Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

KABUPATEN MALUKU TENGAH

MENGENAL MALUKU TENGAH

Luas dan Batas Wilayah Administrasi

Kabupaten Maluku Tengah memiliki luas sebesar 275.907 Km², terdiri dari wilayah lautan seluas 264.311,43 Km2 atau 95,80% dan daratan seluas 11.595,57 Km2 atau 4,20%, dengan panjang garis pantai 1.256.230 Km.Kabupaten Maluku Tengah berbatasan dengan :

Ø Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Seram

Ø Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Banda

Ø Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Seram Bagian Barat

Ø Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Seram Bagian Timur

Sebagaimana disajikan dalam tabel. 1 berikut diketahui bahwa sebagian besar wilayah daratan di Kabupaten Maluku Tengah atau sekitar 92,11% berada di pulau Seram dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Sedangkan wilayah daratan Kabupaten Maluku Tengah yang tersebar di Pulau Ambon, Pulau Haruku, Pulau Nusalaut dan Saparua, serta Kepulauan Banda hanya seluas 7,98%.

Kondisi Geografis dan Topografis

Secara Astronomi, Kabupaten Maluku Tengah setelah pemekaran terletak diantara 2o30’ – 7o30’ LS dan 250o – 132o30’ BT, dan merupakan daerah kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 53 buah, dimana yang dihuni sebanyak 17 buah dan yang tidak dihuni sebanyak 36 buah.

Bentuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah dikelompokkan berdasarkan pendekatan fisiografi (makro relief), yaitu Dataran, Pantai, Perbukitan dan Pegunungan dengan kelerengan yang bervariasi. Tercatat sebanyak 2 dataran, 3 gunung, 2 danau dan 144 buah sungai berada di wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

Struktur geomorfologi di Pulau Seram, Ambon, Banda dan sekitarnya dapat dibedakan atas struktur: vulkan, horizontal, lipatan, dan patahan, sedangkan batuan utama terdiri atas batuan vulkanis, terobosan, gamping, sekis, dan aluvium. Tanah yang berkembang di Kabupaten Maluku Tengah menurut Lembaga Penelitian Tanah Bogor, terdiri atas jenis organosol, aluvial, renzina, grumusol, podsolik dan tanah kompleks.

ARTI LAMBANG
KABUPATEN MALUKU TENGAH


Lambang Daerah Kabupaten Maluku Tengah ” PAMAHANUNUSA” yang berarti ”MEMBANGUN NUSA DAN BANGSA” Pengertian lengkap dari Lambang Daerah ”PAMAHANUNUSA” sesuai Peraturan Daerah Nomor : 33 / PER / DPRD – GER / 1970 adalah sebagai berikut :Lambang Daerah Bentuk Perisai, yang berukuran leher atas 9 cm, garis tinggi 12cm, tinggi tepi kiri kanan sampai pada garis lengkung 8 cm, perisai melambangkan penangkis segalah serangan dari manapun datangnya. Lukisan lambang dengan dasar warna merah darah , berarti sifat keberanian murni yang tidak ternoda oleh sifat – sifat lain. Lukisan pada gambar menggunakan warna – warna :

Putih artinya suci, melambangkan kesucian didalam menunaikan tugas.

Kuning artinya cahaya, melambangkan ketuguhan iman dan kebijaksanaan yang bercahaya yang gilang gemilan untuk suatu tujuan.

Merah artinya berani melambangkan gagah berani dalam menunaikan tugas.

Hitam arinya tenang, melambangkan ketenangan dalam menhadapi sesuatu apapun juga .

Hijau artinya harapan, melambangkan penuh harapan dalam melaksanakan tugas.

Biru artinya tulus dan setia, melambangkan mengabdi kepada cita – cita Negara, Nusa dan Bangsa dengan tulus dan setia.

Cokelat artinya dasar, melambangkan memiliki dasar yang kuat guna melaksanakan tugas.


