Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

SERAM BAGIAN BARAT

MENGENAL SERAM BAGIAN BARAT

 

Aspek Geografi

 

PETA

kabupaten Seram Bagian Barat merupakan bagian dari Provinsi  dengan luas wilayah 84.181 kilometer persegi atau sekitar 11,82 persen dari total luas wilayah Provinsi Maluku. Secara geografis Kabupaten terletak di 2,550 Lintang Selatan sampai 03,30 0 Lintang Selatan dan 127 0 Bujur Timur sampai 55 0  Bujur Timur.

Jumlah dan Luas Wilayah dan Kondisi Desa dan Dusun di Kabupaten Seram Bagian Barat

No Kecamatan Ibukota Kecamatan Jumlah Luas Wilayah Kondisi
Desa Dusun
1 Kairatu Kairatu 7 8 1.811.60 Pesisir
2 Kairatu Barat Kamal 5 Pesisir
3 Amalatu Latu 7 2 Pesisir
4 Inamosol Hunitetu 6 6 Pegunungan
5 Elpaputih Elpaputih 7 3 Pesisir & Pengunungan
6 Seram Barat Piru 7 20 879.92 Pesisir & Pegunungan
7 Huamual Luhu 5 31 Pesisir
8 Taniwel Taniwel 19 3 1.915.12 Pesisir & Pegunungan
9 Taniwel Timur Uweng Pantai 15 Pesisir
10 Waesala Waesala 7 26 569.36 Pesisir
11 Kepulauan Manipa Tomalehu Timur 7 13 Pesisir
  Jumlah   92 112 5.176.00  

Secara administratif di sebelah Utara berbatasan dengan Seram, di sebelah Selatan berdampingan dengan Kabupaten Maluku Barat Daya, di sebelah Timur bersebelahan dengan Kabupaten Maluku Tengah, dan di sebelah Barat  bertetangga dengan Kabupaten Buru Pemekaran kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 s/d 10 tahun 2010 tentang Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Secara topografi wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki kondisi alam, pada umumnya merupakan daerah dataran (Plain), berbukit (hylly) dan bergunung (mounyaneous). Kemiringan lereng berada pada berbagai kelas yaitu datar (0-3%), landai/berombak (3-8%), bergelombang (8-15%), agak curam (16-30%), curam (31-50%), dan sangat curam/bergunung (˃50%).

Secara klimatologi Kabupaten Seram Bagian Barat  Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki ilkim Laut Tropis dan Iklim Musiman. Temperatur udara rata-rata 26,4oC, temperature maksimum rata-rata 31,4oC dan temperature minimum rata-rata 22,oC. Jumlah curah hujan rata-rata 198 mm dengan nilai tertinggi terjadi pada bulan Juli yaitu 508 mm dan terendah pada bulan Februari yaitu 48 mm, sedangkan jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober yaitu 24 hari dan yang sedikit pada bulan Februari yaitu 3 hari. Intensitas penyinaran rata-rata sebesar 58 %, yang tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu sebelas 74% dan yang tersedikit terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 39%. Kelembaban udara rata-rata sebesar 86% dan tekanan udara rata-rata sebesar 1011,9 (mlb). Kecepatan angin rata-rata 3 knot dengan arah angin terbanyak dari arah tenggara, sedangkan kecepatan angin terbesar terjadi pada bulan Juli sebesar 19 knot dari arah barat

Aspek Demografi

Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat sampai akhir tahun 2014 sebanyak 180.256 jiwa. Pertumbuhan penduduk pada tahun 2014 mengalami pergerakan melambat, dari 0,50 pada tahun 2013 menjadi 0,01 pada tahun 2014.

Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun  2010 – 2014

Tahun Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk
1 2 3
2010 173 222
2011 178 020 2.77
2012 180 398 1.34
2013 179 781 0.5
2014 180 256 0.01

Luas wilayah dan jumlah penduduk menurut kecamatan tahun 2014

Kecamatan  Luas  Penduduk Kepadatan
Km2 % Jiwa %
1 2 3 4 5 6
Kairatu 329,65 4,74 24190 13,42 73
Kairatu Barat 132,25 1,90 13680 7,59 103
Amalatu 665,35 9,58 11425 6,34 17
Inamosol 504,61 7,26 5527 3,07 11
Elpaputih 1.165,74 16,78 5108 2.83 4
Seram Barat 503,33 7,24 28420 15,77 56
Huamual 1.162,99 16,74 40909 22,69 35
Waesala 409,65 5,90 26732 14,83 65
Kep. Manipa 159,71 2,30 6046 3,35 37
Taniwel 1.181,32 17,00 12626 7,00 11
Taniwel Timur 733,80 10,56 5593 3,10 8
Seram Bagian Barat 6.948,40 100 180256 100 26

Aspek Kesejahtraan Masyarakat (ekonomi)

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Seram Bagian Barat pada tahun 2014 lebih tinggi dibandingkan tahun 2013. Laju pertumbauhan PDRB Seram Bagian Barat tahun 2014 mencapai 6,16 persen, sedangkan tahun 2013 sebesar 4,55 persen. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku 2013 adalah 1.783 triliun rupiah dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 2.024 triliun rupiah.

Data pertumbuhan PDRB.

Laju Pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku dan harga konstan (persen) tahun 2010 – 2014 Kabupaten Seram Bagian Barat.

No   2011 2012 2013 2014
    Hb Hk Hb Hk Hb Hk Hb Hk
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 11,00 3,25 12,40 4,52 12,84 3,34 11,91 6,14
2 Pertambangan dan Penggalian 18,00 9,42 15,75 9,58 11,80 4,37 21,40 8,51
3 Industri Pengolahan 13,95 5,13 12,44 5,74 12,13 4,55 13,99 8,03
4 Pengadaan Listrik dan Gas (3,70) 7,77 5,79 8,59 (6,57) 3,12 38,75 31,85
5 Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 9,16 4,14 6,01 2,49 4,93 2,45 4,69 2,39
6 Kontruksi 22,10 9,43 15,90 5,03 17,40 8,02 16,45 6,70
7 Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 14,68 8,65 15,94 9,60 12,85 5,72 9,63 4,14
8 Transportasi dan Pergudangan 9,63 6,18 8,99 6,87 16,33 6,00 16,00 8,25
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan minum 11,82 3,64 18,35 8,94 14,83 6,55 10,93 4,89
10 Informasi dan Komunikasi 7,90 7,71 6,55 6,35 10,30 7,67 16,00 8,59
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 30,54 22,98 18,98 8,37 16,32 11,19 15,63 9,97
12 Real Estat 11,13 3,88 13,69 6,72 8,57 2,64 11,53 6,94
13 Jasa Perusahaan 8,60 4,58 13,97 8,29 12,64 7,14 15,05 8,86
14 Adm. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 24,99 7,98 20,21 9,08 12,19 4,23 15,80 5,30
15 Jasa Pendidikan 9,31 1,69 15,10 6,76 12,12 6,18 19,64 9,60
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 14,94 5,07 16,87 9,60 8,57 0,03 8,74 2,19
17 Jasa Lainnya 8,94 0,83 6,42 1,08 13,59 0,92 10,58 4,74
  PDRB 15,36 5,87 14,65 6,39 13,12 4,55 13,52 6,16

