Berita Lowongan Kerja Terbaru

Semmy

 

AMBON - Perlawanan terhadap gejala korupsi harus diawali dari diri sendiri. Kita harus sadar dan bangkit melawan gejala korupsi, yaitu dimulai dengan mengendalikan diri kita.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Maluku Said Assagaff, dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Hamin Bin Thahir, pada acara Sosialisasi Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4P) pada Pemerintah Provinsi Maluku oleh Jaksa Agung Muda Intelijen, di Islamic Center Ambon, Selasa (25/7).

"Kita harus mengendalikan diri, bahwa Tuhan telah mencukupi apa yang dibutuhkan oleh insan manusia. Sebaliknya setiap manusia harus sadar dan mengucap syukur atas segala sesuatu yang diberikan oleh Tuhan," ujar Gubernur.

Upaya pencegahan korupsi, disebut Gubernur, lebih baik dari pada upaya mengobati. Maka kita harus konsekuen pula melakukan upaya yang maksimal melakukan pencegahan disamping tentu memeranginya.

Gubernur mengingatkan, korupsi merupakan suatu fenomena yang sering terjadi dalam suatu bentuk organisasi, mulai dari susunan yang paling kecil hingga organisasi berupa negara.

"Korupsi dapat dimisalkan sebagai penyakit masa lalu yang terus menjakiti hingga masa sekarang, dan apabila tidak ditanggulangi dengan serius akan terus terjadi di masa depan yang bahkan menjadi penyakit kronis yang menggurita dan berkembang biak sampai ke sel sel tulang sumsum kehidupan berbangsa di negeri yang kita cintai ini," tuturnya.

Pada kenyataannya, menurut Gubernur, korupsi memang telah menjadi beban yang berat bagi bagi bangsa, Korupsi merusak kinerja pelayanan publik, dan bahkan korupsi ikut merusak tatanan, sikap mental serta orientasi kita sebagai bangsa.

Setiap unsur masyarakat termasuk penyelenggara negara, disebut Gubernur, harus senantiasa memiliki kepedulian yang besar terhadap isu-isu korupsi, di manapun ia berada.

"Pemberantasan korupsi bukanlah pekerjaan mudah dan sesaat, perlu ada sinergi dan kerjasama antara semua pihak. Selain itu yang sangat penting adalah adanya political will dari semua pihak untuk sadar bahwa tindakan korupsi adalah tindakan amoral yang merugikan negara dan merugikan banyak pihak," tandasnya.

Hal seperti ini, tambah Gubernur, kiranya dapat dijadikan cermin dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di masing-masing daerah.

Sehubungan dengan itu, dia mengimbau, hendaknya, fokus perhatian kita tetap utuh dalam upaya mencegah dan memberantas korupsi di masing-masing daerah.

"Korupsi adalah musuh kita bersama. Perang melawan korupsi dapat menjadi ujung tombak untuk mengadakan perbaikan yang lebih luas dalam tubuh pemerintah daerah," tandasnya.

Selanjutnya, Gubernur berharap, kegiatan sosialisasi ini dapat berjalan lancar dan berdampak pada keterpaduan dan kesatuan gerak dalam mewujudkan penyelenggara pemerintahan yang bebas dari korupsi melalui perluasan penyebaran informasi.

Kegiatan sosialisasi TPAP yang melibatkan beragam penyelenggara negara ini, disebutnya, akan lebih efektif jika berkembang menjadi gerakan sosial anti korupsi.

"Gerakan sosial anti korupsi akan lebih efektif jika terlembaga dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Untuk itu saya ingin mengajak semua kalangan untuk mengambil bagian dalam gerakan sosial anti korupsi," tandasnya.

Tentu saja, menurut Gubernur, harus dilakukan dengan keteladanan untuk dapat melakukan pekerjaannya masing-masing dengan baik sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Dia menyebutkan, kehendak pemerintah untuk memerangi korupsi, tercermin dari telah digulirkannya beberapa peraturan perundangan, seperti UU No 31 Tahun 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Perpres No. 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012 - 2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012- 2014.

Biarpun begitu, menurut Gubernur, korupsi tetap saja ada di sekeliling kita, bahkan korupsi sudah masuk wilayah pribadi kita, walaupun demikian niat baik untuk mencegah dan memberantas korupsi tidak boleh surut.

"Minimal dimulai dari diri kita sendiri dengan memberikan contoh yang baik pada keluarga kita sendiri," tegasnya.

Kegiatan sosialisasi semacam ini juga, dinilai Gubernur, dapat dijadikan tonggak baru untuk meningkatkan kesadaran pejabat publik di daerah bahwa gejala korupsi tidak bisa dipertahankan lagi menjadi suatu kebiasaan, tetapi gejala korupsi harus segera diakhiri dengan tindakan nyata.

