Berita Lowongan Kerja Terbaru

Admin

 

AMBON - Program padat karya tunai digulirkan pemerintah, dimaksudkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat melalui keterlibatan warga setempat dalam program tersebut.

"Kita ingin padat karya tunai ini bisa mendistribusi anggaran langsung ke desa sehingga tingkat konsumsi atau daya beli masyarakat semakin naik," kata Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan irigasi dan jalan produksi persawahan di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Rabu, 14 Februari 2018.

Pembangunan irigasi di desa tersebut merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Proyek tersebut mampu menghasilkan lapangan kerja dengan menyerap sekira 120 warga setempat.

Dengan cara yang sangat produktif ini, lanjut Presiden, pemerintah ingin dilakukan perbaikan jalan-jalan produksi dari sawah ke sawah dan irigasi di sawah.

“Sehingga banyak manfaat dari program padat karya tunai,” ujar Presiden, yang saat peninjauan, didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Maluku Said Assagaff ini.

Program dimaksud, adalah pembangunan jalan produksi sepanjang 1.095 meter, dengan nilai Rp600 juta dan berlangsung selama tiga bulan.

Selain itu juga pembangunan irigasi kecil sepanjang 3,6 kilometer dengan nilai Rp1,35 miliar dan dikerjakan selama 50 hari.

Sebelumnya pada pagi ini, Presiden juga meninjau proyek pembangunan yang didanai oleh program padat karya di Kampung Oihu, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau. Di sana, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan pembangunan jalan lingkungan dan penerangan jalan serta drainase dengan melibatkan sedikitnya 160 warga setempat.

Sementara itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi juga mengerjakan proyek padat karya berupa normalisasi sungai di desa yang sama. Dalam proyek tersebut, sebanyak 150 warga dilibatkan.

Presiden Joko Widodo menyebut bahwa program padat karya ini akan terus dilanjutkan. Hal itu dilakukan selain untuk membuka lapangan kerja di pedesaan, juga agar perputaran uang di masyarakat semakin meningkat.

"Yang melakukan ini nantinya tidak hanya Kementerian PU dan Desa, yang lain juga sama. Kementerian Perhubungan nanti dilakukan sebagian dengan padat karya tunai. Kementerian BUMN juga," sambungnya.(*)

 

AMBON - Mengawali kegiatan di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo serta Gubernur Maluku Said Assagaff, meninjau program padat karya di Desa Batu Merah, Rabu (14/2).

Tiba di lokasi pukul 07.45 WIT, Presiden meninjau padat karya tunai untuk normalisasi sungai yang ada di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Program ini bertujuan agar masyarakati di Desa Batu Merah terlepas dari bencana banjir yang sering terjadi di musim penghujan dengan besarnya anggaran Rp296 juta dan lama pekerjaan 28 sampai 30 hari.

Dari padat karya tunai normalisasi sungai, Presiden didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan juga Gubernur Assagaff meninjau pelaksanaan Padat Karya Tunai Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang berada di bawah Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

Program padat karya tunai yang beradi di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon untuk membangun jalan rabat beton sepanjang 2.590 meter, dengan nilai Rp860 juta dan membangun saluran drainase sepanjang 350 meter, dengan besarnya anggaran Rp242 juta.

Jumlah pekerja yang terlibat dalam program ini adalah sebanyak 28-30 orang dan ditargetkan selesai dalam 3 bulan.

Ketika memulai sambutan pada Pembukaan Kongres ke-30 dan Peringatan Dies Natalis ke-71 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Presiden mengatakan bahwa dirinya telah melihat program padat karya tunai di Kota Ambon sebelum tiba di acara Kongres HMI.

“Saya ingin memastikan bahwa program-program tersebut berjalan dan masyarakat mendapatkan manfaat dari program yang ada,” ujar Presiden Jokowi.(*)

Thursday, 15 February 2018 15:42

Presiden Hadiri Sejumlah Agenda di Maluku

AMBON - Sejumlah agenda kegiatan telah menanti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya hari ini, Rabu (14/2), di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Agenda utama Presiden Jokowi yaitu menghadiri Pembukaan Kongres ke-30 dan Peringatan Dies Natalis ke-71 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar di Auditorium Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

Namun sebelum menuju Unpatti, Presiden Jokowi yang didampingi Gubernur Maluku Said Assagaff dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja, terlebih dahulu meninjau program padat karya tunai di Desa Batu Merah, Kota Ambon.

