Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

KABUPATEN MALUKU TENGAH

MENGENAL MALUKU TENGAH

Luas dan Batas Wilayah Administrasi

Kabupaten Maluku Tengah memiliki luas sebesar 275.907 Km², terdiri dari wilayah lautan seluas 264.311,43 Km2 atau 95,80% dan daratan seluas 11.595,57 Km2 atau 4,20%, dengan panjang garis pantai 1.256.230 Km.Kabupaten Maluku Tengah berbatasan dengan :

Ø Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Seram

Ø Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Banda

Ø Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Seram Bagian Barat

Ø Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Seram Bagian Timur

Sebagaimana disajikan dalam tabel. 1 berikut diketahui bahwa sebagian besar wilayah daratan di Kabupaten Maluku Tengah atau sekitar 92,11% berada di pulau Seram dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Sedangkan wilayah daratan Kabupaten Maluku Tengah yang tersebar di Pulau Ambon, Pulau Haruku, Pulau Nusalaut dan Saparua, serta Kepulauan Banda hanya seluas 7,98%.

Kondisi Geografis dan Topografis

Secara Astronomi, Kabupaten Maluku Tengah setelah pemekaran terletak diantara 2o30’ – 7o30’ LS dan 250o – 132o30’ BT, dan merupakan daerah kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 53 buah, dimana yang dihuni sebanyak 17 buah dan yang tidak dihuni sebanyak 36 buah.

Bentuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah dikelompokkan berdasarkan pendekatan fisiografi (makro relief), yaitu Dataran, Pantai, Perbukitan dan Pegunungan dengan kelerengan yang bervariasi. Tercatat sebanyak 2 dataran, 3 gunung, 2 danau dan 144 buah sungai berada di wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

Struktur geomorfologi di Pulau Seram, Ambon, Banda dan sekitarnya dapat dibedakan atas struktur: vulkan, horizontal, lipatan, dan patahan, sedangkan batuan utama terdiri atas batuan vulkanis, terobosan, gamping, sekis, dan aluvium. Tanah yang berkembang di Kabupaten Maluku Tengah menurut Lembaga Penelitian Tanah Bogor, terdiri atas jenis organosol, aluvial, renzina, grumusol, podsolik dan tanah kompleks.

ARTI LAMBANG
KABUPATEN MALUKU TENGAH


Lambang Daerah Kabupaten Maluku Tengah ” PAMAHANUNUSA” yang berarti ”MEMBANGUN NUSA DAN BANGSA” Pengertian lengkap dari Lambang Daerah ”PAMAHANUNUSA” sesuai Peraturan Daerah Nomor : 33 / PER / DPRD – GER / 1970 adalah sebagai berikut :Lambang Daerah Bentuk Perisai, yang berukuran leher atas 9 cm, garis tinggi 12cm, tinggi tepi kiri kanan sampai pada garis lengkung 8 cm, perisai melambangkan penangkis segalah serangan dari manapun datangnya. Lukisan lambang dengan dasar warna merah darah , berarti sifat keberanian murni yang tidak ternoda oleh sifat – sifat lain. Lukisan pada gambar menggunakan warna – warna :

Putih artinya suci, melambangkan kesucian didalam menunaikan tugas.

Kuning artinya cahaya, melambangkan ketuguhan iman dan kebijaksanaan yang bercahaya yang gilang gemilan untuk suatu tujuan.

Merah artinya berani melambangkan gagah berani dalam menunaikan tugas.

Hitam arinya tenang, melambangkan ketenangan dalam menhadapi sesuatu apapun juga .

Hijau artinya harapan, melambangkan penuh harapan dalam melaksanakan tugas.

Biru artinya tulus dan setia, melambangkan mengabdi kepada cita – cita Negara, Nusa dan Bangsa dengan tulus dan setia.

Cokelat artinya dasar, melambangkan memiliki dasar yang kuat guna melaksanakan tugas.


