Berita Lowongan Kerja Terbaru

KOTA TUAL

MENGENAL tual

Kota Tual adalah sebuah kota di Provinsi Maluku, Indonesia. Kota Tual pernah menjadi bagian dari Kabupaten Maluku Tenggara sebelum Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2007, Nomor 31 disahkan. Pembentukan Kota Tual sebagai daerah otonom pun pernah dipertentangkan secara hukum oleh beberapa pihak yang merasa tidak puas, kemudian berakhir di putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang menyatakan bahwa Kota Tual tetap sah dan memenuhi syarat sebagai kota otonom. Kini pemerintahan kota di sana telah berjalan efektif.

Kondisi Fisik

Luas Wilayah Kota Tual 19.088,29 Km² terdiri dari luas daratan 352,66 Km² (1,33 %) dan luas lautan 18.736 Km² (98,67%). Kota Tual Kepulauan (city of small islands) merupakan gugusan pulau -pulau kecil yang terdiri dari 66 pulau, 13 pulau diantaranya berpenghuni, memiliki sumberdaya kelautan dan perikanan yang melimpah serta kondisi pulau-pulau kecil dan pesisir yang indah permai karena dikelilingi pasir putih.

Letak Astronomis

Secara astronomis Kota Tual terletak pada koordinat : 131° – 133° Bujur Timur dan 5° – 6° Lintang Selatan.

Iklim

Kota Tual merupakan suatu wilayah yang beriklim Muson dan tropis basah. Pada masa Musim Timur, angin bertiup dari Tenggara dan terjadi kemarau. Pada Musim Barat terjadi musim hujan, angin bertiup dari Barat Laut , serta kondisi perairan umumnya bergelora pada bulan Januari sampai Februari.

Berdasarkan data pada stasiun meteorologi kelas III Dumatubun Tual, suhu rata-rata Tahunan Kota Tual sebesar 27,3o C, suhu minimum 23,5o C serta suhu maksimum mencapai 33,2 o C. Kelembaban rata-rata sekitar 81 %, penyinaran matahari rata-rata mencapai 65% dan tekanan udara rata-rata 1010,7 millibar. Curah hujan tahunan pada daerah ini berkisar antara 2000-4000 mm dengan curah hujan rata-rata 2118,3 mm/tahun atau 176,5 mm/bulan.

SEJARAH

Nama Tual merujuk pada salah satu wilayah otonom yang disebut Ratschap. Wilayah Ratschap dipimpin oleh seorang Raja/Rat. Kedudukan seorang Raja/Rat di Kepulauan Kei sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan adat, oleh karena kekuasaan kewilayahan adatnya terdiri dari beberapa Ohoi/Desa. Dimasa penjajahan kolonial Belanda, Tual pernah dijadikan sebagai Kota Administratif dibawah seorang asisten residen yang dibantu oleh kontrolir Pemerintahan sekitar Tahun 1890. Sebagai Kota adminstratif / Onderafdeeling, Tual membawahi empat Onderafdeeling yaitu Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar Barat Daya, New Guinea Selatan, dan Boven Digul yang mana posisi Kota Tual setara dengan Ambon dan Ternate pada saat pemerintahan Kolonial.

Tual erat kaitannya dengan nama Pulau utama didalam gugusan Kepulauan yang bernama Kei. selanjunya disebut Kepulauan Kei. Pulau yang lebih besar disebut Nuhu Yuut dan yang kecil Nuhu Roa. Pulau yang terakhir ini meliputi Pulau Induk ( Nuhu Ten ) dan Pulau-Pulau Kecil ( Nuhu Yanat). Tual yang berada di Pulau Dullah termasuk dalam kategori Nuhu Ten. Kedua pulau utama tersebut dikenal dengan Nuhu Evav ( Nuhu berarti Pulau dan Evav artinya bawah tanah). Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa Evav berasal dari kata Ivaiv ( I = Dia dan Viav = sama) yang maksudnya adalah “ dia disana“. Kata itu kemudian mengalami proses adaptasi dalam pengucapannya dan berubah menjadi Evav.