Setelah menghadiri kongres HMI, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan bertolak menuju Kabupaten Seram Bagian Barat dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU. Di sana, Presiden dan Ibu Iriana akan membagikan sejumlah bantuan sosial seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Selain itu, Presiden juga akan meninjau pelaksanaan program Padat Karya Tunai yang ada di Desa Waimital sekaligus menyapa masyarakat Bumi Saka Mese Nusa.

Presiden dan Ibu Iriana akan kembali ke Kota Ambon untuk menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat Kota Ambon dan Maluku Tengah yang berlangsung di Desa Hatu, Pulau Ambon.

Malam harinya, Presiden dan Ibu Iriana beserta rombongan dijadwalkan bertolak menuju Provinsi Sulawesi Selatan guna melanjutkan kegiatan kunjungan kerja.(*)


AMBON - Kalau kita mau suatu daerah itu maju, maka lingkungan sekitarnya harus banyak buku. Karena lewat buku, kita bisa dapat banyak pengetahuan untuk memperluas wawasan berpikir kita.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Maluku Said Assagaff pada acara pembukaan toko buku, swalayan dan food court Dian Pertiwi Poka, di kawasan Poka Ambon, Sabtu (10/2).

"Saya sangat berharap, lingkungan kita masing-masing dipenuhi dengan banyak buku. Sehingga kita bisa menambah banyak pengetahuan untuk memperluas wawasan," ujar Gubernur Assagaff.

Keberadaan Dian Pertiwi Poka, diyakini Assagaff bisa ikut menumbuhkan gairah belajar di kawasan Poka dan sekitarnya. Apalagi letaknya berada persis di pojok kawasan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

"Saya yakin ke depan, anak-anak kita semakin pandai. Dan saya ingin jadikan sektor pendidikan di Maluku, sebagai sektor yang benar-benar harus kita dorong bersama," tandasnya.

Menurut Assagaff, pada beberapa tempat di Maluku yang dia datangi, selalu dia tekankan, jangan lagi ada anak-anak Maluku yang tidak pintar.

Assagaff lantas menegaskan, pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan masih menjadi prioritas utamanya.

"Sebagaimana diketahui, peranan sektor pendidikan amatlah strategis, karena pendidikan mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang memberikan multiplier effect terhadap berbagai sektor pembangunan. Begitu pun sektor kesehatan, mustahil pembangunan dapat dilakukan jika masyarakatnya hidup dengan tingkat kesehatan yang rendah," ujarnya.

Ke depan, kata Assagaff, daerah ini harus menciptakan generasi muda yang berkualitas. Semua anak di Maluku harus pintar. Tidak boleh lagi, ada anak-anak Maluku yang tidak sehat. Semua harus sehat.

"Karena itu sektor pendidikan, sektor kesehatan merupakan sektor utama saya, yang akan kita tindaklanjuti dia dikemudian hari’’ ungkapnya.

Untuk merealisasikan keinginan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku berencana membangin Institut Teknologi Ambon (ITA).

"Bandung maju karena ada Institut Teknologi Bandung (ITB), ada Universitas Padjajaran, sehingga saya mau Maluku selain sudah ada Universitas Pattimura, harus ada juga Institut Teknologi Ambon,’’ terangnya.

Pemerintah Provinsi, lanjut Assagaff, telah menyediakan tanah. Begitu moratorium pendidikan dibuka, maka akan mulai start.

"Bersama Pak Rektor Unpatti dan Rektor ITB, kami sudah melakukan Memorandum of Understanding (MOU) untuk perkuat para dosen Unpatti di ITB," ungkap Assagaff.

Dalam sidang Kabinet di Jakarta, hal ini sudah disampaikan berkaitan dengan rencana dibangun Institut Teknologi di Ambon.

‘’Ini sudah diputuskan di sidang kabinet. Pak Presiden sampaikan ke saya untuk siapkan embrio, ‘’ ujarnya.

Untuk sektor kesehatan, lanjut Assagaff, dalam waktu dekat akan diresmikan Rumah Sakit Siloam, yang diprediksi akhir tahun ini sudah diresmikan.