Kesimpulan tata warna : ” Tiap petugas dilambangkan menunaikan tugasnya dalam segi Pemerintahan mempunyai sifat suci, kebijaksanaan dan ketuguhan iman, gagah berani serta tenang, penuh harapan serta setia dan harus mempunyai dasar yang kokoh kuat seperti batang pohon sagu.” Lukisan dalam perisai terdiri dari :Pohon Sagu mempunyai 15 pelepah yang hijau, masing – masing terdiri dari 45 daun artinya :Pohon Sagu menghasilkan makna utama rakyat maluku, khususnya rakyat Kabupaten Maluku Tengah karena pohon sagu terdapat banyak sekali di pulau Seram / Nusa Ina. Pohon Sagu terkenal kokoh tak bisa di guncangkan / ditumbangkan oleh angin apapun. Juga melambangkan ketuguhan dan kekerasan watak kapitan / pahlawan – pahlawan Maluku seperti : Thomas Matulessy ( Pattimura ), Anthony Ribok, Said Perintah, Philip Latumahina dan Srikandi Kristina Martha Tiahahu. 15 Pelepah yang hijau masing – masing terdiri dari 45 helai daun mempunyai patokan yang nyata dalam sejarah perjuangan yang telah menjelma dari sejara Bangsa dan Negara Indonesia pada tahun 1954. Lima pelepah berwarna coklat artinya dasar yang dapat diikuti / dicontohi dari lima Pahlawan Maluku dengan mengingatkan kita pada perjuangan Pattimura pada tanggal : 15 Mei 1817. Lima belas pelepah berwarna hijau , lima pelepah yang coklat berarti tulus setia mengabdi cita –cita Negara ,Nusa dan Bangsa guna melksanakan tugas perjuangan Pattimura pada tanggal 15 Mei (bulan 5). Benteng dengan lima kepala benteng berwarna hitam bertuliskan Kabupaten Maluku Tengahdengan huruf cetak putih membuktikan tempat dimana pahlawan –pahlawan yang telah gugur serta membayangkan kedukaan denga dengan hati yang suci terhadap berakhirnya hidup Pahlawan Pattmura. Lima kepala benteng merenungkan junjungan tinggi terhadap pancasila. Susunan batu pada benteng sebanyak 18 dan 17 berarti 1817 yang mejelma menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu 17 Agustus 1945. Parang dan Tombak adalah alat-alat kebesaran dan sesaktian para kapitan /pahlan . Kain Berang yang mengikat ujung tombak ialah isyarat peperangan datuk- datuk di Maluku Tengah. Rumput subur yang berwarna hijau membayangkan kesuburan tanah Maluku dengan hasil hutannya.

Delapan belas pintalan daun – daun kelapa muda sebagai rantai persatuan dan kesatuan persaudaraan dimana kedua ujungnya bertemu pada bagian atas, artinya 18 kecamatan dalam Daerah Tingkat II Kabupaten Maluku Tengah

 

S E J A R A H

Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tengah sebagai salah satu kabupaten di Maluku yang dibentuk dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952 (L.N. No. 49/1952) tentang pembubaran daerah Maluku selatan dan pembentukan Maluku Tengah dan Maluku Tenggara.

Setelah berlakunya Undang-undang No. 1 Tahun 1957 tanggal 18 januari 1957, tentang pokok-pokok pemerintah untuk seluruh wilayah Republik Indonesia, maka dibentuk daerah-daerah “Swatantra” diantaranya daerah Swantantra Tingkat I Maluku dengan undang-undang darurat No. 22 Tahun 1957 (LN. No. 79/1957) yang kemudian ditetapkan dengan undang-undang No. 20 Tahun 1958 (L.N. No. 60/1958).

Selanjutnya sesuai pasal 73 ayat 4 undang-undang darurat No. 22 Tahun 1957 maka dibentuk pula daerah-daerah Swatantra Tingkat II, sehingga dibentuklah daerah Swatantra Tingkat II di Maluku dengan undang-undang darurat No. 23 tahun 1957 (L.N. No. 80/1957), yang kemudian ditetapkan dengan undang-undang No. 60 Tahun 1958 (L.N. No 111/1958) yang meliputi daerah-daerah Swatantra Tingkat II Maluku Tengah, Maluku Utara, Maluku Tenggara dan Kota Ambon.

