Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

KABUPATEN BURU

MENGENAL BURU

1. Kondisi Geografi

a. Letak Geografis

Dengan telah disahkannya Undang Undang Nomor 32 Tahun 2008 tentang Kabupaten Buru Selatan, maka luas wilayah Kabupaten Buru telah berkurang menjadi 7.594,98 Km² yang terdiri dari luas daratan 5.577,48 Km² dan luas lautan 1.972,5 Km² serta luas perairan 57,4 Km² dengan panjang garis pantai 232,18 Km². Sedangkan berdasarkan letak astronomi, Kabupaten Buru berada pada titik koordinat :

o Bujur Timur : 125070’ – 127021’ BT
o Lintang Selatan : 2025’ – 3055’ LS

b. Luas Wilayah

Kabupaten Buru dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Propinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yang telah diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2000. Dengan memperhatikan kepentingan pelayanan publik dan tuntutan rentang kendali pemerintahan, sampai dengan awal tahun 2008 wilayah pemerintahan kecamatan di Kabupaten Buru mencakup 10 kecamatan. Selanjutnya, dengan telah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan, maka 5 wilayah kecamatan yang secara geografis berada di bagian selatan Kabupaten Buru terpisah menjadi wilayah otonom, yakni Kabupaten Buru Selatan.
Namun pada akhir Tahun 2012 terjadi pemekaran 5 Kecamatan baru yang tertuang dalam Peraturan Daerah No. 20,21,22,23 dan 24 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Kecamatan Lolong Guba, Kecamatan Waelata, Kecamatan Fena Leisela, Kecamatan Teluk Kaiely dan Kecamatan Lilialy, sehingga Kabupaten Buru menjadi 10 Kecamatan :

  1. Kecamatan Namlea       : Ibukota Namlea
  2. Kecamatan Airbuaya      : Ibukota Airbuaya
  3. Kecamatan Waeapo      : Ibukota Waenetat
  4. Kecamatan Waplau        : Ibukota Waplau
  5. Kecamatan Batabual      : Ibukota Ilath
  6. Kecamatan Lolong Guba  : Ibukota Kubalahin
  7. Kecamatan Waelata       : Ibukota Basalale
  8. Kecamatan Fena Leisela  : Ibukota Wamlana
  9. Kecamatan Teluk Kaiely  : Ibukota Kaiely
  10. Kecamatan Lilialy            : Ibukota Sawa
c. Fisiografi dan Topografi Wilayah

Secara fisiografi (makro relief), bentuk wilayah Kabupaten Buru dikelompokan berdasarkan dataran, pantai dan perbukitan termasuk dataran tinggi (plateau/pedmont) dengan  bentuk kelerengan variatif. Kabupaten Buru didominasi oleh kawasan pegunungan dengan elevasi rendah berlereng agak curam dengan kemiringan lereng kurang dari 40 % yang meliputi luas 15,43 % dari keseluruhan luas wilayah daerah ini. Jenis kelerengan lain yang mendominasi adalah elevasi rendah berlereng bergelombang serta agak curam dan elevasi sedang berlereng bergelombang dan agak curam dengan penyebaran lereng di bagian utara dan barat rata-rata berlereng curam. Sedangkan di bagian timur terutama di sekitar Sungai Waeapo merupakan daerah elevasi rendah dengan jenis lereng landai sampai agak curam. Sedangkan secara geomorfologis, bentang alam di Kabupaten Buru dapat dikelompokan menjadi 4 (empat), yaitu ; bentang alam asal vulkanik yang dicirikan dengan adanya topografi bergunung-gunung dan lereng terjal, bentang alam asal denudasional yang membentuk rangkaian pegunungan dan perbukitan berbentuk kubah, bentang alam asal solusial dan bentang alam asal fluvial yang cenderung membentuk topografi datar pada lembah-lembah sungai

d. Geologi dan Jenis Tanah

Kabupaten Buru merupakan salah satu kawasan di luar busur banda (jalur gunung api) dengan formasi geologi bervariasi antara batuan sedimen dan metamorfik. Dalam Peta sketsa geologi Pulau Buru dan Pulau Seram, ditemukan 3 (tiga) material utama penyusun Pulau Buru. Ketiga formasi dimaksud berada pada bagian selatan, utara dan formasi deposisi di bagian timur laut, yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut ;

