Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

SERAM BAGIAN BARAT

MENGENAL SERAM BAGIAN BARAT

 

Aspek Geografi

 

PETA

kabupaten Seram Bagian Barat merupakan bagian dari Provinsi  dengan luas wilayah 84.181 kilometer persegi atau sekitar 11,82 persen dari total luas wilayah Provinsi Maluku. Secara geografis Kabupaten terletak di 2,550 Lintang Selatan sampai 03,30 0 Lintang Selatan dan 127 0 Bujur Timur sampai 55 0  Bujur Timur.

Jumlah dan Luas Wilayah dan Kondisi Desa dan Dusun di Kabupaten Seram Bagian Barat

No Kecamatan Ibukota Kecamatan Jumlah Luas Wilayah Kondisi
Desa Dusun
1 Kairatu Kairatu 7 8 1.811.60 Pesisir
2 Kairatu Barat Kamal 5 Pesisir
3 Amalatu Latu 7 2 Pesisir
4 Inamosol Hunitetu 6 6 Pegunungan
5 Elpaputih Elpaputih 7 3 Pesisir & Pengunungan
6 Seram Barat Piru 7 20 879.92 Pesisir & Pegunungan
7 Huamual Luhu 5 31 Pesisir
8 Taniwel Taniwel 19 3 1.915.12 Pesisir & Pegunungan
9 Taniwel Timur Uweng Pantai 15 Pesisir
10 Waesala Waesala 7 26 569.36 Pesisir
11 Kepulauan Manipa Tomalehu Timur 7 13 Pesisir
  Jumlah   92 112 5.176.00  

Secara administratif di sebelah Utara berbatasan dengan Seram, di sebelah Selatan berdampingan dengan Kabupaten Maluku Barat Daya, di sebelah Timur bersebelahan dengan Kabupaten Maluku Tengah, dan di sebelah Barat  bertetangga dengan Kabupaten Buru Pemekaran kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 s/d 10 tahun 2010 tentang Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Secara topografi wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki kondisi alam, pada umumnya merupakan daerah dataran (Plain), berbukit (hylly) dan bergunung (mounyaneous). Kemiringan lereng berada pada berbagai kelas yaitu datar (0-3%), landai/berombak (3-8%), bergelombang (8-15%), agak curam (16-30%), curam (31-50%), dan sangat curam/bergunung (˃50%).

Secara klimatologi Kabupaten Seram Bagian Barat  Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki ilkim Laut Tropis dan Iklim Musiman. Temperatur udara rata-rata 26,4oC, temperature maksimum rata-rata 31,4oC dan temperature minimum rata-rata 22,oC. Jumlah curah hujan rata-rata 198 mm dengan nilai tertinggi terjadi pada bulan Juli yaitu 508 mm dan terendah pada bulan Februari yaitu 48 mm, sedangkan jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober yaitu 24 hari dan yang sedikit pada bulan Februari yaitu 3 hari. Intensitas penyinaran rata-rata sebesar 58 %, yang tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu sebelas 74% dan yang tersedikit terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 39%. Kelembaban udara rata-rata sebesar 86% dan tekanan udara rata-rata sebesar 1011,9 (mlb). Kecepatan angin rata-rata 3 knot dengan arah angin terbanyak dari arah tenggara, sedangkan kecepatan angin terbesar terjadi pada bulan Juli sebesar 19 knot dari arah barat

Aspek Demografi

Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat sampai akhir tahun 2014 sebanyak 180.256 jiwa. Pertumbuhan penduduk pada tahun 2014 mengalami pergerakan melambat, dari 0,50 pada tahun 2013 menjadi 0,01 pada tahun 2014.

Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun  2010 – 2014

Tahun Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk
1 2 3
2010 173 222
2011 178 020 2.77
2012 180 398 1.34
2013 179 781 0.5
2014 180 256 0.01