Wilayah-Wilayah yang termasuk dalam daerah Swatantra Tingkat II Maluku Tengah adalah : Pulau Ambon, Pulau-Pulau Lease, Pulau-Pulau Banda, Seram Timur, Seram Utara, Seram, Selatan, Seram Barat, dan Pulau Buru sebagaimana yang tercantum dalam PP. No. 35 Tahun 1952 tersebut.

Perkembangan Wilayah Sampai Tahun 2012

Pada Tahun 2004 diberlakukannya Otonomi Daerah yang tertulis dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 maka penyelenggaraan otonomi daerah memberikan pengaruh yang cukup luas dalam perkembangan Maluku Tengah, hal ini dapat dilihat dengan terjadi pemekaran pada beberapa wilayah di kabupaten Maluku Tengah diantaranya Wilayah Pulau Buru, Wilayah Seram Timur dan Wilayah Seram Barat. Sehingga Wilayah Kabupaten Maluku Tengah sejak tahun 2004 hanya meliputi Wilayah Seram Utara, Pulau Ambon, Pulau-pulau lease dan Pulau-pulau banda; akan tetapi luas wilayah di Kabupaten Maluku tengah masih merupakan yang terluas di Provinsi Maluku.

Dari Periode 1994 sampai 2012 telah terjadi banyak perubahan dalam komposisi kecamatan di Wilayah Kabupaten Maluku Tengah, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah otonomi daerah yang merupakan indikasi pemekaran wilayah-wilayah sampai pada level kecamatan.

VISI  dan MISI
 
 

Visi Pembangunan Kabupaten Maluku Tengah 2013 – 2017 adalah:

TERWUJUDNYA MALUKU TENGAH YANG LEBIH  BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAMAI DAN BERKEADILAN

 

Misi Pembangunan Kabupaten Maluku Tengah adalah sebagai berikut:

1.      Membangun masyarakat Maluku Tengah yang lebih sehat, cerdas dan Professional

2.      Memperkuat perekonomian Maluku Tengah yang berdaya saing

3.      Mewujudkan Maluku Tengah yang lebih rukun, harmonis dan berbudaya

4.      Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

5.      Mewujudkan pembangunan yang inklusif, merata dan berkeadilan

 

GEOGRAFI DAN IKLIM

Maluku Tengah sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Maluku, letaknya diapit oleh kabupaten Seram Bagian Barat di sebelah barat dan Seram Bagian Timur di sebelah timur.Luas wilayah Kabupaten Maluku Tengah seluruhnya kurang lebih 275.907 Km2 yang terdiri dari luas laut 264.311,43 Km2 dan luas daratan 11.595,57 Km2.

Wilayah Maluku Tengah mengalami iklim laut tropis dan iklim musim.Keadaan ini disebabkan oleh karena Maluku Tengah dikelilingi laut yang luas, sehingga iklim laut tropis di daerah ini berlangsung seirama dengan iklim musim yang ada.

Berikut keadaan klimatologi yang dapat menggambarkan keadaan iklim di Kabupaten Maluku Tengah secara umum:

Tercatat Rata-rata temperatur pada tahun 2009 di Kecamatan Amahai 26,30C, dimana temperatur maksimum rata-rata 30,40C dan minimum rata-rata 23,3 0C. Jumlah curah hujan pada tahun 2009 rata-rata sebesar 185,1 mm dengan jumlah hari hujan rata-ratasebanyak 18,1 hari. Penyinaran matahari pada tahun 2009 rata-rata sebesar 65,9 % dengan tekanan udara rata-rata 1011,2 Milibar dan kelembaban nisbi yang terjadi rata-rata sebesar 84,9  %.