Selanjutnya Dari aspek etimologis,para tetua(orang tua-tua) sejak dulu menyebutkan Tual dari kata Tu’a yang berarti tempat singgah. Makna kata dalam konteks itu menggambarkan tentang awal kedatangan penduduk di Kepulauan Kei yang kini menempati kawasan pantai termasuk dalam wilayah Ratschap Tual. Setelah melalui proses perjuangan yang panjang kurang lebih 7 (tujuh) tahun akhirnya Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2007 tanggal 10 Agustus 2007 tentang Pembentukan Kota Tual di Provinsi Maluku yang merupakan awal kemenangan bagi seluruh rakyat di Kota Tual. Selanjutnya dalam mengisi pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Tual, pada tanggal 18 Desember 2007 Kota Tual diresmikan oleh Presiden atas nama Menteri dalam Negeri dan menunjuk Penjabat Walikota Tual Bapak Drs. J. Pattinama, mantan Inspektur Provinsi Maluku. untuk melaksanakan agenda pemerintahan dan pembangunan selama kurang lebih 1 (satu) tahun. Atas kerja sama dari semua pihak dan stakeholder lainnya, pada Bulan Agustus 2008 dilakukan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tual periode 2008-2013, dan pada tanggal 7 Oktober 2008, melalui Komisi Pemilihan Umum Kota Tual, menetapakan untuk pertama kalinya Walikota dan Wakil Walikota Tual terpilih atas pilihan Rakyat atas nama Drs. H. M.M. Tamher sebagai Walikota dan A. Rahayaan, S.Ag sebagai Wakil Walikota Tual periode 2008-2013 oleh Gubernur Maluku Bapak Karel A. Ralahalu.

Visi dan Misi  tahun 2013 - 2018
"Terwujudnya Kota Tual yang Mandiri, Aman, Tertib, Religius, Ekonomi Nerakyatan dan Nasionalis (MAREN) pada Tahun 2018 berbasis potensi sumber daya manusia, perikanan dan kelautan"

HAL LAIN TENTANG KOTA TUAL

Kota Tual mempunyai akar budaya dan adat istiadat yang sama dengan Kabupaten induknya Maluku Tenggara yaitu filosofi adat hukum Larvul Ngabal. Nilai-nilai yang terkandung di dalam hukum Larvul Ngabal mampu memelihara ketertiban & hubungan keakraban antar penduduk, menanamkan rasa gotong royong ( Budaya Maren), serta memupuk kesadaran masyarakat untuk menjaga keharmonisan alam melalui sistem “Hawear” yang mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam secara bijak & berkelanjutan. Singkatnya, faktor budaya dan istiadat dapat diandalkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan yang mendukung adanya suatu keadaan yang kondusif dan harmonis.

Penjabaran wilayah administratif menurut Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Tual adalah sebagai berikut:

  1. Kec. Pulau Dullah Utara, Ibukota kecamatan Namser, Desa/dusun: Dulla, Dullah Laut RK, Fiditan, Lebetawi, Lairkamor, Ohoitel, Dullah Laut, Ohoitahit, Ngadi, Tamedan, Watra.
  2. Kec. Pulau Dullah selatan, Ibukota Kecamatan Wearhir, Desa/dusun / kelurahan: Taar, Fair, Mangon, Pulau Ut, Kelurahan ketsoblak, Tual, Kelurahan Lodar El, Kelurahan Masrum.
  3. Kec. Tayando-Tam, Ibukota Kecamatan Tayando Yamtel , Desa/dusun: TamNgurhir, Tayando Langgiar, Tayando Ohoiel, Tayando Yamru, Tayando Yamtel, Tam Ohoitom.
  4. Kec. Pulau-pulau Kur, Ibukota Kecamatan Tubyal, Desa: Finualen, Kaimear, Kanara, Lokwirin, Niela, Rumoin, Tiflen, Sarmaf, Hirit, Tubyal, Warkar, Yapas, Fadol, Sitarlor.
 