Untuk maksud itu, lanjut Gubernur, kita dituntut memiliki semangat baru dan sikap mental baru untuk selalu melawan korupsi dalam segala bentuknya.

"Namun jika aparatur pemerintahan tidak memiliki semangat dan kegairahan dengan aksi-aksi yang konkrit maka pemberantasan korupsi hanya akan menjadi cita-cita belaka," imbuhnya.

Agenda penting yang tersurat dalam peraturan perundangan tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi, disebut Gubernur, hanya dapat dijamin jika kita sebagai agen pembangunan memiliki kemampuan dan kemauan untuk tidak bermain-main dengan aroma korupsi.

"Hal pokok yang hendaknya tetap dijaga ialah citra akan pentingnya pemberian layanan publik yang lebih berkulitas dengan mencegah timbulnya korupsi sedini mungkin," imbaunya.

Citra tersebut bisa ditegakkan, menurut Gubernur, bilamana peningkatan kualitas layanan publik, perbaikan sistem pengadaan barang dan jasa, terus digalakkan dan ditindaklanjuti.

"Diharapkan kita mampu melakukan sejumlah perbaikan dan peningkatan kinerja di segala bidang mengingat kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat umpan balik bagi semua pihak," ujarnya.(*)

- Foto : Humas Pemprov Maluku

 

AMBON Gubernur Maluku Said Assagaff meresmikan nama dr. H. Ishak Umarella sebagai nama baru bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tulehu, yang berada di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah ini.

"Saya yakin dan percaya pemberian nama ini, bukanlah sebuah proses formal serimonial biasa, tetapi persitiwa yang kultural dan punya nuansa idiologis yang sangat kental," ujar Gubernur saat memberikan sambutan pada acara peresmian nama tersebut, Senin (24/7).

Gubernur katakan, sebenarnya dalam pendekatan sosio-kulturual, pemberian nama secara psikologis akan menjadi sumber inspirasi bagi kemajuan RSUD tersebut.

Apalagi, menurut Gubernur, nama dr. H. Ishak Umarella yang disematkan sebagai nama RSUD Tulehu ini merupakan seorang tokoh yang punya banyak jasa dan menadi panutan untuk banyak orang.

Sampai saat ini di Indonesia, sebut Gubernur, tercatat ada 2.602 rumah sakit, baik milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Pemda), TNI/POLRI, BUMN maupun swasta.

Gubernur menyebutkan, sebuah rumah sakit harus mempunyai nama. Sejumlah Pemda mengabdikan sosok dokter sebagai nama rumah sakit sekitarnya. Memang tidak ada regulasi yang mewajibkan bahwa nama orang dokter yang harus menjadi nama sebuah rumah sakit.

'Namun dengan pemberian nama rumah sakit dengan nama seorang tenaga medis disamping sebagai wujud penghargaan terhadap tokoh tersebut juga diharapkan nama tersebut mampu memotivasi dan mengilhami seluruh civitas hospital yang bekerja di rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat yang sakit," tuturnya.

Meski begitu, Gubernur katakan, untuk memberi nama sebuah rumah sakit, harus mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 56 Tahun 2014 Pasal 77 yang menyatakan Penamaan Rumah Sakit Milik Pemerintah dan Pemerintah Daerah dilarang untuk menggunakan nama orang yang masih hidup dan harus memperhatikan nilai dan norma agama, sosial budaya dan etika.

"Almarhum dr. H. Ishak Umarella, adalah putera negeri Tulehu, Haturessy Rakanyawa, anak dari H. Abdul Hamid bin Abdul Wahab Umarella dan Hj. Maryam bin Abdurrahman Nahumarury. Dalam kapasitasnya sebagai seorang dokter tidak bisa diragukan lagi," tandas Gubernur.

Sosok Ishal Umarella, menurut Gubernur, selain pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, almarhum juga pernah menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Al-Fatah Ambon dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

"Untuk itu sebagai penghormatan kepada alamarhum dr. H. Ishak Umarella atas jasa-jasa, maka pada hari ini Pemerintah Provinsi Maluku dan atas nama masyarakat Maluku, khususnya masyarakat yang berada di wilayah kecamatan Salahutu dan
sekitarnya kita menyematkan nama beliau sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah Tulehu," papar Gubernur.

Menyinggung proses penamaan RSUD Tulehu ini, Gubernur mengungkapkan, hal tersebut sudah dilakukan sejak September 2015, dan diusulkan dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Nama RSUD Tulehu menjadi RSUD dr. H. Ishak Umarella dan disahkan Peraturan Gubernur Maluku Nomor 46 Tahun 2017 tentan Pemberian Nama RSUD Tulehu Provinsi Maluku menjadi RSUD
dr. H. ishak Umarella.

