Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

MALUKU TENGGARA

MENGENAL MALUKU TENGGARA

Letak dan Batas Wilayah

Kabupaten Maluku Tenggara menurut Astronomi terletak antara : 5º sampai 6,5º Lintang Selatan dan 131º sampai 133,5º Bujur Timur.
Adapun letaknya menurut Geografis dibatasi antara lain oleh :

  • Sebelah Selatan : Laut Arafura
  • Sebelah Utara : Irian Jaya Bagian Selatan, Wilayah Kota Tual.
  • Sebelah Timur : Kepulauan Aru
  • Sebelah Barat : Laut Banda dan bagian Utara Kepulauan Tanimbar.


Luas Wilayah
Luas Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara ± 7.856,70 Km², dengan luas daratan ± 4.676,00 Km² dan luas perairannya ± 3.180,70 Km².
Kabupaten Maluku Tenggara hanya terdiri atas 1 Gugusan Kepulauan yaitu: Gugusan Kepulauan Kei yang terdiri atas Kepulauan Kei Kecil dengan Luas seluruhnya 722,62 Km² dan Pulau Kei Besar dengan Luas 550,05 Km². Dengan jumlah Pulau tersebut sebanyak 25 buah pulau.

Topografi
Secara Topografi Pulau Kei Kecil, dengan ketinggian ± 100 M diatas permukaan laut. Beberapa Bukit rendah di Tengah dan Utara mencapai 115 M. Pulau Kei Besar berbukit dan bergunung yang membujur sepanjang pulau dengan ketinggian rata-rata 500 - 800 M dengan Gunung Dab sebagai puncak tertinggi, dataran rendah merupakan jalur sempit sepanjang pantai.

Geologi
Menurut peta Geologi Indonesia [1965], Pulau / Kepulauan di Maluku Tenggara terbentuk / tersusun dari tanah dan batuan yang tercatat sebanyak 3 jenis Tanah dan 5 jenis Batuan , secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 1.1.9.

Iklim
Iklim dipengaruhi oleh Laut Banda, Laut Arafura dan Samudera Indonesia juga dibayangi oleh Pulau Irian di Bagian Timur dan Benua Australia di Bagian Selatan, sehingga sewaktu-waktu terjadi perubahan.

a. Musim

  1. Keadaan musim teratur, musim Timur berlangsung dari bulan April sampai Oktober. Musim ini adalah musim Kemarau. Musim Barat berlangsung dari bulan Oktober sampai Februari. Musim hujan pada bulan Desember sampai Februari dan yang paling deras terjadi pada bulan Desember dan Februari.
  2. Musim Pancaroba berlangsung dalam bulan Maret / April dan Oktober / Nopember.
  3. Bulan April sampai Oktober, bertiup angin Timur Tenggara. Angin kencang bertiup pada bulan Januari dan Februari diikuti dengan hujan deras dan laut bergelora.
  4. Bulan April sampai September bertiup angin Timur Tenggara dan Selatan sebanyak 91% dengan angin Tenggara dominan 61% .
  5. Bulan Oktober sampai Maret bertiup angin Barat Laut sebanyak 50% dengan angin Barat Laut dominan 28%.

b. Curah Hujan
Curah Hujan antara 2.000 - 3.000 mm per tahun terdapat di Pulau Kei Kecil. Sedangkan di Pulau Kei Besar diatas 3.000 mm per tahun. Tahun 2008 curah hujan di Kabupaten Maluku Tenggara secara keseluruhan adalah 2.441,9 mm per tahun atau rata-rata 203,5 mm per bulan dengan jumlah hari hujan sebanyak 225 hari atau rata-rata 18,8 hari hujan per bulan.

c. Suhu, Kelembaban, Penyinaran Matahari dan Tekanan Udara

  1. Suhu rata-rata untuk tahun 2008 sesuai data dari Stasiun Meteorologi Dumatubun Langgur adalah 27,3 ºC dengan suhu minimum 23,8 ºC dan maksimum 31,8 ºC
  2. Kelembaban rata-rata 86,1 %, penyinaran matahari rata-rata 61,8 % dan tekanan udara rata-rata 1009,9 milibar.

d. Tipe Iklim

Berdasarkan klasifikasi Agroklimate menurut OLDEMAN, IRSAL dan MULADI [1981], di Maluku Tenggara terdapat Zone Agroklimat, Zone C2 bulan basah 5 - 6 bulan dan kering 4 - 5 bulan.

Hidrologi

a. S u n g a i

Sungai yang berair sepanjang tahun tercatat sebanyak 7 buah antara lain:

  • Pulau Kei Kecil sebanyak 3 buah
  • Pulau Kei Besar sebanyak 4 buah
  • b. D a n a u
    Danau-danau di Kabupaten Maluku Tenggara sebanyak 2 buah, Ablel dan Wearlaai di Pulau Kei Kecil.
    Banyaknya Gempa Bumi yang tercatat serta Frekwensi Gempa dari Stasiun Geofisika Tual dapat dilihat pada Tabel 1.2.1 dan Tabel 1.2.2. Wetang
SEJARAH

Bahwa terbentuknya Kabupaten Maluku Tenggara berawal dari suatu perjuangan dan pergulatan yang panjang, dimana proses terbentuknya dilakukan dengan berbagai bentuk tahapan negosiasi dan diplomasi oleh para Pendiri Kabupaten dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Dati I Provinsi Maluku.
Berdasarkan catatan sejarah perjuangan pembentukan Kabupaten Maluku Tenggara melalui tahapan yang dapat diuraikan sebagai berikut :

I. MASA PASCA PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945

Pada masa Pasca Proklamasi 17 Agustus 1945, Provinsi Maluku hanya terbagi atas 2 (Dua) Daerah Swatantra yaitu Daerah Maluku Utara dan Daerah Maluku Selatan.
Dalam penyelenggaraan Pemerintahan, Pemerintah Daerah Maluku Selatan dilengkapi dengan sebuah Dewan yang disebut Dewan Maluku Selatan (DMS) beranggotakan 30 Orang, 8 Orang diantaranya dari Maluku Bagian Tenggara dan Selatan Daya (Maluku Tenggara sekarang) yaitu :

  1. ABRAHAM KOEDOEBOEN ( DARI KEI BESAR )
  2. VIASENTIUS RAHAIL ( DARI KEI BESAR )
  3. Hi. ABDUL GANI RENUAT ( DARI KEI KECIL )
  4. BON SETITIT / PASTOR YAMCO ( DARI KEI KECIL )
  5. CHRISTIAN BARENDS ( DARI KEP. ARU )
  6. ABDULLAH SOLISA / ADJID LATUCONSINA ( DARI KEP. TANIMBAR )
  7. DANIEL TEURUPUN ( DARI KEP. BABAR )
  8. YACOB NORIMARNA ( DARI KEP. KISAR )

Dari komposisi keanggotaan tersebut, Maluku Tenggara hanya mempunyai Wakil 26, 6 % dari jumlah kursi yang ada.

A. Separatis RMS.

Sebagai akibat dari penerapan sistim Negara Federal, maka terbuka peluang bagi munculnya sifat separatisme Daerah yang mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada tanggal 25 April 1950 Separatis Republik Maluku Selatan memproklamirkan dirinya sebagai Negara Merdeka, terlepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Wilayah Kekuasaan mencakup seluruh Daerah Maluku Tengah dan Tenggara.
Hal tersebut membawa dampak yang besar bagi keamanan Negara khususnya stabilitas Pemerintahan di Maluku, sehingga caplokan sepihak Separatis RMS atas daerah Maluku Tenggara tidak diterima Tokoh / Pemuka Masyarakat Maluku Tenggara.

