam forum seminar yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) ini, Rudiantara pun menyampaikan persiapan menyambut WPDF 2017 sejauh ini telah dilakukan. Rudiantara mengaku kegiatan WPFD 2017 tinggal menunggu Surat Keputusan Presiden.

"Persiapannya kalau substansi lebih banyak oleh Dewan Pers, penyelenggaraan nanti oleh pemerintah, sekarang kita sedang tunggu Keppres-nya. Tapi hal-hal yang dilakukan tanpa harus nunggu Keppres sudah dilakukan, seperti penyiapan, pengadaan berbagai macam lokasi, venue, dan sebagainya. Kemudian untuk media center, itu juga sudah bisa diproses, dimulai, bayarannya nanti nunggu Keppres. Keppres kan ga terlalu lama," jelasnya.

Anggaran yang disiapkan untuk kegiatan ini lebih dari Rp 15 miliar. Biaya kegiatan ini masuk APBN tahun anggaran 2017.

"Anggarannya masuk ke APBN, saya lupa. Di atas Rp 15 miliar," kata Rudiantara.

Ia pun memastikan pengamanan akan dilakukan secara baik dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semua pihak akan turut serta dalam menyukseskan WPFD 2017.

"Insya Allah harusnya tidak ada masalah. Karena kan, di Keppres, ini melibatkan pihak keamanan, kepolisian, TNI, dan sebagainya. Tuan rumah ini negara kok, pemerintah Indonesia, bukan Dewan Pers. Jadi semuanya harus turun tangan untuk menyukseskan hal ini," imbuh Rudiantara. 

Panitia HPN 2017

sumber: Detik.com

Published in Berita Utama

 

Ambon, 7 Februari 2017
Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) menggelar seminar dengan tema Menumbuhkan Kepedulian IKWI Terhadap Masalah Kekerasan Perempuan dan Anak.

Seminar tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2017 yang berlangsung di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (7/2).

Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini, Ir. Agustina Erni Susanti, M.Sc dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Ny. Hj. Retty Assagaff selaku Ketua TP - PKK  Provinsi Maluku, secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Retty mengungkapkan perempuan dan anak adalah warga bangsa yang paling rentan mengalami kekerasan fisik dan psikis padahal keduanya adalah penjamin eksistensi manusia di bumi dan masa depan peradaban.

"Pelecehan dan kekerasan telah menurunkan harga diri, kepercayaan dan kepribadian serta menjadi pengalaman traumatis," ungkapnya.

Guna mengatasi kondisi ini, sudah banyak kelompok masyarakat, LSM dan organisasi pemerintah yang berupaya mengidentifikasi, melakukan sosialisasi, mencegah kekerasan dan mencoba menyembuhkan fisik dan kejiwaan korban.

"Upaya mereka yang luar biasa ini sungguh sangat melegakan hati, meski kita akui bersama upaya ini belum berhasil menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak," lanjut Retty.

Pasalnya, sesuai data yang dikeluarkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia menunjukkan kekerasan pada anak selalu meningkat dari tahun ke tahun secara signifikan.

Dia mencontohkan di tahun 2016 rata-rata terjadi 15 kekerasan pada anak setia harinya dan lebih dari 5000 kasus pada periode waktu yang sama.

"Parahnya lagi, kekerasan itu sendiri sering dilakukan oleh para orang tuanya dengan presentase tertinggi mencapai 90 persen menyusul sekolah dan masyarakat," beber Retty.

Fakta yang sama juga terjadi pada perempuan di mana tingkat kekerasan terbanyak terjadi di dalam rumah dengan presentasi mencapai 61 persen sesuai data Komnas Perempuan.

Untuk itu, diharapkan peran serta IKWI untuk mencegah dan membantu penyembuhan luka batin dan fisik akibat kekerasan.

"IKWI di setiap daerah juga diharapkan untuk dapat menyosialisasikan bahaya dan akibat jangka pendek dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, terus bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait khususnya Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," harapnya.

Karena dengan semua ini, IKWI dapat menjadi kelompok yang dengan rela mendengarkan keluhan, menerima konsultasi dan menghubungkan korban dengan Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak atau Komnas Perempuan.      

Dijelaskan pula, fenomena kekerasan adalah fenomena bola salju yang dapat semakin membesar. Sehingga pemutusan siklus kekerasan dalam rumah tangga adalah hal pentinf yang memperkecil bahkan menghilangkan bola salju tersebut.