Kesimpulan tata warna : ” Tiap petugas dilambangkan menunaikan tugasnya dalam segi Pemerintahan mempunyai sifat suci, kebijaksanaan dan ketuguhan iman, gagah berani serta tenang, penuh harapan serta setia dan harus mempunyai dasar yang kokoh kuat seperti batang pohon sagu.” Lukisan dalam perisai terdiri dari :Pohon Sagu mempunyai 15 pelepah yang hijau, masing – masing terdiri dari 45 daun artinya :Pohon Sagu menghasilkan makna utama rakyat maluku, khususnya rakyat Kabupaten Maluku Tengah karena pohon sagu terdapat banyak sekali di pulau Seram / Nusa Ina. Pohon Sagu terkenal kokoh tak bisa di guncangkan / ditumbangkan oleh angin apapun. Juga melambangkan ketuguhan dan kekerasan watak kapitan / pahlawan – pahlawan Maluku seperti : Thomas Matulessy ( Pattimura ), Anthony Ribok, Said Perintah, Philip Latumahina dan Srikandi Kristina Martha Tiahahu. 15 Pelepah yang hijau masing – masing terdiri dari 45 helai daun mempunyai patokan yang nyata dalam sejarah perjuangan yang telah menjelma dari sejara Bangsa dan Negara Indonesia pada tahun 1954. Lima pelepah berwarna coklat artinya dasar yang dapat diikuti / dicontohi dari lima Pahlawan Maluku dengan mengingatkan kita pada perjuangan Pattimura pada tanggal : 15 Mei 1817. Lima belas pelepah berwarna hijau , lima pelepah yang coklat berarti tulus setia mengabdi cita –cita Negara ,Nusa dan Bangsa guna melksanakan tugas perjuangan Pattimura pada tanggal 15 Mei (bulan 5). Benteng dengan lima kepala benteng berwarna hitam bertuliskan Kabupaten Maluku Tengahdengan huruf cetak putih membuktikan tempat dimana pahlawan –pahlawan yang telah gugur serta membayangkan kedukaan denga dengan hati yang suci terhadap berakhirnya hidup Pahlawan Pattmura. Lima kepala benteng merenungkan junjungan tinggi terhadap pancasila. Susunan batu pada benteng sebanyak 18 dan 17 berarti 1817 yang mejelma menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu 17 Agustus 1945. Parang dan Tombak adalah alat-alat kebesaran dan sesaktian para kapitan /pahlan . Kain Berang yang mengikat ujung tombak ialah isyarat peperangan datuk- datuk di Maluku Tengah. Rumput subur yang berwarna hijau membayangkan kesuburan tanah Maluku dengan hasil hutannya.

Delapan belas pintalan daun – daun kelapa muda sebagai rantai persatuan dan kesatuan persaudaraan dimana kedua ujungnya bertemu pada bagian atas, artinya 18 kecamatan dalam Daerah Tingkat II Kabupaten Maluku Tengah

 

S E J A R A H

Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tengah sebagai salah satu kabupaten di Maluku yang dibentuk dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952 (L.N. No. 49/1952) tentang pembubaran daerah Maluku selatan dan pembentukan Maluku Tengah dan Maluku Tenggara.

Setelah berlakunya Undang-undang No. 1 Tahun 1957 tanggal 18 januari 1957, tentang pokok-pokok pemerintah untuk seluruh wilayah Republik Indonesia, maka dibentuk daerah-daerah “Swatantra” diantaranya daerah Swantantra Tingkat I Maluku dengan undang-undang darurat No. 22 Tahun 1957 (LN. No. 79/1957) yang kemudian ditetapkan dengan undang-undang No. 20 Tahun 1958 (L.N. No. 60/1958).

Selanjutnya sesuai pasal 73 ayat 4 undang-undang darurat No. 22 Tahun 1957 maka dibentuk pula daerah-daerah Swatantra Tingkat II, sehingga dibentuklah daerah Swatantra Tingkat II di Maluku dengan undang-undang darurat No. 23 tahun 1957 (L.N. No. 80/1957), yang kemudian ditetapkan dengan undang-undang No. 60 Tahun 1958 (L.N. No 111/1958) yang meliputi daerah-daerah Swatantra Tingkat II Maluku Tengah, Maluku Utara, Maluku Tenggara dan Kota Ambon.

Wilayah-Wilayah yang termasuk dalam daerah Swatantra Tingkat II Maluku Tengah adalah : Pulau Ambon, Pulau-Pulau Lease, Pulau-Pulau Banda, Seram Timur, Seram Utara, Seram, Selatan, Seram Barat, dan Pulau Buru sebagaimana yang tercantum dalam PP. No. 35 Tahun 1952 tersebut.

Perkembangan Wilayah Sampai Tahun 2012

Pada Tahun 2004 diberlakukannya Otonomi Daerah yang tertulis dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 maka penyelenggaraan otonomi daerah memberikan pengaruh yang cukup luas dalam perkembangan Maluku Tengah, hal ini dapat dilihat dengan terjadi pemekaran pada beberapa wilayah di kabupaten Maluku Tengah diantaranya Wilayah Pulau Buru, Wilayah Seram Timur dan Wilayah Seram Barat. Sehingga Wilayah Kabupaten Maluku Tengah sejak tahun 2004 hanya meliputi Wilayah Seram Utara, Pulau Ambon, Pulau-pulau lease dan Pulau-pulau banda; akan tetapi luas wilayah di Kabupaten Maluku tengah masih merupakan yang terluas di Provinsi Maluku.

Dari Periode 1994 sampai 2012 telah terjadi banyak perubahan dalam komposisi kecamatan di Wilayah Kabupaten Maluku Tengah, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah otonomi daerah yang merupakan indikasi pemekaran wilayah-wilayah sampai pada level kecamatan.