 

PDRB Perkapita menurut lapangan usaha Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun (Juta Rp) 2010 – 2014

Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013 2014
1 2 3 4 5 6
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. 2,38 2,63 2,86 3,16 3,54
Pertambangan dan Penggalian 0,06 0,07 0,09 0,11 0,13
Industri Pengolahan 0,34 0,36 0,40 0,45 0,50
Pengadaan Listrik dan Gas 0,004 0,003 0,004 0,004 0,004
Pengadaan Air, Pengolahan sampah dan limbah daur ulang 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
Kontruksi 0,34 0,43 0,66 0,81 0,93
Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 0,51 0,57 0,64 0,73 0,84
Transportasi dan Pergudangan 0,24 0,25 0,27 0,30 0,32
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,05 0,05 0,06 0,07 0,08
Informasi dan Komonikasi 0,08 0,09 0,010 0,11 0,11
Jasa Keuangan dan Asuransi 0,13 0,14 0,15 0,19 0,23
Real Estat 0,03 0,03 0,04 0,04 0,05
Jasa Perusahaan 0,02 0,02 0,02 0,02 0,03
Administrasi. Pemerintahan Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib. 0,84 1,11 1,22 1,52 1,82
Jasa Pendidikan 0,15 0,18 0,19 0,21 0,24
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,19 0,21 0,24 0,27 0,32
Jasa Lainnya 0,13 0,15 0,16 0,18 0,19

 

ARTI LAMBANG KABUPATEN MALUKU SERAM BAGIAN BARAT


Lambang Daerah Tingkat II Seram Bagian Barat “SAKA MESE NUSA” yang  berarti “JAGA DAN PERTAHANKAN PULAU”.

Pengertian lengkap dari Lambang Daerah “SAKA MESE NUSA” sesuai  Keputusan Bupati Nomor: 001-32-56 Tahun 2005 tanggal 21 April 2005 tentang Penetapan Lambang Kabupaten Seram Bagian Barat adalah sebagai berikut:

  • STRUKTUR DESIGN BENTUK

Logo ini didesign dengan mengambil bentuk perisai sebagai wadah yang memuat instrumen sebagai berikut:

  1. Nama Kabupaten Seram Bagian Barat;
  2. Bidang warna kuning  biru di atas warna dasar  merah dengan dilingkari warna  hitam pada bagian tepinya;
  3. Padi dan kapas yang bersilang pada bagian tangkainya yang diikat dengan tiga simpul tali;
  4. Tiga buah gunung dengan dasar warna hijau;
  5. Satu buah bintang tepat diatas gunung;
  6. Parang dan Tombak;
  7. Pita yang bertuliskan “SAKA MESE NUSA”.
  • KOMPOSISI DAN MAKNA WARNA

Logo ini memiliki komposisi dan makna warna sebagai berikut:

  1. Warna Merah sebagai warna dasar bermakna keberanian yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
  2. Warna Putih mengandung makna kesucian dan keluhuran jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  3. Warna Hitam mengandung makna kekuatan adat istiadat sebagai bagian dari budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  4. Warna Kuning mengandung makna kemakmuran  dan kebebasan jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dan juga alamnya.
  5. Warna Biru mengandung makna kedalaman cinta seluruh relasi Kabupaten Seram Bagian Barat baik dalam relasi sosial budaya maupun terhadap lainnya.
  6. Warna Hijau melambangkan kesuburan dan kehidupan yang menuju kepada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  • FILOSOFI LOGO
  1. Bentuk Perisai mengandung makna filosofi perjuangan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Bangsa Indonesia untuk membentuk kabupaten-kabupaten baru (termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat) sebagai bukti upaya nasional untuk mendorong percepatan pencapaian tujuan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Tulisan Kabupaten Seram Bagian Barat dengan warna putih di atas warna dasar merah ecara filosofi bermakna adanya keberanian dari seluruh masyarakat Maluku khususnya asyarakat Seram Bagian Barat untuk membentuk suatu pemerintahan pada tingkat kabupaten dimana hal tersebut telah diperjuangkan secara berjenjang, terstruktur, dan pada akhirnya endapatkan legitimasi dengan Undang-undang No.  40 Tahun 2003.
  3. Lambang bintang tepat di atas gunung mengandung filosofi religius yang sangat dalam bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah meridhoi pembentukan Seram Bagian Barat sehingga akan menyejahterakan  seluruh masyarakat dan bangsa yang berdiam didalamnya.
  4. Tiga buah gunung dalam satu pulau di atas laut mengandung filosofi budaya Maluku yang sangat kuat melekat dengan masyarakat pendukungnya sehingga secara strategis konsep pembangunan dibangun dalam pendekatan LOU NUSA LOU HATA. Tiga buah gunung juga melambangkan pendekatan sejarah budaya Tiga Batang Air ETI, TALA, dan SAPALEWA. Bahwa tidak dilukiskannya pancaran air, hal tersebut didasari pada konsep pikir bahwa pada gunung itulah terkandung mata air yang memancar menjad tiga aliran di atas.
  5. Secara filosofi bidang kuning menggambarkan kemakmuran yang akan dicapai oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  6. Bidang biru melambangkan potensi sumber daya laut yang dimiliki oleh Kabupaten Seram Bagian Barat.
  7. Padi dan kapas mengandung filosofi kesejahteraan sosial  yang akan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jumlah 18 pada padi dan 11 pada kapas, melambangkan tanggal 18 November 2003 saat Kabupaten Seram Bagian Barat  ditetapkan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2003.
  8. Parang dan tombak mengandung filosofi pertahanan rakyat secara tradisional untuk menjaga keutuhan wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat. Konsep menjaga yang dimaksud tidak diartikan secara fisik dan atau tidak diarahkan kepada anarkisme tetapi konsep pertahanan  dalam bentuk pendekatan pemikiran yang terstruktur dalam dimensi hukum yang memiliki kepastian.
  9. Tiga ikatan tali pada tangkai padi dan kapas mengandung makna filosofi sejarah budaya Tiga Batang Air dan adat istiadat masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.
  10. Pita dengan tulisan SAKA MESE NUSA secara filosofi memiliki makna kesetiaan untuk menjaga pulau/Kabupaten Seram Bagian Barat.
  11. Moto SAKA MESE NUSA mengandung pengertian yang sangat dalam. Sebuah semboyan yang sudah ada sejak zaman datuk-datuk, yaitu suatu himbauan dan dapat juga dikatakan panggilan kepada siapa saja yang berada dalam wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai satu kesatuan teritorial pada Pulau Seram/Nusa Ina untuk menjaga dan memper-tahankan pulau ini sekuat-kuatnya dengan bertumpu pada kekuatan adat istiadat. SAKA MESE NUSA artinya jaga dan pertahankan pulau ini.

