Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

KABUPATEN MALUKU TENGAH

MENGENAL MALUKU TENGAH

Luas dan Batas Wilayah Administrasi

Kabupaten Maluku Tengah memiliki luas sebesar 275.907 Km², terdiri dari wilayah lautan seluas 264.311,43 Km2 atau 95,80% dan daratan seluas 11.595,57 Km2 atau 4,20%, dengan panjang garis pantai 1.256.230 Km.Kabupaten Maluku Tengah berbatasan dengan :

Ø Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Seram

Ø Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Banda

Ø Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Seram Bagian Barat

Ø Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Seram Bagian Timur

Sebagaimana disajikan dalam tabel. 1 berikut diketahui bahwa sebagian besar wilayah daratan di Kabupaten Maluku Tengah atau sekitar 92,11% berada di pulau Seram dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Sedangkan wilayah daratan Kabupaten Maluku Tengah yang tersebar di Pulau Ambon, Pulau Haruku, Pulau Nusalaut dan Saparua, serta Kepulauan Banda hanya seluas 7,98%.

Kondisi Geografis dan Topografis

Secara Astronomi, Kabupaten Maluku Tengah setelah pemekaran terletak diantara 2o30’ – 7o30’ LS dan 250o – 132o30’ BT, dan merupakan daerah kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 53 buah, dimana yang dihuni sebanyak 17 buah dan yang tidak dihuni sebanyak 36 buah.

Bentuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah dikelompokkan berdasarkan pendekatan fisiografi (makro relief), yaitu Dataran, Pantai, Perbukitan dan Pegunungan dengan kelerengan yang bervariasi. Tercatat sebanyak 2 dataran, 3 gunung, 2 danau dan 144 buah sungai berada di wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

Struktur geomorfologi di Pulau Seram, Ambon, Banda dan sekitarnya dapat dibedakan atas struktur: vulkan, horizontal, lipatan, dan patahan, sedangkan batuan utama terdiri atas batuan vulkanis, terobosan, gamping, sekis, dan aluvium. Tanah yang berkembang di Kabupaten Maluku Tengah menurut Lembaga Penelitian Tanah Bogor, terdiri atas jenis organosol, aluvial, renzina, grumusol, podsolik dan tanah kompleks.

ARTI LAMBANG
KABUPATEN MALUKU TENGAH


Lambang Daerah Kabupaten Maluku Tengah ” PAMAHANUNUSA” yang berarti ”MEMBANGUN NUSA DAN BANGSA” Pengertian lengkap dari Lambang Daerah ”PAMAHANUNUSA” sesuai Peraturan Daerah Nomor : 33 / PER / DPRD – GER / 1970 adalah sebagai berikut :Lambang Daerah Bentuk Perisai, yang berukuran leher atas 9 cm, garis tinggi 12cm, tinggi tepi kiri kanan sampai pada garis lengkung 8 cm, perisai melambangkan penangkis segalah serangan dari manapun datangnya. Lukisan lambang dengan dasar warna merah darah , berarti sifat keberanian murni yang tidak ternoda oleh sifat – sifat lain. Lukisan pada gambar menggunakan warna – warna :

Putih artinya suci, melambangkan kesucian didalam menunaikan tugas.

Kuning artinya cahaya, melambangkan ketuguhan iman dan kebijaksanaan yang bercahaya yang gilang gemilan untuk suatu tujuan.

Merah artinya berani melambangkan gagah berani dalam menunaikan tugas.

Hitam arinya tenang, melambangkan ketenangan dalam menhadapi sesuatu apapun juga .

Hijau artinya harapan, melambangkan penuh harapan dalam melaksanakan tugas.

Biru artinya tulus dan setia, melambangkan mengabdi kepada cita – cita Negara, Nusa dan Bangsa dengan tulus dan setia.

Cokelat artinya dasar, melambangkan memiliki dasar yang kuat guna melaksanakan tugas.


Kesimpulan tata warna : ” Tiap petugas dilambangkan menunaikan tugasnya dalam segi Pemerintahan mempunyai sifat suci, kebijaksanaan dan ketuguhan iman, gagah berani serta tenang, penuh harapan serta setia dan harus mempunyai dasar yang kokoh kuat seperti batang pohon sagu.” Lukisan dalam perisai terdiri dari :Pohon Sagu mempunyai 15 pelepah yang hijau, masing – masing terdiri dari 45 daun artinya :Pohon Sagu menghasilkan makna utama rakyat maluku, khususnya rakyat Kabupaten Maluku Tengah karena pohon sagu terdapat banyak sekali di pulau Seram / Nusa Ina. Pohon Sagu terkenal kokoh tak bisa di guncangkan / ditumbangkan oleh angin apapun. Juga melambangkan ketuguhan dan kekerasan watak kapitan / pahlawan – pahlawan Maluku seperti : Thomas Matulessy ( Pattimura ), Anthony Ribok, Said Perintah, Philip Latumahina dan Srikandi Kristina Martha Tiahahu. 15 Pelepah yang hijau masing – masing terdiri dari 45 helai daun mempunyai patokan yang nyata dalam sejarah perjuangan yang telah menjelma dari sejara Bangsa dan Negara Indonesia pada tahun 1954. Lima pelepah berwarna coklat artinya dasar yang dapat diikuti / dicontohi dari lima Pahlawan Maluku dengan mengingatkan kita pada perjuangan Pattimura pada tanggal : 15 Mei 1817. Lima belas pelepah berwarna hijau , lima pelepah yang coklat berarti tulus setia mengabdi cita –cita Negara ,Nusa dan Bangsa guna melksanakan tugas perjuangan Pattimura pada tanggal 15 Mei (bulan 5). Benteng dengan lima kepala benteng berwarna hitam bertuliskan Kabupaten Maluku Tengahdengan huruf cetak putih membuktikan tempat dimana pahlawan –pahlawan yang telah gugur serta membayangkan kedukaan denga dengan hati yang suci terhadap berakhirnya hidup Pahlawan Pattmura. Lima kepala benteng merenungkan junjungan tinggi terhadap pancasila. Susunan batu pada benteng sebanyak 18 dan 17 berarti 1817 yang mejelma menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu 17 Agustus 1945. Parang dan Tombak adalah alat-alat kebesaran dan sesaktian para kapitan /pahlan . Kain Berang yang mengikat ujung tombak ialah isyarat peperangan datuk- datuk di Maluku Tengah. Rumput subur yang berwarna hijau membayangkan kesuburan tanah Maluku dengan hasil hutannya.