       Walikota Tual      Wakil Walikota Tual

 

Semmy

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI (TES TERTULIS DAN WAWANCARA) CALON TENAGA PENDAMPING

PROFESIONAL PROGRAM PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD)

PROVINSI MALUKU TAHUN 2017

 

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI .PDF

 

 

 

 

 

Thursday, 14 September 2017 01:26

PEMBERITAHUAN TERKAIT TOUR DE MOLVCCAS

 

Berikut beberapa Pemberitahuan Mengenai Tour De Molvccas yang akan diselenggarakan pada tanggal 18-22 September 2017

 

Untuk diketahui :

1. Hari Jumat, 15 September 2017 akan dilaksanakan Simulasi Penutupan Jalan pada Pukul 14.00 WIT

2. Pada Tanggal 22 September 2017 akan dilaksanakan Penutupan Jalan Untuk Jalur Lintasan Etape 5 Pada Pukul 13.00 - 17.00 WIT

 

 PEMBERITAHUAN JALUR LINTASAN ETAPE 5

 

KERJA BAKTI BERSAMA 

 

KEGIATAN CYCLYNG FOR ALL

Wednesday, 13 September 2017 15:28

Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia di Kota Ambon

 

 

Ambon, 12 September 2017. Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia  ke 16 yang diselenggarakan pada tanggal 12-16 September 2017 dikemas dengan tema Ekspresi Peradaban Kebangsaan. “Tema ini sesungguhnya merefleksi eksistensi kemandirian dan daya tahan, adaptasi dan kreatifitas yang diharapkan bermuara pada sebuah harmoni Indonesia raya” begitu disampaikan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, M.Saleh Thio pada sambutannya. “Sedangkan untuk tema pemeran Besar Seni Rupa Indonesia adalah “Huele” yang bermakna sebagai sebuah ekspresi kabar baik yang ingin disampaikan kepada semua orang dimana saja berada bahwa disini di kota Ambon Provinsi Maluku, telah berkumpul seniman hebat dari seantero Tanah Air Beta, Tanah Air Indonesia” tambahnya.

Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke 16 ini dihadiri oleh 26 Provinsi yaitu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, seluruh Provinsi Kalimantan dan Sulawesi, Jogjakarta, Papua dan Papua Barat.

Pameran Seni Rupa diikuti oleh 33 Provinsi dengan 66 Karya Seni Rupa, turut serta 14 Seniman Nasional yang diundang dan 20 Seniman lokal dari Maluku, dengan total seniman 100 orang.

Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan Restu Gunawan memuji penyelenggaran Acara Temu Karya Taman Budaya di Maluku dengan kata “beruntung” untuk Taman Budaya di Maluku, karena menurutnya ada banyak Taman Budaya di Indonesia yang tidak seberuntung di Maluku, berikut Restu juga memuji Pemerintah Daerah yang sudah mendukung Eksistensi Taman Budaya-nya dengan baik.

Dalam Sambutannya Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff menyampaikan “Seni merupakan sebuah ekspresi peradaban yang bersifat universal, walaupun diekspresikan dalam berbagai undang-undang, nada, rupa warna dan bentuk yang berbeda-beda tetapi selalu menghadirkan rasa keindahan, kenyataan tersebut dapat dilihat pada Indonesia sebagai salah satu negara yang berciri achipelago atau kepulauan dan negara yang multikultural terbesar didunia, yang terdiri dari 665 bahasa daerah, 300 suku bangsa, dan ribuan sub suku bangsa, 6 agama resmi, ratusan agama suku yang tersebar pada kurang lebih 17 ribu pulau”.