Proses penamaan RSUD Tulehu ini, disebutnya, juga tidak terlepas dari pertemuan dengan Jajaran Muspika setempat, bapak Raja dan para Saniri tokoh adat tokoh agama dan tokoh serta Pernyataan Sikap masyarakat yang menyetujui pemberian Nama RSUD Tulehu menjadi RSUD dr Hi Ishak Umarella.

Termasuk permohonan izin, dari pihak keluarga untuk penggunaan dr. Hi Ishak Umarella, sebagai nama RSUD Tulehu.

"Pesan moral dari pihak keluarga, bahwa penggunaan nama dr. H. Ishak Umarella, bukanlah untuk dibangga-banggakan, dan bukan pula agar kelak keluarga diperlakukan secara istimewa, tetapi sejatinya penggunaan nama ini diharapkan agar kita semua," imbuhnya.

Terkhusus, lanjut Gubernur, untuk para dokter dan semua tenaga kesehatan di RSUD ini dapat menangkap spirit dan inspirasi dari nama dr. H. ishak Umarella ini.

"Dimana almarhum dr. H. Ishak Umarella ini dalam ingatan pribadi saya maupun ingatan kolektif kita semua, adalah sosok seorang dokter yang punya loyalitas dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan profesinya," ungkapnya.

Gubernur menilai, Umarella adalah sosok yang profesional, pekerja keras, ikhlas dalam pengabdian tanpa pamrih, jujur, tegas, dan baik untuk semua.

Ada satu hal yang sangat jarang dimiliki oleh para dokter, lanjut Gubernur, dimana selain kualitas kompetensinya sebagai dokter yang mumpuni, almarhum dr. H. Ishak Umarella juga kita kenal memiliki kepakaran di bidang keagamaan cukup baik, bahkan masuk pada deretan ulama terkenal di Maluku pada zamannya.

Keulamaannya ini, disebut Gubernur, tidak terlepas dari didikan keluarga, khususnya ayah dan ibunya yang kedua-duanya terkenal sebagai Tuang Guru atau atau guru mengaji di negeri Tulehu. Dan beliau juga dikenal sebagai salah satu tokoh NU di Maluku.

"Dengan kompetensi keulamaannya. dalam menjalankan profesinya, tidak hanya mengobati tubuh atau jasmani pasiennya, tetapi juga rohaninya, Saya kira inilah sosok dokter sesungguhnya-sosok dokter masa depan, dan sangat layak menjadi ikon untuk para dokter dan tenaga kesehatan di daerah ini," ujarnya.

Dalam kapasitas sepert itu, menurut Gubernur, almarhum mengajarkan kepada kita, agar dalam menjalankan tugas atau profesi kita tidak hanya terjebak menjadi petugas saja atau sebagai "ilmuan tukang", yang secara mekanistik menjalankan tugas-dengan jargon "yang penting gugur kewajiban, mengejar prestise, dan mendapatkan reword sebanyak-banyaknya".

Tetapi bagi almarhum, tambah Gubernur, semua tugas atau profesi harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, yaitu hanya untuk mencari ridha Allah SWT.

"Inilah sebenarnya yang dokter yang inspiratif, dokter yang bukan hanya memiliki kemampuan profesional

dalam domain hard skill atau hard competency, tetap juga kemampuan dalam domain soft skill atau soft competency (karakter seperti ini juga saya kita temukan dalam kepribadian anaknya, yaitu dokter H. Sofyan Syarifuddi Umarella, (Dokter Ahli Dalam), yang juga saat ini menjadi idola masyarakat," beber Gubernur.

Dengan demikian, Gubernur berharap, adanya RSUD Dr. H. Ishak Umarella ini dapat berkembang menjadi RSUD yang maju dan terkemuka di daerah ini.

Kepada para petugas rumah sakit baik dokter, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya, Gubernur mengimbau, agar terus termotivasi dan bersemangat dalam menjalankan tugasnya memberikan pelayanan kesehatan yang prima untuk masyarakat.

"Demikian pula saya menghimbau kepada pengelola rumah sakit ini kiranya senantiasa menjaga dan memelihara sarana dan prasarana rumah sakit ini dengan sebaik-baiknya, agar keberadaan rumah sakit ini terus dimanfaatkan secara optimal dan berkesinambungan," demikian Gubernur.(*)

- Foto : Humas Pemprov Maluku

BULA - Gubernur Maluku, Said Assagaff meninjau persiapan event balap sepeda internasional Tour de Molvccas (TdM) di Pulau Seram, Selasa (18/7) dan Rabu (19/7).