VISI  dan MISI
 
 

Visi Pembangunan Kabupaten Maluku Tengah 2013 – 2017 adalah:

TERWUJUDNYA MALUKU TENGAH YANG LEBIH  BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAMAI DAN BERKEADILAN

 

Misi Pembangunan Kabupaten Maluku Tengah adalah sebagai berikut:

1.      Membangun masyarakat Maluku Tengah yang lebih sehat, cerdas dan Professional

2.      Memperkuat perekonomian Maluku Tengah yang berdaya saing

3.      Mewujudkan Maluku Tengah yang lebih rukun, harmonis dan berbudaya

4.      Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

5.      Mewujudkan pembangunan yang inklusif, merata dan berkeadilan

 

GEOGRAFI DAN IKLIM

Maluku Tengah sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Maluku, letaknya diapit oleh kabupaten Seram Bagian Barat di sebelah barat dan Seram Bagian Timur di sebelah timur.Luas wilayah Kabupaten Maluku Tengah seluruhnya kurang lebih 275.907 Km2 yang terdiri dari luas laut 264.311,43 Km2 dan luas daratan 11.595,57 Km2.

Wilayah Maluku Tengah mengalami iklim laut tropis dan iklim musim.Keadaan ini disebabkan oleh karena Maluku Tengah dikelilingi laut yang luas, sehingga iklim laut tropis di daerah ini berlangsung seirama dengan iklim musim yang ada.

Berikut keadaan klimatologi yang dapat menggambarkan keadaan iklim di Kabupaten Maluku Tengah secara umum:

Tercatat Rata-rata temperatur pada tahun 2009 di Kecamatan Amahai 26,30C, dimana temperatur maksimum rata-rata 30,40C dan minimum rata-rata 23,3 0C. Jumlah curah hujan pada tahun 2009 rata-rata sebesar 185,1 mm dengan jumlah hari hujan rata-ratasebanyak 18,1 hari. Penyinaran matahari pada tahun 2009 rata-rata sebesar 65,9 % dengan tekanan udara rata-rata 1011,2 Milibar dan kelembaban nisbi yang terjadi rata-rata sebesar 84,9  %.

 

 

Admin

 

Berdasarkan Keputusan Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah Nomor : 01/KEP.PANSEL/JPTP/MT/2019 tanggal 21 Januari  2019, disampaikan sebagai berikut :

 

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.pdf

 

 

TIAL - Gubernur Maluku, Said Assagaff, Kamis (17/1) melakukan peletakan batu pertama Mesjid Baiturrahman Negeri Tial. Pada acara itu, dihadiri Upu Latu Raja Negeri Beserta Perangkat-Perangkat Negeri Tial dan juga Basodara pela gandong.

Hadir juga pejabat pemerintah provinsi Maluku diantaranya, Sekretaris Daerah Maluku, Hamin bin Thahir. Kadis Pertanian, Diana Padang, Kepala BPKAD, Lutfi Rumbia, Kepala Dinas Sosial, Sartono Pining, Kadis Kehutanan, Sadli Ie, Kadis Pariwisata, Habiba Saimima, Karo Umum, Hadi Sulaiman dan Karo Pemerintahan, Jasmono.

Assagaff dalam sambutan tertulisnya mengatakan, peletakan batu pertama untuk membangun rumah Allah ini, merupakan manifestasi dari iman dan niat yang suci karena Allah.

Secara etimologi kata masjid, sebut Assagaff, berasal dari Bahasa Arab yang berarti tempat sujud. Tetapi dalam realitas sejarah Islam, mesjid bukan hanya sebagai tempat umat Islam melaksanakan ibadah shalat, tetapi punya posisi dan peran sangat sentral dan vital untuk pembangunan peradaban umat.

“Sejak periode Mekkah maupun periode Madinah, mesjid sudah berfungsi sebagai pusat peradaban umat, antara lain sebagai pusat pemerintahan, pusat persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah), pusat dakwah dan pusat pendidikan Islam, pusat ekonomi (Baitul Mal) dan sebagai simbol persamaan dan kesetaraan umat. Selain fungsi utama sebagai tempat shalat,” kata Assagaff.

Pada konteks ini, lanjutnya, mesjid punya posisi dan peran yang sangat stratagis dalam rangka pembangunan umat dan bangsa ini. Permasalahannya selama ini fungsi dan peran masjid belum dimanfaatkan secara baik.

“Menurut saya, ada beberapa masalah yang butuh perhatian dan solusi dari kita semua, antara lain, pertama, manajemen pengelolaan masjid secara umum masih bersifat konvensional, apalagi di Maluku belum bisa menjawab fungsi-fungsi masjid secara maksimal baik sebagai tempat ibadah maupun sebagai pusat peradaban Islam,” paparnya.

Hal tersebut ditandai dengan kondisi mesjid kurang terawat dengan baik, kumuh, lingkungannya kotor, tidak ada perpustakaan, jadwal khutbah juma’at dan pembinaan umat tidak teratur, tidak ada peningkatan kapasitas imam dan kasisi masjid, tidak ada Pengurus Remaja Mesjid, kalaupun ada tidak berperan aktif untuk memakmurkan mesjid.

Kedua, Sumber daya pengelola mesjid belum terlalu profesional. Ketiga, masih kuatnya paradigma dan pemahaman teologi (agama), yang lebih berorientasi pada aspek-aspek ibadan ritual dan bersifat ukhrawi saja dan mengabaikan pembangunan peradaban umat.