  • Batuan Sedimen di bagian selatan yang kebanyakan dijumpai pada tempat-tempat dengan permukaan air yang dangkal, Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah  (SIMRENDA) Kabupaten Buru Tahun 2014 -6-
  • Batuan Metamorfik yang mirip dengan tipe batuan benua yang meliputi filit, batu sabak, sekis, arkose serta greywacke meta yangdomin an berada pada bagian utara Pulau Buru,
  • Endapan Batuan sedimen berumur neogen bagian atas ditemukan pada bagian timur laut sekitar Kawasan Waeapo tersusun dari endapan Aluvium dan Kolovium berupa bongkahan, kerikil, lanau, konglomerat, lumpur dan gambut. Sedangkan di sepanjang
  • pantai utara terdapat jalur endapan pantai dan aluvio-kolovium yang diselingi dengan terumbu karang angkatan (uplifed coral reef).

Sebagian besar tanah di Pulau Buru adalah jenis tanah kompleks, dimana persebaran jenis tanah ini meliputi ; alluvial, podsolik merah kuning, organosol, grumasol dan tanah-tanah kompleks. Peralihan antara formasi batuan sedimen dan metamorfik terdapat di TanjungBebek sekitar Wa esabak dan Waenekat di bagian utara barat menuju Danau Rana bagian tengah ke arah Waeapo bagian hulu dan terus menyebar sampai ke Waeula dan Waenani di sekitar Tanjung Wamsaba bagian timur.

e. Klimatologi

Iklim yang berlaku di Kabupaten Buru, yaitu low tropis yang dipengaruhi oleh angin musim serta berhubungan erat dengan lautan yang mengelilinginya. Selain itu, luas daratan yang berbeda-beda memungkinkan berlakunya iklim musim. Ciri umum dari curah hujan tahunan rata-rata dibagi dalam empat kelas untuk tiga wilayah, antara lain ;

  • Buru Bagian Utara : 1400 - 1800 mm / tahun,
  • Buru Bagian Tengah : 1800 - 2000 mm / tahun,
  • Buru Bagian Selatan : 2000 - 2500 mm / tahun,
  • Pada kawasan yang berelevasi lebih dari 500 m dpl dengan rata-rata 3000 – 4000 mm / tahun berkaitan erat dengan perubahan ketinggian yang dimulai dari zona pesisir, yang selanjutnya dapat diikuti pada bagian berikut. Sedangkan kondisis uhu rata-rata 260 C.

f. Vegetasi

Dengan kondisi iklim yang tropis dan cukup hangat sepanjang tahun, berpengaruh alamiah terhadap pertumbuhan jenis vegetasi tanaman kayu putih (tanaman khas), selain itu kondisi alamnya relatif merangsang pertumbuhan jenis tanaman padi dan jenis tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan lainnya. Sungai-sungai besar yang terletak pada Dataran Waeapo merupakan sumber irigasi bagi pengembangan lahan basah (persawahan). Sedangkan jenis tanaman kehutanan yang terdapat di Kabupaten Buru adalah jenis Meranti, Kayu Besi, Jati, Rotan dan Damar.

g. Penggunaan Lahan

Keadaan lahan Pulau Buru dipengaruhi oleh kondisi tanah dan topografi, iklim dan curah hujan yang sangat variatif, sehingga pada wilayah ini terdapat variasi pada kondisi bebatuan dan jenis tanahnya. Penggunaan lahan terbesar adalah hutan tropis, semak, belukar dan hutan sejenis. Daerah perkebunan tersebar hampir di semua kecamatan sedangkan pengembangan lahan persawahan di Dataran Waeapo. Pengunaan lahan di Kabupaten Buru secara umum dibagi dalam 4 (empat) tipe penggunaan lahan (TPL) utama :