Delapan belas pintalan daun – daun kelapa muda sebagai rantai persatuan dan kesatuan persaudaraan dimana kedua ujungnya bertemu pada bagian atas, artinya 18 kecamatan dalam Daerah Tingkat II Kabupaten Maluku Tengah

 

S E J A R A H

Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tengah sebagai salah satu kabupaten di Maluku yang dibentuk dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952 (L.N. No. 49/1952) tentang pembubaran daerah Maluku selatan dan pembentukan Maluku Tengah dan Maluku Tenggara.

Setelah berlakunya Undang-undang No. 1 Tahun 1957 tanggal 18 januari 1957, tentang pokok-pokok pemerintah untuk seluruh wilayah Republik Indonesia, maka dibentuk daerah-daerah “Swatantra” diantaranya daerah Swantantra Tingkat I Maluku dengan undang-undang darurat No. 22 Tahun 1957 (LN. No. 79/1957) yang kemudian ditetapkan dengan undang-undang No. 20 Tahun 1958 (L.N. No. 60/1958).

Selanjutnya sesuai pasal 73 ayat 4 undang-undang darurat No. 22 Tahun 1957 maka dibentuk pula daerah-daerah Swatantra Tingkat II, sehingga dibentuklah daerah Swatantra Tingkat II di Maluku dengan undang-undang darurat No. 23 tahun 1957 (L.N. No. 80/1957), yang kemudian ditetapkan dengan undang-undang No. 60 Tahun 1958 (L.N. No 111/1958) yang meliputi daerah-daerah Swatantra Tingkat II Maluku Tengah, Maluku Utara, Maluku Tenggara dan Kota Ambon.

Wilayah-Wilayah yang termasuk dalam daerah Swatantra Tingkat II Maluku Tengah adalah : Pulau Ambon, Pulau-Pulau Lease, Pulau-Pulau Banda, Seram Timur, Seram Utara, Seram, Selatan, Seram Barat, dan Pulau Buru sebagaimana yang tercantum dalam PP. No. 35 Tahun 1952 tersebut.

Perkembangan Wilayah Sampai Tahun 2012

Pada Tahun 2004 diberlakukannya Otonomi Daerah yang tertulis dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 maka penyelenggaraan otonomi daerah memberikan pengaruh yang cukup luas dalam perkembangan Maluku Tengah, hal ini dapat dilihat dengan terjadi pemekaran pada beberapa wilayah di kabupaten Maluku Tengah diantaranya Wilayah Pulau Buru, Wilayah Seram Timur dan Wilayah Seram Barat. Sehingga Wilayah Kabupaten Maluku Tengah sejak tahun 2004 hanya meliputi Wilayah Seram Utara, Pulau Ambon, Pulau-pulau lease dan Pulau-pulau banda; akan tetapi luas wilayah di Kabupaten Maluku tengah masih merupakan yang terluas di Provinsi Maluku.

Dari Periode 1994 sampai 2012 telah terjadi banyak perubahan dalam komposisi kecamatan di Wilayah Kabupaten Maluku Tengah, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah otonomi daerah yang merupakan indikasi pemekaran wilayah-wilayah sampai pada level kecamatan.

VISI  dan MISI
 
 

Visi Pembangunan Kabupaten Maluku Tengah 2013 – 2017 adalah:

TERWUJUDNYA MALUKU TENGAH YANG LEBIH  BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAMAI DAN BERKEADILAN

 

Misi Pembangunan Kabupaten Maluku Tengah adalah sebagai berikut:

1.      Membangun masyarakat Maluku Tengah yang lebih sehat, cerdas dan Professional

2.      Memperkuat perekonomian Maluku Tengah yang berdaya saing

3.      Mewujudkan Maluku Tengah yang lebih rukun, harmonis dan berbudaya

4.      Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

5.      Mewujudkan pembangunan yang inklusif, merata dan berkeadilan

 

GEOGRAFI DAN IKLIM

Maluku Tengah sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Maluku, letaknya diapit oleh kabupaten Seram Bagian Barat di sebelah barat dan Seram Bagian Timur di sebelah timur.Luas wilayah Kabupaten Maluku Tengah seluruhnya kurang lebih 275.907 Km2 yang terdiri dari luas laut 264.311,43 Km2 dan luas daratan 11.595,57 Km2.

Wilayah Maluku Tengah mengalami iklim laut tropis dan iklim musim.Keadaan ini disebabkan oleh karena Maluku Tengah dikelilingi laut yang luas, sehingga iklim laut tropis di daerah ini berlangsung seirama dengan iklim musim yang ada.

Berikut keadaan klimatologi yang dapat menggambarkan keadaan iklim di Kabupaten Maluku Tengah secara umum:

Tercatat Rata-rata temperatur pada tahun 2009 di Kecamatan Amahai 26,30C, dimana temperatur maksimum rata-rata 30,40C dan minimum rata-rata 23,3 0C. Jumlah curah hujan pada tahun 2009 rata-rata sebesar 185,1 mm dengan jumlah hari hujan rata-ratasebanyak 18,1 hari. Penyinaran matahari pada tahun 2009 rata-rata sebesar 65,9 % dengan tekanan udara rata-rata 1011,2 Milibar dan kelembaban nisbi yang terjadi rata-rata sebesar 84,9  %.