 

VISI DAN MISI

Visi

"TERWUJUDNYA SERAM BAGIAN BARAT YANG AMAN, RELIGIUS, MAJU, DEMOKRATIS, DAN SEJAHTERA"

 

Misi

  • Menciptakan kestabilan daerah dengan kehidupan masyarakat yang aman serta menghargai kemajemukan dan budaya lokal.
  • Mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang religius, saling menghargai, dan toleransi dalam kebersamaan.
  • Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.
  • Meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam penyelengggaraan pemerintahan dan pembangunan.
  • Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab.
  • Mewujudkan kemajuan daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pengelolaan sumberdaya alam yang efektif, dan penyediaan infrastruktur wilayah yang merata dan memadai.

 

 

 

HPN – Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 akhirnya mencapai puncaknya.Rangkaian kegiatan menuju puncak acara sudah dilewati oleh ribuan peserta HPN 2017 sejak hari Senin, (6/2).

Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Iriana Jokowi menghadiri langsung merayakan HPN bersama segenap insan pers tanah air yang hadir di Lapangan Tantui, Kota Ambon, Kamis, (9/2).

Acara puncak dimulai pukul 09.00 WIB di tepi Teluk Ambon, dihadiri juga oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Mahari, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila F Moloek dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Kepala Daerah seluruh Indonesia.

Ketua Umum PWI Pusat sekaligus Penanggung Jawab HPN 2017 mengawali sambutannya di hadapan Presiden Jokowi dengan mengucapkan penghargaan yang tinggi serta terima kasih kepada Presiden Jokowi yang kembali hadir di perhelatan akbar insan pers Indonesia. Tahun lalu, Presiden Jokowi juga menghadiri perayaan puncak HPN 2017 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Senang sekali rasanya kalau punya acara dihadiri Presiden. Saya jadi tahu rahasia kenapa Presiden suka mengunjungi rakyatnya ke desa-desa, mengundang ke Istana karena memang ketemu Presiden itu senangnya minta ampun,” kata Margiono.

Margiono pun menyarankan agar Presiden Jokowi terus melanjutkan blusukannya  agar rakyat selalu gembira seperti segenap insan pers di HPN 2017 yang gembira karena dapat merayakan HPN bersama-sama Presiden Jokowi.

“ Kami minta juga agar HPN ini agar jadi agenda tetap tahunan Presiden,” sambung Margiono.

Margiono kemudian dalam sambutannya melaporkan kepada Presiden kegiatan demi kegiatan yang telah dilaksanakan di Kota Ambon sejak tanggal 6-9 Februari 2017. Pemerintah sangat berperan banyak dalam kegiatan-kegiatan HPN  2017, yakni beberapa kementerian seperti Kementerian Kesehatan Kementerian Sosial, Kementerian ESDM, Kementerian PAN/RB,  dan Kementerian Perhubungan terlibat langsung memberikan bantuan dan menyumbang program di Provinsi Maluku.

 

Kemudian, Margiono selaku penyelenggara HPN 2017 menyapa satu per satu para pemilik media yang hadir di acara puncak HPN 2017 seperti Surya Paloh, Hary Tanoesudibyo, Chairul Tanjung, Anindya Bakrie dan James Riady.

Sementara, kata Margiono, beberapa bos media lain sayangnya tidak dapat menghadiri acara puncak HPN 2017 seperti Jakob Oetama, Fikri Jufri, Lukman Setiawan dan Dahlan Iskan.

Margiono melaporkan juga kepada Presiden Jokowi di dalam kegiatan Konvensi Nasional Media Massa, Panitia HPN 2017 bersama pemerintah dan penggiat media sosial serta tokoh lainnya telah berdiskusi tentang Hoax. PWI Pusat telah membentuk jaringan wartawan anti hoax yang telah disepakati juga dengan tokoh-tokoh pers serta akan dikembangkan ke seluruh jaringan di Indonesia.

“Hoax tidak akan pernah mampu menggoyang kekuatan bangsa kita yang besar. Hoax tumbuh sebagai dinamika tapi tetap tidak akan menganggu kita,” kata Margiono.

Di akhir sambutannya, Margiono sempat mengajak Presiden Jokowi dan seluruh hadirin yang hadir untuk sejenak menundukkan kepala berdoa bagi tokoh pers yang telah wafat, termasuk salah satunya untuk mendoakan mantan Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azzam yang meninggal dunia di Bumi Para Raja-Raja saat menunaikan tugas mengawal persiapan pelaksanaan HPN 2017 di penghujung tahun lalu.

Selanjutnya giliran Gubernur Maluku Said Assagaff yang menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Presiden Jokowi di Kota Ambon. Melalui perhelatan HPN 2017, Gubernur berharap kebhinekaan dan nasionalisme di Indonesia dapat ditenun kembali untuk membangun peradaban. Gubenur juga mengaku merasa bangga karena Maluku sudah berulang kali sukses menyelenggarakan event bertaraf nasional dan internasinal.

Tema HPN kali ini juga menurutnya sangat pas merepresentasikan potensi maritim yang sangat besar dimiliki oleh Maluku. HPN kali ini bertemakan “Pers dan Rakyat Maluku Bangkit Dari Laut”.