  • Pemukiman (desa induk dan dusun/desa bawahan) dan pekarangan,
  • Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMRENDA) Kabupaten Buru Tahun 2014 -8-
  • Pertanian (persawahan, kebun campuran, perkebunan rakyat, tegalan dan ladang termasuk pertanian lahan kering),
  • Penggunaan lahan diluar pertanian (alang-alang, semak belukar, hutan didalamnya termasuk areal pengusahaan hutan oleh HPH),
  • Danau, rawa, endapan bahan galian C (pasir, kerikil, kerakal dan batu) tersebar pada sungai dan pesisir pantai.
ARTI LAMBANG KABUPATEN BURU


Lambang Daerah Kabupaten Buru ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Buru Nomor : 04 Tahun 2001 tanggal 12 Desember 2001 tentang
Lambang Daerah Kabupaten Buru
 

Bentuk Lambang Daerah Kabupaten Buru berbentuk Ellips berukuran lebar atas 6 (enam) Cm dan tinggi 7 (tujuh) Cm, dengan tepi kanan kiri samping garis lengkung 23 (dua puluh tiga)) Cm.

1. Lukisan Lambang
2. Lukisan lambang daerah Kabupaten Buru dilukiskan pada dasar warna biru.
3. Tata WarnaTata warna lukisan lambang daerah dilukiskan dengan warna kuning biru, putih, hijau, coklat dan merah.

- Warna kuning melambangkan bahwa masyarakat Buru selalu hidup dalam keceriaan, kemakmuran dan keramahtamahan.
- Warna biru melambangkan ketenangan dan kedamaian.
- Warna putih melambangkan riligius atau warna ketuhanan/keagamaan/kesucian, bahwa masyarakat Buru sejak dahulu kala telah memiliki  kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Warna hijau melambangkan hidup makmur dan sejahtera, bahwa masyarakat Buru selalu ingin hidup dalam liputan suasana/nuansa kemakmuran dan kesejahteraan.
- Warna coklat melambangkan keberanian keseriusan dan kesungguhan, bahwa masyarakat Buru tidak pantang mundur/menyerah dalam hidup dan kehidupannya, kesungguhan dan keseriusan membuat hidup mereka selalu dinamis dan optimis.
- Warna tulisan RETEMENA BARASEHE berwarna merah yang melambangkan keberanian masyarakat Buru.

4. Lukisan-lukisan dalam gambar lambing terdiri dari :

a. Parang, tombak dan salawaku adalah persenjataan tradisional yang hingga kini masih dimiliki oleh masyarakat Buru.
b. Delapan Pilar melambangkan Delapan Regentschap yang ada pada Kabupaten Buru.
c. Danau Rana dengan empat buah sungai yang mengalir yaitu :
-  Waetina     
-  Waemala     
-  Waenibe      
-. Waeapu
d. Dua Belas Butir Padi melambangkan tanggal dua belas dan sepuluh butir padi melambangkan bulan Oktober merupakan tanggal dan bulan Kabupaten Buru dimekarkan.
e. Sembilan puluh sembilan lembar daun kayu putih melambangkan tahun sembilan sembilan merupakan tahun ditetapkannya pemekaran Kabupaten Buru.
f.  Ikat Lestari pada tangkai padi dan kayu putih melambangkan ikatan adat antara masyarakat pribumi dan masyarakat pendatang.
g. Tangkai kayu putih melambangkan hasil khas Buru dan juga melambangkan masyarakat pribumi.
h. Tangkai padi melambangkan pendatang.
i. Titafena (Baileo) yang terbingkai kuning dan berwarna putih melambangkan baileo yang dimiliki oleh masyarakat Buru sebagai wadah musyawarah bagi masyarakatnya.
j. Bentuk delapan pilar dari Regentschap juga melambangkan perahu atau gusepa yang mengartikan alat transportasi baik danau, sungai dan laut.
k. Tancapan tombak dan bingkai warna putih juga melambangkan tiang dan layer bagi perahu atau gusepa tersebut.