Luas wilayah dan jumlah penduduk menurut kecamatan tahun 2014

Kecamatan  Luas  Penduduk Kepadatan
Km2 % Jiwa %
1 2 3 4 5 6
Kairatu 329,65 4,74 24190 13,42 73
Kairatu Barat 132,25 1,90 13680 7,59 103
Amalatu 665,35 9,58 11425 6,34 17
Inamosol 504,61 7,26 5527 3,07 11
Elpaputih 1.165,74 16,78 5108 2.83 4
Seram Barat 503,33 7,24 28420 15,77 56
Huamual 1.162,99 16,74 40909 22,69 35
Waesala 409,65 5,90 26732 14,83 65
Kep. Manipa 159,71 2,30 6046 3,35 37
Taniwel 1.181,32 17,00 12626 7,00 11
Taniwel Timur 733,80 10,56 5593 3,10 8
Seram Bagian Barat 6.948,40 100 180256 100 26

Aspek Kesejahtraan Masyarakat (ekonomi)

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Seram Bagian Barat pada tahun 2014 lebih tinggi dibandingkan tahun 2013. Laju pertumbauhan PDRB Seram Bagian Barat tahun 2014 mencapai 6,16 persen, sedangkan tahun 2013 sebesar 4,55 persen. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku 2013 adalah 1.783 triliun rupiah dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 2.024 triliun rupiah.

Data pertumbuhan PDRB.

Laju Pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku dan harga konstan (persen) tahun 2010 – 2014 Kabupaten Seram Bagian Barat.

No   2011 2012 2013 2014
    Hb Hk Hb Hk Hb Hk Hb Hk
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 11,00 3,25 12,40 4,52 12,84 3,34 11,91 6,14
2 Pertambangan dan Penggalian 18,00 9,42 15,75 9,58 11,80 4,37 21,40 8,51
3 Industri Pengolahan 13,95 5,13 12,44 5,74 12,13 4,55 13,99 8,03
4 Pengadaan Listrik dan Gas (3,70) 7,77 5,79 8,59 (6,57) 3,12 38,75 31,85
5 Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 9,16 4,14 6,01 2,49 4,93 2,45 4,69 2,39
6 Kontruksi 22,10 9,43 15,90 5,03 17,40 8,02 16,45 6,70
7 Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 14,68 8,65 15,94 9,60 12,85 5,72 9,63 4,14
8 Transportasi dan Pergudangan 9,63 6,18 8,99 6,87 16,33 6,00 16,00 8,25
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan minum 11,82 3,64 18,35 8,94 14,83 6,55 10,93 4,89
10 Informasi dan Komunikasi 7,90 7,71 6,55 6,35 10,30 7,67 16,00 8,59
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 30,54 22,98 18,98 8,37 16,32 11,19 15,63 9,97
12 Real Estat 11,13 3,88 13,69 6,72 8,57 2,64 11,53 6,94
13 Jasa Perusahaan 8,60 4,58 13,97 8,29 12,64 7,14 15,05 8,86
14 Adm. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 24,99 7,98 20,21 9,08 12,19 4,23 15,80 5,30
15 Jasa Pendidikan 9,31 1,69 15,10 6,76 12,12 6,18 19,64 9,60
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 14,94 5,07 16,87 9,60 8,57 0,03 8,74 2,19
17 Jasa Lainnya 8,94 0,83 6,42 1,08 13,59 0,92 10,58 4,74
  PDRB 15,36 5,87 14,65 6,39 13,12 4,55 13,52 6,16

 

PDRB Perkapita menurut lapangan usaha Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun (Juta Rp) 2010 – 2014

Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013 2014
1 2 3 4 5 6
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 2,38 2,63 2,86 3,16 3,54
Pertambangan dan Penggalian 0,06 0,07 0,09 0,11 0,13
Industri Pengolahan 0,34 0,36 0,40 0,45 0,50
Pengadaan Listrik dan Gas 0,004 0,003 0,004 0,004 0,004
Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
Kontruksi 0,34 0,43 0,66 0,81 0,93
Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 0,51 0,57 0,64 0,73 0,84
Transportasi dan Pergudangan 0,24 0,25 0,27 0,30 0,32
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,05 0,05 0,06 0,07 0,08
Informasi dan Komonikasi 0,08 0,09 0,010 0,11 0,11
Jasa Keuangan dan Asuransi 0,13 0,14 0,15 0,19 0,23
Real Estat 0,03 0,03 0,04 0,04 0,05
Jasa Perusahaan 0,02 0,02 0,02 0,02 0,03
Administrasi. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 0,84 1,11 1,22 1,52 1,82
Jasa Pendidikan 0,15 0,18 0,19 0,21 0,24
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,19 0,21 0,24 0,27 0,32
Jasa Lainnya 0,13 0,15 0,16 0,18 0,19

 

ARTI LAMBANG KABUPATEN MALUKU SERAM BAGIAN BARAT


Lambang Daerah Tingkat II Seram Bagian Barat “SAKA MESE NUSA” yang  berarti “JAGA DAN PERTAHANKAN PULAU”.