 

“Semua ini karena kekuatan cinta dan kerinduan seluruh yang hadir kepada Maluku. Tema HPN sangat tepat dengan Maluku yang terdiri dari 1.342 pulau. Sesuai juga dengan semangat kemaritiman Indonesia yang dicanangkan Presiden melalui program poros maritime,” kata Asagaff.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo saat mengambil alih podium melaporkan kepada Presiden Jokowi hasil verifikasi media massa yang dilakukan oleh Dewan Pers.

Dewan Pers mendorong verifikasi yang pelaksanaannya dibantu oleh Serikat Perusahaan Pers. Empat peraturan Dewan Pers untuk verifikasi adalah terkait kode etik jurnalistik, standar kompetensi wartawan, standar perusahaan wartawan dan standar perlindungan wartawan.

Dewan Pers telah melakukan verifikasi awal, sampai pukul 16.00 WIB, Senin (6/2) Februari, sebanyak 77 perusahaan pers yang berhasil di verifikasi.

“ Ini baru kick off, nanti dua tahun kedepan akan terus dilakukan. Dewan Pers pada akhirnya bisa menyusun laporan Indeks kemerdekaan pers untuk jadi bahan evaluasi dikaitkan dengan Indeks Demokrasi Indonesia,”kata Yosep.

HPN kali ini, lanjut Yosep adalah kesempaan untuk mengembalikan berita faktual keada media mainstream. Dewan Pers setelah verifikasi akan memberikan logo dan barcode yang bisa di scan atau di foto dengan smartphone, untuk mengecek media sudah verified dan media yang belum terverifikasi.

Sebelum acara penampilan hiburan kesenian lokal khas Ambon, hadirin di puncak acara HPN 2017 mendengarkan sambutan dari Presiden Joko Widodo. Presiden mengucapkan selamat merayakan hari pers nasional kepada seluruh insan pers se Indonesia.

“Selamat Hari Pers Nasional. Peringatan hari pers di Ambon ini memperteguh komitmen kita bersama untuk mewujudkan ekonomi yang merata dan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia,” kata Jokowi.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa media arus utama menghadapi tantangan yang besar karena kehadiran media sosial. Saat ini, semua lapisan masyarakat, hingga level kepala daerah, menteri dan Presiden menggunakan media sosial.

Oleh karenanya, ia menyarankan agar media arus utama mampu bersiasat dan beradaptasi jika tidak ingin gugur di persaingan media.

Di sisi lain, Presiden menyampaikan media sosial juga menjadi hal yang telah membuat pemerintah kerepotan.  Fenomena media sosial ternyata juga telah merepotkan seluruh pemerintah di seluruh negara dunia, tak hanya pemerintah Indonesia. Media arus utama, kata Jokowi, masih bisa diajak untuk duduk bersama dengan pemerintah jika ada permasalahan. Sementara hal itu tidak bisa dilakukan kepada media sosial.

“Media sosial ini memusingkan pemerintah. Ini juga yang saya dengan dari Perdana Menteri dan Presiden negara lain. Semua negara menghadapi, bukan hanya Indonesia, tapi seluruh negara,” ujar Jokowi lagi.

Namun kendati begitu, Presiden yakin ditengah gempuran media sosial, media arus utama tidak akan kehilangan sentuhan dan akurasi serta kedalaman materi.

Presiden memaparkan, digitalisasi media membuat setiap individu berperan menjadi produsen berita. Di media sosial, banjir berita. Ada berita yang objektif, actual, kritikan yang konstruktif namun tak jarang juga penuh berita bohong dan hoax yang menganggu akal sehat. Namun semua itu, kata Jokowi, akan semakin mendewasakan bangsa Indonesia.

“Ada berita yang penuh caci maki, penuh fitnah, yang mengancam persatuan bangsa. Nantinya ini akan mendewasakan kita, mematangkan kita, menjadikan kita tahan uji,” kata Jokowi.

Presiden pun mengajak seluruh insan pers bersama-sama dengan pemerintah menyetop dan mengurangi berita bohong dan hoax atau berita fitnah lainnya. Ia meminta media arus utama harus mampu meluruskan hal-hal yang bengkok, dan membuat jernih kembali media sosial.

Menanggapi perihal verifikasi media massa yang dilakukan oleh Dewan Pers, Presiden mengapresiasi langkah Dewan Pers sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan perlindungan wartawan.

“Melalui verifikasi media massa, masyarakat jadi lebih tahu mana media yang bisa jadi rujukan dan pemberitaan yang valid,” tutup Jokowi.

Menandai acara puncak HPN 2017, Presiden Jokowi didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubernur Maluku Said Assagaff dan Penanggung Jawab HPN 2017 memukul tifa (gendang khas Maluku) sebagai tanda kegiatan HPN 2017 telah mencapai puncak.

Di dalam acara puncak HPN 2017 juga dilakukan penandatangan kesepahaman (MoU) antara Dewan Pers dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Kemudian juga pemberian penghargaan kepada perwakilan penerima penghargaan Adinegoro dan penghargaan Kepeloporan.

Usai acara seremoni peringatan HPN 2017, Presiden menyempatkan diri mengunjungi bantuan-bantuan dari Kementerian-Kementerian yang dipamerkan di Lapangan Tantui, Ambon. Presiden meninjau antara lain bantuan “lampu matahari” dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, bantuan sertifikasi tanah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta bantuan sekolah vokasi sebanyak 1.000 pemuda Maluku, bantuan bus, dan kapal penyeberangan dari Kementerian Perhubungan.

Sebelum meninggalkan Lapangan Tantui, Presiden bersama Ibu Negara dan menteri-menteri Kabinet Kerja melihat hasil-hasil laut Maluku yang di pamerkan di belakang panggung acara puncak HPN 2017.

Panitia HPN 2017

Published in Berita Utama

HPN - Di malam terakhir sebelum acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2017, panitia menggelar Gala Dinner bersama peraih penghargaan kepeloporan media massa di Gedung Islamic Centre, Kota Ambon, Rabu, (8/2). 

Gala Dinner ini dihadiri langsung oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahubura, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Ketua Umum PWI Pusat Margiono. 