5. Di Bagian atas gambar lambing terdapat kata-kata RETEMENA BARASEHE , artinya  MAJU TERUS PANTANG MUNDUR.

VISI 2005-2025
“Masyarakat Kabupaten Buru yang Sejahtera dan Demokratis”

VISI 2012-2017
“Kabupaten Buru Yang Maju Menuju Masyarakat Bupolo Yang Mandiri, Sejahtera, Demokratis Dan Berkeadilan”

 

Misi

  •  Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Karakter dan Jati Diri Masyarakat Bupolo
  •  Mewujudkan Pemerintahan yang baik dan pemerintah yang bersih (Good Governance and Clean Government)
  •  Mewujudkan Masyarakat Bupolo yang Demokratis, Tentram, Aman dan Tertib
  •  Peningkatan kesejahteraan sosial dan Penguatan Pembangunan Ekonomi Yang Berkeadilan
  •  Pengurangan kesenjangan antar wilayah dan Pembangunan Berkelanjutan

 

 
Friday, 14 October 2016 13:27

Profil Wakil Gubernur

Nama Lengkap : Dr. Zeth Sahuburua, S.H., M.H.

Tempat Tanggal Lahir : Titawaai, Nusa Laut, Maluku Tengah, 1 September 1942

Pengalaman Organisasi

1.Ketua DPRD Maluku sejak 1999 hingga 2004,

2.Wakil Ketua DPRD Maluku sejak 1987 hingga 1999,

3. Anggota DPRD Maluku sejak 1982 hingga 1987.

Riwayat Pendidikan

  • S1 Fakultas Hukum Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Pattimura Ambon (1984)
  • S2 Fakultas Hukum Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Sam Ratulangi Manado (2005)

Riwayat Jabatan

  • Anggota DPRD Provinsi Maluku (1982-1987)
  • Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku (1987-1999)
  • Ketua DPRD Provinsi Maluku (1999-2004)
  • Wakil Gubernur Maluku (2014-sekarang)
Published in Selayang_pandang
Friday, 14 October 2016 13:25

Profil Gubernur

Nama Lengkap: Ir. SAID ASSAGAFF

Tempat dan Tanggal Lahir: Ambon, 29 November 1953

Pendidikan Terakhir: Sarjana

Pengalaman Organisasi:

1. Ketua DPD MKGR Provinsi Maluku

2. Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Provinsi Maluku

Riwayat Pekerjaan:

1. Kepala Sub Pertanian BAPPEDA Tk. I Maluku

2. Pjs. Wakil Kabid Penelitian BAPPEDA Tk. I Maluku

3. Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDA Tk. I Maluku

4. Kepala Biro Bina Penyusunan Program Setwilda Tk. I Maluku

5. Wakil Ketua Bappeda

6. Pjs. Ketua Bappeda

7. Assisten Administrasi  Pembangunan

8. Kepala Balitbangda

9. Assisten Administrasi Keuangan

10. Sekda Provinsi Maluku

11. Wakil Gubernur Maluku

12. Gubernur Maluku

Published in Selayang_pandang
Friday, 14 October 2016 13:24

Visi dan Misi

VISI dan MISI Pemerintah Provinsi Maluku Tahun 2014 – 2019:

 

VISI:

 

Mantapnya pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

 

Misi:

  1. Memantapkan Masyarakat Maluku yang Rukun, Religius, Aman dan Damai
  2. Menjadikan Masyarakat Maluku yang Berkualitas dan Sejahtera
  3. Mewujudkan Pembangunan Provinsi Maluku yang adil dan Demokratis berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

 

Published in Selayang_pandang
Friday, 14 October 2016 13:22

Letak Geografis Provinsi Maluku

Menurut letak astronomis, maka wilayah Provinsi Maluku terletak antara:

 

2 030 '   -    90  Lintang Selatan / Southern Latitude

 

124 0      -    1360 Bujur Timur / Eastern Longitude

 

Batas Wilayah Provinsi Maluku

 

1.   Sebelah Utara Berbatasan dengan Laut Seram

 

2.   Sebelah Selatan Berbatasan dengan Lautan Indonesia dan Laut Arafuru

 

3.   Sebelah Timur Berbatasan dengan Pulau Irian

 

4.   Sebelah Barat Berbatasan dengan Pulau Sulawesi

 

 

1.    Iklim

 

Iklim dan Klasifikasi

 

Daerah Maluku mengenal 2 musim yakni : musim barat atau utara dan tenggara atau timur yang di selingi oleh dua macam pancaroba yang merupakan transisi kedua musim tersebut.

