Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

SERAM BAGIAN BARAT

MENGENAL SERAM BAGIAN BARAT

 

Aspek Geografi

 

PETA

kabupaten Seram Bagian Barat merupakan bagian dari Provinsi  dengan luas wilayah 84.181 kilometer persegi atau sekitar 11,82 persen dari total luas wilayah Provinsi Maluku. Secara geografis Kabupaten terletak di 2,550 Lintang Selatan sampai 03,30 0 Lintang Selatan dan 127 0 Bujur Timur sampai 55 0  Bujur Timur.

Jumlah dan Luas Wilayah dan Kondisi Desa dan Dusun di Kabupaten Seram Bagian Barat

No Kecamatan Ibukota Kecamatan Jumlah Luas Wilayah Kondisi
Desa Dusun
1 Kairatu Kairatu 7 8 1.811.60 Pesisir
2 Kairatu Barat Kamal 5 Pesisir
3 Amalatu Latu 7 2 Pesisir
4 Inamosol Hunitetu 6 6 Pegunungan
5 Elpaputih Elpaputih 7 3 Pesisir & Pengunungan
6 Seram Barat Piru 7 20 879.92 Pesisir & Pegunungan
7 Huamual Luhu 5 31 Pesisir
8 Taniwel Taniwel 19 3 1.915.12 Pesisir & Pegunungan
9 Taniwel Timur Uweng Pantai 15 Pesisir
10 Waesala Waesala 7 26 569.36 Pesisir
11 Kepulauan Manipa Tomalehu Timur 7 13 Pesisir
  Jumlah   92 112 5.176.00  

Secara administratif di sebelah Utara berbatasan dengan Seram, di sebelah Selatan berdampingan dengan Kabupaten Maluku Barat Daya, di sebelah Timur bersebelahan dengan Kabupaten Maluku Tengah, dan di sebelah Barat  bertetangga dengan Kabupaten Buru Pemekaran kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 s/d 10 tahun 2010 tentang Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Secara topografi wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki kondisi alam, pada umumnya merupakan daerah dataran (Plain), berbukit (hylly) dan bergunung (mounyaneous). Kemiringan lereng berada pada berbagai kelas yaitu datar (0-3%), landai/berombak (3-8%), bergelombang (8-15%), agak curam (16-30%), curam (31-50%), dan sangat curam/bergunung (˃50%).

Secara klimatologi Kabupaten Seram Bagian Barat  Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki ilkim Laut Tropis dan Iklim Musiman. Temperatur udara rata-rata 26,4oC, temperature maksimum rata-rata 31,4oC dan temperature minimum rata-rata 22,oC. Jumlah curah hujan rata-rata 198 mm dengan nilai tertinggi terjadi pada bulan Juli yaitu 508 mm dan terendah pada bulan Februari yaitu 48 mm, sedangkan jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober yaitu 24 hari dan yang sedikit pada bulan Februari yaitu 3 hari. Intensitas penyinaran rata-rata sebesar 58 %, yang tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu sebelas 74% dan yang tersedikit terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 39%. Kelembaban udara rata-rata sebesar 86% dan tekanan udara rata-rata sebesar 1011,9 (mlb). Kecepatan angin rata-rata 3 knot dengan arah angin terbanyak dari arah tenggara, sedangkan kecepatan angin terbesar terjadi pada bulan Juli sebesar 19 knot dari arah barat

Aspek Demografi

Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat sampai akhir tahun 2014 sebanyak 180.256 jiwa. Pertumbuhan penduduk pada tahun 2014 mengalami pergerakan melambat, dari 0,50 pada tahun 2013 menjadi 0,01 pada tahun 2014.

Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun  2010 – 2014

Tahun Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk
1 2 3
2010 173 222
2011 178 020 2.77
2012 180 398 1.34
2013 179 781 0.5
2014 180 256 0.01

Luas wilayah dan jumlah penduduk menurut kecamatan tahun 2014

Kecamatan  Luas  Penduduk Kepadatan
Km2 % Jiwa %
1 2 3 4 5 6
Kairatu 329,65 4,74 24190 13,42 73
Kairatu Barat 132,25 1,90 13680 7,59 103
Amalatu 665,35 9,58 11425 6,34 17
Inamosol 504,61 7,26 5527 3,07 11
Elpaputih 1.165,74 16,78 5108 2.83 4
Seram Barat 503,33 7,24 28420 15,77 56
Huamual 1.162,99 16,74 40909 22,69 35
Waesala 409,65 5,90 26732 14,83 65
Kep. Manipa 159,71 2,30 6046 3,35 37
Taniwel 1.181,32 17,00 12626 7,00 11
Taniwel Timur 733,80 10,56 5593 3,10 8
Seram Bagian Barat 6.948,40 100 180256 100 26

Aspek Kesejahtraan Masyarakat (ekonomi)

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Seram Bagian Barat pada tahun 2014 lebih tinggi dibandingkan tahun 2013. Laju pertumbauhan PDRB Seram Bagian Barat tahun 2014 mencapai 6,16 persen, sedangkan tahun 2013 sebesar 4,55 persen. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku 2013 adalah 1.783 triliun rupiah dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 2.024 triliun rupiah.

Data pertumbuhan PDRB.

Laju Pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku dan harga konstan (persen) tahun 2010 – 2014 Kabupaten Seram Bagian Barat.

No   2011 2012 2013 2014
    Hb Hk Hb Hk Hb Hk Hb Hk
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 11,00 3,25 12,40 4,52 12,84 3,34 11,91 6,14
2 Pertambangan dan Penggalian 18,00 9,42 15,75 9,58 11,80 4,37 21,40 8,51
3 Industri Pengolahan 13,95 5,13 12,44 5,74 12,13 4,55 13,99 8,03
4 Pengadaan Listrik dan Gas (3,70) 7,77 5,79 8,59 (6,57) 3,12 38,75 31,85
5 Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 9,16 4,14 6,01 2,49 4,93 2,45 4,69 2,39
6 Kontruksi 22,10 9,43 15,90 5,03 17,40 8,02 16,45 6,70
7 Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 14,68 8,65 15,94 9,60 12,85 5,72 9,63 4,14
8 Transportasi dan Pergudangan 9,63 6,18 8,99 6,87 16,33 6,00 16,00 8,25
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan minum 11,82 3,64 18,35 8,94 14,83 6,55 10,93 4,89
10 Informasi dan Komunikasi 7,90 7,71 6,55 6,35 10,30 7,67 16,00 8,59
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 30,54 22,98 18,98 8,37 16,32 11,19 15,63 9,97
12 Real Estat 11,13 3,88 13,69 6,72 8,57 2,64 11,53 6,94
13 Jasa Perusahaan 8,60 4,58 13,97 8,29 12,64 7,14 15,05 8,86
14 Adm. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 24,99 7,98 20,21 9,08 12,19 4,23 15,80 5,30
15 Jasa Pendidikan 9,31 1,69 15,10 6,76 12,12 6,18 19,64 9,60
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 14,94 5,07 16,87 9,60 8,57 0,03 8,74 2,19
17 Jasa Lainnya 8,94 0,83 6,42 1,08 13,59 0,92 10,58 4,74
  PDRB 15,36 5,87 14,65 6,39 13,12 4,55 13,52 6,16

 

PDRB Perkapita menurut lapangan usaha Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun (Juta Rp) 2010 – 2014

Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013 2014
1 2 3 4 5 6
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 2,38 2,63 2,86 3,16 3,54
Pertambangan dan Penggalian 0,06 0,07 0,09 0,11 0,13
Industri Pengolahan 0,34 0,36 0,40 0,45 0,50
Pengadaan Listrik dan Gas 0,004 0,003 0,004 0,004 0,004
Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
Kontruksi 0,34 0,43 0,66 0,81 0,93
Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 0,51 0,57 0,64 0,73 0,84
Transportasi dan Pergudangan 0,24 0,25 0,27 0,30 0,32
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,05 0,05 0,06 0,07 0,08
Informasi dan Komonikasi 0,08 0,09 0,010 0,11 0,11
Jasa Keuangan dan Asuransi 0,13 0,14 0,15 0,19 0,23
Real Estat 0,03 0,03 0,04 0,04 0,05
Jasa Perusahaan 0,02 0,02 0,02 0,02 0,03
Administrasi. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 0,84 1,11 1,22 1,52 1,82
Jasa Pendidikan 0,15 0,18 0,19 0,21 0,24
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,19 0,21 0,24 0,27 0,32
Jasa Lainnya 0,13 0,15 0,16 0,18 0,19

 

ARTI LAMBANG KABUPATEN MALUKU SERAM BAGIAN BARAT


Lambang Daerah Tingkat II Seram Bagian Barat “SAKA MESE NUSA” yang  berarti “JAGA DAN PERTAHANKAN PULAU”.