Tamu spesial di acara malam ini tak lain adalah para peraih penghargaan kepeloporan media massa yakni Kompas sebagai pelopor humanisme kebangsaan, Tempo peraih kepeloporan investigasi untuk publik, Femina pelopor majalah perempuan, Radio Suara Surabaya sebagai pelopor jurnalisme Warga, Peter F. Gontha sebagai pelopor berita di televisi swasta, Ilham Bintang pelopor jurnalisme infotainment, Karni Ilyas pelopor diskusi berita di Televisi, dan Budiono Darsono pelopor media online. salah satu penerima lainnya yakni Andy F. Noya yang meraih talkshow inspiratif filantropi berhalangan hadir pada malam yang penuh keakraban itu.

Acara gala dinner jelang perayaan puncak HPN ini merupakan pertama kalinya sepanjang perjalanan HPN. Gala Dinner bersama peraih kepeloporan media massa ini tentunya semakin membuat meriah pelaksanaan HPN 2017.

"Belum ada acara HPN sebelumnya semeriah ini. Terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada semua yang hadir," kata Ketua Umum PWI Pusat Margiono juga selaku Penanggung Jawab HPN 2017.

Secara bergiliran, presenter Rahma Sarita yang memandu acara memanggil para peraih anugerah kepeloporan media massa. Masing-masing pemenang menyampaikan testimoni perjalanan mereka selama bergelut di dunia jurnalis hingga dapat meraih penghargaan kepeloporan. 

Karni Ilyas misalnya, ia didaulat oleh Rahma Sarita untuk memperagakan kelihaiannya memandu acara diskusi publik Indonesia Lawyers Club (ILC). Karni pun beraksi seolah tengah memandu acara ILC yang selalu membahas isu-isu panas politik dan hukum di Indonesia.

Sementara, peraih penghargaan lainnya seperti Peter F. Gontha menceritakan perjalanan karirnya di dunia jurnalistik. Ia merintis program berita di televisi swasta di masa Orde Baru. Di masa itu televisi swasta yang ditanganinya, yakni RCTI tidak diizinkan oleh pemerintah melalui Menteri Penerangan Harmoko untuk menayangkan program berita. RCTI hanya boleh menayangkan acara hiburan saja.

Lain lagi pelopor jurnalisme infotainmen Ilham Bintang. Ia menceritakan tentang program infotaiment yang dilahirkannya yakni Cek & Ricek. Nama program ini memiliki arti yakni selalu meneliti kebenaran informasi, dari mana pun berasal. Nama Cek & Ricek diadopsi dari salah satu amanah dalam Kode Etik Jurnalsitik PWI yang menjadi konsep operasional moral wartawan di lapangan. 

"Prinsip inilah yang diberlakukan di internal kami. Untuk menghilangkan keraguan dan demi membuat suatu informasi layak jadi berita, perlu mekanisme check and recheck," ujar Ilham bercerita. 

Di penghujung acara, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan beberapa pandangannya dan kesannya selama bergaul dengan wartawan sepanjang karirnya di dunia militer. 

Panitia HPN 2017

Published in Berita Utama
Wednesday, 08 February 2017 22:20

Konvensi Nasional Media Massa Digelar Di HPN 2017

HPN – Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Kota Ambon Provinsi Maluku semakin semarak dan penuh kegiatan yang positif bagi perkembangan media massa di Indonesia. Sama seperti HPN tahun-tahun sebelumnya, HPN kali ini kembali menggelar Konvensi Nasional Media Massa bertema “Intergrasi Media Nasional Dalam Lanskap Komunikasi, Global: Peluang dan Tantangan” di Baileo Siwalima Kota Ambon, Rabu, (8/2).

Ketua Panitia HPN 2017 M Ihsan dalam pembukaan konvensi melaporkan tentang persiapan hingga pelaksanaan konvensi nasional media massa. Konvensi nasional media massa diawali dari focus group discussion (FGD) untuk menentukan sesi-sesi di dalam konvensi nasional media massa.

“Kami berharap dunia pers siap menerima perkembangan informasi dan teknologi dunia yang terus menerus berkembang,” kata Ihsan.

Hal yang paling penting bagi media massa, lanjut Ihsan adalah bagaimana insan pers bersikap dalam menghadapi perubahan serta dapat menangkap peluang dan menghadapi tantangan media massa kedepan.

Selanjutnya, Ketua Panitia HPN mengatakan hasil kegiatan Konvensi Nasional Media Massa ini akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dalam acara puncak HPN 2017.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menyampaikan ikhwal verifikasi media massa yang tengah dilakukan oleh Dewan Pers. Yosep memaparkan beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh perusahaan media massa agar bisa lolos verifikasi.

Lebih jauh, Yosep mengatakan Dewan Pers mendorong agar perusahaan media memiliki wartawan yang lolos uji kompetensi di era Masyarakat  Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini. Pekerjaan-pekerjaan strategis, termasuk wartawan akan selalu melibatkan unsur ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka dari itu sumber daya manusia dan wartawan Indonesia harus siap bersaing dengan negara-negara di ASEAN lainnya. Uji Kompetensi Wartawan merupakan salah satu upaya agar wartawan Indonesia dapat bersaing di kancah global.

“Mari kita tingkatkan kompetensi kita bersama. Selanjutnya kita juga memiliki isu tentang kesejahteraan wartawan dan isu perlindungan wartawan,” kata Yosep.

Ketua Dewan Pers pada kesempatan ini juga memperkenalkan satu persatu anggota Dewan Pers yang berjumlah 9 orang kepada seluruh peserta Konvensi Nasional Media Massa yang hadir.

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua didaulat untuk membuka secara resmi Konvensi Nasional Media Massa ditandai dengan pemukulan tifa (gendang khas Maluku) didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Ketua Dewan Pers dan Ketua Panitia HPN 2017.

Zeth menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Dewan Pers dan PWI karena telah memberikan kepercayaan kepada Provinsi Maluku untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konvensi Nasional Media Massa yang menghadirkan pembicara-pembicara tingkat nasional dan internasional.

Kepada semua peserta HPN 2017 dan Konvensi Nasional Media Massa 2017, Zeth berpesan agar mengawal perjuangan rakyat Maluku untuk memperoleh status “Lumbung Ikan Nasional” yang sejak lama dinantikan.

“Mudah-mudahan, hari pers nasional membawa suasana baru dan konsep-konsep baru agar kita dapat menghadapi tantangan kedepan,” ujar Zeth.

