Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

KABUPATEN BURU

MENGENAL BURU

1. Kondisi Geografi

a. Letak Geografis

Dengan telah disahkannya Undang Undang Nomor 32 Tahun 2008 tentang Kabupaten Buru Selatan, maka luas wilayah Kabupaten Buru telah berkurang menjadi 7.594,98 Km² yang terdiri dari luas daratan 5.577,48 Km² dan luas lautan 1.972,5 Km² serta luas perairan 57,4 Km² dengan panjang garis pantai 232,18 Km². Sedangkan berdasarkan letak astronomi, Kabupaten Buru berada pada titik koordinat :

o Bujur Timur : 125070’ – 127021’ BT
o Lintang Selatan : 2025’ – 3055’ LS

b. Luas Wilayah

Kabupaten Buru dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Propinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yang telah diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2000. Dengan memperhatikan kepentingan pelayanan publik dan tuntutan rentang kendali pemerintahan, sampai dengan awal tahun 2008 wilayah pemerintahan kecamatan di Kabupaten Buru mencakup 10 kecamatan. Selanjutnya, dengan telah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan, maka 5 wilayah kecamatan yang secara geografis berada di bagian selatan Kabupaten Buru terpisah menjadi wilayah otonom, yakni Kabupaten Buru Selatan.
Namun pada akhir Tahun 2012 terjadi pemekaran 5 Kecamatan baru yang tertuang dalam Peraturan Daerah No. 20,21,22,23 dan 24 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Kecamatan Lolong Guba, Kecamatan Waelata, Kecamatan Fena Leisela, Kecamatan Teluk Kaiely dan Kecamatan Lilialy, sehingga Kabupaten Buru menjadi 10 Kecamatan :

  1. Kecamatan Namlea       : Ibukota Namlea
  2. Kecamatan Airbuaya      : Ibukota Airbuaya
  3. Kecamatan Waeapo      : Ibukota Waenetat
  4. Kecamatan Waplau        : Ibukota Waplau
  5. Kecamatan Batabual      : Ibukota Ilath
  6. Kecamatan Lolong Guba  : Ibukota Kubalahin
  7. Kecamatan Waelata       : Ibukota Basalale
  8. Kecamatan Fena Leisela  : Ibukota Wamlana
  9. Kecamatan Teluk Kaiely  : Ibukota Kaiely
  10. Kecamatan Lilialy            : Ibukota Sawa
c. Fisiografi dan Topografi Wilayah

Secara fisiografi (makro relief), bentuk wilayah Kabupaten Buru dikelompokan berdasarkan dataran, pantai dan perbukitan termasuk dataran tinggi (plateau/pedmont) dengan  bentuk kelerengan variatif. Kabupaten Buru didominasi oleh kawasan pegunungan dengan elevasi rendah berlereng agak curam dengan kemiringan lereng kurang dari 40 % yang meliputi luas 15,43 % dari keseluruhan luas wilayah daerah ini. Jenis kelerengan lain yang mendominasi adalah elevasi rendah berlereng bergelombang serta agak curam dan elevasi sedang berlereng bergelombang dan agak curam dengan penyebaran lereng di bagian utara dan barat rata-rata berlereng curam. Sedangkan di bagian timur terutama di sekitar Sungai Waeapo merupakan daerah elevasi rendah dengan jenis lereng landai sampai agak curam. Sedangkan secara geomorfologis, bentang alam di Kabupaten Buru dapat dikelompokan menjadi 4 (empat), yaitu ; bentang alam asal vulkanik yang dicirikan dengan adanya topografi bergunung-gunung dan lereng terjal, bentang alam asal denudasional yang membentuk rangkaian pegunungan dan perbukitan berbentuk kubah, bentang alam asal solusial dan bentang alam asal fluvial yang cenderung membentuk topografi datar pada lembah-lembah sungai

d. Geologi dan Jenis Tanah

Kabupaten Buru merupakan salah satu kawasan di luar busur banda (jalur gunung api) dengan formasi geologi bervariasi antara batuan sedimen dan metamorfik. Dalam Peta sketsa geologi Pulau Buru dan Pulau Seram, ditemukan 3 (tiga) material utama penyusun Pulau Buru. Ketiga formasi dimaksud berada pada bagian selatan, utara dan formasi deposisi di bagian timur laut, yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut ;

