Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

KABUPATEN BURU SELATAN

MENGENAL BURU selatan

1.1 Letak Daerah

Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, secara geografis letak daerah penelitian sebelah Utara dengan Kabupaten Buru dan Laut Seram, sebelah Selatan dengan Laut Banda, sebelah Barat berbatasan dengan Laut Banda, dan sebelah Timur dengan Kabupaten Buru dan Selat Manipa. Secara astronomis daerah penelitian terletak antara 2o30’00” LS hingga 5o50’00” LS dan 125o00’00” BT hingga 127o00’00” BT. Daerah penelitian mencakup areal seluas 5.060,0km2, dimana penyebaran terluasnya (93,95% dari luas kabupaten) berada pada Pulau Buru sedangkan luasan 6,05%sisanya berada pada Pulau Ambalau.

1.2 Iklim

Berdasarkan peta Zone Agroklimat Provinsi Maluku (LTA-72, 1986) dan klasifikasi iklim Oldeman (1980), maka Kabupaten Buru Selatan termasuk dalam tiga zone Agroklimat yaitu zone I.3, III.1, dan zone III.2 dengan curah hujan tahunan berkisar antara 1800–3000mm, dan memiliki 3–6 BB dan 2–3 BK (zone C2 dan D2).

Tabel 1.1 menunjukkan kondisi iklim di Kabupaten Buru Selatan. Periode musim hujan berlangsung selama lima bulan yakni mulai dari bulan Desember sampai Maret dan Juli. Hasil analisis curah hujan menunjukkan bahwa Kabupaten Buru Selatan memiliki curah hujan tahunan rata-rata 1226,1 mm.

 

Suhu udara rata-rata bulanan berkisar antara 25,9oC (bulan Juli dan Agustus) sampai 28.3oC (bulan April). Suhu maksimum terendah terjadi pada bulan Juli (31,1oC) dan tertinggi pada bulan Nopember(33,4oC). Sedangkan suhu minimum terendah terjadi pada bulan Juli (22,3oC), dan tertinggi terjadi pada bulan Desember (24,3oC).

1.3 Fisiografi

Fisiografi menggambarkan kenampakan bentangan permukaan lahan pada suatu kawasan yang luas. Fisiografi daerah penelitian terbagi atas tiga kategori yakni fisiografi dataran, fisiografi perbukitan dan fisiografi pegunungan. Fisiografi dataran dengan lereng datar hingga bergelombang (0–15%)seluas 9308.9 hektar (1.8 %),fisiografi perbukitan dengan lereng landai hingga sangat curam (3–>50%)seluas 53663.3 hektar(10.6 %),fisiografi pegunungan dengan lereng landai hingga sangat curam (3–>50%)seluas 443027.8 hektar (87.6 %).

1.4 Kondisi Tanah

Jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Buru Selatan adalah;Tanah Regosol (Psamments) dengan kedalaman solum sedang sampai dalam, dan penggunaan lahan yang umumnya ditemukan adalah kelapa, dan tanaman campuran. Vegetasi khusus yang ditemukan seperti ketapang, waru dan jenis vegetasi bawah seperti pescapreae.

Tanah Aluvial (Fluvents), dengan kedalaman solum sedang sampai dalam, berdrainase baik hingga agak buruk dan bertekstur sedang dengan penggunaan lahan kelapa, kebun campuran, dan ladang. Tanah Gleisol (Aquents/Aquepts), dengan kedalaman solum sedang sampai dalam, berdrainase agak buruk hingga sangat buruk dengan penggunaan lahan kelapa, dan ladang. Vegetasi khusus yang ditemukan adalah sagu, dan nipah. Tanah Litosol (Lithick orthents), tanah ini bertekstur sedang dan berdrainase baik dan memiliki kedalaman solum sangat dangkal serta terdapat singkapan batuan. Vegetasi yang ditemukan adalah hutan primer dan hutan sekunder.