Pengertian lengkap dari Lambang Daerah “SAKA MESE NUSA” sesuai  Keputusan Bupati Nomor: 001-32-56 Tahun 2005 tanggal 21 April 2005 tentang Penetapan Lambang Kabupaten Seram Bagian Barat adalah sebagai berikut:

  • STRUKTUR DESIGN BENTUK

Logo ini didesign dengan mengambil bentuk perisai sebagai wadah yang memuat instrumen sebagai berikut:

  1. Nama Kabupaten Seram Bagian Barat;
  2. Bidang warna kuning  biru di atas warna dasar  merah dengan dilingkari warna  hitam pada bagian tepinya;
  3. Padi dan kapas yang bersilang pada bagian tangkainya yang diikat dengan tiga simpul tali;
  4. Tiga buah gunung dengan dasar warna hijau;
  5. Satu buah bintang tepat diatas gunung;
  6. Parang dan Tombak;
  7. Pita yang bertuliskan “SAKA MESE NUSA”.
  • KOMPOSISI DAN MAKNA WARNA

Logo ini memiliki komposisi dan makna warna sebagai berikut:

  1. Warna Merah sebagai warna dasar bermakna keberanian yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
  2. Warna Putih mengandung makna kesucian dan keluhuran jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  3. Warna Hitam mengandung makna kekuatan adat istiadat sebagai bagian dari budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  4. Warna Kuning mengandung makna kemakmuran  dan kebebasan jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dan juga alamnya.
  5. Warna Biru mengandung makna kedalaman cinta seluruh relasi Kabupaten Seram Bagian Barat baik dalam relasi sosial budaya maupun terhadap lainnya.
  6. Warna Hijau melambangkan kesuburan dan kehidupan yang menuju kepada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  • FILOSOFI LOGO
  1. Bentuk Perisai mengandung makna filosofi perjuangan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Bangsa Indonesia untuk membentuk kabupaten-kabupaten baru (termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat) sebagai bukti upaya nasional untuk mendorong percepatan pencapaian tujuan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Tulisan Kabupaten Seram Bagian Barat dengan warna putih di atas warna dasar merah ecara filosofi bermakna adanya keberanian dari seluruh masyarakat Maluku khususnya asyarakat Seram Bagian Barat untuk membentuk suatu pemerintahan pada tingkat kabupaten dimana hal tersebut telah diperjuangkan secara berjenjang, terstruktur, dan pada akhirnya endapatkan legitimasi dengan Undang-undang No.  40 Tahun 2003.
  3. Lambang bintang tepat di atas gunung mengandung filosofi religius yang sangat dalam bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah meridhoi pembentukan Seram Bagian Barat sehingga akan menyejahterakan  seluruh masyarakat dan bangsa yang berdiam didalamnya.
  4. Tiga buah gunung dalam satu pulau di atas laut mengandung filosofi budaya Maluku yang sangat kuat melekat dengan masyarakat pendukungnya sehingga secara strategis konsep pembangunan dibangun dalam pendekatan LOU NUSA LOU HATA. Tiga buah gunung juga melambangkan pendekatan sejarah budaya Tiga Batang Air ETI, TALA, dan SAPALEWA. Bahwa tidak dilukiskannya pancaran air, hal tersebut didasari pada konsep pikir bahwa pada gunung itulah terkandung mata air yang memancar menjad tiga aliran di atas.
  5. Secara filosofi bidang kuning menggambarkan kemakmuran yang akan dicapai oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  6. Bidang biru melambangkan potensi sumber daya laut yang dimiliki oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  7. Padi dan kapas mengandung filosofi kesejahteraan sosial  yang akan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jumlah 18 pada padi dan 11 pada kapas, melambangkan tanggal 18 November 2003 saat Kabupaten Seram Bagian Barat  ditetapkan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2003.
  8. Parang dan tombak mengandung filosofi pertahanan rakyat secara tradisional untuk menjaga keutuhan wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat. Konsep menjaga yang dimaksud tidak diartikan secara fisik dan atau tidak diarahkan kepada anarkisme tetapi konsep pertahanan  dalam bentuk pendekatan pemikiran yang terstruktur dalam dimensi hukum yang memiliki kepastian.
  9. Tiga ikatan tali pada tangkai padi dan kapas mengandung makna filosofi sejarah budaya Tiga Batang Air dan adat istiadat masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  10. Pita dengan tulisan SAKA MESE NUSA secara filosofi memiliki makna kesetiaan untuk menjaga pulau/Kabupaten Seram Bagian Barat.
  11. Moto SAKA MESE NUSA mengandung pengertian yang sangat dalam. Sebuah semboyan yang sudah ada sejak zaman datuk-datuk, yaitu suatu himbauan dan dapat juga dikatakan panggilan kepada siapa saja yang berada dalam wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai satu kesatuan teritorial pada Pulau Seram/Nusa Ina untuk menjaga dan memper-tahankan pulau ini sekuat-kuatnya dengan bertumpu pada kekuatan adat istiadat. SAKA MESE NUSA artinya jaga dan pertahankan pulau ini.