Konvensi Nasional Media Massa diikuti oleh peserta HPN 2017 dari seluruh provinsi di Indonesia terdiri dari tiga sesi yang memiliki pembicara atau narasumber di masing-masing sesi. Sesi I di moderasi oleh Pengurus PWI Pusat Agus Sudibyo.

 Menkominfo Rudiantara, CEO Baidu Digital Indonesia Bao Jianlei, pendiri Detik.com Budiono Darsono dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibyo menjadi pembicara di sesi pertama ini.

Sesi II bersub-tema “Demokrasi Digital, Nilai Kewargaan, dan Ketahanan Budaya” dimoderasi oleh Ramon Damora dari PWI Kepulauan Riau dengan pembicara Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Budayawan Garin Nugroho, Akademisi Yudi Latif, dan Budayawan berlatar belakang wartawan Sujiwo Tedjo.

Sesi III membahas soal “Hoax, Fake News dan Blokir” dipandu oleh Amir Machmud dari PWI Jawa Tengah. Hadir sebagai pembicara di sesi terakhir ini Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, penggiat Sosial Media Nukman Luthfie, anggota DPR Meutya Hafid, wartawan Arswendo Atmowiloto dan anggota Dewan Pers Imam Wahyudi.

Panitia HPN 2017

 

Published in Berita Utama

Ambon,  - Sebanyak 2000 wartawan yang menjadi peserta Hari Pers Nasional (HPN) 2017 dijamu makan malam dan disuguhi hiburan khas Maluku oleh Pemerintah Provinsi Maluku.

Acara jamuan ini dikemas dalam Acara silaturrahmi Pemerintah Provinsi Maluku dengan Peserta HPN 2017 di pendopoan rumah Wakil Gubernur di kota Ambon,Selasa (7/2/2017) malam.

Hadir dalam jamuan makan malam ini, Menteri Kominfo Rudi Antara, Gubernur Maluku Said Assagaff, Wakil Gubernur Maluku  Zeth Sahuburua, Ketua PWI Pusat Margiono dan Ketua Dewan Pers Bagir Manan dan wartawan se Indonesia.

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dalam sambutanya menyampaikan terima kasih kepada PWI dan Dewan Pers yang telah mempercayai Maluku sebagai tuan rumah HPN 2017.

"Atas nama Pemerintah dan rakyat Maluku, saya ucapkan terima kasih kepada PWI dan Dewan Pers atas kepercayaan besar ini. Dan menurut kami ini sebuah penghargaan karena Maluku merupakan satu dari 7 provinsi yang melahirkan bangsa ini,"katanya.

"Maluku merasa bangga dan luar biasa,"kata Zeth penuh semangat.

Lumbung Ikan Nasional

Dikatakan Wagub bahwa Provinsi Maluku dengan geografis wilayah kepulauan dengan jumlah penduduk 1,7 juta jiwa. Memiliki potensi luar biasa dengan luas lautan mencapai 56.000 meterpersegi dan daratan 54.000 meter persegi serta 1334 pulau.

"Dari hadirnya banyak wartawan di Maluku kami harapkan dapat mengangkat hal-hal baik disini. Biar Maluku bangkit dari laut, Bersama pers Maluku bangkit,"katanya.

Perlu diketahui tegas Wagub, produksi ikan Maluku mencapai 9 juta ton pertahun dan  Maluku menyumbang 30 persen dari produksi ikan nasional. " Target kami Maluku Lumbung ikan nasional, maka dari itu kami harap dukungan dari pers seluruh Indonesia bahwa Maluku bangkit dari laut,"tegasnya.

Dilanjutkan Wakil Gubernur Maluku  Zeth Sahuburua bahwa Maluku sebagai wilayah kepulauan punya kepentingan dan butuh perhatian.Selama ini pemerintah membangun berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk.

"Jumlah penduduk kita masih sedikit begitu juga luas wilayah, Tapi kita tetap konsisten dan Maluku tetap bagian NKRI dengan harapan pemerintah terus memperhatikan Provinsi kepulauan seperti Maluku ini,"katanya.

Sekali lagi, lanjut Wakil Gubernur pihaknya sambut  baik kedatangan wartawan se Indonesia untuk membankitkan harkat dan mertabat agat Maluku sama dengan provinsi lain di Indonesia. (Faz)

sumber : detiksumsel.com

 

Published in Berita Utama

 

HPN - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berharap penyelenggaraan World Press Freedom Day (WPFD) 2017 di Indonesia dapat menjadi sarana promosi pariwisata. Perwakilan insan pers dari seratusan negara diperkirakan akan berkumpul di Jakarta.

"Ini, menurut saya, harus kita manfaatkan bukan hanya sekadar menjadi tuan rumah yang baik, tetapi bisa meng-explore, menjual sesuatu yang ada di industri pers kita dan tidak ada di industri negara-negara lain. Dan tentunya implikasi positif lainnya yang secara tidak langsung seperti pariwisata. Eh ini ada 100 lebih negara hadir loh. Kita promosi pariwisata di situ dan ini pers, media mereka pasti memberitakan di negaranya," ujar Rudiantara di dalam Seminar Persiapan WPFD,  di Baileo Siwaluma, Karang Panjang, Ambon, Maluku, Selasa (7/2).

Di dalam forum seminar yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) ini, Rudiantara pun menyampaikan persiapan menyambut WPDF 2017 sejauh ini telah dilakukan. Rudiantara mengaku kegiatan WPFD 2017 tinggal menunggu Surat Keputusan Presiden.

"Persiapannya kalau substansi lebih banyak oleh Dewan Pers, penyelenggaraan nanti oleh pemerintah, sekarang kita sedang tunggu Keppres-nya. Tapi hal-hal yang dilakukan tanpa harus nunggu Keppres sudah dilakukan, seperti penyiapan, pengadaan berbagai macam lokasi, venue, dan sebagainya. Kemudian untuk media center, itu juga sudah bisa diproses, dimulai, bayarannya nanti nunggu Keppres. Keppres kan ga terlalu lama," jelasnya.

Anggaran yang disiapkan untuk kegiatan ini lebih dari Rp 15 miliar. Biaya kegiatan ini masuk APBN tahun anggaran 2017.

"Anggarannya masuk ke APBN, saya lupa. Di atas Rp 15 miliar," kata Rudiantara.

Ia pun memastikan pengamanan akan dilakukan secara baik dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semua pihak akan turut serta dalam menyukseskan WPFD 2017.