B. Pembubaran Daerah Maluku Selatan.

Pada bulan April 1951 seluruh Anggota DMS Termasuk Kelompok 8 DMS dari Maluku Tenggara di undang ke Ambon untuk mengadakan Sidang membahas masalah - masalah aktual yang terjadi, Karena Kondisi Saat itu tidak memungkinkan ( setelah Proklamasi RMS ) maka Sidang di batalkan dan diselenggarakanya suatu rapat mendadak oleh Gubernur Maluku yang dihadiri Staf Gubernur, Anggota DMS dan lain-lain, diantaranya 8 Anggota dari Maluku Tenggara yaitu :

  1. Abraham Koedoeboen ( dari Kep. Kei )
  2. Hi. Abdul Gani Renuat ( dari Kep. Kei )
  3. Rakib Nukuhehe ( dari Kep. Aru )
  4. Vitalis Futwembun ( dari Kep. Tanimbar )
  5. Simon Poeroe ( dari Kep. Kisar )

Dalam rapat tersebut Gubernur Maluku ( M. J. LATUHARIHARI ) mengemukakan likuidasi / Pembubaran Daerah Maluku Selatan termasuk alat kelengkapannya seperti DMS.

C. Resolusi Kelompok 8 DMS

Walaupun pada saat itu ada ancaman perpecahan di kalangan kelompok 8 DMS, namun pada akhirnya mereka sependapat untuk memanfaatkan kesempatan pembubaran Daerah Maluku Selatan ini sebagai momentum bagi penyampaian aspirasi Rakyat melaui suatu Resolusi yang isinya antara lain :

  1. Sejalan dengan pembubaran Daerah Maluku Selatan, maka perlu dibentuk Daerah ( DATI II ) Maluku Tenggara dengan Wilayah meliputi : Kep. Kei, Kep. Aru, Kep. Tanimbar, Kep. Babar, dan Kepulauan Selatan Daya ( Lomola, Kisar, Babar dan sebagainya ) Dengan Ibukota berkedudukan di Tual.
  2. Menunjuk BITIK SUTAN TJANIAGO sebagai Bupati Kepala Daerah Maluku Tenggara.

Resolusi tersebut kemudian dirundingkan terus menerus dengan Gubernur Maluku. Dalam hal ini Gubernur menunjuk Saudara Abraham Koedoeboen sebagai Koordinator Perundingan dari Kelompok 8 DMS. Konsultasi / perundingan dengan Gubernur Maluku dan langsung secara berkala sampai dengan Bulan Oktober 1951.

II. TERBENTUKNYA SUATU KESEPAKATAN YANG DISEBUT DENGAN NAMA KESEPAKATAN KASIMBAR

Sebagai realisasi dari resolusi dan perundingan-perundingan yang dilakukan itu, maka pada akhir Bulan Nopember sampai awal Desember 1951, Gubernur Maluku mengadakan Kunjungan Kerja ke Maluku Tenggara, dimulai dari Kepulauan Selatan Daya ( Kisar ), Tepa, Saumlaki, Dobo dan Tual.
Bersamaan dengan kunjungan dimaksud para Pemuka Masyarakat setiap Wilayah diundang untuk menghadiri Konfrensi / Rapat yang dilaksanakan diatas Geladak KM. KASIMBAR pada Tanggal, 10 Desember 1951 di Tual. Pemuka Masyarakat Maluku Tenggara yang hadir saat itu adalah :

  1. Abraham Koedoeboen ( Parkindo - Kep. Kei )
  2. Muhidin Madubun ( Masyumi - Kep. Kei )
  3. Ambarak Renwarin ( Msyumi - Kep. Kei )
  4. Hi. Abdul Gani Renuat ( P N I - Kep. Kei )
  5. Ph. Renyaan ( P. Katholik - Kep. Kei )
  6. Piet Tethool ( P. Katholik - Kep. Kei )
  7. Simon Poroow ( Parkindo - Kep. Kisar )
  8. M. Moses ( Parkindo - Kep. Kisar )
  9. Vitalis Futnembun ( P. Katholik - Kep. Tanimbar )
  10. J. Bonara ( Kep. Aru dan Kep. Babar )

Dalam inti pidato pembukaannya, Gubernur mengemukakan 3 (tiga) hal yang merupakan kendala serius yang dihadapi dalam pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara yaitu :

  1. Belum banyak tenaga intelektual di Daerah ini yang dapat diandalkan dalam penyelenggaraan Pemerintahan.
  2. Terbatasnya Sumber Daya / Hasil di Daerah Maluku Tenggara untuk membelanjai suatu Daerah Otonom.
  3. Jika Tual ditetapkan sebagai Ibukota, maka masalah besar yang dihadapi adalah tidak tersedianya Sumber Air Bersih.

Walaupun pembicaraan diseputar permsalahan tersebut berjalan alot, namun akhirnya dapat dicapai suatu kesepakatan bahwa Gubernur Maluku dapat merekomondir terbentuknya Kabupaten Daerah Tingkat II maluku Tenggara dengan Ibukota berkedudukan di Tual.


III. PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 35 TAHUN 1952 SEBAGAI LANDASAN KONSTITUSIONAL PEMBENTUKAN KABUPATEN MALUKU TENGGARA

Setelah melalui proses pertimbangan yang matang di Tingkat Pemerintah Pusat, pada akhirnya ditetapkan suatu Keputusan Politik yang penting yaitu Pembubaran Daerah Maluku Selatan dan Pembentukan Daerah Tingkat II Maluku Tengah dan Maluku Tenggara, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952 Tertanggal, 12 Agustus 1952. Dengan demikian Tanggal 12 Agustus 1952 merupakan salah satu Tonggak Sejarah yang penting bagi Daerah ini, yaitu saat dimana secara Deyure Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara disetujui Pembentukannya.
Dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952 tersebut, maka langkah-langkah persiapan ke arah penyelenggaraan Pemerintahan-pun diambil antara lain :

  1. Pada sekitar Bulan September 1952, Bitik Sutan Tjaniago tiba di Tual untuk Memangku Jabatan sebagai Bupati Kepala Daerah Tingkat II Maluku Tenggara yang Pertama.
  2. Dalam waktu yang hampir bersamaan para Politisi Daerah Maluku Tenggara diundang oleh Gubernur Maluku di Ambon untuk membicarakan jatah Pembagian Kursi di DPRDS Maluku Tenggara sebanyak 20 Kursi. Dalam Rapat tersebut disepakati Pembagian Kursi sebagai berikut :

 

♦ PARKINDO 8 KURSI
MASYUMI 4 KURSI
PARTAI KHATOLIK 4 KURSI
P N I 2 KURSI
P S I I 1 KURSI
PARTAI BURUH 1 KURSI


IV. DIMULAINYA RODA PEMERINTAHAN DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA

Setelah semua persiapan dilakukan, maka Proses Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara sampai pada puncaknya ditandai dengan Pelantikan DPRDS sekaligus Pembukaan Sidang Perdananya pada Tanggal 22 Desember 1952. Dalam Sidang Perdana tersebut yang dilaksanakan di Gedung Madrasah Wara, dibahas satu mata acara pokok yaitu Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DPRDS, a.n : Saudara Abraham Koedoeboen Sebagai Ketua dan Steven Noya Sebagai Wakil Ketua DPRDS Maluku Tenggara.
Sehubungan dengan itu, maka tanggal 22 Desember 1952 merupakan hari dimana secara formal roda Pemerintahan di Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara mulai digerakan.
Proses sejarah kelahiran Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara itu kemudian lebih dikukuhkan secara konstitusional pada tahun 1958, dengan diundangkan Undang-Undang Nomor 60 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat II dalam Daerah Swatantra Tingkat I Maluku.