 

VISI DAN MISI

Visi

"TERWUJUDNYA SERAM BAGIAN BARAT YANG AMAN, RELIGIUS, MAJU, DEMOKRATIS, DAN SEJAHTERA"

 

Misi

  • Menciptakan kestabilan daerah dengan kehidupan masyarakat yang aman serta menghargai kemajemukan dan budaya lokal.
  • Mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang religius, saling menghargai, dan toleransi dalam kebersamaan.
  • Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.
  • Meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam penyelengggaraan pemerintahan dan pembangunan.
  • Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab.
  • Mewujudkan kemajuan daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pengelolaan sumberdaya alam yang efektif, dan penyediaan infrastruktur wilayah yang merata dan memadai.

 

 

Semmy

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI (TES TERTULIS DAN WAWANCARA) CALON TENAGA PENDAMPING

PROFESIONAL PROGRAM PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD)

PROVINSI MALUKU TAHUN 2017

 

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI .PDF

 

 

 

 

 

Thursday, 14 September 2017 01:26

PEMBERITAHUAN TERKAIT TOUR DE MOLVCCAS

 

Berikut beberapa Pemberitahuan Mengenai Tour De Molvccas yang akan diselenggarakan pada tanggal 18-22 September 2017

 

Untuk diketahui :

1. Hari Jumat, 15 September 2017 akan dilaksanakan Simulasi Penutupan Jalan pada Pukul 14.00 WIT

2. Pada Tanggal 22 September 2017 akan dilaksanakan Penutupan Jalan Untuk Jalur Lintasan Etape 5 Pada Pukul 13.00 - 17.00 WIT

 

 PEMBERITAHUAN JALUR LINTASAN ETAPE 5

 

KERJA BAKTI BERSAMA 

 

KEGIATAN CYCLYNG FOR ALL

Wednesday, 13 September 2017 15:28

Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia di Kota Ambon

 

 

Ambon, 12 September 2017. Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia  ke 16 yang diselenggarakan pada tanggal 12-16 September 2017 dikemas dengan tema Ekspresi Peradaban Kebangsaan. “Tema ini sesungguhnya merefleksi eksistensi kemandirian dan daya tahan, adaptasi dan kreatifitas yang diharapkan bermuara pada sebuah harmoni Indonesia raya” begitu disampaikan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, M.Saleh Thio pada sambutannya. “Sedangkan untuk tema pemeran Besar Seni Rupa Indonesia adalah “Huele” yang bermakna sebagai sebuah ekspresi kabar baik yang ingin disampaikan kepada semua orang dimana saja berada bahwa disini di kota Ambon Provinsi Maluku, telah berkumpul seniman hebat dari seantero Tanah Air Beta, Tanah Air Indonesia” tambahnya.

Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke 16 ini dihadiri oleh 26 Provinsi yaitu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, seluruh Provinsi Kalimantan dan Sulawesi, Jogjakarta, Papua dan Papua Barat.

Pameran Seni Rupa diikuti oleh 33 Provinsi dengan 66 Karya Seni Rupa, turut serta 14 Seniman Nasional yang diundang dan 20 Seniman lokal dari Maluku, dengan total seniman 100 orang.

Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan Restu Gunawan memuji penyelenggaran Acara Temu Karya Taman Budaya di Maluku dengan kata “beruntung” untuk Taman Budaya di Maluku, karena menurutnya ada banyak Taman Budaya di Indonesia yang tidak seberuntung di Maluku, berikut Restu juga memuji Pemerintah Daerah yang sudah mendukung Eksistensi Taman Budaya-nya dengan baik.

Dalam Sambutannya Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff menyampaikan “Seni merupakan sebuah ekspresi peradaban yang bersifat universal, walaupun diekspresikan dalam berbagai undang-undang, nada, rupa warna dan bentuk yang berbeda-beda tetapi selalu menghadirkan rasa keindahan, kenyataan tersebut dapat dilihat pada Indonesia sebagai salah satu negara yang berciri achipelago atau kepulauan dan negara yang multikultural terbesar didunia, yang terdiri dari 665 bahasa daerah, 300 suku bangsa, dan ribuan sub suku bangsa, 6 agama resmi, ratusan agama suku yang tersebar pada kurang lebih 17 ribu pulau”.

Dalam kesempatan ini Gubernur Maluku memberikan cinderamata kepada para kepala Taman Budaya, dan yang mewakili dari Provinsi yang hadir. Gubernur Maluku juga mendapatkan Cinderamata khas dari para Kepala Taman Budaya Daerah yang mencerminkan kebudayaannya masing-masing. (*)

 Foto : Kominfo Promal

Saturday, 09 September 2017 01:19

Wagub Lepas Jalan Santai Jelang Haornas


AMBON - Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua melepas jalan santai jelang Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXIV tahun 2017, yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku, dari Lapangan Merdeka Ambon, Jumat (8/9/2017).

Ketika melepas ratusan peserta jalan santai tersebut, Wagub katakan, acara yang digelar ini sebagai tanda kesiapan Maluku menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 tahun 2017, yang akan di selengarakan di Papua nanti.

Acara jalan santai ini diikuti oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, kesatuan TNI/Polri dan Siswa/siswi dari sejumlah SMA di Kota Ambon. Rute jalan santai antara lain melintasi ruas Jalan Raya Pattimura – Kapitan Ulupaha – Said Perintah – AM Sangadji – AY Patty dan kembali lagi ke Lapangan Merdeka.

Sebagaimana diketahui, tanggal 9 September diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional tak lepas dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama (1), yang digelar di Surakarta, Solo, Jawa Tengah pada tanggal 9 September – 12 September 1948.

Tanggal 9 September 1948 menjadi tanggal pembukaan PON kala itu, lantas ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional.

PON I ini, diresmikan oleh Presiden Soekarno, dan acara penutupannya dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX Selaku Ketua Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) (sebelum bergabung dengan KONI dan sejak 2007 menjadi Komite Olimpiade Indonesia).

Pekan Olahraga Nasional I diikuti oleh 600 atlet yang bertanding pada 9 cabang olahraga, yakni Atletik, Lempar Cakram, Bulu tangkis, Sepak Bola, Tennis, Renang, Pencak Silat, Panahan dan Bola Basket.

Jumlah total medali (emas, perak, perunggu) yang diperebutkan sebanyak 108 medali. Pesertanya bukan pada tingkat provinsi melainkan pada tingkat Kota dan Karesidenan.

Ada 13 partisipan yakni Surakarta, Yogyakarta, Bandung, Madiun, Magelang, Malang, Semarang, Pati, Jakarta, Kedu, Banyuwangi dan Surabaya.

Peraih medali terbanyak di ajang PON pertama adalah kota Solo atau Surakarta dengan total medali sebanyak 36 medali dengan rincian, 16 Emas, 10 Perak dan 10 Perunggu.(*)

Foto: Humas Promal

 

Wednesday, 06 September 2017 02:59

Pemprov Beri Award Buat Putra-Putri Terbaik Maluku


AMBON - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memberikan penghargaan kepada 13 putra-putri atau Anak Negeri terbaik daerah ini, lewat ajang Siwalima Award 2017, yang berlangsung di Natsepa Hotel, Ambon, Sabtu (2/8/2017) malam. "Apa yang diberikan hari ini, bukanlah akhir dari penghargaan pemerintah daerah kepada individu atau lembaga yang telah berjasa luar biasa kepada daerah ini. Semua karya anak negeri, akan diberikan berkelanjutan dari tahun ke tahun," ujar Gubernur Maluku, Said Assagaff, pada ajang pemberian penghargaan tersebut.