  • Batuan Sedimen di bagian selatan yang kebanyakan dijumpai pada tempat-tempat dengan permukaan air yang dangkal, Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah  (SIMRENDA) Kabupaten Buru Tahun 2014 -6-
  • Batuan Metamorfik yang mirip dengan tipe batuan benua yang meliputi filit, batu sabak, sekis, arkose serta greywacke meta yangdomin an berada pada bagian utara Pulau Buru,
  • Endapan Batuan sedimen berumur neogen bagian atas ditemukan pada bagian timur laut sekitar Kawasan Waeapo tersusun dari endapan Aluvium dan Kolovium berupa bongkahan, kerikil, lanau, konglomerat, lumpur dan gambut. Sedangkan di sepanjang
  • pantai utara terdapat jalur endapan pantai dan aluvio-kolovium yang diselingi dengan terumbu karang angkatan (uplifed coral reef).

Sebagian besar tanah di Pulau Buru adalah jenis tanah kompleks, dimana persebaran jenis tanah ini meliputi ; alluvial, podsolik merah kuning, organosol, grumasol dan tanah-tanah kompleks. Peralihan antara formasi batuan sedimen dan metamorfik terdapat di TanjungBebek sekitar Wa esabak dan Waenekat di bagian utara barat menuju Danau Rana bagian tengah ke arah Waeapo bagian hulu dan terus menyebar sampai ke Waeula dan Waenani di sekitar Tanjung Wamsaba bagian timur.

e. Klimatologi

Iklim yang berlaku di Kabupaten Buru, yaitu low tropis yang dipengaruhi oleh angin musim serta berhubungan erat dengan lautan yang mengelilinginya. Selain itu, luas daratan yang berbeda-beda memungkinkan berlakunya iklim musim. Ciri umum dari curah hujan tahunan rata-rata dibagi dalam empat kelas untuk tiga wilayah, antara lain ;

  • Buru Bagian Utara : 1400 - 1800 mm / tahun,
  • Buru Bagian Tengah : 1800 - 2000 mm / tahun,
  • Buru Bagian Selatan : 2000 - 2500 mm / tahun,
  • Pada kawasan yang berelevasi lebih dari 500 m dpl dengan rata-rata 3000 – 4000 mm / tahun berkaitan erat dengan perubahan ketinggian yang dimulai dari zona pesisir, yang selanjutnya dapat diikuti pada bagian berikut. Sedangkan kondisis uhu rata-rata 260 C.

f. Vegetasi

Dengan kondisi iklim yang tropis dan cukup hangat sepanjang tahun, berpengaruh alamiah terhadap pertumbuhan jenis vegetasi tanaman kayu putih (tanaman khas), selain itu kondisi alamnya relatif merangsang pertumbuhan jenis tanaman padi dan jenis tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan lainnya. Sungai-sungai besar yang terletak pada Dataran Waeapo merupakan sumber irigasi bagi pengembangan lahan basah (persawahan). Sedangkan jenis tanaman kehutanan yang terdapat di Kabupaten Buru adalah jenis Meranti, Kayu Besi, Jati, Rotan dan Damar.

g. Penggunaan Lahan

Keadaan lahan Pulau Buru dipengaruhi oleh kondisi tanah dan topografi, iklim dan curah hujan yang sangat variatif, sehingga pada wilayah ini terdapat variasi pada kondisi bebatuan dan jenis tanahnya. Penggunaan lahan terbesar adalah hutan tropis, semak, belukar dan hutan sejenis. Daerah perkebunan tersebar hampir di semua kecamatan sedangkan pengembangan lahan persawahan di Dataran Waeapo. Pengunaan lahan di Kabupaten Buru secara umum dibagi dalam 4 (empat) tipe penggunaan lahan (TPL) utama :