Even TdM sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 18 hingga 22 September mendatang dengan mengambil lima etape, antara lain, melintasi Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan Kota Ambon.

Kunjungan peninjauan oleh Gubernur dan rombongan ini, dimulai dari Kantor Bupati SBB, dilanjutkan ke Kantor Camat TNS (Teon Nila Serua), Maluku Tengah, selanjutnya menuju Bandara Wahai, Kobi.

Di sana Gubernur dan rombongan beramahtamah sekaligus Temu Transmigran, lalu makan malam di Kediaman Bupati SBT.

Turut serta dalam peninjauan ini antara lain, Kepala Bappeda, Kadis Pariwisata, Kadis PU, Kadis Kesehatan, Kadis Kominfo, Kadis Kehutanan, Kadis PeRa, Kadis Koperasi, Kepala Balai Jalan dan Jembatan dan BPNB Daerah.

Gubernur merasa perlu melakukan pemantauan ini, mengingat waktu pelaksanaan TdM tinggal dua bulan.

Selain pengecekan atas perbaikan jalan dan jembatan, Gubernur juga mengecek berbagai persiapan panitia lokal seperti kesiapan kepanitiaan, fasilitas-fasilitas dan berbagai kebutuhan yang terkait.

“Saya harus mengecek persiapan TdM sudah sejauh mana. Saya merasa harus cek kesiapan panitia, kesediaan berbagai fasilitas pendukung termasuk perbaikan jalan dan jembatan. Jalan di jalur SS yang melewati hutan Manusela rusak parah, saat ini sedang diperbaiki namun saya optimis akan selesai pada waktunya, sehingga nantinya para atlit balap sepeda TdM bisa melewati jalur SS ini dan masyarakat juga bisa menikmatinya,” papar Gubernur dengan penuh harap.

Gubernur mengaku cukup puas dengan berbagai persiapan dalam rangka TdM dan berharap seluruh panitia dan aparat daerah bekerja lebih keras lagi demi suksesnya TdM.

Kepada sejumlah panitia lokal, Gubernur meminta kiranya dapat menjadi tuan rumah yang baik. Kehadiran lebih dari 100 pembalap sepeda dari mancanegara ditambah dengan anggota rombongannya ke Maluku, merupakan momentum penting dan strategis untuk mempromosikan pariwisata Maluku.

“Tdm merupakan event yang sangat penting dan strategis untuk promosikan wisata Maluku ke dunia internasional. Kita ingin kehadiran para pembalap sepeda dan rombongannya dapat menjadi duta-duta yang mempromosikan Maluku kepada sahabat dan kerabatnya di negara masing-masing," terangnya.

Karena itu, Gubernur berharap, jangan sampai persiapan yang ada setengah-setengah. Justru masyarakat juga harus siap dan jadilah tuan rumah yang baik serta mampu memberikan kesan yang baik pula.

Dipastikan lebih dari 100 pembalap asing dari 34 negara atau lebih dari 20 klub akan mengikuti TdM. Negara-negara yang hadir antara lain, dari benua Asia: Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, Mongolia, Kazakhstan, Kuwait dan Sri Lanka.

Dari Eropa berasal dari Perancis, Italia, Rusia, Ukraina, Belanda, Irlandia, Spanyol, Inggris, Denmark, Slowakia, Jerman, Luxemburg dan Belgia. Selanjutnya Benua Afrika diwakili Maroko, Eritria dan Afrika Selatan. Oseania diwakili Australia dan Selandia Baru. Sedangkan dari benua Amerika diwakili Kolumbia dan Kanada.

Rute atau etape TdM antara lain: Etape I: Piru-Masohi 179,7 KM; Etape II: Waipia – Kobisonta 188,7 KM; Etape III: Bula – Wahai 153,8 KM; Etape IV: Masohi – Kairatu 142,4 KM dan Etape V: mengitari kota Ambon (Ambon Loop) yaitu Pantai Namalatu – Lapangan Merdeka 86,7 KM. Total jarak 751,5 KM.

“Perubahan rute atau etape sangat mungkin berubah karena terkendala faktor cuaca hujan. Kita lihat situasi dan kondisi dalam beberapa waktu ke depan. Jika cuaca membaik maka rute dan etape tetap seperti semula, namun jika cuaca tidak mengizinkan dan karena pertimbangan faktor lain, maka rute atau etape tertentu akan berubah,” beber Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Ibu H. Saimima, yang juga Ketua Pelaksana Panitia TdM 2017.(*)

 

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff menyerahkan sejumlah bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) kepada masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), pada kunjungan kerjanya di kedua kabupaten tersebut, Selasa (18/7) dan Rabu (19/7).