"Saya juga berharap agar IKWI dan PWI terus melakukan program sinergis dengan lembaga pendidikan, pemerintah, dunia usaha masyarakat dan media massa sehingga kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat teratasi dengan baik," tukasnya. (dp-19/m-01)

 

Published in Berita Utama
Monday, 06 February 2017 08:28

Permainan Rakyat Dimeriahkan Turis Asing

Ambon, 6 Februari 2017

Permainan Rakyat yang digelar oleh Panitia HPN bidang olaraga bagi pelajar SD di Kota Ambon demi mendukung dan sukseskan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017, ternyata sangat diminati Turis Asing asal Belanda. Permainan Rakyat yang dimainkan berupa asen (permainan strategi menjaga lokasi), gici-gici (melompat dengan satu kaki), benteng (permainan menggunakan strategi perang), sahureka-reka (permainan melompat berirama), enggrang (berjalan dengan menggunakan bambu), terompa panjang dan lompat tali.

Kepala Dispora Maluku yang juga ketua bidang olaraga Semmy Huwae mengatakan, selain untuk memeriahkan HPN 2017, pihaknya sengaja menggelar pertunjukan tradisional Maluku tersebut untuk menghidupkan kembali permainan-permainan rakyat yang sudah mulai menghilang tergerus zaman.

Karena itu, pegelaran permainan lokal akan dilaksanakan hingga 8 Februari 2017. Sedikitnya 40 SD di Ambon akan turut serta dalam pertunjukan itu.

“Pertunjukan rakyat ini bagian dari rangkaian acara untuk memeriahkan HPN di Ambon. Bukan hanya untuk memperkenalkannya kepada kepada tamu-tamu yang datang dari luar, kami sengaja memperagakan kembali permainan-permainan rakyat ini juga untuk masyarakat kita agar tidak lupa,” katanya.

Sebagai daerah kepulauan, kata dia, Maluku memiliki beragam permainan tradisional, tidak hanya menghibur dan menyenangkan, permainan tersebut juga menyegarkan dan menyehatkan tubuh, sehingga sangat cocok dimainkan oleh siapa saja.

“Kami memilih pelajar anak-anak SD untuk memperagakan permainan-permainan ini karena mereka terlihat lucu-lucu. Selain itu kami juga mengemasnya dalam suasana yang santai tapi bermakna,” ucapnya.

Kendati pertunjukan permainan tradisional digelar untuk pelajar SD, tak sedikit masyarakat yang datang menonton. (WM)

Selanjutnya diwaktu malam, masyarakat akan dihibur oleh kesenian khas Maluku, yang akan ditampilkan diatas panggung utama Pameran HPN 2017. Kesenian yang ditampilkan berupa, Tari-tarian, Musik, Puisi dll. Panggung Malam dimeriahkan oleh para pelaku seni lokal yang datang bukan hanya dari kota Ambon, namun juga dari luar Pulau Ambon. (**)

 

Published in Berita Utama

HPN – Pameran HPN dan Maluku Expo 2017 secara resmi di buka oleh Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua di Lapangan Merdeka, Ambon, Senin, (6/2). Acara pembukaan pameran HPN dan Maluku Expo 2017 berlangsung meriah diwarnai dengan tari-tarian dari daerah Tanimbar, Maluku Tenggara Barat. Sekretaris Jenderal PWI Pusat Hendry Ch Bangun, Kapolda Maluku Brigjen Ilham Salahudin dan Penjabat Walikota Ambon Frans Johanes Papilaya mendampingi Wagub Maluku membuka kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Wagub mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta pameran di Kota Ambon. Kegiatan ini menurutnya sangat penting karena di era globalisasi yang penuh dengan persaingan dan kompetisi saat ini, iklim dunia usaha harus sesuai dengan standar internasional agar tidak tertinggal.

Kehadiran dunia usaha di pameran HPN dan Maluku Expo 2017 diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran produk-produk unggulan daerah Maluku.

“Melalui pameran ini kita harapkan dapat meningkatkan pangsa pasar untuk go internasional,” kata Wagub.

Ia optimis kegiatan ini dapat mewujudkan tujuan baik tersebut karena pada kegiatan pameran kali ini, dunia usaha berkolaborasi langsung dengan dunia pers yang juga ikut ambil bagian menjadi peserta pameran. Peluang bisnis di Maluku dan produk-produk industry kreatif serta sektor andalan Maluku yakni kelautan dapat ditulis dan dipromosikan oleh insan pers yang hadir di HPN 2017.

“Ini semua kesempatan yang baik dengan adanya pertemuan dunia usaha dan insan pers. Peluang bisnis Maluku dapat berkembang luas. Produk yang ada dapat dipromosikan oleh pers,” kata Wagub lagi.