Selain RS Siloam, akan hadir juga di Maluku, Rumah Sakit Umum (RSU) Pusat Ambon, yang saat ini sudah dalam proses tender. Ini akan menjadi Rumah Sakit terbesar di Kawasan Timur Indonesia yang akan dibangun di atas tanah delapan (8) hektar.

RSUP Ambon ini, disebut Assagaff, sesuai permintaan Menteri Kesehatan RI akan ber-type B. ‘’Awalnya saya berharap kelas atau type A, Kalau type A, artinya semua dokter ahli sudah harus berada di Ambon. Cuma kita memulai secara bertahap, jadi barulah kedepan menuju ke tipe A,’’ demikian Assagaff.(*)

AMBON - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), dipastikan kembali mengunjungi Kota Ambon, Provinsi Maluku, setelah beberapa kali kunjungannya di tahun 2017 lalu. Kunjungan kali ini juga dalam rangka memenuhi sejumlah agenda nasional dan kunjungan daerah.

‘’Pihak Istana Kepresidenan RI di Jakarta telah memutuskan bahwa Bapak Presiden akan ke Ambon pada tanggal 13 Februari, mungkin sore atau malam hari,’’ ungkap Gubernur Maluku, Said Assagaff, saat coffee morning dengan insan pers Maluku, di rumah Kopi Lela Ambon, Sabtu (10/2).

Menurut Assagaff, kedatangan Presiden Jokowi kesekian kalinya di Provinsi Maluku ini, patut diapresiasi.

‘’Ini untuk ke tiga kalinya bapak Presiden Jokowi ke Maluku. Karena itu, sebagai warga masyarakat Maluku, kita sambut kedatangan beliau, yang sudah pasti akan memberi dampak yang besar bagi pembangunan di daerah,’’ imbuh Assagaff.

Dia menyebutkan, Presiden Jokowi akan berada di Kota Ambon selama dua hari. Selain dijadwalkan membuka Kongres HMI ke-XXX di Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon pada Kamis (14/2), Presiden Jokowi juga akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah serta sejumlah agenda lainnya.

‘’Tidak hanya di Kota Ambon. Beliau juga akan ke Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah,’’ ungkap Assagaff.

Sebelum membuka Kongres Nasional HMI, menurut Assagaff, Presiden Jokowi akan meresmikan Hindu Center dan Budha Center, yang akan dipusatkan di kawasan Museum Siwalima, daerah Taman Makmur Ambon.

‘’Kegiatan bapak presiden itu Rabu (14/2) pagi. Hingga kini jadwalnya belum ada perubahan. Beliau akan meresmikan Hindu Center dan Budha Center,’’ terang Gubernur Assagaff.

Dia katakan, peresmian Hindu dan Budha Center sengaja dipusatkan di kawasan Museum Siwalima, agar Presiden Jokowi juga bisa melihat museum tersebut.

‘’Kita pusatkan di Museum Siwalima agar beliau juga bisa melihat museum kita. Selama ini belum ada Kepala Negara yang sampai di museum tersebut,’’ bebernya.

Dari Museum Siwalima, Assagaff menyebutkan, Presiden Jokowi akan membuka Kongres Nasional HMI di Kampus Universitas Pattimura Ambon dan selanjutnya menuju Desa Gemba, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

‘’Setelah membuka kongres, presiden akan menuju Bandara Pattimura dengan menggunakan Helikopter VVIP menuju Desa Gemba untuk melihat proyek-proyek padat karya di sana. Setelah berkunjung ke Desa Gemba, dijadwalkan beliau juga akan berkunjung ke Desa Hatu dan Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah untuk membagikan Kartu Indonesia Sehat dan Sertifikat Tanah bagi masyarakat,’’ papar Assagaff.

Masih menurut Assagaff, Ada dua alternatif yang dilakukan Presiden selama kunjungan kerja ini.

‘’Alternatif pertama, dengan helikopter presiden kembali ke Bandara Pattimura dan dengan menggunakan mobil menuju Desa Hatu atau Desa Alang, Kecamatan Leihitu Barat, untuk membagikan Kartu Indonesia Sehat dan sertifikat tanah," ujarnya.

Sedangkan alternatif kedua, Assagaff katakan, dari Gemba, Presiden Jokowi menggunakan helikopter menuju Bandara Amahai untuk membagikan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Sertifikat Tanah kepada warga. Dan dari Amahai, beliau menggunakan helikopter menuju Bandara Pattimura ke Ambon untuk kembali ke Jakarta.