Dalam kesempatan ini Gubernur Maluku memberikan cinderamata kepada para kepala Taman Budaya, dan yang mewakili dari Provinsi yang hadir. Gubernur Maluku juga mendapatkan Cinderamata khas dari para Kepala Taman Budaya Daerah yang mencerminkan kebudayaannya masing-masing. (*)

 Foto : Kominfo Promal

Saturday, 09 September 2017 01:19

Wagub Lepas Jalan Santai Jelang Haornas


AMBON - Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua melepas jalan santai jelang Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXIV tahun 2017, yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku, dari Lapangan Merdeka Ambon, Jumat (8/9/2017).

Ketika melepas ratusan peserta jalan santai tersebut, Wagub katakan, acara yang digelar ini sebagai tanda kesiapan Maluku menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 tahun 2017, yang akan di selengarakan di Papua nanti.

Acara jalan santai ini diikuti oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, kesatuan TNI/Polri dan Siswa/siswi dari sejumlah SMA di Kota Ambon. Rute jalan santai antara lain melintasi ruas Jalan Raya Pattimura – Kapitan Ulupaha – Said Perintah – AM Sangadji – AY Patty dan kembali lagi ke Lapangan Merdeka.

Sebagaimana diketahui, tanggal 9 September diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional tak lepas dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama (1), yang digelar di Surakarta, Solo, Jawa Tengah pada tanggal 9 September – 12 September 1948.

Tanggal 9 September 1948 menjadi tanggal pembukaan PON kala itu, lantas ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional.

PON I ini, diresmikan oleh Presiden Soekarno, dan acara penutupannya dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX Selaku Ketua Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) (sebelum bergabung dengan KONI dan sejak 2007 menjadi Komite Olimpiade Indonesia).

Pekan Olahraga Nasional I diikuti oleh 600 atlet yang bertanding pada 9 cabang olahraga, yakni Atletik, Lempar Cakram, Bulu tangkis, Sepak Bola, Tennis, Renang, Pencak Silat, Panahan dan Bola Basket.

Jumlah total medali (emas, perak, perunggu) yang diperebutkan sebanyak 108 medali. Pesertanya bukan pada tingkat provinsi melainkan pada tingkat Kota dan Karesidenan.

Ada 13 partisipan yakni Surakarta, Yogyakarta, Bandung, Madiun, Magelang, Malang, Semarang, Pati, Jakarta, Kedu, Banyuwangi dan Surabaya.

Peraih medali terbanyak di ajang PON pertama adalah kota Solo atau Surakarta dengan total medali sebanyak 36 medali dengan rincian, 16 Emas, 10 Perak dan 10 Perunggu.(*)

Foto: Humas Promal

 

Wednesday, 06 September 2017 02:59

Pemprov Beri Award Buat Putra-Putri Terbaik Maluku


AMBON - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memberikan penghargaan kepada 13 putra-putri atau Anak Negeri terbaik daerah ini, lewat ajang Siwalima Award 2017, yang berlangsung di Natsepa Hotel, Ambon, Sabtu (2/8/2017) malam. "Apa yang diberikan hari ini, bukanlah akhir dari penghargaan pemerintah daerah kepada individu atau lembaga yang telah berjasa luar biasa kepada daerah ini. Semua karya anak negeri, akan diberikan berkelanjutan dari tahun ke tahun," ujar Gubernur Maluku, Said Assagaff, pada ajang pemberian penghargaan tersebut.


Dua anak negeri dari 13 penerima penghargaan tersebut, yakni mantan Gubernur Maluku Almarhum M. Saleh Latuconsina dan mantan Gubernur Karel Albert Ralahalu. “Pak Karel menyampaikan tidak bisa hadir, karena masih di Malaysia. Beliau menyampaikan terima kasih atas penganugerahan ini. Begitu juga disampaikan oleh keluarga almarhum Pak Saleh Latuconsina,” ungkap Gubernur, saat memberikan plakat penghargaan Siwalima Award.
Pemberian penghargaan dengan kategori karya utama pembangunan disampaikan Gubernur Maluku Said Assagaff kepada kelurga almarhum M. Saleh Latuconsia, dan keluarga Karel Ralahalu.