  • Pemukiman (desa induk dan dusun/desa bawahan) dan pekarangan,
  • Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMRENDA) Kabupaten Buru Tahun 2014 -8-
  • Pertanian (persawahan, kebun campuran, perkebunan rakyat, tegalan dan ladang termasuk pertanian lahan kering),
  • Penggunaan lahan diluar pertanian (alang-alang, semak belukar, hutan didalamnya termasuk areal pengusahaan hutan oleh HPH),
  • Danau, rawa, endapan bahan galian C (pasir, kerikil, kerakal dan batu) tersebar pada sungai dan pesisir pantai.
ARTI LAMBANG KABUPATEN BURU


Lambang Daerah Kabupaten Buru ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Buru Nomor : 04 Tahun 2001 tanggal 12 Desember 2001 tentang
Lambang Daerah Kabupaten Buru
 

Bentuk Lambang Daerah Kabupaten Buru berbentuk Ellips berukuran lebar atas 6 (enam) Cm dan tinggi 7 (tujuh) Cm, dengan tepi kanan kiri samping garis lengkung 23 (dua puluh tiga)) Cm.

1. Lukisan Lambang
2. Lukisan lambang daerah Kabupaten Buru dilukiskan pada dasar warna biru.
3. Tata WarnaTata warna lukisan lambang daerah dilukiskan dengan warna kuning biru, putih, hijau, coklat dan merah.

- Warna kuning melambangkan bahwa masyarakat Buru selalu hidup dalam keceriaan, kemakmuran dan keramahtamahan.
- Warna biru melambangkan ketenangan dan kedamaian.
- Warna putih melambangkan riligius atau warna ketuhanan/keagamaan/kesucian, bahwa masyarakat Buru sejak dahulu kala telah memiliki  kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Warna hijau melambangkan hidup makmur dan sejahtera, bahwa masyarakat Buru selalu ingin hidup dalam liputan suasana/nuansa kemakmuran dan kesejahteraan.
- Warna coklat melambangkan keberanian keseriusan dan kesungguhan, bahwa masyarakat Buru tidak pantang mundur/menyerah dalam hidup dan kehidupannya, kesungguhan dan keseriusan membuat hidup mereka selalu dinamis dan optimis.
- Warna tulisan RETEMENA BARASEHE berwarna merah yang melambangkan keberanian masyarakat Buru.

4. Lukisan-lukisan dalam gambar lambing terdiri dari :

a. Parang, tombak dan salawaku adalah persenjataan tradisional yang hingga kini masih dimiliki oleh masyarakat Buru.
b. Delapan Pilar melambangkan Delapan Regentschap yang ada pada Kabupaten Buru.
c. Danau Rana dengan empat buah sungai yang mengalir yaitu :
-  Waetina     
-  Waemala     
-  Waenibe      
-. Waeapu
d. Dua Belas Butir Padi melambangkan tanggal dua belas dan sepuluh butir padi melambangkan bulan Oktober merupakan tanggal dan bulan Kabupaten Buru dimekarkan.
e. Sembilan puluh sembilan lembar daun kayu putih melambangkan tahun sembilan sembilan merupakan tahun ditetapkannya pemekaran Kabupaten Buru.
f.  Ikat Lestari pada tangkai padi dan kayu putih melambangkan ikatan adat antara masyarakat pribumi dan masyarakat pendatang.
g. Tangkai kayu putih melambangkan hasil khas Buru dan juga melambangkan masyarakat pribumi.
h. Tangkai padi melambangkan pendatang.
i. Titafena (Baileo) yang terbingkai kuning dan berwarna putih melambangkan baileo yang dimiliki oleh masyarakat Buru sebagai wadah musyawarah bagi masyarakatnya.
j. Bentuk delapan pilar dari Regentschap juga melambangkan perahu atau gusepa yang mengartikan alat transportasi baik danau, sungai dan laut.
k. Tancapan tombak dan bingkai warna putih juga melambangkan tiang dan layer bagi perahu atau gusepa tersebut.