“Padahal dalam setiap doa kita, selalu kita awali dengan memohon kebahagiaan kehidupan dunia, baru menyusul permohonan kebahagiaan kehidupan di akhirat,” ucapnya.

 

 

Dikatakan, mempersempit fungsi mesjid hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah-ibadah (mahdha (ritual), bukan hanya akan mengurangi fungsi mesjid, tetapi juga mendistorsikan atau menghilangkan peran mesjid sebagaimana yang pernah ditunjukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.

Sebagai contoh, jelasnya, pada zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, menjadikan mesjid Nabawi di Madinah sebagai pusat pemerintahan selain sebagai tempat shalat.

Demikian halnya di Indonesia, pesantren-pesantren juga menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas pembelajaran. Bahkan dewasa ini di Indonesia, khususnya masjid Raya dan Mesjid Agung di kota juga sudah mendirikan sekolah, rumah sakit, radio.

“Begitu besarnya peran masjid itu, maka pada masa Rasulullah SAW, para sahabat Ar-Rasyidah, masa daulah Amawiyah dan Abbasyiah, pada setiap masjid itu dibangun Kuttab sebagai pusat pembelajaran, khususnya baca tulis. Lebih mengesankan lagi dalam proses pembelajaran itu, nabi Muhammad SAW dan para sahabat mengundang para guru (mudarris) dari pelbagai kalangan, termasuk non Muslim khususnya kelompok Ahlul Kitab untuk menjadi guru (mudarris) bagi orang-orang Muslim,” jelas Assagaff.

Pada sisi ini, sebagai pusat peradaban Islam, mesjid juga sangat terbuka dalam melakukan transformasi peradaban. Prinsip saling memberi dan menerima atau tolong menolong dalam kebajikan dengan pelbagai kelompok yang berbeda, menunjukan peradaban di bangun melalui mesjid sangat egaliter dan kosmopolit.

Tak terkecuali di Maluku, terdapat local wisdom seperti tradisi badati dan masohi, dimana umat beragama yang berbeda ikut serta dalam proses pembangunann masjid dan gereja, dengan cara menyumbangkan bahan atau dana serta tenaga. Khususnya yang punya hubungan Pela, Gandong atau tetangga negeri.

Untuk itu, mari katong gunakan dengan maksimal mungkin modal sosial kultural yang ada untuk sama-sama katong bangun masjid ini. Sekecil apapun sumbangan yang katong berikan, mari sama-sama bakubadati untuk masjid ini.

“Harapan beta setelah selesainya pembangunan mesjid ini, Ta’mir Mesjid Baiturrahman ini, seperti bapak iman, khatib, modim, marbot, pemerintah dan masyarakat yang ada disini, harus mampu membuat program-program yang dapat memakmurkan masjid ini. Jadikanlah masjid ini sebagai pusat pembangunan peradaban umat dan masyarakat di daerah ini. Banyak permasalahan yang perlu menjadi perhatian kita bersama-sama, antara lain, masalah pergaulan bebas, Narkoba, HIV/Aids, minuman keras, kerusakan lingkungan dan pelbagai macam persoalan keumatan lainnya. Semoga masjid ini dapat menjadi sumber pencerah bagi masyarakat yang ada disini,” harap Assagaff.

Assagaff juga mengingatkan tentang dinamika masyarakat yang semakin multikultural, serta adanya ancaman radikalisme dan terorisme yang menglobal dewasa ini.

“Di akhir masa jabatan beta selaku gubernur ini, beta harapkan umat Islam terus berada di garda terdepan untuk merawat kerukunan dan kedamaian yang sudah terbina secara baik selama ini,” ingatnya.

Untuk itu, Assagaff menghimbau, untuk menjadikan mesjid sebagai pusat atau corong untuk mendakwahkan nilai-nilai Islam yang sejuk, ramah, toleran, bersahabat dan empati untuk sesama, sesuai misi suci Islam yaitu Rahmatan lil ‘Alamin.

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)



AMBON - Pengalaman penyelesaian konflik Maluku dalam waktu yang relatif cepat dan singkat dapat dijadikan bagian dari Kebijakan Politik Luar Negeri (LN) untuk membantu konflik yang terjadi di belahan dunia saat ini. Sebut saja, konflik yang melanda Syiria, Afganistan, Afrika, Somalia, Yaman dan Ruanda. Bahkan diharapkan bisa menjadi sebuah kebijakan internasional dalam rangka penyelesaiannya.

“Kita bisa melihat bahwa konflik yang begitu mencekam pada waktu itu, dalam waktu relatif cepat bisa diselesaikan. Pemerintah perlu mengangkat pelajaran dari Maluku sebagai bagian dari Kebijakan Politik Luar Negeri untuk membantu berbagai masyarakat di belahan dunia lainnya, dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi,” demikian disampaikan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) RI, Yahya Cholil Staquf saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Maluku bersama dengan para tokoh-tokoh agama dan pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dipimpin Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dalam rangka menjaring masukan terkait dengan kondisi Maluku dan kesiapan jelang Pemilihan Umum, Kamis (10/1/2019) bertempat di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Maluku.