Berkaitan dengan kedatangan presiden, disebut Assagaff, berbagai kesiapan telah dilakukan. ‘’Berbagai agenda beliau tersebut diputuskan Sabtu (10/2) dalam rapat bersama tim dari Istana Kepresidenan, Paspampres dan jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat serta jajaran terkait lainnya,’’ ujarnya.

Dirinya sangat berharap dukungan berbagai pihak guna kelancaran kegiatan Presiden Jokowi di Maluku ini.

‘’Mudah-mudahan semua berjalan dengan baik dan berjalan lancar. Saya juga sudah sampaikan ke bapak presiden untuk tanggal 9 Maret mendatang beliau kembali lagi ke Ambon untuk membuka hari musik dunia dan secara lisan beliau sudah siap,’’ tandas Assagaff. (*)


AMBON - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wanita Katolik Indonesia Maluku - Maluku Utara (Malut) Periode 2017-2022, dilantik Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Ronny Sam Wolter Tairas, mewakili Gubernur Maluku Said Assagaff, bertempat di Kantor Paroki Hati Kudus, Batu Gantung, Ambon, Sabtu (10/2).

"Tanggungjawab sebagai DPD harus dimaknai sebagai kesempatan untuk melakukan kebaikan, memberi waktu dan talenta bagi kemaslahatan bersama, sehingga tidak dilihat sebagai beban," tandas Gubernur Assagaff dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Ronny Tairas.

Tanggungjawab ini, menurut Gubernur Assagaff, harus diterima dengan gembira dan dalam semangat untuk terus bekerja dengan siapa saja agar mendatangkan kebaikan bagi semua.

Menurut Assagaff, melakukan kebaikan bukan berarti tanpa resiko. Ada berbagai pengorbanan yang mesti dilakukan. Terkadang harus membagi waktu di antara keperluan pribadi dan organisasi, di antara berbagai tanggungawab yang lain, baik di dalam keluarga, gereja maupun masyarakat dan tantangan dari dalam maupun dari luar.

‘’Tetapi dengan melihat setiap kepercayaan yang diberikan sebagai kesempatan untuk berbuat baik, maka pasti akan ada semangat dan tekad untuk terus memberikan yang terbaik dalam menjalankan amanah melalui DPD Maluku - Malut,’’ tuturnya.

Pada pergumulan agama-agama, masyarakat dan bangsa bahkan dunia, dia katakan, semakin kompleks dengan berbagai persoalan yang muncul di tengah-tengah masyarakat.

Dirinya mencontohkan, kekerasan dalam rumah tangga, masalah kriminalitas, wabah penyakit, kerusakan lingkungan hidup, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

‘’Ini membutuhkan partisipasi kita, termasuk Wanita Katolik di Wilayah Maluku - Malut. DPD Wanita Katolik yang merupakan aset gereja dan aset bangsa harus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya melalui program-program yang menyentuh masalah-masalah riil yang sedang dihadapi Wanita Katolik pada khususnya dan persoalan perempuan pada umumnya,’’ papar Assagaff.

Dia menyebutkan, perempuan harus terus berkembang dan maju. Pendidikan yang tinggi, jabatan yang tinggi bukan hanya monopoli kaum laki-laki, namun dengan semangat kemitraan laki-laki dan perempuan, berbagai persoalan yang dihadapi dapat diatasi secara bersama-sama.

Dirinya juga berharap, DPD Wanita Katolik dapat menjalin kerjasama lintas agama, lintas instansi termasuk kerjasama dengan pemerintah dan swasta dapat terus ditingkatkan.

‘’Dalam dunia yang kian global ini, kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri, kita perlu saling bekerjasama dan bersinergi dengan berbagai stakeholder,’’ tandas Assagaff.(*)


AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff menyebutkan, untuk mendorong perekonomian suatu daerah, ada dua hal yang harus menjadi fokus perhatian, yakni investasi dan ekspor.

"Karena itu, diharapkan dengan keberadaan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( HIPMI) Provinsi Maluku, dapat dibangun kerjasama antara pengusaha besar yang ada di luar Maluku dengan pengusaha di Maluku, untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini," harap Gubernur Assagaff, saat Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD HIPMI Provinsi Maluku, di Ambon, Jumat (9/2).