 

 

Semmy

 

AMBON - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku merayakan syukuran Natal bersama TNI/Polri dan masyarakat, berlangsung di gedung Kristiani Center, Ambon, Selasa (9/1).

Perayaan Natal yang dipimpin Pdt. Pier Latupeirissa ini, digelar di bawah sorotan tema "Melalui Safari Natal Pemprov Maluku, Kita Tingkatkan Etos Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Terus Berkarya Melakukan yang Terbaik Menuju Maluku yang Sejahtera, Religius, Berkualitas, Dijiwai Semangat Siwalima.

Selain Gubernur Maluku Said Asagaff, perayaan Natal ini dihadiri sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah, ratusan Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Maluku, jajaran TNI/Polri, serta sejumlah tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat Maluku.

"Natal adalah kisah tentang Tuhan mewujudkan empati dan memberikan damai dalam bentuk Imanuel," ujar Gubernur Assagaff dalam sambutannya.

Artinya, menurut Assagaff, Dia telah bersama dan menyertai pengabdian, tugas dan juga pelayanan kita bagi negeri ini.

"Oleh sebab itu, kita menjadi ASN dan anggota TNI/Polri yang bercitra luhur serta pembawa berkat bagi sesama,"ujarnya.

Lebih lanjut dia katakan, Natal membuktikan, bahwa Yesus datang untuk menggenapi, melengkapi dan melayani. Karena itu, sebagai ASN dan anggota TNI/Polri, pelayanan yang diberikan haruslah abadi, setia kepada pancasila dan UUD 1945, serta menjadikan Indonesia dan Maluku sebagai lahan bertumbuhnya kemanusiaan dan berkat.

Assagaff juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah ini, untuk meningkatkan kerukunan dan kerjasama antar agama, serta berpatisipasi dalam semua aspek pembangunan, karena Maluku memerlukan dukungan masyarakat sipil dan TNI/Polri yang tangguh.

"Terlepas dari hal tersebut, dari banyak penghargaan yang diterima, membuktikan Provinsi Maluku kian maju dan menjadikan kemajuan itu sebagai modal kompetisi dan daya saing," tuturnya.

Dia menyebutkan, Maluku tidak cuma membutuhkan pemimpin tetapi juga pelayan yang beroientasi damai sejahtera dan siap melawan aksi yang membodohi warga yang memiskinkan masyarakat.

Assagaff lantas meminta seluruh elemen maayarakat Maluku untuk santun dalam menggunakan media sosial. Termasuk menghindari beragam berita hoax, menyebar luaskan pesan kedamaian dan persaudaraan, sebab media komunikasi adalah alat yang baik bagi pembelajaran membangun Maluku dan Indonesia yang damai dan sejuk.

"Saya akan terus berkerja untuk Maluku yang rukun, religius, demokratis damai dan sejahtera. Kalau ada keterbatasan dalam pelayanan, itulah manusia, pasti kita memperbaikinya. Inilah yang mendorong saya mencalonkan diri untuk lima tahun mendatang. Sebab kepercayaan diberikan masyarakat adalah amanah yang harus dipertanggungawabkan," paparnya.

Karena itu sebelum saya cuti untuk mengikuti Pilkada, Assagaff minta agar semua masyarakat di daerah ini tetap kompak dan konsisten dalam pikiran dan tindakan, dalam memajukan Maluku sesuai visi dan misinya.(*)

(sumber: https://www.facebook.com/kabardari.maluku )

 

Wednesday, 03 January 2018 07:31

Gubernur: Jangan Terjebak Penjajahan Jaman Now


AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff mengingatkan generasi muda di daerah ini, agar jangan sampai terjebak penjajahan jaman now.

Pernyataan tersebut Gubernur Assagaff tersebut disampaikannya pada peringatan 200 tahun atau dua abad perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, di Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (2/1).

Apa itu penjajahan jaman now? Menurut Gubernur Assagaff, ini terkait kemajuan teknologi yang memungkinkan pesatnya pengembangan smartphone dan semacamnya.

"Di satu sisi, itu merupakan sebuah lompatan teknologi yang memberikan banyak kemudahan kepada manusia. Tetapi di sisi yang lain, bisa saja menjadi sarana intimidasi oleh pihak-pihak tertentu, untuk menjajah generasi muda kita," terangnya.

Keterbukaan yang dimiliki internet, disebut Assagaff, menjadikan anak-anak kita dapat belajar cepat tentangan banyak informasi dan pengetahuan. Namun di sana ada informasi yang pantas untuk anak-anak, tetapi ada juga yang belum pantas.

Dia katakan, ada sisi positif dan ada sisi negatif. Ini yang harus kita waspadai. Di internet, ada banyak aplikasi pembelajaran, cara belajar cepat dan efektif, ada buku-buku online dan yang lainnya.

"Tetapi ada juga permainan atau video game online yang justru jauh lebih digemari oleh anak-anak. Celakanya lagi para orang tua juga turut terbawa arus dan duduk-duduk main game online," ujarnya.

Bahkan, menurut Assagaff, ada yang sampai lupa jam makan minum, apalagi jam belajar. Ujung-ujungnya anak-anak kita dibekali smartphone dengan tujuan supaya mereka tidak tertinggal dalam pelajaran, ternyata justru sebaliknya mereka lalu terjebak dalam jebakan kemajuan teknologi itu sendiri, dengan segala tawaran-tawaran yang menarik tetapi menyesatkan. Inilah yang dia maksudkan sebagai penjajahan jaman now.

"Lalu sekarang bagaimana dengan anak-anak muda Negeri Sila, Leinitu, Nalahia, Ameth, Titawai, Abubu dan Akon? Adakah niat dan tekad kalian tetap membara untuk mencontohi teladan sang gadis pemberani itu?," kata Assagaff sembari bertanya...