Hal ini, sebut Cholil, karena masyarakat Maluku sendiri, memiliki budaya yang sudah mengakar untuk membangun harmoni serta memiliki naluri untuk mempertahankan harmoni dalam masyarakatnya.

“Sebagian suku-suku di Indonesia pun pun jarang sekali dalam satu suku ada keragaman agama. Di Indonesia Batak agak mirip dengan Maluku bahwa dalam satu marga terdapat keragaman agama dan ini tidak mungkin ada di Eropa, Afrika, Timur Tengah ataupun tempat lain. Ini adalah energi harmoni yang tidak dimiliki di tempat lain,” ungkap Cholil.

Dikatakan, cara penyelesaian konflik di Maluku bisa dijadikan pelajaran yang sangat berharga. “Pengalaman inilah yang dapat dijadikan bagian dari kebijakan internasional untuk ikut berperan di dalam mengupayakan perdamaian dunia diberbagai wilayah,” paparnya.

Cholil menuturkan ketika dirinya berkunjung ke Yeruslem, Israel beberapa waktu lalu, untuk mengikuti diskusi dengan para Akademisi dan para Ahli, dirinya mengangkat tentang pengalaman Maluku dalam menyelesaikan konflik.  

“Saya menyampaikan bagaimana, Maluku mampu melakukan resolusi konflik dari masalah yang terjadi. Dan sambutan luar biasa menunjukan bahwa semua orang tertarik dengan pelajaran yang bisa di ambil dari pengalaman Maluku. Jadi pak Wagub, jangan terkejut jika, yah dalam waktu yang tidak terlalu lama mungkin akan ada banyak perhatian internasional kepada Maluku, karena dunia ini sedang butuh belajar dari Mauluku ini,” tandas Cholil.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengatakan, stabilitas keamanan di Maluku sangat terjamin.
“ Sejak konflik hingga kini, sudah 15 tahun kita hidup aman dan tentram, karena kerukungan hidup umat beragama ini sangat baik,” ungkap Sahuburua.

Dia katakan, kerukungan hidup dan toleransi orang beragama di Maluku sudah mengakar dan menjadi tradisi sejak dulu.

“Kalau bapak lihat di Jawa, kalau Lebaran, belum tentu orang Kristen datang berkunjung ke saudara Muslim.  Tapi di Maluku, mereka saling bersilaturahmi. Sebaliknya jika Natal akan seperti itu juga akan saling berkunjung. Dan bukan hanya Islam  atau Kristen tetapi semua datang berkunjung, bersilaturahmi, mengucapkan selamat hari raya,” ucapnya.

Sebaliknya juga, sebut Sahuburua, hal unik terlihat pada saat perayaan hari raya masing-masing agama, terlihat penjagaan rumah-rumah ibadah.

“Kalau kita ada Gereja Natal, yang menjaga keamanan itu juga saudara-saudara kita yang bukan Kristiani. Jadi yah Islam, Hindu dan Budha. Begitupula waktu Lebaran saat shalat Idul Fitri, umat yang bukan Islam itu datang jaga masjid-masjid. Sehingga saya ingin katakan, sampai saat ini hubungan kita sangat baik,” tandas Sahuburua (**)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

Friday, 04 January 2019 23:58

BAHAYA GADGET Untuk Kesehatan Mata

 

 

Tiada hari tanpa gawai (gadget), terutama smartphone baik itu handphone ataupun tablet. Bahkan sebagian orang sudah kecanduan smartphone sampai tak bisa hidup tanpa perangkat digital yang satu ini. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, sebagian di antara kita seakan-akan tak mau lepas dari smartphone. Gadget memang ibarat pisau bertama dua. Di satu sisi sangat berguna, tapi di sisi lain juga merugikan jika tidak digunakan secara arif. Tanpa disadari penggunaan gadget secara terus menerus mengakibatkan berbagai masalah, salah satunya merusak mata. Tapi mengapa ya gadget bisa merusak mata?

Dirangkum Info BPJS Kesehatan dari berbagai sumber, beberapa pakar berpendapat bahwa gadget bisa merusak mata bukan hanya dari sinar radiasi atau sinar biru yang ditimbulkan, tapi juga karena pola buruk saat menggunakannya. Bermain video games terlalu lama dalam jangka panjang akan menimbulkan risiko mata  minus atau rabun jauh. Efek lainnya adalah mata lelah, merah, penglihatan yang buram, mata kering, iritasi ringan hingga sakit kepala yang muncul saat kita sudah asyik dengan permainan dan lupa untuk beristirahat.

Masalah penglihatan yang disebabkan video games adalah karena mata yang tidak lagi terfokus pada permukaan yang datar namun secara terus menerus akan merubah fokus sehingga kelelahan mata akan timbul. Mata cenderung "terkunci” ke dalam layar, dan hal ini dapat menyulitkan mata untuk fokus pada objek lain bahkan dalam waktu lama setelah selesai bermain. Selain itu, mata juga akan jarang berkedip dan menyebabkan kekeringan.