Saleh Latuconsina merupakan penggas konsep pembangunan Gugus Pulau di Maluku, sedangkan Karel Ralahalu nilai berjasa dalam membangun perdamaian di Maluku.
Selain dua katagori utama Karya Pembangunan, Pemprov Maluku juga memberikan penghargaan Siwalima Award kepada sebelas kategori di berbagai bidang.
Kategori tersebut antara lain:

1. Sastra dan Budaya kepada Ahmad Umarella,

2. Kesehatan kepada dr. Andy Louhenapessy,

3. Lingkungan untuk Eliza Kissya,

4. Perikanan untuk Wilthimus Maail,

5. Musik untuk Almarhum Omsimus Sapury

6. Pendidikan untuk Yayasan Heka Leka.

7. Pemuda dan Olahraga untuk Adyos Astan,

8. Media untuk Pemimpin Redaksi Suara Maluku Drs. Oktovianus Pinontoan,

9. Perdamaian untuk Sr. Dra. Brigitina Renyaan, SRM,

10. Perempuan untuk Yulia Awayakuane dan

11. UKM dan Koperasi untuk Nike Lidiya Astuti Aritovani, ST.(*)

Foto : Humas Promal

 

AMBON - Guna membangun Maluku yang lebih baik ke depan, Gubernur Maluku Said Assagaff meminta setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk selalu melakukan inovasi.

"Saya minta seluruh SKPD Provinsi Maluku untuk memberikan inovasi, seperti yang sudah saya lakukan, ketika melakukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dimana semua SKPD menginap di rumah penduduk," ujar Assagaff kepada wartawan, usai membuka Festival Teluk Ambon 2017, di Taman Jembatan Merah Putih (JMP), Jumat (8/9/2017).

Assagaff meyakini, tidak ada satu pun gubernur di Indonesia, yang melakukan rapat kerja dan tingal di rumah penduduk. Apa yang dilakukannya ini disebutnya inovasi. Dan dia sudah membuka jalan tersebut.

Seperti diketahui, di setiap Rapat Kerja Daerah, Gubernur Maluku yang dilantik 10 Maret 2014 ini, selalu membawa seluruh SKPD bersamanya dan tingal di rumah-rumah penduduk.

“Saya minta setiap dinas untuk memberikan satu inovasi ke saya. , Bisa atau tidak,“ tandas Assagaff.

Permintaannya itu menurut Assagaff, sudah dia sampaikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Hamin Bin Thahir, untuk diteruskan ke setiap SKPD di semua kesempatan rapat.

“Saya sudah mintakan kepada Sekda untuk selalu menyampaikan hal ini ketika mengadakan rapat dengan seluruh SKPD Provinsi," ujarnya.

Perkembangannya, menurut Assagaff, sampai saat ini seluruh SKPD belum memberikan inovasi yang diharapkannya. Yang baru dilakukan SKPD sekarang, dinilainya baru sekadar terobosan.

“Sampai sekarang tidak ada satu SKPD yang memberikan inovasi, tapi hanya terobosan, yang sudah ada itu dipercepat. Itu bukan inovasi tapi terobosan,” nilainya.

Assagaff meminta SKPD membuat sesuatu yang baru, karena sebagai Gubernur Maluku, dia sudah mengambil langkah duluan dan memberikan contoh soal inovasi itu.

“Saya kan sudah melakukan inovasi. Kalo bisa SKPD harus lebih cepat dari saya,” tegasnya sambil tersenyum.(*)

 

 

 

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff menantang Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah (Malteng) masa jabatan 2017-2022, Tuasikal Abua dan Marlatu Leleury, hasil Pilkada Serentak tanggal 15 Februari 2017 lalu, untuk menunjukkan kinerja lebih, pada masa kepemimpinan kedua pasagan ini.

Tantangan tersebut disampaikan Gubernur Assagaff, saat melantik Tuasikal Abua dan Marlatu Leleury, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.81-7627 Tahun 2017 dan SK Mendagri nomor 132.81- 7628 Tahun 2017, tanggal 28 Agustus 2017, di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, di Ambon, Jumat (8/9/2017).