Pengertian lengkap dari Lambang Daerah “SAKA MESE NUSA” sesuai  Keputusan Bupati Nomor: 001-32-56 Tahun 2005 tanggal 21 April 2005 tentang Penetapan Lambang Kabupaten Seram Bagian Barat adalah sebagai berikut:

  • STRUKTUR DESIGN BENTUK

Logo ini didesign dengan mengambil bentuk perisai sebagai wadah yang memuat instrumen sebagai berikut:

  1. Nama Kabupaten Seram Bagian Barat;
  2. Bidang warna kuning  biru di atas warna dasar  merah dengan dilingkari warna  hitam pada bagian tepinya;
  3. Padi dan kapas yang bersilang pada bagian tangkainya yang diikat dengan tiga simpul tali;
  4. Tiga buah gunung dengan dasar warna hijau;
  5. Satu buah bintang tepat diatas gunung;
  6. Parang dan Tombak;
  7. Pita yang bertuliskan “SAKA MESE NUSA”.
  • KOMPOSISI DAN MAKNA WARNA

Logo ini memiliki komposisi dan makna warna sebagai berikut:

  1. Warna Merah sebagai warna dasar bermakna keberanian yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
  2. Warna Putih mengandung makna kesucian dan keluhuran jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  3. Warna Hitam mengandung makna kekuatan adat istiadat sebagai bagian dari budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  4. Warna Kuning mengandung makna kemakmuran  dan kebebasan jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dan juga alamnya.
  5. Warna Biru mengandung makna kedalaman cinta seluruh relasi Kabupaten Seram Bagian Barat baik dalam relasi sosial budaya maupun terhadap lainnya.
  6. Warna Hijau melambangkan kesuburan dan kehidupan yang menuju kepada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  • FILOSOFI LOGO
  1. Bentuk Perisai mengandung makna filosofi perjuangan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Bangsa Indonesia untuk membentuk kabupaten-kabupaten baru (termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat) sebagai bukti upaya nasional untuk mendorong percepatan pencapaian tujuan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Tulisan Kabupaten Seram Bagian Barat dengan warna putih di atas warna dasar merah ecara filosofi bermakna adanya keberanian dari seluruh masyarakat Maluku khususnya asyarakat Seram Bagian Barat untuk membentuk suatu pemerintahan pada tingkat kabupaten dimana hal tersebut telah diperjuangkan secara berjenjang, terstruktur, dan pada akhirnya endapatkan legitimasi dengan Undang-undang No.  40 Tahun 2003.
  3. Lambang bintang tepat di atas gunung mengandung filosofi religius yang sangat dalam bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah meridhoi pembentukan Seram Bagian Barat sehingga akan menyejahterakan  seluruh masyarakat dan bangsa yang berdiam didalamnya.
  4. Tiga buah gunung dalam satu pulau di atas laut mengandung filosofi budaya Maluku yang sangat kuat melekat dengan masyarakat pendukungnya sehingga secara strategis konsep pembangunan dibangun dalam pendekatan LOU NUSA LOU HATA. Tiga buah gunung juga melambangkan pendekatan sejarah budaya Tiga Batang Air ETI, TALA, dan SAPALEWA. Bahwa tidak dilukiskannya pancaran air, hal tersebut didasari pada konsep pikir bahwa pada gunung itulah terkandung mata air yang memancar menjad tiga aliran di atas.
  5. Secara filosofi bidang kuning menggambarkan kemakmuran yang akan dicapai oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  6. Bidang biru melambangkan potensi sumber daya laut yang dimiliki oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  7. Padi dan kapas mengandung filosofi kesejahteraan sosial  yang akan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jumlah 18 pada padi dan 11 pada kapas, melambangkan tanggal 18 November 2003 saat Kabupaten Seram Bagian Barat  ditetapkan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2003.
  8. Parang dan tombak mengandung filosofi pertahanan rakyat secara tradisional untuk menjaga keutuhan wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat. Konsep menjaga yang dimaksud tidak diartikan secara fisik dan atau tidak diarahkan kepada anarkisme tetapi konsep pertahanan  dalam bentuk pendekatan pemikiran yang terstruktur dalam dimensi hukum yang memiliki kepastian.
  9. Tiga ikatan tali pada tangkai padi dan kapas mengandung makna filosofi sejarah budaya Tiga Batang Air dan adat istiadat masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  10. Pita dengan tulisan SAKA MESE NUSA secara filosofi memiliki makna kesetiaan untuk menjaga pulau/Kabupaten Seram Bagian Barat.
  11. Moto SAKA MESE NUSA mengandung pengertian yang sangat dalam. Sebuah semboyan yang sudah ada sejak zaman datuk-datuk, yaitu suatu himbauan dan dapat juga dikatakan panggilan kepada siapa saja yang berada dalam wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai satu kesatuan teritorial pada Pulau Seram/Nusa Ina untuk menjaga dan memper-tahankan pulau ini sekuat-kuatnya dengan bertumpu pada kekuatan adat istiadat. SAKA MESE NUSA artinya jaga dan pertahankan pulau ini.