5. Di Bagian atas gambar lambing terdapat kata-kata RETEMENA BARASEHE , artinya  MAJU TERUS PANTANG MUNDUR.

VISI 2005-2025
“Masyarakat Kabupaten Buru yang Sejahtera dan Demokratis”

VISI 2012-2017
“Kabupaten Buru Yang Maju Menuju Masyarakat Bupolo Yang Mandiri, Sejahtera, Demokratis Dan Berkeadilan”

 

Misi

  •  Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Karakter dan Jati Diri Masyarakat Bupolo
  •  Mewujudkan Pemerintahan yang baik dan pemerintah yang bersih (Good Governance and Clean Government)
  •  Mewujudkan Masyarakat Bupolo yang Demokratis, Tentram, Aman dan Tertib
  •  Peningkatan kesejahteraan sosial dan Penguatan Pembangunan Ekonomi Yang Berkeadilan
  •  Pengurangan kesenjangan antar wilayah dan Pembangunan Berkelanjutan

 

 

Semmy

Monday, 13 November 2017 07:57

PELANTIKAN 9 KEPALA PEMERINTAHAN

Gubernur Maluku Said Assagaff memberikan sambutan pada acara pelantikan sembilan (9) Kepala Pemerintahan Negeri di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Sebelumnya, Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua mekantik 9 kepala negeri tersebut di Istana Mini Banda. - Foto: Humas Pemprov Maluku -

Monday, 13 November 2017 07:54

AGROWISATA PALA ORGANIK

Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff dan Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua, SH melakukan Pencanangan Kawasan Argowisata Pala Organik di Dusun Mangkobatu Desa Rajawali Kec. Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (11/11/2017), yang ditandai dengan penanaman bibit tanaman pala organik. Pada kesempatan yang sama, Gubernur melepas burung Merpati ke udara sebagai tanda pelestarian marga satwa di Dusun Mangku Batu tersebut. - Foto: Humas Pemprov Maluku dan Humas Pemkab Maluku Tengah -

Monday, 13 November 2017 07:51

PAMERAN DOKUMENTER 350 TAHUN BREDA

Gubernur Maluku Said Assagaff, bersama Duta Besar Indonesia untuk Belanda dan Duta Besar Indonesia untuk China serta sejumlah undangan, meninjau pameran dokumenter mengenai Perjanjian Breda, yang mempertukarkan Pulau Rhun (Kepulauan Banda) dengan Manhattan (Amerika Serikat), yang berlangsung di Belanda 350 tahun lalu. Kunjungan Gubernur dan sejumlah undangan lainnya ini berlangsung di sela-sela Seminar Internasional 350 Tahun Perjanjian Breda, di Pulau Banda, Sabtu (11/11/2017). - Foto: Humas Pemprov Maluku -

Monday, 13 November 2017 07:48

PENCANANGAN KAMPUNG KB

Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff bersama Bupati Maluku Tengah Hi Tuasikal Abua,SH melakukan Pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Negeri Administratif Kampung Baru Kec. Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (11/11/2017), yang ditandai dengan pemukulan tifa dan penyerahan alat bantu KB. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian Balai Penyuluh KB yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Ny. Retty Assagaff dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Tengah Ny. Tuasikal Abua. - Foto: Humas Pemprov Maluku -

Friday, 10 November 2017 07:46

PEMBANGUNAN DERMAGA WOKAM

Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Maluku Jasmono, pemimpin Rapat Pembahasan dan Mediasi antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat RI, Pemerintah Kabupaten Aru, dan Ombudsman RI Perwakilan Maluku, terkait Penyelesaian Ganti Kerugian untuk pembangunan dermaga feri di Pulau Wokam Aru. Rapat pembahasan dan mediasi tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (9/11/2017). - Foto: Humas Pemprov Maluku -

