Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

SERAM BAGIAN BARAT

MENGENAL SERAM BAGIAN BARAT

 

Aspek Geografi

 

PETA

kabupaten Seram Bagian Barat merupakan bagian dari Provinsi  dengan luas wilayah 84.181 kilometer persegi atau sekitar 11,82 persen dari total luas wilayah Provinsi Maluku. Secara geografis Kabupaten terletak di 2,550 Lintang Selatan sampai 03,30 0 Lintang Selatan dan 127 0 Bujur Timur sampai 55 0  Bujur Timur.

Jumlah dan Luas Wilayah dan Kondisi Desa dan Dusun di Kabupaten Seram Bagian Barat

No Kecamatan Ibukota Kecamatan Jumlah Luas Wilayah Kondisi
Desa Dusun
1 Kairatu Kairatu 7 8 1.811.60 Pesisir
2 Kairatu Barat Kamal 5 Pesisir
3 Amalatu Latu 7 2 Pesisir
4 Inamosol Hunitetu 6 6 Pegunungan
5 Elpaputih Elpaputih 7 3 Pesisir & Pengunungan
6 Seram Barat Piru 7 20 879.92 Pesisir & Pegunungan
7 Huamual Luhu 5 31 Pesisir
8 Taniwel Taniwel 19 3 1.915.12 Pesisir & Pegunungan
9 Taniwel Timur Uweng Pantai 15 Pesisir
10 Waesala Waesala 7 26 569.36 Pesisir
11 Kepulauan Manipa Tomalehu Timur 7 13 Pesisir
  Jumlah   92 112 5.176.00  

Secara administratif di sebelah Utara berbatasan dengan Seram, di sebelah Selatan berdampingan dengan Kabupaten Maluku Barat Daya, di sebelah Timur bersebelahan dengan Kabupaten Maluku Tengah, dan di sebelah Barat  bertetangga dengan Kabupaten Buru Pemekaran kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 s/d 10 tahun 2010 tentang Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Secara topografi wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki kondisi alam, pada umumnya merupakan daerah dataran (Plain), berbukit (hylly) dan bergunung (mounyaneous). Kemiringan lereng berada pada berbagai kelas yaitu datar (0-3%), landai/berombak (3-8%), bergelombang (8-15%), agak curam (16-30%), curam (31-50%), dan sangat curam/bergunung (˃50%).

Secara klimatologi Kabupaten Seram Bagian Barat  Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki ilkim Laut Tropis dan Iklim Musiman. Temperatur udara rata-rata 26,4oC, temperature maksimum rata-rata 31,4oC dan temperature minimum rata-rata 22,oC. Jumlah curah hujan rata-rata 198 mm dengan nilai tertinggi terjadi pada bulan Juli yaitu 508 mm dan terendah pada bulan Februari yaitu 48 mm, sedangkan jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober yaitu 24 hari dan yang sedikit pada bulan Februari yaitu 3 hari. Intensitas penyinaran rata-rata sebesar 58 %, yang tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu sebelas 74% dan yang tersedikit terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 39%. Kelembaban udara rata-rata sebesar 86% dan tekanan udara rata-rata sebesar 1011,9 (mlb). Kecepatan angin rata-rata 3 knot dengan arah angin terbanyak dari arah tenggara, sedangkan kecepatan angin terbesar terjadi pada bulan Juli sebesar 19 knot dari arah barat

Aspek Demografi

Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat sampai akhir tahun 2014 sebanyak 180.256 jiwa. Pertumbuhan penduduk pada tahun 2014 mengalami pergerakan melambat, dari 0,50 pada tahun 2013 menjadi 0,01 pada tahun 2014.

Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun  2010 – 2014

Tahun Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk
1 2 3
2010 173 222
2011 178 020 2.77
2012 180 398 1.34
2013 179 781 0.5
2014 180 256 0.01

Luas wilayah dan jumlah penduduk menurut kecamatan tahun 2014

Kecamatan  Luas  Penduduk Kepadatan
Km2 % Jiwa %
1 2 3 4 5 6
Kairatu 329,65 4,74 24190 13,42 73
Kairatu Barat 132,25 1,90 13680 7,59 103
Amalatu 665,35 9,58 11425 6,34 17
Inamosol 504,61 7,26 5527 3,07 11
Elpaputih 1.165,74 16,78 5108 2.83 4
Seram Barat 503,33 7,24 28420 15,77 56
Huamual 1.162,99 16,74 40909 22,69 35
Waesala 409,65 5,90 26732 14,83 65
Kep. Manipa 159,71 2,30 6046 3,35 37
Taniwel 1.181,32 17,00 12626 7,00 11
Taniwel Timur 733,80 10,56 5593 3,10 8
Seram Bagian Barat 6.948,40 100 180256 100 26

Aspek Kesejahtraan Masyarakat (ekonomi)

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Seram Bagian Barat pada tahun 2014 lebih tinggi dibandingkan tahun 2013. Laju pertumbauhan PDRB Seram Bagian Barat tahun 2014 mencapai 6,16 persen, sedangkan tahun 2013 sebesar 4,55 persen. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku 2013 adalah 1.783 triliun rupiah dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 2.024 triliun rupiah.

Data pertumbuhan PDRB.

Laju Pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku dan harga konstan (persen) tahun 2010 – 2014 Kabupaten Seram Bagian Barat.

No   2011 2012 2013 2014
    Hb Hk Hb Hk Hb Hk Hb Hk
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 11,00 3,25 12,40 4,52 12,84 3,34 11,91 6,14
2 Pertambangan dan Penggalian 18,00 9,42 15,75 9,58 11,80 4,37 21,40 8,51
3 Industri Pengolahan 13,95 5,13 12,44 5,74 12,13 4,55 13,99 8,03
4 Pengadaan Listrik dan Gas (3,70) 7,77 5,79 8,59 (6,57) 3,12 38,75 31,85
5 Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 9,16 4,14 6,01 2,49 4,93 2,45 4,69 2,39
6 Kontruksi 22,10 9,43 15,90 5,03 17,40 8,02 16,45 6,70
7 Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 14,68 8,65 15,94 9,60 12,85 5,72 9,63 4,14
8 Transportasi dan Pergudangan 9,63 6,18 8,99 6,87 16,33 6,00 16,00 8,25
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan minum 11,82 3,64 18,35 8,94 14,83 6,55 10,93 4,89
10 Informasi dan Komunikasi 7,90 7,71 6,55 6,35 10,30 7,67 16,00 8,59
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 30,54 22,98 18,98 8,37 16,32 11,19 15,63 9,97
12 Real Estat 11,13 3,88 13,69 6,72 8,57 2,64 11,53 6,94
13 Jasa Perusahaan 8,60 4,58 13,97 8,29 12,64 7,14 15,05 8,86
14 Adm. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 24,99 7,98 20,21 9,08 12,19 4,23 15,80 5,30
15 Jasa Pendidikan 9,31 1,69 15,10 6,76 12,12 6,18 19,64 9,60
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 14,94 5,07 16,87 9,60 8,57 0,03 8,74 2,19
17 Jasa Lainnya 8,94 0,83 6,42 1,08 13,59 0,92 10,58 4,74
  PDRB 15,36 5,87 14,65 6,39 13,12 4,55 13,52 6,16

 

PDRB Perkapita menurut lapangan usaha Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun (Juta Rp) 2010 – 2014

Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013 2014
1 2 3 4 5 6
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 2,38 2,63 2,86 3,16 3,54
Pertambangan dan Penggalian 0,06 0,07 0,09 0,11 0,13
Industri Pengolahan 0,34 0,36 0,40 0,45 0,50
Pengadaan Listrik dan Gas 0,004 0,003 0,004 0,004 0,004
Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
Kontruksi 0,34 0,43 0,66 0,81 0,93
Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 0,51 0,57 0,64 0,73 0,84
Transportasi dan Pergudangan 0,24 0,25 0,27 0,30 0,32
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,05 0,05 0,06 0,07 0,08
Informasi dan Komonikasi 0,08 0,09 0,010 0,11 0,11
Jasa Keuangan dan Asuransi 0,13 0,14 0,15 0,19 0,23
Real Estat 0,03 0,03 0,04 0,04 0,05
Jasa Perusahaan 0,02 0,02 0,02 0,02 0,03
Administrasi. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 0,84 1,11 1,22 1,52 1,82
Jasa Pendidikan 0,15 0,18 0,19 0,21 0,24
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,19 0,21 0,24 0,27 0,32
Jasa Lainnya 0,13 0,15 0,16 0,18 0,19

 

ARTI LAMBANG KABUPATEN MALUKU SERAM BAGIAN BARAT


Lambang Daerah Tingkat II Seram Bagian Barat “SAKA MESE NUSA” yang  berarti “JAGA DAN PERTAHANKAN PULAU”.

Pengertian lengkap dari Lambang Daerah “SAKA MESE NUSA” sesuai  Keputusan Bupati Nomor: 001-32-56 Tahun 2005 tanggal 21 April 2005 tentang Penetapan Lambang Kabupaten Seram Bagian Barat adalah sebagai berikut:

  • STRUKTUR DESIGN BENTUK

Logo ini didesign dengan mengambil bentuk perisai sebagai wadah yang memuat instrumen sebagai berikut:

  1. Nama Kabupaten Seram Bagian Barat;
  2. Bidang warna kuning  biru di atas warna dasar  merah dengan dilingkari warna  hitam pada bagian tepinya;
  3. Padi dan kapas yang bersilang pada bagian tangkainya yang diikat dengan tiga simpul tali;
  4. Tiga buah gunung dengan dasar warna hijau;
  5. Satu buah bintang tepat diatas gunung;
  6. Parang dan Tombak;
  7. Pita yang bertuliskan “SAKA MESE NUSA”.
  • KOMPOSISI DAN MAKNA WARNA

Logo ini memiliki komposisi dan makna warna sebagai berikut:

  1. Warna Merah sebagai warna dasar bermakna keberanian yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
  2. Warna Putih mengandung makna kesucian dan keluhuran jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  3. Warna Hitam mengandung makna kekuatan adat istiadat sebagai bagian dari budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  4. Warna Kuning mengandung makna kemakmuran  dan kebebasan jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dan juga alamnya.
  5. Warna Biru mengandung makna kedalaman cinta seluruh relasi Kabupaten Seram Bagian Barat baik dalam relasi sosial budaya maupun terhadap lainnya.
  6. Warna Hijau melambangkan kesuburan dan kehidupan yang menuju kepada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  • FILOSOFI LOGO
  1. Bentuk Perisai mengandung makna filosofi perjuangan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Bangsa Indonesia untuk membentuk kabupaten-kabupaten baru (termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat) sebagai bukti upaya nasional untuk mendorong percepatan pencapaian tujuan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Tulisan Kabupaten Seram Bagian Barat dengan warna putih di atas warna dasar merah ecara filosofi bermakna adanya keberanian dari seluruh masyarakat Maluku khususnya asyarakat Seram Bagian Barat untuk membentuk suatu pemerintahan pada tingkat kabupaten dimana hal tersebut telah diperjuangkan secara berjenjang, terstruktur, dan pada akhirnya endapatkan legitimasi dengan Undang-undang No.  40 Tahun 2003.
  3. Lambang bintang tepat di atas gunung mengandung filosofi religius yang sangat dalam bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah meridhoi pembentukan Seram Bagian Barat sehingga akan menyejahterakan  seluruh masyarakat dan bangsa yang berdiam didalamnya.
  4. Tiga buah gunung dalam satu pulau di atas laut mengandung filosofi budaya Maluku yang sangat kuat melekat dengan masyarakat pendukungnya sehingga secara strategis konsep pembangunan dibangun dalam pendekatan LOU NUSA LOU HATA. Tiga buah gunung juga melambangkan pendekatan sejarah budaya Tiga Batang Air ETI, TALA, dan SAPALEWA. Bahwa tidak dilukiskannya pancaran air, hal tersebut didasari pada konsep pikir bahwa pada gunung itulah terkandung mata air yang memancar menjad tiga aliran di atas.
  5. Secara filosofi bidang kuning menggambarkan kemakmuran yang akan dicapai oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  6. Bidang biru melambangkan potensi sumber daya laut yang dimiliki oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  7. Padi dan kapas mengandung filosofi kesejahteraan sosial  yang akan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jumlah 18 pada padi dan 11 pada kapas, melambangkan tanggal 18 November 2003 saat Kabupaten Seram Bagian Barat  ditetapkan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2003.
  8. Parang dan tombak mengandung filosofi pertahanan rakyat secara tradisional untuk menjaga keutuhan wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat. Konsep menjaga yang dimaksud tidak diartikan secara fisik dan atau tidak diarahkan kepada anarkisme tetapi konsep pertahanan  dalam bentuk pendekatan pemikiran yang terstruktur dalam dimensi hukum yang memiliki kepastian.
  9. Tiga ikatan tali pada tangkai padi dan kapas mengandung makna filosofi sejarah budaya Tiga Batang Air dan adat istiadat masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  10. Pita dengan tulisan SAKA MESE NUSA secara filosofi memiliki makna kesetiaan untuk menjaga pulau/Kabupaten Seram Bagian Barat.
  11. Moto SAKA MESE NUSA mengandung pengertian yang sangat dalam. Sebuah semboyan yang sudah ada sejak zaman datuk-datuk, yaitu suatu himbauan dan dapat juga dikatakan panggilan kepada siapa saja yang berada dalam wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai satu kesatuan teritorial pada Pulau Seram/Nusa Ina untuk menjaga dan memper-tahankan pulau ini sekuat-kuatnya dengan bertumpu pada kekuatan adat istiadat. SAKA MESE NUSA artinya jaga dan pertahankan pulau ini.

 

VISI DAN MISI

Visi

"TERWUJUDNYA SERAM BAGIAN BARAT YANG AMAN, RELIGIUS, MAJU, DEMOKRATIS, DAN SEJAHTERA"

 

Misi

  • Menciptakan kestabilan daerah dengan kehidupan masyarakat yang aman serta menghargai kemajemukan dan budaya lokal.
  • Mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang religius, saling menghargai, dan toleransi dalam kebersamaan.
  • Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.
  • Meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam penyelengggaraan pemerintahan dan pembangunan.
  • Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab.
  • Mewujudkan kemajuan daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pengelolaan sumberdaya alam yang efektif, dan penyediaan infrastruktur wilayah yang merata dan memadai.

 

 

Ambon,-

Setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2016-2020 beberapa waktu lalu,  akhirnya Ir. Said Assagaff dilantik secara langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar  Drs.Setya Novanto,AK bertempat di Hotel Natsepa Kabupaten Maluku Tengah, Selasa 18/10/16.

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Ir. Said Assagaff dalam sambutannya mengatakan pelantikan ini merupakan sebuah amanah, dan menjadikan Maluku sebagai basis kemenangan dalam ajang Pilkada, Pilpres, maupun pemilihan Pimpinan Daerah lainnya.

Dijelaskan lagi, tahun 2017 mendatang, di Provinsi Maluku ada 5 Kabupaten/Kota yang akan mengikuti perhelatan Pemilihan Kepala Daerah yakni, Kabupaten MTB, Kabupaten Buru, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten SBB dan Kota Ambon, dipastikan Partai Golkar akan memenangkan perhelatan tersebut, yakin Assagaff.