Wednesday, 03 January 2018 06:49

Dua Abad Ina Ata Diperingati di Abubu

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff memimpin peringatan 200 tahun atau dua abad perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, di Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (2/1).

Selain Gubernur Assagaff dan Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, sejumlah pejabat lain terlihat ikut menghadiri peringatan perjuangan pahlawan yang dikenal juga dengan sebutan Ina Ata ini, diantaranya Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, Bupati Malteng Tuasikal Abua, Wakil Bupati Malteng Marlatu Leleury, Bupati Maluku Barat Daya Barnabas Orno, dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Brigjen Pol Rusno Prihardito dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku.

Dalam sambutannya, Gubernur Assagaff menyebutkan, jikalau defenisi kemerdekaan adalah kebebasan, buah dari perjuangan masa lampau, maka di hari ini kita patut berbangga, karena bisa hadir di tengah-tengah perayaan peringatan 200 tahun kisah heroik si gadis pemberani dari Negeri Abubu, pahlawan nasional Martha Christina Tijahahu.

"Sebuah peringatan yang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan masa kini, sesungguhnya adalah hasil jerih juang mereka-mereka di zaman perjuangan dahulu," ujar Gubernur.

Menurut dia, kita harus bangga, sebab sebagai bangsa yang besar pemerintah beserta rakyat Indonesia terus memberikan penghargaan tinggi atas jasa pahlawan, termasuk yang terjadi hari ini. Sebuah upacara seremonial yang mengandung makna beragam bagi kita anak cucu saat ini.

Semua anak cucu dari tujuh negeri di Nusalaut, disebutnya, saat ini bisa "bakumpul" dan "bakudapa", yang dipenuhi dengan sukacita dan rasa syukur.

"Dalam perjumpaan itu, ada banyak nilai yang ditemui di sana, selain belajar tentang kebersamaan, pentingnya nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme, telah membuka ruang perjumpaan dan saling mengenal," tuturnya.

Karena terpisah sekian waktu, Gubernur katakan, ini momen untuk kembali mempererat ikatan persatuan dan persaudaraan, sebab sesungguhnya salah satu kekuatan terbesar dari bangsa ini ialah semangat persatuan dan kesatuan. Sila ketiga dari pancasila telah menegaskan hal itu.

"Di kesempatan yang baik ini juga, saya pun ingin menyampaikan ucapan Selamat Natal 25 Desember 2017 dan selamat memasuki tahun baru 1 Januari 2018," ujarnya.

Perayaan 200 tahun ini, dinilai Gubernur menjadi berbeda, karena selain mengenang dua abad perjuangan dan pengorbanan Martha Christina Tijahahu di Negeri Kakerisa Amapati, Abubu, momen ini juga telah memberikan sentuhan perubahan.

"Ada perubahan secara fisik, berupa dibangunnya pantung Ina Ata sang gadis pemberani, tetapi juga ada pesan-pesan dan nilai kisah heroik, yang mesti menjadi warisan anak cucu," tuturnya.

Keberadaan patung yang indah dan megah ini, menurut Gubernur, akan menjadi tanda pengingat bagi siapapun, bahwa di Negeri Abubu ini pernah hidup seorang pejuang perempuan yang gagah berani, yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi banyak orang.

Lebih lanjut Gubernur katakan, di tahun 2018 ini, kita akan berhadapan dengan agenda demokrasi nasional yakni Pilkada serentak, yang di dalamnya ada Pilkada Gubernur - Wakil Gubernur Maluku, Pilkada Bupati - Wakil Bupati Maluku Tenggara, serta Pilkada Walikota - Wakil Walikota Tual. Juga ada kegiatan nasional Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Pertama Tingkat Nasional di Ambon.

"Saya berharap kedua agenda ini, dapat berlangsung dengan aman, lancar dan sukses," ujarnya.

Tema peringatan 200 tahun perjuangan Martha Christina Tijahahu, lanjut Gubernur, telah memberikan penegasan tentang pentingnya keamanan dan ketertiban bagi kita semua.

Dengan jiwa dan semangat pahlawan nasional Martha Christina Tijahahu, dia mengimbau seluruh warga di daerah ini, untuk ikut menjaga stabilitas keamanan menyongsong Pilkada serentak tahun 2018.

"Keamanan adalah pilar utama penjaga keutuhan bangsa dan negara. Mari kita jaga dan pelihara itu dalam semangat Hidup Orang Basudara yang utuh dan menyatu," demikian Gubernur.(*)

(sumber : https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/203988906826046 )

AMBON - Sesaat sebelum memimpin hitung mundur menuju tahun 2018, Gubernur Maluku Said Assagaff meminta warga di Kota Ambon dan masyarajat Maluku pada umumnya, untuk tetap menjaga kehidupan pluralisme yang dibingkai rasa persaudaraan yang tinggi antarwarga.

Assagaff menilai, kehidupan pluralisme dalam bingkai Hidop Orang Basudara, menjadi kunci sukses untuk membangun Maluku yang maju, serta meningkat kesejahteraan masyarakatnya di masa mendatang.

"Karena itu kondisi keamanan semakin kondusif di Maluku hendaknya dijaga dan dipelihara oleh semua komponen masyarakat, sehingga berbagai event penting yang akan terlaksana tahun 2018, bisa berjalan lancar dan sukses," tutur Gubernur Assagaff saat memimpin malam pergantian tahun 2017 ke 2018 yang dipusatkan di Jembatan Merah Putih (JMP), Minggu (31/12/2017), hingga hingga Senin (1/1/2018) dini hari.

Dia juga mengajak warga di Kota Ambon dan Maluku pada umumnya, untuk tetap menjaga dan meningkatkan kerukunan hidup antarumat beragama sebagai modal utama untuk memulai kehidupan dan pembangunan di tahun baru 2018.