Pemberian bantuan oleh Gubernur tersebut, dilakukan bertepatan dengan kunjungan kerjanya bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta Kepala Kementerian Agama Provinsi Maluku dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX (Maluku dan Maluku Utara), ke kedua kabupaten tersebut, untuk mengecek kesiapan sejumlah fasilitas yang akan menunjang pelaksanaan event balap sepeda internasional Tour de Molvcca, September mendatang.

Di Bula, Ibukota Kabupaten SBT, Rabu (19/7), Gubernur menyerahkan bantuan bagi masjid, gereja, dan majelis taklim antara lain, Panitia Pembangunan Masjid Nur Islam Desa Kilwaru Kecamatan Seram Timur (Sertim), Panitia Pembangunan Masjid Ar-Rahman Dusun Kilbaroa Kecamatan Sertim, Panitia Pembangunan Masjid Keleser Kecamatan Kiandarat, Panitia Pembangunan Gereja Pastori Jemaat Banggoi Kecamatan Bula Barat, Taman Pengajian Al-Quran Badan Kontak Majelis Taklim Desa Inlomin Kecamatan Pulau Gorom.

Selain bantuan rumah ibadah, Gubernur juga menyerahkan bantuan alat kesehatan yang diterima Bupati SBT Mukti Keliobas, berupa bantuan kelambu anti nyamuk sebanyak 70.000 paket, dan obat pemberantasan jentik nyamuk sebanyak 2.728 paket, serta buku-buku kesehatan sebanyak 2.600 paket.

Pada kesempatan yang sama, diserahkan pula bantuan Pemerintah Provinsi Maluku kerjasama Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, untuk tiga Kelompok Dasawima, berupa sarana pengembangan dan pengolahan pangan berbasis sumberdaya lokal.

Kelompok penerima bantuan tersebut antara lain, Dasa Wisma Anggrek Desa Werinama Kecamatan Werinama, Dasa Wisma Lauw Wena Desa Atiahu Kecamatan Siwalalat, dan Dasa Wisma Woi Roti Desa Keta Rumadan Kecamatan Liun Vitu.

Bantuan yang diserahkan Gubernur tersebut, berlangsung di sela-sela perayaan Halal Bi Halal Pemprov Maluku dengan Masyarakat Kabupaten SBT di Kota Bula, Rabu (19/7).

BANTUAN BAGI TRANSMIGARAN

Sehari sebelumnya, Selasa (18/7), saat berada di dataran Pasahari, kawasan Seram Bagian Utara, Gubernur juga menyerahkan bantuan bagi masyarakat transmigrasi di sana.

Paket bantuan dari Pemprov Maluku yang diserahkan tersebut berupa mesin pertanian, yakni alat mesin panen padi kapasitas 5 sampai 6 hektare/hari (combain harvester besar) sebesar 10 unit untuk 100 kepala keluarga.

Selain berukuran besar, ada juga bantuan alat mesin panen padi dengan kapasitas dua (2) sampai tiga (3) hektare/hari (combain harvester berukuran sedang) sebanyak empat (4) unit/40 kepala keluarga, serta alat mesin pemipil jagung kapasitas 0 ,5 sampai 1 ton/hari (com sheler) sebanyak 2 unit/20 kepala keluarga.

Bantuan kepada masyarakat transmigrasi tersebut diberikan kepada warga di Kecamatan Seram Utara (Serut) Timur Kobisonta dan warga di Kecamatan Serut Timur Seti.

Selain bantuan peralatan, diserahkan juga bahan makanan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK), Makanan Pendamping Air Susu Ibu (ASI), PMT Anak Sekolah, bagi dua kecamatan tersebut.(*)

- Foto : Humas Pemprov Maluku

Friday, 21 July 2017 16:29

GUBERNUR CEK KESIAPAN RUTE TDM

Gubernur Maluku Said Assagaff bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Selasa (18/7) dan Rabu (19/7), mengecek kesiapan rute yang akan yang akan dilalui peserta Tour de Molvcca di Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Nampak Gubernur sementara meninjau Bandara Wahai, yang akan menjadi salah satu fasilitas penunjang even Tour de Molvcca pada bulan September mendatang. - Foto: Humas Pemprov Maluku -

Friday, 21 July 2017 16:26

BANTUAN PEMPROV

Gubernur Maluku Said Assagaff (kiri), menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada Bupati Seram Bagian (SBT) Timur Mukti Keliobas (tengah), berupa bantuan kelambu anti nyamuk sebanyak 70.000 paket, dan obat pemberantasan jentik nyamuk sebanyak 2.728 paket, serta buku-buku kesehatan sebanyak 2.600 paket, disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Meykal Pontoh (kanan), di Kota Bula, Kabupaten SBT, Rabu (19/7). Penyerahan bantuan oleh Gubernur di Kabupaten SBT dan Maluku Tengah, dilakukan bertepatan dengan kunjungan kerjanya, untuk mengecek kesiapan sejumlah fasilitas penunjang event Tour de Molvcca, September mendatang. - Foto: Humas Pemprov Maluku -

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff mengungkapkan, ke depan Maluku akan fokus pada pengembangan sektor Kesehatan, Pendidikan dan Pariwisata.