Menurut Gubernur Assagaff, Kabupaten Malteng adalah kabupaten tertua di Provinsi Maluku. Kabupaten ini telah banyak melahirkan kabupaten-kabupaten pemekaran.

Dia meyakini kedua pejabat, Bupati dan Wakil Bupati, telah banyak bekerja keras dalam masa kepemimpinan lima tahun lalu. Namun hendaknya jangan berpuas diri, sebab tanggungjawab di masa kepemimpinan kedua ini akan semakin sulit.

"Saya menantang kedua saudara, Bupati dan Wakil Bupati, untuk berbuat lebih banyak lagi. Beranilah melakukan terobosan, inovasi dan lompat and lompatan dalam menjalankan pembangunan," imbaunya.

Assagaff juga menyarankan kedua pejabat ini, untuk mencermati dan menemukan setiap peluang, yang bisa diangkat sebagai pemicu bagi percepatan pembangunan.

"Sebagai pimpinan daerah, kita mesti inovatif dan berpikir selangkah lebih maju. Terlebih level kabupaten kota adalah level pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujarnya.

Karena itu, Assagaff meminta Bupati dan Wakil Bupati Malteng, agar memerintahkan para pimpinan OPD, untuk menghasilkan setidaknya satu inovasi kerja, yang langsung bisa dipraktekkan ke masyarakat.

Maluku Tengah, disebut Assagaff, selama ini memiliki rekam jejak masalah perbatasan dan konflik antarnegeri yang cukup tinggi.

Lantaran itu, Assagaff berharap kedua pejabat ini bisa lebih serius menyelesaikan sampai ke akar masalahnya. Dengan cara menemukan solusi yang lebih inovatif dan komprehensif, sehingga kerukunan "Hidup Orang Basudara" dapat berdiri tegak.

"Rangkul semua komponen masyarakat, untuk sama-sama baku pegang tangan, baku bantu pikol hahalang, baku tongka angka beban, baku tolong bangun negeri, demi menghadirkan Maluku Tengah yang lebih baik," tandasnya.

Sebelumnya, saat mengawali sambutannya usai melantik Tuasikal dan Leleuri, Gubernur Assagaff meminta para undangan, untuk sejenak mengheningkan cipta, seraya mendoakan almarhum Fadly Silawane, Mantan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku yang telah ikut bekeria keras, termasuk bekerja untuk suksesnya Pilkada di Maluku Tengah.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak KPU dan Bawaslu, serta Panwaslu di Provinsi maupun Kabupaten Maluku Tengah, bahkan keterlibatan proaktif aparat keamanan TNI/Polri dan semua elemen masyarakat Maluku Tengah yang telah bekerja keras mengawal suksesnya pilkada, sampai pada pelaksanaan pelantikan hari ini," paparnya.

Setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, dilanjutkan pelantikan ketua tim penggerak PKK Malteng Ny. Tuasikal Abua oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Ny. Retty Assagaff. Hadir dalam pelantikan ini, unsur Muspida Maluku, Wagub Maluku Zeth Sahuburua, Sekda Maluku Hamin Bin Thaher dan Ketua DPRD dan anggota DPRD Malteng.(*)

Foto: Humas Promal

PENGUMUMAN PEMANGGILAN PELAKSANAAN SELEKSI WAWANCARA CALON TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL PROGRAM  PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD) PROVINSI MALUKU TAHUN 2017

 

PENGUMUMAN SELEKSI WAWANCARA.PDF

LAMPIRAN TES WAWANCARA.xlsx

JADWAL WAWANCARA.xlsx

 

 

 

Saturday, 09 September 2017 02:08

Gubernur Buka Festival Teluk Ambon 2017

 

 Pembukaan Festival Teluk Ambon oleh Gubernur Maluku

Ambon, 8 September 2017 : Gubernur Maluku, Said Assagaff meninjau penyelenggaraan pameran Festival Teluk Ambon 2017 yang berlangsung di taman Jembatan Merah Putih (JMP), Jumat (8/9).