V. PENETAPAN HARI KELAHIRAN KABUPATEN DATI II MALUKU TENGGARA

Berdasarkan perjalanan dan Tonggak-tonggak sejarah seperti yang diuraikan di atas, maka kiranya dapat disimpulkan bahwa hari kelahiran Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara dapat ditetapkan pada Tanggal, 22 Desember 1952, dengan memperhartikan prosedur Hukum yang berlaku.
Penetapan Tanggal 22 Desember 1952 sebagai Hari Kelahiran tersebut, setidaknya dilandasi pula oleh beberapa pertimbangan sebagai berikut :

  1. Tanggal 22 Desember 1952 adalah tanggal dimana untuk pertama kalinya roda Pemerintahan Daerah mulai digerakan, ditandai dengan Pelantikan DPRDS dan Palaksanaan Sidang Perdananya. DPRD walaupun masih bersifat sementara pada waktu itu, namun merupakan salah satu kelengkapan Pemerintahan Daerah yang penting, karena Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
  2. Mengingat bahwa Penetapan berdirinya suatu Kabupaten Daerah Tingkat II harus dengan suatu Undang-Undang, dimana untuk Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara dengan Undang-Undang Nomor 60 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat II Dalam Daerah Swatantra Tingkat I Maluku, padahal Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara sudah berdiri berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952, maka tanggal 22 Desember 1952 saat roda Pemerintahan mulai berputar dipandang tetap sebagai Hari Kelahiran Daerah ini.
  3. Pada saat ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952 pada Bulan Agustus 1952 sampai dengan Bulan Desember 1952 baru seluruh kelengkapan / perangkat Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara terbentuk, dan resmi mulai bergerak pada tanggal, 22 Desember 1952.

Dari Kabupaten Maluku Tenggara dengan gugusan pulau - pulau yang terbentang dari Wetar Maluku Barat Daya sampai ke Batu Goyang Kepulauan Aru, kini telah melahirkan 4 daerah otonom masing- masing :

  1. Kabupaten Maluku Tenggara Barat
  2. Kabupaten Kepulauan Aru
  3. Kota Tual, dan
  4. Kabupaten Maluku Barat Daya.

Penetapan Kota Langgur

VI. KABUPATEN MALUKU TENGGARA SEKARANG

Kabupaten Maluku Tenggara telah dimekarkan menjadi Kota Tual dengan pemerintahan tersendiri berdasarkan Undang-Undang No. 31 Tahun 2007 tanggal 10 Juli 2007 Tentang Pemekaran Kota Tual.

Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara sekarang teridiri  6 (Enam) Kecamatan yakni :

  • Kecamatan Kei Kecil                          dengan  Ibukota  Langgur
  • Kecamatan Kei Kecil Timur              dengan Ibu Kota  Rumat
  • Kecamatan Kei Kecil Barat               dengan Ibu Kota Ohoira
  • Kecamatan Kei Besar                        dengan Ibu Kota Elat
  • Kecamatan Kei Besar Selatan         dengan Ibu Kota  Weduar
  • Kecamatan Kei Besar Utara Timur dengan Ibu Kota Hollat

 

Sebelumnya Kabupaten Maluku Tenggara telah melahirkan 2 (dua) kabupaten pemekaran yaitu Kabupaten Maluku Tenggara Barat Tahun 2002 dan Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2004.

Sebagai konsekwensi dari pemekaran Kota Tual tersebut, maka pada tangal 14 Juli 2009 telah disetujui Rancangan Peraturan Daerah (RANPERDA) tentang penetapan Kota Langgur sebagai Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara yang ditindaklanjuti dengan PERDA penetapan Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara, maka telah Ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2011 tanggal 20 Juli 2011tentang Pemindahan Ibukota Maluku Tenggara dari Wilayah Kota Tual ke Wilayah Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara yang selanjutnya disebut Kota Langgur. yang mencakup wilayah dari 8 Ohoi(Desa/Dusun) dan 1 Kelurahan Yakni :

Ohoingur- Ohoi Wearlilir - Ohoi Faan - Ohoi Ohoiluk- Ohoi Ngayub - Ohoi Loon -

 

Ohoi Gelanit - Ohoi Kolser  dan  Kelurahan Ohoijang Watdek

 

Melalui Sidang Paripurna Istimewa DPRD Maluku Tenggara yang dihadiri Berbagai Lapisan Masyarakat dan Pemerintah telah ditetapkan tanggal 8 Oktober 2011 sebagai Hari Lahir Kota Langgur sebagai Ibu Kota Maluku Tenggara yang baru bertepatan dengan Penyerahan PP 35 Tahun 2011 dari Pemerintah Pusat . Kemudian untuk mempersingkat pelayanan masyarakat dengan rentang kendali yang lebih baik maka telah dimekarkan lagi  5(lina) Kecamatan Baru  Yaitu:

1. Kecamatan Hoat Sorbay (meliputi Ohoi(Desa) : Tetoat,Dian Pulau,Dian Darat,Letvuan,Evu,Ngursit,Wirin,Madwat,Ohoibadar,Wab,Watngil,Arso,Warwut.

2. Kecamatan Man Yeu (meliputi Ohoi(Desa): Debut,Rumadian,Lairngangas,Selayar,Namar,Ohoiluk,Ngayub,Ngilngof,Ohoililir.

3. Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan (meliputi Ohoi(Desa): Danar ternate,Danar Lumefar,Danar Ohoiseb,Danar Sare, Uf,Maar, Elaar Lamagorong,Elaar Let, Ngurvul,

Garara

4. Kecamatan Kei Besar Selatan Barat (meliputi Ohoi(Desa): Feer,Hoat,Hoko,Ngafan,Ngan,Ngurko,Ohoilean,Rahangiar,Rerean,Uat,Wafol,Watkidat,Eduar Fer

5. Kecamatan Kei Besar Utara Barat  (meliputi Ohoi(Desa): Ad Ngurwul,Ad Ohoiwaf,Ad Weraur,Dangarat,Faa,Hangur,Hoor Islam,Hoor Kristen, Laar Perda,Mun Esoy,

Mun Kahar, Mun Ngurditwain,Mun ohoiir,Mun ohoitadium, Mun Werfan,Ngurwalek,Ohoituf,Uwat

  • Demikian kilas balik sejarah terbentuknya Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Langgur Alor

 

VISI MISI BUPATI

VISI

1.1     Visi

Visi Bupati/Wakil Bupati terpilih periode 2013-2018 mempunyai keterkaitan dengan visi RPJPD Kabupaten Maluku Tenggara 2005-2025 yaitu Terwujudnya Maluku Tenggara yang Maju, Adil dan Demokratis dalam Masyarakat yang Religius Kultural. Visi pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2013-2018 yang merupakan tahap ketiga RPJP dirumuskan dengan mempertimbangkan tahapan pembangunan jangka panjang daerah, potensi,permasalahan pembangunan yang dihadapi serta isu strategis.Visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2013-2018 adalah :

“Terwujudnya Maluku Tenggara Sejahtera“

 

Terwujudnya masyarakat Maluku Tenggara sejahtera merupakan kondisi yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 tahun ke depan melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing, pengelolaan sumber daya alam, peningkatan sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pelaksanaan nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Maluku Tenggara secara bahu membahu mengoptimalkan seluruh kapasitas yang dimilikinya untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Maluku Tenggara.