"Insya Allah harusnya tidak ada masalah. Karena kan, di Keppres, ini melibatkan pihak keamanan, kepolisian, TNI, dan sebagainya. Tuan rumah ini negara kok, pemerintah Indonesia, bukan Dewan Pers. Jadi semuanya harus turun tangan untuk menyukseskan hal ini," imbuh Rudiantara. 

Panitia HPN 2017

sumber: Detik.com

Published in Berita Utama

 

Ambon, 7 Februari 2017
Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) menggelar seminar dengan tema Menumbuhkan Kepedulian IKWI Terhadap Masalah Kekerasan Perempuan dan Anak.

Seminar tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2017 yang berlangsung di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (7/2).

Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini, Ir. Agustina Erni Susanti, M.Sc dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Ny. Hj. Retty Assagaff selaku Ketua TP - PKK  Provinsi Maluku, secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Retty mengungkapkan perempuan dan anak adalah warga bangsa yang paling rentan mengalami kekerasan fisik dan psikis padahal keduanya adalah penjamin eksistensi manusia di bumi dan masa depan peradaban.

"Pelecehan dan kekerasan telah menurunkan harga diri, kepercayaan dan kepribadian serta menjadi pengalaman traumatis," ungkapnya.

Guna mengatasi kondisi ini, sudah banyak kelompok masyarakat, LSM dan organisasi pemerintah yang berupaya mengidentifikasi, melakukan sosialisasi, mencegah kekerasan dan mencoba menyembuhkan fisik dan kejiwaan korban.

"Upaya mereka yang luar biasa ini sungguh sangat melegakan hati, meski kita akui bersama upaya ini belum berhasil menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak," lanjut Retty.

Pasalnya, sesuai data yang dikeluarkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia menunjukkan kekerasan pada anak selalu meningkat dari tahun ke tahun secara signifikan.

Dia mencontohkan di tahun 2016 rata-rata terjadi 15 kekerasan pada anak setia harinya dan lebih dari 5000 kasus pada periode waktu yang sama.

"Parahnya lagi, kekerasan itu sendiri sering dilakukan oleh para orang tuanya dengan presentase tertinggi mencapai 90 persen menyusul sekolah dan masyarakat," beber Retty.

Fakta yang sama juga terjadi pada perempuan di mana tingkat kekerasan terbanyak terjadi di dalam rumah dengan presentasi mencapai 61 persen sesuai data Komnas Perempuan.

Untuk itu, diharapkan peran serta IKWI untuk mencegah dan membantu penyembuhan luka batin dan fisik akibat kekerasan.

"IKWI di setiap daerah juga diharapkan untuk dapat menyosialisasikan bahaya dan akibat jangka pendek dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, terus bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait khususnya Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," harapnya.

Karena dengan semua ini, IKWI dapat menjadi kelompok yang dengan rela mendengarkan keluhan, menerima konsultasi dan menghubungkan korban dengan Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak atau Komnas Perempuan.      

Dijelaskan pula, fenomena kekerasan adalah fenomena bola salju yang dapat semakin membesar. Sehingga pemutusan siklus kekerasan dalam rumah tangga adalah hal pentinf yang memperkecil bahkan menghilangkan bola salju tersebut.

"Saya juga berharap agar IKWI dan PWI terus melakukan program sinergis dengan lembaga pendidikan, pemerintah, dunia usaha masyarakat dan media massa sehingga kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat teratasi dengan baik," tukasnya. (dp-19/m-01)

 

Published in Berita Utama
Monday, 06 February 2017 08:28

Permainan Rakyat Dimeriahkan Turis Asing

Ambon, 6 Februari 2017

Permainan Rakyat yang digelar oleh Panitia HPN bidang olaraga bagi pelajar SD di Kota Ambon demi mendukung dan sukseskan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017, ternyata sangat diminati Turis Asing asal Belanda. Permainan Rakyat yang dimainkan berupa asen (permainan strategi menjaga lokasi), gici-gici (melompat dengan satu kaki), benteng (permainan menggunakan strategi perang), sahureka-reka (permainan melompat berirama), enggrang (berjalan dengan menggunakan bambu), terompa panjang dan lompat tali.

Kepala Dispora Maluku yang juga ketua bidang olaraga Semmy Huwae mengatakan, selain untuk memeriahkan HPN 2017, pihaknya sengaja menggelar pertunjukan tradisional Maluku tersebut untuk menghidupkan kembali permainan-permainan rakyat yang sudah mulai menghilang tergerus zaman.

Karena itu, pegelaran permainan lokal akan dilaksanakan hingga 8 Februari 2017. Sedikitnya 40 SD di Ambon akan turut serta dalam pertunjukan itu.

“Pertunjukan rakyat ini bagian dari rangkaian acara untuk memeriahkan HPN di Ambon. Bukan hanya untuk memperkenalkannya kepada kepada tamu-tamu yang datang dari luar, kami sengaja memperagakan kembali permainan-permainan rakyat ini juga untuk masyarakat kita agar tidak lupa,” katanya.

Sebagai daerah kepulauan, kata dia, Maluku memiliki beragam permainan tradisional, tidak hanya menghibur dan menyenangkan, permainan tersebut juga menyegarkan dan menyehatkan tubuh, sehingga sangat cocok dimainkan oleh siapa saja.

“Kami memilih pelajar anak-anak SD untuk memperagakan permainan-permainan ini karena mereka terlihat lucu-lucu. Selain itu kami juga mengemasnya dalam suasana yang santai tapi bermakna,” ucapnya.

Kendati pertunjukan permainan tradisional digelar untuk pelajar SD, tak sedikit masyarakat yang datang menonton. (WM)

Selanjutnya diwaktu malam, masyarakat akan dihibur oleh kesenian khas Maluku, yang akan ditampilkan diatas panggung utama Pameran HPN 2017. Kesenian yang ditampilkan berupa, Tari-tarian, Musik, Puisi dll. Panggung Malam dimeriahkan oleh para pelaku seni lokal yang datang bukan hanya dari kota Ambon, namun juga dari luar Pulau Ambon. (**)

 

Published in Berita Utama

HPN – Pameran HPN dan Maluku Expo 2017 secara resmi di buka oleh Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua di Lapangan Merdeka, Ambon, Senin, (6/2). Acara pembukaan pameran HPN dan Maluku Expo 2017 berlangsung meriah diwarnai dengan tari-tarian dari daerah Tanimbar, Maluku Tenggara Barat. Sekretaris Jenderal PWI Pusat Hendry Ch Bangun, Kapolda Maluku Brigjen Ilham Salahudin dan Penjabat Walikota Ambon Frans Johanes Papilaya mendampingi Wagub Maluku membuka kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Wagub mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta pameran di Kota Ambon. Kegiatan ini menurutnya sangat penting karena di era globalisasi yang penuh dengan persaingan dan kompetisi saat ini, iklim dunia usaha harus sesuai dengan standar internasional agar tidak tertinggal.