Published in Berita Utama

 

Ambon,-

Guna memperkuat perekonomian di Provinsi Maluku, Bank Indonesia menggelar acara seminar yang dikhususkan bagi pelaku dunia usaha di Maluku, dibawah sorotan tema” Mendukung Wirausaha Kreatif memperkuat Ekonomi" bertempat di aula Bank Indonesia kemarin(6/9).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Maluku, perwakilan Bank Indonesia Papua, Kadin Maluku, Tokoh Agama, Pelaku Usaha di Provinsi Maluku dan Kota Ambon, tokoh Masyarakat dan undangan lainnya.

Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Maluku, Hamin Bin Tahir,SE mengatakan dalam era globalisasi persaingan ekonomi semakin ketat dan pelaku usah dituntut untuk dapat bertahan dan mengembangkan usahanya.

Untuk itu, dalam seminar kewirausahaan yang digelar oleh Bank Indonesia Cabang Maluku, merupakan suatu strategis dalam membangun semangat kewirausahaan ditengah masyarakat terutama pelaku dunia usaha.

“ Dunia usaha saat ini merupakan trend perekonomian, dimana dapat memacu para pelaku usaha dalam mempertahankan usahanya di era dunia globalisasi yang semakin berkembang dewasa ini. Dan kegiatan yang dilakukan oleh Bank Indonesia dikhususkan kepada pelaku usaha dan ini merupakan ilmu yang sangat penting”, jelas Tahir.

Perlu diketahui, kegiatan seminar yang digagas oleh BI, merupakan suatu strategis guna membangun semangat wirausaha bagi pelaku dunia usaha di Provinsi Maluku.

Dijelaskan lagi, pengembangan usaha dan karakter harus disebarluaskan, karena ini merupakan bekal untuk dapat menyelami dunia kewirausahaan yang nantinya dapat melahirkan wirausaha-wirausaha baru dan professional dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Ajak Tahir.

“Karakter dari wirausaha, harus ditunjukkan secara professional, karena karakter seperti itu sangat penting untuk dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, karena peluang dan tantangan masa kini dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) maka seluruh potensi UMKM demi kemaslahatan masyarakat”.

Saat ini, lanjut Tahir akan diresmikan pojok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang akan dijadikan sebagai tempat tukar pikiran bagi pelaku UMKM dalam pengembangan usahannya sekaligus saran komunikasi bagi pelaku dunia usaha.  

 

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas dalam sambutannya mengatakan, memasuki triwulan ke-IV kondisi perekonomian Indonesia masih dihadapkan dengan tantangan yang berat, diakibatkan dengan kondisi perekonomian global.

Kodisi perekonomian global saat ini, lanjut Waas  diakibatkan dengan masih tingginya perekonomian di pasar global ekonomi dunia tumbuh 3,5 persen dan ketika dikoreksi hanya mencapai 3 persen ketika dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 3,1 persen.

Bagi Negara yang bertumpuh pada komoditi mentah seperti Indonesia,hal ini menyiratkan pesan bahwa kedepannya pemulihan perekonomian masih dijalan terjal, tambahnya.

Perekonomian Indonesia masih diwarnai dengan pertumbuhan yang melambat, pertumbuhan kredit yang masih rendah dan diikuti dengan resiko kredit bermasalah serta keraguan terhadap APBN dalam membiayai biaya pemerintah.

Berdasarkan data yang diperoleh, dari 57,9 persen juta unit usaha yang ada di Indonesia, 99,9 persen diantaranya  merupakan UMKM yang menyerap tenaga kerja mencapai 114 Juta Orang (97 persen), kata Waas.(**)

 

Published in Berita Utama
Wednesday, 05 October 2016 01:51

Dari Puncak HUT TNI Ke-71

 

Pangdam: “TNI tetap Berjuang bersama Rakyat”

Ambon,-

Sikap patriotisme dan rasa cinta tanah air ditunjukkan oleh para prajurit Tentara Nasional Indonesia Maluku sebagai salah satu rasa tanggung jawab dalam membela negara, ditunjukan oleh peran serta dalam upacara yang dielenggarakan dalam memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke-71 bertempat di lapangan merdeka Ambon (5/9/2016) .