Visi terwujudnya Maluku Tenggara sejahtera mengandung arti :

  1. Masyarakat Maluku Tenggara dapat menikmati pencapaian hasil pembangunan ekonomi secara berkelanjutan yang ditandai dengan berkurangnya kemiskinan dan pengangguran, meningkatnya upah, pendapatan per kapita dan daya beli masyarakat, serta meningkatnya pendapatan daerah dan berkembangnya investasi.
  2. Masyarakat Maluku Tenggara dapat menikmati tatanan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis sehingga tenaga kerja meningkat produktivitasnya yang ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi, meningkatnya kapasitas infrastruktur, serta meningkatnya kualitas pendidikan dan derajat kesehatan, sehingga semakin terpenuhinya standar hidup masyarakat yang layak sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

1.2     Misi

Visi tersebut di atas selanjutnya akan dicapai melalui penetapan 4 (empat) misi pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2013‐2018, yaitu.

  1. Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat

Misi ini mengandung arti bahwa dalam upaya mewujudkan Maluku Tenggara sejahtera, diperlukan peningkatkan percepatan dan sinergitas pemberdayaan masyarakat dalam berwirausaha melalui usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK); meningkatkan perlindungan dan jaminan sosial; menguatkan peran masyarakat adat dan lembaga adat; serta meningkatkan tata kehidupan masyarakat yang menghargai dan menghormati tatanan sosial-budaya-agama.

2. Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Misi ini mengandung arti bahwa untuk mewujudkan Maluku Tenggara sejahtera maka pemerintah daerah berupaya menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan peningkatan birokrasi yang efektif, bersih, mampu dan melayani; meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat; meningkatkan mutu perumusan dan pelaksanaan kebijakan/program instansi; meningkatkan efisiensi (biaya dan waktu) dalam pelaksanaan semua tugas organisasi;  serta meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan dasar terutama pendidikan dan kesehatan dalam menghadapi globalisasi dan dinamika perubahan lingkungan strategis.

3. Peningkatan Kapasitas Infrastruktur

Misi ini merupakan upaya untuk :

1)  Membangun dan memelihara prasarana dasar seperti jalan dan jembatan, transportasi darat, laut dan udara, telekomunikasi dan informasi, air bersih, listrik, dan prasarana ekonomi lainnya secara merata dan terjangkau di seluruh wilayah berbasis mitigasi bencana dan sesuai dengan RTRW;

2)  Meningkatkan infrastruktur dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang  memperhatikan daya dukung lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan;

3)  Menyediakan dan menata sarana dan prasarana kerja pemerintahan berdasarkan azas tertib, adil, transparan, efisien dan efektif, manfaat, dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah.

4)  Membangun ohoi-ohoi dan pulau-pulau kecil dengan memanfaatkan secara optimal potensi lokal atas dasar pembangunan yang berbasis keunggulan spasial.

 

4. Peningkatan Daya Saing Daerah

Misi ini merupakan upaya untuk :

1)  Meningkatkan nilai tambah produk melalui pengembangan pertanian, kelautan dan perikanan, dan pariwisata;

2)  Meningkatkan produktivitas tenaga kerja, nelayan dan petani serta mengembangkan inovasi

3)  Meningkatkan tata kehidupan masyarakat yang melaksanakan tertib hukum secara berkeadilan; menjamin kepastian hukum; serta mengembangkan prakarsa dan partisipasi masyarakat dalam memelihara ketertiban dan keamanan wilayah

 

 

Semmy

 

AMBON - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku merayakan syukuran Natal bersama TNI/Polri dan masyarakat, berlangsung di gedung Kristiani Center, Ambon, Selasa (9/1).

Perayaan Natal yang dipimpin Pdt. Pier Latupeirissa ini, digelar di bawah sorotan tema "Melalui Safari Natal Pemprov Maluku, Kita Tingkatkan Etos Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Terus Berkarya Melakukan yang Terbaik Menuju Maluku yang Sejahtera, Religius, Berkualitas, Dijiwai Semangat Siwalima.

Selain Gubernur Maluku Said Asagaff, perayaan Natal ini dihadiri sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah, ratusan Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Maluku, jajaran TNI/Polri, serta sejumlah tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat Maluku.

"Natal adalah kisah tentang Tuhan mewujudkan empati dan memberikan damai dalam bentuk Imanuel," ujar Gubernur Assagaff dalam sambutannya.

Artinya, menurut Assagaff, Dia telah bersama dan menyertai pengabdian, tugas dan juga pelayanan kita bagi negeri ini.

"Oleh sebab itu, kita menjadi ASN dan anggota TNI/Polri yang bercitra luhur serta pembawa berkat bagi sesama,"ujarnya.

Lebih lanjut dia katakan, Natal membuktikan, bahwa Yesus datang untuk menggenapi, melengkapi dan melayani. Karena itu, sebagai ASN dan anggota TNI/Polri, pelayanan yang diberikan haruslah abadi, setia kepada pancasila dan UUD 1945, serta menjadikan Indonesia dan Maluku sebagai lahan bertumbuhnya kemanusiaan dan berkat.

Assagaff juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah ini, untuk meningkatkan kerukunan dan kerjasama antar agama, serta berpatisipasi dalam semua aspek pembangunan, karena Maluku memerlukan dukungan masyarakat sipil dan TNI/Polri yang tangguh.

"Terlepas dari hal tersebut, dari banyak penghargaan yang diterima, membuktikan Provinsi Maluku kian maju dan menjadikan kemajuan itu sebagai modal kompetisi dan daya saing," tuturnya.

Dia menyebutkan, Maluku tidak cuma membutuhkan pemimpin tetapi juga pelayan yang beroientasi damai sejahtera dan siap melawan aksi yang membodohi warga yang memiskinkan masyarakat.

Assagaff lantas meminta seluruh elemen maayarakat Maluku untuk santun dalam menggunakan media sosial. Termasuk menghindari beragam berita hoax, menyebar luaskan pesan kedamaian dan persaudaraan, sebab media komunikasi adalah alat yang baik bagi pembelajaran membangun Maluku dan Indonesia yang damai dan sejuk.

"Saya akan terus berkerja untuk Maluku yang rukun, religius, demokratis damai dan sejahtera. Kalau ada keterbatasan dalam pelayanan, itulah manusia, pasti kita memperbaikinya. Inilah yang mendorong saya mencalonkan diri untuk lima tahun mendatang. Sebab kepercayaan diberikan masyarakat adalah amanah yang harus dipertanggungawabkan," paparnya.

Karena itu sebelum saya cuti untuk mengikuti Pilkada, Assagaff minta agar semua masyarakat di daerah ini tetap kompak dan konsisten dalam pikiran dan tindakan, dalam memajukan Maluku sesuai visi dan misinya.(*)

(sumber: https://www.facebook.com/kabardari.maluku )

 

Wednesday, 03 January 2018 07:31

Gubernur: Jangan Terjebak Penjajahan Jaman Now


AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff mengingatkan generasi muda di daerah ini, agar jangan sampai terjebak penjajahan jaman now.

Pernyataan tersebut Gubernur Assagaff tersebut disampaikannya pada peringatan 200 tahun atau dua abad perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, di Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (2/1).

Apa itu penjajahan jaman now? Menurut Gubernur Assagaff, ini terkait kemajuan teknologi yang memungkinkan pesatnya pengembangan smartphone dan semacamnya.

"Di satu sisi, itu merupakan sebuah lompatan teknologi yang memberikan banyak kemudahan kepada manusia. Tetapi di sisi yang lain, bisa saja menjadi sarana intimidasi oleh pihak-pihak tertentu, untuk menjajah generasi muda kita," terangnya.