 

Friday, 10 November 2017 07:44

INVESTOR CHINA

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Badan Investasi Maluku, bersama mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, bertemu dengan investor asal China, di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (8/11/2017). Pada pertemuan ini, dibicarakan tentang kemungkinan kerjasama di bidang perkebunan, perikanan budidaya dan tangkap, serta bidang kehutanan. - Foto: Humas Pemprov Maluku -

Friday, 10 November 2017 07:40

PERSIAPAN PESPARANI NASIONAL

Rapat panitia persiapan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional tahun 2018 di Maluku, bersama Wakil Gubernur Zeth Sahuburua di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (8/11/2017). - Foto: Humas Pemprov Maluku -

Friday, 10 November 2017 07:19

MUSDA ARDIN MALUKU

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua membuka Musyawarah Daerah (Musda) Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang & Distribusi Indonesia (ARDIN) Provinsi Maluku, yang digelar dengan tajuk "Membangun Kemitraan yang Profesional dan Bertanggung Jawab", berlangsung di Swiss Belhotel Ambon, Kamis (8/11/2017). - Foto: Humas Pemprov Maluku -


AMBON - Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff ingatkan para tenaga pendidik di daerah ini, untuk memiliki kemampuan penguasaan Information and Communication Technology (ICT).

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Assagaff saat membuka Kegiatan Expo Bioma 17, Program Studi Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) IAIN Imam Rijali Ambon, Jumat (3/11).

Dia katakan, para anak didik yang merupakan kaum muda, merupakan sebagai segmen terbesar yang berjumlah sekitar 60% dari total jumlah penduduk di negera ini, dengan posisi dan peran sangat strategis dalam menentukan masa depan peradaban bangsa dan daerah ini.

"Untuk itu, upaya meningkatkan mutu pendidikan merupakan sebuah keniscayaan, karena pendidikan merupakan instrumen budaya yang punya pengaruh dan peran paling utama dalam menentukan kualitas atau kompetensi generasi muda kita, baik itu menyangkut hard competency maupun soft competency," tandas Assagaff.

Terlebih, lanjut Assagaff, melihat kenyataan bahwa mereka sebagai Generasi Millenial atau generasi yang lahir sekitar tahun 1980-an - 2000-an,adalah generasi yang tidak bisa lepas teknologi, terutama internet dan entertainment (hiburan), bahkan kini sudah tumbuh menjadi kebutuhan pokok mereka.

"Maka tak mengherankan dalam proses pembelajaran para guru dan dosen dituntut untuk memiliki kemampuan penguasaan Information and Communication
Technology yang baik, untuk mengimbangi penguasaan teknologi oleh generasi milenial tadi," ujarnya.

Karena sebagaimana diketahui bersama, sebut Assagaff, media internet sudah sangat familiar untuk untuk mahasiswa dan siswa, bahkan anak-anak SD pun sudah bisa bermain internet.

"Tidak mengherankan anak-anak usia SMP dan SMA sudah sangat akrab dengan e-mail, dan account sosial media seperti facebook, twitter, instagram, blog dan lain sebagainya," tutur Assagaff.

Tetapi pada sisi yang lain, dia katakan,dampak negatif yang terjadi terhadap generasi millenial ini pun sangat kompleks.

"Antara lain, tumbuhnya mentalitas instant, contohnya, jika membaca buku jarang yang tuntas, karena membaca pada bagian yang ingin diketahui saja, sehingga pemahamannya terhadap satu buku tidak utuh. Begitu juga, banyak terjadi plagiasi saat membuat artikel, makalah, jumal, dan skripsi, bahkan tak sedikit karya akademik setingkat tesis dan disertasi pun tak luput dari hasil plagiasi," paparnya.