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff, Kapolda Maluku Brigjen.Pol. Drs. Ilham Salahudin, SH, M.Hum, Pejabat Walikota Ambon Frans Papilaya, Ketua Sinode A.J Werinussa,Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae, Rektor Unpatti Nus Sapteno, para Purnawirawan serta undangan lainnya .

Bertindak selaku inspektur upacara,  Pangdam XVI Pattimura Mayor TNI Doni Mornado dan Komandan Upacara Letkol TNI Armed Heri Widyamoko, dibawah sorotan tema” Bersama rakyat TNI kuat, Hebat, Profesional, siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Panglima TNI Angkatan Darat Jendral TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pangdam XVI Pattimura Mayor TNI Doni Monardo mengatakan para prajurit harus menjunjung nilai patriotisme dan cinta tanah sebagai wujud rasa tanggung jawab dan cinta kepada bangsa dan Negara.

Selain itu, para prajurit dalam merayakan hari ulang tahunnya, merupakan laporan kepada masyarakat atas kekuasaan TNI yang telah dilaksanakan dalam upaya menumpas terorisme di bumi Indonesia.

Dikatakan lagi, makna yang terkandung dalam HUT TNI yakni TNI tumbuh dan berkembang serta berjuang bersama rakyat, dan terus bergerak berjuang bersama rakyat ditengah-tengah era globalisasi.

Prajurit  TNI akan terus memberi sumbangsih kepada Bangsa dan Negara, dan beberapa tugas TNI kepada masyarakat Indonesia yakni Penanggulangan kebakaran hutan, Operasi menumpas terorisme, dan sebagainya, jelas Nurmantyo.

Untuk itu, dengan kegigihan para prajurit TNI berjuang bersama rakyat, maka pemerintah menaikan remunerasi kepada para prajurit TNI diseluruh Indonesia dan pemberlakukan kenaikan remunerasi tersebut sudah berlangsung sejak Oktober 2015 silam.

Perlu diketahui, usai dilaksanakan upacara, para prajurit menyuguhkan atraksi drama kolosal sebagai wujud kecintaan akan tanah air yang menceritakan bagaimana perang rakyat Maluku yang dikomandai oleh Thomas Matulessy (Kapitan Pattimura red).

Drama kolosal tersebut menunjukkan bagaimana perang Pahlawan asal Maluku yakni Kapitan Pattimura bersama rekan-rekannya berjuang untuk mempertahankan Maluku dari tangan para penjajah dan pada akhirnya Pahlawan asal Maluku harus ditangkap dan digantung di depan benteng Victoria.

“Jadi drama kolosal ini menunjukkan bagaimana rasa cinta kita kepada Bangsa dan Negara, demi untuk menjaga harkat dan martabat bangsa kita, kita harus rela berjuang mempertahankan daerah kita dari tangan para penjajah walaupun nyawa taruhannya, TNI akan selalu berjuang bersama rakyat”.(**)

 

Published in Berita Utama

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 14-15 November 2017
 


Info Gempa Mag:3.1 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:13:28: WIT, Lokasi:3.48 LS-130.14 BT (57 Km Baratdaya Bula-SBT, 64 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 195 Km

Info Gempa Mag:3.4 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:00:53: WIT, Lokasi:3.38 LS-130.13 BT (51 Km Baratdaya Bula-SBT, 54 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 125 Km

Info Gempa Mag:3.8 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 07:30:37: WIT, Lokasi:6.29 LS-129.66 BT (155 Km Utara Tepa-MBD, 198 Km Selatan Banda-MALTENG), Kedalaman 10 Km

 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top