Kehadiran dunia usaha di pameran HPN dan Maluku Expo 2017 diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran produk-produk unggulan daerah Maluku.

“Melalui pameran ini kita harapkan dapat meningkatkan pangsa pasar untuk go internasional,” kata Wagub.

Ia optimis kegiatan ini dapat mewujudkan tujuan baik tersebut karena pada kegiatan pameran kali ini, dunia usaha berkolaborasi langsung dengan dunia pers yang juga ikut ambil bagian menjadi peserta pameran. Peluang bisnis di Maluku dan produk-produk industry kreatif serta sektor andalan Maluku yakni kelautan dapat ditulis dan dipromosikan oleh insan pers yang hadir di HPN 2017.

“Ini semua kesempatan yang baik dengan adanya pertemuan dunia usaha dan insan pers. Peluang bisnis Maluku dapat berkembang luas. Produk yang ada dapat dipromosikan oleh pers,” kata Wagub lagi.

Lebih jauh, Wagub juga berharap agar melalui perhelatan pameran HPN dan Maluku Expo hingga menginjak acara puncak HPN 2017 nanti, pers dapat terus mendorong potensi-potensi yang dimiliki oleh Maluku agar nantinya ada hasil yang konkret untuk kemajuan Maluku. Wagub mengatakan, rakyat Maluku melalui HPN 2017 ini sangat berharap agar Presiden Jokowi mencanangkan Maluku sebagai lumbung ikan nasional.

“Kami berharap HPN 2017 menghasilkan keputusan penting yakni status lumbung ikan nasional oleh Presiden Jokowi,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan kembali bahwa HPN 2017 menjadi momentum yang besar bagi rakyat Maluku. Ada banyak tamu-tamu penting, baik nasional maupun internasional yang hadir di Ambon. Tak kurang dari 3.000 orang akan memadati Kota Ambon selama perhelatan HPN 2017. Animo yang begitu besar ini akan menjadi berkah bagi Maluku di kemudian hari karena akan banyak potensi-potensi Maluku yang terangkat, di tulis, dan di kabarkan.

“HPN 2017 akan memberikan efek yang besar bagi Maluku. PWI berkeinginan agar Maluku berdiri sejajar dengan provinsi-provinsi lain. Maluku sangat penting bagi PWI Pusat, karenanya kami lebih memilih Maluku sebagai tuan rumah HPN dibandingkan calon-calon lainnya,” kata Hendry.

Pameran HPN dan Maluku Expo 2017 diikuti oleh 128 stand yang memamerkan produk-produk nasional, kerajinan tangan dan juga hasil industry kreatif lainnya. Media massa cetak dan elektornonik juga ikut mendirikan stand di pameran yang akan  berlangsung dari tanggal 5 hingga 9 Februari ini.

Pembukaan pameran HPN dan Maluku Expo 2017 dibuka secara resmi oleh Wagub Maluku ditandai dengan pemukulan tifa (sejenis gendang) dan pelepasan balon udara oleh Wagub didampingi oleh Sekjen PWI Pusat. Tak sampai disitu, di penghujung acara diwarnai dengan penandatangan serta peluncuran buku berjudul “Bersatu Manggurebe Maju” yang ditulis oleh para wartawan asli tanah Maluku.

Panitia HPN 2017

Published in Berita Utama

 

Ambon, 5 Februari 2017

Meski baru akan dibuka secara resmi hari Senin 6 Februari 2017, namun Pameran HPN dan Maluku Expo 2017 sudah bisa dikunjungi warga dari hari ini.

Tercatat ada sekitar 128 Stand yang dibuka, dengan peserta yang beragam. Baik dari Dinas-Dinas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Kabupaten, BUMN, BUMD, Swasta, dan Insan Pers, juga Media Nasional.

"Besok Pak Gubernur yang membuka pameran secara resmi. Tapi hari ini pameran sudah terbuka untuk umum," kata Ketua Bidang Pameran Panitia HPN 2017 Adhy Tristanto di Lapangan Merdeka, Ambon, Minggu, (5/2).

Khusus di pameran HPN 2017, tersedia panggung untuk hiburan bagi pengunjung. Panggung ini akan diisi dengan penampilan-penampilan musik dan hiburan lainnya. Sementara, di luar tenda pameran, panggung hiburan utama sudah terpasang. 

Panggung utama ini menjadi titik acara Hiburan Rakyat pada Rabu malam, (7/2). Artis lokal akan menghibur masyarakat Maluku dan membuat kegiatan HPN 2017 semakin semarak.

Published in Berita Utama
Wednesday, 01 February 2017 22:01

Menyambut HPN Pemerintah Gelar Donor Darah

 

Ambon, 1 Februari 2017

Pemerintah menggelar kegitan Donor Darah dalam rangka mensukseskan Hari Pers Nasional 2017, yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan PMI dan melibatkan PNS lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan TNI/Polri serta turut serta teman-teman dari Insan Pers pun ikut menyumbangkan darah dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku Lantai 6 Ambon.

155 peserta hadir dalam kegiatan ini sedangkan target peserta sebelumnya adalah 200 orang. (**)

 

 

Published in Berita Utama
Page 1 of 2

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 14-15 November 2017
 


Info Gempa Mag:3.1 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:13:28: WIT, Lokasi:3.48 LS-130.14 BT (57 Km Baratdaya Bula-SBT, 64 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 195 Km

Info Gempa Mag:3.4 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:00:53: WIT, Lokasi:3.38 LS-130.13 BT (51 Km Baratdaya Bula-SBT, 54 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 125 Km

Info Gempa Mag:3.8 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 07:30:37: WIT, Lokasi:6.29 LS-129.66 BT (155 Km Utara Tepa-MBD, 198 Km Selatan Banda-MALTENG), Kedalaman 10 Km

 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top