Keterbukaan yang dimiliki internet, disebut Assagaff, menjadikan anak-anak kita dapat belajar cepat tentangan banyak informasi dan pengetahuan. Namun di sana ada informasi yang pantas untuk anak-anak, tetapi ada juga yang belum pantas.

Dia katakan, ada sisi positif dan ada sisi negatif. Ini yang harus kita waspadai. Di internet, ada banyak aplikasi pembelajaran, cara belajar cepat dan efektif, ada buku-buku online dan yang lainnya.

"Tetapi ada juga permainan atau video game online yang justru jauh lebih digemari oleh anak-anak. Celakanya lagi para orang tua juga turut terbawa arus dan duduk-duduk main game online," ujarnya.

Bahkan, menurut Assagaff, ada yang sampai lupa jam makan minum, apalagi jam belajar. Ujung-ujungnya anak-anak kita dibekali smartphone dengan tujuan supaya mereka tidak tertinggal dalam pelajaran, ternyata justru sebaliknya mereka lalu terjebak dalam jebakan kemajuan teknologi itu sendiri, dengan segala tawaran-tawaran yang menarik tetapi menyesatkan. Inilah yang dia maksudkan sebagai penjajahan jaman now.

"Lalu sekarang bagaimana dengan anak-anak muda Negeri Sila, Leinitu, Nalahia, Ameth, Titawai, Abubu dan Akon? Adakah niat dan tekad kalian tetap membara untuk mencontohi teladan sang gadis pemberani itu?," kata Assagaff sembari bertanya...

Wednesday, 03 January 2018 06:49

Dua Abad Ina Ata Diperingati di Abubu

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff memimpin peringatan 200 tahun atau dua abad perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, di Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (2/1).

Selain Gubernur Assagaff dan Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, sejumlah pejabat lain terlihat ikut menghadiri peringatan perjuangan pahlawan yang dikenal juga dengan sebutan Ina Ata ini, diantaranya Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, Bupati Malteng Tuasikal Abua, Wakil Bupati Malteng Marlatu Leleury, Bupati Maluku Barat Daya Barnabas Orno, dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Brigjen Pol Rusno Prihardito dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku.

Dalam sambutannya, Gubernur Assagaff menyebutkan, jikalau defenisi kemerdekaan adalah kebebasan, buah dari perjuangan masa lampau, maka di hari ini kita patut berbangga, karena bisa hadir di tengah-tengah perayaan peringatan 200 tahun kisah heroik si gadis pemberani dari Negeri Abubu, pahlawan nasional Martha Christina Tijahahu.

"Sebuah peringatan yang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan masa kini, sesungguhnya adalah hasil jerih juang mereka-mereka di zaman perjuangan dahulu," ujar Gubernur.

Menurut dia, kita harus bangga, sebab sebagai bangsa yang besar pemerintah beserta rakyat Indonesia terus memberikan penghargaan tinggi atas jasa pahlawan, termasuk yang terjadi hari ini. Sebuah upacara seremonial yang mengandung makna beragam bagi kita anak cucu saat ini.

Semua anak cucu dari tujuh negeri di Nusalaut, disebutnya, saat ini bisa "bakumpul" dan "bakudapa", yang dipenuhi dengan sukacita dan rasa syukur.

"Dalam perjumpaan itu, ada banyak nilai yang ditemui di sana, selain belajar tentang kebersamaan, pentingnya nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme, telah membuka ruang perjumpaan dan saling mengenal," tuturnya.

Karena terpisah sekian waktu, Gubernur katakan, ini momen untuk kembali mempererat ikatan persatuan dan persaudaraan, sebab sesungguhnya salah satu kekuatan terbesar dari bangsa ini ialah semangat persatuan dan kesatuan. Sila ketiga dari pancasila telah menegaskan hal itu.

"Di kesempatan yang baik ini juga, saya pun ingin menyampaikan ucapan Selamat Natal 25 Desember 2017 dan selamat memasuki tahun baru 1 Januari 2018," ujarnya.

Perayaan 200 tahun ini, dinilai Gubernur menjadi berbeda, karena selain mengenang dua abad perjuangan dan pengorbanan Martha Christina Tijahahu di Negeri Kakerisa Amapati, Abubu, momen ini juga telah memberikan sentuhan perubahan.

"Ada perubahan secara fisik, berupa dibangunnya pantung Ina Ata sang gadis pemberani, tetapi juga ada pesan-pesan dan nilai kisah heroik, yang mesti menjadi warisan anak cucu," tuturnya.

Keberadaan patung yang indah dan megah ini, menurut Gubernur, akan menjadi tanda pengingat bagi siapapun, bahwa di Negeri Abubu ini pernah hidup seorang pejuang perempuan yang gagah berani, yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi banyak orang.

Lebih lanjut Gubernur katakan, di tahun 2018 ini, kita akan berhadapan dengan agenda demokrasi nasional yakni Pilkada serentak, yang di dalamnya ada Pilkada Gubernur - Wakil Gubernur Maluku, Pilkada Bupati - Wakil Bupati Maluku Tenggara, serta Pilkada Walikota - Wakil Walikota Tual. Juga ada kegiatan nasional Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Pertama Tingkat Nasional di Ambon.

"Saya berharap kedua agenda ini, dapat berlangsung dengan aman, lancar dan sukses," ujarnya.

Tema peringatan 200 tahun perjuangan Martha Christina Tijahahu, lanjut Gubernur, telah memberikan penegasan tentang pentingnya keamanan dan ketertiban bagi kita semua.

Dengan jiwa dan semangat pahlawan nasional Martha Christina Tijahahu, dia mengimbau seluruh warga di daerah ini, untuk ikut menjaga stabilitas keamanan menyongsong Pilkada serentak tahun 2018.

"Keamanan adalah pilar utama penjaga keutuhan bangsa dan negara. Mari kita jaga dan pelihara itu dalam semangat Hidup Orang Basudara yang utuh dan menyatu," demikian Gubernur.(*)

(sumber : https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/203988906826046 )

AMBON - Sesaat sebelum memimpin hitung mundur menuju tahun 2018, Gubernur Maluku Said Assagaff meminta warga di Kota Ambon dan masyarajat Maluku pada umumnya, untuk tetap menjaga kehidupan pluralisme yang dibingkai rasa persaudaraan yang tinggi antarwarga.

Assagaff menilai, kehidupan pluralisme dalam bingkai Hidop Orang Basudara, menjadi kunci sukses untuk membangun Maluku yang maju, serta meningkat kesejahteraan masyarakatnya di masa mendatang.

"Karena itu kondisi keamanan semakin kondusif di Maluku hendaknya dijaga dan dipelihara oleh semua komponen masyarakat, sehingga berbagai event penting yang akan terlaksana tahun 2018, bisa berjalan lancar dan sukses," tutur Gubernur Assagaff saat memimpin malam pergantian tahun 2017 ke 2018 yang dipusatkan di Jembatan Merah Putih (JMP), Minggu (31/12/2017), hingga hingga Senin (1/1/2018) dini hari.

Dia juga mengajak warga di Kota Ambon dan Maluku pada umumnya, untuk tetap menjaga dan meningkatkan kerukunan hidup antarumat beragama sebagai modal utama untuk memulai kehidupan dan pembangunan di tahun baru 2018.

"Ini menjadi modal dan kekuatan bersama kita untuk membangun Maluku di tahun 2018," ujarnya.

Dia menegaskan, citra Provinsi Maluku yang saat ini dikenal sebagai laboratorium kerukunan hidup antarumat beragama terbaik di tanah air, tidak terlepas dari kerja keras semua komponen masyarakat untuk mewujudkannya.