Lebih jauh, Wagub juga berharap agar melalui perhelatan pameran HPN dan Maluku Expo hingga menginjak acara puncak HPN 2017 nanti, pers dapat terus mendorong potensi-potensi yang dimiliki oleh Maluku agar nantinya ada hasil yang konkret untuk kemajuan Maluku. Wagub mengatakan, rakyat Maluku melalui HPN 2017 ini sangat berharap agar Presiden Jokowi mencanangkan Maluku sebagai lumbung ikan nasional.

“Kami berharap HPN 2017 menghasilkan keputusan penting yakni status lumbung ikan nasional oleh Presiden Jokowi,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan kembali bahwa HPN 2017 menjadi momentum yang besar bagi rakyat Maluku. Ada banyak tamu-tamu penting, baik nasional maupun internasional yang hadir di Ambon. Tak kurang dari 3.000 orang akan memadati Kota Ambon selama perhelatan HPN 2017. Animo yang begitu besar ini akan menjadi berkah bagi Maluku di kemudian hari karena akan banyak potensi-potensi Maluku yang terangkat, di tulis, dan di kabarkan.

“HPN 2017 akan memberikan efek yang besar bagi Maluku. PWI berkeinginan agar Maluku berdiri sejajar dengan provinsi-provinsi lain. Maluku sangat penting bagi PWI Pusat, karenanya kami lebih memilih Maluku sebagai tuan rumah HPN dibandingkan calon-calon lainnya,” kata Hendry.

Pameran HPN dan Maluku Expo 2017 diikuti oleh 128 stand yang memamerkan produk-produk nasional, kerajinan tangan dan juga hasil industry kreatif lainnya. Media massa cetak dan elektornonik juga ikut mendirikan stand di pameran yang akan  berlangsung dari tanggal 5 hingga 9 Februari ini.

Pembukaan pameran HPN dan Maluku Expo 2017 dibuka secara resmi oleh Wagub Maluku ditandai dengan pemukulan tifa (sejenis gendang) dan pelepasan balon udara oleh Wagub didampingi oleh Sekjen PWI Pusat. Tak sampai disitu, di penghujung acara diwarnai dengan penandatangan serta peluncuran buku berjudul “Bersatu Manggurebe Maju” yang ditulis oleh para wartawan asli tanah Maluku.

Panitia HPN 2017

Published in Berita Utama

 

Ambon, 5 Februari 2017

Meski baru akan dibuka secara resmi hari Senin 6 Februari 2017, namun Pameran HPN dan Maluku Expo 2017 sudah bisa dikunjungi warga dari hari ini.

Tercatat ada sekitar 128 Stand yang dibuka, dengan peserta yang beragam. Baik dari Dinas-Dinas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Kabupaten, BUMN, BUMD, Swasta, dan Insan Pers, juga Media Nasional.

"Besok Pak Gubernur yang membuka pameran secara resmi. Tapi hari ini pameran sudah terbuka untuk umum," kata Ketua Bidang Pameran Panitia HPN 2017 Adhy Tristanto di Lapangan Merdeka, Ambon, Minggu, (5/2).

Khusus di pameran HPN 2017, tersedia panggung untuk hiburan bagi pengunjung. Panggung ini akan diisi dengan penampilan-penampilan musik dan hiburan lainnya. Sementara, di luar tenda pameran, panggung hiburan utama sudah terpasang. 

Panggung utama ini menjadi titik acara Hiburan Rakyat pada Rabu malam, (7/2). Artis lokal akan menghibur masyarakat Maluku dan membuat kegiatan HPN 2017 semakin semarak.

Published in Berita Utama
Wednesday, 01 February 2017 22:01

Menyambut HPN Pemerintah Gelar Donor Darah

 

Ambon, 1 Februari 2017

Pemerintah menggelar kegitan Donor Darah dalam rangka mensukseskan Hari Pers Nasional 2017, yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan PMI dan melibatkan PNS lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan TNI/Polri serta turut serta teman-teman dari Insan Pers pun ikut menyumbangkan darah dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku Lantai 6 Ambon.

155 peserta hadir dalam kegiatan ini sedangkan target peserta sebelumnya adalah 200 orang. (**)

 

 

Published in Berita Utama
Page 1 of 2

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca Tour De Molvccas 18-22 September 2017
 

Stage 1 - 18 September

Stage 2 - 19 September

Stage 3 - 20 September

Stage 4 - 21 September

Stage 5 - 22 September


 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top