Itu sebabnya, dia meminta wadah berhimpunnya para pengusaha muda ini, untuk berkerjasama dengan Pemprov Maluku, guna mendorong peningkatan perekonomian di daerah ini.

"Pelantikan dan Rakerda BPD HIPMI Maluku serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk Program Satu Desa Satu Pengusaha yang dilaksanakan HIPMI, merupakan terobosan pertama yang menjadi satu langkah inovasi baru, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Sementara, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Bahlil Lahadalia pada kesempatan yang sama, mengingatkan tugas penting dari HIPMI adalah merubah pola pikir anak muda untuk menjadi pengusaha.

"Mengapa begitu? Karena sejak dulu menjadi pengusaha bagi pemuda kita, adalah pilihan terakhir. Mereka umumnya menjadikan Pegawan Negeri Sipil (PNS) sebagai prioritas utama memilih pekerjaan," tutur Bahlil.

Solusinya, menurut Bahli, langkah pertama yang dilakukan ialah harus bisa mengubah mindset anak muda untuk menjadi pengusaha. Melalui HIPMI, dia optimis bisa melahirkan gagasan-gagasan lewat sikap enterprenuership dan leadership.

Dia lantas mengungkapkan, banyak pejabat negara serta konglomerat di tanah air yang merupakan kader HIPMI. Itu artinya HIPMI juga memiliki kontribusi bagi bangsa dan negara ini.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), Bahlil menyebutkan, perkembangan jumlah pengusaha di Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu. Awalnya hanya sekitar satu persen sekarang perlahan-lahan terus meningkat menjadi 3,1 persen.

"Semua pejabat negara sampai daerah pastinya membutuhkan pengusaha. Karena tidak ada penguasa yang tidak membutuhkan pengusaha. Begitu pun sebaliknya. Makanya perlu disamakan visi bersama dengan pemerintah daerah. Itu perlu, guna bersama-sama membangun daerah ke arah yang lebih baik," tandasnya.(*)


AMBON - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Ny. Retty Assagaff bersama rombongan, Kamis (8/2), mengunjungi Rumah Sakit Umum (RSU) Daerah dr. M. Haulussy Ambon.

Kunjungan tersebut, menurut Ny. Retty, terutama untuk melihat berbagai fasilitas dan peralatan di RSU Daerah dr. M. Haulussy.

Dia katakan, peralatan yang ada di RSUD dr. M. Haulussy ternyata sudah canggih dan terutama untuk ruangan cuci darah dan sejumlah peralatan baru lainnya.

"Saya lihat sudah ada perubahan, sehingga untuk cuci darah tidak perlu lagi rujukan keluar daerah. Di sini sudah ada peralatan yang lengkap untuk kita cuci darah,’’ ujar Ny. Retty.

Menyinggung soal ruang terapi, Ketua TP PKK Maluku ini menyebutkan, saat mendatangi ruang tersebut, dilihatnya juga sudah bagus. Namun menurut dia alatnya cuma ada satu yang beroperasi, hanya saja kalau tegangan listriknya turun naik, alatnya terganggu.

"Tapi saya sudah sarankan ke dr.Tini (Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon, dr. Justini Pawa M.Kes), untuk diganti dengan alat yang baru. Karena memang alatnya yang baru sudah ada namun belum terpasang," tutur Ny. Retty.

Dia juga berharap kepada manajemen RSUD dr. M. Haulussy Ambon, untuk meningkatkan pelayanan kepada para pasien yang ada. Sebab semua peralatannya sudah lengkap dan canggih.

"Dengan peralatan yang lengkap, mungkin nanti bisa direnovasi Rumah Sakit-nya, tapi mungkin itu secara bertahap. Mungkin dokter Tini bisa menyampaikan melalui Pak Gubernur supaya diteruskan ke Ibu Menteri Kesehatan," imbuhnya.

Ditanya terkait dengan pelayanan, apakah ada keluhan-keluhan khsusus dari pasien saat dirinya melakukan kunjungan? Ny. Retty mengaku, tadi dia menyempatkan bertanya kepada sejumlah pasien, dan mereka mengaku sangat senang karena pelayanan di RSDU Ambon bagus.

"Cuma beberapa pasien tadi meminta agar alat yang ada lebih diperbanyak lagi," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, saat ditanya soal peralatan, Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon, dr. Justini Pawa M.Kes, mengaku, peralatan semua sudah tersedia di rumah sakit milik pemerintah ini.