Beberapa agenda nasional yang akan berlangsung di Maluku pada tahun 2018 ini, menurut Gubernur antara lain Pilkada Gubernur bersamaan dengan Pilkada Walikota Tual dan Pilkada Bupati Maluku Tenggara, dan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Pertama yang akan dipusatkan di Kota Ambon.

Gubernur Assagaff meyakini, Pilkada serentak di Maluku akan berjalan lancar dan aman, karena ditunjang kematangan politik masyarakat, kendati prediksi sejumlah pihak bahwa Maluku merupakan salah satu daerah rawan konflik saat pesta demokrasi tersebut berlangsung.

"Kondisi keamanan yang semakin terpelihara akan berdampak besar terhadap keberanian para investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi untuk mengelola berbagai sektor unggulan di Maluku di masa depan, sehingga berdapat terhadap percepatan pembangunan dan kesehjateraan masyarakat," sebutnya.

Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, Kapolda Maluku Irjen Pol Deden Juhara, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI. Suko Pranoto bersama para pimpinan SKPD inu, memukul tifa serta meniup terompet menandai detik-detik pergantian tahun 2017 ke 2018 dari atas JMP.

Bersamaan dengan itu, belasan generasi muda meniup "tahuri" alat musik tradisional Maluku yang terbuat dari kulit kerang, diselingi bunyi sirine kapal, serta dentangan lonceng gereja dan beduk masjid.

Ribuan warga yang membanjiri JMP juga memanfaatkan momen tersebut dengan menembakkan aneka kembang api, membuat gemerlap langit di sekitar kawasan JMP.

Suasana yang sama juga terlihat di Lapangan Merdeka yang berada di pusat Kota Ambon. Langit ibukota Provinsi Maluku ini terlihat meriah dengan hiasan ribuan kembang api yang diluncurkan warga dari berbagai kawasan.

Selain di kawasan JMP dan Lapangan Merdeka, kemeriahan yang sama juga terlihat di dua lokasi pusat perayaan tahun baru di Kota Ambon, yakni di kawasan reklamasi Tapal Kuda dan Ambon City Center Passo.

Sebelumnya, warga yang menunggu pukul 00.00, di keempat lokasi pusat perayaan tahun baru ini, dihibur musisi ternama di Kota Ambon. Khusus di JMP, dua penyanyi Indonesia berdarah Maluku yakni Andre Hehanusa dan Wilson "Idol" Maiseka, ikut bersama sejumlah artis lokal menghibur warga yang membanjiri kawasan jembatan yang terbentang di atas Teluk Ambon ini.(*)

(sumber : https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/203504956874441 )

 

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff menilai, ritual adat Panas Pela adalah upaya revitalisasi kearifan lokal, dimana setiap kebudayaan lokal, merupakan bagian dari khazanah kebudayaan nusantara.

Pernyataan Gubernur Assagaff ini, disampaikan dalam sambutan tertulisnya, dibacakan Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Ronny Sam Wolter Tairas, pada acara Panas Pela Nalahia dan Waraka yang berlangsung di Nalahia, Selasa (19/12).

"Revitalisasi kearifan lokal dalam panas pela ini, merupakan upaya kita untuk mentransformasikan nilai-nilai kearifan lokal, khususnya kesadaran hidup orang basudara dalam menghadapi dinamika masyarakat yang makin multikultural dewasa ini," ujar Assagaff.

Pada acara yang juga ditandai Peresmian Monumen Pela Darah ini, Assagaff katakan, ikatan Pela sebagai identitas manusia Maluku yang khas, sesungguhnya telah menyuguhkan sebuah tingkat keadaban yang tinggi dalam pertalian sejati hidup orang basudara, sebagaimana ungkapan luhur katong samua, yaitu potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng dibagi dua.

Untuk itu, dirinya meminta para Raja Latupati, untuk kembali melakukan revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai modal sosial kultural dalam rangka membangun Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demonstratis dijiwai semangat siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

Tak lupa, Gubernur Assagaff mengajak seluruh masyarakat kedua negeri untuk mengingat pesan para moyang-moyang dan datuk-datuk, "jang langgar dong pung janji. Sei Hari Hatu, Hatu Hari Esepany" (Siapa Balik Batu, Batu Balik Tindis Dia).

"Kuatkanlah ikatan pela ini wahai saudara-saudaraku dari Nalahia dan Waraka atau samua basudara pela, gandong, Wari wa, yang ada di kabupaten ini, seperti janji para leluhur di Nunusaku, yaitu Nunu Pari Hatu, Hatu Pari Nunu (Persatuan atau persaudaraan itu laksana pohon beringin yang melingkari batu karang dan batu karang melingkari pohon beringin," kata Assagaff mengingatkan.

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah (Malteng) Tuasikal Abua dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I bidang Pemerintahan dan Pembangunan Pemkab Malteng Wem Istia mengatakan, panas pela Nalahia - Waraka bukan sekedar ekspresi seromonial acara adat.

"Lebih dari itu, acara adat ini memberikan kesan moral kultural dan religius yang sangat bermakna, yang harus dipertahankan oleh masyarakat, tentang nilai kasih, menyayanggi, serta adat istiadat sebagai modal sosial dalam mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan hidup bersama," tutur Tuasikal.

Menurutnya, panas pela merupakan warisan berharga, sekaligus sebagai tanda pengingat kepada generasi penerus, bahwa kita memiliki warisan identitas budaya yang patut dibanggakan dengan tidak melupakan asal usul.

"Kita patut bangga sebagai pembuktian bahwa agama, adat dan budaya bisa dapat dipertahankan dalam menciptakan keharmonisan dan kedamaian hidup," tegasnya.

Panas pela Nalahia dan Waraka yang baru kembali digelar setelah lima tahun ini, memungkinkan masyarakat kedua negeri kembali dipertemukan dalam ritual adat panas pela Risapori Henalatu dan Paisine Yamalatu.

Acara yang ditutup dengan ibadah syukuran yang berlangsung di Gereja Sion ini, turut dihadiri anggota DPD RI Novita Anakotta, Ketua DPD Gerindra Maluku Hendrik Lewerissa, Seketaris Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Meki Lohi, Raja Nalahia G. Leiwakabessy, Raja Waraka P. R. Lailosa, serta ribuan masyarakat Risapori Henalatu dan Paisine Yamalatu, baik yang berasal dari sejumlah daerah di Maluku, maupun dari luar Provinsi Maluku, termasuk yang datang dari Negeri Belanda.(*)

(sumber:https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199513710606899 )

Tuesday, 19 December 2017 01:38

Wagub Serahkan DIPA Tahun 2018

AMBON - Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua menyerahkan secara simbolis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2018 kepada Satuan Kerja (Satker) Kementerian atau Lembaga dan Daftar Alokasi Dana Transfer serta Dana Desa kepada Bupati Walikota se-Provinsi Maluku, di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Senin (18/12). Gubernur Maluku Said Assagaff, dalam sambutan tertulisnya dibacakan Wagub, menyebutkan, Penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2018 kepada para Kuasa Pengguna Anggaran yang ada di Provinsi Maluku, serta Penyerahan pagu definitif Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku ini, merupakan awal dari rangkaian proses pelaksanaan APBN tahun 2018 yang telah disepakati oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Pemerintah pada akhir Oktober 2017.
Dia katakan, tema kebijakan fiskal pada tahun anggaran 2018, adalah "Pemantapan Pengelolaan Fiskal untuk Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan". Tema ini, disebutnya, sejalan dengan rencana kerja Pemerintah di tahun 2018, yaitu memacu investasi dan infrastruktur untuk pertumbuhan, mengurangi kemiskinan dan pemerataan

Pertumbuhan Ekonomi Maluku pada triwulan III 2017, disebut Assagaff, mencapai 5,26% lebih lambat dari triwulan sebelumnya sebesar 5,68%, namun pertumbuhan tersebut masih lebih baik dari tingkat nasional sebesar 5,06%. "Apabila kita bicara fiskal, maka Pertumbuhan ekonomi Maluku menurut BPS secara signifikan dipengaruhi oleh konsumsi pemerintah yang memberikan andil sebesar lebih dari 45%," ujarnya.
Artinya, lanjut Assagaff, penyerapan APBN dan APBD sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Maluku. Tingkat Kemiskinan di Maluku pada Maret 2017 sebesar 18,45% lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya yang selalu di atas 19%. Hal ini, menurut Assagaff, mengindikasikan bahwa kemiskinan di Maluku sudah mulai baik walaupun masih tetap tinggi apabila dibandingkan dengan nasional maupun provinsi-provinsi lainnya.