"Ini menjadi modal dan kekuatan bersama kita untuk membangun Maluku di tahun 2018," ujarnya.

Dia menegaskan, citra Provinsi Maluku yang saat ini dikenal sebagai laboratorium kerukunan hidup antarumat beragama terbaik di tanah air, tidak terlepas dari kerja keras semua komponen masyarakat untuk mewujudkannya.

Beberapa agenda nasional yang akan berlangsung di Maluku pada tahun 2018 ini, menurut Gubernur antara lain Pilkada Gubernur bersamaan dengan Pilkada Walikota Tual dan Pilkada Bupati Maluku Tenggara, dan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Pertama yang akan dipusatkan di Kota Ambon.

Gubernur Assagaff meyakini, Pilkada serentak di Maluku akan berjalan lancar dan aman, karena ditunjang kematangan politik masyarakat, kendati prediksi sejumlah pihak bahwa Maluku merupakan salah satu daerah rawan konflik saat pesta demokrasi tersebut berlangsung.

"Kondisi keamanan yang semakin terpelihara akan berdampak besar terhadap keberanian para investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi untuk mengelola berbagai sektor unggulan di Maluku di masa depan, sehingga berdapat terhadap percepatan pembangunan dan kesehjateraan masyarakat," sebutnya.

Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, Kapolda Maluku Irjen Pol Deden Juhara, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI. Suko Pranoto bersama para pimpinan SKPD inu, memukul tifa serta meniup terompet menandai detik-detik pergantian tahun 2017 ke 2018 dari atas JMP.

Bersamaan dengan itu, belasan generasi muda meniup "tahuri" alat musik tradisional Maluku yang terbuat dari kulit kerang, diselingi bunyi sirine kapal, serta dentangan lonceng gereja dan beduk masjid.

Ribuan warga yang membanjiri JMP juga memanfaatkan momen tersebut dengan menembakkan aneka kembang api, membuat gemerlap langit di sekitar kawasan JMP.

Suasana yang sama juga terlihat di Lapangan Merdeka yang berada di pusat Kota Ambon. Langit ibukota Provinsi Maluku ini terlihat meriah dengan hiasan ribuan kembang api yang diluncurkan warga dari berbagai kawasan.

Selain di kawasan JMP dan Lapangan Merdeka, kemeriahan yang sama juga terlihat di dua lokasi pusat perayaan tahun baru di Kota Ambon, yakni di kawasan reklamasi Tapal Kuda dan Ambon City Center Passo.

Sebelumnya, warga yang menunggu pukul 00.00, di keempat lokasi pusat perayaan tahun baru ini, dihibur musisi ternama di Kota Ambon. Khusus di JMP, dua penyanyi Indonesia berdarah Maluku yakni Andre Hehanusa dan Wilson "Idol" Maiseka, ikut bersama sejumlah artis lokal menghibur warga yang membanjiri kawasan jembatan yang terbentang di atas Teluk Ambon ini.(*)

(sumber : https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/203504956874441 )

 

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff menilai, ritual adat Panas Pela adalah upaya revitalisasi kearifan lokal, dimana setiap kebudayaan lokal, merupakan bagian dari khazanah kebudayaan nusantara.

Pernyataan Gubernur Assagaff ini, disampaikan dalam sambutan tertulisnya, dibacakan Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Ronny Sam Wolter Tairas, pada acara Panas Pela Nalahia dan Waraka yang berlangsung di Nalahia, Selasa (19/12).

"Revitalisasi kearifan lokal dalam panas pela ini, merupakan upaya kita untuk mentransformasikan nilai-nilai kearifan lokal, khususnya kesadaran hidup orang basudara dalam menghadapi dinamika masyarakat yang makin multikultural dewasa ini," ujar Assagaff.

Pada acara yang juga ditandai Peresmian Monumen Pela Darah ini, Assagaff katakan, ikatan Pela sebagai identitas manusia Maluku yang khas, sesungguhnya telah menyuguhkan sebuah tingkat keadaban yang tinggi dalam pertalian sejati hidup orang basudara, sebagaimana ungkapan luhur katong samua, yaitu potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng dibagi dua.

Untuk itu, dirinya meminta para Raja Latupati, untuk kembali melakukan revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai modal sosial kultural dalam rangka membangun Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demonstratis dijiwai semangat siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

Tak lupa, Gubernur Assagaff mengajak seluruh masyarakat kedua negeri untuk mengingat pesan para moyang-moyang dan datuk-datuk, "jang langgar dong pung janji. Sei Hari Hatu, Hatu Hari Esepany" (Siapa Balik Batu, Batu Balik Tindis Dia).

"Kuatkanlah ikatan pela ini wahai saudara-saudaraku dari Nalahia dan Waraka atau samua basudara pela, gandong, Wari wa, yang ada di kabupaten ini, seperti janji para leluhur di Nunusaku, yaitu Nunu Pari Hatu, Hatu Pari Nunu (Persatuan atau persaudaraan itu laksana pohon beringin yang melingkari batu karang dan batu karang melingkari pohon beringin," kata Assagaff mengingatkan.

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah (Malteng) Tuasikal Abua dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I bidang Pemerintahan dan Pembangunan Pemkab Malteng Wem Istia mengatakan, panas pela Nalahia - Waraka bukan sekedar ekspresi seromonial acara adat.

"Lebih dari itu, acara adat ini memberikan kesan moral kultural dan religius yang sangat bermakna, yang harus dipertahankan oleh masyarakat, tentang nilai kasih, menyayanggi, serta adat istiadat sebagai modal sosial dalam mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan hidup bersama," tutur Tuasikal.

Menurutnya, panas pela merupakan warisan berharga, sekaligus sebagai tanda pengingat kepada generasi penerus, bahwa kita memiliki warisan identitas budaya yang patut dibanggakan dengan tidak melupakan asal usul.