Tanah Rensina (Rendolls),dengan solum dangkal sampai sedang dengan tekstur sedang hingga halus dan berdrainase baik. Penggunaan lahan yang ditemukan adalah tanaman campuran, hutan primer dan hutan sekunder.Tanah Kambisol (Tropepts),dengan solum sedang sampai dalam, berdrainase baik, dengan tekstur halus sampai agak kasar. Penggunaan lahan yang ditemukan adalah tanaman campuran (tanaman tahunan, dan ladang) serta hutan primer dan hutan sekunder.

Tanah Brunizem (Udalfs),dengan solum dalam hingga sangat dalam, berdrainase baik, dengan tekstur halus. Penggunaan lahan yang ditemukan adalah tanaman campuran dan ladang, serta hutan primer dan hutan sekunder.

Tanah Podsolik (Udults), dengan solum dalam hingga sangat dalam, berdrainase dalam dengan tekstur halus.Vegetasi yang ditemukan adalah kebun campuran, dan ladang serta hutan primer dan hutan sekunder.

1.5 Penduduk dan Angkatan Kerja

Berdasarkan data registrasi penduduk jumlah penduduk di Kabupaten Buru Selatan sampai dengan tahun 2009 adalah sebanyak 52.949 jiwa dengan uraian pada masing-masing kecamatan sebagai berikut:

Kecamatan Kepala Madan 9.343 jiwa yang terdiri dari 4.803 jiwa laki-laki dan 4.540 jiwa perempuan; Kecamatan Leksula sebanyak 15.863 jiwa yang terdiri dari 8.332 jiwa laki-laki dan 7.531 jiwa perempuan; Kecamatan Namrole sebanyak 8.547 jiwa yang terdiri dari 4.465 jiwa laki-laki dan 4.082 jiwa perempuan;

Kecamatan Waisama sebanyak 9.689 jiwa yang terdiri dari 5.008 jiwa laki-laki dan 4.681 jiwa perempuan; Kecamatan Ambalau sebanyak 9.507 jiwa yang terdiri dari 4.951 jiwa laki-laki dan 4.556 jiwa perempuan.

ARTI LAMBANG KABUPATEN BURU SELATAN

Logo Kabupaten Buru Selatan didesain dengan mengambil bentuk Persial berwarna Kuning sebagai Wadah yang memuat instrument sebagai berikut :

1.       Bingkai bentuk sudut segi empat dengan warna tepi bingkai terdiri dari dua warna yaitu merah dan putih;

2.       Warga logo yang dominan kuning

3.         Ikat Kepala (Lestare atau Ifutin)

4.         Dua Jenis Tanaman yaitu hotong (Feten, setaria italic) dan miranti (biahut/lodi, shore sp);

5.         Meranti dan hotong disatukan dalam 4 simpul ikatan

6.         bentuk bidang dalam oval;

7.         Tombak dan tifa

8.         Moto yang terdapat dalam logo tersebut adalah “Lolik Lalen Fedak Fena”

SEJARAH

Perjalanan sejarah lahirnya Kabupaten Buru Selatan secara filosofis dengan berbagai dinamika di tengah peradaban masyarakat Indonesia, Maluku, Buru dan khususnya Buru Selatan selalu dikenang dan terpatri dalam sanubari anak-anak Fuka Bubolo.

Tahapan demi tahapan perjuangan pembentukan Kabupaten Buru Selatan dimulai sejak Tahun 2003. Salah satu instrument advokasi yang dilakukan melalui penyampaian aspirasi dan sikap representative masyarakat Buru Selatan ke DPRD Provinsi Maluku, dan Gubernur Maluku (kala itu Kantor Gubernur masih menempati Kantor Telkom di kawasan Talake – Ambon).

Jeritan hati anak Fuka Bupolo berlanjut di Tahun 2004 melalui beberapa penggagas yang kemudian membentuk Lembaga Pengembangan Buru Selatan (LPBS). LPBS ditetapkan oleh masyarakat buru selatan yang berada di ibu kota Provinsi Maluku dan sekitarnya pada 4 Agustus 2004 dengan kepengurusan terdiri dari steering Committee dan Organization Committee.