Dua anak negeri dari 13 penerima penghargaan tersebut, yakni mantan Gubernur Maluku Almarhum M. Saleh Latuconsina dan mantan Gubernur Karel Albert Ralahalu. “Pak Karel menyampaikan tidak bisa hadir, karena masih di Malaysia. Beliau menyampaikan terima kasih atas penganugerahan ini. Begitu juga disampaikan oleh keluarga almarhum Pak Saleh Latuconsina,” ungkap Gubernur, saat memberikan plakat penghargaan Siwalima Award.
Pemberian penghargaan dengan kategori karya utama pembangunan disampaikan Gubernur Maluku Said Assagaff kepada kelurga almarhum M. Saleh Latuconsia, dan keluarga Karel Ralahalu.

Saleh Latuconsina merupakan penggas konsep pembangunan Gugus Pulau di Maluku, sedangkan Karel Ralahalu nilai berjasa dalam membangun perdamaian di Maluku.
Selain dua katagori utama Karya Pembangunan, Pemprov Maluku juga memberikan penghargaan Siwalima Award kepada sebelas kategori di berbagai bidang.
Kategori tersebut antara lain:

1. Sastra dan Budaya kepada Ahmad Umarella,

2. Kesehatan kepada dr. Andy Louhenapessy,

3. Lingkungan untuk Eliza Kissya,

4. Perikanan untuk Wilthimus Maail,

5. Musik untuk Almarhum Omsimus Sapury

6. Pendidikan untuk Yayasan Heka Leka.

7. Pemuda dan Olahraga untuk Adyos Astan,

8. Media untuk Pemimpin Redaksi Suara Maluku Drs. Oktovianus Pinontoan,

9. Perdamaian untuk Sr. Dra. Brigitina Renyaan, SRM,

10. Perempuan untuk Yulia Awayakuane dan

11. UKM dan Koperasi untuk Nike Lidiya Astuti Aritovani, ST.(*)

Foto : Humas Promal

 

AMBON - Guna membangun Maluku yang lebih baik ke depan, Gubernur Maluku Said Assagaff meminta setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk selalu melakukan inovasi.

"Saya minta seluruh SKPD Provinsi Maluku untuk memberikan inovasi, seperti yang sudah saya lakukan, ketika melakukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dimana semua SKPD menginap di rumah penduduk," ujar Assagaff kepada wartawan, usai membuka Festival Teluk Ambon 2017, di Taman Jembatan Merah Putih (JMP), Jumat (8/9/2017).

Assagaff meyakini, tidak ada satu pun gubernur di Indonesia, yang melakukan rapat kerja dan tingal di rumah penduduk. Apa yang dilakukannya ini disebutnya inovasi. Dan dia sudah membuka jalan tersebut.

Seperti diketahui, di setiap Rapat Kerja Daerah, Gubernur Maluku yang dilantik 10 Maret 2014 ini, selalu membawa seluruh SKPD bersamanya dan tingal di rumah-rumah penduduk.

“Saya minta setiap dinas untuk memberikan satu inovasi ke saya. , Bisa atau tidak,“ tandas Assagaff.

Permintaannya itu menurut Assagaff, sudah dia sampaikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Hamin Bin Thahir, untuk diteruskan ke setiap SKPD di semua kesempatan rapat.

“Saya sudah mintakan kepada Sekda untuk selalu menyampaikan hal ini ketika mengadakan rapat dengan seluruh SKPD Provinsi," ujarnya.

Perkembangannya, menurut Assagaff, sampai saat ini seluruh SKPD belum memberikan inovasi yang diharapkannya. Yang baru dilakukan SKPD sekarang, dinilainya baru sekadar terobosan.

“Sampai sekarang tidak ada satu SKPD yang memberikan inovasi, tapi hanya terobosan, yang sudah ada itu dipercepat. Itu bukan inovasi tapi terobosan,” nilainya.

Assagaff meminta SKPD membuat sesuatu yang baru, karena sebagai Gubernur Maluku, dia sudah mengambil langkah duluan dan memberikan contoh soal inovasi itu.