 

VISI DAN MISI

Visi

"TERWUJUDNYA SERAM BAGIAN BARAT YANG AMAN, RELIGIUS, MAJU, DEMOKRATIS, DAN SEJAHTERA"

 

Misi

  • Menciptakan kestabilan daerah dengan kehidupan masyarakat yang aman serta menghargai kemajemukan dan budaya lokal.
  • Mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang religius, saling menghargai, dan toleransi dalam kebersamaan.
  • Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.
  • Meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam penyelengggaraan pemerintahan dan pembangunan.
  • Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab.
  • Mewujudkan kemajuan daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pengelolaan sumberdaya alam yang efektif, dan penyediaan infrastruktur wilayah yang merata dan memadai.

 

 

 

Ambon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada hari rabu, 25 Januari 2017 menggelar acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2017 bertempat di Baileo Siwalima Ambon, dengan mengambil Tema “Menjaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dan Membangun Optimisme untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat ”. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Provinsi Maluku, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para pemimpin Pelaku Industri Jasa Keuangan, akademisi, asosiasi di Industri Jasa Keuangan serta stakeholder terkait lainnya.

Sebagai lembaga mandiri yang ditugaskan negara, OJK memiliki Visi; Menjadi lembaga pengawas industri jasa keuangan yang terpercaya, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, dan mampu mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global serta dapat memajukan kesejahteraan umum.

Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff melalui sambutannya mengakui menyambut dengan gembira dan memberikan apresiasi kepada OJK Provinsi Maluku melaksanakan Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan se Provinsi Maluku.

Beliau juga menyampaikan “Mengingat pergumulan kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku perlu kerja keras dan mendapat dukungan pihak OJK, pelaku usaha dan stakeholders lainnya”.

Kondisi kewilayahan Provinsi Maluku yang terdiri atas ribuan pulau ini, mengakibatkan pemerataan pembangunan ke seluruh lapisan masyarakat sangat sulit, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan perbankan, termasuk pelayanan jasa keuangan. Kondisi ini disebabkan karena jaringan kantor perbankan maupun industri jasa keuangan tidak berada di semua wilayah sehingga akses keuangan dan jasa keuangan tergolong rendah.

Namun demikian Provinsi Maluku memiliki kekayaan yang berlimpah. Kekayaan rempah-rempah yang ada di Maluku pernah menjadi primadona dan rebutan dunia internasional. Sebagai daerah archipelago terbesar di Indonesia, Maluku merupakan wilayah penghasil ikan terbesar di Indonesia.