 

Musim barat di Maluku berlangsung dari bulan Desember sampai bulan Maret, sedangkan bulan April adalah masa transisi ke musim tenggara. Musim tenggara berlaku rata-rata 6 bulan berawal dari bulan Mei dan berakhir pada bulan Oktober. Masa transisi ke musim barat adalah pada bulan November.

 

Keadaan musim tidak homogen dalam arti setiap musim berlaku di daerah ini memberikan pengaruh yang berbeda-beda pada daratan maupun lautannya.

 

Temperatur rata-rata 26,2 C (di Maluku Tenggara terutama pada musim hujan).

 

Klasifikasi

 

  • Berdasarkan klasifikasi Koppen, iklim di Maluku tergolong type Alpa, dan hanya sebagian kecil yang tergolong type Ae, seperti daerah-daerah Obi, Tual dan Dobo.
  • Berdasarkan klasifikasi Schmid Fergusen, iklim di Maluku tergolong type A dan B dan hanya sebagian kecil saja tergolong type C seperti Daerah Tual ( Maluku Tenggara ).

 

Keadaan curah hujan di Maluku dapat dibagi 4 katagori :

 

  • Curah Hujan di Maluku 1.000 mm/thn. Terjadi di pulau Wetar dan sekitarnya.
  • Curah hujan antara 1.000 - 2.000 mm / thn, terjadi di pulau babar, Tanibar, Aru dan sebagian pulau Buru, kepulauan Sula, Bacan dan sekitar Tobelo.
  • Curah hujan antara 2.000 - 3.000 mm / thn. Terjadi di pulau Seram, Gorom, Obi, Morotai dan Kei Kecil.
  • Curah hujan lebih dari 3.000 mm / thn terdapat dipulau Lease, pulau Kei kecil, P.Ambon dan Kao.

 

- Curah hujan tertinggi terdapat di gunung Darlisa (di pulau Seram bagian barat ) sebesar 3.384 mm / tahun.

 

- Curah hujan terendah terdapat di Tiwakr (pulau Wetar) sebesar 991 mm / tahun.

 

Published in Selayang_pandang
Friday, 14 October 2016 13:20

Daftar Gubernur Maluku

Sebagai salah satu Provinsi tertua di Indonesia, Maluku juga telah diperintah berbagai bangsa selama berabad-abad. Adapun daftar Gubernur Maluku sejak Zaman Kolonial dimulai dari Pemerintahan Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris hingga Masa Kemerdekaan Republik Indonesia, adalah sebagai berikut:

No.

Nama

Masa jabatan

A

Masa Pemerintahan Portugal

 

1

Antonio de Brito

1522 - 1525

2

Garcia Henriques

1525 - 1527

3

Jorge de Meneses

1527 - 1530

4

Gonçalo Pereira

1530 - 1531

5

Vicente da Fonseca

1531 - 1534

6

Tristão de Ataide

1534 - 1536

7

Antonio Galvão

1536 - 1540

8

Jorge de Castro

1540 - 1544

9

Jordão de Freitas

1544 - 1546

10

Bernaldim de Sousa

1546 - 1549

11

Cristovão de Sa

Oct 1549 - Oct 1550

12

Francisco Lopes de Sousa

1552 - Feb 1554

13

Cristovão de Sa (memerintah untuk kedua kalinya)

Feb 1554 - Nov 1555

14

Duarte d'Eça

1555 - Dec 1558

15

António Pereira Brandão

Dec 1558 - Oct 1560

16

Manoel de Vasconcellos

Oct 1560 - 1561

17

Bastião Machado

Oct 1560 - 1561

18

Henrique de Sa

Mar 1562 - 1564

19

Alvaro de Mendonça

1564 - 1567

20

Diogo Lopes de Mesquita

1567 - 1571

21

Alvaro de Ataide

1571 - Dec 1574

22

Nuno Pereira de Lacerda

Dec 1574 - 28 Dec 1575

23

Sancho de Vasconcellos

1575 - 1578

24

Diogo de Azambuja

Dec 1582 - Jan 1586

25

Duarte Pereire de Sampaio

Jan 1586 - 1589

26

Rui Dias da Cunha

1589 - 1592

27

Tristão de Sousa

1592 - 1595

28

Julião de Noronha

1595 - 20 Nov 1598

29

Rui Gonçalves de Sequeira

20 Nov 1598 - Feb 1602

30

Pedro Alvares de Abreu

Feb 1602 - 19 May 1605

B

Masa Pemerintahan Spanyol

1606 - 1663

1

Juan de Esquivel

1606 - 1609

2

Lucas de Vergara Gaviria

1606 - 1609

3

Cristobál de Azcueata Menchaca

1610 - 1612

4

Jerónimo de Silva

1612 - 1617

5

Lucas de Vergara Gaviria (memerintah untuk kedua kalinya)