"Kita patut bangga sebagai pembuktian bahwa agama, adat dan budaya bisa dapat dipertahankan dalam menciptakan keharmonisan dan kedamaian hidup," tegasnya.

Panas pela Nalahia dan Waraka yang baru kembali digelar setelah lima tahun ini, memungkinkan masyarakat kedua negeri kembali dipertemukan dalam ritual adat panas pela Risapori Henalatu dan Paisine Yamalatu.

Acara yang ditutup dengan ibadah syukuran yang berlangsung di Gereja Sion ini, turut dihadiri anggota DPD RI Novita Anakotta, Ketua DPD Gerindra Maluku Hendrik Lewerissa, Seketaris Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Meki Lohi, Raja Nalahia G. Leiwakabessy, Raja Waraka P. R. Lailosa, serta ribuan masyarakat Risapori Henalatu dan Paisine Yamalatu, baik yang berasal dari sejumlah daerah di Maluku, maupun dari luar Provinsi Maluku, termasuk yang datang dari Negeri Belanda.(*)

(sumber:https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199513710606899 )

Tuesday, 19 December 2017 01:38

Wagub Serahkan DIPA Tahun 2018

AMBON - Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua menyerahkan secara simbolis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2018 kepada Satuan Kerja (Satker) Kementerian atau Lembaga dan Daftar Alokasi Dana Transfer serta Dana Desa kepada Bupati Walikota se-Provinsi Maluku, di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Senin (18/12). Gubernur Maluku Said Assagaff, dalam sambutan tertulisnya dibacakan Wagub, menyebutkan, Penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2018 kepada para Kuasa Pengguna Anggaran yang ada di Provinsi Maluku, serta Penyerahan pagu definitif Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku ini, merupakan awal dari rangkaian proses pelaksanaan APBN tahun 2018 yang telah disepakati oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Pemerintah pada akhir Oktober 2017.
Dia katakan, tema kebijakan fiskal pada tahun anggaran 2018, adalah "Pemantapan Pengelolaan Fiskal untuk Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan". Tema ini, disebutnya, sejalan dengan rencana kerja Pemerintah di tahun 2018, yaitu memacu investasi dan infrastruktur untuk pertumbuhan, mengurangi kemiskinan dan pemerataan

Pertumbuhan Ekonomi Maluku pada triwulan III 2017, disebut Assagaff, mencapai 5,26% lebih lambat dari triwulan sebelumnya sebesar 5,68%, namun pertumbuhan tersebut masih lebih baik dari tingkat nasional sebesar 5,06%. "Apabila kita bicara fiskal, maka Pertumbuhan ekonomi Maluku menurut BPS secara signifikan dipengaruhi oleh konsumsi pemerintah yang memberikan andil sebesar lebih dari 45%," ujarnya.
Artinya, lanjut Assagaff, penyerapan APBN dan APBD sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Maluku. Tingkat Kemiskinan di Maluku pada Maret 2017 sebesar 18,45% lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya yang selalu di atas 19%. Hal ini, menurut Assagaff, mengindikasikan bahwa kemiskinan di Maluku sudah mulai baik walaupun masih tetap tinggi apabila dibandingkan dengan nasional maupun provinsi-provinsi lainnya.

(sumber: https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199340210624249 )

 

 

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Maluku, menggelar natal bersama para tokoh dan masyarakat Maluku yang berada di Jakarta, dan dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff, Wakil Gubernur Maluku Z. Sahuburua, dan sejumlah pejabat di lingkup Pemprov Maluku , Sabtu 16 Desember 2017.

Mengusung tema, Imanuel : Allah Beserta Kita, natal bersama yang dipusatkan di anjungan Maluku, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, juga dihadiri diantaranya Mantan Wakil Gubernur Maluku Suranto, Mayjen TNI (Purn) Max Tamaela, dan Laksda TNI (Purn) Ishak Latuconsina.

Mewakili tokoh masyarakat Maluku di Jakarta, Laksda TNI (Purn) Ishak Latuconsina dalam sambutannya mengatakan perayaan natal yang digelar Pemprov Maluku dengan masyarakat Maluku yang ada di Jakarta, sebuah cara untuk memperkuat toleransi dan persatuan anak bangsa, khususnya Maluku yang ada di Jakarta, serta membangun ketentraman dan penuh kasih.

“Kegiatan yang digelar ini menunjukan pula pentingnya peran pemerintah daerah dalam merangkul seluruh warga masyarakat Maluku untuk sama-sama membangun dan memelihara persatuan, rasa persaudaraan dan toleransi antar warga masyarakat Maluku dan warga masyarakat dari daerah lain,” ujar Latuconsina.

Sesungguhnya kata Latuconsina di Maluku sendiri khususnya telah memiliki modal yang besar yakni hubungan Pela Gandong untuk senantiasa menanamkan rasa kasih dan kebersamaan serta juga penting untuk memperkuat toleransi serta persatuan antara anak bangsa.

“Ini diperlukan untuk membangun hubungan masyarakat yang tenteram, damai dan penuh kasih. Karena hanya dalam kedamaian dan ketentraman bisa membangun ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ungkap Latuconsina.

Sementara Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya mengatakan
merayakan Natal sama artinya dengan mendeklarasikan komitmen bahwa kita semua adalah orang Maluku yang setia dan bangga terhadap cerminan hati diri yang melekat kuat di sanubari.

“Natal yang kita rayakan juga adalah peristiwa Illahi karena sesungguhnya Tuhan telah melalukan perpaduan sosial, politik, ekonomi dan relegiusitas umat manusia,” ungkap Assagaff.

Dikatakan cerminan natal adalah perayaan identitas tentang warga yang dewasa dan bertanggung jawab terhadap diri dan negerinya termasuk objek dalam menilai kondisi kekinian tanah leluhur kita.