Pada bulan September 2004 hingga April 2005, seluruh stakeholder Pemerintah Desa (Kepala Desa/Dusun, Toko Agama, Toko Masyarakat, Toko Pemuda dan empat Raja Reheecschaft pada lima kecamatan di Kabupaten Buru Selatan) menyampaiakan rekomendasi resmi kepada LPBS untuk disikapi, ditindaklanjuti, untuk diperjuangkan ke Pemerintah Kabupaten Buru, Pemerintah Provinsi Maluku dan selanjutnya ke Pemerintah Pusat yang intinya Buru Selatan harus menjadi daerah otonom baru di Provinsi Maluku.

selanjutnya, pada bulan Mei 2005 sampai dengan pertengahan tahun 2006, dokumen rekomendasi hasil survey LPBS diteruskan Tim Assistensi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku untuk selanjutnya melakukan penelitian maupun kajian berdasarkan data dan dokumen pendukung lainnya guna menyimpulkan hasil visibility Study Wilayah Buru Selatan menjadi Dokumen ilmiah/akademisi dan dipaneliskan/presentasekan ke Pemerintah Kabupaten Buru.

setelah itu, rekomendasi persetujuan Bupati Buru dan persetujuan Keputusan DPRD Kabupaten Buru, maka terbitlah persetujuan rekomendasi Bupati Nomor 31 Tahun 2006 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan dan empat keputusan DPRD Kabupaten Buru pada juni 2006, antara lain : satu, Keputusan DPRD Kabupaten Buru Nomor 04 Tahun 2006 Persetujuan Pembentukan Kabupaten Buru Selatan sebagai Daerah Otonom baru, kedua, Keputusan DPRD Kabupaten Buru Nomor 05 Tahun 2006 tentang batas wilayah Kabupaten Buru Selatan sebagai Daerah Otonom Baru. Ketiga, Keputusan DPRD Kabupaten Buru nomor 06 Tahun 2006 tentang Ibu Kota Kabupaten Buru Selatan sebagai Daerah Otonom Baru Keempat, Keputusan DPRD Kabupaten Buru Nomor 07 Tahun 2006 tentang Pemberian Bantuan dana Kabupaten Buru kepada Kabupaten Buru Selatan sebagai Daerah Otonom Baru selama tiga tahun berturut-turut.

Perjuangan LPBS masih berlanjut sampai juli tahun 2006, melalui persetujuan keputusan DPRD Provinsi Maluku Nomor 10 Tahun 2006 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan dan Persetujuan Rekomendasi Gubernur Maluku Nomor 130 Tahun 2006 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan sebagai Daerah Otonom Baru.

setelah seluruh dokumen di tingkat provinsi rampung, berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku tentang persyaratan pembentukan, penggabungan dan penghapusan kabupaten/kota, maka semua dokumen visibility study pembentukan Kabupaten Buru Selatan oleh pemerintah Kabupaten Buru maupun Pemerintah Provinsi Maluku bersama LPBS mengajukan dan mengusulkan kepada Pemerintah Pusat baik melalui DPR-RI maupun Menteri Dalam Negeri agar menjadi pertimbangan dan pengkajian melaui peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui kajian dan pertimbangan dokumen visibility study dan karakteristik wilayah, maka siding paripurna DPR-RI pada tanggal 24 Juni 2008 telah disahkan Kabupaten Buru Selatan sebagai otonom baru bersama dengan 11 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

khusus untuk Kabupaten Buru Selatan telah disahkan dan ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 tenatang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan.

secara resmi penyelenggaraan efektifitas roda pemerintahan Kabupaten Buru Selatan mulai berjalan pada tanggal 16 September 2008.