1617 - 1620

6

Luis de Bracamonte

1620 - 1623

7

Pedro de Heredia

1623 - 1636

8

Pedro Muñoz de Carmona y Mendiola

1636 - 1640

9

Francesco Suárez de Figueroa

1640 - 1642

10

Pedro Fernández del Rio

1642 - 1643

11

Lorenzo de Olaso Achotegui

1643 - 1652

12

Pedro Fernández del Rio (memerintah untuk kedua kaliya)

1652

13

Francesco de Esteybar

1652 - 1656

14

Diego Sarria Lascano

1659 - 1660

15

Francesco de Esteybar (memerintah untuk kedua kalinya)

1658 - 1659

16

Francesco de Atienza Ibañez

1659 - 1660

17

Juan de Chaves

1660 - 1661

18

Agustín de Cepeda Carnacedo

1661 - 1663

19

Francesco de Atienza Ibañez (memerintah untuk kedua kalinya)

1663

C

Masa Pemerintahan Belanda

 

1

Frank van der Does

1599 - c.1602

2

Jan Pieterszen Suyer

Jan 1601 - 1602

3

Christiaen Adriaensz den Dorst

Sep 1602 - 1604

4

Anthonie van Suylen van Nyevelt

Sep 1602 - 1604

5

Adriaan Antoniszen

Jul 1605 - Mar 1606

6

Gerrit Gerritszen van der Buis & Pieter Janszen Boenen

1607 - 1608

7

Adriaen Woutersz

1608 - 1610

8

Paulus van Caerden

1610 - 1612

9

Pieter Both

1612 - 1616

10

Laurens Reaal

1616 - 1621

11

Frederik Houtman

1621 - 1623

12

Jacques le Fèbre

1623 - 1627

13

Gilles van Zeijst

1627 - 1628

14

Pieter Wagensveld

1628 - 1629

15

Gijsbert van Lodestein

1629 - 1633

16

Johan Ottens

1633 - 1635

17

Jan van Broekom

1635 - 1640

18

Anthonij Caen

1640 - 1642

19

Wouter Seroijen

1642 - 1648

20

Gaspar van den Bogaerde

1648 - 1653

21

Jacob Hustaart

1653 - 1656

22

Simon Cos

1656 - 1662

23

Anthonij van Voorst

1662 - 1667

24

Maximilian de Jong

1667 - 1669

25

Abraham Verspreet

1669 - 1672

26

Cornelis Franks

1672 - 1674

27

Willem Corput

1675 - 1675

28

Willem Harthouwer

1676 - 1676

29

Jacob de Ghein

1676 - 1677

30

Robbert Padtbrugge

1677 - 1682

31

Jacob Lobs

1682 - 1686

32

Johan Henrik Thim

1686 - 1689

33

Johannes Cops

1689 - 1692

34

Cornelis van der Duin

1692 - 1696

35

Salomon le Sage

1696 - 1701

36

Pieter Rooselaar

1701 - 1706

37

Jacob Claaszoon

1706 - 1710

38

David van Petersom

1710 - 1715

39

Jacob Bottendorp

1715 - 1720

40

Antoni Heinsius

1720 - 1723

41

Jacob Cloeck

1723 - 1724

42

Joan Happon

1724 - 1728

43

Jacob Christiaan Pielat

1728 - 1731

44

Elias de Haeze

1728 - 1731

45

Johannes Bernard

1728 - 1731

46

Paulus Rouwenhoff

1735 - 1739

47

Marten Lelievelt

1739 - 1744

48

Gerrard van Brandwijk van Blokland

1744 - 1750

49

J.E. van Mijlendonk

1750 - 1754

50

Abraham Abeleven

1754 - 1758

51

Jacob van Schoonderwoert

1754 - 1758

52

Hendrik Breton

1766 - 1767

53

Paulus Jacob Valckenaer

1771 - 1778

54

Jacob Roeland Thomaszen

1778 - 1780

55

Alexander Cornabé

1780 - 1793

56

J. Ekenholm

1793 - 1796

57

Johan Godfried Burdach

1796 - 1799

58

Willem Jacob Cranssen

13 Sep 1799 - 21 Jun 1801

D