Peninjuan dilakukan Gubernur Said seusai membuka pelaksanaan Festival Teluk Ambon tahun ke-12.

Tidak hanya meninjau pameran yang memamerkan foto-foto pariwisata dan instagram milik 22 fotografer asal Kota Ambon dan Tual, kuliner dan industri kreatif, tetapi menyempatkan berbincang dengan para pelaku usaha.

Gubernur menyatakan, Teluk Ambon dari dulu hingga sekarang menjadi jembatan perjumpaan berbagai peradaban bangsa di dunia, baik dalam misi perdagangan dan ekonomi, penyiaran agama, dan penaklukan atau penjajahan.

Hal ini menjadikan Maluku, khususnya Ambon sangat multikultural dan kosmopolik karena adanya percampuran budaya, sehingga tidak mengherankan jika bisa ditemukan berbagai macam suku dan sub suku bangsa dan marga di daerah ini.

"Ambon sangat kaya dan indah untuk dinikmati dan dipromosikan. Di Maluku kita bisa menemukan berbagai macam suku bangsa dari beragamnya marga, selain ratusan marga lokal," katanya.

Akulturasi atau percampuran budaya asing dengan lokal juga bisa terlihat pada berbagai kesenian daerah, misalnya tari katreji, orlapei, cakaiba, tarian sawat, dansa ola-ola dan musik hawaian.

Begitu pula dalam kebudayaan lainnya, seperti Abdau, peringatan Idul Adha di desa Tulehu, kecamatan Salahutu, dan atraksi pukul sapu di desa Mamala dan Morela, Kecamatan Leihitu.

Kedua budaya tersebut merupakan percampuran antara kebudayaan lokal dan budaya Islam atau Arab.

"Kita memiliki kurang lebih 117 bahasa dan dialek. Ratusan raja-raja yang bergelar latupati dan orang kaya yang tersebar di 1.342 pulau. Walaupun berbeda tapi kita semua tetap beta Maluku," tandas Gubernur.

Festival Teluk Ambon merupakan acara pariwisata daerah yang telah menjadi agenda nasional. Perhelatan yang telah dilaksanakan selama 12 tahun berturut-turut tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 10 September 2017.

Selain kegiatan pendukung yang telah dilaksanakan pada saat pembukaan, berbagai lomba juga akan digelar, seperti lomba dayung "Arumbai Manggurebe" yang diikuti oleh sembilan tim dari Kota Ambon dan kabupaten Maluku Tengah, dan lomba dayung "Perahu Semang".

Berbeda dengan Arumbai Manggurebe, lomba dayung perahu semang dibagi dalam dua kategori, yakni laki-laki dan perempuan. Sedikitnya ada 11 regu perempuan dan 20 regu laki-laki akan turut serta dalam perlombaan yang digelar pada 9 September 2017.

Selain itu, akan dilaksanakan pula lomba nyanyi grup band yang baru pertama kalinya digelar selama 12 tahun penyelenggaraan Festival Teluk Ambon, kemudian Aquathlon, bersepeda, dan goyang Tobelo.

(Sumber : http://www.tribun-maluku.com/2017/09/gubernur-tinjau-pameran-festival-teluk.html )

Foto : Kominfo Promal

 

Tuesday, 05 September 2017 05:54

PEMANGGILAN PESERTA SELEKSI TPP 2017

PENGUMUMAN PEMANGGILAN PELAKSANAAN SELEKSI CALON TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL PROGRAM PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD) PROVINSI MALUKU TAHUN 2017.

Mobile Version

Surat Pemanggilan Peserta Seleksi TPP 2017.DOC

 

Page 1 of 27

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca Tour De Molvccas 18-22 September 2017
 

Stage 1 - 18 September

Stage 2 - 19 September

Stage 3 - 20 September

Stage 4 - 21 September

Stage 5 - 22 September


 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top