Lebih naif lagi, menurut Assagaff, dewasa ini generasi muda lebih mempercayai dan suka belajar pada sebuah fenomena beragama yang disebut sebagai "agama internet" atau "ulama internet, Kyai internet, Pendeta internet, atau Pastor internet, yang terkadang kompetensi dan keabsahan informasinya masih diragukan", daripada mempercayai dan belajar pada ulama, kyai, ustaz, pendeta, dan pastor secara langsung.

"Maka tidak mengherankan, fenomena beragama seperti ini, sangat rentan terhadap proses cuci otak dan membuat generasi muda terjebak pada aliran sesat dan radikalisme agama," kata Assagaff mengingatkan.

Demikian halnya, keterjebakan pada informasi-nformasi yang berbau sampah di media sosial, dalam bentuk ujaran-ujaran kebencian (hate speech), berita-berita bohong atau fitnah (hoaks), dinilai Assagaff, turut sangat mempengaruhi terbentuknya "musuh imajiner", mental blok, yang nyaris menimbulkan disintegrasi bangsa ini.

Tuntutan profesionalisme dewasa ini, disebutnya, merupakan sebuah keniscayaan, jika tidak profesional, kita tidak akan diperhitungkan dalam era kompetisi global dewasa ini.

"Tapi satu hal yang perlu katong ingat, profesionalisme tidak mesti menjadikan katong hanya menjadi ahli di satu bidang, dan membuat katong buta terhadap bidang yang lain," imbuhnya.

Keterjebakan dalam cara pandang seperti ini, menurut Assagaff, melahirkan "ilmuan tukang". Padahal profesionalisme dewasa ini harus tetap berlandaskan pada paradigma, bahwa suatu keahlian tidak bisa dilepaskan dari bidang yang lain, terutama nilai-nilai kearifan hidup dan life skill.

Ada juga masalah lain yang menimpa generasi milenial ini, sebut Assagaff, yakni fenomena keterjebakan generasi muda pada mentalitas gerombolan.

Dia menambahkan, generasi muda saat ini, juga lebih suka bergerombol atau manggurebe pada satu masalah atau bidang. Misalnya fenomena maraknya generasi muda lebih suka bermain di ranah politik kekuasaan, daripada mengembangkan politik
kekaryaan, politik kesejahteraan, dan life skill. Kalau di bidang ekonomi lebih suka bergerombol menjadi pemborong, daripada berusaha di sektor rill, serta pengembangan ekonomi kreatif.

Maka acara Expo Bioma ini, dinilainya, merupakan suatu respon yang cerdas dan tepat untuk menjawab pelbagai tantangan tersebut. Untuk itu, wahai anak-anakku, teruslah belajar dan teruslah berkarya. Karena dengan terus belajar dan berkarya sesungguhnya engkau sedang merancang masa depanmu.

Assagaff mengutip pesan filosof China kuno Lao Tze yang pernah berkata, "Perhatikan pikiranmu, karena pemikiran akan berkembang menjadi kata-kata. Perhatikan kata-katamu, karena kata-kata akan berkembang menjadi perilaku Perhatikan perilakumu, karena perilaku akan berkembang menjadi kebiasaan."

"Lao Tze juga katakan, Perhatikan kebiasaanmu, karena kebiasaan akan berubah menjadi karakter. Perhatikan karaktermu, karena karakter dapat menentukan nasibmu," demikian Assagaff.(*)

 (sumber: https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/187668578458079 )

BANDA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Duta Besar (Dubes) Amerika Joseph R. Donovan Jr, dan Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, ikut bersama masyarakat Pulau Rhun, memperingati 350 tahun Traktat atau Perjanjian Breda, yang mempertukarkan Manhattan New York dengan salah satu pulau kecil di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah ini.

"Hari ini di Pulau Rhun, saya pikir jadi momen luar biasa. Saya baru tahu bahwa ada sejarah yang begitu. luar biasa di pulau kecil ini," usai dirinya, Dubes Amerika dan Sekda Maluku Hamin Bin Thahir menandatangani prasasti untuk memperingati 350 tahun Treaty of Breda, di Pulau Rhun, Minggu (22/10).