Masa Pemerintahan Inggris

 

1

K.T. Farquhar

21 Jun 1801 - 1803

2

H. Webber

1803

3

Peter Adrianus Goldbach

1803 - 1804

4

Carel Lodewijk Wieling

1804 - 1809

5

R. Coop à Groen

1809 - 1810

7

E. Tucker

1810 - 1811

8

Forbes

1811

9

W. Ewer

1811 - 1813

10

W.G. Mackenzie

1813 - 1815

11

R. Stuart

1815 - 1816

12

W.G. Mackenzie (memerintah untuk kedua kalinya)

1816 - 20 Apr 1817

E

Masa Kemerdekaan Indonesia Hingga Sekarang

 

1

Mr. J.J. Latuharhary

1950 - 1955

2

M. Djosan

1955 - 1960

3

Muhammad Padang

1960 - 1965

4

G.J. Latumahina

1965 - 1968

5

Soemitro

1968 - 1973

6

Soumeru

1973 - 1975

7

Hasan Slamet

1975 - 1980

7

Hasan Slamet (memerintah untuk kedua kalinya)

1980 - 1985

8

Sebastian Soekoso

1985 - 1990

9

Sebastian Soekoso (memerintah untuk kedua kalinya)

1990 - 1993

10

M. Akib Latuconsina

1993 - 1998

11

Dr. M. Saleh Latuconsina

1998 - 2003

12

Brigjen TNI (Purn) Karel Albert Ralahalu

2003 - 2013

Published in Selayang_pandang
Friday, 14 October 2016 13:18

Arti Lambang

SIWALIMA” merupakan motto lambang Provinsi Maluku yang artinya milik bersama atas dasar Siwalima, memupuk persatuan dan kesatuan untuk mencapai kesejateraan bersama. Logo siwalima yang berlatar belakang perisai/salawaku didalamnya terdapat lukisan daun sagu dan daun kelapa, mutiara, cengkeh, dan pala, tombak, gunung, laut dan perahu.

 Daun Sagu, menggambarkan bahwa makanan pokok di daerah Maluku adalah sagu yang melambangkan kehidupan.

Daun Kelapa, menggambarkan hasil bumi berupa kelapa, yang banyak terdapat di Maluku.

Mutiara, merupakan hasil laut yang khas dari daerah Maluku.

Tombak, menggambarkan sikap ksatria dan gagah berani.

Gunung, melambangkan kekayaan hasil hutan yang melimpah.

Laut dan perahu, melambangkan persatuan dan kesatuan yang abadi.

Jumlah pucuk daun kelapa sebanyak 17, melambangkan tanggal 17, sedangkan jumlah butir mutiara sebanyak 8, melambangkan bulan 8 (agustus), dan pucuk daun sagu sebanyak 45, melambangkan tahun 45 (1945). Kesemuanya itu melambangkan hari yang sangat bersejarah, yaitu Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.

Published in Selayang_pandang

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 14-15 November 2017
 


Info Gempa Mag:3.1 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:13:28: WIT, Lokasi:3.48 LS-130.14 BT (57 Km Baratdaya Bula-SBT, 64 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 195 Km

Info Gempa Mag:3.4 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:00:53: WIT, Lokasi:3.38 LS-130.13 BT (51 Km Baratdaya Bula-SBT, 54 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 125 Km

Info Gempa Mag:3.8 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 07:30:37: WIT, Lokasi:6.29 LS-129.66 BT (155 Km Utara Tepa-MBD, 198 Km Selatan Banda-MALTENG), Kedalaman 10 Km

 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top