“Saya kan sudah melakukan inovasi. Kalo bisa SKPD harus lebih cepat dari saya,” tegasnya sambil tersenyum.(*)

 

 

 

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff menantang Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah (Malteng) masa jabatan 2017-2022, Tuasikal Abua dan Marlatu Leleury, hasil Pilkada Serentak tanggal 15 Februari 2017 lalu, untuk menunjukkan kinerja lebih, pada masa kepemimpinan kedua pasagan ini.

Tantangan tersebut disampaikan Gubernur Assagaff, saat melantik Tuasikal Abua dan Marlatu Leleury, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.81-7627 Tahun 2017 dan SK Mendagri nomor 132.81- 7628 Tahun 2017, tanggal 28 Agustus 2017, di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, di Ambon, Jumat (8/9/2017).

Menurut Gubernur Assagaff, Kabupaten Malteng adalah kabupaten tertua di Provinsi Maluku. Kabupaten ini telah banyak melahirkan kabupaten-kabupaten pemekaran.

Dia meyakini kedua pejabat, Bupati dan Wakil Bupati, telah banyak bekerja keras dalam masa kepemimpinan lima tahun lalu. Namun hendaknya jangan berpuas diri, sebab tanggungjawab di masa kepemimpinan kedua ini akan semakin sulit.

"Saya menantang kedua saudara, Bupati dan Wakil Bupati, untuk berbuat lebih banyak lagi. Beranilah melakukan terobosan, inovasi dan lompat and lompatan dalam menjalankan pembangunan," imbaunya.

Assagaff juga menyarankan kedua pejabat ini, untuk mencermati dan menemukan setiap peluang, yang bisa diangkat sebagai pemicu bagi percepatan pembangunan.

"Sebagai pimpinan daerah, kita mesti inovatif dan berpikir selangkah lebih maju. Terlebih level kabupaten kota adalah level pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujarnya.

Karena itu, Assagaff meminta Bupati dan Wakil Bupati Malteng, agar memerintahkan para pimpinan OPD, untuk menghasilkan setidaknya satu inovasi kerja, yang langsung bisa dipraktekkan ke masyarakat.

Maluku Tengah, disebut Assagaff, selama ini memiliki rekam jejak masalah perbatasan dan konflik antarnegeri yang cukup tinggi.

Lantaran itu, Assagaff berharap kedua pejabat ini bisa lebih serius menyelesaikan sampai ke akar masalahnya. Dengan cara menemukan solusi yang lebih inovatif dan komprehensif, sehingga kerukunan "Hidup Orang Basudara" dapat berdiri tegak.

"Rangkul semua komponen masyarakat, untuk sama-sama baku pegang tangan, baku bantu pikol hahalang, baku tongka angka beban, baku tolong bangun negeri, demi menghadirkan Maluku Tengah yang lebih baik," tandasnya.

Sebelumnya, saat mengawali sambutannya usai melantik Tuasikal dan Leleuri, Gubernur Assagaff meminta para undangan, untuk sejenak mengheningkan cipta, seraya mendoakan almarhum Fadly Silawane, Mantan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku yang telah ikut bekeria keras, termasuk bekerja untuk suksesnya Pilkada di Maluku Tengah.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak KPU dan Bawaslu, serta Panwaslu di Provinsi maupun Kabupaten Maluku Tengah, bahkan keterlibatan proaktif aparat keamanan TNI/Polri dan semua elemen masyarakat Maluku Tengah yang telah bekerja keras mengawal suksesnya pilkada, sampai pada pelaksanaan pelantikan hari ini," paparnya.

Setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, dilanjutkan pelantikan ketua tim penggerak PKK Malteng Ny. Tuasikal Abua oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Ny. Retty Assagaff. Hadir dalam pelantikan ini, unsur Muspida Maluku, Wagub Maluku Zeth Sahuburua, Sekda Maluku Hamin Bin Thaher dan Ketua DPRD dan anggota DPRD Malteng.(*)

Foto: Humas Promal

PENGUMUMAN PEMANGGILAN PELAKSANAAN SELEKSI WAWANCARA CALON TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL PROGRAM  PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD) PROVINSI MALUKU TAHUN 2017

 

PENGUMUMAN SELEKSI WAWANCARA.PDF

LAMPIRAN TES WAWANCARA.xlsx

JADWAL WAWANCARA.xlsx

 

 

 

Saturday, 09 September 2017 02:08

Gubernur Buka Festival Teluk Ambon 2017

 

 Pembukaan Festival Teluk Ambon oleh Gubernur Maluku

Ambon, 8 September 2017 : Gubernur Maluku, Said Assagaff meninjau penyelenggaraan pameran Festival Teluk Ambon 2017 yang berlangsung di taman Jembatan Merah Putih (JMP), Jumat (8/9).