"Hanya memang tadi yang disampaikan ke Ibu Gubernur itu, permintaan pasien adalah peralatannya ditambah karena jumlah pasien semakin hari semakin meningkat," terangnya.

Justini memberi contoh, untuk cuci darah, kalau pasien 65 orang, jika alat di RSUD Ambon lebih banyak, tentu akan lebih cepat penanganan pasien, sehingga antrian tidak panjang.

"Alat yang tersedia saat ini sebanyak 20 unit. Kalau untuk 60 hingga 70 pasien, kita harus laksanakan tiga shift. Mungkin akan secara bertahap. Ini dari awalnya 14 unit peralatan, kita tambah secara terus menerus,’’ paparnya.

Kemudian untuk ruangan-ruangan yang ada, Justini katakan, akan direhab secara bertahap. Karena memang rumah sakit (RS), tidak bisa dibongkar sekaligus.

"Karena memang RS tidak bisa kita langsung bongkar semuanya. Nanti pasiennya mau dikemanain. Saat ini kita sedang merehab ruang mata dan kulit. Jadi pasien nanti kita pindahin dulu, nanti setelah selesai dipindahin lagi. Mungkin tahun ini ada satu ruang lagi kita bongkar. Jadi memang rehabilitasi di RS seperti itu, tidak bisa sekaligus,’’ ungkapnya.

Sedangkan mengenai pelayanan di RSUD Ambon, Justini menyebutkan, pelayanan pihaknya saat ini sudah hampir semuanya baik, karena memang menjadj pusat rujukan.

Jadi dari waktu ke waktu, lanjut dia, memang harus dilengkapi. Untuk tahun ini, direncanakan pihaknya akan membuka unit karaterisasi jantung.

"Untuk ruanganya sudah kami persiapkan. Peralatan sementara akan dipasang. Sedangkan tenaga sementara di-training. Kalau sudah siap sudah bisa segera beroperasi. Mungkin tahun ini sudah bisa dioperasikan,’’ ujar Justini.(*)

AMBON - Gubernur Maluku, Said Assagaff mengapreasiasi sejumlah program kerjasama pendidikan dengan pemerintah maupun perguruan tinggi dari luar negara. Misalnya penjajakan program pendidikan dengan Univercity Rhode Island Amerika Serikat, atau dengan Pemerintah Australia yang sudah akan jalan pada tahun ini.

"Sebelumnya, Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemerintah Australia yang menyediakan beasiswa bagi generasi muda dan Aparatur Sipil negara (ASN) di Maluku, untuk menempuh pendidikan di negara tersebut pada tahun 2018 ini," ujar Kepala Bagian Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Bobby Palapia, di Ambon, Rabu (7/2).

Kerjasama pendidikan ini, menurut Gubernur, seperti dikutip Palapia, akan berdampak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah ini di masa mendatang.

Selanjutnya, terkait sejumlah kerjasama dengan berbagai pihak luar negeri belakangan ini, Palapia berharap, masyarakat di daerah ini, termasuk para pelajar, mahasiswa dan Aparatur Sipil Negara (ASN), bida meningkatkan kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

Palapia katakan, di era globalisasi dan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC)) yang merupakan sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antarnegara-negara ASEAN, kemampuan berbahasa Inggris sebagai alat utama berkomunikasi sangat mutlak adanya.

‘’Dalam interaksi kita ke depan, pasti akan bertemu masyarakat yang tidak berasal dari satu negara, dan bahasa Inggris menjadi penghubung antar kita dengan masyarakat itu. Di dalam pertemuan yang melibatkan baik pejabat daerah maupun pejabat negara, bahasa Inggris juga akan menjadi penghubung kita,’’ ujar Palapia.

Dia menjelaskan, berbagai kemudahan akan diperoleh jika masyarakat, terutama para pelajar, mahasiswa dan ASN bisa berbahasa Inggris.

‘’Saat ini Pemerintah Provinsi Maluku telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri. Jika ingin mengikuti program beasiswa lewat kerjasama yang ada, tentu harus mampu berbahasa dengan baik," imbuhnya.

Dia juga katakan, berkaitan dengan pengembangan bidang pariwisata di daerah ini, Pemprov Maluku juga tengah menjalin kerjasama dengan pemerintah Australia melalui pembukaan kembali jalur penerbangan Ambon - Darwin.