VISI DAN MISI

Rumusan Visi Pembangunan Daerah Kabupaten Buru Selatan sesuai dengan Visi Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan periode 2016 – 2021, Togop Sudarsono Soulisa, SH, MT dan Ayub Seleky, SH mengandung beberapa perspektif, sebagai berikut :

1.       Historis : Kabupaten Buru Selatan adalah salah satu Kabupaten baru (termuda) di Provinsi Maluku yang dimekarkan pada bulan Oktober 2008 berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2008. Bahwa catatan sejarah ini menjadi tolak ukur untuk mendesain program dan kebijakan pembangunan secara berkelanjutan;

2.    Filosofis : Kabupaten Buru Selatan sebagai suatu daerah otonom yang berkarakter kepulauan membutuhkan instrument kebijakan pembangunan secara khas dalam membina semangat persaudaraan untuk memperbaiki kondisi kesejahteraan rakyat “ LOLIK LALEN FEDAK FENA”

3.    Sosiologis : Tipikal masyarakat yang harus berubah dari waktu ke waktu seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengindikasikan bahwa pemerintah daerah perlu menentukan program dan kebijakan pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata;

4.    Futurologis : Dalam tangungjawab pemerintah ke depan, maka Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dituntut peka dan tanggap untuk menciptakan masa depan yang lebih baik demi pensejahteraan rakyat.

 

“Mewujudkan Kemandirian Buru Selatan Secara Berkelanjutan

Sebagai Kabupaten Yang Rukun Berbasis Agro – Marine “

 

Makna Visi pembangunan pemerintah daerah Kabupaten Buru Selatan periode 2016 – 2021, Untuk mewujudkan visi tersebut maka ada 5 (Lima) visi yang di usung yaitu:

  •  Memperkuat sektor perhubungan untuk peningkatan aktifitas ekonomi produktif masyarakat;.
  •  Pembentukan pusat pengembangan perikanan dan pertanian berbasis potensi unggulan wilayah;
  •  Penguatan usaha mikro kecil dan menengah berdasarkan pusat pengembangan ekonomi kecamatan dengan mempertimbangkan geostrategis, geopolitik, dan potensi sumberdaya wilayah;
  •  Pengembangan sektor pendidikan berbasis potensi/komoditas unggulan daerah;
  •  Perluasan akses kesehatan yang berbasis dan terjangkau bagi masyarakat;
Misi di atas dipakai sebagai arah kebijakan pembangunan daerah Buru Selatan dan dijabarkan dalam 7 (Tujuh) prioritas pembangunan tahun 2016-2021, yaitu:

1.    Memperkuat sektor perhubungan untuk meningkatkan aktifitas ekonomi produktif masyarakat;

2.    Pembentukan pusat pengembangan perikanan dan pertanian berbasis potensi unggulan wilayah;

3.    Penguatan usaha mikro kecil dan menengah berdasarkan pusat pengembangan ekonomi kecamatan dengan mempertimbangkan geostrategis, geopolitik, dan potensi sumberdaya wilayah;

4.    Pengembangan sektor pendidikan berbasis potensi /komoditas unggulan daerah;

5.    Perluasan akses kesehatan yang berbasis dan terjangkau bagi masyarakat;

6.    Penguatan adat, budaya dan nilai-nilai kearifan local sebagai modal social untuk mendorong akselerasi pengembangan pariwisata daearah;

7.    Penguatan tata kelolah pemerintahan yang efektif, profesional, dan bersih dari KKN.

 

 

Semmy

Monday, 16 October 2017 18:47

OPINI BPK

Berikut kami lampirkan OPINI BPK

 

OPINI BPK.pdf

Monday, 16 October 2017 18:44

NERACA 2016

Berikut kami lampirkan NERACA 2016

 

NERACA 2016.pdf

Monday, 16 October 2017 18:42

LAPORAN SALDO ANGGARAN LEBIH 2016

Berikut kami lampirkan Laporan Saldo Anggaran Lebih 2016

 

Laporan Saldo Anggaran Lebih 2016.pdf

Monday, 16 October 2017 18:33

LAPORAN REALISASI ANGGARAN 2016

Berikut kami lampirkan Laporan Realisasi Anggaran 2016

 