Pernyataan tersebut disampaikan Assagaff saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan Dokter Lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) Angkatan I, dari Pemerintah Provinsi Maluku kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Senin (17/7).

Dia menyebut, kehadiran Fakultas Kedokteran di Unpatti, merupakan salah satu faktor penunjang sektor kesehatan di daerah ini.

"Karena itu, saya siap jika ada yang mau ambil S2, kita siapkan anggarannya," ujarnya.

Assagaff mengaku, sangat bangga, saat dirinya menjadi Gubernur, Fakultas Kedokteran hadir di Maluku, tepatnya di Universitas Pattimura Ambon.

Menurut Assagaff, kebutuhan tenaga dokter di Maluku besar sekali. Dari catatan yang ada, mestinya setiap 100.000 penduduk harus bisa dilayani oleh 40 tenaga dokter umum. Tapi di Maluku, baru 12 dokter umum melayani 100.000 penduduk.

Oleh karena itu, dia berharap lahir banyak dokter dari Fakultas Kedokteran Unpatti. Sebab dengan kehadiran Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) di kawasan Poka - Rumah Tiga Ambon, serta Rumah Sakit Siloam di kawasan Tantui Ambon, diyakininya, tenaga dokter akan banyak sekali dibutuhkan.

"Kemarin rapat dengan Menteri Kesehatan, saya minta supaya RSUP type A, tapi beliau bilang Pak Gubernur, type A itu agak sulit untuk Maluku karena dibutuhkan puluhan dokter spesialis," tuturnya.

Karena itu menurut Assagaff, kita memulainya dengan type B dulu, tapi area yang sidah disiapkan itu untuk type A nantinya. Sehingga 10 atau 20 tahun kemudian, untuk ikut perkembangan, kita tidak sulit lagi.

Pada kesempatan tersebut, Assagaff menyampaikan mengapresiasinya kepada Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun, yang pertama kali meminta para dokter lulusan dari Fakultas Kedokteran Unpatti, untuk bertugas di sana.

"Saya berharap, para bupati dan walikota lainnya di Provinsi Maluku, bisa mengikuti jejak Bupati Maluku Tenggara ini," tandasnya.

Sementara itu, Rektor Unpatti M.J. Sapteno katakan, meskipun pembangunan Fakultas Kedokteran cukup lama, namun pelaksanaannya dari tahun 2008 sampai tahun 2012, sudah menghasilkan dokter itu hal yang luar biasa, yang patut disyukuri.

"Perlu saya sampaikan bahwa walaupun tahun 2008 kita baru mulai dengan Fakultas Kedokteran, tapi di tingkat nasional, kita berada di urutan 33 dari 70 Fakultas Kedokteran dari Universitas Negeri," ungkap Sapteno.

Hal itu, menurutnya, dibuktikan dengan tes kompetensi internasional. Pertama, tes 28 orang, lulus 14 orang atau 50 persen. Ada yang lain itu, cuma 9 persen dari tes internasional.

"Tes internasional itu perguruan tinggi seperti UGM, UI, Unpad, Unair, Unpatti dan ribuan universitas swasta lainnya, soal tesnya sama, tidak beda," paparnya.

Ini menunjukkan, lanjut Sapteno, anak-anak dari Fakultas Kedokteran Unpatti, kemampuannya tidak diragukan.

"Dengan demikian, penyerahan anak-anak kita ini ke Kabupaten Maluku Tenggara, saya yakin mereka bisa sangat bermanfaat, Pak Bupati," tandas Sapteno.

Dan hal yang luar biasa, menurut Sapteno, tadi dirinya mendapat bisik-bisik dari Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun, bahwa mereka akan disekolahkan untuk mengambil spesialisasi. Janji yang sama juga disampaikan Gubernur Assagaff.

Sapteno katakan, sering dia menyampaikan kepada para dokter tersebut, bahwa wilayah Maluku ini terdiri dari kepulauan, oleh karena itu harus bisa menyesuaikan dengan kondisi wilayah ini.

"Ditempatkan di daerah mana saja, dalam kondisi apa saja, saudara harus mampu bertahan hidup di situ, karena pekerjaan ini mulia," tandas Sapteno.