Kemudian yang sangat mencengangkan yakni, kekayaan alam Gas di Blok Masela yang disebut oleh para ahli sebagai gas abadi di dunia. Masih banyak lagi kekayaan alam Maluku yang sudah dikelola maupun yang akan dikelola ke depan. Pada saatnya nanti, dengan kehadiran kilang Gas di Blok Masela dan dampak turunan aktivitas ekonomi di sektor jasa, mesti kita manfaatkan sebaik-baiknya, sehingga aktivitas investasi kita, bukan hanya bertujuan ekonomis tetapi dapat menciptakan Multipliere Effect (efek pengganda) bagi kesejahteraan masyarakat, dan terutama menjaga masa depan generasi mendatang dalam konsep Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development).

Kekayaan alam yang ada di Maluku dapat menjadi kekuatan untuk membangun komitmen dan soliditas semua pihak yang terkait untuk memajukan kegiatan ekonomi Provinsi Maluku dan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, Provinsi Maluku masih diperhadapkan dengan masalah pembangunan lainnya antara lain:

Data BPS, menunjukan bahwa, jumlah penduduk miskin di Maluku pada bulan September 2016 sebanyak 331,79 ribu jiwa (19,26%). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2016 yang berjumlah 327,72 ribu jiwa (19,18%), tingkat kemiskinan di Provinsi Maluku naik sebanyak 0,08 yakni bertambah sebanyak 4.070 jiwa penduduk miskin. Dengan jumlah 19,26% penduduk miskin, dari total penduduk, membuat Maluku menempati peringkat keempat tertinggi secara nasional.

Sementara  Berdasarkan data Bank Indonesia, dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Maluku, dapat dikemukakan bahwa, Pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat melambat pada triwulan III-2016, yaitu mencapai 5,68%, dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,32%. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,02%. Dari sisi permintaan, melambatnya pertumbuhan ekonomi Maluku dipengaruhi oleh melambatnya konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi. Prospek perekonomian daerah; pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada triwulan I-2017, diperkirakan tumbuh stabil dalam rentang 5,8%-6,2%.

Pada sisi lain, Inflasi tahunan Provinsi Maluku pada triwulan III-2016 lebih rendah dari agregat inflasi Sulawesi, Papua, Bali, Nusa Tenggara, maupun Nasional. Laju inflasi Provinsi Maluku tercatat 2,90% pada triwulan III-2016. Prospek inflasi pada triwulan I-2017 berada pada rentang 4,7% - 5,1%, atau lebih tinggi dari triwulan III-2016 dalam rentang 3,7% - 4,1%.

Tiga Indikator ekonomi tersebut, mewakili indikator ekonomi makro lainnya di Provinsi Maluku, yang patut dicermati. Selain itu, hal tersebut dapat menjadi sumber inspirasi untuk memunculkan gagasan dalam industri jasa keuangan serta mengembangkan berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apalagi dalam konteks sosial-kemasyarakatan Maluku memiliki modal sosial-kultural yang sangat baik, antara lain, stabilitas sosial-politik yang cukup sehat, serta dewasa ini telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu provinsi yang memiliki indeks kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia. Kondisi seperti ini merupakan modal sosial (social capital) sangat penting untuk proses percepatan pembangunan di daerah ini.

Gubernur Maluku mengatakan dalam  akhir sambutannya bahwa “Saya percaya, tantangan dan kendala yang akan kita hadapi bersama akan terlewati, jika kita berkomitmen bersama memajukan dan meningkatkan kinerja perekonomian dan terutama kesejahteraan masyarakat di Provinsi Maluku, dalam rangka mewujudkan visi pembangunan Provinsi Maluku, yaitu: “Mantapnya Pembangunan Maluku Yang Rukun, Religius, Aman, Berkualitas dan Demokratis Dijiwai Semangat Siwalima Berbasis Kepulauan Secara Berkelanjutan”. (**)

 