Salah satu kebiasaan buruk adalah bermain gadget di tempat gelap. Pencahayaan yang kurang baik selama menggunakan gadget bikin mata lelah. Kecerahan terlalu redup kurang bagus buat mata karena bikin mata bekerja  ekstra. Tapi terlalu besar tingkat kecerahannya juga bikin  mata seakan terasa kaget. Bahkan kerja kerasnya sama kayak melihat layar gadget redup.

Untuk penggunaan di malam hari, misalnya ketika menjelang tidur, ada hal penting yang wajib diketahui. Layar smartphone memancarkan sinar biru (blue light) yang berdampak buruk bagi mata. Paparan langsung sinar biru dapat menyebabkan kerusakan retina. American Macular Degeneration Foundation memperingatkan bahwa kerusakan retina yang disebabkan sinar biru dapat menyebabkan degenerasi makula. Hal ini menyebabkan hilangnya penglihatan sentral, yakni kemampuan untuk melihat apa yang ada di depan kita. Sinar biru juga merusak siklus tidur

alami. Karena sinar ini mengganggu produksi melatonin, yakni hormon yang membantu mengatur siklus tidur. Otak seseorang mulai memproduksi melatonin ketika ia siap tidur dan sinar biru dari smartphone mengganggu proses produksi tersebut. Sulit tidur atau insomsia berdampak buruk pada kesehatan, seperti gangguan genetik dan masalah memori. Dampak panjangnya, ternyata berisiko terkena kanker. Mengapa? Selain membantu kita tidur, melatonin juga berfungsi sebagai antioksidan. Orang yang produksi melatonin alaminya ditekan, misalnya karena paparan

sinar biru, berisiko lebih tinggi untuk mengidap kanker payudara dan prostat, meskipun hubungan sebab-akibat secara langsung belum ditemukan. Penelitian juga menunjukkan, orang-orang yang tingkat melatoninnya ditekan dan jam tubuhnya dikacaukan oleh paparan sinar biru lebih rentan terhadap depresi.

Tak menggunakan pelindung layar antiradiasi. Saat smartphone tidak menggunakan pelindung layar antiradiasi, maka paparan radiasi layar akan langsung mengenai mata. Hal ini memperbesar potensi mata cepat tegang dan lelah, belum lagi risiko lainnya ketika penggunaan gadget terus menerus atau berlebihan. Radiasi handphone bukan hanya bikin panas bola mata, tapi juga kemampuan mata secara menyeluruh. Mata tidak mampu menyalurkan panas radiasi itu ke seluruh tubuh, sehingga berkutat di mata saja.

Kebiasan buruk lain yang sering kita lakukan adalah jarak antara mata dan layar gadget teramat dekat. Cara ini bikin mata semakin melotot, belum lagi terpapar sinar layar yang penuh radiasi dan tingkat kecerahannya yang tinggi.

Jadi, faktor rusaknya mata atau penglihatan adalah kebiasaan, seperti membaca sambil tiduran atau dibawah penerangan yang kurang, keseringan bermain ponsel atau gadget, dan berlamalama melihat layar. Bisa dibayangkan, betapa beratnya kerja mata kita. Jadi, mulai sekarang kurangi penggunaan gadget berlebihan. Kita bisa mengatur jadwal kapan pemakaian gadget aktif dan tidak.
 
Cara lainnya, matikan semua gadgetmu sebelum tidur. Mulai sekarang aturlah jarak antara mata dan layar gadgetmu. Atur secukupnya asal jelas di mata dan tidak bikin mata bekerja keras melihat teks layar handphone. Berkediplah beberapa kali saat menggunakan gadget. Jangan melotot terus. Lebih baik sekarang usahakan banget menggunakan gadget dalam kondisi duduk. Selain menjaga postur tubuh tetap bagus, juga menjaga kesehatan mata.

Lalu terapkanlah 20-20-20. Maksudnya adalah luangkan waktu setiap 20 menit sekali untuk melihat ke kejauhan atau area selain layar gadget sepanjang 20 meter ke depan (atau sejauh mata memandang dan tidak memforsir mata untuk fokus) selama 20 detik. Cara ini dapat membantu melemaskan otot-otot fokus dalam dan luar mata. Untuk sinar radiasi, salah satu upaya untuk mengatasinya adalah pemasangan pelindung layar antiradiasi.
 