Menteri Susi katakan, saat penandatanganan prasasti, dirinya sempat bergurau dengan Dubes Amerika, soal pertukaran Manhattan dengan Rhun.

"Saya bilang, kita tukeran saja lagi sekarang Manhattan sama Pulau Rhun. Nanti saya jual gedung besar di sana, saya beli balik Pulau Rhun. Jadi Manhattan dapat, Pulau Run dapat," tutur Menteri Susi sembari tersenyum.

Pada kesempatan yang sama, Dubes Donovan katakan, merupakan suatu kehormatan besar, dirinya bisa hadir di Pulau Rhun hari ini.

"Dan kehormatan bisa hadir di sini bersama Ibu Menteri Susi, Sekda Maluku, dan perwakilan dari Kabupaten Maluku Tengah dan masyarakat Rhun semuanya," tutur Donovan.

Kepulaun Banda terutama Pulau Rhun, disebut Dubes Donovan, memainkan peran yang sangat penting di sejarah dunia. Ratusan tahun yang lalu, mata seluruh dunia terarah pada pulau Rhun karena kakayaan pala dan rempahnya.

"Anda semua memainkan peran yang sangat penting dalam sejarah Indonesia, maupun sejarah bangsa-bangsa eropa. Dan juga memainkan peran yang penting dalam sejarah pembentukan Negara Amerika Serikat," tandasnya.

Donovan mengungkap, dirinya bukan hanya menjadi Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, tetapi dirinya adalah bentuk asli dari New York.

"Jadi kota saya di negara bagian New York, sama besarnya dengan Pulau Rhun ini. Dan kota saya pertama kali didirikan dan dibangun oleh orang Belanda. Kalau tidak ada Perjanjian Breda. Maka Kakek dan monyang saya tidak ada tempat untuk datang dan tinggal di daerah bagian New York 350 tahun yang lalu," bebernya.

Namun hari ini, menurut Donovan, kita hadir di sini bukan sekedar untuk melihat masa lalu tetapi kita di sini juga untuk menata masa depan.

Sebagaimana 350 tahun yang lalu, Donovan katakan, hari ini pun semua di sini (Pulau Rhun) memiliki kekayaan alam yang berharga sekali.

"Dan kalau anda tidak merawat dan menjaganya maka seluruh dunia akan berusaha mendapatkannya lagi," ujar Dubes Donovan.

Apa yang disebutnya berharga, menurut Donovan, yaitu terumbu karang yang sangat indah dan air yang sangat bersih serta ikan yang sangat banyak di Laut Banda.

"Saya doakan yang terbaik semua. Lestarikan kekayaan alam ini," kata Donovan.

Sementara Sekda Maluku Hamin Bin Thahir menyebutkan, moment ini sangat langka dan sangat perlu diapresiasi.

"Apalagi ada kehadiran Dubes Amerika. Ini bisa menjadi catatan tersendiri bagi Kedutaan Besar Amerika. Terlebih beliau adalah warga Manhattan New York," demikian Sekda.(*)

(sumber: https://www.facebook.com/kabardari.maluku/posts/182906875600916 )

Page 1 of 31

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 14-15 November 2017
 


Info Gempa Mag:3.1 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:13:28: WIT, Lokasi:3.48 LS-130.14 BT (57 Km Baratdaya Bula-SBT, 64 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 195 Km

Info Gempa Mag:3.4 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:00:53: WIT, Lokasi:3.38 LS-130.13 BT (51 Km Baratdaya Bula-SBT, 54 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 125 Km

Info Gempa Mag:3.8 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 07:30:37: WIT, Lokasi:6.29 LS-129.66 BT (155 Km Utara Tepa-MBD, 198 Km Selatan Banda-MALTENG), Kedalaman 10 Km

 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top