Published in Berita Utama

Ambon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2017, yang bertempat di Baileo Siwalima Ambon.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku, Bambang Hermanto dalam laporannya menyampaikan bahwa tahun 2016 bukanlah tahun yang mudah, terlebih dalam beberapa waktu terakhir dinamika perekonomian global dan nasional berlangsung begitu cepat. Namun di tengah seluruh dinamika tersebut, capaian kinerja ekonomi nasional masih tercatat positif. Di saat banyak negara mengalami perlambatan pertumbuhan. PDB Indonesia tetap dapat tumbuh cukup tinggi dan lebih baik dari tahun sebelumnya. “Pada level provinsi, meskipun pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku sempat mengalami perlambatan pertumbuhan pada akhir tahun 2016 namun pertumbuhan tersebut masih tercatat lebih tinggi dari pertumbuhan nasional.” Kata Bambang. Menurutnya, secara kuantitatif indikator keuangan perbankan dan industri keuangan non bank di Provinsi Maluku tercata tumbuh positif. Hal tersebut ditujukan dengan nilai pencapaian aset dan penyaluran dana ke masyarakat dalam bentuk kredit.

Di Provinsi Maluku aset industri perbankan (bank umum dan BPR), tercata tumbuh positif. Pertumbuhan total asset posisi desember 2016 year on year sebesar Rp 1.09 T atau 6.49% dari posisi desember 2015. Kondisi tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran dana dalam bentuk kredit yang meningkat sebesar Rp 1.01 T atau 11.65% dari posisi desember 2015. Pertumbuhan penyaluran dana ke masyarakat dalam bentuk kredit di Provinsi Maluku sebesar 11.65% lebih tinggi dari pertumbuhan kredit rata-rata nasional yang pada posisi November 2016 tercatat tumbuh sebesar 8.76% (y-o-y). hal tersebut merupakan suatu catatan positif terhadap kinerja penyaluran kredit di Provinsi Maluku. Pada industri keuangan non bank. Pada posisi november 2016 total aset dana pensiun dan piutang pembiayaan se-Provinsi Maluku tercatat tumbuh sebesar 19.91% dari Rp 424.93 Milliar menjadi Rp 483.82 Milliar dan pada posisi yang sama total aset dana pensiun tumbuh sebesar 4.15% dari Rp 138.10 Milliar menjadi Rp 143.83 Milliar.” Kata Bambang.

Program Gerakan Simpanan Pelajar di 100 pulau, telah menyasar lembaga pendidikan setingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA, dimana sebanyak 506 lembaga pendidikan telah melakukan kerjasama dengan bank penyelenggara Simpan Pelajar untuk aktivasi SimPel dengan jumlah rekening sebanyak 19.655 rekening dan jumlah saldo sebesar Rp 2.502.999.505,-. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan dengan posisi awal tahun 2016 yakni jumlah sekolah bertambah 487 sekolah atau meningkat 26 kali lipat, jumlah rekening meningkat 16.35 kali lipat dan jumlah saldo meningkat 21.56 kali lipat.

Untuk mendukung program pemerintah Provinsi Maluku menjadikan Banda Neira sebagai Kawasan Khusus Pengembangan Pariwisata,  Bambang menyampaikan bahwa pada tanggal 14 dan 15 desember 2016, TPAKD telah melaksanakan kegiatan seminar dan workshop mengenai Permberdayaan Ekonomi Masyarakat di Sektor Pariwisata kepada Pelaku Usaha Home Stay dan UMKM yang terkait dengan Kepariwisataan di Banda Neira serta workshop/pelatihan kerajinan berbahan dasar cengkeh dengan sasaran pemberdayaan ekonomi ibu-ibu rumah tangga produktif yang dilanjutkan dengan edukasi keuangan mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga, dengan tujuan agar ibu-ibu dapat mengelola dan mengatur keuangannya dengan baik. Tindak lanjut dari program ini diharapkan ada program pendampingan lanjutan serta standarisasi layanan/produk. (**)

Published in Berita Utama

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 14-15 November 2017
 


Info Gempa Mag:3.1 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:13:28: WIT, Lokasi:3.48 LS-130.14 BT (57 Km Baratdaya Bula-SBT, 64 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 195 Km

Info Gempa Mag:3.4 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:00:53: WIT, Lokasi:3.38 LS-130.13 BT (51 Km Baratdaya Bula-SBT, 54 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 125 Km

Info Gempa Mag:3.8 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 07:30:37: WIT, Lokasi:6.29 LS-129.66 BT (155 Km Utara Tepa-MBD, 198 Km Selatan Banda-MALTENG), Kedalaman 10 Km

 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top