Lebih lanjut dia mengaku, Unpatti masih banyak membutuhkan bantuan dalam rangka mengembangkan Fakultas Kedokteran.(*)

AMBON - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku Anthonius Sihaloho menyebutkan membangunnya Provinsi Maluku harus punya prioritas dalam membangun daerah ini.

"Mengingat wilayah Maluku merupakan wilayah kepulauan, dan dana kita terbatas, padahal kebutuhannya banyak, maka harus ada prioritas dalam membangun," ujarnya kepada pers di Ambon, Senin (17/7).

Dia menyebutkan, ada delapan prioritas pembangunan di Maluku.
Mulai dari prioritas pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, percepatan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.

Kemudian, lanjut Sihaloho, ada peningkatan iklim investasi dan pengembangan usaha agar investor bisa masuk ke Maluku. Karena dengan adanya investasi bisa menciptakan lapangan kerja, otomatis akan mengurangi pengangguran dan pada hilirnya dapat mengurangi kemiskinan.

Selanjutnya, sebut Sihaloho, prioritas peningkatan ketahanan pangan, baik pangan strategis maupun pangan non strategis atau pangan lokal. Kemudian penataan ruang atau pembangunan daerah tertinggal dan peningkatan reformasi birokrasi.

"Artinya tahun lalu kita mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), tahun ini juga kita mendapat predikat yang sama," tandasnya.

Kemudian dari delapan prioritas daerah itu, menurut Sihaloho, ada tiga sektor unggulan dari Pemerintah Daerah atau Gubernur Maluku Said Assagaff.

"Pertama kita fokus pada pendidikan. Ini adalah modal utama pembangunan. Dengan pendidikan yang berkualitas, kita akan mempunyai daya saing. Yang kedua, kesehatan. Yang ketiga fokus kita ialah pariwisata," tuturnya.

Kenapa pariwisata? Karena sektor ini, kata Sihaloho, cepat memberikan devisa untuk pendapatan daerah, dan cepat untuk menciptakan lapangan kerja.

Dia lantas mengungkapkan, ada sekitar 450 lokasi pariwisata di Maluku. Tapi yang dikembangkan, sekitar 15 lokasi pariwisata.

Sejumlah lokasi dari 15 lokasi yang dikembangkan itu, menurut Sihaloho antara lain: Banda dan Ora di Maluku Tengah. Sejumlah Pantai Namalatu, Pantai Natsepa dan Pantai Liang di Pulau Ambon.

Pasir Panjang dan Pulai Bair di Maluku Tenggara. Kemudian Air Babunyi di Buru Selatan. Di Seram Bagian Timur ada Danau Soleh. Lalu di Maluku Tenggara Barat ada Pulau Matakus, di Maluku Barat Daya ada lokasi Gunung Kerbau. Seram Bagian Barat ada Pulau Osi.

"Salah satu dari obyek wisata tersebut, yaitu kawasan pariwisata Banda, kita usulkan menjadi kawasan destinasi nasional," terangnya.

Destinasi nasional ini, menurut Sihaloho, ada 10 di Indonesia. "Banda sementara kita proses untuk menjadi salah satu destinasi nasional tersebut," tandasnya.(*)

AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff meminta pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, agar memasukan sosialisasi dan pencegahan bahaya narkoba ke dalam kurikulum sekolah. "Saya sidah bilang kepada BNN Provinsi Maluku, agar kita masukkan sosialisasi dan pencegahan bahaya narkoba di kurikulum sekolah," ujar Gubernur usai acara puncah Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2017, di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (13/7). Gubernur katakan, tadi dirinya juga sudah menyampaikan kepada para tokoh agama, agar membantu pemerintah dalam mensosialisasikan bahaya narkoba kepada umatnya masing-masing.
Jumlah orang yang terkena kasus narkoba di daerah ini sebenarnya sedikit, menurut Gubernur, hanya sedikit. Namun karena dibanding dengan jumlah presentasi penduduk di Maluku, jadi terkesan banyak. "Jumlahnya sekitar 27.140 orang. Kalau di Pulau Jawa sudah jumlah pengguna narkoba mencapai jutaan orang," ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan, masjid jangan hanya jadi tempat sholat. Begitu juga gereja jangan hanya jadi tempat ibadah. Sebab di gereja maupun masjid, bisa masuk juga dengan informasi-informasi atau sosialisasi bahaya narkoba. "Ini penting, untuk membangun daerah, bangsa dan negara ini yang bebas dari narkoba," ujar Gubernur.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala BNN Provinsi Maluku Abner Timisela pada kesempatan yang sama, meminta seluruh lapisan masyarakat di daerah ini untul menyamakan persepsi dan pemahaman, mengenai cara pandang kita terhadap permasalahan narkoba.
Dia mengajak, agar kita merubah pandangan terhadap pengguna narkoba. Kalau dulu pengguna narkoba kita anggap sebagai penjahat. Maka saat ini kita harus menggap mereka sebagai korban atau orang sakit. "Terhadap mereka, solusinya adalah dipulihkan melalui program rehabilitasi secara komprehensif," ujarnya.(*)

-Foto:Humas Pemprov Maluku

AMBON - Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua melepas Kafilah Maluku untuk mengikuti ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional 2017, yang akan digelar di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (12/7).