(sumber: https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199340210624249 )

 

 

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Maluku, menggelar natal bersama para tokoh dan masyarakat Maluku yang berada di Jakarta, dan dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff, Wakil Gubernur Maluku Z. Sahuburua, dan sejumlah pejabat di lingkup Pemprov Maluku , Sabtu 16 Desember 2017.

Mengusung tema, Imanuel : Allah Beserta Kita, natal bersama yang dipusatkan di anjungan Maluku, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, juga dihadiri diantaranya Mantan Wakil Gubernur Maluku Suranto, Mayjen TNI (Purn) Max Tamaela, dan Laksda TNI (Purn) Ishak Latuconsina.

Mewakili tokoh masyarakat Maluku di Jakarta, Laksda TNI (Purn) Ishak Latuconsina dalam sambutannya mengatakan perayaan natal yang digelar Pemprov Maluku dengan masyarakat Maluku yang ada di Jakarta, sebuah cara untuk memperkuat toleransi dan persatuan anak bangsa, khususnya Maluku yang ada di Jakarta, serta membangun ketentraman dan penuh kasih.

“Kegiatan yang digelar ini menunjukan pula pentingnya peran pemerintah daerah dalam merangkul seluruh warga masyarakat Maluku untuk sama-sama membangun dan memelihara persatuan, rasa persaudaraan dan toleransi antar warga masyarakat Maluku dan warga masyarakat dari daerah lain,” ujar Latuconsina.

Sesungguhnya kata Latuconsina di Maluku sendiri khususnya telah memiliki modal yang besar yakni hubungan Pela Gandong untuk senantiasa menanamkan rasa kasih dan kebersamaan serta juga penting untuk memperkuat toleransi serta persatuan antara anak bangsa.

“Ini diperlukan untuk membangun hubungan masyarakat yang tenteram, damai dan penuh kasih. Karena hanya dalam kedamaian dan ketentraman bisa membangun ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ungkap Latuconsina.

Sementara Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya mengatakan
merayakan Natal sama artinya dengan mendeklarasikan komitmen bahwa kita semua adalah orang Maluku yang setia dan bangga terhadap cerminan hati diri yang melekat kuat di sanubari.

“Natal yang kita rayakan juga adalah peristiwa Illahi karena sesungguhnya Tuhan telah melalukan perpaduan sosial, politik, ekonomi dan relegiusitas umat manusia,” ungkap Assagaff.

Dikatakan cerminan natal adalah perayaan identitas tentang warga yang dewasa dan bertanggung jawab terhadap diri dan negerinya termasuk objek dalam menilai kondisi kekinian tanah leluhur kita.

“Maluku disebut tanah tampa potong pusar. Maluku menjadi simbol dari identitas yang tidak akan lapuk. Karena itu semua tindakan kita adalah manifestasi dan identitas,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Assagaff mengatakan dirinya memandang natal itu sangat penting, karena natal selalu memanggil pulang anak-anak ke rumah orang tuanya. Maluku adalah rumah kita, rumah orang tua yang hingga kini dijaga anak-anak Maluku.

“Kita semua bisa merantau kemana saja, tapi rumah kita di Maluku tetap harus dijaga. Maluku panggil pulang adalah seruan bagi peduli, juga seruan membangun bersama dan menjaga identitas, bahwa Maluku harus maju, damai dan sejahtera serta berdaya saing tinggi. Saya mengharapkan menumbuhkan hal itu di perayaan natal yang kudus ini,” ujar Assagaff yang menambahkan semua percaya keberhasilan di Maluku tidak akan ada tanpa campur tangan Tuhan.

“Beta hanya seorang gubernur menjalan tugas visi pembangunan Maluku agar Maluku bisa aman , rukun , damai, relegius , berkualitas dan berdemokratis. Dan ini semua berhasil karena Tuhan beserta kita,” tegas Assagaff. (****)

(sumber:https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199047060653564 )


 

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff memastikan stok sembilan bahan pokok (sembako) jelang Natal 2017 dan tahun Baru 2018 di daerah ini dalam kondisi aman.

Pernyataan tersebut disampaikan Assagaff saat membuka Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, di kawasan Batumeja Ambon, Senin (11/12).

"Saya sudah tanyakan Kepala Dinas Perdagangan, dijamin stok yang tersedia cukup, terutama untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat," ujar Assagaff.

Menurut dia, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Maluku juga menjamin ketersediaan beras di daerah ini.

"Saya harap begitu juga kondisinya untuk gula, tepung terigu, telur. Jangan lagi ada spekulasi telur, karena biasanya para pedagang itu, jelang hari-hari besar keagamaan begini, telurnya suka ditahan atau disimpan sampai harganya naik baru dilepas," tuturnya.

Untuk menindak para spekulan ini, dirinya meminta ada operasi pasar, yang dibantu dukungan aparat keamanan. Sehingga jika ada distributor yang main-main, bisa langsung segera diberi tindakan tegas.

Lebih lanjut Assagaff katakan, dalam rangka memperingati hari-hari besar keagamaan, dari tahun ke tahun, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku selalu melaksanakan Pasar Murah. Baik itu ketika akan memasuki Idul Fitri, Natal maupun Tahun Baru.

"Mudah-mudahan saja, dengan Pasar Murah ini, sangat membantu masyarakat, sebab barang kebutuhan pokok yang dibeli benar-benar murah. Kalau harganya hanya beda-beda tipis dengan yang ada di toko atau pasar swalayan, tentu tidak ada gunanya. Paling tidak di sini ada diskon sampai 30 persen. Jangan cuma diskon 20 persen," tandasnya.

Pada kesempatan itu, dirinya juga meminta kepada warga yang datang berbelanja di Pasar Murag, agar tidak langsung main borong. Jangan sampai baru satu hari dibuka, barang-barang di Pasar Murah sudah langsung habis.

"Para penjual juga harus jeli melihat. Jangan sampai ada warga yang sudah beli, lalu dua jam kemudian dia beli barang yang sama di tempat yang sama lagi. Akhirnya menutup kesempatan ke warga yang lain," kata Assagaff mengingatkan.

Dia juga mengimbau agar Pemerintah Kabupaten Kota juga untuk menggelar Pasar Murah, menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Natal ini, agar masyarakat bisa terbantu dengan harga yang lebih murah dari biasanya.

"Bila perlu ada juga Pasar Murah di Kecamatan yang populasi umat Kristiani-nya cukup banyak. Begitu juga saat jelang Lebaran, di kawasan yang populasi umat Muslim-nya cukup banyak," imbuhnya.

Dengan begitu, Assagaff katakan, masyarakat benar-benar merasa sangat terbantu. "Mari kita dorong terus langkah yang ada, terutama untuk para distributor perlu mengantisipasi agar stok yang ada jelang Natal dan Tahun Baru tidak berkurang," ujarnya.