Laporan Realisasi Anggaran 2016.pdf

Monday, 16 October 2017 18:29

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS 2016

Berikut kami lampirkan Laporan Perubahan Ekuitas 2016

 

Laporan Perubahan Ekuiatas 2016.pdf

Monday, 16 October 2017 18:22

LAPORAN OPERASIONAL 2016

Berikut kami lampirkan Laporan Operasional 2016

 

Laporan Operasional 2016.pdf

Monday, 16 October 2017 18:09

LAPORAN ARUS KAS 2016

Berikut kami lampirkan Laporan Arus Kas 2016

 

Laporan Arus Kas 2016.pdf

Friday, 13 October 2017 12:05

BANTUAN PANCING TONDA

Gubernur Maluku Said Assagaff menyerahkan bantuan pancing tonda dari Dinas Kelautan dan Perikanan kepada para nelayan pada acara peringatan HUT Kabupaten Buru, di Namlea, Kamis (12/10/2017). - Foto: Humas Pemprov Maluku -

 

 

BANDA - Gubernur Maluku Said Assagaff meminta agar 11 kabupaten kota di Provinsi Maluku, masing-masing harus punya satu kreasi untuk membangun sektor pariwisata dan menarik banyak wisatawan asing maupun lokal, datang ke daerahnya.

Permintaan Gubernur Assagaff tersebut, disampaikannya, saat mengunjungi Pameran Lukisan "Dar Banda" karya M.S. Alwi, dan Pameran Hasil Karya Sketsa Anak-anak Kepulauan Banda, hasil workshop yang dibikin komunitas Sketchwalker dan Maluku Sketchwalk, usai dirinya membuka Pesta Rakyat Banda 2017.

Pesta Rakyat Banda disebut Assagaff, harus menjadi event tahunan, karena sudah ada juga Pesta teluk Ambon, Pesta Meti Kei, Pesta Bupolo, dan nanti ada juga Kataloka Panggil Pulang, pada bulan depan juga. Dirinya meminta yang Kataloka ini ditunda awal Desember, akan dihadirnya.

“Setiap kabupaten kota harus kreatif. Memikirkan bagaimana membangun pariwisata di kabupaten kotanya masing-masing, daerah kita harus dibangun melalui pariwisata," imbaunya.

Dengan adanya pembangunan pariwisata di daerah, Assagaff meyakini, pastinya akan dibangun infrastruktur.

“Daerah kita hanya dibangun dengan pariwisata. Pariwisata muncul maka infarstruktur dimulai dari jalan, dermaga, lapangan terbang, rumah sakit akan ada di situ,” tutur Assagaff.

Dia pun menambakan bahwa Presiden RI Joko Widodo belum pasti hadir ke Pesta Rakyat Banda, karena baru secara lisan, tapi secara resmi belum dapat, kalau ada kesempatan bertemu dengan Presiden ke 7 ini, saya akan mengajak beliau ke Banda baru ke Meti Kei dan Saumlaki.

“Sampai saat ini masih secara lisan beliau bilang kemungkinan datang di Pesta Meti Kei dan menuju ke Saumlaki. Tapi secara resmi kami belum dapat laporan itu, saya juga kalo dapat kesempatan bertemu dengan beliau, saya pasti akan mengajak beliau ke Banda sebentar baru ke Meti Kei dan Saumlaki,” papar Assagaff.

Menurut Assagaff, Presiden Joko Widodo ingin membangun pariwisata dan pariwisata yang terkenal di dunia ada di sini (Banda).

"350 tahun yang lalu mana ada daerah yang terkenal seperti banda? " tandas Assagaff.

(facebook:KabarDariMaluku)


 

BANDA, - Gubernur Maluku Said Assagaff meminta Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, agar ke depan membenahi lagi dan mengevaluasi, kegiatan-kegiatan yang bernuansa pesta rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Assagaff, saat membuka Pesta Rakyat Banda 2017, di Istana Mini, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (11/10/2017).

"Dalam benak saya, Pesta Rakyat Banda akan dihadir ribuan masyarakat Banda. Tempat ini jadi berlimpah ruah. Yang namanya pesta, tentu harus banyak yang hadir, karena kita ingin mempertotonkan pariwisata Banda," ujar Assagaff.