“Maluku disebut tanah tampa potong pusar. Maluku menjadi simbol dari identitas yang tidak akan lapuk. Karena itu semua tindakan kita adalah manifestasi dan identitas,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Assagaff mengatakan dirinya memandang natal itu sangat penting, karena natal selalu memanggil pulang anak-anak ke rumah orang tuanya. Maluku adalah rumah kita, rumah orang tua yang hingga kini dijaga anak-anak Maluku.

“Kita semua bisa merantau kemana saja, tapi rumah kita di Maluku tetap harus dijaga. Maluku panggil pulang adalah seruan bagi peduli, juga seruan membangun bersama dan menjaga identitas, bahwa Maluku harus maju, damai dan sejahtera serta berdaya saing tinggi. Saya mengharapkan menumbuhkan hal itu di perayaan natal yang kudus ini,” ujar Assagaff yang menambahkan semua percaya keberhasilan di Maluku tidak akan ada tanpa campur tangan Tuhan.

“Beta hanya seorang gubernur menjalan tugas visi pembangunan Maluku agar Maluku bisa aman , rukun , damai, relegius , berkualitas dan berdemokratis. Dan ini semua berhasil karena Tuhan beserta kita,” tegas Assagaff. (****)

(sumber:https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199047060653564 )


 

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff memastikan stok sembilan bahan pokok (sembako) jelang Natal 2017 dan tahun Baru 2018 di daerah ini dalam kondisi aman.

Pernyataan tersebut disampaikan Assagaff saat membuka Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, di kawasan Batumeja Ambon, Senin (11/12).

"Saya sudah tanyakan Kepala Dinas Perdagangan, dijamin stok yang tersedia cukup, terutama untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat," ujar Assagaff.

Menurut dia, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Maluku juga menjamin ketersediaan beras di daerah ini.

"Saya harap begitu juga kondisinya untuk gula, tepung terigu, telur. Jangan lagi ada spekulasi telur, karena biasanya para pedagang itu, jelang hari-hari besar keagamaan begini, telurnya suka ditahan atau disimpan sampai harganya naik baru dilepas," tuturnya.

Untuk menindak para spekulan ini, dirinya meminta ada operasi pasar, yang dibantu dukungan aparat keamanan. Sehingga jika ada distributor yang main-main, bisa langsung segera diberi tindakan tegas.

Lebih lanjut Assagaff katakan, dalam rangka memperingati hari-hari besar keagamaan, dari tahun ke tahun, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku selalu melaksanakan Pasar Murah. Baik itu ketika akan memasuki Idul Fitri, Natal maupun Tahun Baru.

"Mudah-mudahan saja, dengan Pasar Murah ini, sangat membantu masyarakat, sebab barang kebutuhan pokok yang dibeli benar-benar murah. Kalau harganya hanya beda-beda tipis dengan yang ada di toko atau pasar swalayan, tentu tidak ada gunanya. Paling tidak di sini ada diskon sampai 30 persen. Jangan cuma diskon 20 persen," tandasnya.

Pada kesempatan itu, dirinya juga meminta kepada warga yang datang berbelanja di Pasar Murag, agar tidak langsung main borong. Jangan sampai baru satu hari dibuka, barang-barang di Pasar Murah sudah langsung habis.

"Para penjual juga harus jeli melihat. Jangan sampai ada warga yang sudah beli, lalu dua jam kemudian dia beli barang yang sama di tempat yang sama lagi. Akhirnya menutup kesempatan ke warga yang lain," kata Assagaff mengingatkan.

Dia juga mengimbau agar Pemerintah Kabupaten Kota juga untuk menggelar Pasar Murah, menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Natal ini, agar masyarakat bisa terbantu dengan harga yang lebih murah dari biasanya.

"Bila perlu ada juga Pasar Murah di Kecamatan yang populasi umat Kristiani-nya cukup banyak. Begitu juga saat jelang Lebaran, di kawasan yang populasi umat Muslim-nya cukup banyak," imbuhnya.

Dengan begitu, Assagaff katakan, masyarakat benar-benar merasa sangat terbantu. "Mari kita dorong terus langkah yang ada, terutama untuk para distributor perlu mengantisipasi agar stok yang ada jelang Natal dan Tahun Baru tidak berkurang," ujarnya.

Assagaff menambahkan, menjelang Lebaran, menjelang Hari Natal atau menjelang Tahun baru, biasanya warga kesulitan pengangkutan. Karena itu dirinya sudah minta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Frans J. Papilaya, untuk mengkoordinisikan armada-armada pelayaran.

"Kalau bisa tahun depan itu ada Mudik Gratis juga ke daerah-daeeah yang agak jauh dari Ambon, misalnya ke Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, Kepulauan Aru, termasuk ke Buru Selatan dan pulau-pulau yang ada di Seram Bagian Timur," harapnya.(*)

(sumber : https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199044130653857 )

 

AMBON - Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff berharap pebalap muda belasan tahun asal Maluku David Juliano Sitanala, terus membawa dan mengharumkan nama Maluku di ajang balap internasional.

"Ini luar biasa. Pemerintah Daerah Maluku tentu akan mendorong supaya David terus bisa ikut ajang internasional. Karena selain bawa nama Maluku, dia juga membawa nama negara Indonesia. Apalagi, Menteri Pariwisata maupun Menteri Pemuda dan Olahraga, sudah berkomunikasi soal David ini," ujar Gubernur Assagaff.

Pernyataan tersebut disampaikannya, ketika menerima kunjungan David, yang datang membawa dua buah piala raihannya pada ajang Formula 4 di sirkuit internasional Zhuhai, China, April 2017, untuk dipersembahkan kepada masyarakat Maluku melalui Pemda Maluku, bertempat di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (7/12).

Assagaff katakan, atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, dia menyampaikan banyak terima kasih, penghargaan dan apresiasi buat David yang meraih dua kali juara tiga pada ajang balap di China ini.