Bisa juga gunakan tetes mata yang mengandung bahan aktif guna mengatasi kekeringan pada mata. Jangan lupa makan makanan bergizi yang membantu menjaga kesehatan mata. Untuk para orang tua, agar membatasi pnggunaan gadget anak anda kurang lebih 2 jam setiap harinya. Atau mungkin berusahalah agar anak tidak memegang handphone selama sehari full, dan ajak dia bermain. Bagi ang sudah kecanduan, disarankan setiap 10 menit sekali menengok ke luar atau ke segala arah. Coba untuk pejamkan mata anda dalam waktu 10 sampai 30 menit sekali. Hal tersebut untuk membuat mata rileks.  Perhatikan jarak antara hp dan mata anda, usahakan jaga jarak sekitar 40 cm. Usahakan jangan menggunakan hp sambil tiduran terlebih dalam posisi terlentang. Redupkan  cahaya hp agar tampak tidak terlalu cerah. Dan seringlah berkedip.(*)



Ambon, - Rhode Island University, Amerika Serikat melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

Penandatangan MoU berupa kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat di Provinsi Maluku dilaksanakan di Hotel Dewangsa, Jakarta, Senin (7/12).

Kabag Humas Setda Maluku, Bobby Kin Palapia mengatakan, penandatangan MoU ditandatangani David M Dooley selaku Presiden University of Rhode Island dan Gubernur Maluku, Said Assagaff.

“MoU antara Pemprov Maluku dengan Rhode Island ini, merupakan tindaklanjut dari MoU yang dilakukan di tingkat pusat antara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Lembaga Penelitian Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kemudian di daerah dilakukan dengan Bupati dan dan Gubernur,” ungkap Palapia.

Dia katakan, nota kesepahaman bersama yang telah dituangkan dalam MoU tersebut akan ditindaklanjuti dengan kesepakatan kerjasama di bidang penelitian, penguatan kapasitas.

“Penguatan kapasitas disini secara umum kepada birokrat juga kepada masyarakat. Selain itu, peluang pendidikan, baik kursus jangka pendek maupun pendidikan S1, S2, S3 di Rhode Island University,” jelas Palapia.

Kata Palapia, Rhode Island University juga bersedia untuk mendatangkan para ahlinya dalam rangka memberikan bimbingan, baik kepada para dosen maupun pejabat birokrasi.

“Jadi ada tukar menukarlah. Kita bisa kesana (Rhode Island University) untuk sekolah dan dari pihak universitas Rhide juga bisa datang untuk memberikan kursus,” kata Palapia.

Dirinya juga menjelaskan, terkait beberapa spesifikasi program yang menjadi unggulan di Rhode Island University, yang kemudian bisa di arahkan untuk membantu Pemprov Maluku dalam membangun daerah, diantaranya Manajemen Pariwisata (Pariwisata berkelanjutan), Management Pengelolaan Wilayah Pesisir, Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa dalam rangka Pemanfaatan Dana-Dana Desa.

“Selain itu, membantu Universitas Pattimura bagi yang akan melanjutkan S2, S3 diantaranya untuk menagement Coral, Pengelolaan Perikanan, Management Perkapalan karena di Unpatti juga memiliki Teknik Perkapalan sehingga bisa dikolaborasikan.” tandas Palapia.(*)

 

Berdasarkan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara selaku Ketua Tim Pelaksana Seleksi Nasional Pengadaan CPNS 2018 Nomor K26-30/B7800/XII/18.01 tanggal 2 Januari 2019 perihal Penyampaian Hasil Integrasi Nilai SKD-SKB CPNSPemerintah Provinsi Maluku Tahun 2018 dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :

 

PENGUMUMAN HASIL AKHIR CPNS PEMERINTAH PROVINSI MALUKU.pdf

 

 

 

Lampiran I s.d V Pengumuman Hasil Akhir CPNS Pemerintah Prov Maluku.pdf

Lampiran I s.d V Pengumuman Hasil Akhir CPNS Pemerintah Prov Maluku - word.docx

 

 

 

Rekap hasil SKD SKB DETIL.pdf

 

 

Rekap hasil SKD SKB RINGKAS.pdf

 

 

 

Berdasarkan Pengumuman Nomor 800/2268 tentang Peserta Yang Dinyatakan Lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Dapat Mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018, bersama ini disampaikan Jadwal, Lokasi tes dan Pembagian Sesi Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018 sebagai berikut :

 

Pengumuman Pembagian Sesi SKB CPNS Prov Maluku 2018.pdf

 

 

 

Lampiran Pengumuman Pembagian Sesi SKB CPNS Prov Maluku 2018.pdf

 

 

 

Jadwal Pelaksanaan SKB se-Maluku.pdf

 

 

 

Berdasarkan Surat Ketua Tim Pelaksana Seleksi Nasional Pengadaan CPNS Tahun 2018 Nomor K26-30/D7800/XII/18.01 tanggal 01 Desember 2018 perihal Penyampaian Hasil SKD CPNS Pemerintah Provinsi Maluku Tahun 2018,
disampaikan hal-hal berikut ini :

 

Pengumuman Hasil SKD CPNS 2018 Dan Dapat Mengikuti SKB Pemprov Maluku.pdf

 

 

 

Lampiran Pengumuman Hasil SKD CPNS Prov Maluku 2018.pdf

 

 


 

AMBON - Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri.

"Introspeksi sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur," ujar Mensos Kartasasmita dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Hamin bin Thahir, saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) Hari Pahlawan Nasional ke-73 yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (10/11).