‘Dengan kembali dibukanya rute tersebut, lanjut Palapia, akan membawa dampak bagi perekonomian Maluku, sehingga kemampuan masyarakat untuk berbahasa Inggris juga akan menjawab berbagai tantangan dan menjadi peluang yang besar dalam persaingan di era globalisasi.

"Kemampuan masyarakat, terutama yang berada di kawasan-kawasan potensial pariwisata, akan ikut mendorong berkembang pariwisata di daerah ini, yang pada akhirnya akan mendorong perekonomian di Maluku," ujarnya.(*)

AMBON - Guna meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bakal melakukan kerjasama dengan University Rhode Island, Amerika Serikat. Penjajakan ke arah itu dilakukan saat kunjungan pihak University Rhode Island ke Pemprov Maluku, Selasa (6/2).

“Pihak University Rhode Island sudah menjalin kerjasama lewat Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), serta berbagai berbagai perguruan tinggi di tanah air. Kali ini mereka menjajaki kerjasama dengan Pemprov Maluku,” ujar Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, usai pertemuan dengan pihak University Rhode Island.

Sejumlah perguruan tinggi negeri di tanah air yang sudah menjalin kerjasama dengan University Rhode Island, jelas Wagub, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

”Saya harap ada langkah konkrit dari pertemuan ini,’’ tandas Wagub Sahuburua, pada pertemuan dengan pihak Univercity Rhode Island yang difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku, di lantai 2 Kantor Gubernur Maluku ini.

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Pemprov Maluku dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku berencana akan mengirim lima (5) orang ASN, untuk menimba ilmu di Negeri Paman Sam.

Selanutnya kata Sahuburua, mereka yang akan dikirim ini, terlebih dahulu akan diperkuat kemampuan berbahasa Inggris dan penguasaan ilmu terkait dengan studi yang akan diambil.

‘’Kita telah menyiapkan tenaga untuk itu, dan saat ini mereka telah belajar bahasa Inggris, karena komunikasi utamanya akan menggunakan bahasa Inggris,’’ jelasnya.

Sahuburua mengharapkan, kerjasama ini merupakan langkah awal bagi Pemprov Maluku dalam menyiapkan SDM guna menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

‘’Saya tadi sudah menyampaikan, akan mengirimkan anak-anak kita. Namun sebelumnya harus melalui fit and proper test, supaya ketika mereka di sana, bisa menempuh pendidikan dengan baik. Jangan kita kirim dengan persyaratan minimal, itu tidak boleh. Diusahakan persayaratan maksimal,’’ tegasnya.

Dia katakan, persayaratan maksimalnya berkaitan dengan kompetensi latar belakang pendidikan yang mereka miliki. ‘’Jadi kalau mereka yang dikirim itu khususnya untuk perikanan, mereka harus sarjana perikanan. Kalau Lingkungan Hidup, ya harus ahli di bidang tersebut. Sehingga pendidikan lanjutan baik S2 menjadi S3 atau pendidikan singkat itu betul-betul mereka kuasai bidangnya. Karena sekarang kita menuju ke profesionalisme, artinya kualitas yang kita butuhkan,’’ paparnya.

Diharapkan sekembalinya ASN yang disekolahkan dapat ditempatkan sesuai dengan bidang yang ditekuni. ‘’ Kita ingin kembangkan profesionalitas sehingga sekembalinya meraka dapat membangun Maluku yang lebih maju dan kita dapat bersaing dengan provinsi lain yang ada di Indonesia,’’ pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Darah Maluku Hamin Bin Thahir menyinggung soal Maluku yang punya Taman Nasional Manusela, yang berada di Pulau Seram.

“Kami punya Taman Nasional Manusela. Di Univercity Rhode Island kan juga fokus ke apsek lingkungan. Saya berharap mereka yang dikirim menimba ilmu di sana bisa juga mendapatkan ilmu terkait pengamanan wilayah persisir dan aspek lingkungan, sehingga bisa membantu melihat taman nasional kebanggaan kita ini,” ujarnya.(*)

Page 8 of 42
asiangames2018.id
Website Asean Games 2018
Logo Asean Games
Mengintip Makna Logo Asian Games 2018

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

LINK

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang
17 - 18 April 2018
 

INFO GEMPA

 

 
 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top