Menurutnya, sudah ada kegiatan Banda Pangel Pulang. Esensinya, di benaknya lanjut Assagaff, orang-orang banda yang ada di luar, yang sudah berhasil datang kemari untuk duduk bercerita bersama teman-teman dulu dan keluarganya lalu bercerita tentang keberhasilannya.

'Mudah-mudahan saja Pesta Rakyat Banda dan Banda Pangel Pulang, bisa menggairahkan partisipasi rakyat Banda di dalam mengisi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di Banda," harapnya.

Apapun yang di sini, menurut Assagaff, jika tidak meningkatkan penghasilan rakyat maka tidak ada gunanya sama sekali.

Pulau Banda ini, lanjutnya, harus kita bangun dengan pariwisata, dibantu dengan sektor-sektor yang lain.

"Ini pulau-pulaunya paling indah.
Orang sudah mulai mengungkit pulau tertua di dunia yaitu Pulau Banda. Ini yang harus diangkat. Kenapa? Karena laut Banda adalah laut yang paling dalam, hampir 8 kilo meter, butuh jutaan tahun untuk menghasilkan satu pulau kecil," terangnya.

Untuk itu, Gubernur Assagaff berharap bantuan dari para wartawan untuk mengankat topi ini dan mencatatkannya melalui media masing-masing.

Karena itu di Maluku, Assagaff ingin membangun sektor pariwisata dengan menggar event berskala nasional dan internasional.

"Ada Pesta Teluk Ambon, Pesta Meti Kei yang akan diselengarakan pada tangal 22 Oktober, Tour de Moluccas dan Banda Pangel Pulang yang baru saja digelar, termasuk Pesta Rakyat Banda ini," paparnya.

Lantaran itu, Gubernur Assagaff ingin agar setiap kegiatan–kegiatan dikoordinasi dengan baik, dan menghadirkan sebanyak mungkin orang yang kemudian bercerita tentang pariwisata di Banda.

'Bulan depan juga saya mau datang ke sini, kalo tidak tangal 10 berarti tanggal 11 November. Namun pertama, saya minta koordinasi dengan Pemda Kabupaten Maluku Tengga. Mari kita bangun Banda, pulau yang cantik ini, dengan harapan masyarakat Banda akan sejahtera dan makmu," demikian Assagaff.

Pesta Rakyat Banda sendiri mulai digelar tanggal 11 Oktober dan akan berlangsung hingga 11 November 2017.

Mendahuluinya sudah ada beberapa kegiatan yang digelar jelang event, diantaranya Lomba Bersih Kampung di Naira, mulai tanggal 8 hingga 9 Oktober. Selanjutnya ada Belajar Menggambar Sketsa oleh komunitas Sketchwalker dan Maluku Sketchwalk, sejak tanggal 7 hingga 10 Oktober, yang digelar di Banda Neira dan Pulau Rhun.

Terkait menggambar sketsa ini, pada tanggal 21 Oktober nanti, para sketchers (seniman gambar sketsa) di New York/Manhattan akan melakukan gambar sketsa pada waktu yang bersamaan dengan para sketchers dari Maluku Sketchwalk, untuk memperingati 350 tahun Perjanjian Breda, terkait pertukaran Pulau Rhun di Kepulauan Banda yang saat itu dimiliki Inggris, dengan Manhattan yang ketika itu dimiliki Belanda.

Selain itu, selama sebulan penyelenggaraan Pesta Rakyat Banda, akan digelar berbagai workshop/pelatihan, seminar nasional, dan pertunjukan budaya dan tradisi serta acara Adat Buka Kampung.(facebook:KabarDariMaluku)

Page 1 of 29

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca Tour De Molvccas 18-22 September 2017
 

Stage 1 - 18 September

Stage 2 - 19 September

Stage 3 - 20 September

Stage 4 - 21 September

Stage 5 - 22 September


 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top