"Saya berharap saudara-saudara semakin berketetapan hati, untuk mendedikasikan seluruh potensi dan kemampuan, demi sumbangsih terbaik bagi negeri Maluku tercinta," ujar Wagub saat acara pengukuhan di Kantor Gubernur Maluku.

Para kafilah yang dilepas Wagub ini, adalah qori dan qoriah terbaik hasil Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Maluku tahun 2017 di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan beberapa waktu lalu.

Qori dan qoriah tersebut, selama kurang lebih tiga (3) bulan terakhir, telah menjalani pembinaan intensif di Ambon maupun di Jakarta, dengan melibatkan pelatih nasional maupun daerah.

Dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Wagub, Gubernur Maluku Said Assagaff berharap kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Maluku agar pembinaan qori dan qoriah, tidak hanya fokus pada ibukota Kabupaten Kota semata.

"Saya harapkan pembinaan juga lebih menyebar ke kecamatan, kelurahan bahkan sampai pada tingkat desa," ujarnya.

Kesemuanya itu, disebut Gubernur, dilakukan untuk memperoleh peserta yang benar-benar berkualitas, dan mampu memberikan prestasi terbaik. "Kita berhak menaruh harapan dan obsesi, agar anak-anak kita mampu mengukir juara nantinya," tandas Gubernur.

Dia katakan, kita patut bersyukur, karena sudah banyak success story yang dicapai Maluku, melalui pelaksanaan kegiatan keagamaan, baik berskala lokal, nasional maupun internasional.

"Success story kita itu antara lain, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ); Nasional dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional, dimana Maluku bisa menunjukkan prestasi terbaik," kata Gubernur.

Itu sebabnya, Gubernur yakin, para peserta STQ asal Maluku ini bisa juga membuktikan, sebagai bagian yang terbaik pada ajang di Kota Tarakan ini.

Menurut Gubernur, satu pembelajaran penting dalam mempersiapkan kafilah MTQ atau STQ, yang mesti dicermati ke depan, sebagai wujud pembinaan umat, yaitu dihidupkannya kembali Tasbaq atau Taman Seni Baca Al Quran.

"Walaupun baru dihidupkan lagi, tetapi harus diakui bersama bahwa kehadiran Tasbaq dalam proses pembinaan, pembekalan dan pelatihan kafilah Maluku, menjadi sangat berarti," ungkapnya.

Oleh sebab itu, sebagai laboratorium religi, tempat mempelajari nilai-nilai ajaran Islam yang hakiki, Gubernur berharap, Tasbaq ini dapat terus dihidupkan secara berkelanjutan pasca MTQ.

Dia menilai, Tasbaq menjadi wahana untuk membentuk generasi muda Islam Maluku yang soleh, tawakal dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wata'ala, serta mampu meneguhkan dimensi kemanusiaan dan kebersamaan, dalam konteks kemajemukan di negeri ini.

Gubernur juga mengingatkan, Al Quran diturunkan bukan sekadar untuk dibaca, melainkan bagaimana kita mampu untuk memahami, mempelajari, dan mengamalkan isi kandungannya dalam sikap dan perbuatan kita sehari-hari.

"Sehingga Al Quran dijadikan sebagai keutamaan hidup dan Sumber inspirasi, yang mampu membimbing kita dalam kedudukan dan fungsi masing-masing. Baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara," paparnya.

Kepada para kafilah, Gubernur berpesan agar lebih memperhatikan kesehatan masing-masing. Terutama faktor makan dan minum, agar cukup dan teratur.

Dia juga mengimbau agar para kafilah selalu mempersiapkan waktu untuk beristirahat. Termasuk mengikuti jadwal yang telah ditentukan oleh pembina atau pelatih, dan yang terpenting jangan pernah lupa mendasari seluruh upaya dan jerih juang kalian, dalam doa dan kepasrahan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Dengan kepasrahan kepada Allah, atau dengan penyerahan indentitas diri tersebut, niscaya kita akan meraih yang terbaik," demikian Gubernur.(*)

-Foto:Humas Pemprov Maluku

Page 9 of 32

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 30 November -1 Desember 2017
 

 

INFO GEMPA



 

 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top