"Saya kira ini putera Maluku pertama, yang memberanikan diri untuk bisa tampil pada ajang balap internasional Formula 4 di China," tandasnya.

Menurut Assagaff, jarang ada yang seberani David. Sebab perjalanannya diawali dari go kart, langsung ke Formula 4.

Dia menyebutkan, menurut mereka yang ahli di bidang ini, biasanya tidak secepat itu, karena butuh penyesuaian waktu, minimal enam bulan.

“Balap ini kan musti berani. Sehingga langsung dari go kart ke F4 dan saat balap di China, tiga kali race dan dua kali diikuti, David persembahkan piala di nomor urut 3 untuk 2 kali race. Sayangnya pada balapan ketiga, ada sedikit trouble pada mesinnya," terang Assagaff.

Assagaff menyebutkan, tahun 2018, ada sejumlah permintaan juga kepada David. Dia sendiri berkeinginan untuk tidak saja ikut balap di Asia, tapi mau juga ke Eropa diantaranya di Inggris dan Jerman.

"Saya bilang ke Ketua IMI Maluku Sandy Wattimena, supaya besok coba kita bikin surat ke Menteri Pariwisata. Kita minta dukungan dari beliau, mudah-mudahan saja, ada dukungan yang besar dari Menteri Pariwisata kepada David. Karena untuk masuk ke dunia ini, apalagi tahap internasional butuh biaya yang besar," imbuhnya.

Kalau Pemda Maluku, menurut Assagaff, bisa bantu apa adanya. Kalau anggarannya besar mesti persetujuan DPRD.

"Itu yang nanti kita buat ke depan. Intinya, saya berharap David dapat maju terus, bisa membawa nama Maluku dan bangsa Indonesia lebih baik lagi," harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Assagaff juga berjanji, akan mengupayakan beasiswa untuk David yang saat ini sedang sekolah di Singapura dan tertarik untuk mendalami ilmu kepariwisataan.

Sementara itu, David Sitanala mengungkapkan keberhasilan diraihnya pasca naik kelas dari go kart ke F4.

"Ke depan pasti latihannya mesti lebih giat karena persiapannya harus 6 bulan sebelum balapan dan itu sangat ketat. Apalagi pelatih yang tangani saya juga pelatihnya Rio Haryanto waktu di formula 1 (F1). Jadi dia juga sudah tahu strategi apa yang disiapkan sebelum pembalap terjun untuk balapan. Apalagi memang kita punya paket team bagus, bisa saling mendukung dan memberikan hasil positif," paparnya.

David menyambut baik dukungan dari Pemda melalui Gubernur, dan harapannya bisa terus bersama-sama.

Sebab bagi David, ini juga merupakan satu kebanggaan untuk mewakili Maluku di ajang balap internasional dan memberikan hasil lewat prestasi di China, podium 3.

Target ke depan, David mengaku, ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dari saat ini. Jika sebelumnya Juara 3, selanjutnya harus bisa Juara 2 atau Juara 1.

Selain balap, kata David pada ajang F4 tersebut, dirinya juga mempromosi obyek-obyek wisata di Maluku, khususnya spot-spot pantainya.

"Kami punya booth special untuk promosi pariwisata. Di situ kami taruh informasi dan kebanyakan foto-fotonya tentang pantai dan keindahan alam di Maluku," ungkapnya.

Setelah sukses di China, David mengaku membidik even F4 di Inggris. Alasan dia memilih Inggris karena di sana tempat asal olahraga balap, selain Italia.

"Karena tempat asal olahraga balap, sehingga saya perlu mencoba. Agar ke depan bisa berkembang jadi lebih baik lagi. Untuk sponsorship, meski selama ini sudah didekati tetapi belum ada sponsor yang confirm untuk membantu. Saat ini sponsor utamanya masih dari Pemda Maluku," tandasnya.(*)

(sumber:https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/199043223987281 )

 

 

AMBON - Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba menyebutkan, pihaknya pada tanggal 14 Desember nanti, akan menggelar rapat di Jakarta, terkait perkembangan Lumbung Ikan Nasional (LIN), ruas jalan di Taman Nasional (TN) Manusela dan Dana Alokasi Umum (DAU) Maluku yang dihitung dari luas wilayah laut Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan Purba, usai pertemuan Tim Komite II DPD RI dengan Gubernur Maluku Said Assagaff bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku dan Maluku Utara serta pihak Balai Taman Nasional (TN) Manusela.

"Hal yang akan kita bicarakan terkait kabar perkembangan Maluku Lumbung Ikan Nasional (LIN). Untuk ini, secara khusus kita akan melakukan pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Direktorat Jenderal (Dirjen) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Nanti setelah matang, baru dengan Menteri KKP Susi Pudjiastuti," terang Purba.

Hal berikut yang akan dibicarakan pada rapat tersebut, menurut Purba, pihaknya akan mendukung Pemerintah Provinsi Maluku, untuk mendapatkan kejelasan nasib terkait pernyataan Presiden Joko Widodo yang berjanji DAU Maluku yang bakal dihitung berdasarkan luas wilayah laut daerah ini.

Permasalahan berikut yang akan ikut dibahas, lanjut Purba, yakni soal status jalan trans Pulau Seram yang melintasi Taman Nasional (TN) Manusela.

"Supaya kita bisa mencari jalan keluar seperti apa terkait ruas jalan yang menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku dan Maluku Utara, namun berada dalam wilayah Taman Nasional yang merupakan kewenangan Taman Nasional (TN) Manusela itu," tutur Purba.

Intinya, menurut Purba, pembicaraan ini penting termasuk juga dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, agar mendapatkan kejelasan terkait kerja sama antara Balai TN Manusela dan Balai Jalan, soal ruas jalan yang sangat vital bagi sejumlah kawasan di Pulau Seram ini (*)

Page 1 of 33

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang
16 Januari - 17 januari 2018
 

INFO GEMPA

 

 
 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top