Peninjuan dilakukan Gubernur Said seusai membuka pelaksanaan Festival Teluk Ambon tahun ke-12.

Tidak hanya meninjau pameran yang memamerkan foto-foto pariwisata dan instagram milik 22 fotografer asal Kota Ambon dan Tual, kuliner dan industri kreatif, tetapi menyempatkan berbincang dengan para pelaku usaha.

Gubernur menyatakan, Teluk Ambon dari dulu hingga sekarang menjadi jembatan perjumpaan berbagai peradaban bangsa di dunia, baik dalam misi perdagangan dan ekonomi, penyiaran agama, dan penaklukan atau penjajahan.

Hal ini menjadikan Maluku, khususnya Ambon sangat multikultural dan kosmopolik karena adanya percampuran budaya, sehingga tidak mengherankan jika bisa ditemukan berbagai macam suku dan sub suku bangsa dan marga di daerah ini.

"Ambon sangat kaya dan indah untuk dinikmati dan dipromosikan. Di Maluku kita bisa menemukan berbagai macam suku bangsa dari beragamnya marga, selain ratusan marga lokal," katanya.

Akulturasi atau percampuran budaya asing dengan lokal juga bisa terlihat pada berbagai kesenian daerah, misalnya tari katreji, orlapei, cakaiba, tarian sawat, dansa ola-ola dan musik hawaian.

Begitu pula dalam kebudayaan lainnya, seperti Abdau, peringatan Idul Adha di desa Tulehu, kecamatan Salahutu, dan atraksi pukul sapu di desa Mamala dan Morela, Kecamatan Leihitu.

Kedua budaya tersebut merupakan percampuran antara kebudayaan lokal dan budaya Islam atau Arab.

"Kita memiliki kurang lebih 117 bahasa dan dialek. Ratusan raja-raja yang bergelar latupati dan orang kaya yang tersebar di 1.342 pulau. Walaupun berbeda tapi kita semua tetap beta Maluku," tandas Gubernur.

Festival Teluk Ambon merupakan acara pariwisata daerah yang telah menjadi agenda nasional. Perhelatan yang telah dilaksanakan selama 12 tahun berturut-turut tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 10 September 2017.

Selain kegiatan pendukung yang telah dilaksanakan pada saat pembukaan, berbagai lomba juga akan digelar, seperti lomba dayung "Arumbai Manggurebe" yang diikuti oleh sembilan tim dari Kota Ambon dan kabupaten Maluku Tengah, dan lomba dayung "Perahu Semang".

Berbeda dengan Arumbai Manggurebe, lomba dayung perahu semang dibagi dalam dua kategori, yakni laki-laki dan perempuan. Sedikitnya ada 11 regu perempuan dan 20 regu laki-laki akan turut serta dalam perlombaan yang digelar pada 9 September 2017.

Selain itu, akan dilaksanakan pula lomba nyanyi grup band yang baru pertama kalinya digelar selama 12 tahun penyelenggaraan Festival Teluk Ambon, kemudian Aquathlon, bersepeda, dan goyang Tobelo.

(Sumber : http://www.tribun-maluku.com/2017/09/gubernur-tinjau-pameran-festival-teluk.html )

Foto : Kominfo Promal

 

Tuesday, 05 September 2017 05:54

PEMANGGILAN PESERTA SELEKSI TPP 2017

PENGUMUMAN PEMANGGILAN PELAKSANAAN SELEKSI CALON TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL PROGRAM PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD) PROVINSI MALUKU TAHUN 2017.

Mobile Version

Surat Pemanggilan Peserta Seleksi TPP 2017.DOC

 

Page 1 of 27

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca Tour De Molvccas 18-22 September 2017
 

Stage 1 - 18 September

Stage 2 - 19 September

Stage 3 - 20 September

Stage 4 - 21 September

Stage 5 - 22 September


 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top