Menurut Kartasasmita, pada hakekatnya, setiap perjuangan pasti ada hasilnya namun tidak kata akhir atau berhenti untuk berjuang.

Setiap etape perjuangan, lanjut dia, berlanjut pada etape perjuangan berikutnya sesuai tuntutan lingkungan strategis.

“Oleh karenanya, peringatan Hari Pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan,” ujarnya.

Dia katakan, mentransformasikan keberanian melawan penjajah menjadi inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini, antara lain, kemiskinan.

Selanjutnya transformasi kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi, tambah dia, menjadikan inspirasi rakyat Indonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia.

“Setiap zaman pasti ada pahlawan dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Terkait dengan hal tersebut, bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru. Indonesia saat ini membutuhkan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini,” paparnya.

Terlebih lagi, kata dia, dibutuhkan sosok pemuda Indonesia sebagai generasi penerus yang mempunyai jiwa, patriotisme, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidangnya.

Kartasmita juga mengingatkan soal negeri ini yang memiliki beragam agama, suku, adat istiadat, namun mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal sosial dipergunakan untuk keunggulan Indonesia dalam pergaulan dunia.

“Bukan justeru untuk memanfaatkan perbedaan demi kepentingan pribadi maupun golongan yang menjadi penghambat bagi kemajuan bangsa,” ingatnya.

Negeri ini, disebut Kartasasmita, membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial, sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial, memberikan pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan pertolongan social.

“Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan negara lain, khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industry 4.0.” harapnya.

Untuk itu, Kartasismita berharap, melalui momentum ini, dirinya mengajak seluruh komponen bangsa untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini.

“Mari berkontribusi bagi kemajuan banhgsa. Mulai dari yang dapat kita lakukan. Mulai dari lingkungan terdekat yang pada akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara,” tandas Kartasasmita.

Pada momentum peringatan Hari Pahlawan ini, Kartasasmita meminta para peserta upacara diajak untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan pendiri Republik Indonesia, karena perjuangan mereka, bangsa Indonesia bisa menikmati hidup sebagai bangsa yang merdeka.

Dia katakan, peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara, namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, namun substansi setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implentasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal ini penting, karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia,” ungkap Kartasasmita.

Peringatan Hari Pahlawan kali ini mengambil tema “Semangat Pahlawan di Dadaku”. Tema tersebut mengandung makna, sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan.

“Oleh karenanya, siapapun dapat menjadi pahlawan. Setiap warga negara Indonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara,” sebutnya.

Masih terkait dengan rangkaian Peringatan Hari Pahlawan ke-73, Gubernur Maluku, Said Assagaff menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kapahaha.
Upacara dihadiri Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, TNI, Polri serta pejabat Eselon II Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. Usai Upacara dilanjutkan dengan penaburan bunga di Lantamal IX, Ambon.(*)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

 


 

AMBON - Gubernur Maluku, Said Assagaff, Minggu (11/11) melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Terpadu (RSUPT) Ambon yang berlokasi di Desa Rumah Tiga, Kecamatan Baguala, Ambon.

Peninjuan tersebut untuk mengetahui secara langsung progres yang telah dicapai oleh kontraktor terhadap pelaksanaan pembangunan rumah sakit (RS) yang digadang-gadang akan menjadi RS rujukan terbesar di Kawasan Indonesia Timur itu.

Sebagaimana diketahui, RSUPT akan dibangun dengan konstruksi berlantai delapan (8) dan memiliki landasan helikopter.

Hasil pantauan yang diperoleh dari tinjauan terhadap pelaksanaan pembangunan RS sangat positif.

Dipastikan pada akhir Desember 2018 mendatang, pembangunan gedung telah mencapai 80 persen.

“Diperkirakan Desember 2018 gedungnya sudah sampai pada struktur lantai 4 yang terselesaikan,” ungkap salah satu kontraktor yang saat itu ditanyai Assagaff.

Kontraktor juga menjawab pertanyaan Assagaff, yang mempertanyakan soal kapan rampungnya proyek tersebut, sehingga bisa diresmikan.

“Diperkirakan Desember 2019 sudah bisa diresmikan,” ungkapnya.

Gubernur meninjau satu per satu gedung yang telah dibangun dan memotivasi untuk segera merampungkan proyek dimaksud.

Usai peninjauan, Gubernur Assagaff berkesempatan menandatangani testimoni untuk meyakinkan semua pihak termasuk kontraktor yang bekerja bahwa keberadaan fasilitas RSUPT sangat dibutuhkan masyarakat Maluku.

Setelah melakukan peninjauan, Assagaff langsung bertolak ke Jakarta untuk menghadap Presiden RI, guna melaporkan progres pembangunan RSUPT yang dibiayai melalui dana pusat.
Saat peninjauan, Assagaff didanpingi Kepala Dinas PU Provinsi Maluku Ismail Usemahu dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Maluku Muhammad Junaries(**)

(sumber dan foto  Humas Setda Maluku)

 

Page 1 of 50

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

GPR

 

INFO BMKG

Top