Assagaff menambahkan, menjelang Lebaran, menjelang Hari Natal atau menjelang Tahun baru, biasanya warga kesulitan pengangkutan. Karena itu dirinya sudah minta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Frans J. Papilaya, untuk mengkoordinisikan armada-armada pelayaran.

"Kalau bisa tahun depan itu ada Mudik Gratis juga ke daerah-daeeah yang agak jauh dari Ambon, misalnya ke Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, Kepulauan Aru, termasuk ke Buru Selatan dan pulau-pulau yang ada di Seram Bagian Timur," harapnya.(*)

(sumber : https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199044130653857 )

 

AMBON - Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff berharap pebalap muda belasan tahun asal Maluku David Juliano Sitanala, terus membawa dan mengharumkan nama Maluku di ajang balap internasional.

"Ini luar biasa. Pemerintah Daerah Maluku tentu akan mendorong supaya David terus bisa ikut ajang internasional. Karena selain bawa nama Maluku, dia juga membawa nama negara Indonesia. Apalagi, Menteri Pariwisata maupun Menteri Pemuda dan Olahraga, sudah berkomunikasi soal David ini," ujar Gubernur Assagaff.

Pernyataan tersebut disampaikannya, ketika menerima kunjungan David, yang datang membawa dua buah piala raihannya pada ajang Formula 4 di sirkuit internasional Zhuhai, China, April 2017, untuk dipersembahkan kepada masyarakat Maluku melalui Pemda Maluku, bertempat di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (7/12).

Assagaff katakan, atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, dia menyampaikan banyak terima kasih, penghargaan dan apresiasi buat David yang meraih dua kali juara tiga pada ajang balap di China ini.

"Saya kira ini putera Maluku pertama, yang memberanikan diri untuk bisa tampil pada ajang balap internasional Formula 4 di China," tandasnya.

Menurut Assagaff, jarang ada yang seberani David. Sebab perjalanannya diawali dari go kart, langsung ke Formula 4.

Dia menyebutkan, menurut mereka yang ahli di bidang ini, biasanya tidak secepat itu, karena butuh penyesuaian waktu, minimal enam bulan.

“Balap ini kan musti berani. Sehingga langsung dari go kart ke F4 dan saat balap di China, tiga kali race dan dua kali diikuti, David persembahkan piala di nomor urut 3 untuk 2 kali race. Sayangnya pada balapan ketiga, ada sedikit trouble pada mesinnya," terang Assagaff.

Assagaff menyebutkan, tahun 2018, ada sejumlah permintaan juga kepada David. Dia sendiri berkeinginan untuk tidak saja ikut balap di Asia, tapi mau juga ke Eropa diantaranya di Inggris dan Jerman.

"Saya bilang ke Ketua IMI Maluku Sandy Wattimena, supaya besok coba kita bikin surat ke Menteri Pariwisata. Kita minta dukungan dari beliau, mudah-mudahan saja, ada dukungan yang besar dari Menteri Pariwisata kepada David. Karena untuk masuk ke dunia ini, apalagi tahap internasional butuh biaya yang besar," imbuhnya.

Kalau Pemda Maluku, menurut Assagaff, bisa bantu apa adanya. Kalau anggarannya besar mesti persetujuan DPRD.

"Itu yang nanti kita buat ke depan. Intinya, saya berharap David dapat maju terus, bisa membawa nama Maluku dan bangsa Indonesia lebih baik lagi," harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Assagaff juga berjanji, akan mengupayakan beasiswa untuk David yang saat ini sedang sekolah di Singapura dan tertarik untuk mendalami ilmu kepariwisataan.

Sementara itu, David Sitanala mengungkapkan keberhasilan diraihnya pasca naik kelas dari go kart ke F4.

"Ke depan pasti latihannya mesti lebih giat karena persiapannya harus 6 bulan sebelum balapan dan itu sangat ketat. Apalagi pelatih yang tangani saya juga pelatihnya Rio Haryanto waktu di formula 1 (F1). Jadi dia juga sudah tahu strategi apa yang disiapkan sebelum pembalap terjun untuk balapan. Apalagi memang kita punya paket team bagus, bisa saling mendukung dan memberikan hasil positif," paparnya.

David menyambut baik dukungan dari Pemda melalui Gubernur, dan harapannya bisa terus bersama-sama.

Sebab bagi David, ini juga merupakan satu kebanggaan untuk mewakili Maluku di ajang balap internasional dan memberikan hasil lewat prestasi di China, podium 3.

Target ke depan, David mengaku, ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dari saat ini. Jika sebelumnya Juara 3, selanjutnya harus bisa Juara 2 atau Juara 1.

Selain balap, kata David pada ajang F4 tersebut, dirinya juga mempromosi obyek-obyek wisata di Maluku, khususnya spot-spot pantainya.

"Kami punya booth special untuk promosi pariwisata. Di situ kami taruh informasi dan kebanyakan foto-fotonya tentang pantai dan keindahan alam di Maluku," ungkapnya.

Setelah sukses di China, David mengaku membidik even F4 di Inggris. Alasan dia memilih Inggris karena di sana tempat asal olahraga balap, selain Italia.

"Karena tempat asal olahraga balap, sehingga saya perlu mencoba. Agar ke depan bisa berkembang jadi lebih baik lagi. Untuk sponsorship, meski selama ini sudah didekati tetapi belum ada sponsor yang confirm untuk membantu. Saat ini sponsor utamanya masih dari Pemda Maluku," tandasnya.(*)

(sumber:https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199043223987281 )

 

 

AMBON - Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba menyebutkan, pihaknya pada tanggal 14 Desember nanti, akan menggelar rapat di Jakarta, terkait perkembangan Lumbung Ikan Nasional (LIN), ruas jalan di Taman Nasional (TN) Manusela dan Dana Alokasi Umum (DAU) Maluku yang dihitung dari luas wilayah laut Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan Purba, usai pertemuan Tim Komite II DPD RI dengan Gubernur Maluku Said Assagaff bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku dan Maluku Utara serta pihak Balai Taman Nasional (TN) Manusela.

"Hal yang akan kita bicarakan terkait kabar perkembangan Maluku Lumbung Ikan Nasional (LIN). Untuk ini, secara khusus kita akan melakukan pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Direktorat Jenderal (Dirjen) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Nanti setelah matang, baru dengan Menteri KKP Susi Pudjiastuti," terang Purba.

Hal berikut yang akan dibicarakan pada rapat tersebut, menurut Purba, pihaknya akan mendukung Pemerintah Provinsi Maluku, untuk mendapatkan kejelasan nasib terkait pernyataan Presiden Joko Widodo yang berjanji DAU Maluku yang bakal dihitung berdasarkan luas wilayah laut daerah ini.

Permasalahan berikut yang akan ikut dibahas, lanjut Purba, yakni soal status jalan trans Pulau Seram yang melintasi Taman Nasional (TN) Manusela.

"Supaya kita bisa mencari jalan keluar seperti apa terkait ruas jalan yang menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku dan Maluku Utara, namun berada dalam wilayah Taman Nasional yang merupakan kewenangan Taman Nasional (TN) Manusela itu," tutur Purba.

Intinya, menurut Purba, pembicaraan ini penting termasuk juga dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, agar mendapatkan kejelasan terkait kerja sama antara Balai TN Manusela dan Balai Jalan, soal ruas jalan yang sangat vital bagi sejumlah kawasan di Pulau Seram ini (*)

Page 1 of 33

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang
16 Januari - 17 januari 2018
 

INFO GEMPA

 

 
 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top