 

 

Semmy

Monday, 16 October 2017 18:47

OPINI BPK

Berikut kami lampirkan OPINI BPK

 

OPINI BPK.pdf

Monday, 16 October 2017 18:44

NERACA 2016

Berikut kami lampirkan NERACA 2016

 

NERACA 2016.pdf

Monday, 16 October 2017 18:42

LAPORAN SALDO ANGGARAN LEBIH 2016

Berikut kami lampirkan Laporan Saldo Anggaran Lebih 2016

 

Laporan Saldo Anggaran Lebih 2016.pdf

Monday, 16 October 2017 18:33

LAPORAN REALISASI ANGGARAN 2016

Berikut kami lampirkan Laporan Realisasi Anggaran 2016

 

Laporan Realisasi Anggaran 2016.pdf

Monday, 16 October 2017 18:29

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS 2016

Berikut kami lampirkan Laporan Perubahan Ekuitas 2016

 

Laporan Perubahan Ekuiatas 2016.pdf

Monday, 16 October 2017 18:22

LAPORAN OPERASIONAL 2016

Berikut kami lampirkan Laporan Operasional 2016

 

Laporan Operasional 2016.pdf

Monday, 16 October 2017 18:09

LAPORAN ARUS KAS 2016

Berikut kami lampirkan Laporan Arus Kas 2016

 

Laporan Arus Kas 2016.pdf

Friday, 13 October 2017 12:05

BANTUAN PANCING TONDA

Gubernur Maluku Said Assagaff menyerahkan bantuan pancing tonda dari Dinas Kelautan dan Perikanan kepada para nelayan pada acara peringatan HUT Kabupaten Buru, di Namlea, Kamis (12/10/2017). - Foto: Humas Pemprov Maluku -

 

 

BANDA - Gubernur Maluku Said Assagaff meminta agar 11 kabupaten kota di Provinsi Maluku, masing-masing harus punya satu kreasi untuk membangun sektor pariwisata dan menarik banyak wisatawan asing maupun lokal, datang ke daerahnya.

Permintaan Gubernur Assagaff tersebut, disampaikannya, saat mengunjungi Pameran Lukisan "Dar Banda" karya M.S. Alwi, dan Pameran Hasil Karya Sketsa Anak-anak Kepulauan Banda, hasil workshop yang dibikin komunitas Sketchwalker dan Maluku Sketchwalk, usai dirinya membuka Pesta Rakyat Banda 2017.

Pesta Rakyat Banda disebut Assagaff, harus menjadi event tahunan, karena sudah ada juga Pesta teluk Ambon, Pesta Meti Kei, Pesta Bupolo, dan nanti ada juga Kataloka Panggil Pulang, pada bulan depan juga. Dirinya meminta yang Kataloka ini ditunda awal Desember, akan dihadirnya.

“Setiap kabupaten kota harus kreatif. Memikirkan bagaimana membangun pariwisata di kabupaten kotanya masing-masing, daerah kita harus dibangun melalui pariwisata," imbaunya.

Dengan adanya pembangunan pariwisata di daerah, Assagaff meyakini, pastinya akan dibangun infrastruktur.

“Daerah kita hanya dibangun dengan pariwisata. Pariwisata muncul maka infarstruktur dimulai dari jalan, dermaga, lapangan terbang, rumah sakit akan ada di situ,” tutur Assagaff.

Dia pun menambakan bahwa Presiden RI Joko Widodo belum pasti hadir ke Pesta Rakyat Banda, karena baru secara lisan, tapi secara resmi belum dapat, kalau ada kesempatan bertemu dengan Presiden ke 7 ini, saya akan mengajak beliau ke Banda baru ke Meti Kei dan Saumlaki.

“Sampai saat ini masih secara lisan beliau bilang kemungkinan datang di Pesta Meti Kei dan menuju ke Saumlaki. Tapi secara resmi kami belum dapat laporan itu, saya juga kalo dapat kesempatan bertemu dengan beliau, saya pasti akan mengajak beliau ke Banda sebentar baru ke Meti Kei dan Saumlaki,” papar Assagaff.

Menurut Assagaff, Presiden Joko Widodo ingin membangun pariwisata dan pariwisata yang terkenal di dunia ada di sini (Banda).

"350 tahun yang lalu mana ada daerah yang terkenal seperti banda? " tandas Assagaff.

(facebook:KabarDariMaluku)


 

BANDA, - Gubernur Maluku Said Assagaff meminta Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, agar ke depan membenahi lagi dan mengevaluasi, kegiatan-kegiatan yang bernuansa pesta rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Assagaff, saat membuka Pesta Rakyat Banda 2017, di Istana Mini, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (11/10/2017).

"Dalam benak saya, Pesta Rakyat Banda akan dihadir ribuan masyarakat Banda. Tempat ini jadi berlimpah ruah. Yang namanya pesta, tentu harus banyak yang hadir, karena kita ingin mempertotonkan pariwisata Banda," ujar Assagaff.

Menurutnya, sudah ada kegiatan Banda Pangel Pulang. Esensinya, di benaknya lanjut Assagaff, orang-orang banda yang ada di luar, yang sudah berhasil datang kemari untuk duduk bercerita bersama teman-teman dulu dan keluarganya lalu bercerita tentang keberhasilannya.

'Mudah-mudahan saja Pesta Rakyat Banda dan Banda Pangel Pulang, bisa menggairahkan partisipasi rakyat Banda di dalam mengisi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di Banda," harapnya.

Apapun yang di sini, menurut Assagaff, jika tidak meningkatkan penghasilan rakyat maka tidak ada gunanya sama sekali.

Pulau Banda ini, lanjutnya, harus kita bangun dengan pariwisata, dibantu dengan sektor-sektor yang lain.

"Ini pulau-pulaunya paling indah.
Orang sudah mulai mengungkit pulau tertua di dunia yaitu Pulau Banda. Ini yang harus diangkat. Kenapa? Karena laut Banda adalah laut yang paling dalam, hampir 8 kilo meter, butuh jutaan tahun untuk menghasilkan satu pulau kecil," terangnya.

Untuk itu, Gubernur Assagaff berharap bantuan dari para wartawan untuk mengankat topi ini dan mencatatkannya melalui media masing-masing.

Karena itu di Maluku, Assagaff ingin membangun sektor pariwisata dengan menggar event berskala nasional dan internasional.

"Ada Pesta Teluk Ambon, Pesta Meti Kei yang akan diselengarakan pada tangal 22 Oktober, Tour de Moluccas dan Banda Pangel Pulang yang baru saja digelar, termasuk Pesta Rakyat Banda ini," paparnya.

Lantaran itu, Gubernur Assagaff ingin agar setiap kegiatan–kegiatan dikoordinasi dengan baik, dan menghadirkan sebanyak mungkin orang yang kemudian bercerita tentang pariwisata di Banda.

'Bulan depan juga saya mau datang ke sini, kalo tidak tangal 10 berarti tanggal 11 November. Namun pertama, saya minta koordinasi dengan Pemda Kabupaten Maluku Tengga. Mari kita bangun Banda, pulau yang cantik ini, dengan harapan masyarakat Banda akan sejahtera dan makmu," demikian Assagaff.

Pesta Rakyat Banda sendiri mulai digelar tanggal 11 Oktober dan akan berlangsung hingga 11 November 2017.

Mendahuluinya sudah ada beberapa kegiatan yang digelar jelang event, diantaranya Lomba Bersih Kampung di Naira, mulai tanggal 8 hingga 9 Oktober. Selanjutnya ada Belajar Menggambar Sketsa oleh komunitas Sketchwalker dan Maluku Sketchwalk, sejak tanggal 7 hingga 10 Oktober, yang digelar di Banda Neira dan Pulau Rhun.

Terkait menggambar sketsa ini, pada tanggal 21 Oktober nanti, para sketchers (seniman gambar sketsa) di New York/Manhattan akan melakukan gambar sketsa pada waktu yang bersamaan dengan para sketchers dari Maluku Sketchwalk, untuk memperingati 350 tahun Perjanjian Breda, terkait pertukaran Pulau Rhun di Kepulauan Banda yang saat itu dimiliki Inggris, dengan Manhattan yang ketika itu dimiliki Belanda.

Selain itu, selama sebulan penyelenggaraan Pesta Rakyat Banda, akan digelar berbagai workshop/pelatihan, seminar nasional, dan pertunjukan budaya dan tradisi serta acara Adat Buka Kampung.(facebook:KabarDariMaluku)

Page 1 of 29

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca Tour De Molvccas 18-22 September 2017
 

Stage 1 - 18 September

Stage 2 - 19 September

Stage 3 - 20 September

Stage 4 - 21 September

Stage 5 - 22 September


 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top